Anda di halaman 1dari 5

Materi Kuliah Kesehatan Lingkungan

S1 Keperawatan FIKes UNMUH Jember
Semester
: VI (enam)
TM ke:6

SANITASI PERUMAHAN
1. KONSEP DASAR
Bagi sebagian besar masyarakat, rumah merupakan tempat berkumpul bagi semua
anggota keluarga dan menghabiskan sebagian besar waktunya, sehingga kondisi
kesehatan perumahan dapat berperan sebagai media penularan penyakit diantara
anggota keluarga atau tetangga sekitarnya.
Dari data yang ada maka program sosialisasi terhadap masyarakat untuk
membangun rumah sehat perlu terus dilakukan sehingga pencegahan terhadap
perkembangan vektor penyakit dapat diperkecil, demikian pula penyebab penyakit
lainnya di sekitar rumah.
Keluarga dengan kepemilikan sarana sanitasi dasar meliputi persediaan air bersih,
kepemilikan jamban keluarga, tempat sampah dan pengelolaan air limbah keluarga
keseluruhan hal tersebut sangat diperlukan didalam peningkatan kesehatan
lingkungan.

2. DEFINISI SANITASI PERUMAHAN
Sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatan
pada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia (Widyati dan Yuliarsih, 2002:14).
Menurut

WHO

dalam

Dalimunthe

(2004:1),

sanitasi

didefinisikan

sebagai

pengawasan faktor-faktor dalam lingkungan fisik manusia yang dapat menimbulkan
pengaruh yang merugikan terhadap perkembangan jasmani, maka berarti pula suatu
usaha untuk menurunkan jumlah penyakit manusia sedemikian rupa sehingga
derajat kesehatan yang optimal dapat dicapai.
Sanitasi rumah adalah pengendalian dari

faktor-faktor

lingkungan

fisik

bangunan/gedung yang digunakan oleh manusia sebagai tempat berlindung,
beristirahat serta untuk melakukan kegiatan lainnya, sehingga dapat menjamin
kesehatan jasmani, rohani dan keadaan sosial serta kelangsungan hidup bagi
penghuninya (Prayitno 1994:2)

3. KRITERIA RUMAH SEHAT

B. kecelakaan. Di belahan bumi sebelah utara misalnya. Jika diteliti lebih lanjut. arah angin. dan lapangan terbuka). kamar-kamar yang terletak di sebelah utara akan menerima sinar matahari lebih sedikit. Apalagi bila dilengkapi dengan drainase yang baik. Persyaratan letak rumah merupakan persyaratan pertama dari sebuah rumah sehat. bebas vektor penyakit dan tikus. Akan tetapi. tidak mudah terbakar. b) Memenuhi kebutuhan psikologis. karena air pada waktu hujan tidak bisa meresap ke dalam tanah. Oleh karena itu. yaitu : pencahayaan. tanah rendah yang sering digenangi banjir sudah jelas tidak baik menjadi tempat perumahan yang permanen. persyaratan yang diuraikan di atas adalah sama dengan persyaratan seperti yang disebutkan berikut ini. pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga. kepadatan hunian yang tidak berlebihan. konstruksi yang tidak mudah roboh. penghawaan dan ruang gerak yang cukup. dan tidak cenderung membuat penghuninya jatuh tergelincir. 2) Hadap rumah (dalam hubungannya dengan matahari. c) Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antarpenghuni rumah dengan penyediaan air bersih. terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran. dengan konstruksi yang baik (lantai yang kedap air) rumah dengan kondisi tersebut bisa digunakan tanpa ada gangguan. d) Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah antara lain persyaratan garis sempadan jalan. Tanah berbatu karang biasanya lembap dan dingin. dan kemungkinan gangguangangguan lainnya. A. Berikut ini adalah pertimbangan memilih letak rumah : 1) Permukaan tanah dan lapisan bawah tanah (soil dan subsoil). sebaiknya dapur dan ruang tempat menyimpan makanan terletak di bagian utara rumah.Secara umum rumah dapat dikatakan sehat apabila memenuhi kriteria sebagai berikut : a) Memenuhi kebutuhan fisiologis. komunikasi yang sehat antar anggota keluarga dan penghuni rumah. cukup sinar matahari pagi. Persyaratan fisik . disamping pencahayaan dan penghawaan yang cukup. Persyaratan letak rumah Letak rumah yang baik dapat menghindarkan penghuninya dari bahaya timbulnya penyakit menular. yaitu : privacy yang cukup. terhindar dari kebisingan yang mengganggu.

Luas bangunan yang optimum adalah 2. Luas bangunan harus disesuaikan dengan jumlah penghuni rumah. dan akan menyebabkan tidak sehat. bergantung pada keadaan peresapan airnya yang juga berubah-ubah mengikuti perubahan keadaan musim. Persyaratan fisik menyangkut konstruksi rumah. dan adanya lapangan rekreasi. Konstruksi rumah harus baik dan kuat. Luas bangunan yang tak sebanding dengan jumlah penghuni akan mengakibatkan sesak. Kekuatannya bisa bertambah dan bisa pula menurun. Jika salah satu anggota keluarga ada yang menderita penyakit infeksi menular. sehingga dapat mencegah kemungkina terjadinya kelembaban dan mudah diperbaiki bila ada kerusakan. sehingga udara dapat masuk ke dalam kamar-kamar dan ruangan-ruangan lain di dalam rumah. b. setiap orang merasa perlu untuk membuat fondasi yang kokoh supaya konstruksinya kuat. tetapi subsoil yang terdiri atas tanah liat. 1) Ventilasi Ventilasi merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. sehingga asap dan udara kotor dapat hilang secara tepat. c. terutama untuk anak-anak bermain. Subsoil yang berbatu-batu atau kerikil akan dapat menahan beban yang berat. terhindar dari kebisingan. kekuatan menahan bebannya tidak tetap. Ada tiga cara dalam membuat fondasi. kurang bebas.5-3 m² untuk tiap orang (tiap anggota keluarga). rumah sebaiknya dibuat sedemikian rupa sehingga udara segar dapat masuk ke dalam rumah secara bebas. Persyaratan fisiologis Rumah sehat harus dipenuhi criteria ventilasi yang baik.Persyaratan fisik meliputi konstruksi dan luas bangunan. Tipe fondasi bermacam-macam bergantung pada berat dari rumah atau gedung yang akan dibangun dan keadaan bawah tanah (subsoil). Membuat parit-parit yang diisi dengan adukan semen. pencahayaan yang cukup. Hal ini dapat dicapai dengan menempatkan pintu dan jendela dalam posisi yang tepat. Membuat semacam rakit dengan adukan semen yang konkret. Membangun tiang-tiang/pilar-pilar dari besi beton. Berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya. maka kurangnya suplai oksigen akan memudahkan terjadinya penularan penyakit. C. Fungsi ventilasi adalah: . luas lantai bangunan disesuaikan dengan penghuninya. Fondasi yang tidak sesuai akan mengakibatkan rumah yang di atasnya bisa rontok. yaitu: a.

Idealnya. yaitu cahaya alamiah dan cahaya buatan. tidak perlu mengeluarkan biaya. 2) Pencahayaan Sebuah rumah dapat dikatakan sebagai rumah yang sehat apabila memiliki pencahayaan yang cukup. Cahaya ini sangat penting sebab bermanfaat selain untuk penerangan secara alami. Ada dua macan ventilasi. Orang yang memiliki penyakit jantung dapat meninggal seketika karena adanya letusan tersebut. lampu. Rumah sehat adalah sebuah rumah yang bisa terhindar dari kebisingan/letaknya jauh dari sumber kebisingan. misalnya basil TBC. Cahaya alamiah merupakan cahaya langsung berasal dari sumber cahaya matahari. terutama bakteri pathogen karena aliran udara yang terus-menerus. Apalagi kalau datangnya tiba-tiba seperti letusan yang sangat mengganggu kehidupan. angin-angin. lampu minyak tanah. Kurangnya pencahayaan akan menimbulkan beberapa akibat pada mata.  Menjaga agar aliran udara di dalam rumah tetap segar. sekaligus produktivitas seseorang. Aliran udara dalam ruangan pada ventilasi alamiah terjadi secara alami melalui jendela. yang perlu diperhatikan dalam pencahayaan adalah tingkat terangnya cahaya itu. dan berfungsi membunuh bakteri-bakteri patogen di dalam rumah. Hal ini dikarenakan cahaya mempunyai sifat dapat membunuh bakteri atau kuman yang masuk ke dalam rumah. Oleh karena itu. kenyamanan. Membebaskan udara ruangan dari bakteri-bakteri. api.  Menjaga ruangan agar kelembaban dapat terjaga secara optimal. Ada dua macam cahaya. pintu. yaitu ventilasi alamiah dan ventilasi buatan. lubang-lubang. Cahaya buatan merupakan cahaya yang bersumber dari listrik. dapat dikatakan bahwa pencahayaan yang cukup dalam sebuah rumah sangat mempengaruhi kesehatan orang-orang yang ada di dalamnya. 3) Kebisingan Saat ini pengaruh kebisingan mulai diperhatikan oleh setiap orang. . Sedangkan pada ventilasi buatan aliran udar terjadi karena adanya alat-alat khusus untuk mengalirkan udara seperti mesin pengisap (AC) dan kipas angin. dan sebagainya. Selain itu. dan sebagainya. cahaya masuk luasnya sekurang-kurangnya adalah 15-20% dari luas lantai yang terdapat di dalam ruangan rumah. Hal ini dikarenakan kebisingan dapat mengganggu konsentrasi dan kenyamanan seseorang. dinding.

tidak over crowding. kesibukan dan kebisingan akan meningkat. . maupun moral. E.D. yang akan menimbulkan gangguan terhadap ketenangan. 5) Fasilitas dapur. mental. Undang-undang perumahan di beberapa Negara maju member wewenang kepada pemerintah untuk menanggulangi masalah seperti ini. 6) Ruang berkumpul keluarga. Tidak melakukan pembuangan air limbah langsung ke tanah.. 4) Pembuangan sampah. 2) Jumlah orang di dalam rumah dibandingkan dengan luas lantai telah melebihi ketentuan yang telah ditetapkan. 3) Pembuangan air limbah (air bekas) pada saluran pembuangan khusus. Over crowding menimbulkan efek-efek negative terhadap kesehatan fisik. Selain itu. Persyaratan psikologis Rumah sehat harus memiliki pembagian ruangan yang baik. maupun keseluruhan masyarakat di sekitarnya. Penyebaran penyakit-penyakit menular di rumah yang padat penghuninya cepat terjadi. Fasilitas-fasilitas dalam rumah sehat Rumah yang sehat harus mempunyai fasilitas-fasilitas sebagai berikut: 1) Penyediaan air bersih yang cukup. keluarga. penataan perabot yang rapi. di daerah yang seperti ini. dan sebagainya. tidur di dalam satu kamar. Rumah tempat tinggal dinyatakan over crowding bila jumlah orang yang tidur di rumah tersebut menunjukkan hal-hal sebagai berikut : 1) Dua individu dari jenis kelamin yang berbeda dan berumur di atas 10 tahun dan bukan berstatus sebagai suami istri. Ketenangan dan kerahasiaan setiap individu tidak akan terjamin dan akan mengakibatkan akses-akses menurunnya moral. 2) Pembuangan tinja yang sanitair. terdapat jamban beserta septic tank. baik individu.