Anda di halaman 1dari 16

T

S
U
J
N
A
R
U
T
K
A
F
U
N
A
PEM
IN TIME
ANGGOTA:
D W I S YAM S I YAN ATA
D O N I O K Y PR ATAM A
LA U R EN S IU S EZ R A B .M
H A N N U R N YAS A P U TR A

(1 3 12 0 15 0 0 1)
(1 3 12 0 15 0 0 3 )
(1 3 12 11 5 0 2 9 )
(1 41 22 15 0 16 )

AUTONOMASI MERUPAKAN SUATU UNIT PENGENDALIAN CACAT SECARA OTOMATIS YANG TIDAK MEMUNGKINKAN UNIT CACAT MENGALIR KE PROSES BERIKUTNYA.PENGERTIAN JUST IN TIME  SISTEM PRODUKSI TEPAT WAKTU (JUST IN TIME) ADALAH SISTEM PRODUKSI ATAU SISTEM MANAJEMEN FABRIKASI MODERN YANG DIKEMBANGKAN OLEH PERUSAHAAN-PERUSAHAAN JEPANG YANG PADA PRINSIPNYA HANYA MEMPRODUKSI JENIS-JENIS BARANG YANG DIMINTA SEJUMLAH YANG DIPERLUKAN DAN PADA SAAT DIBUTUHKAN OLEH KONSUMEN. TENAGA KERJA FLEKSIBEL. MAKSUDNYA ADALAH MENGUBAH-UBAH JUMLAH PEKERJA SESUAI DENGAN FLUKTUASI PERMINTAAN. JIT MEMPUNYAI EMPAT ASPEK POKOK SEBAGAI BERIKUT: PRODUKSI JUST IN TIME (JIT). BERPIKIR KREATIF DAN MENAMPUNG SARAN-SARAN KARYAWAN   . ADALAH MEMPRODUKSI APA YANG DIBUTUHKAN HANYA PADA SAAT DIBUTUHKAN DAN DALAM JUMLAH YANG DIPERLUKAN.

TUJUAN UTAMA YANG INGIN DICAPAI DARI SISTEM JIT ADALAH:   1. ZERO DEFECT (TIDAK ADA BARANG YANG RUSAK) 2. ZERO HANDLING (TIDAK ADA PENANGANAN) 5. ZERO LOT EXCESSES (TIDAK ADA KELEBIHAN LOT) 4. ZERO SET-UP TIME (TIDAK ADA WAKTU SET-UP) 3. ZERO LEAD TIME (TIDAK ADA LEAD TIME) . ZERO QUEUES (TIDAK ADA ANTRIAN) 6. ZERO BREAKDOWNS (TIDAK ADA KERUSAKAN MESIN) 7.

• JUST IN TIME DIKEMBANGKAN OLEH TOYOTA MOTOR CORPORATION TAHUN 1973. PENGEMBANGAN YANG SANGAT PENTING DALAM PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN OPERASIONAL SAAT INI ADALAH JIT MANUFACTURING YANG KADANG DISEBUT SEBAGAI”PRODUK TANPA PERSEDIAN”. TUJUAN UTAMANYA ADALAH PENGURANGAN BIAYA ATAU PERBAIKAN PRODUKTIVITAS DENGAN MENGHILANGKAN BERBAGAI PEMBOROSAN. JIT BUKAN HANYA SEKEDAR SEBUAH METODE YANG BERTUJUAN UNTUK MENGURANGI PERSEDIAAN. JIT JUGA MEMPERHATIKAN KESELURUHAN SYSTEM PRODUKSI SEHINGGA KOMPONEN YANG BEBAS DARI CACAT DAPAT DISEDIAKAN UNTUK TINGKAT PRODUKSI SELANJUTNYA TEPAT KETIKA MEREKA DIBUTUHKAN – TIDAK TERLAMBAT DAN TIDAK TERLALU CEPAT .

DIANTARANYA ADALAH SEBAGAI BERIKUT : • ALIRAN MATERIAL YANG LANCAR – SEDERHANAKAN POLA ALIRAN MATERIAL.•  • UNTUK MENCAPAI TUJUAN TERSEBUT. TERDAPAT BEBERAPA BAGIAN PRODUKSI DISKRET YANG MEMILKI WAKTU SET-UP MESIN YANG KADANG-KADANG MEMBUTUHKAN WAKTU BEBERAPA JAM. PENGURANGAN WAKTU SETUP YANG DRAMATIS TELAH DAPAT DICAPAI OLEH BERBAGAI PERUSAHAAN. KADANG DARI 4-7 JAM MENJADI 3-7 MENIT. YANG MENGIJINKAN PERUSAHAAN MENJADI SANGAT FLEKSIBEL DAN RESPONSIF DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN PERMINTAAN KONSUMEN. • PENGURANGAN WAKTU SET-UP – SESUAI DENGAN JIT. INI MEMBUAT UKURAN BATCH DAPAT DIKURANGI MENJADI JUMLAH YANG SANGTA KECIL. UNTUK ITU DIBUTUHKAN PENGATURAN TOTAL PADA LINI PRODUKSI. TUJUANNYA ADALAH UNTUK MENDAPATKAN ALIRAN MATERIAL YANG TIDAK TERPUTUS DARI BAGIAN PENERIMAAN DAN KEMUDIAN ANTAR TIAP TINGKAT PRODUKSI YANG SALING BERHUBUNGAN SECARA LANGSUNG. HAL INI TIDAK DAPAT DITOLERANSI DALAM SISTEM JIT. SAMAPI PADA BAGIAN PENGIRIMAN. INI JUGA MEMBUTUHKAN AKSES LANGSUNG DENGAN DAN DARI BAGIAN PENERIMAAN DAN PENGIRIMAN. ADA BEBERAPA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PENERAPAN JUST IN TIME. APAPUN YANG MENGHALANGI ALIRAN YANG MERUPAKAN TARGET YANG HARU DISELIDIKI DAN DIELIMINASI. .

MENDAPAT KESULITAN MEMBUAT PENYESUAIAN-PENYESUAIAN YANG DIBUTUHKAN AGAR BERHASIL MENGGUNAKAN OPERASI JIT. ORDER PRODUKSI DIKELUARKAN DENGAN MEMPERHATIKAN FAKTORFAKTOR INI. • KONTROL LANTAI PRODUKSI YANG DISIPLIN – DALAM SYSTEM PENGAWASAN LANTAI PRODUKSI TRADISIONAL.• PENGURANGAN LEAD TIME VENDOR – SEBAGAI PENGGANTI DARI PENGIRIMAN YANG SANGAT BESAR DARI KOMPONEN- KOMPONEN YANG HARUS DIBELI SETIAP 2/3 BULAN. VENDOR DIMINTA UNTUK MENJAMIN BAHWA SEMUA PRODUK YANG MEREKA SEDIAKAN TELAH DIPRODUKSI DALAM SISTEM PRODUKSI YANG DIAWASI SECARA SATISTIK. KADANGKADANG MESIN DAN OPERATOR MESIN DAPAT SAJA MENGANGGUR. PERHITUNGAN PERFORMANSI TRADISIONAL INI SANGAT JAUH DARI KEINGINAN UNTUK MEMBENTUK PERSEDIAAN YANG RENDAH DAN MENGHILANGKAN HALHAL YANG MENGHALANGI OPERASI YANG RESPONSIF. . HAL INI MEMBUAT WAKTU AWAL PELEPASAN ORDER YANG TEPAT HARUS DILAKUKAN SETIAP SAAT. DENGAN SISTEM JIT KITA INGIN MENERIMA KOMPONEN TEPAT PADA SAAT OPERASI PRODUKSI MEMBUTUHKAN. PERUSAHAAN YANG TELAH BERHASIL MENGIMPLEMENTASIKAN FILOSOFI JIT AKAN MENDAPATKAN MANFAAT YANG BESAR. UNTUK KOMPONEN YANG DIPRODUKSI. WAKTU PRODUKSI YANG PANJANG YANG DAPAT MENGURANGI BIAYA SET UP DAN JUGA PENGURANGAN WAKTU PEKERJA. PENEKANAN DIBERIKAN PADA UTILITAS MESIN. BAIK ITU YANG DIPRODUKSI MAUPUN YANG DIBELI. UNTUK ITU. UNTUK ITU PERUSAHAAN KADANG-KADANG HARUS MEMBUAT KONTRAK JANGKA PANJANG DENGAN VENDOR UNTUK MENDAPATKAN KONDISI SEPERTI INI. INI JUGA BERARTI. BANYAK MANAJER PRODUKSI YANG TELAH MENGHABISKAN SEBAGIAN BESAR WAKTUNYA UNTUK MENJAGA AGAR MESIN DAN TENAGA KERJA TETAP SIBUK. TEKNIS KONTROL STATISTIK HARUS DIGUNAKAN UNTUK MENJAMIN BAHWA SEMUA PROSES SEDANG MEMPROSES KOMPONEN DALAM TOLERANSI SETIAP WAKTU. • KOMPONEN ZERO DEFECT – SISTEM JIT TIDAK DAPAT MENTOLELIR KOMPONEN YANG CACAT. UNTUK KOMPONEN YANG DIBELI. DALAM JIT. PERUSAHAAN KAN SELALU MEMILIKI PROGRAM SERTIFIKASI VENDOR UNTUK MENJAMIN TERLAKSANANYA HAL INI.

OPERASI RAMPING BISA DIBILANG DIPENGARUHI OLEH TARIKAN BERUPA PEMESANAN OLEH PELANGGAN. POLA OPERASI RAMPING JUGA BISA DIKATAKAN BERKONSEP PADA PENIADAAN “LIMBAH”. TIDAK ADA BAGIAN PRODUK YANG CACAT . . JIKA OPERASI RAMPING DAN JIT DIPADUKAN DALAM KESELURUHAN PROSES MANUFAKTUR.TIDAK ADA PERSEDIAAN HANYA AKTIVITAS YANG MENAMBAH NILAI DAN TIDAK ADA SAMPAH ATAUPUN LIMBAH. BILA PRODUSEN SECARA UMUM MEMLIKI PEMIKIRAN TENTANG PRODUK YANG GAGAL PRODUKSI SEBAGAI PRODUK CACAT / LIMBAH .JIT DAN OPERASI RAMPING DAPAT MEMELIHARA KEUNGGULAN KOMPETITIF DAN MENGHASILKAN KEUNTUNGAN YANG LEBIH BESAR.TANPA PEMBOROSAN DAN MELALUI PERBAIKAN BERKELANJUTAN .• POLA OPERASI RAMPING • OPERASI RAMPING (LEAN PRODUCTION) MERUPAKAN SUATU POLA OPERASI SUATU PERUSAHAAN YANG MENJALANKAN PROYEK MANUFAKTURNYA DENGAN CARA MEMASOK SESUAI DENGAN KEINGINAN PELANGGAN KETIKA PELANGGAN MENGINGINKANNYA. NAMUN BAGI PRODUSEN YANG BERPOLA PIKIRAN “RAMPING” AKAN BERPIKIR DARI SISI YANG BERBEDA .

BAGI PRODUDEN DENGAN POLA PIKIR INI.• BAGI PRODUSEN DENGAN POLA OPERASI RAMPING MENGANGGAP BAHWQ KEGIATAN APAPUN YANG TIDAK MENAMBAHKAN NILAI DI MATA KONSUMEN ADALAH “SAMPAH”. KEMUDIAN.SELALU BERUPAYA MENGURANGI VARIABILITAS YANG DISEBABKAN OLEH FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL.MAKA SEMAKIN SEDIKIT PEMBOROSAN DI DALAM SISTEM ITU. SEMAKIN SEDIKIT VARIABILITAS DI DALAM SISTEM.PRODUSEN DENGAN POLA OPERASI RAMPING SELALU MENGUPAYAKAN PENIADAAN SAMPAH INI. VARIABILITAS YANG DIMAKSUD DALAM KONTEKS INI ADALAH SEGALA PENYIMPANGAN YANG BERASAL DARI PROSES OPTIMAL YANG MENGLUARKAN PRODUK SEMPURNA DENGAN TEPAT WAKTU DAN SETIAP SAAT. .PRODUSEN DENGAN POLA PIKIR INI. PRODUK YANG BAHKAN TIDAK INGIN DIBAYAR OLEH KONSUMEN JUGA DIKATEGORIKAN SEBAGAI SAMPAH. SEHINGGA.

MAKA MASALAH – MASALAH AKAN TAMPAK DAN PERBAIKAN YANG BERKELANJUTAN DAPAT DITEKANKAN.MAKA DAPAT MENGHILANGKAN ATAU MENGURANGI TUMPUKAN PERSEDIAAN MAPUN LIMBAH YANG ADA.DI SAMPING ITU MENGHILANGKAN TUMPUKAN PERSEDIAAN JUGA MENGURANGI INVESTASI DALAM PERSEDIAAN DAN WAKTU SIKLUS PRODUKSI. SISTEM TARIK ADALAH ALAT STANDAR DARI SISTEM JIT .• PUSH VS PULL SYSTEM • SISTEM TARIK (PULL SYSTEM) MERUPAKAN SEBUAH SISTEM YANG MENARIK UNIT DI MANA IA DIPERLUKAN DAN SAAT IA DIPERLUKAN. KONSEP TARIK DALAM PROSES PRODUKSI DIGUNAKAN BAIK PADA PROSES PRODUKSI SELANJUTNYA MAUPUN DENGAN PARA PEMASOK. . •  • KETIKA PERSEDIAAN DIHILANGKAN.TERLEPAS DARI KETEPATAN WAKTU DAN KETERSEDIAAN SUMBERNYA.YANG MENGGUNAKAN SINYAL UNTUK MEMINTA DILAKUKANNYA PROSES PRODUKSI DAN PENGIRIMAN DARI SATU STASIUN KE STASIUN LAIN YANG MEMILIKI KAPASITAS PRODUKSI.SEDANGKAN SISTEM DORONG (PUSH SYSTEM) MENGALIHKAN PESANAN KE AREA BERIKUTNYA. DENGAN MENARIK BAHAN DENGAN UKURAN LOT YANGSANGAT KECIL PADA SAAT DIPERLUKAN.

YANG DI ANTARANYA .TEKHNIK – TEKHNIK JIT   DALAM MENERAPKAN POLA JUST IN TIME DALAM PROSES PRODUKSI. • PEMASOK • TATA LETAK • PERSEDIAAN • PENJADWALAN • PEMELIHARAAN PREVENTIF • PEMBERDAYAAN PEKERJA • KOMITMEN .PERLU DIPERHATIKAN KEBJAKAN – KEBIJAKAN DALAM BEBERAPA BIDANG YANG PATUT DITERAPKAN.

• PEMANUFAKTURAN JIT DAN PENENTUAN BIAYA PRODUK •  • PEMANUFAKTURAN JIT MENGGUNAKAN PENDEKATAN YANG LEBIH MEMUSAT DARIPADA YANG DITEMUI DALAM PEMANUFAKTURAN TRADISIONAL. • MENINGKATKAN AKURASI PENGHITUNGAN BIAYA PRODUK. • MEMPENGARUHI SISTEM PENENTUAN HARGA POKOK PESANAN DAN PROSES. • MENGURANGI PERLUNYA ALOKASI PUSAT BIAYA JASA (DEPARTEMEN JASA) • MENGUBAH PERILAKU DAN RELATIF PENTINGNYA BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG. •  .PENGGUNAAN SISTEM PEMANUFAKTURAN JIT MEMPUNYAI DAMPAK PADA: • MENINGKATKAN KETERLACAKAN (KETERTELUSURAN) BIAYA.

BEBERAPA PERBEDAAN PEMANUFAKTURAN JIT DENGAN TRADISIONAL MELIPUTI: A.DASAR-DASAR PEMANUFAKTURAN JIT DAN PERBEDAANNYA DENGAN PEMANUFAKTURAN TRADISIONAL:  JIT DIBANDINGKAN DENGAN PEMANUFAKTURAN TRADISIONAL. MANUFAKTUR YANG BERBENTUK SEL-SEL.  PEMANUFAKTURAN JIT ADALAH SISTEM TARIKAN PERMINTAAN ( DEMAND-PULL). TUJUAN PEMANUFAKTURAN JIT ADALAH MEMPRODUKSI PRODUK HANYA JIKA PRODUK TERSEBUT DIBUTUHKAN DAN HANYA SEBESAR JUMLAH PERMINTAAN PEMBELI (PELANGGAN). TANAGA KERJA YANG TERINTERDISIPLINER. DAN AKTIVITAS JASA YANG TERDESENTRALISASI ADALAH KARAKTERISTIK UTAMA JIT. PERSEDIAAN RENDAH B. BEBERAPA AKTIVITAS OVERHEAD YANG TADINYA DIGUNAKAN BERSAMA UNTUK LEBIH DARI SATU LINI PRODUK SEKARANG DAPAT DITELUSURI SECARA LANGSUNG KE SATU PRODUK TUNGGAL. SEL-SEL PEMANUFAKTURAN DAN TENAGA KERJA INTERDISIPLINER FILOSOFI TQC (TOTAL QUALITY CONTROL)  JIT DAN KETERTELUSURAN BIAYA OVERHEAD DALAM LINGKUNGAN JIT.   .

JIT Sistem Pull-through TRADISIONAL Sistem Push-through Persediaan tidak signifikan Persediaan signifikan Sel-sel pemanufakturan Berstruktur departemen Tenaga kerja terinterdisipliner Tenaga kerja terspesialisasi Pengendalian mutu (TQC) Level mutu akseptabel (AQL) Dsentralisasi jasa Sentralisasi jasa .

- KEAKURATAN PENENTUAN BIAYA PRODUK DAN JIT SALAH SATU KONSEKUENSI DARI PENURUNAN BIAYA TIDAK LANGSUNG DAN KENAIKAN BIAYA LANGSUNG ADALAH MENINGKATKAN KEAKURATAN PENENTUAN BIAYA (HARGA POKOK PRODUK). PEMANUFAKTURAN JIT. DALAM LINGKUNGAN JIT. DENGAN MENGURANGI KELOMPOK BIAYA TIDAK LANGSUNG DAN MENGUBAH SEBAGIAN BESAR DARI BIAYA TERSEBUT MENJADI BIAYA LANGSUNG MAUPUN SEBALIKNYA. DAPAT MENURUNKAN KEBUTUHAN PENAKSIRAN YANG SULIT. BANYAK JASA DIDESENTRALISASIKAN. SENTRALISASI PUSAT-PUSAT JASA MEMBERIKAN DUKUNGAN PADA BERBAGAI DEPARTEMEN PRODUKSI. .HAL INI DICAPAI DENGAN MEMBEBANKAN PEKERJA DENGAN KEAHLIAN KHUSUS SECARA LANGSUNG KE LINI PRODUK DAN MELATIH TENAGA KERJA LANGSUNG YANG ADA DALAM SEL-SEL UNTUK MELAKSANAKAN AKTIVITAS JASA YANG SEMULA DILAKUKAN OLEH TENAGA KERJA TIDAK LANGSUNG.  - JIT DAN ALOKASI BIAYA PUSAT JASA DALAM MANUFAKTUR TRADISIONAL.

BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG TRADISIONAL DIKURANGI SECARA SIGNIFIKAN.PERSENTASI BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG DIBANDINGKAN TOTAL BIAYA PRODUKSI MENJADI BERKURANG 2. .OLEH SEBAB ITU ADA DUA AKIBAT: 1.BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG BERUBAH DARI BIAYA VARIABEL MENJADI BIAYA TETAP.PENGARUH JIT PADA BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG SEBAGAI PERUSAHAAN YANG MENERAPKAN JIT DAN OTOMATISASI.

H I S A K A M I TER .