Anda di halaman 1dari 65

DIKTAT

COLLI FACIALIS

DR. H. ABD. RAZAK DATU, PH.D., P.A.K.
BAGIAN ANATOMI FAK. KEDOTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR.

COLLI FACIALIS

A. C O L L U M
1. REGIONES COLLI
Collum merupakan bagian dari tubuh manusia yang terletak diantara
thorax dan caput, dengan batas-batasnya di sebelah cranial adalah basis
mandibulae dan suatu garis yang ditarik dari aungulus mandibulae menuju ke
processus mastoideus, linea cuchea suprema sampai ke protiberantia
occipitalis externa.
Batas caudal dari ventral ke dorsal dibentuk oleh incisura jugularis sterni,
clavicula, acromion dan suatu garis lurus yang menghubungkan kedua
acromia.
Bentuk umum dari collum adalah sebagia conus dengan basis menghadap ke
caudal. Bentuk collum ditentukan oleh processus spinosi, otot-otot,
panniculus adiposus, os hyoideum, trachea dan glandula thyreoidea. Bentuk
collum ini tergantung juga dari posisi kepala dan columna vertebralis.
Pada posisi anteflexi kepala dan leher maka processus spinosus dari vertebra
prominens sangat menonjol, kulit di sebelah ventral melipat-lipat. Pada posisi
retroflexi kepala dan leher maka kulit di sebelah dorsal melipat-lipat,
sedangkan di sebelah ventral akan kelihatan jelas larynx, trachea dan
glandula thyreodea (terutama pada wanita).
Dilihat dari lateral pada collum dapat dibedakan trigonum colli anterius,
trigonum colli laterale (= trigonum colli posterius) dan regio nuchea.
Trigonum colli anterius dibatasi di sebelah cranial oleh basis mandibulae dan
suatu garis yang menghubungkan angulus mandibulae dengan processus
mastoideus; di sebelah ventral dibatasi oleh linea mediana dan batas di
sebelah posterior dibentuk oleh tepi anterior m.sternocleidomastoideus.
trigonum ini dibagi oleh os hyoideum menjadi regio suprahyoidea dan regio
infrahyoidea.
Trigonum colli anterius di silangi oleh m.digastricus, m.stylohyoideus dan
m.omohyoideus venter superior sehingga membaginya menjadi empat buah
segitiga yang lebih kecil, yaitu :
1. trigonum digastricum (= trig.submadibulare ) yang dibentuk oleh
m.digastricus venter anterior et posterior dan basis mandibulae.
2. trigonum submentale (= trig.suprahyideum yang dibentuk oleh os
hyoideum dan kedua m.digastricus venter anterior kir dan kanan.
3. trigonum caroticum yang dibatasi oleh m.digastricus venter
posterior ( cranial ! ), m.omohyoideus venter superior (caudal ! ),
tepi anterior m.sternocleidomastoideus ( dorsal ! ).
4. trigonum musculare yang dibentuk oleh m.omohyoideus venter
superior ( cranial ! ), tepi anterior m.sternocleidomastoideus
( inferior ! ) dan linea mediana anterior.
Trigonum colli anterius ditutupi oleh platysma myoides dan fascia colli. Lantai
atau dasar trig.submandibulare dibentuk oleh m.mylohyoideus dan
m.hyoglossus. dan isi daripada trigonum ini adalah glandula submandibularis,

a.fascialis dan vena fascialis; di sebelah posrerior, yaitu di dalam regio parotis
terdapat sebagian dari kelenjar parotis dan a.carotis externa. Lebih ke
sebelah profunda terdapat a.carotis interna, vena jugularis interna, N.IX dan
N.X.
Lantai dari trigonum caroticum dibentuk oleh m.thyreohyoideus,
m.hyoglossus, m.constrictor pharyngis inferior et medius. Didalam trigonum
ini terdapat a.carotis communis, a.carotis externa, a.carotis interna dan vena
jugularis interna. Di sini terdapat juga a.thyreoidea superior, a.lingualis dan
a.facialis (cabang-cabang dari a.carotis externa), vena jugularis interna dan
sebagian N.X, N.XI dan N.XII. struktur yang terletak lebih profunda adalah
larynx, pharynx, nervus laryngeus inernus et externus.
Trigonum colli posterius dibatasi di sebelah inferior oleh permukaan superior
sepertiga bagian medial clavicula, di sebelah dorsal dibatasi oleh tepi anterior
m.trapezius dan di sebelah anterior dibatasi oleh tepi posterior
m.sternoclidomastoideus. oleh m.omohyideus venter inferior trigonum colli
laterale dibagi menjadi trigonum occipitale yang berada di sebelah cranialis
dan trigonum supraclavicularis yang berada di sebelah inferior (trigonum ini
disebut juga trigonum subclavius).
Atap dari trig.colli posterius dibentuk oleh fascia colli dan platysma myoides.
Lembaran fascia ini ditembusi oleh vena jugularis externa dan
nn.supraclaviculares.
Di dalam trig.colli posterius (isinya) terdapat N.XI, lymphonodus plexus
brachialis dan bagian ketiga dari a.subclavia. N.XI (- Nervus accessorius)
menyilang trig.colli posterius di bagian medial an berada /terletak pada
m.levator scapulae. Di bagian profunda terletak plexus brachialis. Yang
membentuk lantai trig.colli posterius adalah m.splenius capitis, m.levator
scapulae, m.scalenus medius et posterior dan bagian cranialis m.serratus
anterior. Otot-otot tersebut ini ditutupi oleh fascia prevertebralis.
Regio nuchae adalah daerah yang ditempati oleh m.trapezius daerah yang
ditempati
oleh
m.sternocleidomastoideus
disebut
regio
sternocleidomastoideus.

2. LAPISAN OTOT
Lapisan otot pada collum terdiri atas otot-otot somatik, yang berada di
sebelah ventral dan dorsal columna vertebralis dan dikenal sebagai otot-otot
prevertebralis dan otot postvertebralis, termasuk juga otot-otot infrahyoideus,
dan otot-otot branchialis, yang membentuk otot pharynx otot larynx;
Plastysma myodes termasuk juga otot branchialis, ada kemungkinan
m.sternocleidomastoideus dan m.trapezius berasal juga dari arcus
branchialis.
M.infrahyoideus yang berada di sebelah ventral gld.thyreoidea merupakan
lanjutan kearah cranial dari m.rectus abdominis, dan otot tersebut tadi
melanjutkan ke cranialis sebagai m.geniohyoideus. otot infrahyoideus dan
m.genihyoideus mendapatkan innervasi somato-motoris (seperti halnya
m.rectus abdominis).
Di
sebelah
superficial
dari
otot-otot
tersebut
tadi
terdapat
m.sternocleidomastoideus.
Dilihat dari segi perkembangannya maka asal dari m.sternocleidomastoideus
dan m.trapezius adalah tidak jelas, tetapi kalau dipandang dari segi

terletak oblique pada collum dan memisahkan regio colli anterius daripada regio colli laterale.2. Pada usia lanjut dimana panniculus adiposus sudah berkurang maka tepi medial platysma membentuk lipatan longitudinal pada kulit. keadaan ini dapat terjadi karena spasme oleh berbagai causa dan posisi ini disebut torticollis atau wryneck.sternocleidomastoideus Istilah clei memberi pengertian clavicula dan otot ini dapat disebut m.sternomastoideus. ). Perlekatan di bagian superior atau insertio berada pada processus mastoideus dan pada 2/3 bagian lateral linea nuchae superior. sebagian melanjutkan diri pada otot wajah (m.XII. Bilamana terjadi kontraksi yang sinergistik dari otot-otot kelompok erector spinae maka .XI dan sensibel berasal dari n. sedangkan mentum (chin) terangkat ke sisi yang berlawanan. yaitu : • caput sternalis yang berupa tendo bulat.sternocleidomastoideus secara bersamaan pada kedua pihak dapat mengakibatkan gerakan flexi kepala. Innervasi diperoleh dari ramus cervicalis nervi facialis (N.innervasinya. Bilamana disertai dengan kontraksi otot-otot abductor dari pihak yang berlawanan (konstraksi synergistis dari m. Plastysma myoides ( GK = a. maka dapat diduga bahwa asal kedua otot tersebut adalah dari arcus branchialis.plate ) Otot ini berbentuk suatu lembaran segiempat yang berada di sebelah superficila fascia colli superficialis dan di sebelah profunda kulit. Peranan: kontraksi m. bila platysma bearkontraksi sudut mulut dapat tertarik ke caudal dan pada kulit leher dapat terjadi lipatan-lipatan longitudinal dan menekan vena-vena yang terletak di sebelah profundanya. Kontraksi m.risorius) dan serabutserabut yang paling anterior mengadakan persilangan dengan pihak lainnya. Otot ini dapat dipersamakan dengan anniculus carnosus pada mamlia yang apat menggerakkan kulit leher secara periodik. namun bilamana posisi kepala sedemikian rupa sehingga gaya beratnya berada di sebelah dorsal articulatio atlanto-occipitalis maka yang terjadi adalah gerakan extensi.spinalis segmental Cervical 2 – 3.1. etc. m. Origo otot ini berada pada jaringan subcutaneus regio pectoralis. Di antara kedua caput ini terbentuk suatu celah berbentuk segitiga dan disitu tampak ujung terminal vena jugularis interna. kecil dan melekat pada bagian lateral permukaan ventral manubrium sterni • caput clavicularis yang berbentuk lebar dan terdiri dari serabutserabut otot dan melekat pada sisi cranialis sepertiga bagian medila clavicula. mengadakan insertio pada basis mandibulae (serabut-serabut bagian anterior). Innervasi motoris diperoleh dari N.semispinalis.sternocleidomastoideus pada satu pihak menyebabkan processus mastoideus atau telinga pada pihak bersangkutan turun ke caudal. Perlekatan di bagian inferior (origo) dengan perantaraan dua buah caput.scalaneus medius. M. 2. meluas dari regio pectoralis ( setinggi Costa 2 ) sampai ke wajah. otot ini meluas dari articulatio sternoclavicularis sampai pada processus mastoidus.VII). 2. yaitu innervasi oleh N. Tepi lateral platysma myodes menyilang kelenjar parotis. maka hanya terjadi gerakan rotasi pada articulatio atlanto epistrophei (= articulatio atlanto-axialis).

occipitalis minor. M. dan lebih ke cranialis lagi akan menutupi a.levator scapulae dan m.phrenicus. nn. Ujung caudal vena jugularis externa berjalan sepanjang tepi posterior m.sternocleidomastoideus menutupi carotid sheath sampai setinggi tepi cranialis cartilago thyreoidea.digastricus venter posterior. Terdiri atas tiga bagian.splenius capitis dan m. yaitu pars superior (= pars descendens).3. letak superficial di leher (regio nuchae) dan pada dinding dorsal thorax.longissimus capitis beserta dengan vasa occipitalis. m. Di sebelah cranialis dari punctum nervosum tampak N. sedangkan plexus brachialis berada di sebelah profunda m. Sepanjang tepi posterior otot ini terdapat lymphonodus cervicalis.trapezius pada satu sisi berbentuk segitiga dan bersama-sama dengan sisi yang lain berbentuk trapezius.sternocledomastoideus. di bagian superficialis otot ini berjalan n.sternocleidomastoideus dapat menimbulkan gerakan protraksi dari kepala (misalnya melihat melalui pundak seseorang). secara indirect (dengan perantaraan ligamentum nuchae) melekat pada vertebra cervicalis I – IV dan secara direct mengadakan perlekatan pada processus spinosus vertebra cervicalis ke VII (selanjutnya pars medialis dan pars inferior mengadakan perlekatan pada processus spinosus vertebra thoracalis I – XII).cutaneus transversus colli. Tepi anterior m. n.suprascapularis.kontraksi kedua m. plexus cervicalis dan lymphonodus cervicalis profundus • pada sepertiga bagian cranial terdapat m. seperti n.scalenus anterior. Pars superior mengadakan perlekatan (origo) pada sepertiga bagian medial linea nuchae superior. dan lebih ke profunda lagi terdapat a. pars medialis (= pars transversa) dan pars inferior (= pars ascendens).carotis externa et interna.scalenus medius. Dengan memindahkan punctum mobile menjadi punctum fixum m.subclavia dan carotid sheath • pada sepertiga bagian medial terdapat vena jugularis interna. Otot ini berperan pada kepala dan scapula.trapezius M. a. Insertionya berada pada permukaan dorsal sepertiga bagian lateral clavicula dengan arah serabut dari craniomedial ke caudolateral. a.XI menyilang trigonum occipitale.supraclaviculares dan n. bersama dengan vena jugularis anterior yang menyilangnya sebelah cranialis clavicula. Lebih ke bagian anterior terdapat otot-otot infrahyoideus. Struktur-struktur yang terletak lebih profunda adalah : • pada sepertiga bagian caudal terdapat m. . dan kirakira pada pertengahannya terdapat punctum nervosum yang merupakan tempat keluarnya cabang-cabang plexus cervicalis.scalenus anterior. 2. bagian lateral gld. dan N.thyreoidea turut juga ditutupinya.sternocleidomastoideus dapat berperan pada “forced inspiration” dengan mengangkat ke cranialis bagian superior dinding ventral thorax.carotis externa et interna.X berada lebih ke posterior lagi. lebih ke arah profunda terdapat ramus superior et inferior dari ansa cervicalis. protuberantia occipitalis externa.auricularis magnus. vena facialis dan vena lingualis.transversa cervicalis dan a. lebih ke cranialis terdapat m.

5.4. Otot ini lebih besar dan lebih kuat daripada m. 2.spinalis C 3 – 5. m.scalenus anterior. Di sebelah cranialis ditutupi oleh m. Peranan mm. Innervasi : komponen motoris dari N. selain itu dapat melakukan rotasi dan flexi leher. sebagian dari m.omohyoideus.serratus anterior. m. M. Di sebelah posteriornya terdapat arteria subclavia.3 – 4. Arteria subclavia berjalan diantara otot ini dan m. plexus brachialis dan m.phrenicus. M.XI dan komponen proprioceptive dibawa oleh n.spinalis C.subclavius dan clavicula. mengadakan origo pada tuberculum posterius processus transversus V.sternocleidomastoideus dan di sebelah caudal ditutupi oleh m. Di sebelah medial berbatasan dengan m.C.4 – 8 (r. Peranan : mengangkat gelang bahu (shoulder girdle) dan dengan sendirinya mengangkat scapula.spinalis C 3 – 8 dan m.scalenus anterior. Bersama-sama dengan m.anterior).trapezius.scalenus anterior Otot ini berada di sebelah profunda dari m.spinalis C. dan kontraksi pada kedua pihak secara bersamaan menghasilkan gerakan extensi kepala. 2.trapezius pars cranialis otot tersebut tadi berfungsi mengangkat scapula.3.scalenus medius.C. M. Kontraksi pada satu pihak mengakibatkan kepala berputar ke arah pihak berlawanan.scalenus anterior dipersarafi oleh n. a. vena subclavia.longus colli membentuk suatu celah berbentuk segitiga yang dilalui oleh vasa vertebralis.spinalis (ramus anterior) segmental Cervicalis 5 – 6.scalenus posterior Merupakan otot yang paling kecil bila dibandingkan dengan kedua mm. Dipersarafi oleh N.1.levator scapulae Mempunyai origo pada processus transversus vertebrae cervicalis C 1 – 4 dan mengadakan insertio pada angulus superior scapulae.sternocleidomastoideus.scaleni lainnya. 2. .semispinalis capitis.splenius capitis dan m.scalenus medius Berasal dari tuberculum posterius processus transversus V.scalenus posterior oleh n.suprascapularis. a. Otot-otot prevertebralis 2.5 – 7 dan berinsertio pada costa II di sebelah dorsal perlekatan m.scalenus medius oleh n. Otot ini turut membentuk lantai dari trig. m. mempunyai origo pada tuberculum anterius proceassus transversus vertebra cervicalis 3 – 6 dan mengadakan insertio pada tuberculum scaleni costa prima.5.2.5. M. Di sebelah ventralnya terdapat n. mengadakan insersi pada permukaan superior costa I di sebelah dorsal sulcus arteria subclaviae.levator scapulae.5.transversa carvicalis dan a.colli pasterius. m. sisi lateral carotid sheath.thyreoidea inferior dan ductus thoracicus (di bagian kiri). 1 – 7.scalenis : mengangkat costa I dan II sehingga merupakan otot inspirasi.Serabut otot pars superior ini menutupi m. Innervasi : m. 2.sternocleidomastoideus.

spin. Fungsi extensi kepala. terdiri atas 3 bagian. lateroflexi dan rotasi ke arah pihak yang sama. Dipersarafi oleh nervus tersebut. Diantara otot-otot ini tampak n.Cervicalis 7. 2. yaitu pars medialis (vertikal) yang berada di sebelah ventral corpus vertebrae cervicalis.6.splenius capitis.1 (ramus anterior). M. Serabut-serabut otot ini berjalan dari caudal ke cranial. Fungsi extensi kepala dan rotasi ke arah sisi yang sama.longus capitis Berorigo pada tuberculum anterius proc.rectus capitis posteior minor yang berorigo pada tuberculum posterius atlantis.4. M.4. Otot-otot post vertebralis Merupakan kelompok m. Setipa lapisan otot ini terbagi lagi ke dalam kelompok medialis.1. 2.2.5.C.6. 7. 2.5. Dipersarafi oleh ramus ventralis n. M. M.6. berada di kiri-kanan linea mediana.splenius capitis Berasal dari processus spinosus V.2 dan m. Mendapatkan innervasi dari ramus ventralis nervus spinalis segmental cranialis.C. .rectus capitis posterior major Yang mengadakan perlekatan pada processus spinosus V.Th.2.2 – 6.rectus capitis anterior et lateralis Dua buah otot yang kecil.erector spinae.1 – 4 dan V.3.5.6. 2.spinalis C.6.transversus vertebra cervicalis 3 – 6. intermedia dan lateral. 2. 2. terbagi dalam 3 lapisan dari superficial ke profunda.6. M. Otot-otot ini membentuk bangunan vertikal di bagian dorsal columna vertebralis. mengadakan insersi pada os occipitale dan pada processus mastoideus di sebelah profunda insersi m. meluas diantara atlas dan bagian anterior dan lateral condylus occipitalis. 2. Fungsi extensi kepala dan rotasi ke arah yang berlawanan.semispinalis capitis Berasal dari ujung processus transversus vertebra thoracalis 1 – 7 dan V. Fungsi extensi kepala dan leher.5. mengadakan insertio pada permukaan inferior pars basilaris ossis occipitalis.longus colli) Meluas dari vertebra thoracalis III sampai ke atlas. M. pars superior (oblique) yang berada diantara ventral atlas dan processus transversus vertebrae cervicalis bagian cranialis. Dipersarafi oleh ramus dorsalis nervi spinales.sternocleidomastoideus. dan pars inferior (oblique) yang terletak diantara corpus vertebrae thoracales bagian cranialis dan processus transversus vertebra cervicalis V – VI. C. mengadakan insersi pada os cocipitalis diantara linea nuchae superior dan inferior.longissimus capitis Adalah lanjutan dari otot kelompok intermedia dan berinsersi pada processus mastoideus di bagian profunda m. kedua otot ini mengadakan insersi pada bagian caudal linea nuchae inferior (yang “major” berada di lateral).longus cervicis (= m. M.

M.thyreohyoideus Otot ini terbentang antara linea obliqua laminae cartilaginis thyreoidea dan corpus ossis hyoidei.sternohyoideus.sternohyoideus Berasal dari permukaan dorsal incisura jugularis sterni dan permukaan dorsal ujung medial clavicula. nervus occipitalis major menyilang di sebelah superficial trigonum ini dari caudal (tepi caudal m. letaknya miring menyilang leher di sebelah cranialis clavicula.obliquus capitis inferior) ke cranial.spinalis C. mengadakan origo pada permukaan dorsal incisura jugularis sterni (di sebelah caudal origo m. Semua otot-otot tersebut di atas dipersarafi oleh n. M. Fungsi otot ini adalah memutar atlas sehingga menghadapkan muka ke arah sisi yang sama. Otot-otot infrahyoidea 2.2. m.suboccipitalis. Fungsi extensi kepala.7.6. Tendo perantara yang menghubungkan venter inferior dan venter superior difiksasi pada ujung medialis clavicula.obliquus capitis superior Berasal dari permukaan superior processus transversus atlantiss dengan serabut-serabutnya mengarah ke cranio medial dan mengadakan insersi di daerah antara linea nuchae superior dan linea nuchae inferior. Dapat menarik cartilago thyreoidea ke caudal. Arah serabut otot adalah ke cranial dan lateral.1. venter superior mengadakan perlekatan pada corpus ossis hyoidei.semispinalis capitis dan m.sterno hyoideus). a.sub occipitalis. Di dalam trigonum ini terdapat plexus venosus vertebralis.obliquus capitis superior sebagai batas cranoilateral. berjalan ke arah cranio-medial dan mengadakan insersi pada tepi inferior corpus ossis hyiodei.7.7. Gerakan os hyoideum dan cartilago thyreoidea dilakukan pada waktu berbicara pada waktu menelan. Dapat menarik os hyoideum ke caudal. 2.vertebralis dan n. Otot ini dapat menarik corpus ossis hyoidei ke caudal.6.obliquus capitis inferior sebagai batas caudolateral dan m. Bilamana os hyoideum di fiksasi maka m.1. 2. di sebelah lateral m. yang merupakan ramus dorsalis n. M. di sebelah profunda m. 2.splenius capitis terdapat trigonum suboccipitalie.5.3. M.7. 2.7. yang di bentuk oleh m. arahnya cranio-lateral dan berinsersi pada linea obliqua laminae cartilaginis thyreodeae.2.6. Venter inferior mengadakan perlekatan pada bagian medial incisura superior scapulae.4.obliquus capitis inferior Mempunyai origo pada processus spinosus epistrophei dan insersinya berada pada processus transversus atlantis.omohyoideus Terdiri atas ventaer superior dan venter inferior dengan suatu tendo perantara diantaranya.thyreohyoideus dapat menarik cartilago thyreoidea ke cranial.semispinalis capitis. M. M.rectus capitis posterior major sebagai dinding medial.sternothreoideus Berada di sebelah profunda m. Otot-otot tersebut tadi . 2.

8. M.mylohyoideus terdapat platysma myodes dan venter anterior m.digastricus Mempunyai venter anterior dan venter posterior.8. di apit oleh m.auricularis posterior. M. yang dibentuk oleh n. serabut-serabut otot ini berjalan ke arah caudo dorsal dan berinsertio pada raphe medianum.mylohyoideus berada di sebelah profunda dari venter anterior. mendapat persarafan dari ansa cervicalis (= ansa hypoglossi). yang meluas dari corpus ossis hyoidei sampai pada symphsis menti.2.spinalis C. M. terkecuali m. Innervasi : otot-otot infrahyoideus ini. Venter posterior yang berasal dari arcus branchialis II mendapatkan innervasi dari N.carotis externa dan a.8.digastricus (membentuk fascial loop).mylohyoideus dan . a.IX – XII.mandibularis (melalui r.lingualis dan a.fascialis. Serabut yang paling dorsal melekat pada corpus ossis hyoidei. vena jugularis externa dan vena facialis.mylohyoideus Turut membentuk diaphragma oris dan otot ini memisahkan leher daripada dasar/lantai cavum oris.dapat menfiksasi os hyoideum sehingga memungkinkan otot-otot suprahyoidea berperan aktif. vena jugularis interna. Kedua venter tersebut dihubungkan satu sama lian oleh suatu tendo perantara yang difiksasi pada perbatasancorpus ossis hyoidei cornu majus ossis hyoidea oleh suatu jerat jaringan fibrous (= fascial loop). M. Otot-otot suprahyoidea 2. Dipersarafi oleh ramus mylohyoideus yang adalah cabang dari n. Linea mylohyoidea berahir di sebelah caudal gigi molar III. tepi posterior otot ini berbentuk oblique dan berakhir bebas. venter posterior mengadakan perlekatan pada incisura mastoidea.1.digastricus. Di sebelah superficial dari m.hyoglossus.thyreohyoideus. Mendapatkan innervasi dari N. Origonya berada pada linea mylohyoidea mandibulae. Di sebelah profunda dari venter posterior terdapat a.VII. Di sebelah superficial dari venter posterior terdapat processus mastoideus dengan otot-otot yang melekat padanya.mylohyoideus yang dipercabangkan oleh n.VII. Nn.stylohyoideus dan a. processus transversus atlantis dan m. 2.venter anterior melekat pada fossa digastrica mandibulae.alveolaris inferior). Di sebelah superficial dari venter anterior terlatak platysma myoides dan ramus cervicalis N. Di sebelah profunda dari otot ini terdapat m.alveolaris inferior.1 melalui nervus hypoglossus. Innervasi : venter anterior yang berasal dari arcus branchialis I dipersarafi oleh n.8.VII.thyreoyoideus mendapatkan innervasi khusus dari n.carotis interna. 2.1 – 3. Arteria occipitalis dalam perjalanannya menuju ke regio occipitalis berada sepanjang tepi inferior venter posterior.kelenjar parotis dan submandibularis.rectus capitis lateralis. dimana pada tempat ini dilalui oleh tendo perantara m. M. Di sebelah cranialis venter posterior terdapat m.spinalis C. juga glandula submandibularis. 2.stylohyoideus Berasal dari processus styloideus menuju (insersi) pada perbatasan corpus ossis hyoidei dan cornu majus ossis hyoidei.3.

lingualis.hyoglossus terletaklah n. fascia colli media dan fascia colli profunda. ganglion submandibulare. 2. fascia ini berada di sebelah superficialis dari otot-otot infrahyoidea. Menurut bentuknya fascia colli dapat dibagi menjadi : a fascia berbentuk lembaran.mylohyoideus. ductus submandibularis dan nervus hypoglossus. Di sebelah cranial ia melekat pada basis mandibulae. acromion dan spina scapulae. hal mana dimungkinkan oleh sebab m. Seperti halnya pada extremitas maka pada collum diantara sesama otot berbentuk celah yang memungkinkan otot-otot tersebut bebas bergerak.m.buccinator dan m. sehingga bukan merupakan otot lingua maupun branchialis. Menurut letaknya fascia colli dapat dibagi menjadi fascia colli superficialis. tidak berbentuk lembaran dan tidak mempunyai nama yang khusus. clavicula. Berasal dari spina mentalis dan mengadakan insertio pada corpus ossis hyoidei di sebelah superior insertio m. M. Pada linea mediana fascia superficialis melekat (bersatu) pada fascia colli media. selanjutnya berhubungan dengan fascia superficialis dorsi. Fascia ini berada pada seluruh lingkaran leher. yang membentuk the investing layar. Di sebelah ventrolateral fascia ini menjadi dua lembar (lamina profunda dan lamina superficialis) dan membungkus m.geniohyoideus Merupakan lanjutan ke cranial dari otot-otot infrahyoidea.sternocleidomastoideus dan ke arah lateral dorsal terbelah dua lagi untuk membungkus m. Fascia Colli Media melekat pada corpus ossis hyoidei dan di sebelah caudal melekat pada permukaan dorsal incisura jugularis sterni dan clavicula sampai perlekatan m. bagian profunda glandula submandibularis. melanjutkan diri sebagai fascia parotidei-masseterica untuk kemudian melekat pada linea nuchae supreme dan protuberantia occipitalis externa. b Berbentuk jaringan ikat longgar yang berada pada permukaan otot.trapezius. fascia pretrachealis dan carotid sheath.4. fascia prevertebralis. 3. Di sebelah dorsal linea mediana fascia ini melekat pada ligamentum supraspinale yang melekat pada ujung-ujung processus spinosi dan di daerah leher menjadi septum nuchae. Fascia Colli Posterior di sebelah caudal melekat pada tepi ventral incisura jugularis sterni.omohyoideus pada margo superior scapulae. dapat dipotong atau digunting dan dapat dirobek. FASCIA COLLI Fascia colli mempunyai fungsi untuk membungkus/melindungi otot dan memudahkan gerakan suatu organ terhadap struktur disekitarnya (menghindari gesekan dan memberi kesempatan suatu organ bergerak dengan bebas). dapat dilihat.8. Fascia ini melekat pada dataran ventral corpus ossis hyoidei. Dengan demikian di cranialis incisura jugularis sterni terbentuk suatu sterni terbentuk celah . misalnya pipi dapat menonjol karena makanan di dalam cavum oris atau dinding pharynx yang berdeletasi karena dilewati oleh bolus yang besar.constrictor pharyngis dibungkus oleh jaringan ikat longgar tersebut.

trapezius.carotis internus. selanjutnya makin menipis dan mencapai permukaan dorsal tepi anterior m.Th.sternocleidomastoideus.3.sternohyoideus. oesophagus dan carotid sheath dapat bergerak selama proses menelan tanpa mendapat halangan dari kontraksi otot-otot prevertebralis. fascia ini di satu pihak melekat pada tuberculum anterius dari processus transversi vertebrae cervicales dan di pihak lain melekat pada corpora vertebralia. Struktur ini berada di bagian profunda otot-otot infrahyoidea. Diantara carotid sheath dan fascia prevertebralis yang terdapat di sebelah dorsalnya terdapat jaringan ikat longgar. Di sebelah ventral bagian caudal carotid sheath melekat pada lamina profunda fascia superficialis yang membungkus m. Selain itu fascia colli media membentuk pula fascia pretrachealis. yang melindungi permukaan-permukaan yang saling bergesekan. Tidak ada struktur apapun yang terletak diantara trachea dan fascia pretrachealis sehingga gerakan naik turun dari trachea selama menelan dan gerakan leher. di sebelah ventral dari fascia prevertebralis terbentuk suatu celah yang meluas mulai dari basis cranii .3.longus capitis dan m.carotis communis dan a. Pada tepi glandula thyreoidea fascia ini terbelah dua dan membungkus glandula ini.X. Fascia Colli Profunda disebut juga fascia prevertebralis yang berbentuk suatu lembaran dan berada di sebelah ventral otot-otot prevertebralis. Di sebelah dorsal fascia prevertebralis terdapat suatu celah yang tertutup rapi dan meluas sampai setinggi corpus V. ke arah lateral menyilang m. vena jugularis interna dan N.thyrohyoideus.sternocleidomastoideus.yang dinamakan spatium suprasternale yang berisikan corpus adiposum in jugulo (jaringan lemak). di sebelah ventral dari m. Meluas dari basis cranii di sebelah ventral m.sternocleidomastoideus.omohyoideus. Carotid sheath berbentuk lembaran pada sisi arteri. kelenjar lymphe dan caput sternale m. dan pada tempat ini terkait fascia pretrachealis.Th. Pada trigonum colli posterius fascia prevertebralis menutupi otot-otot yang membentuk lantai trigonum ini. meluas ke caudal mencapai arcus aortae. pada tepi lateral fascia colli media terbelah dua dan membungkus m.scalenus anterior. scalenus medius dan m. dan ke arah caudal melekat/terkait pada tunica adventitia arcus aortae.levator scapulae. dapat berlangsung dengan bebas.longus colli. Ke arah lateral ia bergabung dengan sisi ventral carotid sheath di bagian profunda m. selanjutnya berjalan di sebelah dorsal m. tetapi menjadi tipis (merupakan jaringan ikat longgar) pada sisi vena jugularis interna dan keadaan ini memungkinkan vena tersebut berdelatasi bilamana terjadi peningkatan aliran darah. melekat pada os hyoideum di linea mediana dan pada linea obliqua cartilaginis thyreoidei di sebelah lateral. Fascia colli media membentuk carotid sheath yang membungkus a.rectus capitis lateralis sampai pada tepi caudal (ujung inferior) m. yaitu setinggi corpus V. Carotid sheath mengadakan perlekatan pada tepi foramen caroticum. arcus venosum in jugulo (pembuluh vena). tetapi tidak melekat pada glandula thyreoidea kecuali pada bagian di antara isthmus dan cincin trachea 2 – 3 – 4. Salah satu peranan dari fascia prevertebralis adalah membuat suatu dasar yang tetap (suatu basis yang fixed) dimana di atasnya pharynx.sternothyreoideus dan m.

meluas ke regio colli posterior. bagian di sebelah cranial disebut spatium retropharyngealis yang makin ke caudal berada di sebelah dorsal oesophagus. tetapi bebas meluas ke arah caudal menuju mediastinum superius dan mediatinum anterius. sedangkan membrana atlanto .1. Berbeda dengan vertebra lainnya. Facies articularis inferior epistrophei membentuk persendian dengan vertebra cervicalis ke-3 denganmengikuti pola umum articulationes vertebrae lainnya sehingga gaya berat selanjutnya diteruskan melalui corpus vertebrae C. Kepala dapat digerakkan melalui articulatio atlanto-occipitalis dan articulatio atlanto-epistrophei (= artic. membrana ini melekat pada tepi cranialis arcus anterior dan arcus posterior atlantis pada satu pihak dan di pihak lain melekat pada tepi luar foramen occipitale magnum. di sini ramus anterior nervus spinalis C. Facies articularis superior atlantis berbentuk ginjal dan konkaf (cekungan yang dalam). membentuk persendian dengan condylus occipitalis. Arcus vertebrae juga mengalami perubahan menjadi massa lateralis yang sangat kuat. gerakan latero-flexi (abduksi) dan gerakan rotasi 1.3 dan seterusnya ke caudal. dan persendian yang terbentuk di antara tulang-tulang tersebut mempunyai gerakan yang lebih luas daripada persendian pada tulang vertebra lainnya. Membrana atlanto-occipitalis anterior berbentuk luas dan meluas dari massa lateralis yang satu menuju ke pihak lainnya. facies inferiornya berbentuk bulat dan mendatar. Epistropheus (axis) mempunyai tiga ciri yang khusus. yaitu adanya dens. 4. Celah yang berada di sebelah ventral fascia prevertebralis di batasi di bagian cranial dan lateral oleh perlekatan fascia bersangkutan. Corpus vertebrae dari atlas mengalami medifikasi dan bersatu dengan corpus vertebrae dari axis (epistropheus) membentuk dens epistrophei (= processus odontoideus). Gaya berat cranium turun tidak melalui dens epistrophei.1 dan 2 keluar atau berada di bagian dorsal dari processus artucularis. Di daerah leher celah ini berada bebas di sebelah dorsal carotid sheath.sampai mencapai diaphragma thoracis. Articulatio atlanto-occipitalis Dibentuk oleh condylus occipitalis yang berbentuk convex dan facies articularis superior yang berbentuk concave (sebadan cavitas articularis). masuk ke dalam mediastinum superior selanjutnya menuju ke mediastinum posterior. melainkan melalui massa lateralis atlantis dan massa lateralis epistrophei. dan diperkuat oleh membrana atlanto-occipitalis anterior et posterior.atlanto-axialis) yang berupa gerakan flexi/extensi (anteflexi-retroflexi). ARTICULATIONES Tulang atlas dan epistropheus (axis) mempunyai bentuk (struktur) dan fungsi yang berbeda dengan vertebra lainnya. massa lateralis yang kasar dan processus spinosus yang besar. Gaya berat (weight bearing) dari cranium turun tidak melalui corpus vertebrae dari kedua tulang tersebut (corpus vertebrae telah mengalami perubahan bentuk). Processus spinosus epistrophei berbentuk besar oleh karena disini melekat otot-otot yang kuat.

Ligamentum cruciatum atlantis terdiri atas : a.occipitalis posterior agak lemah di bagianlateral. sedangkan gerakan rotasi sama sekali tidak mungkin. b. Ligamentum ini sangat kuat. Membrana ini adalah lanjutan ke cranialis dari ligamentum alare dan ligamentum longitudinale posterius. Membrana tectoria meluas dari permukaan dorsal corpus epistrophei sampai pada permukaan dalam (inner surface) basis occiput melewati sedikit tepi anterior foramen occipitale magnum. Gerakan yang terjadi pada articulus ini adalah gerakan flexi/extensi dan gerakan latero-flexi. Articulatio atlanto-epistrophei (= artculatio atlanto. membrana tectoria dan serabut-serabut . gerakan yang mungkin terjadi disini adalah gerakan menggelincir (gli ding). Serabut-serabut yang menyilang di bagian dorsal dens epistrophei yang menghubungkan massa lateralis atlantis kiri kanan. Facies articularis pada persendian diantara kedua massa lateralis tadi mempunyai bentuk circular dan datar. meluas dari puncak dens epistrophei sampai pada tepi anterior foramen occipitale magnum. dua buah persendian di bagian lateral terbentuk diantara kedua massa lateralis dari V. Ligamentum atlanto-axialis accesoria melekat mulai dari permukaan dorsal corpus epistrophei sampai pada massa lateralis atlantis pada sisi yang sama. Ligementum ini adalah sisa dari notochord. Gerakan yang terjadi pada articulatio atlanto-epistrophei adalah rotasi terhadap axis vertikal yang berjalan melalui odontoid process. struktur ini disebut ligamentum transversum atlantis. Secara morfologis articulus ini adalah articulus ellipsoidea. meluas dari sisi dens epistrophei. ligamentum alare dan ligamentum atlanto-axialis acceroria. ligamentum cruciatum atlantis (cruciform ligament).axialis) Persendian antara atlas dan epistropheus terjadi pada tiga tempat.C. ligamentum apicis dentis.2 dan sebuah persendian lagi yang berada pada lionea mediana.C.1 dan V. 1. Stabilitas dari arculatio atlanto-occipitalis tergantung dari liamentum alare dan ligamentum apicis dentis. Ligamentum alare berada di lateral dari ligamentum apicis dentis. Atlas dengan membawa cranium diatasnya bergerak berpputar dengan perantaraan arcus anterior bersama dengan ligamentum transversum atlantis mengelilingi dens epistrophei (articulatio atlanto-dentalis posterior). Ligamentum apicis dentis (= apical ligament) berada di sebelah anterior dari ligamentum cruciatum. meluas dari corpus epistrophei sampai pada os occipitalis dan ditutupi oleh membrana tectoria. Ligamentum accesoria yang terdapat pada persendian-persendian tersebut adalah membrana tectoria.2. yaitu tempat dimana akan dilalui oleh arteria vertebralis dan nervus spinalis segmental cervicalis I. yang dibentuk oleh permukaan dorsal dari arcus anterior atlantis dengan dens epistrophei (articulatio atlanto-dentalis anterior). berjalan ke arah cranial-lateral dan melekat pada tepi medial condylus occipitalis. serabut-serabut yang arahnya vertikal.

di sebelah ventral bagian caudal larynx dan bagian cranial trachea. Ujung cranial lobus glandula thyreoidea mencapai linea obliqua cartilaginis thyreoidei. terletak berhadapan dengan vertebra cervicalis 5 – 7 dan vertebra thoracalis 1. Dens epistrophei di pertahankan pada posisinya oleh arcus anterior atlantis dan ligamnetum transversum atlantis (berada di bagian dorsal). dan gerakan rotasi disebabkan oleh m. ujung inferior meluas sampai cincin trachea yang ke 5 – 6. m.sternocleidomastoideus. khususnya m.sterno-hyoideus dan m. Otot-otot yang berperan pada articulatio atlantor-occipitalis dan articulatio atlanto-axialis adalah m.sternocleidomastoideus. m. Ligamentum alare memfiksasi cranium pada epistropheus dan menjadi tegang bilamana atlas berputar terhadap dens epistrophei. Semua ligamenta ini mengikat (fiksasi) cranium pada epistropheus.longissimus capitis dan sebagainya.longus capitis dan m. Ditutupi oleh m. berbentuk konus dengan ujung di sebelah cranial kecil dan ujung di sebelah caudal besar. Isthmus glandulae thyreoidea difiksasi pada cincin trachea 2 – 3 dan 4. Glandula thyreoidea berada di bagian anterior leher. Kedua lobus bersama dengan isthmus glandulae thyreoideus memberi bentuk seperti huruf “U:.vertikal/longitudinal dari ligamentum cruciatum. GLANDULA THYREOIDEA adalah suatu kelenjar endokrin yang terdiri atas dua buah lobus yang simetris. Ligamentum atlanto-axialis accesoria membantu membatasi gerakan rotasi atlas terhadap epistropheus. Antara kedua lobus tersebut dihubungkan oleh isthmus. Flexi kepala dapat terjadi bilamana otot-otot extensor berrelaksasi (flexi oleh adanya gaya berat) dan secara aktif oleh kontraksi m.sterno-thyreoideus. Dari tepi superior isthimus berkembang ke arah cranial lobus pyramidalis. 5. Selain itu glandula thyreoidea difiksasi juga pada trachea dan pada tepi caudal cartilago cricoidea oleh penebalan fascia pretrachealis yang disebut ligament . Setiap lobus berukuran kira-kira 5 cm dibungkus oleh fascia propria yang disebut true capsula dan di sebelah luarnya lagi dibungkus oleh fascia pretrachoalis membentuk false capsula. Jadi ligamnetum tersebut tadi membatasi gerakan.sternocleidomastoideus yang berlangsung bersama-sama. Gerakan latero flexi dapat berlangsung karena kontraksi sepihak dari m.splenius capitis dan m. sehingga kedudukan tegak dari kepala disebabkan oleh tonus otot-otot extensor.semispinalis capitis. Articulatio atlanto-axialis diperkuat oleh semua ligament yang mengikat kedua vertebra tersebut oleh ligamenta yang mengikat epistropheus pada cranium.obliquus capitis inferior.sternocleidomastoideus. yang dapat mencapai os hyoideum dan pada umumnya berada di sebelah kiri linea mediana (berasal dari ujung caudal ductus thyreoglossus). pada suatu kecelakaan atau mati digantung maka bagian yang patah dari dens epistrophei dapat menusuk medulla oblongata dan mengakibatkan kematian. Pada posisi berdiri normal gaya berat kepala berada di sebelah ventral articulatio atlanto-occipitalis.longus capitis dan m. Ligamentum transversum atlantis sangat kuat sehingga adalah lebih mudah dens epistrophei mengalami fraktur daripada robeknya ligamentum tersebut.

Vena thyreoidea superior et media bermuara kedalam vena jugularis interna.thyreoidea superior untuk bermuara kedalam lymphonodus cervicalis profundus.of Berry. setelah tembus fascia pretrachealis. Topografi dari glandula thyreoidea adalah sebagai berikut : • di sebelah superficial terdapat otot-otot infrahyoideus. diantara oesophagus dan trachea berjalan n.thyreoidea inferior dan kadangkadang ada a. kemudian menuju ke ujung cranial lobus dan mempercabangkan ramus anterior dan ramus posterior.thyreoidea. pharynx. a. ramus anterior menuju ke isthimus dan ramus posterior berjalan sepanjang permukaan dorsal lobus dan mengadakan anastomose dengan ramus ascendens yang dipercabangkan oleh a. Arteria thyreoidea inferior Adalah cabang dari truncus thyreocervicalis yang berjalan menuju ke ujung inferior lobus gldd. Vena thyreoidea inferior pada anal perlu mendapat perhatian pada suatu tracheotomy. Dari isthmus lymphe dialirkan kepada lymphonodus cervicalis profundus bagian cranialis. Arteria thyreoidea ima Biaanya dipercabangkan oleh truncus brachiocephalis atau langsung dipercabangkan dari arcus aortae.sternothyreoideus yang akan membatasi pembesaran kelenjar ini ke arah cranial • di sebelah medial terdapat larynx.carotis externa.laryngeus externus. sedangkan v.recurrens • di sebelah postero-lateral terletak carotid sheath.thyreoidea inferior. mempercabangkan 4 sampai 5 buah cabang di sebelah superficial fascia pretrachealis. Aliran lymphe Yang berasal dari bagian cranial lobus thyreoideus mengalir mengikuti a. Fiksasi-fiksasi tersebt tadi menyebabkan glandula thyreoidea turut bergerak pada waktu proses menelan berlangsung. Arteria thyreoidea superior Adalah cabang pertama dari a. trachea dan oesophagus. Aliran darah venous dibawa oleh vena thyreoidea superior. khususnya m. medial dan postero-lateral. pembuluh darah ini perlu mendapat perhatian pada waktu melakukan suatu tracheotomy. Pembuluh lymphe dari ujung caudal glandula thyreoidea berjalan mengikuti a.thyreoidea infeior menuju lymphonodus paratrachealis dan selanjutnya menuju ke lymphonodus cervicalis profundus bagian inferior. lebih ke bagian profunda terdapat n.thyreoidea superior. vena thyreoidea media dan vena thyreoidea inferior. lalu percabangan tersebut menembusi fascia bersangkutan dan memberi suplai darah kepada sebagian besar dari kelenjar ini. . Setiap lobus mempunyai permukaan antero-lateral.thyreoidea inferior akan bermuara kedalam vena brachiocephalica. Vascularisasi Diperoleh dari a.thyreoidea ima (kira-kira 3 %). Lobus pyramidalisdifiksasi pada tepi caudal os hyoideum oleh suatu jaringan fibro-muscular yang dinamakan levator glandulae thyreoideae.

dan processus transversus vertebrae cervicalis. daripada meluas ke arah cranialis. Ujung terminal a. Mempunyai kapsulnya sendiri dan berada di dalam capsula thyreoidea. 6. A. masuk kedalam cavum thoracis. Karena capsula thyreoidea dibagian anterior adalah tebal dan kuat.carotis communis atau pangkal a.anonyma = innominate artery) setinggi articulatio sternoclavicularis dexter (cabang yang lain dari a.X berada di bagian posterior diantara arteria dan vena tersebut tadi. 4 mm lebar dan 2 mm tebal sehingga kadang-kadang sukar dilihat.anonyma adalah a.carotis communis terdapat truncus sympathicus.lomgus colli.carotis externus.carotid communis berjalan vertikal masuk ke dalam trigonum caroticum dan setinggi tepi atau cartilago thyreoidea bercabang membentuk bifurcatio menjadi a.carotis interna membentuk suatu pelebaran yang disebut sinus caroticus. ukuran kira-kira 7 mm panjang.carotid communis sinistra adalah cabang kedua dari arcus aortae yang masuk regio colli dan berada di sebelah dorsal articulatio sternoclavicula sinister.subclavia dextra).1.recurrens (suara menjadi monoton dan serak). Arteria Carotis Communis Arteria carotis communis dextra dipercabangkan oleh truncus brachiocephalicus (a.INNERVASI Sympathis diperoleh dari ganglion cervicale superius dan ganglion cervicale medius yang mencapai kelenjar thyreoidea dengan mengikuti a. seperti tekanan pada trachea.sternohyoideus. tetapi diluar carotid sheath.C. Truncus sympathis berada di sebelah dorsal arteri.laryngeus externus atau n. maka pembesaran kelenjar ini lebih mudah terjadi ke dorsal. Didalam carotid sheath a. hal mana bisa memberi gangguan berupa kelainan fungsi dan atau kelainan fisik.thyreoidea superior dan a. m.thyreoidea inferior atau mengikuti perjalanannya nervus laryngeus externus dan nervus recurrens.carotis communis terdapat vena jugularis anterior. A. Bersama dengan vena jugularis interna dan nervus vagus arteria carotid communis dibungkus oleh carotid sheath. APLIKASI Pembesaran kelenjar thyreoidea (struma = goitres) dapat terjadi karena kekurangan intake yodium. TOPOGRAFI : di sebelah dorsal dari a. vena jugularis interna berada di sebelah lateral dan N. khususnya V. demikian pula halnya pembesaran akan lebih mudah meluas ke caudal.6 yang mempunyai processus transversus yang besar (Chassaignac’s tubercle) ke arah mana arteri dapat ditekan.carotis interna dan a. Di sini terdapat juga suatu kumpulan sel yang membentuk carotid body. . PEMBULUH DARAH 6. mm.carotis communis berada di sebelah medial. tekanan pada n. Glandula parathyreoidea merupakan empat buah benjolan kecil yang terletak pada permukaan dorsal ujung-ujung glandula thyreoidea.scaleni dan m. fascia prevertebralis. Di sebelah ventral pada sepertiga bagian distal a. fascia pretrachealis.

digastricus.carotis externus mempercabangkan cabang ascendens.sternothyreoideus dan m.m. berjalan ke cranioventral.2. berada di sebelah profunda m. 6.stylopharyngeus. Di sebelah posterior terletak m. A.carotis interna. A. venterposterior m.facialis. TOPOGRAFI : di sebelah anterior terdapat platysma myoides. seperti a.temporalis superficialis dan a.2.sternocleidomastoideus. nervus glossopharyngeus.thyreoidea superior dipercabangkan setinggi cabang yang pertama tadi. TOPOGRAFI : di sebelah antero-lateral terletak platysma myoides. 6.maxillaris.stylohyoideus dan nervus hypoglossus.1. cabang anterior. berada di sebelah profunda m.temporalis superficialis dan a.pharyngea ascendens Merupakan cabang pertama yang berada di sebelah medial. A. 6.stylopharyngeus.omohyoideus.stylohyoideus dan glandula parotis. cabang posterior.auricularis posterior.2. berjalan turun secara oblique dan ke arah ventral.thyreoidea bersama dengan a.lingualis dan a.maxillaris. lebih ke cranialis terdapat venter posterior m. lobus gld. m. . m. dan berakhir di lingua.sternocleidomastoideus.pharyngea ascendens. Di sebelah lateral berjalan v.thyreoidea superior.sternocleidomastoideus dan pada sepertiga bagian proximal terdapat jaringan ikat longgar. setinggi collum mandibulae mempercabangkan dua cabang terminalis. A.lingualis dipercabangkan setinggi corpus ossis hyoidei. Di sebelah postero-medial terletak m. m.thyreoidea inferior.caroticum).digastricus. berjalan ascendens pada sisi pharynx menuju ke bagian cranii.Carotis Externa Sekalipun namanya externa namun letaknya adalah di sebelah medioanterior dari a.carotis interna berjalan vertikal ke cranial melewati canalis caroticum masuk ke dalam cavum cranii. platysma myoides dan tepi anterior m.occipitalis dan a.infrahyoideus dan mencapai puncak glandula thyreoidea. seperti a. 6. vena lingualis dan vena facialis bersama nervus hypoglossus (di dalam trig. Arteri ini berjalan ke arah cranio-dorsal-lateral dan masuk ke dalam kelenjar parotis.vagus (di postero lateral).hyoglossus dan glandula submandibularis.parotis. a. os hyoideum (cornu majus) serta bagian profunda dari gld. A. Arteri ini tidak memberi percabangan di regio colli.3.2. A. Di sebelah medial terletak trachea. yaitu a.longus colli. m.jugularis interna dan nervus vagus (di dalam carotid sheath). seperti a. 6. pada sepertiga bagian medial terdapat m. ganglion cervicale superior dan nervus laryngeus superior. oesophagus dan nervus recurrens. Fungsi utama arteri ini memberi suplai darah pada struktur extra cranial. cabang terminal seperti a.2.3. Di sebelah lateral terletak vena jugularis interna dan N.

a. yaitu bersama dengan vena subclavia membentuk vena anonyma.occipitalis. Di sini vena berada di sebelah ventral dari arteri. m. Di sebelah dorsal terletak m. menerima darah juga dari v.sternocleidomastoideus. nervus accesorius. v.levator veli palatini dan n. ujung terminalnya berakhir sebagai a.linguales dan v. dan ketika dekat pada muaranya vena terletak di ventral arteri. Berjalan di sebelah superficial dari m.jugularis anterior dan caput sternalis m.omohyoedeus.infrahyoideus. n.transversus atlantis. maka di sebelah ventralnya terdapat m. tetap berada di dorso-medial. v.pharyngea ascendens. bermuara ke dalam vena brachiocephalica (= vena anonyma).thyreoidea superior. Vena jugularis interna Adalah lanjutan dari sinus sigmoideus setelah meninggalkan foramen jugulare. ujung terminal a. . 6. dan N. 6.sternocleidomastoidreus dan bermuara ke dalam v. pars petrosa.4.Di sebelah medial berjalan a. Di sebelah medial berjalan a.laryngeus superior.transversa cervicalis dan vena jugularis anterior. Vena ini berjalan turun di dalam carotid sheath dan berakhir di sebelah dorsal pars sternalis claviculae.carotid interna di dalam perjalanannya dapat dibagi menjadi pars cervicalis. Pada awalnya vena jugularis interna berada di sebelah dorsal a. processus styloideus.cerebri media. truncus thyreocervicalis.X.constrictor pharyngeus uperior et medius.supraclavicularis.jugularis interna terdapat glandula parotis. 6.sternocleidomastoideus dan selanjutnya bermuara pada v. TOPOGRAFI : di sebelah ventral v. Vena jugularis externa mulai pada tepi caudal kelenjar parotis. bagian pertama a. proc. A. Berjalan di sebelah profunda m.subclavia.jugularis externa. lalu berjalan di lateralnya dan di lateral a. Vena jugularis anterior mulai dari dagu dan berjalan turun membentuk arcus venosus in jugulo di dalam spatium suprasternale dengan vena dari pihak lainnya.carotis interna.pharyngeales. Bulbus inferior terletak diantara caput sternalis dan caput clavicularis m. vv.carotis interna.subclavia dan di sebelah kiri ductus thoracicus. m. Menerima aliran darah dari v. dibentuk oleh ramus posterior vena retromandibularis dan vena auricularis posterior.facialis communis.cerebri anterior dan ramus communicans posterior.rectus capitis lateralis. Ketika vena jugularis interna berada di sebelah caudal m.6.levator scapulae dan nervus hypoglossus sesaat ketika meninggalkan canalis nervi hypoglossi. a. di sebelah posteriornya terdapat m. Pangkalnya membentuk pelebaran yang dinamakan bulbus superior dan ujung terminalnya membentuk pelebaran yang disebut bulbus inferior. m.carotis communis.scalenus madius dan scalenus anterior.sternocleidomastoideus. vv.auricularis posterior dan a.carotis communis dan nervus vagus berada di sebelah medio-dorsal.phrenicus.5. pars cavernosa dan pars cerebralis.

Kulit yang dipersarafi tersebut berada diantara wilayah N. sedangkan C. SERABUT SARAF 7.3. membelok ke ventral dan menembusi platysma myoides.supraclaviculares anteriores yang brjalan turun mengikuti tepi dorsal m. menyilang m.1.2) yang berjalan ascendens mengikuti tepi dorsal m. Stimulus dari sinus caroticus menimbulkan reflex yang mengurangi denyut jantung dan penurunan tekanan darah. sensitif terhadap perubahan oksigen dan karbon dioksida dalam darah.) 7.4.spinalis C. N. Pada pertengahan tepi dorsal m.X.V.2. .glossopharyngeus. di sebelah proximal dari sinus caroticus. dan radix inferior yang terdiri atas n. dipersarafi oleh cabang dari N.supraclaviculares posteriores yang berjalan sejajar dengan n. Ramus ventralis n. 7.2. yang mensuplai kulit didaerah kelenjar parotis. ( Istilah carotid berasal dari bahasa Yunani yang berarti “ tidur yang nyenyak ”).1.2 – 3) yang setelah keluar dari punctum nervosum segera berjalan transversal menyilang m. 7. Carotid Body adalah suatu struktur neurovascular yang kecil.Th.spinalis segmen Cervical Ramus ventralis n. denyut jantung dan irama respirasi. Ansa cervicalis (= ansa hypoglossi) dibentuk oleh radix superior yang terdiri atas ramus descendens nervi hypoglossi bersama dengan n.1.1. Plexus cervicalis terletak di sebelah ventral m.sternocleidomastoideus di sebelah superficial dan berada di bagian profunda v. Dekat pada glandula parotis saraf ini membentuk ramus anterior. bahu.3 – 4) yang terbagi menjadi nn. Daerah innervasinya adalah sejauh costa 2.jugularis externa. 7. Stimulus dari struktur ini dapat menimbulkan reflex yang meningkatkan tekanan darah. Nn.sternocleidomastoideus rami cutensi menampakkan diri (= “punctum nervosum”) dan terdiri dari : (7. 7.1.accessorius dan berada di sebelah caudalnya.sternocleidomastoideus menuju kulit kepala bagian dorsal.1.spinalis C.auricularis magnus (C.5 – 8 (+ Th.1.Cutaneus colli anterior (C.trapezius di sebelah superficial. dan n.1.1. dan ramus posterior yang mensuplai kulit di dorsal telinga dan pada proc.1) membentuk plexus brachialis. leher.Occipitalis minor (C.2 – 3. ditutupi oleh v. 7. Cabang-cabang dari plexus ini mempersarafi kulit pada daerah kepala bagian dorsal.jugularis interna dan m. nn.scalenus medius.spinalis C.sternocleidomastoideus di sebelah superficialis. otot-otot leher dan diaphragma. N.1.mastoideus.SINUS CAROTICUS adalah suatu barocereptor.levator scapulae dan m.1.supraclaviculares (C. berada dekat pada bifurcatior a.1.carotis communis. .IX dan N.1 – 4 membentuk plexus cervicalis.jugularis externa. berada di sebelah profunda platysma myoides bersama-sama dengan v.spin.2.sternocleidomastoideus.1.1. mensuplai kulit diantara mandibula dan sternum. N. Mendapat persarafan dari cabang n.3) yang berjalan vertikal menyilang m.sternocleidomastoideus menuju clavicula.2.

Ramus dorsalis n.XI.cutaneus/sensibel dan pada segmen di sebelah caudalnya ramus lateralisnya yang menjadi n. Melayani otot-otot infrahyoideus. N.3 melayani kulit di daerah yang sempit pada bagian belakang kepala dekat linea mediana.C.Terletak dekat tendo perantara m.2 Berjalan mel. N.1. di sebelah lateral (kadang-kadang di sebelah medial) v.jugularis interna berrada di bagian superficial carotid sheath.subclavia. menyilang trigonum sub occipitalie dan melalui m. Ramus lateralisnya bersifat motoris.dorsalis n.spinalis segmen Cervicalis Sifat umum dari ramus dorsalis n.craniales 7.jugularis interna .phrenicus (C 3 – 4 – 5) Terutama berasal dari segmen cervical 4. N.spinalis adalah ia tidak melayani otototot pada extremitas dan tidak membentuk plexus. di sebelah dorsal carotid sheath dan v. kecuali nervus spinalis C. kecuali m.subclavia. Merupakan saraf yang terpenting dari plexus cervicalis mengingat bahwa saraf ini bersifat motoris dan sensibel untuk diaphragma thoracis. Nn.X dan N.3.spinalis C. saraf ini tidak mempunyai ramus cutaneus.spin. 7.2 mempunyai kedudukan topografi yang khas sehubungan dengan bentuk processus articularis articulatio atlanto-occipitalis dan articulatio atlanto-axialis. sebagai n.obliquus capitis superior et inferior.1.phrenicus ketika berada di sebelah dorsal costa 1.5 seringkali dengan perantaraan n.trapezius menuju ke puncak kepala. ramus medialis dan ramus lateralis bersifat motoris dan salah satu dari kedua ramus dapat membawa komponen sensibel (dari kulit).3.1 yang berjalan melalui trigonum sub occipitale dan bersifat motoris untuk m.geniohyoideus.obliquus capitis inferior dan mengirim ramus medialisnya. Saraf inilah yang dinamakan n.3.IX) Meninggalkan cavum cranii melalui foramen jugularis pars nervosa bersama-sama dengan N. berjalan turun di sebelah medial dari processus styloideus diantara v.C. 7. C. 7. N. Ramus dorsalis n.2.semispinalis capitis dan m.scalenus medius.thyrohyoideus dan m.cutaneus/sensibel). 7.2. dan terletak paling anterior. N.spinalis C.6 – 8 (di sebelah cranialis dari segmen midthoracis ramus medialis menjadi n.occipitalis tertius Yang dibentuk oleh r.semispinalis cervicis.C.spin.2.semispinalis capitis serta m.2.occipitalis major.sub occipitalis Adalah ramus dorsalis n. kecuali n.2.ingkari tepi caudal m.1. Berjalan vertikal di sebelah superficialis m.1 dan C. Adapun ramus medialis dari segmen cervicalis lainnya berjalan ke arah medial dan berada di antara m.spinalis C.1. berada di sebelah superficial a. berjalan dari lateral ke medial.phrenicus accesorius.omohyoideus.rectus capitis posterior major et minor dan m. 7.1. Setiap ramus dorsalis terbagi dua membentuk ramus medialis dan ramus lateralis.spin.glossopharyngeus (N.subclavius bergabung dengan n. 7. suatu cabang ari n.3.

Plexus pharyngeus dibentuk juga oleh serabut-serabut dari nervus vagus (terutama) dan dari trundus sympathicus.carotis interna dan a. dan ganglion inferior yang bentuknya besar dan adalah cell body dari serabut-serabut viscero afferent. Di bagian caudal leher N. Pada regio colli N.trapezius kira-kira 5 cm .vagus mempercabangkan r. selanjutnya menyilang tepi posterior m. Radix spinalis memisahkan diri dari radix cranialis dan disebut n.vagus dexter berjalan di sebelah ventral a. N.sternocleidomastoideus di sebelah cranialis punctum nervosum.tympanicus.vagus (N. n. r. di sebelah profunda venter posterior m.stylopharyngeus. ramus cardiacus inferior menyilang arcus aortae menuju ke plexus cardiacus superficialis. bentuknya kecil dan merupakan cell body dari serabut-serabut somato afferent. Radix spinalis berjalan ascendens melalui foramen occipitalis magnum masuk ke dalam cavum cranii.jugularis interna dan a.XI Disebut acessoria oleh karena membantu N. r. Mempunyai ganglion superior (= ganglion jugulare) dan ganglion inferior (= ganglion nodosum). Saraf ini mempunyai ganglion superior. Pada umumnya dikatakan bahwa radix cranialis dan radix spinalis adalah bagian dari nervus acessorius.3.carotis interna (di antara v.accessorius spinalis.jugularis interna.constictor pharyngeus superior dan m. berada diantara m.3. r.jugularis interna dan a.sternocleidomastoideus.accesorius (N.muscularis untuk m. r.X) Dalam bahasa latin vagus berarti mengembara.phatyngealis.stylopharyngeus dan cabangcabang yang mensuplai sinus caroticus serta carotid body (sensibel).2.dan a. 7. r. 7. Saraf ini berjalan di sebelah anterior v.subclavia dextra menuju ke plexus cardiacus profundus. Ramus cardiacus superior et inferior dexter berjalan turun di sebelah dorsal a.pharyngealis.carotos externa.digastricus dan mencapai permukaan profunda m. larynx. berada di bagian dorsal dari v.auricularis. Memberi percabangan sebagai berikut : n. r.X dan ada anggapan bahwa radix cranialis dari N. pharynx. r.cardicus superior et inferior. membentuk plexus pharyngeus pada m.constrictor pharyngeus medius. memberi ramus muscularis kepada otot ini. Setelah meninggalkan foramen jugulare pars nervosa saraf ini berjalan turun di dalam carotid sheath. n. Melanjutkan diri ke arah caudo-dorsal pada trigonum colli posterior dan mencapai tepi anterior m.carotis externa sampai pada tepi posterior m.lingualis.carotis interna).subclavia sinistra untuk selanjutnya masuk ke dalam mediastinum superior. Selanjutnya radix cranialis bergabung dengan nervus vagus dan melayani palatum molle.tonsillaris.XI adalah bagian dari N.laryngeus superior.X.3. Pada sisi kiri ramus cardiacus superior berjalan sepanjang trachea menuju ke plexus cardiacus profundus. lalu melanjutkan diri pada permukaan superficial otot ini ke arah ventral diantara a. radix cranialis berasal dari medulla oblongata dan radix spinalis berasal dari medulla spinalis segmen cervical 1 – 6.meningealis. lalu bergabung dengan radix cranialis dan keluar bersama-sama dari cavum cranii melalui foramen jugulare pars nervosum. N.recurrens dan cabang untuk sinus caroticus dan carotid body.constrictor pharyngeus medius.

7. Masuk ke dalam cavum cranii sebagai n.carotis interna.spinalis C. Dari ganglion ini dipercabangkan : • ramus communicans griceus yang menuju ke n. 7. 7 – 8 • n. X dan XI. N.subclavia membentuk ansa subclavia Vieussenii.thyreoidea inferior. 5 – 6 • nervus cardiacus cervicale medius • cabang ke gld. yang berada di sebelah dorsal a.3. Truncus Sympathicus Adalah lanjutan dari truncus sympathicus pada regio thoracalis.digastricus di bagian cranialis dan kemudian masuk kembali ke dalam trigonum digastricum.spinalis C. di luar dari carotid sheath.di cranialis dari clavicula. terletak setinggi vertebra cervicalis 1 – 2. dan berada di sebelah ventral a. di sebelah ventral v.5 – 3 cm.trapezius. Berjalan ke ventro-lateral melingkari nervus vagus.carotis dan percabangannya. Ganglion cervicale inferius terletak setinggi vertebra cervicalis 7. berjalan di bagian profunda m. Ganglion cervicale medium berbentuk kecil dan terlaetak setinggi vertebra cervicalis 6 dekat pada a.spinalis C. di sebelah profunda venter posterior m.carotis interna dan a. mempercabangkan : • ramus communicans griceus yang menuju ke n.jugularis interna.caroticus internus bersama-sama dengan a.4.XII) Mensuplai otot-otot yang berasal dari myotome occipitalis. mempercabangkan : • ramus communicans griceus yang menuju ke n.X dan N.carotis externa.thyreoidea yang berjalan bersama-sama dengan a.cardiacus cervicalis inferior • cabang ke a.5 – 1 cm. Ganglion cervicale superius mempunyai ukuran 2.carotis communis dan a.palatoglossus. seperti otototot intrinsic dan extrinsic lingua.XI. bersifat motoris untuk otot ini. Mempunyai 3 pasang ganglia.cardiacus cervicalis superior • cabang yang menuju ke a.4.subclavia • cabang yang menghubungkan ganglion cervicale inferius dengan ganglion cervicale medium. ganglion cervicale medium dan ganglion cervicale inferius.carotis interna.1 – 4.XII • n. Serabut-serabut preganglionic dari ganglion cervicale ini berasal dari segmen thoracal 1 dan 2. kecuali m. Selanjutnya berjalan di sebelah superficial a. . Berjalan di sebelah medial dari nervus vagus. yaitu ganglion cervicale superius. banyak kali bergabung dengan ganglion paravertebrale thoracalis 1 membentuk ganglion stellatum dengan ukuran kira-kira 0.hypoglossus (= N.thyreoidea inferior. lalu turun dan berada di sebelah dorsal a.carotis internus. Saraf ini meninggalkan cavum cranii melalui canalis nervi hypoglossi dan berada di dorsalis dari N. N.

occipitofrontalis. Otot ini dibicarakan 1. Otot palpebra Meliputi serabut-serabut otot yang berbentuk sphincter. Di antara kedua venter ini terdapat suatu aponeurose epicranialis (= galea aponeurotica) yang menghubungkan kedua venter itu satu sama lain. M. Secara morfologis merupakan bagian dari panniculus carnosus yang berbentuk khusus.buccinator. Ke arah lateral aponeurose ini melekat pada linea temporalis superior dan .1. seperti mata. superior. 1. Pars palpebralis berasal dari (origo) ligamentum palpebrale mediale dan mengadakan insertio pada raphe palpebrale laterale.1. Pars palpebralis yang berkontraksi sendiri menyebabkan palpebra menutupi mata dengan lemah. Secara fungsional otot-otot ini membentuk kelompok (group) disekitar lubanglubang yang terdapat pada wajah. yang berasal dari kulit di cranialis margo supra orbitalis.c. Salah satu dari otot-otot ini.facialis yang upper motor neuron dari pada yang lower motor neuron. pArs orbitalis dan pars palpebralis berkontraksi secara bersama-sama menutup mata dengan ketat.levator palpebrae superioris Berfungsi mengangkat palpebra bersama-sama dengan otot-otot lainnya.1. Kontraksi pars orbitalis menyebabkan palpebrasuperior turun. 1. OTOT MIMIK Secara embryologis otot-otot ini berasal dari jaringan mesodermal arcus brachialis ke II dan dipersarafi oleh nervus facialis.a. berjalan di sebelah dorsal saccus lacrimalis dan berinsersi pada raphe palpebrale laterale.occipitofrontalis Merupakan lapisan otot pada permukaan cranium yang terdiri atas venter occipitalis. Ada yang membentuk sphincter dan ada yang membentuk dilator. Pars lacrimalis berasal dari tepi posterior sulcus lacrimalis. M.orbicularis oculi Terdiri atas pars orbitalis yang tebal. 1. Serabut-serabutnya melingkar dan kembali mengadakan insersi pada tempat origonya. M. Peranan otot-otot ini adalah mengontrol lubang-lubang tersebut tadi dan ekspresi pada wajah adalah manifestasi dari emosi/perasaan. F A C I E S 1. seperti pada waktu mengedipkan palpebra. keadaan ini dapat dipakai untuk membedakan kelumpuhan n. yang disebut m.levator palpebrae superior dan m. pars palpebralis yang tipiis dan pars lacrimalis. yang terpenting dari panniculus carnosus adalah perlekatannya pada kulit sehingga menimbulkan lipatan-lipatan kulit pada dahi dan leher.1. berasal dari sisi lateral linea nuchae suprema.B.orbicularis oculi. dan otot yang berfungsi dilator yang terdiri atas m.b. dan venter frontalis. yaitu m. berperan pula sebagai otot mastikasi. hidung dan mulut. Pars orbitalis berasal dari ligamentum palpebrale mediale.

m.levator labii superioris.occipitofrontalis terdapat jaringan ikat longgar dan ini merupakan area berbahaya (dangerous area) dari “kepala”.orbicularis oris Terdiri atas pars extrinsic dan pars intrinsic. M. Otot ini berperan untuk mengangkat alis mata dan membentuk lipatan-lipatan dahi sebagai dari ekspresi wajah.1.risorius.occipitofrontalis dan jaringan ikat longgar tersebut taddi membentuk suatu kesatuan yang dapat bergerak bersama-sama. bersiul dan membersihkan makanan dari vestibulum oris selama proses mastikasi berlangsung.occipitofrontalis. Di sebelah profunda m. yaitu suatu penebalan yang dapat di raba pada sudut laterale mulut.. M. kontruksi otot ini menyebabkan terbentuknya lipatan kulit yang transversal pada pangkal hidung.procarus.depressor anguli oris dan m. Selain daripada itu vena-vena disini berkomunikasi dengan vena emisari yang bermuara ke dalam sinus venosus. berjalan ke arah craniolateral dan mengadakan insersi pada kulit di atas alis mata. pada suatu kecelakaan (di pabrik misalnya) rambut dan seluruh lapisan-lapisan tadi dapat tercabik. 1.d.corrugator supercilii Berasal dari ujung medial arcus superciliaris. M.3. 1. yang mengadakan origo pada os nasale dan cartilago nasalis dan berinsersi pada m.3.a. sedangkan serabut-serabut di bagian medial mengadakan persilangan membentuk modiolus. Otot hidung Yang ada kaitannya dengan ekspresi wajah adalah m. dan berada di sebelah luar pericranium. yang menutupi m. Berperan dalam mengisap. platysma myoides. meniup. 1.3. Lapisan cutis.levator labil superioris alaeque nasi. Serabut-serabut otot ini di bagian cranialis dan caudalis melanjutkan diri ke dalam labium majus dan labium inferius. m.temporalis.zygomaticus minor et major.procerus.2. Pars intrinsic terdiri atas serabut-serabut yang berjalan oblique di antara kulit dan membrana mucosa. Kontraksi otot ini menimbulkan lipatan kulit yang vertikal pada pangkal hidung (mengerutkan dahi).depsressos labii inferioris. bucina = terompet) Berorigo pada maxilla dan mandibula (berhadapan dengan gigi molar) dan pada raphe pterygomandibulare.buccinator (Latin. . Pars extrinsic atau pars superficialis dibentuk oleh serabut-serabut otot yang berasal dari m. oleh karena ditempat ini dapat tertimbun darah atau pus tanpa memberi gejala sakit (innervasi yang kurang). m. 1.melanjutkan diri pada fascia temporalis. Pericranium adalah periosteum (tabula externa) yang mempunyai hubungan dengan tabula interna dengan perantaraan jaringan ikat pada sutura. m.b. yang terbentang dari hamulus pterygoideus sampai pada tepi dorsal mylohyoidea mandibulae. Sehingga setiap infeksi di daerah ini dapat menyebar ke dalam cavum cranii. m. Otot-otot bibir dan pipi 1. pars frontalis melanjutkan diri menjadi m.

M.3.2.3.caninus) berasal dari fossa canina.c. 1.5.quadratus labii superioris zygomaticum) berasal dari sutura zygomatico-maxillare. M. 1.mentalis berasal dari mandibula di sebelah caudal dari gigi incisivus. M. mengadakan insersi pada lapisan superficial m.3. caput 1. berasal dari linea obliqua mandibulae (bagian medial). 1.levator labii superioris.facialis maka makanan akan tertimbun pada vestibulum oris.quadratus labii inferioris) berbentuk segiempat.c. berinsersi pada cartilago alare dan lapisan superficial m.risorius adalah bagian dari platysma myoides (melekat pada fascia parotis) yang mengadakan perlekatan pada kulit di sudut mulut.3.3.3.levator anguli oris.levator anguli oris (= m. 1.3.quadratus labii superioris caput angulare) yang mengadakan origo pada processus frontalis ossis maxillae.2.c.4.zygomaticus) berasal dari os zygomaticum. M. Kedua otot tersebut terakhir ini berjalan menuju ke modiolus dan berinsersi pada m. 1.3. Otot-otot yang bekerja pada labium superius 1. M. 1.d.d. menuju ke modiolus untuk mengadakan insersi pada m.c.triangularis) berasal dari linea oblique mandibulae.3. M. 1.1.d. menuju ke modiolus dan mengadakan perlekatan pada m. M.quadratus labii superioris caput infraorbitale ) yang berorigo pada margo infraorbitalis di sebelah cranialis foramen infraorbitale. Otot ini dapat menarik sudut mulut ke arah cranio-lateral sehingga memberi bentuk yang khas pada wajah.orbicularis oris lapisan superficialis.obcularis oris dan pada kulit. terletak superficial.3. Otot ini membentuk sulcus nasolabialis yang akan menghilang pada suatu facialis parese. 1.1. Berfungsi mengangkat labium superius.d.depressor labii inferioris (= m.zygomaticus minir (= m. Otot-otot yang bekerja pada labium inferius 1.3.3.orbicularis oris dekat pada linea mediana.c.levator labii superioris alaeque nasi (= m. M. M. terletak profunda dan mengadakan insersi pada m.4.3. Berperan membuka nares dan mengangkat labium superius. yaitu risus sardonicus pada penderita tetanus.d.c. berjalan ke caudal melalui m.depressor anguli oris (= m.levator labii superioris (= m. .zygomaticus-major (= m.orbicularis oris dan juga pada kulit. berada di bagian profunda dari m.depressor labii inferioris.orbicularis oris lapisan superficialis.Pada kelumpuhan n.

Otot-otot mastikasi Otot-otot mastikasi (= pengunyah) terletak pada regio temporalis dan pada regio infratemporalis.masseter daripada bagian superficialis m. M. Articulatio tempora-mandibularis Adalah suatu persendiaan yang merupakan kombinasi antara hinge joint dan plane joint. melekat pada bagian anterior. medial dan posteior. Fascia temporalis yang menutupi otot ini melekat pada linea temporalis superior dan di sebelah caudal melekat pada arcus zygomaticus.2. m. Otot-otot ini mempunyai insersi pada mandibula dan mampu menggerakannya. dapat menarik kulit dagu ke atas. 2. 2. Capsula articularisnya longgar dan lemah.temporalis. Sebaliknya permukaan inferior dari discus berbentuk concave dan ini sesuai dengan permukaan processus condyloideus mandibulae (capitulum mandibulae).ptrygoideus lateralis et medialis. m.mengadakan insersio pada kulit dagu. Pada persendian ini terdapat suatu discus articularis yang membagi cavum articulare menjadi dua bagian. sehingga seringkali sukar dipisahkan antara bagian profunda m. yang adalah sesuai dengan bentuk permukaan eminentia articularis (tuberculum articulare) yang berbentuk convex dan permukaan fossa mandibularis yang berbentuk concave.temporalis dan m. M A N D I B U L A 2. Arah dari ligamentum ini adalah dari cranial menuju ke postero-caudal. Di sebelah lateral diperkuat oleh ligamentum temporomandibulare.1. Serabut-serabut otot di bagian anterior berjalan vertikal. 2.masseter. ligamentum ini melekat di bagian cranialis pada tuberculum articulare dan di bagian caudalis melekat pada processus condyloideus dan pada permukaan postero-lateral collum medibulae. Ligamentum accesorius yang terdapat di sini adalah : • ligamentum sphenomandibulare yang meluas mulai dari spina sphenoidalis sampai kepada lingua dan tepi inferior foramen mandibulare • ligamentum stylomandibulare yang melekat pada tepi lateral processus styloideus dan menuju ke tepi dorsalis ramus mandibulae di cranialis dari angulus mandibulae • raphe pterygomandibulare yang meluas mulai dari hamulus pterygoideus sampai ke ujung posterior linea mylohyoidea. M.masseter mempunyai asal yang sama.a.temporalis. Permukaan superior dari discus berbentuk concave-concave dengan arah antero-posterior.temporalis Melekat pada fossa temporalis di sebelah caudal linea temporalis inferior. terdiri atas m.mandibularis. sedangkan serabut-serabut di bagian posterior berjalan horizontal ke ventral menuju ke tempat insersinya pada processus coronoideus.pterygoideus lateralis melekat pada tepi anterior dari discus. Dibentuk oleh pars anterior fossa mandibularis dan processus condyloideus (capitulum mandibulae) mandibulae. . Discus articularis mengadakan perlekatan pada capsularis dan sebagian dari serabut-serabut m. Berasal dari arcus branchialis pertama dan dipersarafi oleh n.2.

2. M.temporalis.masseter Melekat mulai dari tepi caudal dan permukaan medial arcus zygomaticus dan mengadakan insersi pada permukaan lateral ramus mandibulae dan processus coronoideus.alveolaris inferior. Ductus parotideus (stononis) berjalan ke anterior di sebelah superficial dari otot ini dan membelok ke medial ketika tiba pada tepi anterior m. m.masseter dan m.maxillaris dan ligamentum sphenomandibulare.temporalis dan m. 2. pada capsula articularis dan pada discus articularis dari articulatio mandibularis.pterygoideus medialis (= m. Serabut-serabutnya berjalan ke caudo-postero-lateral.c.3.2. megadakan insersi pada permukaan medial angulus mandibulae. Articulatio ini terbagi menjadi dua bagian. Di sebelah profunda dari otot ini berjalan n. 2. Insersi dari otot ini berada pada fovea pterygoidea collum mandibulae.masseter. disini terjadi gerakan protraksi dan retraksi. .pterygoideus externus) Mempunyai dua buah caput. Peranan : mengangkat dan mendorong mandibulae (protract).pterygoideus internus) Mempunyai dua buah caput.pterygoideus lateralis. yaitu bagian superior dan bagian inferior. Serabut-serabut bagian posterior m. Pada kontraksi otot ini dapat terjadi gerakan protraksi (gerakan ke depan) dari mandibula dimana discus articularis turut terrtarik bersamanya. m. Pada setiap sendi dapat terjadi dua jenis gerakan. Peranannya adalah mengangkat dan protraksi mandibula serta menggerakkan mandibula ke arah sisi yang berlawanan.masseter berperan dalam menutup mulut.Peranan : serabut-serabutt anterior mengangkat (elevate) mandibula. yaitu caput profundus yang melekat pada permukaan medial lamina processus pterygoidei dan caput superficialis yang melekat pada processus pyramidalis ossis palatini.lingualis dan n. 2. Di sebelah superficial terdapat ramus mandibulae. M. Gerakan mandibula Articulatio temporamandibukaris sinister et dexter bekerja sebagai satu kesatuan.temporalis menarik mandibula (retract) setelah m. Di antara kedua caput tersebut terdapat caput inferior dari m.pterygoideus lateralis (= m.2. 2.pterygoideus lateralis melakukan gerakan protraksi. dan caput inferior yang mengadakan perlekatan pada facies lateralis lamina lateralis processus pterygoidei.pterygoidei berperan dalam gerakan “side to side” dan mandibula dan menutup mulut.pterygoideus medialis. M. M.b.buccinator yang berada di sebelah profundanya terdapat jaringan lemak (buccinator pad of fat) yang terdapat di sebelah ventral ramus mandibulae. yaitu caput superior yang melekat pada fossa infratemporalis. Kedua mm.d. a. Terletak superficial dan di bagian dorsal ditutupi oleh kelenjar parotis. Sebagian besar daripada serabutserabut otot ini berjalan ke arah caudo-dorsal. di antara otot ini dan m. sedangkan serabut-serabut posterior menarik mandibula (retract). Gerakan yang terjadi pada bagian superior articulus adalah gerakan menggelincir (glinding) dimana discus articularis bersama dengan processus condyloideus mandibulae bergerak terhadap fossa mandibularis.

masseter lalu diikuti oleh serabut-serabut vertikal m. gerakan kesamping pada sisi yang lain.2. Otot-otot suprahyoideus dapat bertindak sebagai depresor hanya apabila oshyoideum difiksasi oleh kontraksi tonis daripada otot-otot infrahyoideus. Merupakan cabang dari a. Gerakan depressi biasanya disebabkan oleh gaya gravitasi dan relaksasi dari otot-otot elevator.temporalis dan serabut-serabut profunda m.geniohyoideus.pterygoidei.mylohyoideus dengan disertai relaksasi otot-otot elevator. A. yang merupakan cabang-cabang dari a.ophthalmica (yang adalah cabang dari a. Gerakan retraksi dihasilkan oleh serabut-serabut horizontalis m. lalu diikuti rangkaian gerakan seperti semula lagi. gerakan mandibula ke caudal (depression).occipitalis major.carotis ext. venter anterior m.ptrygoideus lateralis.occipitalis. serabut-serabut superficial m.supraorbitalis dan a. Berjalan bersama-sama dengan n.temporalis superficialis. Daerah “kepala” sangat kaya akan pembuluh darah. yang merupakan bagian dari suatu arcus reflex yang mencegah daya menggigit yang terlampau kuat yang dapat merusakkan gigi. Ramus anterior mengadakan komunikasi dengan a. 3.masseter. retraksi.pterygoideus lateralis. Gerakan selanjutnya yang merupakan rangkaian gerakan mengunyah adalah gerakan mandibula ke samping.digastricus dan m.pterygoideus medialis. melayani sisi lateral “kepala” berjalan ascendens menuju vertex dan ber anastomose dengan arteri dari pihak sebelah. Jadi mengatup mulut (elevasi mandibula) dengan kuat akan menimbulkan reflex kontraksi m. Jadi gerakan elevasi mandibula dilakukan oleh m.masseter. dan kontraksi aktif dari m.temporalis dan m.1.carotis interna). Mempercabangkan ramus anterior dan ramus posterior.digastricus untuk mencapai bagian medial processus mastoideus. . serabut-serabut vertikalis m. 3. Ramus posterior beranastomose dengan a.carotis externa. P E M B U L U H D A R A H A.temporalis dan kedua mm.carotis interna dan a. protraksi.supratroclearis. mula-mula oleh m.digastricus serta m.auricularis posterior. dan seterusnya.pterygoideus medialis.carotis externa. Bilamana akan mengunyah maka mandibula diangkat.Pada bagian inferior dari articulus dimana processus condyloideus mandibulae bergerak terhadap discus articularis bersama dengan fossa mandibularis sebagai satu kesatuan dapat menghasilkan gerakan membuka mulut (hinge movement). platysma myoides. tetapi sebaliknya 3. oleh karena anastomose antara percabangan-percabangan dari a. sehingga pada setiap luka memberi banyak perdarahan. adalah salah satu cabang terminal dari a. Gerakan protraksi dilakukan oleh m. Selama gerakan mengunyah berlangsung maka posisi lingua menempatkan makanan tetap berada di dalam mulut dan dibantu oleh m.masseter dan m. berjalan mengikuti tepi caudal venter posterior m. buccinator. Serabut saraf proprioceptive afferent dari kedua persendian ini berpusat pada nucles mesencephalicus nervi trigemeni. Dalam keadaan istirahat terdapat jarak beberapa milimeter antara gigi pada rahang atas dan rahang bawah.

b. N.maxillaris.V.c. ramus tonsillaris. r. melayani kulit di daerah zygoma.1. N. keluar dari tepi caudal palpebra inferior dan melayani kulit palpebra inferior.buccalis dan n. N. gingiva pada gigi premolar dan molar I beserta alveolusnya.palpebralis. 4.1.mentalis adalah cabang dari n.ophthalmicus) yang mempersarafi palpebra superior bagian lateral. Kedua saraf terakhir ini adalah cabang-cabang terminal dari ramus nasociliaris yang dipercabangkan oleh n.f. 4.nasalis externus mempersarafi hidung bagian caudalis.buccalis melayani kulit dan mucosa dari pipi.a.2.1.ophthalmicus.lacrimalis (n. 4. 4.1.ophthalmicus. Masing-masing processus tersebut mempunyai innervasinya sendiri.masseter.auricularis magnus merupakan cabang dari plexus cervicalis. processus maxillaris dan processus mandibularis. 4.g.alveolaris inferior adalah cabang dari nervus mandibularis. kecuali suatu daerah kecil pada angulus mandibulae yang diinnervasi oleh n.infratrochlearis mempersarafi hidung bagian cranialis.palatina ascendens. Pada bagian tengah dari vertex peredaran darah sangat kurang dan disini merupakan awak dari kerontokan rambut (botak). ramus glandularis dan a.3. selanjutnya naik menuju ke wajah mengikuti tepi anterior m. Processus maxillaris dan processus mandibularis (arcus branchialis I) membentuk regio maxillaris dan regio mandibula.cepat menjadi sembuh. hidung bagian caudalis.facialis. Innervasi motoris .nasalis dan r. Processus frontalis mendapat suplai dari n.mandibularis mensuplai regio mandibularis.1.zygomaticus yang dipercabangkan oleh n. saccus lacrimalis dan caruncula lacrimalis. yaitu processus frontonasalis.1.maxillaris. N.1. berjalan ke arah ventro-cranial pada dinding pharynx.submentalis.d.infraorbitalis sebagai lanjutan dari n. N.alveolaris inferior yang melayani kulit pada labium inferius dan dagu serta mucosa dan alveolus bersangkutan. 4. N. 3. 4. Ramus palpebralis adalah cabang dari n. mempercabangkan a. 4. N. N. Processus frontonasalis membentuk regio frontalis dan regio nasalis. 4.labialis. Ketiga saraf tersebut merupakan cabang dari N. melewati bagian dorsal glandula submandibularis dan keluar dari tepi anteriornya di bagian caudal mandibula.zygomaticotemporalis adalah cabangcabang dari n. dan membagi wajah menjadi tiga daerah innervasi sensibel. 4.maxillaris mempersarafi darah maxilla dan n. labium superius dan pipi melalui r.1. dari facies tergantung dari perkembangannya.zygomaticofacialis dan n.1. Wajah berkembang dari 3 primordia. A. N. S E R A B U T S A R A F Innervasi sensibel. 4.auricularis magnus.h.e.

R.occipitalis minor dan n.5.risorius.facialis.auricularis posterior dipercabangkan diluar foramen stylomastoideum dan melayani venter occipitalis m. 4. membagi kelenjar ini menjadi lobus superficialis dan lobus profundus. Cavum nasi Adalah rongga yang dimulai pada nostrils (apertura nasalis anterior = nares anterior) dan berakhir pada nares posterior (= choanae). melayani venter frontalis m. Dinding lateral .c.levator anguli.c. sehingga menimbulkan gangguan respirasi. n. Saraf ini berjalan menembusi kelenjar parotis.parotis.auricularis magnus.occipitofrontalis.muscularis untuk v.cervicalis berjalan di sebelah caudalis mandibula dan melayani platysma myoides.buccalis berjalan ke ventral di sebelah caudalis dari ductus parotideus. 4. dinamakan deviasi septum nasi.a.c. n.orbicularis oculi dan m.b. Septum nasi Merupakan dinding medial dari cavum nasi yang dibentuk oleh vomer di bagian posterior-inferior. Di dalam kelenjar parotis terdapat suatu plexus saraf yang disebut pes anserius yang dibentuk oleh cabang-cabang dari n.2.occipitofrontalis. R. 4. 4. dan melayani m. 4. melayani otot-otot pada labium superius. m. R.posterior m.2.digastricus dan m.1. 1.mandibularis setelah meninggalkan kelenjar parotis di bagian caudalis angulus mandibulae.2.2. 1. Percabangan dari n.crrugator supercilii.auriculo temporalis. R.2. ramus zygomaticus.c. Cabang-cabang terminal yang berupa ramus temporalis.buccinator dan m.1.2. Terbagi dua oleh septum nasi yang terletak pada linea mediana.temporalis jalan ascendens melewati arcus zygomaticus. m. R. di cranialis dari ductus parotideus.4. ramus buccalis. m. C.c.2. di ventralis dari n.facialis meninggalkan cranium melalui foramen stylomastoideum.stylohyoideus 4.2.N.zygomaticus berjalan di caudalis dari zygoma.orbicularis oculi.styloideus dan mencapai permukaan posterior gld. Septum nasi dapat terdorong ke salah satu sisi.2.3. R. cabang ini berjalan ke ventral melewati ramus mandibulae untuk melayani otot-otot pada labium inferius. 4. lamina perpendicularis ossis ethmoidalis di bagian postero-superior dan cartilago septalis yang berada di bagian anterior di antara kedua tulang yang tersebut tadi. Dekat pada terpi anterior kelenjar parotis saraf ini mempercabangkan cabang-cabang terminalnya. TRACTUS RESPIRATORIUS BAGIAN CRANIALIS 1.auriculotemporalis. R.facialis adalah : 4. berjalan dilateral proc.c.2. ramus mandibularis dan ramus cervicalis.

Sinus paranasalis lainnya brmuara ke dalam meatus nasi medius. Di sebelah caudal dari bulla terdapat suatu celah yang berbentuk semi-circular dan dinamakan hiatus semilunaris. hal mana memberi keuntungan dalam . Daerah peralihan yang berada diantara vestibulum nasi dan meatus nasi medius disebut atrium meatus medii. di sebelah caudal concha nasalis media terdapat meatus nasi medius dan meatus nasi inferior berada di sebelah caudalis concha nasalis inferior. yang berwarna kekuningkuningan. yaitu merupakan bagian sentral dari atap cavum nasi. Saluran utama dari cellulae ethmoidalis anterior bermuara di sebelah dorsalnya dan sinus maxillaris bermuara pada bagian posterior hiatus semilunaris. Concha nasalis superior et media adalah bagian dari os ethmoidale sedangkan concha nasalis inferior adalah suatu tulang tersendiri. Seluruh permukaan dinding lateral dilapisi oleh jaringan erectil (kaya akan pembuluh darah). Di sebelah caudal concha nasalis superior terdapat meatus nasi superior. Serabut-serabut dari n. pada daerah meatus nasi medius terdapat bulla ethmoidalis. Di sebelah cranialis dari concha nasalis superior terdapat recessus sphenoethmoidalis ke dalam mana bermuara sinus sphenoidalis. Cellulae ethmoidalis posteriores bermuara ke dalam meatu nasi superior. dan di sebelah cranialisnya dinding lateral cavum nasi berhubungan dengan dinding medial cavum orbita yang dibentuk oleh labyrinthus ethmoidalis dan sebagian dari os lacrimale. Cellulae ethmoidalis medialis bermuara ke dalam meatus nasi medius melalui lobang yang berada di cranialis dari bulla. facies medialis ossis maxillae dan lamina perpendicularis ossis palatini yang berada di bagian dorso-caudal. Bilamana concha nasalis diangkat maka akan tampak struktur-struktur lainnya pada dinding lateral. Concha nasalis inferior terletak lebih ke dorsal bila dibandingkan dengan kedua concha nasales lainnya. (Fractura pada fossa cranii anterior dapat menyebabkan liquar cerebrospinalis mengalir masuk ke dalam cavum nasi. Dibentuk oleh processus frontalis ossis maxillae dan os nasale di bagian paling anterior.Permukaan tidak rata dan dibentuk oleh bagian inferior dari lamina cribriformis. Sepertiga bagian cranialis membrana mucosa pada dinding medial dan dinding lateral diperlengkapi oleh membrana mucosa olfactoria. Pada dinding ini terdapat 3 buah penonjolan yang disebut conchae nasales. keadaan ini disebut rhinerrhoea cerebrospinalis).olfactorius berjalan naik menembusi lamina cribrosa/cribriformis masuk ke dalam fossa cranii anteior. yang pada keadaan influenza dapat mengembang/membesar dan menyebabkan hidung terasa tersumbat. Sebagian cellulae ethmoidalis anterior dan sinus frontalis bermuara ke dalam bagian anterior dari hiatus semilunaris dengan perantaraan ductus frontonasalis. dan ductus nasolacrimalis bermuara pada meatus nasi inferior. Hiatus maxillae terletak pada dinding ini. jalur ini dapat diikuti oleh infeksi sehingga dapat mengakibatkan meningitis atau absces lobus frontalis. dan dari sini melanjutkan dari ke arah caudo-anterior sampai pada vestibulum nasi dan ke arah caudo-posterior sampai pada naso-pharynx.

maxillaris b. Vestibulum nasi adalah lanjutan ke cranialis dari pada nostril.3.menggunakan tampon untuk mengatasi suatu epistaxis. 1.3. ramus ascendens dari a.1 Septum Nasi Mendapat suplai darah dari : a. Pembuluh darah vena berjalan mengikuti arterinya.maxillaris) . sepertiga bagian cranialis) dan mucosa di bagian lainnya. yang dinamakan vibrissae. dan terletak di bagian anterior septum nasi. c. 1. Atap dari cavum nasi dibentuk oleh lamina cribrosa ossis ethmoidalis di bagian anterior dan oleh prmukaan antero-inferior dari corpus ossis sphenoidalis. ramus ethmoidalis anterior dan ramus ethmoidalis posterior yang dipercabangkan oleh a. di dalam vestibulum nasi dekat pada atrium dan didekat meatus medius. kuadran antero-superior yang mendapat suplai darah dari ramus ethmoidalis anterior ( merupakan cabang dari arteri ophthalmica) b. kuadran ini mendapat juga aliran darah dari r. Pembuluh-pembuluh vena membentuk jaringan cavernosa.facialis. Vibrissae ini bertumbuh ke arah lumen dan berfungsi sebagai saringan udara.1.labialis superior (cabang dari a. concha nasalis inerior dapat juga dipakai sebagai patokan ke arah dorsalis untuk menemukan ostium pharyngeum tubae auditivae. berfungsi untuk membasahi udara respirasi (moistening) dan meningkatkan temperatur udara inspirasi (sesuai dengan suhu badan). yang kaya akan pembuluh darah.maxillaris) c. terutama pada concha nasalis inferior dan concha nasalis media. Mucosa pada dinding cavum nasi berfungsi sebagai tempat indera penciuman (n.3.facialis) dan r.infraorbitalis. yang bentuknya dapat berubah-ubah sesuai dengan kontraksi otot-otot nasalis. Vascularisasi 1.ophthalmica. yaitu : a. kuadran postero-superior mendapat suplai darah dari ramus nasalis posterior lateralis (cabang dari a.palatinus major (cabang dari a. yang berfungsi untuk menghangatkan serta membuat udara inspirasi menjadi lembab. Dinding lateral cavum nasi Dinding lateral ini dapat dibagi menjadi 4 kuadran. d. ramus labialis superior yang dipercabangkan oleh a.palatina major Ke empat arteri tersebut di atas membentuk anastomosis (plexus Kiesselbach). Lantai dari cavum nasi dibentuk oleh palatum durum. Concha nasalis media dapat dipakai sebagai patokan ke arah posterior untuk menemukan foramen sphenopalatinum. ramus sphenopalatinus yang dipercabangkan oleh a. kuadran antero-inferior mendapat suplai darah dari a. Dindingnya dilapisi kulit dengan rambut-rambut yang keras dan tegak.olfactorius. Pada tempat ini sering terjadi epistaxis (= perdarahan hidung) dan tempat ini disebut area dari Little).

Sinus frontalis Berada di dalam os frontale. dan dari n.n. Sinus paranalis 2.4.ethmoidalis anterior. dan sering meluas sampai ke dalam processus zygomaticus. dibagi menjadi cellulae 2. Septum nasi mendapat persarafan dari cabang n. Infeksi dari sinus frontalis dapat menyebar dan dapat mengakibatkan cellulitis orbitalis atau absces lobus frontalis. 2. Dinding anterolateral dari piramid dibentuk oleh sebagian dari tulang wajah.infraorbitalis. dipisahkan satu sama lain oleh septum yang terletak pada linea mediana. sedangkan yang berasal dari bagian posterior mengalir menuju ke l.dentalis superior anterior. Kadang-kadang meluas sampai ke dalam atap cavum orbitae. mempunyai bentuk seperti piramid. Dinding lateral dibagi menjadi 4 kuadran.retropharyngealis dan l. di sebelah cranialis dari arcus superciliaris dan dipisahkan oleh septum medianus.maxillaris).d. Kuadran antero-inferior dipersarafi oleh n.sphenopalatinus yang dipercabangkan oleh ganglion pterygopalatinum di bagian postero-inferior. dimana kuadran antero-superior dilayani oleh n. Dinding posterior ada.cervicalis profundus superior. Mempunyai hubungan dengan chiasma opticum di sebelah anterior.palatina major dan a. kuadran postero-inferior yang dilayani oleh cabang-cabang dari a. Sinus ethmoidalis (= cellulae ethmoidalis) Terdiri atas rongga-rongga kecil dan ethmoidalis anterior.n.1. 2. Yang penting disini adalah hubungan antara sinus frontalis dengan lobus frontalis bersama-sama dengan meninx yang meliputinya yang terletak di dalam fossa cranii anterior.4. kuadran posterosuperior mendapat persarafan dari r.spheno0palatina (cabang dari a. Serabut saraf (= innervasi) Permukaan luar hidung dipersarafi oleh nasociliaris dan n. dengan hypophyse di sebelah posterior dan di sebelah lateral dengan sinus cavernosus (beserta isinya). 2.ethmoidalis anterior di bagian antero-superior.ah permukaan .3. medialis et posterior. Aliran darah venous dari bagian anterior dibawa menuju ke vena facialis dan dari bagian posterior dibawa menuju ke plexus venosus pterygoideus dan plexus venosus pharyngeus. 1. dan kuadran postero-inferior dilayani oleh r. Aliran lymphe dari bagian anterior mengalir menuju ke l.palatinus major. Basis dari piramid dibentuk oleh sebagian dari dinding lateral cavum nasi.submandibularis.nasalis posterior inferior yang dipercabangkan oleh n. Sinus maxillaris (= antrum of Highmore) Merupakan sinus yang terbesar dan setiap sinus berada di dalam maxilla. Sinus sphenoidalis Berada di dalam corpus ossis sphenoidalis.n.2. sesuai darah vascularisasinya.nasalis posterior lateralis yang dipercabangkan oleh ganglion sphenopalatinum.

deglutitio dan phonasi. di kiri kanan linea mediana terdapat otot-otot infrahyoideus. 2. sinus frontalis dipersarafi oleh n. Innervasi Sinus paranalis dilayani oleh n.1. 3. dan sinus maxillaris dipersarafi oleh nervus alveolaris superior. Pada usia dewasa sudut ini bentuknya lebih besar pada wanita dari pada pria (“tanda sex secundair”). Terletak di sebelah ventral pharynx.infratemporalis. Berada di sebelah caudalis dari os hyoideum dan lingua dan berhubungan langsung dengan trachea. L A R Y N X Adalah organ yang dilewati oleh udara respirasi dan mengalami modifikasi untuk dapat menghasilkan suara. Selain itu sinus ini letaknya paling rendah bilamana dibandingkan dengan sinus lainnya.5. 3. sehingga bahanbahan infeksi dari sinus-sinus yang lain mudah masuk ke dalam sinus masillaris. Dinding medialnya dibentuk oleh dinding lateral cavum nasi dimana padanya terdapat muara sinus maxillaris ke dalam cavum nasi (hiatus semilunaris). otot dan membrana mucosa. cartilago corniculata serta cartilago cuneiforme. yang memisahkannya daripada otot-otot prevertebralis. Cartilago thyreoidea Terdiri dari dua lembaran cartilago yang berbentuk segiempat dan bersatu di bagian anterior membentuk suatu sudut. Cartilago laryngis Dibentuk oleh 3 buah cartilago yang tunggal. cartilago cricoidea dan cartilago epiglottica. yaitu cartilago thyreoidea. ligamentum.ethmoidalis anterior. berhadapan dengan vertebra cervicalis 3 – 6. kecuali di bagian cranialis dimana terbentuk celah berbentuk huruf “V” yang dinamakan incisura thyreoidea. cellulae ethmoidalis anterior diprsarafi oleh n. Pada pria dewasa tepi incisura thyreoidea sangat . 3. Atapnya adalah dasar dari cavum orbitae sedangkan lantainya adalah facies alveolaris maxillae dengan akar gigi molar I dan molar II.supra-orbitalis. Dibentuk oleh cartilago. Peranan : Udara inspirasi dapat melewati sinus paranalis yang membuat udara tersebut menjadi basah dan panas. Oleh karena itu sinus maxillaris sering mengalami infeksi dan dapat bersifat chronis.maxillaris. Karena letak dari muara ini dekat pada atap sinus maka drainagenya menjadi sulit pada posisi berdiri. Di sebelah ventral ditutupi oleh kulit dan fascia. dan 3 pasang cartilago yang terdiri atas cartilago arytenoidea. Posisi larynx dipengaruhi oleh gerakan kepala.opthalmicus dan n.ethmoidalis posterior. Di sebelah posterior terdapat pharynx. cellulae ethmoidalis posterior dan sinus sphenoidalis mendapat innervasi dari n.1. Terbentuknya sinus paranalis adalah karena pertumbuhan yang tidak seimbang antara tulang-tulang wajah dan cranium pada usia anak dan dewasa. Selain itu menyebabkan tulang cranium menjadi ringan dan menambah resonansi suara.1.

3. Ujung caudal bentuknya lancip dan dihubungkan oleh ligamentum thyroepiglotticum pada angulus antara lamina cartilaginis thyreoideae di sebelah caudal incisura thyreoidea. Apex dari cartilago arytaenoidea menghadap ke arah craniodorso-medial. disini terletak cartilago corniculata. Tepi inferior terletak hampir horizontal dan dekat pada titik tengahnya membentuk tuberculum thyreoideum inferius. Cartilago epiglottica Berbentuk tipis seperti daun. Facies antero-lateral tidak rata dan merupakan tempat melekat dari m.arytaenoideus transversus. bagian dorsal lebar berbentuk segiempat. . Basisnya membentuk persendian dengan tepi superior lamina cartilaginis cricoideae.menonjol membentuk prominentia laryngealis atau lebih dikenal sebagai “ Adam’s apple ”. dari tuberculum superius terdapat linea obliqua yang menuju ke tuberculum inferius. Angulus postero-lateralis dari basis menonjol membentuk processus muscularis. 3.4.1. dan bagian anterior yang disebut arcus dengan tepi caudalnya letak horizontal dan tepi cranialnya yang terletak oblique. Angulus anterior dari basis menonjol ke arah ventral membentuk processus vocalis. tempat melekatnya m.constrictor pharyngis inferior.thyreoiarytaenoideus. diliputi membrana mucosa. Permukaan lateral dari lamina thyreoidea agak datar dan disebelah caudalis dari cornu superius membentuk tuberculum superius. Terletak setinggi vertebra cervicalis ke. dilapisi oleh membrana mucosa. Cornu superius panjang dan lancip. Pada linea obliqua melekat m. 3.sternothyreoideus. Permukaan medial lamina thyreoidea licin dan agak konkaf. cornu inferius pendek dan besar. Lumennya berbentuk bulat. Facies posterior berbentuk konkaf. Dihubungkan dengan cincin trachea I oleh ligamentum crico-trachealis. Tepi superior lamina thyreoidea sebagian besar berbentuk konveks dan di bagian anterior turun membentuk incisura thyreoidea. menonjol dan berada di sebelah dorsal dari lingua dan corpus ossis hyoidei. Facies medialisnya sempit. sedangkan lamina cartilaginis cricoidea berada diantara kedua ujung pars posterior lamina cartilaginis thyreoidea. m.1. arahnya vertikal dan mendatar. 3. Lembaran cartilago ini tetap terbuka lebar di bagian dorsal dengan tepinya yang membulat dan tebal. membentuk penonjolan ke arah cranialis yang disebut cornu superius dan membentuk cornu inferius yang menonjol ke arah caudalis.thyreohyoideus dan m.2.6. Cartilago arytaenoidea Berbentuk piramid yang terletak pada tepi superior lamina cartilaginis cricoideae. Arcus cartilaginis cricoidea terletak di sbelah caudal dari pars anterior cartilaginis thyreoidea. otot-otot vocalis dan ligamentum ventriculare. Cartilago cricoidea Berbentuk cincin dan terdiri atas dua bagian. disebut lamina cartilaginis cricoidea.1.

Ligamentum thyro-epiglotticum yang kuat. diliputi oleh membrana mucosa. 3. kecil dan berada pada ujung posterior plica ary-epiglottica. Plica glosso-epiglottica mediana et lateralis. elastis dan tebal. Plica ini mengandung m. Cartilago corniculata dan cartilago cuneiforme Cartilago corniculata mempunyai bentuk seperti konus. Di kiri-kanan plica glosso-epiglottica mediana terdapat cekungan yang disebut vallecula epiglottica.2.1. . Pada permukaan posterior ini terdapat tuberculum epiglotticum (kelihatan pada pemeriksaan laryngoscopi). melekat pada tepi cranialis os hyoideum. dan di ujung caudalisnya terdapat cartilago cuneiforme dan cartilago corniculate. yaitu di sebelah ventral dari cartilago corniculata.Ujung cranial bentuknya besar. Membrana thyrohyoidea Merupakan lembaran yang besar yang dibagian caudal melekat pada tepi superior lamina cartilaginis thyreoideae. ini adalah suatu membrana mucosa yang menghubungkan radix lingua dengan permukaan anterior epiglottis. Epiglottis mendapatkan fiksasi dari : a. 3. Permukaan anterior bagian cranialis bebas dan menghadap ke arah lingua.ary-epiglotticus. b.1. yaitu pada apex cartilago arytaenoidea.5. bebas dan menonjol ke cranio-dorsal.1. Persendian 3.2. berjalan ke cranial dan berada di sebelah profunda os hyoideum. Kedua tulang rawan ini membentuk tuberculum corniculatum ( santorini) dan tuberculum cuneiforme (wrisbergi). yang berada pada linea mediana menonjol membentuk plica glosso-epiglottica mediana dan pada pada kedua sisi lateralnya membentuk plica glosso-epiglottica lateralis yang meluas ke dinding pharynx. Di antara tuberculum coniculatum kiri kanan pada linea mediana terbentuk incisura inter arytaenoidea.1. Di antara pars caudalis epiglottis dan ligamentum thyro-hyoideum mediale terbentuk suatu celah berbentuk segitiga yang berisi jaringan lemak (yang lunak) dan di sebelah cranialis ditutupi oleh ligamentum hyo-epiglotticum Plica ary-epiglottica adalah membrana mucosa yang meluas dari tepi lateral epiglottis menuju ke caudo-dorsal dan melekat pada cartilago arytaenoidea. Dengan demikian maka cartilago thyreoidea kalau tertarik ke cranialis akan berada di sebelah dorsalis os hyoideum. Ligamentum hyo-epiglotticum yang bentuknya pendek dan lebar. Terletak menghadap ke dorso-medial adalah cartilago cuneiforme yang berada pada plica ary-epiglottica. Ligamentum extrinsic yang dimaksud adalah : 3. melekat di satu pihak pada fascia anterior epiglottis dan dipihak lain melekat pada tepi anterior os hyoideum c.2. Syndesmosis Di antara cartilago laryngis dengan os hyoideum dan trachea terdapat ligamentum extrinsic: di antara cartilago laryngis terdapat ligamentum intrinsic. Seluruh permukaan posterior diliputi oleh membrana mucosa dan sebagian besar permukaan anterior diliputi oleh membrana mucosa dan membentuk sebagian besar permukaan anterior vestibulum laryngis.

Plica vocalis terletak menghadap ke arah cranio-medial. Articulatio cricocoarytaenoidea Dibentuk oleh facies articularis cartilaginis arytaenoideae (berada pada basis) dan facies articularis arytaenoideae cartilaginis cricoideae.2.2. 3.2.1. dimana cartilago arytaenoidea berputar ke medial maka processus vocalis bergerak mendekati linea . berwarna pucat. Tepi superior conus elasticus bebas dan berada di sebelah ventral melekat pada ligamentum cricothyreoideum dan dibagian dorsal melekat pada processus vocalis cartilaginis arytaenoideae membentuk plica vocalis. diliputi oleh jaringan epitheel. Gerakan rotasi terjadi terhadap axis transversal. Yang termasuk ligamentum intrinsic adalah : 3. Gerakan rotasi terjadi terhadap axis vertikal. Celah yang berada di antara plica ventricularis disebut rima vestibuli. Articulus cricothyreoideus Dibentuk oleh cornu inferius cartilaginis thyreoidea dan facies articularis thyreoidea cartilaginis cricoideae. yang terletak dalam bidang vertikal. yaitu rima glottidis pars intermembranacea. sering di dalam ligamentum ini terdapat cartilago triticea. Articulus (synovial joint) 3. bagian ini melekat pada lamina cartilaginis thyreoidea disebelah anterior dan di sebelah dorsal melekat pada cartilago arytaenoidea. 3.1. ligamentum ini tebal dan kuat.Di bagian medial terbentuk suatu penebalan yang disebut ligamentum thyreohyoideum medium. yaitu di antara processus vocalis dan cartilago corniculatum. Membrana quadrangularis Suatu membrana fibro-elastika yang berada di antara cartilago arytaenoidea dan tepi lateral epiglottis. yaitu bilamana cartilago cricoidea yang difiksasi maka yang berputar adalah cartilago thyreoidea dan sebaliknya.2. Antara pilca vocalis kiri dan kanan terbentuk suatu celah yang dinamakan rima glottidis. Kedua plica ary-epoglottica bersama dengan pars cranialis epiglottis yang menonjol bebas ke cranial membentuk aditus laryngis. 3. Antara cartilago arytaenoidea kiri dan kanan terbentuk rima glottidis pars intercartilaginaea. yaitu suatu jaringan fibroelastika yang di sebelah caudal melekat pada tepi atas arcus cartilaginis cricoideae.2.1. dan tampak jelas pada pemeriksaan laryngoscopy.2. bentuknya lebih panjang daripada plica ventriculus (= plica vestibularis). 3. Tepi posterior dari membrana thyreoidea bebas dan menebal membentuk ligamentum hyothyreoideum laterale.2. di sebelah cranial pada linea mediana melekat pada pertemuan kedua lamina cartilaginis thyreoideae (di caudalis incisura thyreoidea) membentuk ligamentum cricothyreoideum (medium).2. Tepi cranial dari membrana quadrangularis membentuk plica ary-epiglottica.2. Ligamentum cricotracheale Menghubungkan tepi inferior cartilago cricoidea dengan cartilago thoracalis I.2.4.3.2. Conus elasticus Dahulu disebut membrana cricovocalis.1. Tepi caudal dari membrana ini bebas dan disebut ligamentum ventriculare yang membentuk plica ventricularis (= false vocal cord).

m. Yang termasuk otot-otot extrinsic adalah m.palatopharyngeus adalah mengangkat dan memendekkan dinding pharynx sehingga akan menarik larynx ke ventral. m.2.thyreoarytaenoideus. Otot Intrinsic Berada di sebelah lateral dan dorsal cartilago laryngis.1. yaitu : 3.3. Otot ini berada pada conus elasticus.2. 3. 3.3. Di sebelah lateral terdiri dari 5 buah otot.thyreohyoideus mengangkat larynx ke cranial bilamana os hyoideum difiksasi atau menarik os hyoideum turun apabila larynx yang difiksasi.3. M.geniohyoideus dan m.2.3.3. M.thyreoarytaenoideus Merupakan lanjutan ke cranialis dari m. Origonya berada pada sudut yang . Gerakan-gerakan ini mengatur lebarnya rima glottidis. M. serabut-serabut otot ini berjalan di sebelah profunda tepi inferior cartilago thyreoidea dan mengadakan insersi pada processus muscularis cartilaginis arytaenoideae. M. Sebaliknya fungsi utama m. yang memungkinkan bolus makanan masuk langsung ke dalam oesophangus selama proses deglutitio berlangsung. Karena os hyoideum dihubungkan dengan larynx oleh membrana hyothyreoidea.cricoarytaenoideus lateralis. m.2.sternohyoideus dan m.stylohyoideus berfungsi mengangkat os hyoideus dan secara tidak langsung akan mengangkat larynx dan sebaliknya m.3. Berada di sebelah caudal dan lateral ligamentum vocale. m.sternothyreoideus. Otot Extrinsic Otot-otot ini di salah satu pihak melekat pada larynx dan berfungsi menggerakkan larynx.2. M.sternothyreoideus menarik larynx ke caudal.3. 3. mengadakan insersi pada permukaan antero-lateral cartilago arytaenoidea.mylohyoideus.vocalis Dibentuk oleh serabut-serabut otot yang paling madial dari m.hyothyreoideus dan oleh epiglottis maka otototot yang menggerakkan os hyoideum akan menggerakkan juga larynx. bilamana cartilago arytaenoidea berputar ke lateral maka processus vpcalis bergerak menjauhi linea mediana (abduksi) dan processus muscularis akan bergerak ke dorsal. pada potongan melintang berbentuk segitiga.stylopharyngeus mempunyai fungsi utama mengangkat dinding lateral pharynx yang berarti mengangkat pula larynx keatas.constrictor pharyngis inferior. 3.mediana sementara itu processus muscularis bergerak ke ventral . Otot-otot larynx Terdiri atas otot extrinsic dan intrinsic 3.cricoarytaenoideus lateralis Mempunyai origo pada tepi superior arcus cartilaginis cricoideae.omohyoideus secara tidak langsung akan menarik larynx turun. M.stylopharyngeus dan m.thyrehyoideus.1. Posisi cartilago thyreoidea dan cartilago cricoidea serta ketegangan dari ligamentum vocale dipengaruhi oleh kontraksi otot dan keadaan dari membrana hythyreoidea serta canus elasticus. m. Mempunyai origo pada permukaan dalam lamina cartilaginis thyreoidea dan permukaan superficial conus elasticus.

2.constrictor pharyngis inferior (n.cricothyreoideus akan menembusi m. 3. ventriculus laryngis dan cavum laryngis (= cavum infraglotticum).arytaenoideus transversus. Otot ini adalah satu-satunya yang tidak berpasangan. plica aryepiglottica di sebelah . M.arytaenoideus obliquus. Aditus laryngis dibentuk oleh epiglottis di sebelah ventral.7. Serabut-serabut yang lainnya berjalan oblique (= m.arytaenoideus obliquus terletak di sebelah superficial dari m. M.laryngeus externus di dalam perjalanannya menuju ke m.cricothyreoideus Berbentuk kipas. yang mengadakan perlekatan dari facies posterior processus muscularis cartilaginis arytaenoideae yang satu menuju ke pihak lainnya.3.constrictor pharyngis inferior dan mempersarafi juga otot ini). m.3. Ketujuh buah otot tersebut di atas terletak di bagian dalam lamina cartilaginis thyreoideae.crico arytaenoideus posterior Ber origo pada facies posterior lamina cartilaginis cricoideae.cricothyreoideus.thyreoarytaenoideus.arytaenoideus Terdiri atas serabut-serabut yang berjalan transversal (= m. mengadakan insersi pada apex processus muscularis cartilaginis arytaenoideae. di satu pihak melekat pada lamina cartilaginis thyreoideae dan pihak lain melekat pada cartilago epiglottica. 3. 3. 3.dibentuk oleh lamina cartilaginis thyreoideae kiri kanan dan mengadakan insersi pada processus vocalis cartilaginis artaenoideae.8.2. serabutserabut bagian superior arahnya horizontal dan serabut-serabut bagian inferior arahnya vertikal. 3. dan sebagian lagi melanjutkan diri menjadi m. Susunan otot di bagian terdiri atas : 3. Vestibulum laryngis berada di bagian cranialis yang dibatasi di sebelah superior oleh aditus laryngis dan di sebelah inferior dibatasi oleh rima vestibuli. M.2.3.arytaenoideus transversus).thyreopigotticus Terletak pada membrana quadrangularis di sebelah cranialis m.aryepiglotticus.2.arytaenoideus obliquus) dari satu facies posterior processus cartilaginis arytaenoideae menuju ke pihak yang lain dengan saling bersilangan. Rongga di dalam larynx Rongga di dalam larynx dibagi dalam vestibulum laryngis.aryepiglotticus Berada pada tepi superior (tepi bebas) membrana quadrangularis.3. M. Satu-satunya otot yang terletak di bagian luar dari cartilago laryngis adalah m. serabut-serabut otot ini berjalan ke dorsal membentuk pars recta dan pars obliqua. Pars recta mengadakan insersi pada tepi caudal lamina cartilaginis thyreoideae dan pars obliqua berjalan ke dorso-lateral untuk mengadakan insersi pada permukaan anterior cornu inferius cartilaginis thyreoideae.5. M. dan merupakan lanjutan dari m.4. Otot ini adalah bagian dari m.6.3. mengadakan origo pada facies lateralis arcus cartilaginis cricoideae.4.2.

Di sebelah lateral plica aryepiglottica terdapat recessus piriformis yang dibatasi di sebelah medial oleh membrana quadrangularis.5. dan serabut-serabut vertikal menarik cartilago arytaenoidea turun ke bawah pada articulus crocoarytaeniodeus. m.thyreoartaenoideus.2. 3.5. Rongga yang ketiga berada di sebelah caudal dari plica vocalis. yang memutar cartilago arytaenoideus ke arah medial. mengadakan perluasan ke arah cranialis di bagian anterior dan membentuk appendix ventriculi laryngis (= saccule of the larynx).cricoarytaenoideus lateralis. sedangkan fungsi yang ketiga adalah voluntary (di bawah pengaruh kemauan) dan diatur oleh cortex cerebri. yang dibatasi oleh rima vestibuli dan rima glottidis. 3.arytaenoideus menarik cartilago arytaenoideus saling mendekati satu sama lain. pada saat bersamaan rima glottidis akan menutup. Serabut-serabut horizontal dari otot ini bekerja terhadap axis vertikalis yang akan memutar cartilago arytaenoidea ke arah lateral. Plica ventricularis terletak menghadap ke arah caudo-medial sehingga tidak dapat menahan benda-benda asing yang masuk ke dalam larynx.thyreoepiglotticus. rima glottidis dan pada inspiratio yang kuat juga dapat dilihat tunica mucosa trachea. Kedua fungsi yang pertama tersebut berlangsung secara ototmatis dan berada di bawah pengaruh medulla oblongata.aryepiglotticus dan m. di dalamnya berisi kelenjar mucosa yang membasahi plica vocalis.1. Peranan otot intrinsic laryngis Ada 3 fungsinya.5. dan dengan posisi ini maka benda-benda asing yang masuk akan tertahan pada rima glottidis. disebut cavum laryngis (= cavum infraglotticum). plica ventricularis.ica vocalis dilakukan oleh m. 3.5. Pada pemeriksaan secara laryngoscopi dapat dilihat aditus laryngis. Ketegangan plica vocalis . sebaliknya letak dari plica vocalis adalah menghadap ke arah cranio-medial. yang menarik cartilago arytaenoideus ke arah ventral . Rongga yang berada di bagian tengah disebut ventriculus laryngis. 3.3. Gerakan menutup rima glottidis (2) gerakan adduksi p. Gerakan membuka rima glottidis (1) gerakan abduksi plica vocalis dikerjakan oleh m.cricoarytaenoideus posterior (satu-satunya abduktor). dan m. Gerakan menutup vestibulum laryngis (pada waktu menelan) dilakukan oleh m. plica vocalis. Menutup rima glottidis dan vestibulum laryngis yang akan mencegah makanan masuk ke dalam larynx pada waktu menelan dan Mengatur ketegangan (tension) dari plica vocalis pada waktu berbicara. disebut juga sinus laryngis.lateral dan oleh incisura inter-arytaenoidea di sebelah dorsal. yaitu : Membuka rima glottidis sehingga dapat dilalui oleh udara respirasi. malahan bifurcatio trancheae. Ventriculus laryngis (Morgagnii). dan recessus ini merupakan bagian dari “ the lateral foos channel “.

Dengan mengeluarkan udara secara tiba-tiba dari pulmo dapat menggetarkan (vibrasi) plica vocalis yang menghasilkan suara. 3. Tepi plica ventricularis menghadap ke arah caudo-medial dan berfungsi sebagai katup untuk mencegah udara yang keluar dari pulmo sehingga dapat meningkatkan tekanan intra thoracal yang dibutuhkan pada waktu batuk.palatopharyngeus menarik larynx ke ventral.vocalis dan (4) m. lingua. Pada aditus laryngis kegiatan sphincter ini dilaksanakan oleh m.thyreoarytaenoideus yang menarik cartilago arytaenoideus ke ventral caudal. seperti huruf “ m “ dan “ n “. M. Plica ventricularis dapat juga menutup bilamana tekanan intra abdominal meningkat pada waktu defeksi. Pada vertebrata tingkat tinggi (manusia) kegiatan sphincter ini mengalami evolusi dan berkembang pada 3 tempat.cricoarytaenoideus posterior. plica ventricularis dan plica vocalis.6.vocalis sangat berperan dalam menghasilkan suara.cricoarytaenoideus lateralis turut membantu dengan menggerakkan processus vocalis ke medial dorsal.thyreoarytaenoideus mengendorkan plica vocalis.cricothyreoideus adalah tensor bagi plica vocalis. Aktivitasi reflex. Phonasi. 4.aryepiglotticus yang selain menutup aditus laryngis juga membantu epiglottis untuk berada di atas aditus laryngis sebagai suatu penutup.(3) adduksi plica vocalis dilakukan oleh m. Kedua gerakan tersebut membuat penutupan aditus laryngis menjadi lebih sempurna (lebih efektif). TRACHEA PARS CERVICALIS . palatum dan otot-otot facial. sehingga dengan demikian plica vocalis (ligamentum vocale) menjadi tegang. Kualitas suara ditentukan terutama oleh cavum oris. Fungsi larynx Larynx berperan dalam : 1. Volume suara ditentukan oleh jumlah udara yang menggetarkan plica vocalis. Kegiatan sphincter. M. Cavum nasi dan sinus pars nasalis memegang peranan penting dalam menghasilkan konsonan nasalis. Pada saat yang sama m. Otot-otot yang mengendorkan plica vocalis (dan ligamentum vocale) adalah m. Pada kegiatan ini otot-otot suprahyoideus mengangkat larynx sedangkan m. Yang paling utama adalah kegiatan sphincter dimana sebagian besar otototot larynx merupakan adduktor dan satu-satunya abduktor hanyalah m. M. Hal ini disebabkan karena hampir seluruh otot intrinsic laryngis turut ambil bagian dalam aktivitas plica vocalis. Plica vocalis selain berperan dalam menghasilkan suara juga berperan dalam kegiatan sphincter. 2. yaitu aditus laryngis. Pada vertebrata tingkat rendah fungsi adduktor pada larynx adalah untuk mencegah benda-benda asing masuk ke dalam pulmo melalui aditus laryngis. 3 respirasi dan 4. Dengan diangkatnya aditus laryngis sampai melewati oropharynx maka bolus makanan akan melalui the lateral food channels (“ jalur lateral makanan”). sedangkan m. miksi dan partus.cricoarytaenoideus posterior menahan cartilago arytaenoideus pada cartilago crocoideus (articulus cricoarytaenoideus). respirasi dan reflex. sneezing atau menyanyi.cricothyreoideus yang memutar cartilago thyreoidea ke arah caudo-ventral menjauhi cartilago arytaenoidea.

Kedua cabang ini merupakan saraf gabungan (sensibel dan motoris). ditutupi oleh otot-otot infrahyoideus.Mulai dari cartilago cricoidea (setinggi vertebra cervicalis 6) sampai setinggi tepi cranialis manubrium sterni. 5.layngea superior et inferior. 6. Di sebelah dorsal terhadap oesophagus.cricothyreoideus dan komponen sensibel dinding larynx di sebelah cranialis plica vocalis.laryngeus externus melayani m.laryngeus internus berjalan menembusi membrana hyothyreoidea.laryngeus superior membentuk n. Nervus ini mempercabangkan ramus anterior dan ramus posterior. Di sebelah lateral ditutupi oleh lobus lateralis glandula thyreoidea. N. N. hal ini disebabkan karena cincin tulang rawan trachea yang tidak menutup dibagian dorsal.laryngeus internus menembusi membrana thyreoidea (arteri berada di caudal dari nervus). Kedua ruangan . Tractus Digestivus bagian cranialis 1.recurrens laryngeus mengandung komponen motoris untuk semua otot-oto intrinsic dan komponen sensibel untuk dinding larynx di sebelah caudal dari plica vocalis. Permukaan dorsal datar dan pada penampang melintang berbentuk seperti ladam kuda.laryngea inferior yang dipercabangkan oleh a. dikelilingi oleh jaringan ikat areolar sehingga bebas bergerak.laryngeus superior mengandung komponen motoris untuk m. D. A.thyreoidea superior dan berjalan bersamasama dengan n. menembusi dinding anterior fossa piriformis dan mencapai otot-otot lateral serta membawa komponen sensibel untuk dinding larynx di cranialis dari glottis dan pada aditus laryngis.laryngeus superior dan n.constrictor pharyngeus inferior dan berada pada bagian dorsal articulus cricothyreoideus. panjang kurang lebih 7 cm. VASCULARISASI Mendapat suplai darah dari a. dan lebih ke lateral lagi terdapat carotid sheath.vagus dengan melalui n.laryngeus externus. N. Berada pada linea mediana dan dapat diraba . N.recurrens laryngeus memasuki pharynx dengan melewati bagian profunda tepi inferior m. INNERVASI Bersumber pada N. A.thyreoidea inferior berjalan bersama-sama dengan nervus recurrens.laryngea superior merupakan cabang dari a.recurrens laryngeus. Vena laryngea superior et inferior membawa darah venous menuju ke vena thyreoidea superrior et inferior. Cavum oris Rongga ini dibagi oleh gigi-geligi bersama dengan processus alveolaris dan gingiva menjadi vestibulum oris dan cavum oris proprius. Di bagian anterior dibatasi oleh isthmus glandulae thyreoideae dan lobus pyramidalis kelenjar thyreoidea.laryngeus internus dan n. N. N.cricothyreoideus.

1. mulai dari permukaan inferior lingua menuju ke lantai cavum oris di bagian anterior.facialis (pulsasinya dapat diraba). 1.infra-orbitalis ( V2 ). Innservasi motoris untuk bibir dan pipi diperoleh dari nervus facialis.3. Di antara lapisan otot dan kelenjar terdapat suatu arteri yang berjalan melingkar. 1. penonjolan ini disebut frenulum linguae. LABIUM superius et inferius melekat pada gingva di linea mediana dengan perantaraan suatu lipatab mucosa yang disebut frenulum labii superioris dan frenulum labii inferioris.ini satu sama lain dihubungkan oleh suatu celah yang terdapat diantara gigi moler II dengan ramus mandibulae. Bentuk dari palatum dapat berbeda secara individual.mentalis ( V3 ) dan n. Pada lantai cavum oris terdapat plica sublingualis yang dibentuk oleh glandula sublingualis (kelenjar salivasi).3.2. Cavum Oris Proprius Disebut juga cavum buccalis.buccalis ( V3 ).buccinator kira-kira 3 cm dari angulus oris (pulsasinya dapat diraba). Terdiri atas palatum durum yang berada pada 2/3 bagian anterior dan palatum molle yang berada pada 1/3 bagian dorsal.3. palatum dibentuk juga dinding caudal (lantai) dari cavum nasi.1. Vestibulum Oris Di sebelah luar dibatasi oleh bibir dan pipi. Pipi dibentuk juga oleh 4 lapisan yang sama dengan bibir ditambah lagi oleh jaringan lemak buccalis (buccal pad of fat). Dibatasi di bagian anterior dan lateral oleh processus alveolaris. otot. Labium oris dibentuk oleh lapisan cutaneus. Dibatasi di sebelah cranialis (atap) oleh palatum durum dan bagian anterior dari palatum molle.2. 1. Sedangkan innervasi sensibel untuk mucosa labium superius. yang dibentuk oleh ramus labialis superior et inferior yang dipercabangkan oleh a.palatinus ossis maxillae dan pars horizontal ossis palatinii. Saluran keluar kelenjar parotis bermuara dihadapan gigi Molar II atas. berada pada m. Pada linea mediana terdapat suatu penonjolan membrana mucosa dengan arah caudo-ventral. Di sebelah kiri kanan ujung inferior frenulum linguae terdapat muara dari kelenjar submandibularis (= carancula sublingualis). Dinding caudal (lantai) dibentuk oleh 2/3 bagian anterior lingua dan refleksi membranan mucosa dari permukaan inferrior dan lateral lingua yang menuju ke permukaan dalam gingiva. berada di bagian dalam dari arcus dentalis dan ke arah dorsal melanjutkan diri menjadi oropharynx. n. kelenjar dan mucosa. labium inferius dan daerah pipi dekat pada angulus oris dilayani oleh n. Arteria facialis berjalan menyilang rahang bawah menuju ke rahang atas. kelenjar molaris dan fascia boccopharyngealis. Di sebelah kiri kanan frenulum ini terdapat plica fimbriata.1. 1. Lubang di sebelah ventral disebut apertura oris. Palatum durum Dibentuk oleh proc. Palatum molle . Palatum Selain membentuk dinding cranialis (atap) dari cavum oris.

constrictor pharyngis superior menentukan hubungan (komunikasi) antara nasopharynx dan oropharynx. M.tensor veli palatini Berbentuk kipas dan berasal dari permukaan lateral pars cartilaginis tuba auditoria. Palatum molle mengadakan perlekatan pada basis cranii dengan paerantaraan m. mengadakan origo pada permukaan medial pars cartilaginis tuba auditoria dan berasal dari permukaan inferior apex pars petrosa ossis temporalis. 1. plica ini disebut arcu plato-pharyngeus yang dibentuk oleh m.1. Berjalan ke cranio-dorsal untuk mengadakan perlekatan pada aponeurose palatini. M. Otot ini berjalan ke caudal di sebelah lateral lamina pterygoideus lateralis.levator veli palatini. bernapas dan bersuara. . Otot-otot ini berperan pada waktu menelan. disebut uvula.3. M.palato-glossus . Pada palatum molle terdapat kelenjar mucosa dan jaringan lymphoid. Dari sisi dorso-lateral terdapat dua buah plica yang berjalan turun ke caudal. fossa scaphoidea pada basis lamina pterygoidea medialis dan dari spina sphenoidalis. melanjutkan diri pada otot pada pihak sebelah. sebuah plica lainnya lagi yang terletak di bagian dorsal akan berakhir pada dinding pharynx. Perubahan posisi dari palatum molle beserta dengan kontraksi m.palato-pharyngeus. Ke empat pasang otot palatum lainnya mengadakan perlekatan pada aponeurose palatini ini.salpingopharyngeus berjalan desendens dari ujung pharynx menuju ke tuba ayditiva. Tendo dari bagian kiri dan kanan membentuk aponeurose palatini.levator veli palatini Otot ini berbentuk bundar. uvula ini mempunyai berbagai ukuran.palatoglossus Otot ini mengadakan perlekatan pada sisi lateral dan dorsal linguae. dan berakhir dengan suatu tendo yang berputar ke medial mengelilingi hamulus pterygoideus untuk berinsersi pada tepi posterior palatum durum. Otot-otot palatum molle M. Pada tepi posterior palatum molle terdapat beberapa buah alat pengecap (taste buds). yaitu sebuah di bagian anterior yang berakhir pada sisi lingua.palatopharyngeus Otot ini meluas dari palatum durum dan dari aponeurose palatini menuju ke tepi dorsal cartilago thyreoidea dan dinding pharynx. Bersamasama dengan m. Di bagian posterior palatum molle berakhir bebas dengan suatu penonjolan ke arah caudo-dorsal pada linea mediana.2.tensor veli palatini dan m. di sebut arcus palato-glossus yang dibentuk oleh m. Diantara kedua arcus tersebut dan 1/3 bagian dorsal lingua terdapat Tonsillapalatina. Berjalan ke caudal dan mengadakan insersi pada aponeurose palatini serta melanjutkan diri pada otot pihak sebelah.tensor veli palatini.Terdiri atas aponeurose palatini yang dibentik oleh perluasan tendo dari kedua m. Nasopharynx dapat dipisahkan sama sekali dari orpharynx.

1. yaitu substansia adamantinia (warna kekuning-kuningan). 1. Dentes Bagian-bagian dari gigi adalah : • Radix dentis adalah bagian yang tertanam dalam rahang • Corona dentis adalah bagian yang menonjol dari gingva • Collum dentis yaitu bagian yang berada di antara radix dan corona Pada ujung 9apex) dari radix dentis terdapat foramen apicis dentis.3.2.cervicalis profundus.palatina minor. sedangkan bagian dorsal dari palatum molle akan terangkat ke arah postero-lateral dari dinding pharynx yang dikerjakan oleh m.3.maxillaris berjalan turun melalui foramen palatinum major dan menuju ke palatum durum dekat pada margo alveolaris. bersama-sama dengan otot pada pihak lain berjalan ke dorsal dan mengadakan insersio pada membrana mucosa uvula. misalnya suara “ Ah “. “ K “. Secara bersamaan m. Dalam phonation (bersuara) terjadi perubahan isthmus nasopharyngeus yang dipengaruhi oleh suara yang akan dihasilkan.2. Lapisan-lapisan gigi dari luar ke dalam adalah sebagai beikut. sedangkan otot-otot lainnya diperoleh dari plexus pharyngeus.tonsillaris sebagai cabang dari n. Setelah bolus makanan masuk ke dalam pharynx maka isthmus oro-pharyngeus mengecil sebagai akibat dari kontraksi m. Pembuluh-pembuluh vena berjalan mengikuti arteri bersangkutan.nasopalatinus yang dipercabangkan oleh n.uvulae Berasal dari aponeurose palatini dan dari tepi posterior palatum durum dekat pada linea mediana. Lapisan cement yang membungkus radix dan .palatinus minus dan r. Isthmus nasopharyngeus akan menutup pada waktu mengucapkan beberapa kata tertentu.n.mandibularis.3.palatina major sebagai cabang dari a. Lymphe dari palatum durum dialirkan menuju ke gingva dan dari sini menuju ke nodus submandibularis. berwarna putih). Gerakan dari palatum Turut berperan dalam deglutitio dan dalam berbicara.M.levator veli palatini (otot menarik ke arah cranio-dorsal). Lymphe dari palatum molle mengalir ke posterior menuju ke lymphonodus retropharyngealis atau ke l.tensor veli palatini. Juga terdapat cabang-cabang kecil yang berasal dari a. Selama proses deglutitio berlangsung maka bagian anterior dari palatum molle akan turun yang disebabkan oleh kontraksi dari m.glosso pharyngeus.tensor veli palatini diperoleh dari n. dan pada waktu orang meniup atau vomitus.2. yang melanjtukan menjadi canalis radicis dentis dan makin membesar membentuk cavum dentis.palatinus majus. Serabut secreto motoris untuk kelenjar palatum berasal dari ganglion pterygopalatinum (post ganglionic fibers). Vascularisasi. r.palato pharyngeus berkontraksi membentuk suatu penonjolan pada dinding posterior pharynx yang bersama-sama dengan tepi posterior palatum molle akan menutup nasopharunx.sphenopalatina dan a.palatoglossus.maxillaris selain itu terdapat r. Serabut-serabut saraf motoris untuk m.constrictor pharyngis superior dan m. innervasi dan sistema lymphatica A. Stimulus sensibel dibawa oleh r.4. 1. subtantia eburnae (enamel.

deglutitio. Selanjutnya pergantian gigi seri menjadi permanen terjadi berturut-turut pada gigi incisivus medialis.5. Setiap gigi tertanam di dalam alveolus (pada maxilla dan mandibula). struktur. Formula gigi susu 212 212 212 212 ERUPSI GIGI Dimulai pada usia 6 – 8 bulan sesudah lahir yang diawali oleh gigi incisivus medial bawah. Permukaan yang digunakan untuk menggigit disebut facies masticatoria. . Pars anterior atau 2/3 bagian anterior lingua tampak menonjol dari dasar cavum oris.collum membentuk substantia ossea. sisi yang berlawanan disebut facies lingualis . premolar I.1. dan berangsur-angsur diikuti oleh gigi-gigi yang lain sehingga menjadi lengkap pada usia 2 tahun. innervasi dan permukaannya (= appearance).maxillaris. Gigi peranan mulai tumbuh pada usia 6 tahun dan dimulai oleh gigi molar I (gigi ini disebut sixth year molar). Formulanya adalah demikian 3212 2123 3212 2123 Gigi decidua (gigi seri = gigi susu = gigi temporer) hanya terdiri atas 2 buah gigi incivus.alveolaris superior anterior et posterior yang dipercabangkanoleh n. 2 premolar dan 3 molar.mandibularis. canius dan premolar II. disebut pars oralis atau corpus linguae. 1 caninus. Gigi molar II mengadakan erupsi pada usia 12 tahun dan gigi molar III mengalami erupsi kira-kira pada umur 18 tahun (15 – 21 tahun). berbicara dan pengecapan.5. yabg berada di dalam canalis radicis dentis. dan 8 buah pada setiap sisi dengan perincian sebagai berikut 2 incisivus. 1. sebuah gigi caninus dan 2 buah gigi molar yang terdapat pada setiap sisi. Facies anterior dari gigi depan dan facies lateralis dari gigi-gigi samping disebut facies labialis atau fascia buccalis. Morfologi dan struktur merupakan suatu organ muscular yang berperan dalam mastikasi. yaitu 16 buah pada setiap rahang. Persarafan dari dentes pada rahang atas diperoleh dari n. Pulpa dentis merupakan jaringan ikat yang mengandung serabut-serabut saraf dan pembuluh darah. Pada orang dewasa terdapat 32 buah gigi permanen.alveolaris inferior sebagai cabang dari n. LINGUA 1. sisi medial dari gigi-gigi frontal dan sisi anterior dari gigi-gigi lateral disebut facies proximalis sedangkan sisi yang berlawanan dengan itu disebut facies distalis. incisivus lateralis. Terdiri atas 2/3 bagian anterior dan 1/3 bagian posterior yang berbeda dalam perkembangan. Pars posterior atau 1/3 bagian posterior turut membentuk dinding anterior pharynx. oleh karena itu dinamakan pars pharyngealis atau radix linguae. dan gigi pada rahang bawah dipersarafi oleh n. kadangkadang gigi molar III tidak tumbuh sama sekali. topografi. fungsi.

Pada pars oralislinguae terdapat 4 macam papillae. Serabut-serabut di bagian caudo anterior mengadakan insersi pada corpus ossis hyoidei (seharusnya otot ini dinamakan m. selain itu terdapat huga di sama sini pada palatum molle. Glandula lingualis anterior ( dari N u h n) adalah kelenjar mucosa dengan ukuran di bagian inferior .hyoglossus berorigo pada cornu majus ossis hyoidei dan sebagian pada corpus ossis hyoidei. fungiformis. 1. Taste buds (indera pengecapan) terutama terdapat pada papilla fungiformis. Dengan demikian maka permukaan doral lingua tampak kasar sedangkan permukaan inferior dari lingua adalah halus.chondroglossus.styloglossus dan juga dengan otot-otot intrinsic otot-otot intrinsic linguae. dan di bagian dorsal masih terdapat plica glosso epiglottica mediana yang menghubungkan dorsum linguae dengan epiglottis dan berada di antara vallecula kiri dan kanan.styloglossus.Batas antara kedua bagian tersebut adalah sulcus terminalis. serabut-serabut bagian posterior menarik linguae ke depan (= protrude). yang menuju ke lantai cavum oris yang memisahkan kedua muara ductus submandibularis. .hyoglossus kiri dan kanan akan menyebabkan dorsum linguae berbentuk convex. yaitu sebuah garis berbentuk huruf V yabg terletak pada dorsum linguae dan membuka ke arah anterior. Pada pars pharyngealis linguae tidak terdapat papilla.palatoglossus sebenarnya termasuk juga otot extrinsic linguae .hyoglossus dan m. Fungsi m. Otot-otot extrinsic meliputi m. Jaringan otot Terdiri atas 3 pasang otot extrinsic dan 3 pasang otot intrinsic. M. M. m. Di sebelah superficial dari otot ini terdapat m.hyoglossus adalah menarik lingua ke arah inferior (= depress) dan pada kontraksi m. Sebagian dari otot ini dapat mengadakan perlekatan pada cornu minus ossis hyoidei dan membentuk suatu otot tersendiri yang dinamakan m. menarik kembali). mengadakan insersi pada bagian posterior sisi lingua dan disini serabut-serabutnya mengadakan decussatio dengan serabutserabut dari m. dan membentuk tonsilla lingualis. vallata dan foliata.styloglossus berasal dari apex processus styliodeus dan ligamentum stylohyoideus dan mengadakan insersi pada sisi lingua. M. m.genioglossus berorigo pada spina mentalis mandibulae berbentuk seperti kipas dan mengadakan insersi sepanjang lingua.hyoglossus dan glandula sub lingualis.5.lingualis. otot ini meluas dari palatum molle menuju ke lingua dan melanjutkan diri sebagai m.lingualis dan n. ditutupi oleh ujung terminal a. sementara itu serabut-serabut bagian anterior menarik lingua ke dorsal (= retract. Dari ujung lidah bagian inferior terdapat frenulum linguae.2. Berfungsi mengangkat lingua dan menarik lingua ke dalam (retract). melainkan terdapat beberapa tubercle yang tidak lain adalah nodus lymphaticus yang dibungkus oleh capsula.genioglossus. epiglottis dan pada dinding posterior pharynx. yaitu papillae filiformis.transversusu linguae. Otot ini membantu retraksi lingua. pada ujung posterior garis ini tepat pada linea mediana terdapat foramen caecum linguae. M.genioglossus).styloglossus.

lalu naik dan masuk pada 1/3 bagian posterior lingua • a.longitudinalis superior berada pada seluruh permukaan dorsum linguae. di sebelah superficial m.facialis. biasanya ada 2 buah. berfungsi memutar ujung lidah ke bawah dan pada kontraksi synergis dengan m.genioglossus.Otot-otot intrinsic terdiri atas m.verticalis linguae mulai dorsum linguae menuju ke bagian inferro-lateral dan bergabung dengan serabut-serabut otot lainnya.hyoglossus. mengangkat tepi lingua ke atas serta membuat lidah menjadi lebar. Dipercabangkan oleh a. Arteria lingualis Merupakan satu-satunya pembuluh darah yang memberi aliran darah kepada lidah. m.longitudinalis inferior.hyoglossus. berjalan ke arah cranio-ventral dan ditutupi oleh m. mengadakan anastomose dengan arteri pihak sebelah • a. mengadakan anastomose dengan arteri pihak yang .transversus linguae berada di bagian profunda m.longitudinalis. di sebelah profunda m. bagian arteri ini berada di sebelah superficialis m. di sebelah profunda fascia cervicalis dan platysma myodes. lalu berjalan ke arah anterior berada di antara m. mucosa dan otot.XII.hyoglossus dan berjalan sepanjang tepi superior os hyoideum.constrictor pharyngis medius. mengangkat dan menariknya ke belakang. pada kontraksi otot ini lidah menjadi sempit (narrow) dan tebal.verticalis dan m. memberi vascularisasi kepada glandula sublingualis. meluas mulai dari septum linguae menuju ke tepi lingua. Arteri ini menjadi apex linguae.hyoglossus serta glandula submandibularis. Bagian ketiga berjalan ascendens sepanjang tepi anterior m.hyoglossus.profunda linguae dan berada pada permukaan inferior lingua. Dari bagian ini dipercabangkan : • ramus suprahyoideus yang dipercabangkan pada tepi posterior m. M. nama otot-otot tersebut menujukkan arah serabutnya.constrictor pharyngis medius.carotis externa di antara cabang a.dorsalis linguae.hyoglossus. disilangi oleh N. Ditinjau dari jalannya maka artei ini dapat menjadi 3 bagian : Bagian pertama naik sejenak lalu membelok secara tajam dan menurun menuju cornu majus ossis hyoidei. dipercabangkan di sebelah profunda dari m. Bagian kedua berjalan horizontal sepanjang tepi superior os hyoideum.sublingualis dipercabangkan pada tepi anterior m. M.5.transversus linguae.genioglossus.3. Meninggalkan trigonum caroticum dengan berjalan di sebelah profunda m. 1.longitudinalis superior akan membantu retraksi serta membuat lidah menjadi datar dan melebar. bagian arteri ini melanjutkan diri menjadi a. Kontraksi bersama pada kedua belah pihak membuat dorsum linguae menjadi datar. Pada setiap sisi lingua terdapat serabut-serabut otot yang berbentuk silindris dan disebut m. bersandar pada m.longitudinalis superior. M.mylohyoideus dan m. berfungsi membengkokkan ujung lidah.hyoglossus.thyreoidea superior dan a. letak pangkal arteri ini adalah setinggi cornu majus ossis hyoidei.

mylohyoideus dan berjalan pada permukaan m. Serabutserabut sensoris tersebut berakhir pada papilla (taste buds) dengan cell bodynya yabg berada pada ganglion geniculi. yaitu radix posterior yang membawa serabut-serabut secretoris dari chorda tympani menuju ke ganglion submandibulare dan serabut-serabut sensibel dari n.glossopharyngeus adalah sebagai berikut : . lantai cavum oris dan gingva.hyoglossus.constrictor pharyngis superior.IX.lingualis merupakan cabang dari n. Membentuk hubungan dengan n.lingualis.pterygoideus lateralis di mana di bagian posteriornya akan bergabung chorda tympani. Chorda Tympani bergabung dengan n. Saraf ini ditutupi di sebelah superficial oleh m.lingualis sedangkan serabut sensorisnya berada pada chorda tympani. Serabut-serabut dari ganglion submandibularis ada yang langsug menuju ke glandula submandibularis dan ada yang tidak langsung (indirect) menuju ke glandula sublingualis dengan melalui radix anterior yang mengikuti percabangan dari n. berjalan ke anterior dan terletak di depan dari n. Innservasi lingua Serabut sensibel pada 2/3 bagian anterior linguaberada pada n.lingualis dengan perantaraan dua buah cabang (radix). Terletak pada m.facialis turut bergabung di sini (vasokonstriksi).alveolaris inferior. suhu dan perabaan (touch sensation). caudal. 1.sebelah. di sebelah dorsal radix gigi molar III.glosspharyngeus setelah mengikuti tepi cranialis m.4. medial dan kembali ke cranialis. lalu berada di bawah membrana mucosa mulut. serabut-serabut sympathis yang berasal dari plexus pada a. kemudian masuk kedalam pharynx dan memberikan cabang-cabang yabg berjalan submucosa pada 1/3 bagian posterior lingua. lateral. Di dalam perjalanannya ke anterior n. Bentuknya berkelok-kelok sehingga mudah beradaptasi dengan gerakan lingua.hyoglossus.lingualis berjalan melingkari ductus submandibularis.mandibularis. serabut-serabut motoris untuk otot-otot lingua dibawa oeh N. N.lingualis di dalam fossa infra temporalis. Percabangan dari n. Ganglion Submandibulare (= ganglion submaxillare) Adalah suatu ganglion parasympathis yang merupakan suatu station perantara dari serabut-serabut efferent chorda tympani.lingualis berjalan pada pterygoideus medialis dan ditutpi oleh m. Serabut-serabut secretoris yang dimaksud tadi adalah serabut preganglioner parasympathis yang mempunyai relay station pada ganglion submandibulare. ganglion ini terletak di sebelah caudal n. N.XII (Nervus hypoglossus). berada di sebelah profunda m. Saraf ini mempersarafi juga regio sublingualis. di sebelah medial glandula submandibularis. selanjutnya memberi cabang kepada ganglion submandibularis (serabut parasympathis). mengandung serabut efferent maupun serabut afferent yang bersifat secretoris untuk glandula submandibularis dan glandula sublingualis dan bersifat sensoris (pengecapan) dari 2/3 bagian anterior lingua. N.hyoglossus. Pada 1/3 bagian posteriorlingua serabut sensibel dan sensoris berada N. bersifat sensibel dengan membawa stimulus sakit.constrictor pharyngis medius. beraa di sebelah profunda m. mempersarafi 2/3 bagian anterior lidah . yaitu berada di bagian cranial.lingualis .lingualis.5.


r.muscularis untuk m.stylopharyngeus
serabut sensibel (general sensation) yang turut membentu plexus
pharyngeus ; plexus pharyngeus ini berada pada m.constrictor
pharyngeus medius dibentuk oleh cabang-cabang dari N.vagus,
N.glossopharyngeus dan n.sympathicus, dan plexus ini melayani
sebagian besar dinding pharynx
• sinus nerve yang mengandung serabut afferent dari sinus carotis
dan dari carotid body (stimulasi pada struktur tersebut akan
menyebabkan penurunan dari tekanan darah)
• serabut-serabut terminal menyebar pada 1/3 bagian posterior
lingua, membawa komponen sensibel pada sensoris (pengecapan);
selain itu terdapat juga cabang-cabang yang menuju ke tonsilla,
arcus palatinus dan palatum molle (sensoris) dan serabut-serabut
ini merupakan awal dari reflex menelan.
• Ramus tympanicus yang menuju ke tympanum dan melayani tuba
auditiva, tympanum, permukaan medial membrana tympani, antrum
mastoideum, cellulae ethmoidales ; ramus ini meninggalkan
tympanum dan mendapat suatu cabang dari ganglion geniculi untuk
membentuk n.petrosus superficialis minor, yang selanjutnya menuju
ke ganglion oticum dan dengan perantaraan n.auriculatemporalis
menuju ke glandula parotis (serabut secretoris).
Serabut-serabut motoris untuk lingua dibawa oleh N.hypoglossus. Berjalan di
antara v.jugularis interna dan a.carotis interna menuju ke tepi caudal
m.digastricus dan m.stylohyoideus dan masuk ke dalam trigonum caroticum.
Di sini saraf tesebut membelok (membentuk sudut) mengelilingi a.occipitalis
dan sementara itu mempercabangkan r.descendens N.XII.
Selanjutnya masuk ke dalam trigonum submandibulare, berjalan ke ventral
dibagian superficial m.hyoglossus dan memisahkan dari a.lingualis, lalu
berjalan ke medial pada tepi bebas (tepi posterior) dari m.mylohyoideus.
Tiba pada anterior m.hyoglossus saraf ini membelok ke arah medial dan
memberikan cabang-cabang ascendens masuk ke dalam lingua. Melayani
m.styloglossus, m.hyoglossus dan m.genioglossus, serta seluruh otot intrinsic
lingua.
N.spinalis C 1 memberikan cabang-cabang untuk r.descendens N.XII, ramus
untuk m.thyreoideus dan m.geniohyoideus (motoris)

2.

Glandula Salivatorius

Terdiri dari 2 kelompok :
1. Sejumlah kelenjar-kelenjar kecil yang berada di dalam lapisan mucosa
dan submucosa cavum oris, dan diberi nama sesuai dengan tempatnya,
seperti glandula labialis, glandula lingualis, glandula palatina; kelenjarkelenjar ini memberi sekresinya kurang lebih secara kontinu untuk
membuat basah mucosa cavum oris
2. Tiga pasang kelenjar yang besar, yaitu glandula parotis, glandula
submandibularis (submaxillaris) dan glandula sublingualis ; saluran keluar
dari kelenjar-kelenjar ini bermuara ke dalam cavum oris, memberi
sekresinya tidak secara kontinu melainkan apabila ada stimulus sensoris
pada lapisan mucosa yang dapat berupa stimulus mekanik (tekanan),
kimiawi, temperatur, psychis atau stimulus olfactorius.

Glandula Parotis
Adalah yang terbesar daripada kelenjar salivasi lainnya. Berbentuk
lobulus dengan tepinya yang tidak teratur yang menyesuaikan diri dengan
tempat dimana kelenjar ini berada. Kelenjar parotis berlokasi di antara ramus
mandibulae, processus mastoideus dan processus styloideus. Kelenjar ini
dibungkus oleh suatu capsula, disebut parotid sheath, yang merupakan
lanjutan dari fascia colli ( the investing fascia of the neck ) ; pembungkus yang
superficial sangat kuat dan menfiksir kelenjar parotis dengan kokoh.
Dibedakan 3 permukaan, yaitu permukaan superficial, antero-medial dan
postero-medial. Permukaan superficial berbentuk segitiga, yang ke arah
cranialis mencapai arcus zygomaticus, ke arah dorsal mencapai meatus
acustycus externus dan tepi anterior m.sternocleido-mastoideus, dan arah
anterior mencapai permukaan superficial dari m.masseter.
Facies antero-medial berbentuk huruf “ U “ yang berhadapan dengan facies
posterior ramus mandibulae, m.masseter dan m.pteygoideus medialis.
Facies
postero-medial
terletak
pada
processus
mastoideus,
m.sternocleidomastoideus dan venter posterior m.digastricus.
Bagian dari permukaan ini yang terletak di bagian profunda mempunyai
hubungan dengan processus styloideus beserta dengan otot-otot yang
melekat padanya, dengan a.carotis interna dan vena jugularis interna. Bagian
caudal dari kelenjar parotis meluas sampai masuk ke dalam collum dan
berada di antara angulus mandibulae dan m.sternocleidomastoideus. sebagai
tambahan masih ada permukaan superior yang terbatas yang mempunyai
hubungan (kontak) dengan pars cartilaginis dan pars osseus meatus
acusticus externus.
Ductus excretorius parotideus keluar dari bagian yang paling menonjol pada
tepi anterior kelenjar parotis, berjalan ke ventral dan berada di sebelah
superficial dari m.masseter, dan ketika tiba pada tepi anterior otot tersebut
akan membelok dan menembusi m.buccinator. saluran ini masuk ke dalam
vestibulum oris dan bermuara setinggi gigi molar 2 atas.
Sewaktu ductus parotideus berjalan pada sisi m.masseter dia dapat
menerima saluran dari kelenjar parotis accessorius yang terletak di sebelah
cranialis ductus parotideus tersebut. di dalam kelenjar parotis arteria carotis
externa bercabang membentuk a.maxillaris, yang berjalan pada facies
anteromedial parotis, dan a.temporalis superficialis, yang keluar dari tepi
cranialis parotis.
Vena retromandibularis terbentuk di dalam glandula parotis sebagai
gabungan dari vena temporalis superficialis dan vena maxillaris.
Nervus facialis berjalan masuk ke dalam kelanjar parotis dengan melewati
bagian cranialis permukaan posteromedial dan mempercabangkan cabangcabang terminalnya di sini. Kelenjar lymphe bisa berada di dalam kapsula dan
bisa juga berada di dalam jaringan kelenjar.
GLANDULA SUBMANDIBULARIS
Berbentuk lobulus yang terdiri atas pars superficialis, bentuk oval, berada di
dalam trigonum digastricum, sebagian tertutup oleh corpus mandibulae, dan
pars profunda yang kecil, berada pada lantai cavum oris, di atas
m.mylohyoideus. pars superficialis dan pars profunda melanjutkan diri pada
tepi posterior yang bebas dari m.mylohyoideus. pars superficialis meluas ke
dorsal sampai sejauh bagian caudalis kelenjar parotis dan dipisahkan satu

sama lain oleh ligamentum stylomandibulare (suatu penebalan dari fascia
parotis). Bagian ini mempunyai permukaan superficialis dan permukaan
profunda. Bagian cranialis dari facies superficialis ini mempunyai hubungan
dengan fossa submandibularis mandibulae dan m.pterygoideus medialis.
Bagian caudalis dari facies superficilais ditutupi oleh fascia, platysma
myoides, jaringan subcutaan dan cutis.
Beberapa kelenjar lymphe submandibularis terletak di bagian superficial dari
kelenjar submandibularis atau berada di dalam substansi kelenjar, dan dekat
di bagian dorsalnya terdapat vena facialis yang berjalan ke arah dorsacaudalis. Di sebelah caudal, permukaan medial menutupi venter posterior
m.digastricus dan m.stylohyoideus. Di sebelah cranial, kelenjar ini terletak
pada m.myolohyoideus di bagian anterior dan pada m.hyoglossus di bagian
dorsal. Arteri facialis berjalan menembusi bagian posterior dari kelenjar
submandibularis dan meninggalkan kelenjar ini dengan diapit oleh kelenjar
tersebut dan mandibula.
Bagian profunda dari kelenjar ini meluas ke arah ventral pada permukaan
m.mylohyoideus sampai sejauh pars posterior glandula sublingualis.
Di sebelah cranialis ditutupi oleh membrana mucosa cavum oris. Di bagian
medial berhubungan dengan n.hyopoglossus dan n.lingualis ketika kedua
struktur ini berada pada m.hyoglossus.
Ductus submandibularis terdapat di dalam pars superficialis, berjalan ke arah
profunda, lalu ke arah ventral dan bermuara di dalam cavum oris pada ujung
anterior plica sublingualis di kiri kanan frenulum linguae. Ductus ini berjalan di
cranialis n.lingualis.
Glandula sublingualis
Merupakan kelenjar yang paling kecil dibandingkan dengan kedua kelenjar
salivasi lainnya. Terletak pada lantai cavum oris dan menyebabkan
terbentuknya penonjolan yang dinamakan plica sublingualis, dan berada di
antara lingua dan mandibula. Kelenjar ini meluas ke arah dorso-lateral dari
frenulum linguae, dan di bagian dorsal berhubungan (berkontak) dengan pars
profunda glandula submandibularis. Di sebelah caudal kelenjar sublingualis
terletak pada m.myolohyoideus. Di sebelah cranial kelenjar ini dipisahkan dari
cavum oris oleh membrana mucosa. Di sebelah medial berhubungan dengan
m.genioglossus, dan di sebelah lateral berhubungan dengan fossa
sublingualis mandibulae. Ductus sublingualis bermuara ke dalam ductus
submandibularis (ductus sublingualis major), dan masih ada lagi ductus
sublingualis minor yang bermuara pada sisi plica sublingualis.
Glandula parotis menerima peredaran darah dari cabang-cabang a.carotis
externa ketika percabangan-percabangan tesebut berjalan melalui kelenjar
bersangkutan ; aliran darah vena dibawa menuju ke vena jugularis externa
dan vena facialis.
Glandula submandibularis mendapat suplai darah dari percabangan a.facialis
dan a.lingualis, aliran darah venous mengikuti arteri yang bersangkutan.
Glandula sublingualis di suplai oleh a.sublingualis dan a.submentalis.
Innervasi glandula salivatorius
Menerima serabut-serabut secretomoris (parasympathis) dari ganglion
oticum. Ganglion oticum terletak di sebelah caudal foramen ovale dan berada
di sebelah medial n.mandibularis. serabut preganglioner parasympathis

1 – 6 ) dan dipisahkan dari corpus vertebrae tersebut oleh ligamentum longitudinale anterius. dan juga pada processus styloideus bersama dengan otot yang melekat padanya.5 cm dengan diameter pada ujung cranialis kurang lebih 5 cm dan ujung caudalis kira-kira 2. Pharynx Adalah suatu tabung fibro-muscular yang meluas mulai dari basis cranii sampai pada tepi caudal cartilago cricoidea. Antara dinding posterior pharynx dan fascia prevertebralis terdapat spatium retropharyngealis yang berisi jaringan ikat dan lymphonodus retropharyngealis sehingga pharynx bebas bergerak terhadap columna vertebralis.C.hyoglossus. Tabung ini mempunyai ukuran panjang kira-kira 12. permukaan dalam mandibula.lingualis menuju ke kelanjar sublingualis serta kel.tympanicus nervi glossopharyngeus dan n. Ke arah lateral pharynx mempunyai hubungan dengan pembuluh-pembuluh darah besar dan nervus pada regio colli.petrosus superficialis minor.auriculo temporalis menuju ke kelnjar parotis (serabut seretorius). Serabut postganglioner sympathis (setelah membentuk plexus pada arteri facialis) berjalan melalui ganglion submandibulare untuk melayani pembuluh-pembuluh darah pada kelenjar submandibularis dan sublingualis.enjarkelenjar pada bagian anterior lingua dan cavum oris. Bagian caudalis berbentuk flat anterior-posterior yang hanya membuka bilamana dilalui oleh bolus makanan. Bagian cranialis selalu berada dalam keadaan terbuka yang emmungkinkan udara dengan bebas masuk kedalam larynx. otot-otot prevertebralis dan fascia prevertebralis. sisi lingua. Struktur pharynx Dinding pharynx mempunyai 4 lapisan dari luar ke dalam sebagai berikut : . 3. yang berada pada dinding anterior pharynx. dan melanjutkan diri menjadi oesophagus. Tuba auditiva bermuara ke dalam cavum pharyngis dan berada pada bagian cranilais dinding lateral pharynx.mencapai ganglion ini melalui r.lingualis menuju ke ganglion submandibulare. Serabut-serabut secretomotoris yang menuju ke kelenjar submandibularis dan kelenjar sublingualis di bawa oleh chorda tympani yang berjalan bersama-sama dengan n. Serabut-serabut saraf tersebut disertai oleh serabut post ganglioner sympathus (dari ganglion cervicale superius) yang masuk ke dalam ganglion oticum dan melayani pembuluh darah dalam kelenjar parotis. cartilago thyreoidea dan cartilago cricoidea. 3. os hyoideum.5 cm (berbentuk kerucut). Pharynx berfungsi meneruskan aliran udara dari cavum nasi menuju ke larynx dan makanan dari cavum oris menuju ke oesophagus.1. Serabut post ganglioner dari ganglion oticum berjalan dalam n. serabutserabut post ganglionernya langsung menuju ke glandula submandibularis dan dengan melalui n. Dinding posterior pharynx mengadakan perlekatan pada basiocciput dan terletak di sebelah ventral ke enam corpus vertebrae cervicalis bagian atas (V. Dinding lateral pharynx mengadakan perlekatan berturut-turut dari cranial ke caudal pada lamina pterygoideus medialis. Ganglion submandibulare berada pada permukaan m. yaitu setinggi vertebra cervicalis ke 6.

m. Lamina mucosa Di dalam lapisan ini terdapat kumpulan lymphonodus yang membentuk tonsilla palatina. dimana akan bermuara cavum nasi. yang sebenarnya incomplete. tonsilla pharyngea dan tonsilla tubaria (adenoid) yang terdapat di dalam naso-pharynx. Tepi cranialis dan tepi caudalis dari otot-otot tersebut berbentuk konkaf.constrictor pharyngis superior berasal dari pars caudalis posterior lamina pterygoideus medialis. sehingga terbentuk suatu celah antara tepi cranialis m.costrictor pharyngis medius dan m. lamina areolaris 2. os hyoideum dan pada cartilago laryngis.levator veli palatini dan vasa pharyngea ascendens.1. Bentuk otot-otot ini di bagian dorsal melebar dan berhubungan dengan otot pada pihak yang sebelah. Di bagian caudalis fascia menjadi lebih tipis. lamina fibrosa 4.vagus. sensibel dan vaso motoris. Melalui celah ini berjalan struktur-struktur yang menuju ke dinding pharynx dan ke lingua. Lamina fibrosa atau fascia pharyngobasilaris Lapisan ini terletak di antara lamina muscularis dan membrana mucosa.constrictor pharyngis superior. lamina mucosa lamina areolaris merupakan lanjutan dari lamina areolaris pada pipi.constrictor pharyngis superior dengan basis cranii.constrictor pharyngis inferior. yaitu pada recessus pharyngealis.constrictor pharyngis superior. bagian dari . yang berisikan plexus pharyngealis (vena dan nervus). 3. Plexus nervosus dibentuk oleh ramus pharyngealis yang dipercabangkan oleh n. Fascia ini mempunyai hubungan dengan lamina submucosa dari tractus digestivus lainnya. n. Otot-otot constrictor ini berbentuk kipas dan tidak lengkap di bagian ventral.2. dan disebut fascia buccopharyngealis. m. Di sebelah atas dari m. Plexus venosus ini menerima aliran darah selain dari pharynx juga dari palatum mlloe dan daro tonsil. mempunyai hubungan dengan plexus pterygoideus dan bermuara ke dalam vena jugularis interna di dekat angulus mandibulae.glossopharyngeus dan nervus sympathicus (bersifat motoris. Otot yang circular terdiri atas m. letak otot-otot tersebut ini saling tumpah tindih .constrictor pharyngis superior.constrictores.constrictor pharyngis superior fascia ini ditembusi oleh tuba auditiva. Bagian yang menyempit dari otot-otot tersebut mengadakan perlekatan pada mandibula. yang inferior melapisi otot bagian medius dan yang medius akan melapisi m. membentuk lapisan longitudinalis (3 pasang) dan lapisan circular (3 pasang). raphe pterygomandibulare. lamina muscularis 3. Bilamana bolus telah mencapai pharynx maka otot-otot longitudinal akan mengalami relaksasi yang memungkinkan bolus berpindah ke caudalis oleh kontraksi m. mengadakan perlekatan pada basis cranii dan menebal di bagian cranialis tepi superior yang bebas dari m. tonsilla lingualis. cavum oris dan pangkal dari larynx (aditus laryngis). Otot pharynx M. Lamina muscularis.

constrictor pharyngis medius sendiri dan akan ditutupi oleh pars cranialis m. M.constrictor pharyngis medius terdapat m.constrictor pharyngis inferior dan pangkal oesophagus. M. dan di bagian caudalis dari m. M.constrictor pharyngis superior di sebelah superficial. Di antara tepi cranialis otot ini dan basis cranii terdapat suatu celah yang ditutupi oleh fascia buccopharyngealis.constrictor pharyngis medius. mengadakan insersi pada sepanjang raphe medianum. berjalan turun ke caudal di sebelah profunda m. M.constrictor pharyngis superior dan m.sphincter palatopharyngeus yang berjalan dari m. m.contrictor pharyngis superior dan m.constrictor pharyngis inferior mengadakan insersi pada raphe medianum. bergabung dengan m.stylopharyngeus dan n.mandibula di belakang gigi molar 3 dan dari sisi lingua. Serabutserabut yang terletak paling caudal membentuk m.palatopharyngeus berasal dari tepi posterior palatum durum dan aponeurose palatini. Pada sisi medial dari tepi cranialis otot ini terdapat m.constrictor pharyngis superior dan mencapai tepi posterior cartilago thyreoidea. Serabut-serabut otot yang paling cranial terletak melapisi pars caudalis m. Serabut-serabut otot ini berjalan ke dorsal untuk berinsersi pada tuberculum pharyngeum ossis occipitalis dan pada raphe medianum pharyngis. berjalan oblique ke arah caudo-anterior dengan melewati celah diantara m.constrictor pharyngis superior menuju ke ventral mencapai aponeurose palatini.constrictor pharyngis medius mempunyai origo pada cornu majus et minus ossis hyoidei dan pada bagian caudalis ligamentum stylohyoideum.constrictor pharyngis inferior dan m.lingualis berada dibagian profundanya.sternothyreoideus dan m.cricopharyngeus yang selalu berada dalam keadaan kontraksi dan berfungsi sebagai sphincter bagi oesophagus serta mencegah tertelannya udara pada waktu inspirasi.thyreohyoideus di sebelahh anterior terbentuk suatu celah berbentuk segitiga yang akan dilewati oleh n.XII berjalan di sebelah superficialnya dan n. Diantara origo m.constrictor pharyngis inferior. M.palatopharyngeus dan bersama-sama mengadakan insersi pada tepi posterior cartilago thyreoidea dan pada dinding pharynx.constrictor pharyngis inferior berasal dari linea obliqua cartilaginis thyreoidei. N.levator veli palatini di sebelah medialnya menempati sebagian besar dari celah tersebut tadi.glossopharyngeus berjalan melewatinya untuk mencapai dinding pharynx. Di antara m.constrictor pharyngis medius. Tuba auditiva dengan m. membentuk suatu arcus yang meluas dari tuberculum thyreoideum inferius menuju ke tepi caudal cartilago cricoidea.tensor veli palatini di sebelah lateralnya dan m.thyreohyoideus. .stylopharyngeus mengadakan origo pada processus styloideus (pada sisi medial). berada di sebelah dorsal perrlekatan m.laryngeus internus dan vasa laryngea superior dan vasa laryngea inferior berjalan ascendens di antara tepi caudal m.

salpingopharyngeus berasal dari pars cartilaginis tuba auditiva dan berjalan turun untuk bergabung dengan m.salpingo pharyngeus. otot ini berada di sebelah dalam dari plicasalpingopharyngea. yaitu suatu penonjolan yang disebabkan oleh pars medialis dari tuba auditiva. Di sebelah dorsal dari tonjolan ini terdapat recessus pharyngeus (rosenmuelleri) yang berjalan vertikal. Di bagian cranialis dinding posterior nasopharynx terdapat tonsilla pharyngea. Pada ostium pharyngeum tubae auditivae terbentuk labium anterius dan labium posterior. dan labium posterius melanjutkan diri ke caudal pada plica salpingopharyngealis. Bilamana terjadi hypetrophi maka nasopharynx dapat tertutup dan memberi gangguan respirasi.3. Oropharynx Terletak di sebelah dorsal cavum oris. yang bertumbuh sampai usia anak 6 tahun. Mempunyai hubungan dengan cavum oris melalui isthmus oropharyngeum (= isthmus faucium). Pembesaran dari tonsilla pharyngea dan tonsilla tubaria akan membentuk adenoid. Ke arah cranialis berhubungan dengan oropharynx (hubngan bebas) dan ke arah caudalis . Batas lateral isthmus faucium dibentuk oleh arcus palatoglossus. Cavum pharyngis Cavum pharyngis dibagi oleh palatum molle menjadi bagian cranial. 3. yaitu suatu plica yang dibentuk oleh membrana mucosa yang membungkus m. di sebelah caudal dari palatum molle dan di sebelah cranialis aditus laryngis. Ruangan ini dapat dipisahkan sama sekali dari oropharynx dengan mengangkat palatum molle ke arah dinding posterior pharynx.M. Arcus palatopharyngeus. Di sebelah posteriornya lagi terdapat arcus palatopharyngeus yang berasal dari tepi posterior palatum molle menuju ke caudo-dorsal mencapai dinding lateral pharynx. yang melekat dari palatum molle menuju ke sisi lidah (kira-kira di bagian posterior pertengahan lidah). Terletak di belakang cavum nasi dan cranialis dari palatum molle (palatum molle dapat dianggap membentuk lantai nasopharynx). arcus palatopharyngeus dan bagian posterior sisi lingua membentuk fossa tonsillaris yang ditempati oleh tonsilla palatina. Bagian ini semata-mata dilalui oleh udara respirasi. Di sebelah dorsal tuba auditiva terdapat kumpulan jaringan lymphoid yang membentuk tonsilla tubaria. dan bagian caudal yang terdiri atas cropharynx (dibelakang cavum oris) dan laryngopharynx (dibelakang larynx). Pembesaran dari tonsilla ini dapat menekan tuba auditiva dan menghalangi aliran udara yang menuju ketelinga bagian tengah. Nasopharynx Merupakan bagian yang paling luas dari cavum pharyngis. lalu mengalami retrogresi. Pada setiap dinding lateral nasopharynx terdapat muara dari tuba auditiva (tuba pharyngotympanica). kE arah anterior berhubungan dengan cavum nasi dengan melalui choanae. disebut nasopharynx.palatopharyngeus. Laryngopharynx Bagian ini berada di sebelah dorsal larynx. Lubang ini terletak ssetinggi concha nasalis inferior dan dibatasi di sebelah postero-superior oleh torus tubarius.

Permukaan medialnya bebas. innervasi dan lymphonodus Dinding pharynx mendapat suplai darah dari a.carotis externa). kelenjar pharyngealis (terutama pada nasopharynx) mendapatkan serabut secretomotoris dari r.tonsillaris dan r. tonsilla palatina dan tonsilla tuberia (dibagain lateral) dan tonsilla pharyngea (dibagian dorsal pada dinding dorsal pharynx). Innervasi motoris untuk otot-otot pharynx diperoleh dari plexus pharyngeus terkecuali m. Dipisahkan oleh suatu jaringan ikat dari permukaan m. 3. Jaringan lympatica ini tidak menempati seluruh rongga yang ada sehingga di antara tonsilla palatina dengan arcus palatoglossus terdapat suatu celah yang dinamakan fossa supratonsillaris (di bagian cranialis tonsilla palatina). Tonsilla mendapat juga aliran darah dari cabang-cabang a. 4. a.facialis) dan a.palatina major (cabang dari a. Permukaan lateral atau facies profunda melekat pada suatu kapsula yang melanjutkan diri menjadi plica triangularis. Tonsilla Palatina Adalah jaringan lymphatica yang terdapat di antara plica palatoglossus dan plica palatopharyngeus.stylopharyngeus yang mendapatkan innervasi dari r.paratonsillaris).palatinus ascendens).pharyngea ascendens (sebagai cabang dari a. Pada anak-anak bentuk tonsilla palatina secara relatif lebih besar daripada usia dewasa. Arteri carotis interna terletak di bagian postero-lateral tonsilla palatina pada jarak 20 – 25 mm. Pembuluh vena membentuk plexus pharyngeus pada dinding posterior dan dinding lateral pharynx dan memberi aliran darahnya kepada v.4.melanjutkan diri menjadi oesophagus. sebagai cabang dari a. Pada tindakan .palatina ascendens dan a. dan otot ini sendiri berada di antara tonsilla dengan an. termasuk v. Di antara plica triangularis dengan permukaan tonsilla terdapat celah yang dinamakan sinus tonsillaris. a.jugularis interna.constrictor phatyngis superior.pharyngea ascendens. Innervasi sensibel untuk membrana mucosa diperoleh dari plexus pharyngeus.lingualis. pembuluh-pembuluh vena ini terletak pada permukaan lateral dan menembusi m. yakni suatu cincin yang dibentuk oleh tonsilla lingualis (dibagian posterior dari lingua).facialis beserta cabang-cabangnya (r. Aliran darah venous mengalir dalam satu atau beberapa buah vena tonsillaris.palatina ascendens (cabang dari a. Lapisan mucosa yang menutupi tonsilla akan menyilang fossa supratonsillaris membentuk plica semilunaris dan melanjutkan diri ke caudal membentuk plica triangularis.muscularis n.pharyngealis yang dikeluarkan oleh ganglion pterygopalatinum.glossopharyngeus.palatina externa (v. yang berjalan dengan menembusi m.constrictor pharyngis superior dan masuk melalui facies lateralis tonsilla. kecuali bagian anterior yang ditutupi oleh plica triangularis. Facies posterior dari cartilago arytaenoidea dan cartilago cricoidea membentuk dinding anterior laryngopharynx.facialis.constrictor pharyngis superior dan bermuara ke dalam vena facialis. Vascularisasi pada tonsilla palatina diperoleh dari ramus tonsillaris. Tonsilla palatina merupakan bagian dari lingkaran/cincin waldeyer.maxillaris). Aditus laryngis terletak pada dinding anterior laryngopharynx. Vascularisasi.

2. Berada di dalam sulcus infraorbitalis sebagai n.supraorbitalis. tonsilla. trigeminius ( NV ) Merupakan nervus cranialis yang terbesar.nasociliaris masuk ke dalam orbita bersama-sama dengan N. di sebelah inferior N. Pada saraf ini akan bergabung serabut saraf sympathis dari plexus cavernosus. berjalan melalui fissura orbitalis superior masuk ke dalam orbita.facialis). n.Ophthalmicus merupakan cabang pertama dari N. Menerima serabut parasympathis postganglioner dari ganglion pterygopalatina yang diperruntukkan kepada glandula lacrimalis (serabut preganglioner dibawa oleh n. di dalam canalis infraorbitalis .mandibularis. Radix sensibel masuk ke dalam ganglion semilunare gasseri dari sisi posterior. palatum molle. N. n. bersifat sensibel dan melayani kulit bagian medial wajah. Dari sini saraf tersebut berjalan menyilang fossa pterygoidea dan masuk ke dalam orbita dengan melalui orbitalis inferior. di dalam fossa pterygopalatina.maxillaris dapat dibagi kedalam 4 kelompok.Oculomotorius N. melayani glandula lacrimalis dan conjunctiva. selanjutnya berjalan melalui foramen rotundum meninggalkan cavum cranii.n. sebagian dari membrana mucosa cavum nasi dan sinus paranasalis.ophthalmicus.mandibularis. Percabangan dari n.maxillaris adalah cabang ke dua dari N. keluar melalui foramen infra orbitalie. conjunctiva.tonsillaectomi pembuluh-pemnuluh menuju ke lymphonodus cervicalis profundus. palpebra inferior. n.III dan N. yaitu di dalam cranium. N. palpebra dan hidung. Radix motoris berjalan di sebelah profunda dari ganglion semilunare dan bergabung dengan n. juga melayani mucosa nasopharynx. masuk ke dalam orbita dengan melewati fissura orbitalis superior.glossopharyngeus dan dari n. meninggalkan cavum cranii melalui foramen ovale. Innervasinya diperoleh dari n.Trigeminus. dan dari sisi anterior ganglion ini keluar n.maxillaris dan n. Serabut saraf berjalan horizontal ke arah rostral dan berada pada dinding lateral sinus cavernosus.infraorbitalis. selanjutnya bercabang dua membentuk n. berada pada dinding lateral sinus cavernosus. n. Mempunyai radix motoris (yang kecil) dan radix sensibel (yang besar). kulit pada dahi. Ganglion semilunare Gasseri (= ganglion trigemini) adalah homolog dengan ganglion spinale serta dibentuk oleh sel-sel pseudo-unipolar. Percabangan dari n.supratrochlearis dan n. sisi hidung dan labium superius. 3.petrosus major dan nervus vidianus yang dipercabangkan oleh N.IV. glandula lacrimalis.lacrimalis yang mempunyai bentuk paling kecil dari antara percabangan lainnya.frontalis yang merupakan cabang yang terbesar berjalan melalui fissura orbitalis superior untuk ke dalam orbita. 5. terutama pada gugusan superior termasuk disini l. bersifat sensibel untuk bulbus oculi.jugulodigastricus (setinggi cornu majus ossis hyoidei). gingvasuperior dan gigi.Trigeminus.palatinus minor. atap cavum oris.ophthalmicus antara lain : 1. dan melayani kulit pada wajah seperti yang telah diuraikan di atas tadi.

(b) palatinum.zygomaticus (= n.nasales externi dan rr.maxillaris inferior) sebagai cabang ketiga dari nervus trigeminus dan merrupakan cabang yang terbesar. salah satu yang terpanjang berjalan ke anterior sampai sejauh gigi incisivus.pterygopalatini yaitu dua buah saraf pendek yang bergabung dengan ganglion pterygopalatinum. percabangan ini dapat dibagi dalam 4 kelompok. melayani mucosa pada sinus maxillaris dan gigi molar atas.alveolaris superior anterior yang dipercabangkan sebelum saraf induk meninggalkan foramen infraorbitalis. Melayani gingva dan mucosa pada paltum durum serta bagian dari paltum molle yang berdekatan. rr. R. N.palatinus major (= n.meningeus medius di dalam cavum cranii.facialis).alveolaris superior posterior dan r. dan kemudian bercabangcabang lagi membentuk beberapa cabang.labiales superior (membentuk plexus infraorbitalis bersama-sama dengan cabang dari n. Membentuk plexus dentalis superior bersama dengan r. Percabangan di dalam canalis infraorbitalis adalah sebagai berikut : R. Cabang yang lain adalah nn. (c) kuadran postero-superior nasi dan (d) pharynx. bercabang dua membentuk r.pharyngeus (= n.mandibularis (= n.orbitalis) yang akan berjalan melalui fissura orbitalis inferior masuk ke dalam orbita.zygomaticotemporalis dan r. menuju ke dinding anterior sinus maxillaris.dan pada wajah.palpebrales inferiores. R.alveolaris superior anterior. Rr. melayani periosteum. di dalam fossa pterygopalatina adalah cabang n.infraorbitalis keluar melalui foramen infraorbitalis dan memberi percabangan untuk wajah.nasales posteriores superiores berjalan melalui foramen sphenopalatinum masuk ke dalam pars posterior cavum nasi.alveolares superiores posteriores yang dipercabangkan sebelum saraf induk masuk ke dalam fissura infraorbitalis.pterygopalatinus) meninggalkan ganglion pterygopalatinum (= ganglion sphenopalatinum) dari bagian posterior menuju ke nasopharynx.palatinus anterior) brjalan melalui canalis pterygopalatinus menembusi palatum durum dengan melewati foramen palatinum majus dan membentuk beberapa percabangan.zygomaticofacialis. Rr. melayani mucosa concha nasalis superior et medius dan pars posterior septum nasi. Cabang-cabang yang dimaksud adalah n. Cabang ini yang disebut mixednerve karena mempunyai radix sensibel (portio major) dan radix motoris (portio minor).orbitalies yang menuju ke orbita dengan melewati fissura orbitalis inferior.alveolaris superior medius dipercabangkan di bagian posterior canalis infraorbitalis. berjalan hee arah caudo-anterior pada dinding lateral sinus maxillaris dan melayani ke dua gigi premolar. N. masing-masing (a) orbitalis. . Rr. N. melayani gigi caninus dan incisivus. seperti rr.

mengadakan suatu anastomose dengan r.auriculotemporalis biasanya ada dua cabang yang akan berrsatu setelah melingkari m. dan memberi percabangannya untuk tensor tympani.Glossopharyngeus .tempoalis superficialis berada di antara auricula dan proc.pterygoideus lateralis sampai pada permukaannya.lingualis pada mulanya berada di sebelah profunda m.pterygoideus lateralis yang memasuki otot bersangkutan dari sebelah profundanya. Ganglion Oticum • Serabut dari ganglion ini bergabung dengan a. r. N. Saraf ini (radix sensibel dan radix motoris) meninggalkan foramen ovale.meningeus (= n.Faciadi dalam glandula parotis pada tepi posterior m. 3. melingkari ductus . N.mandibularis nervi facialis untuk melyani kulit di daerah bersangkutan. Komponen motoris melayani otot-otot mastikasi. Berada di antara m. meatus externus.styglossus dan mencapai sisi lidah. 4. R.digastricus venter anterior. Nn.mandibularis adalah sebagai berikut : 1. Berjalan ke arah posterior pada permukaan dalam dari m. mengikuti sisi medialis collum mandibulae. N. selanjutnya menyilang m. percabangan dari n.alveolaris inferior.auriculo tempoalis dekat pada pangkalnya.masseter dan memasukinya dekat pada origonya. sebagian dari dura mater dan cranium. m.spinosus) berjalan melalui foramen spinosum masuk kembali ke dalam cavum cranii. labium inferius dan bagian inferior wajah. lidah. membrana mucosa dari pipi. mandibula dan articulatio temporomandibularis.pterygoideus lateralis.myolohyoideus. melayani kulit pipi pada daerah tersebut. mengandung komponen sensibel dan berjalan bersama dengan r. anterior dan posterior. melayani dura mater dan cellulae mastoideae 2.constrictor pharyngis superior dan m. 7. Menerima chorda tympani.buccalis berjalan di antara kedua caput m. N.buccalis nervi facialis. 8. gingva dan gigi pada rahang bawah .temporalis.pterygoideus medialis berjalan menembusi ganglion oticum.hyoglossus dan permukaan dalam glandula submandibularis.Facialis • Cabang tersebut berjalan ke anterior mulai dari bagian dorsal collum mandibulae.pterygoideus lateralis.buccalis dan r.zygomaticus. Membentuk beberapa percabangan dan mengadakan anastomose dengan : N.tensor velipalatini dan m. cellulae ethmoidales. N.condyloideus mandibulae dan ditutupi oleh glandula parotis.mandibularis. lalu berjalan paralel di sebelah anterior n. N. dan bergabung dengan N.masseter. melayani glandula parotis sebagai serabut secretomotoris.pterygoideus lateralis. berada pada permukaan profunda otot bersangkutan.meningea media dekat pada foramen spinosum. berjalan di antara m. Ganglion oticum berada dekat pada permukaan medial n. menyilang m. m. Mengandung serabut post ganglioner parasympathis. 6.tensor tympani.massetericus yang berjalan ke lateral di atas m.temporales profundi biasanya berjumlah dua buah.Komponen sensibel melayani kuulit pada regio temporalis. 5. pipi. mengikuti atau menembusi pars inferior m. auricula. m. yang mana serabut preganglioner untuk ganglion tersebut berasal dari N.pterygoideus medialis dan mandibula. lalu mengikuti a.

n. Gugusan superficialis membentuk suatu lingkaran pada perbatasan leher dan kepala yang dinamakan lingkaran pericervicalis atau cervical Collar.n. L. berada pada facies.trapezius. ditembusi oleh v. l.jugularis anterior. kira-kira 1 – 2 cm di sebelah caudal foramen ovale.occipitalis.n.n. auricula.n.cervicalis profundus pars cranialis. pembuluh efferen membawa aliran lymphe menuju ke l.n. menerima lymphe dari bagian tengah (linea mediana) leher dan mengalirkan lymphenya menuju ke l.submentalis.retromandibularis.submandibularis biasanya dikelompokkan pada gugusan superficialis. pada mulanya berada di sebelah profunda m. Masih ada lymphonodus lainnya.n.sternocleidomastoideus.cervicalis anterior berada sepanjang v.cervicalis superficialis.submandibularis menuju ke apex linguae. meskipun membawa drainage dari lidah dan glandula submandibulare.Facialis bergabung dengan n.n. Dan mengirim pembuluh afferen menuju ke l. l. kira-kira 2.occipitalis.n. L.alveolaris inferior berjalan bersama-sama dengan a. Chorda tympani sebagai cabang dari N.occipitalis terletak pada serabut-serabut cranialis m. l.submentalis. .lingualis dengan membentuk sudut yang lancip. L.n. Menerima aliran lymphe dari bagian belakang kepala dan mengirimkannya kepada lymphonodi cervicales profundi dengan melewati bagian profunda m.pre-auricularis terletak pada glandula parotis sepanjang vena temporalis superficialis dan vena facialis transversa.facialis yang merupakan perluasan ke cranialis dari l.alveolaris inferior. lalu berjalan di antara ligamentum sphenomandibulare dan ramus mandibulae. pada permukaan inferior dari m.n.n.submandibularis dan l.retro auricularis).digasticus. 6.n.submandibularis dengan mengikuti vena facialis. yaitu ramus incisivus dan n.mentalis.mylohyoideus. berjalan di dalam canalis mandibularis sampai pada foramen mentale dan memberi dua buah cabang terminal.5 cm di sebelah infero-lateralis inion.preauricularis (l.mastoideus (l. dimana vena ini menerima v. yaitu l. SISTEMA LYMPATHICA COLLI FACIALIS Gugusan superficialis berjalan mengikuti vena superficialis dan gugusan profunda berjalan mengikuti arteria atau seringkali mengikuti vena profunda. membawa lymphe dari lidah bagian tengah (juga apex lingua) dan dari labium inferius.n.n.n. 9.n.cervicalis profundus.pterygoideus lateralis.parotideus superficialis).n. Lymphonodus ini terletak pada vena facialis di sebelah caudal dari mandibula. meliputi l.submentalis berada di antara kedua venter anterior m.n. N. L. mengandung serabut sensoris bagi 2/3 bagian anterior lidah dan serabut sectoris (preganglioner parasympathhis) bagi ganglion submandibulare. palpebra dan pipi. Menerima pembuluh afferen dan kepala (scalp). menuju ke foramen mandibulare. l.parotideus profundus. L. gugusan ini dapat dianggap menerima afferen dari l.

parotideus dan l. mulai dari basis cranii sampai di sebelah cranialis clavicula dan dibagi oleh venter inferior m. dan membawa aliran lymphenya menuju ke l.mediastinalis superior).n.cervicalis profundus. larynx bagian cudal. Diantara gugusan superficial dan gugusan profunda terdapat gugusan intermedis.recurrens.n. pembuluh efferennya mengikuti vasa thyreoidea inferior menuju ke l. mengirimkan lymphenya menuju kepada l.n.n.omohyoideus menjadi gugusan superior dan gugusan infeior.n.n.digastricus dan vena jugularis interna trdapat l.cervicalis superficialis.n. Semua lymphonodi akan memberi aliran lymphenya kepada l. Gugsan superior atau l.juguladigastricus.cervicalis profundus (dan l.jugularis externa.omhyoideus pada saat otot ini menyilang v. Mengirimkan efferennya menuju ke l.infrahyoideus yang berada pada membrana thyreo-hyoidea. 7. Gugusan lymphonodus yang terletak di sebelah cranialis venter inferior m.n.cervicalis profundus terletak di sebelah profunda m. n. yang terdiri atas : • L.sternocleidomastoideus sepanjang carotid sheath. menerima afferen dari cavum cranii. menerima lymphe dari nasopharynx. menerima afferen yang berjalan bersama-sama dengan a. • L.n.cervicalis superficialis berada sepanjang v.laryngea superior dan berasal dari larynx di bagian cranialis plica vocalis.cervicalis profundus pars superior yang menuju ke arah medial dan membentuk l. berada pada vena jugularis interna. permukaan posterior lobus lateralis glandula thyreoidea.thyreoidea inferior dan ductus thoracicus. L.n.n. L. l.jugularis interna membentuk l. Pada tempat persilangan antara m.paratrachealis yang berada pada celah di antara trachea dan oesophagus.prelaryngealis yang berada pada ligamentum cricothyreoideum.cervicalis profundus pars superior dengan mengikuti vena pharyngealis. ujung terminal a. Pembuluh-pembuluh efferen membentuk sebuah pembuluh besar (jugular trunk) dan bermuara ke dalam ductus thoracicus (dibagian kiri) serta ductus lymphaticus dexter (bagian kanan).n. . pars cranio-lateralis glandula thyreoidea. tuba auditoria dan dari vertebra cervicalis.cervicalis profundus.n.retropaharyngealis (berada di dalam spatium retropharyngeum). berada pada vasa thyreoidea superior. trachea pars cervicalis dan oesophagus. • L.submandibularis. larynx dan pharynx bagian caudal.jugulo-omohyoideus. menerima lymphe dari larynx di bagian cranialis plica vocalis. Pada mulanya berada pada linea mediana.n.n.n. Oesophagus Oesophagus pars cervicalis merupakan lanjutan dari pharynx yang dimulai setinggi vertebra Cervicalis 6 atau cartilago cricoidea sampai pada tepi superior manubrium sterni. Terdapat perluasan dari l. regio pterygoidea.n.n. regio parotis bagian caudal dan telinga. Menerima aliran lymphe dari kulit pada angulus mandibulae.cervicalis profundus pars superior dan juga dari l. radix linguae. menerima lymphe dari glandula thyreoidea dan struktur di sekitarnya.L.cervicalis profundus pars inferior. Terdiri atas banyak lymphonodus. selanjutnya berjalan turun dan terletak agak ke kiri. Di sebelah anteriornya terdapat trachea.cervicalis profundus pars superiro tereltak di sebelah cranialis cartilago thyreoidea.n.n. pars caudalis glandula thyreoidea.

digastricus dan m. Selama fase volunter makanan dirubah bentuknya menjadi bolus oleh proses mastikasi dengan bantuan saliva. aliran darah nevous dibawa oleh vena thyreoidea inferior. 8.tensor veli palatini. Selama fase involunter terjadi penutupan dari isthmus oropharyngeus yang dilakukan oleh kontraksi m.palatoglossis dan m. di sini terjadi peralihan peranan saraf dan serabut somato efferen nervi hypoglossi kepada serabut special visceral afferen (serabut efferen branchialis) dari nervus mandibularis dan nervus facialis.aryepiglotticus.cricopharyngeus yang selalu berada dalam keadaan kontraksi dan menutup pangkal oesophagus dengan tujuan mencegah udara masuk ke . yaitu fase voluntary (dipengaruhi kemauan) dan fase involuntary (reflex). Selanjutnya palatum molle terangkat oleh kontraksi m. kemudian dengan perantaraan kontraksi m. kedua otot ini membentuk “Passavent’s bar”.levator veli palatini yang dibantu oleh m.cervicalis profundus. seperti m.styloglossus dan otot-otot intrinsic linguae bolus makanan didorong ke dorsal.Di sebelah lateral terdapat carotid sheath. Di sebelah dorsal dibatasi oleh fascia prevertebralis. Selanjutnya diikuti oleh fase involunter dengan tanda-tandanya sebagai berikut : • isthnus faucium menutup • palatum molle terangkat dan memisahkan (menutup) nasopharynx dari oropharynx • larynx terangkat dan aditus laryngis menutup • kontraksi otot-otot constrictor pharyngis serta relaksasi m.styloideus.palatopharyngeus.nyolohyoideus. yang dikerjakan oleh kontraksi m.constrictor pharyngis yang akan mendorong bolus masuk ke dalam oesophagus. dengan terangkatnya larynx maka epiglottis terdorong ke dorsal menutupi aditus laryngis.n. Bersamaan dengan pemisahan nasopharynx dari oropharynx maka larynx terangkat ke cranialis yang terutama dilakukan oleh kontraksi m. dan fascia ini memungkinkan oesophagus serta trachea bergerak dengan bebas pada waktu menelan dan pada waktu phonasi (bersuara). Cairan lymphe dibawa ke l. aditus laryngis dipersempit oleh kontraksi otot-otot intrinsic laryngis. Kegiatan ini dibantu oleh otot-otot yang mengangkat os hyoideum.palatopharyngeus dan m. yang berada di bawah pengaruh nervus vagus dan nervus accessorius (serabut branchio efferen dari nucleus ambiguus). Mendapat suplai darah dari a. Pentutpan isthmus oropharyngeus disempurnakan oleh diangkatnya dorsum linguae dan ini merupakan akhir dari fase pertama tadi. M.thyreoidea inferior. Perbahan posisi dari epiglottis dan terangkatnta larynx membentuk suatu “lateral food channel”. dan penutupan/pemisahan nasopharynx dari oropharynx disempurnakan oleh kontraksi m.cricopharyngeus • kontraksi oesophagus yang mendorong bolus makanan menuju ke gaster.contrictor pharyngis superior.n.paratrachealis dan selanjutnya menuju ke l.stylopharyngeus. m.palatopharyngeus dan m. PROSES DEGLUTITIO Terdiri atas dua fase. Gerakan larynx ke cranialis diikuti oleh kontraksi m. Selama fase volunter bolus makanan didorong ke dorsal oleh lingua menuju ke isthmus faucium.

Pada bayi letak epiglottis masih tinggi dan mencapai nasopharynx sehingga sambil minum ( A S I / mengisap susu) dia dapat menarik napas tanpa gangguan. dan ini menandakan akhir dari fase deglutitio atau dapat dianggap sebagai fase ketiga dari proses deglutitio (merupakan bagian terakhir dari fase involuntary). Lalu diikuti dengan kontraksi otot-otot oesophagus.dalam gaster akan segera mengalami relaksasi sehingga bolus makanan dapat masuk ke dalam oesophagus. . Dengan gerakan peristaltik oesophagus maka bolus makanan akan turun dan masuk ke dalam gaster.