Anda di halaman 1dari 2

tentang aerasi (pengolahan air

)

Aerasi merupakan istilah lain dari transfer gas. Transfer gas didefinisikan sebagai
perpindahan gas dari fase gas ke fase cair atau sebaliknya. Fungsi utama aerasi dalam
pengolahan air dan air limbah adalah melarutkan oksigen ke dalam air untuk meningkatkan
kadar oksigen terlarut dalam air, dalam campuran aktif yang tersuspensi dalam bioreaktor dan
melepaskan kandungan gas – gas yang terlarut dalam air serta membantu pengadukan air.
Faktor – faktor yang mempengaruhi perpindahan oksigen adalah :
a.
b.
c.
d.

Suhu
Kejenuhan oksigen
Karakteristik air
Derajat turbulensi

a.

Pengaruh suhu
Koefisien penyerapan oksigen KLa meningkat seiring dengan kenaikan suhu, karena
suhu dalam air akan mempengaruhi tingkat difusi, tegangan permukaan dan kekentalan air.
Kemampuan difusi oksigen meningkat dengan peningkatan suhu, sedangkan tegangan
permukaan dan kekentalan menurun seiring dengan kenaikan suhu. Pengaruh suhu pada
berbagai faktor tersebut dirangkum dalam persamaan dengan koefisien empiris (f) sbb :
(KL.a)20 = ( KLa)Tf(20-T)
Nilai f untuk aerasi permukaan pada umumnya memiliki rentang nilai 1,012 – 1,047

b. Kejenuhan Oksigen
Konsentrasi jenuh oksigen dalam air tergantung pada derajat ; salinitas; suhu; dan
tekanan parsial oksigen yang berkontak dengan air Ecken felder dan O’connor dalam
Benefield dan randai ( 1982 ) menyarankan bahwa konsentrasi jenuh dapat ditentukan dari
persamaan berikut :
(Cs)760 =

Dimana :

c.

( Cs )760

= nilai kejenuhan oksigen pada tekanan udara 760 mm Hg,mg/L

S
T

= konsentrasi padatan terlarut dalam iar, gram/L
= suhu, oC

Karakteristik Air

98 ppm ion Besi. Faktor lain yang sangat mempengaruhi reaksi oksidasi besi dengan oksigen dari udara adalah pH air. dalam hal ini dipengaruhi oleh jumlah udara yang dikontkkan dengan air serta luas kontak antara gelembung udara dengan permukaan air . . surfactant (detergent) dalam larutan dan perbedaan temperatur.  Turbulensi akan meningkatkan laju perpindahan masa oksigen karena terjadi percepatan laju pergantian permukaan bidang kontak. ∆C)  tetap terjaga konstan.Dalam praktek ada perbedaan nilai KLA untuk air bersih dengan KLA air limbah yang mengandung materi tersuspensi. Disamping itu proses aerasi juga berfungsi untuk menghilangkan gas-gas beracun yang tak diinginkan misalnya gas H2S. Carbon Dioksida dan gas-gas racun lainnya. Reaksi oksidasi ini sangat efektif pada pH air lebih besar 7(tujuh).5 pH 8. maka secara teoritis dapat dihitung bahwa untuk 1 ppm oksigen dapat mengoksidasi 6. Pengaruh faktor ini. dikoreksi dengan menggunakan koefisien empiric (α) untuk pengaruh padatan tersuspensi dan surfaktan dan (β) untuk pengaruh perbedaan temperatur. Hal ini dimaksudkan agar pH air tidak menyimpang dari pH standart untuk air minum yaitu pH 6. Faktor – faktor ini juga mempengaruhi nilai Cs. Reaksi oksidasi ini dapat dipengaruhi antara lain : jumlah Oksigen yang bereaksi . d. Reaksi oksidasi Besi dan Mangan oleh udara dapat ditulis sebagai berikut:  4 Fe2+ + O2 + 10 H2O ====> 4 Fe(OH)3+ 8 H+ tak larut 2+ Mn + O2 + H2O ====> MnO2 + 2 H+ tak larut Dari persamaan reaksi antara besi dengan oksigen tersebut. Methan. maka pH air baku harus dinaikkan sampai mencapai pH 8. tetapi jika kadar Mangannya tidak terlalu tinggi maka sebagaian mangan dapat juga teroksidasi dan terendapkan. Oleh karena itu sebelum aerasi dilakukan.5. Oksidasi Mangan dengan oksigen dari udara tidak seefektif untuk besi. Derajat turbulensi Derajat turbulensi dalam tangki aerasi akan mempengaruhi nilai αsebagai berikut :  Turbulensi akan menurunkan derajat tahanan liquid film. maka oksigen yang bereaksi makin besar. yang berakibat pada deficit oksigen (driving force. Jadi makin merata dan makin kecil gelembung udara yang dihembuskan kedalam air bakunya . Turbulensi secara langsung akan meningkatkan nilai koefisien perpindahan oksigen (KLA) Pengertian lain dari aerasi yaitu mengontakkan udara dengan air baku agar kandungan zat besi dan mangan yang ada dalam air baku bereaksi dengan oksigen yang ada dalam udara memben tuk senyawa besi dan senyawa mangan yang dapat diendapkan.