Anda di halaman 1dari 5

PAPER TUGAS PRAKTIKUM

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM AGRIBISNIS
“Pemberdayaan Masyarakat Petani Dalam Meningkatkan Hasil Panen Melalui Program
GAPOKTAN di Kecamatan Moyudan”

Oleh :
Kelompok 8
Primus Khibran Devara 135040101111053
Intan Permane 135040101111237
Sinatrya Sani 135040101111286
Raras Elga W. 13504040101111299
Abdurrahman Saleh 135040107113008

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2015

Perbandingan antara hasil produksi dan jumlah penduduk menjadi tidak seimbang. (4) meningkatkan kemampuan. (5) meningkatkan kemampuan dan kepedulian masyarakat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial secara melembaga dan berkelanjutan. Oleh karena itu pembangunan ekonomi nasional berbasis pertanian dan pedesaan secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak pada pengurangan penduduk miskin dan penyelenggaraan kesejahteraan sosial juga dapat berjalan seperti apa yang sudah dicitacitakan. dapat dikemukakan dua macam keadaan : (1) terdapat kemiskinan sekaligus kesenjangan. dan (6) meningkatkan kualitas manajemen penyelenggaraan kesejahteraan sosial”.Latar Belakang Dalam era yang semakin berkembang ini. . (2) memulihkan fungsi sosial dalam rangka mencapai kemandirian. Kemiskinan di perdesaan merupakan masalah pokok nasional yang penanggulangannya tidak dapat ditunda dan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan kesejahteraan sosial. kualitas.4% dari jumlah tersebut berada di perdesaan dengan mata pencaharian utama di sektor pertanian dan 80% berada pada skala usaha mikro yang memiliki luas lahan lebih kecil dari 0.3 hektar. (3) meningkatkan ketahanan sosial masyarakat dalam mencegah dan menangani masalah kesejahteraan sosial. atau (2) tidak terdapat kemiskinan tapi boleh jadi masih ada kesenjangan. Permasalahan mendasar yang dihadapi petani adalah kurangnya akses kepada sumber permodalan. Upaya penanggulangan kemiskinan sangat kompleks dan rumit. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2007 jumlah penduduk miskin tercatat 37. Hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia atau individu seutuhnya dan masyarakat selutuhnya.2 juta jiwa. Kajian keadaan pedesaan secara partisipatif adalah salah satu tahap dalam upaya meningkatkan kemandirian. faktor penting lain yang ditengarai membuat desa menjadi tidak berdaya adalah produktivitas yang rendah dan sumber daya manusia yang lemah. pasar dan teknologi. dan kelangsungan hidup. 11/2009 tentang Kesejahteraan Sosial pasal 3 bab II asas dan tujuan berbunyi: “Penyelenggaraan kesejahteraan sosial bertujuan : (1) meningkatkan taraf kesejahteraan. Pembangunan nasional akan terlaksana dengan baik apabila ada koordinasi dari segenap masyarakatnya. dan upaya menanggulangi kemiskinan sekaligus kesenjangan jauh lebih kompleks dan lebih rumit. kepedulian dan tanggung jawab sosial dunia usaha dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial secara melembaga dan berkelanjutan. salah satu tuntutan bagi sebuah negara berkembang adalah pembangunan nasional. UU no. Sunyoto Usman (2008:33-40) di dalam masyarakat. Secara teorotis. serta organisasi tani yang masih lemah. Sekitar 63.

Efek negatif berikutnya kemiskinan tersebut telah memicu semakin maraknya penebangan liar. Diharapkan melalui program Gapoktan ini. Dari hal di atas. masyarakat dapat memanfaatkan informasi dan hasil kajian yang dilakukan bersama oleh masyarakat bersama tim fasilitator. masyarakat petani di kawasan kecamatan Moyudan yang tergabung dalam program Gapoktan (gabungan kelompok tani) merupakan masyarakat yang perlu diberdayakan. Dalam kajian keadaan pedesaan secara partisipatif melalui Pemberdayaan Masyarakat. Sehingga partisipasi masyarakat dalam pelestarian lahan menjadi sangat minim dan terabaikan. potensi dan masalahnya sendiri. Kajian keadaan pedesaan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan percaya diri masyarakat dalam mengidentifikasi serta menganalisa situasi. serta belum diadaptasikan dengan keragaman karakteristik bio-fisik lokasi. potensi serta peluang pengembangan. untuk mengembangkan rencana kerja masyarakat petani agar lebih maju dan mandiri. Hasil dari kajian keadaan pedesaan secara partisipatif berupa gambaran tentang masalah yang dihadapi masyarakat. belum mengakomodasi tata nilai dan kelembagaan informal masyarakat lokal sebagai pondasi kelembagaan formal pengelolaan lahan. Ukuran keberhasilannya adalah kemajuan fisik atau luasan tanaman. Hasil ini sebagai dasar untuk tahapan berikutnya dalam proses pemberdayaan masyarakat. dan lain-lain yang semakin mengakibatkan parahnya kerusakan lahan.hasil panen dan kesejahteraan masyarakat dalam hidupnya. sosial dan budaya masyarakat lokal. masyarakat petani dapat lebih . Dengan kata lain sasaran pengelolaan lahan secara maksimal tidak dapat dicapai tanpa memperhatikan partisipasi dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Akibatnya tingkat keberhasilan pembangunan usaha budidaya tanaman sangat rendah dan sekaligus masyarakat tetap miskin atau malah menjadi tambah miskin. Hal ini sangat berbeda dengan pendekatan top-down yang sering kali dipakai oleh lembaga-lembaga yang mengumpulkan informasi dari masyarakat melalui Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat untuk kepentingan kelancaran program mereka. baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta. Dalam program semacam ini masyarakat hanya diikutkan tanpa diberikan pilihan. yang belum menyentuh pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) petani dan kelembagaan. Sementara itu keberadaan dan ketergantungan masyarakat lokal terhadap sumber daya alam sangat mempengaruhi keberhasilan pembangunan tanaman pertanian atau pengelolaan lahan. belum memanfaatkan kearifan tradisional sebagai modal sosial (social capital). perambahan kawasan.

Kurangnya pengetahuan petani tentang cara pengolahan sawah yang tepat menyebabkan rendahnya hasil panen 4.berdaya dan dalam segi hasil panen maupun finansial serta kesejahteraan hidupnya dapat meningkat. Agar penelitian ini lebih mendalam. Banyaknya petani yang tingkat ekonominya masih rendah 2. Rendahnya hasil panen petani menyebabkan menurunnya tingkat ekonomi. kemampuan dan dana. tidak seluruhnya dikaji dalam penelitian ini. Output Program 1. Masyarakat petani di kecamatan Moyudan dapat berdaya secara mandiri. Kurangnya inovasi petani dalam upaya meningkatkan hasil panen. Meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan masyarakat petani 3. 5. Masyarakat petani dapat lebih berdaya Tingkat Keberhasilan Program Program pemberdayaan ini berhasil mencapai sesuai sasaran dan tujuannya. Dengan permasalahan yang telah diuraikan di atas maka peniliti mengambil penelitian “pemberdayaan masyarakat petani dalam meningkatkan hasil panen melelui program Gapoktan (gabungan kelompok tani) di kecamatan Moyudan. . 3. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut 1. Potensi-potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam belum dieksplor secara maksimal atau belum diberdayakan. Mereka menjual. Mengingat adanya keterbatasan waktu. Meningkatkan hasil penen 2. Pembatasan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah yang diuraikan di atas. maka penelitian ini dibatasi pada pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat petani dalam usaha meningkatkan hasil panen melalui program gabungan kelompok tani di kecamatan Moyudan.

memasarkan. . dan secara langsung juga dapat meningkatkan penghasilan petani maupun kesejahteraan mereka. mendapat bantuan pemerintah. melalui Gapoktan yang dibentuk dari program tersebut. berbagi solusi tentang permasalahan yang ada. Sehingga masyarakat petani dapat meningkatkan hasil panen mereka.