Anda di halaman 1dari 23

HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK

DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI DAN STATUS GIZI
PADA ANAK KELAS III DAN IV SDN KADIPATEN I DAN II
KABUPATEN BOJONEGORO

Artikel Penelitian disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan
studi pada
Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

Disusun oleh:
HANA YUAN KARTIKASARI
G2C007033

PROGRAM STUDI ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2013

1

HALAMAN PENGESAHAN
Artikel penelitian dengan judul “Hubungan Konsumsi Makanan Kariogenik
dengan Kejadian Karies Gigi dan Status Gizi Pada Anak Kelas III dan IV SDN
Kadipaten I dan II Kabupaten Bojonegoro” telah direvisi dari pembimbing .

Mahasiswa yang mengajukan :

Nama

: Hana Yuan Kartika

NIM

: G2C007033

Fakultas

: Kedokteran

Program Studi

: Ilmu Gizi

Universitas

: Diponegoro Semarang

Judul Artikel

:Hubungan Kejadian Karies Gigi dengan Konsumsi
Makanan Kariogenik dan Status Gizi Pada Anak Sekolah
Dasar (Studi Pada Anak Kelas III dan IV SDN Kadipaten I
dan II Bojonegoro)

Semarang, 30 Juni 2014
Pembimbing,

Nuryanto S.Gz.,M.Gizi
NIP. 197811082006041002

2

Nuryanto2 ABSTRAK Latar Belakang : Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dijumpai di masyarakat. Karies Gigi. Data yang dikumpulkan meliputi tingkat karies gigi menggunakan indeks DMF-T. Anak yang mengalami karies gigi dalam kurun waktu yang lama akan berpengaruh terhadap asupan zat gizi dan status gizi.008 .009 .ada hubungan antara karies gigi dengan status gizi (p=0. Status Gizi 1 2 Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi. Universitas Diponegoro Dosen Program Studi Ilmu Gizi.303).8% dengan indeks DMF-T rata-rata 4. Subjek diambil secara random sampling.298) . Analisis data menggunakan uji korelasi rank Spearman. Fakultas Kedokteran. Besar subjek yang dibutuhkan sebanyak 63 responden. dan status gizi dengan cara antropometri. dan ada hubungan antara karies gigi dengan status gizi Kata Kunci : Makanan Kariogenik. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan tingkat karies gigi sedang 23. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian karies gigi dengan konsumsi makanan kariogenik dan status gizi pada anak sekolah dasar Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. r=0.HUBUNGAN KEJADIAN KARIES GIGI DENGAN KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DAN STATUS GIZI PADA ANAK SEKOLAH DASAR (Studi Pada Anak Kelas III dan IV SDN Kadipaten I dan II Bojonegoro) Hana Yuwan1 . Mengkonsumsi makanan kariogenik berlebih dapat meningkatkan risiko karies gigi. Universitas Diponegoro 3 . r=0. dimana diantaranya adalah golongan anak. Fakultas Kedokteran. Simpulan : Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa ada hubungan antara kejadian karies gigi dengan konsumsi makanan karieogenik. Frekuensi konsumsi makanan kariogenik sebanyak 73% mengkonsumsi 3-6x sehari. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa: ada hubungan antara kejadian karies gigi dengan konsumsi makanan karieogenik (p=0. Terdapat 15.8% anak memiliki status gizi sangat kurang. asupan makanan kariogenik diperoleh menggunakan Food Frekuensi Question (FFQ) dan kuesioner.0 .

Methods : This study used a cross sectional design. Medical Faculty of Diponegoro University Lecturer of Nutrition Science Study Program. The frequency of dental caries in the medium category. The independent variable in this study is the consumption of cariogenic foods and the dependent variable was dental caries and nutritional status. Children who experience dental caries function is impaired.0202). It can increase the risk of dental caries. The study population were all students in class 3 and 4 SDN Kadipaten 1 and II in Bojonegoro for academic year 2013/2014 amount 345 children. The primary data obtained through interviews and research questionnaire and secondary data obtained through measurement of height and weight. Dental Caries. Correlation test results shows t: 1) there is a relationship between the cariogenic consumption foods with dental caries (p = 0. r = . so it will affect the nutrient intake and nutritional status.000. namely the DMF-T index average of 4. 63 Children were taken by simple random sampling technique.057. 2) there is a relationship between dental caries and nutritional status (p = 0.0%) had fat nutritional status. sweet and sticky on the surface of the tooth. These conditions relate to the habit of cariogenic foods that contain sugar. r = -0547).RELATIONS CARIOGENIC FOOD CONSUMPTION AND GENESIS DENTAL CARIES WITH NUTRITIONAL STATUS GRADE FOR CHILDREN CLASS III AND IV SDN KADIPATEN I AND II BOJONEGORO Hana Yuwan1 . This study aims to determine the relationship of cariogenic food consumption and dental caries incidence with nutritional status for children class 3 and 4 SDN Kadipaten 1 and II in Bojonegoro. The incidence of dental caries children of class III and IV also there is a relationship with the child's nutritional status. Nuryanto2 ABSTRACT Background : Elementary school students in the region Kabupaten Bojonegoro amounted to 77. Most of the students (48.4% suffer dental caries. Conclusion : Based on the research concluded that there is a relationship between cariogenic consumption foods with dental caries incidence in children of class III and IV SDN I and II Kadipaten Bojonegoro.0. Nutritional Status 1 2 Student of Nutrition Science Study Program. Results : The results shows 46 children (73%) having cariogenic foods 3-6x a day. Medical Faculty of Diponegoro University 4 . Data analysis use the Spearman rank correlation test. Keywords : Cariogenic Food.

roti isi. Hasil penelitian anak anak SDN (Sekolah Dasar Negeri) di desa Pagersari Kabupaten Kendal tahun 2004. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa akibat dari karies gigi karena terganggunya fungsi pengunyahan (mastikasi) yang dapat berpengaruh terhadap asupan makanan. sehingga dibutuhkan asupan gizi yang tinggi agar kecukupan zat gizi dapat terpenuhi.PENDAHULUAN Usia sekolah. sehingga akan berpengaruh terhadap asupan zat gizi dan status gizinya.4 5 . seperti kebisaan mengkonsumsi makanan jajanan secara berlebihan. dan makanan yang berbentuk menarik. Tumbuh kembang pada anak sekolah tergantung pada pemberian asupan zat gizi dengan kualitas dan kuantitas yang baik. Konsumsi makanan kariogenik yang sering dan berulang-ulang akan menyebabkan pH plak dibawah normal dan menyebabkan demineralisasi enamel dan terjadilah pembentukan karies gigi. Efek buruk dari seringnya mengkonsumsi makanan manis atau kariogenik yaitu terhadap kesehatan gigi. Hal ini disebabkan karena makanan kariogenik mempunyai kecenderungan melekat pada permukaan gigi. lengket. merupakan salah satu tahapan kehidupan yang masih mengalami pertumbuhan. Kebiasaan makan pada anak sekolah sangat berpengaruh terhadap asupan zat gizinya.1 Usia tersebut aktifitas fisik meningkat. seperti bermain dan berolahraga. Kebiasaan makan yang salah pada anak sekolah dasar (SD) sering terjadi.2 Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada anak SD di Panei Tongah pada tahun 2009. Mengkonsumsi makanan yang mengandung gula tinggi.3 Anak yang mengalami karies gigi fungsi pengunyahannya akan terganggu. didapatkan hasil bahwa ada hubungan karies gigi dengan status gizi anak sekolah dasar. permen. Bila hal ini sering terjadi maka dapat menyebabkan karies gigi. menunjukkan bahwa makanan manis yang berbentuk lunak dan lengket dapat berpengaruh langsung terhadap terjadinya penyakit karies gigi. bakso. Makanan jajanan yang sering dikonsumsi anak SD banyak bersifat kariogenik. seperti coklat. seperti makanan manis. serta biskuit mempunyai korelasi tinggi dengan kejadian karies gigi.

Karies gigi merupakan keadaan kerusakan jaringan gigi yang dilihat dari tingkat/ indeks karies gigi (DMF-T) yang dilakukan oleh dokter gigi. Jawa Timur adalah salah satu provinsi yang mempunyai masalah gigi dan mulut cukup tinggi (>30%). yaitu 65% siswa kelas 3 dan 4 menderita karies gigi. kejadian karies gigi sebesar 77.6 Berdasarkan paparan tersebut. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 sebesar 30% penduduk Indonesia mempunyai masalah gigi dan mulut. Hasil laporan pemeriksaan gigi yang didapatkan di SDN Kadipaten I dan II Kabupaten Bojonegoro cukup tinggi dengan kejadian karies giginya. Berat badan ditimbang dengan timbangan digital yang 6 . rumusan masalahnya adalah bagaimana hubungan konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi dan status gizi pada anak SDN Kadipaten I dan II Kabupaten Bojonegoro.5 Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur. karies gigi.095 siswa SD/MI yang memeriksakan gigi dan mulut.Survei Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2010 menunjukkan prevalensi penduduk Indonesia yang menderita karies gigi sebesar 80% . Data yang dikumpulkan meliputi identitas subjek.90% dimana diantaranya adalah golongan anak. Subjek diambil secara random sampling.4%. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan melakukan pengukuran dan pengamatan variabel bebas maupun variabel terikat pada saat bersamaan. dan konsumsi makanan kariogenik. METODE PENELITIAN Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2013 di SDN Kadipaten I dan II Bojonegoro. dari total 116. status gizi. Status gizi ditentukan berdasarkan pengukuran (BB/TB) dengan menggunakan Body Mass Index (BMI) yang dikonversikan ke dalam nilai z-score IMT/U untuk anak laki-laki dan perempuan 5-18 tahun menggunakan program WHO Anthro Plus 2007. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi dan status gizi pada anak SDN Kadipaten I dan II Bojonegoro. Besar subjek yang dibutuhkan dalam penelitian ini sebanyak 63 responden.

paling banyak 69.1 cm. Frekuensi makanan kariogenik yang dikonsumsi subjek termasuk kategori tinggi jika mengkonsumsi 3-6x atau lebih dalam sehari.7% berjenis kelamin perempuan. Analisis data untuk mengetahui hubungan antara konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi dan status gizi menggunakan uji Korelasi Spearman yang sebelumnya diuji normalitas datanya dengan uji KolmogorovSmirnov.1 kg. Rentang usia dari 8-10 tahun.3 69. sedangkan tinggi badan diukur dengan microtoise dengan ketelitian 0. Tabel 1.memiliki kapasitas 150 kg dan ketelitian 0.3 39.8 15. Karakteristik Responden Responden penelitian sebanyak 63 anak SD kelas 3 dan 4 dengan karakteristik responden dapat dilihat pada tabel 1.8% masuk dalam usia 9 tahun.7 100 9 44 10 63 14. HASIL PENELITIAN A.3% berjenis kelamin laki-laki dan 39. kategori sedang 2x dalam sehari dan kategori rendah 1x dalam sehari. Makanan kariogenik merupakan frekuensi makanan yang bersifat kariogenik yang dikonsumsi oleh anak SD yang didapatkan dari Food Frekuensi Question (FFQ). 7 . Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin dan Usia Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Total Usia 8 tahun 9 tahun 10 tahun Total Frekuensi % 38 25 63 60.9 100 Tabel 1 menunjukkan bahwa 60.

4 0 0 0 0 46.7 x/ hari.1 Tabel 3 menunjukkan hasil bahwa responden memiliki kebiasaan mengkonsumsi jenis makanan kariogenik setiap harinya.8 3.2 0 0 28.7 36.5 71.5 9 14. Jenis Makanan Kariogenik yang Dikonsumsi Responden Jenis Makanan Kariogenik yang dikonsumsi 3-6x sehari 2x sehari 1x sehari Tidak pernah Total Frekuensi % 46 15 2 0 63 73.8 0 0 Jumlah n 61 45 25 23 12 21 21 26 53 % 99.3 11 17.1 41. Makanan Kariogenik Rerata makanan kariogenik yang dikonsumsi responden yaitu sebesar 7.1 1 1.4 8 12.4 39.5 5 7.0 33.0 33.B.3 41. Tabel 2.0 23. Jenis-jenis makan kariogenik tersaji pada tabel 3.1 0 0 Tidak Pernah n % 0 0 0 0 0 0 0 0 6 9.5 0 0 0 0 15.7 36.6 0 0 15 23.8 2 3.3 0 0 17.5 8 12. 8 .4 19. Distribusi Frekuensi Pola Makan Makanan Kariogenik per Hari Jenis Makanan Kariogenik Permen Coklat Donat Kue Isi Selai Kue Lapis Dodol Gulali Arumanis Makanan Ringan (snack) n 29 26 23 18 6 10 17 11 29 Frekuensi Pola Makan Hari 1x 2x 3x /Lebih % n % n % 46. Tabel 3.9 ± 2.2 84.2 0 100 Tabel 2 menunjukkan bahwa responden mengkonsumsi makanan kariogenik tertinggi sebanyak 3-6x sehari sebanyak 46 anak (73%).0 23 36.5 26.8 4 6.9 0 0 9.0 24 38. Rerata tersebut jika dikategorikan maka hasilnya dapat dilihat pada tabel 2.5 2 3.

9 .4) Frekuensi % DMF-T 26 22 15 41.9 23. Tabel 4 .1) Rendah (1.5 2 4 Tabel 4 menunjukkan bahwa status karies gigi responden berada pada level sangat rendah sampai sedang.79 .2-2.7-4. Tindakan Responden Menyikat Gigi Sebelum Tidur Tindakan Menyikat Gigi Sebelum Tidur Ya Kadang-Kadang Tidak Pernah Total Frekuensi % 5 38 20 63 7.2 34.0-1.7 100 Tabel 6 menunjukkan hasil bahwa hanya sebagian responden yang menggosok gigi sebelum tidur. Tindakan Responden Menggosok Gigi Setiap Hari Tindakan Menyikat Gigi Setiap Hari Ya Kadang-Kadang Tidak Pernah Total Frekuensi % 63 0 0 63 100 0 0 100 Tabel 5 menunjukkan bahwa semua responden menggosok gigi setiap hari.C.6) Sedang (2.3 31.98 ± 1. Distribusi Indeks DMF-T dan Frekuensi Karies Gigi Status Karies Gigi (DMF-T) Sangat Rendah (0.9 60. Tabel 6.8 0. Tabel 5. Karies Gigi Hasil penelitian karies gigi dalam perhitungan DMF-T didapatkan rerata sebesar 2. Rerata tersebut dikategorikan maka hasilnya dapat dilihat pada tabel 4.

Distribusi Frekuensi Status Gizi Status Gizi Responden Sangat Kurus Kurus Normal Gemuk Obesitas Total Frekuensi % 10 7 25 16 5 63 15.6 25.2 100 Tabel 8 didapatkan hasil bahwa 25. hasilnya tersaji pada tabel 7.8% memiliki status gizi sangat kurus.8 11. dan 15.D.3% memiliki status gizi gemuk. 8. 11.96 30. Status Gizi Status gizi responden dilihat berdasarkan IMT/U didapatkan median.24 52. Tabel 7. maka hasilnya dapat dilihat pada tabel 8.36 .1 39. Jika median Z-score tersebut dikategorikan.8 125 -4. Tabel 8. Karakteristik Status Gizi Pada Responden Karakteristik Responden BB (kg) TB (cm) Z-score (IMT/U) Minimum Maksimal Median 17.2% memiliki status gizi obesitas.1 136 -0.36 Tabel 7 menunjukkan hasil bahwa median Z-score responden sebesar -0.3 8.1% memliki status gizi kurus.9 148 2. 10 .

p = 0. Hubungan Antara Konsumsi Makanan Kariogenik dengan Karies Gigi Berdasarkan gambar 1 menunjukkan hasil bahwa ada hubungan antara konsumsi makanan karieogenik dengan karies gigi (p=0. p = 0. Hubungan Antara Makanan Kariogenik dengan Status Gizi Hasil uji hubungan antara makanan kariogenik dengan status gizi dapat dilihat pada gambar 2. Bila konsumsi makanan kariogenik meningkat.248 r = 0. maka indeks karies giginya semakin tinggi.087 Gambar 2.E. r=0. F.009 .009 r = 0. Hubungan Antara Konsumsi Makanan Kariogenik dengan Karies Gigi Hasil uji hubungan antara konsumsi makanan kariogenik dengan karies gigi dapat dilihat pada gambar 1.298) .298 Gambar 1. Hubungan Antara Konsumsi Makanan Kariogenik dengan Status Gizi 11 .

7% tidak pernah menggosok gigi sebelum tidur. maka status gizinya akan semakin baik.248 .86. Hubungan Antara Karies Gigi dengan Status Gizi Berdasarkan gambar 3 menunjukkan hasil bahwa ada hubungan antara karies gigi dengan status gizi (p=0.303) .303 Gambar 3. yaitu diperoleh 60% anak mengalami karies gigi sedang dengan rata-rata DMF-T 3. Semakin rendah indeks karies gigi pada responden. Hasil ini sama dengan penelitian yang dilakukan pada anak SD di Kawangkoan Utara tahun 2013 tentang karies gigi dan pola makan. 12 .Berdasarkan gambar 2 menunjukkan hasil bahwa tidak ada hubungan antara konsumsi makanan karieogenik dengan status gizi (p=0.008 . p = 0.087) G.008 r = 0.8% responden mengalami karies gigi sedang dengan DMF-T sebesar 4. Gigi yang jarang dibersihkan akan menyebabkan sisa-sisa makanan yang tertinggal di rongga mulut mengendap didalam mulut dan akan menjadi plak. Hasil menunjukkan 60.3% responden kadang-kadang menggosok gigi sebelum tidur dan 31. Hubungan Antara Karies Gigi dengan Status Gizi Hasil uji hubungan antara karies gigi dengan status gizi dapat dilihat pada gambar 3. r=0. PEMBAHASAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 23. Hal ini dapat disebabkan karena responden tidak teratur menggosok gigi sebelum tidur. r=0.

maka sering sulit bagi anak untuk menghindari konsumsi gula yang banyak. dodol. Makanan yang menempel pada permukaan gigi jika dibiarkan akan menghasilkan zat asam lebih banyak. Hasil penelitian tersebut menunjukkan anak-anak yang frekuensi makanan jajanan manisnya tinggi memiliki tingkat keparahan karies gigi yang berat (74. melekat (bersifat kariogenik) dan makanan yang bentuknya menarik. yaitu: permen. sehingga mempertinggi risiko terkena karies gigi. Meningkatnya konsumsi makanan-makanan tersebut yang kebanyakan mengandung gula. sehingga anak menyukai makanan tersebut. bahwa sebagian besar anak sekolah sangat suka makanan yang manis. Salah satu makanan yang dapat menyebabkan karies gigi yaitu makanan yang banyak mengandung gula atau sukrosa.) Jenis makanan kariogenik yang sering dikonsumsi menurut hasil penelitian.Hal ini terjadi karena anak kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut dan jarang menggosok gigi sebelum tidur. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi anak yang mengkonsumsi makanan kariogenik. bahwa ada hubungan yang bermakna antara frekuensi makanan jajanan manis dengan karies gigi. kue lapis. arumanis. Medan: Universitas Sumatera Utara.13 13 . coklat. Hal ini sama dengan penelitian yang dilakukan pada anak SDN 060935 Medan tahun 2008 tentang kesehatan gigi.7 Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan adanya hubungan antara konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi.2%). Makanan-makanan tersebut bersifat manis dan menarik. Sukrosa mempunyai kemampuan yang lebih efisien terhadap pertumbuhan mikroorganisme dan dimetabolisme dengan cepat untuk menghasilkan zat-zat asam. maka akan semakin tinggi indeks karies giginya. Hasil ini sama dengan penelitian yang dilakukan pada anak SD 060935 Kota Medan tahun 2009. 2008. lunak. makanan ringan (snack). ”Hubungan Kebiasaan Makan dan Pemeliharaan Kesehatan Gigi dengan Karies Gigi Pada Anak SD 060935 Jalan Pintu Air II Simpang Gudang Kota Medan”. Jenis makanan yang sering dikonsumsi dapat mempengaruhi keparahan karies gigi. donat. (Barus. gulali. D. kue isi selai.

Makanan manis akan dinetralisir oleh air ludah setelah 20 menit. (Wong. Makanan manis lebih baik dimakan pada saat jam makan utama. Hal ini disebabkan karena banyak faktor yang mempengaruhi pemenuhan kebutuhan gizi pada anak. Terganggunya fungsi pengunyahan akan berpengaruh pada asupan zat gizi pada responden dan berpengaruh terhadap status gizinya. juga faktor adanya penyakit yang dapat mempengaruhi asupan zat makanan pada anak. 2008. makan siang. yang pada akhirnya akan mengganggu fungsi pengunyahan. sehingga dapat membantu membersihkan gula dan bakteri yang menempel pada gigi. sehingga asupan zat-zat gizi berlangsung lebih baik.4 Berdasarkan dari hasil data penelitian ini didapatkan bahwa ada hubungan antara karies gigi dan status gizi. 15 Hal ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan pada SD Bawakaraeng tahun 2007. karena gigi geligi memegang peranan penting. seperti sarapan. dan makan malam. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik. maka status gizinya akan semakin baik.15 14 . maka enamel pada gigi tetap semakin padat dibandingkan enamel pada gigi susu. Hal ini menjadi salah satu penyebab tingginya prevalensi karies pada anak-anak. berupa rasa sakit spontan maupun karena adanya rangsang mekanisme dari makanan itu sendiri. yaitu biasanya pada anak usia 4-8 tahun. disamping faktor ketersediaan makanan. karena pada waktu jam makan utama biasanya air ludah yang dihasilkan cukup banyak.12 Lamanya waktu yang dibutuhkan karies menjadi suatu lubang pada gigi sangat bervariasi. DL. sesuai dengan kebutuhan tubuh. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa semakin rendah indeks karies gigi pada responden. Jakarta: EGC) Akibat dari karies gigi tentunya menyebabkan rasa sakit pada responden. maka apabila setiap 20 menit sekali mengkonsumsi makanan manis akan mengakibatkan gigi lebih cepat rusak. diperkirakan antara 6-48 bulan. Golongan anak sering terjadi serangan karies dalam kurun waktu 2-4 tahun sesudah erupsi gigi. dkk. menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara karies gig dengan status gizinya. Hal ini disebabkan karena enamel pada gigi tetap lebih banyak mengandung mineral. Gigi susu lebih mudah terserang karies daripada gigi tetap. Kondisi status kesehatan gigi yang baik atau karies gigi yang rendah tentunya tidak menyulitkan proses pengunyahan makanan.

maka akan timbul rasa nyeri terutama jika terkena rangsangan dingin. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya pemilihan jenis dan bentuk makanan yang akan dikonsumsi agar tidak menimbulkan rasa nyeri ketika makan. Hal ini disebabkan karena adanya gangguan terhadap fungsi gigi.16 15 . Anak dengan fungsi pengunyahan yang terganggu akan menghindari atau memilih makanan tertentu. maka mereka akan memilih makanan dalam bentuk lunak. bahkan beberapa anak ada yang mengalami penurunan nafsu makan.Karies gigi pada anak yang dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencernaan dan kesulitan makan yang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan. bahwa akibat dari karies gigi adalah terganggunya fungsi pengunyahan (mastikasi). sehingga asupan makanan akan berkurang dan akan berpengaruh terhadap status gizi anak tersebut. Menurut penelitian pada anak SD Aceh Besar tahun 2004 tentang keparahan karies dan status gizi.3 Sebagian responden menjelaskan bahwa ketika mengalami rasa sakit pada gigi. Hal tersebut serupa dengan penelitian pada anak SDN 091285 Medan tahun 2009 mengenai status gizi pada anak karies. menjelaskan jika karies sudah meluas ke lapisan dentin.

AA. ”Pengalaman Karies Gigi serta Pola Makan dan Minum Pada Anak SD Kecamatan Kawangkoan Utara”. Medan: Universitas Sumatera Utara 10. Penjaringan Kesehatan Peserta Didik Tahun Ajaran 2012/2013. 2009:3 4. Ramadhan. hlm. Jakarta: Prestasi Pustaka 9. Damanik. Penilaian Status Gizi.No1. “School Healt. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Srigupta. D.DAFTAR PUSTAKA 1.59-68 8. Supariasa. Jakarta :EGC. Panduan Perawatan Gigi dan Mulut. Jukes MCH. 6. ”Hubungan Kebiasaan Makan dan Pemeliharaan Kesehatan Gigi dengan Karies Gigi Pada Anak SD 060935 Jalan Pintu Air II Simpang Gudang Kota Medan”. ”Hubungan Kebiasaan Makan dan Pemeliharaan Kesehatan Gigi dengan Karies Gigi Pada Anak SD 060935 Medan. IS. Manado. CABI International. Jakarta: ECG. AG. Volume1. Albiner. Jurnal eGigi(eG). Jakarta 16 . Sasiwi. Dumasari. 2008. Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro. 2010. Nutrition and Education For All Levelling the Playing Field”. 2013. USA. Noverini E. 2008: p. ”Karies Gigi Pada Anak dengan Berbagai Faktor Etiologi”. 2008. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Semarang. 2004. hal 1 7. FKM-UNDIP 5.3-29 2.Maret 2013. ”Hubungan Tingkat Keparahan Karies Gigi dengan Status Gizi Anak di Kabupaten Kendal”. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Indonesia tahun 2013. 2004. ”Gambaran Konsumsi Makanan Dan Status Gizi pada Anak Penderita Karies Gigi di SDN 091285 Panei Tongah Kecamatan Panei Tahun 2009”. Worotitjan. Suwelo. Nyoman. Drake LJ dan Bundy DAP. Barus. 1992 3. SerbaSerbi Kesehatan Gigi dan Mulut. Universitas Diponegoro. 2001 12.” Universitas Sumatera Utara 11. FKM-USU. R.

Jakarta 15. Vol. 2013 17 . ”Prevalensi Karies Gigi Geraham Pertama Pada Anak Usia 8-10 tahun SD Kawangkoan”. AW. Sinta. Nugroho. Silaban. Universitas Sam Ratulangi. ”Hubungan Keparahan Karies Gigi dengan Asupan Zat Gizi dan Status Gizi Anak SD Kec Lhoknga Kab Aceh Besar”. Junaidi. Asmawati. Dentofasial. Jakarta: EGC. No. “Analisis Hubungan Karies Gigi dan Status Gizi Anak SD Athirah. R.2.95. Jakarta: EGC.75. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik. Niko. Program Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat.13. Ilmu Gizi Menjadi Sangat Mudah. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. SDN 3 Bangkala”. 2007. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Makassar. dkk.6. Kusumawati. Pp. Yogyakarta: 2004 16. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin. SDN 1 Bawakaraeng. Kedokteran Gigi. 100-1 18. Universitas Gadjah Mada. Oktober 2007: 78-84 14. 2007. DL. Fakultas Kedokteran. Santoso. Wong. 2010. “Hubungan Tingkat Keparahan Karies Gigi dengan Status Gizi Anak SDN 01 Ciangsana Bogor”. 2008 17.

84 16.5 Sedang 2.76 0.16 0.3 21.7 Rendah 1.33 14.44 1.345 1.1 40.36 16.91 12.5 Sedang 3.83 1.4 29.335 1.345 1.93 1.5 Sedang 2.5 Rendah 2.84 11.74 20.98 -2.8 Rendah 2.3 29 38.3 Rendah 2.32 1.33 1.5 Rendah 1.7 22.46 17.08 2.88 22. Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Rani Az Rey Lutfi Moniq Sheren Diana Nadila Kurnia Hendri Deny M.8 32. Kariogenik Tingkat Ket 8 8 12 4 6 8 7 7 10 9 12 12 12 9 10 7 4 4 6 11 5 4 4 4 Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang Sedang Sedang 18 .3 45.01 -1.35 0. Tingga JK P L P P P P P L L L L L L L L L L L P L L P L L Usia (th) BB (kg) TB (cm) IMT Status Gizi Ket z-score 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 8 8 8 8 10 10 10 9 9 9 9 9 36 31.67 -2.6 37 48.64 19.43 1.5 20.54 12.5 Sngt rendah 1.425 1.5 Sngt rendah 0.99 17.3 -3.4 22.365 1.MASTER DATA Nama No.52 2.22 22.24 20.06 -0.5 Rendah Mak.314 1.5 Sedang 3.37 12.0 Rendah 1.Dandy Rifli M.65 -1.4 1.405 1.48 1.386 1.6 Tingkat 2 3 1 3 3 2 2 3 3 1 1 1 1 2 2 2 2 2 3 1 1 2 2 2 Karies Gigi Indeks Ket DMF-T 2.0 Sngt rendah 4.49 13.0 Sedang 0. Rafi Naufal Athaya Zhafira Rendy Briandika Adinda Asa.23 14.83 12.5 Sngt rendah 3.36 1.31 1.93 12.8 23.16 -1.06 -3.84 15.305 1. Rizky Rafli Hayuda M.325 1.7 29.71 18.0 Sngt rendah 0.21 20.7 1.9 24 24.92 1.9 21.39 1.5 Sngt rendah 3.M M.85 Normal Normal Kurus Obesitas Normal Normal Gemuk Sngt Kurus Gemuk Normal Sngt Kurus Kurus Normal Gemuk Kurus Kurus Normal Normal Gemuk Sngt Kurus Sngt Kurus Normal Gemuk Obesitas 0.02 1.93 -2.85 13.0 Rendah 1.26 12.4 0.8 37.27 1.1 39.39 1.58 1.0 Sedang 3.4 37.5 Rendah 1.30 18.52 -3.5 Rendah 0.38 1.36 1.26 -3.06 -2.5 22.5 Sedang 3.3 Rendah 2.5 25.

96 1.4 52.9 33.1 39.9 17.475 1.9 -1.49 24.55 16.5 2.372 1.0 0.5 3.5 2.8 35. Alle Fadilla Azmi M.29 1.56 19.35 1.5 40.36 -3.255 1.86 15.56 -0.465 1.1 35.8 1.37 -1.51 -2.90 14.385 1.5 0.465 19.35 16.21 2.31 -1.92 11.0 2.5 1.25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 Hilmi Anisa Fernanda Aviola Ariella Marcelino Dhanisa Novita Thalita Klara Fajar Rizka Achmad Mada Ganesha Hervian Yanuar Rara Affan M.2 25 24 43.7 23.5 1.79 19.64 12.5 1.37 -1.1 39.3 27 19.26 1.5 3.99 20.47 1.72 20.30 19.395 1.53 11.9 -1.84 14.03 14.0 1.35 Gemuk Normal Gemuk Normal Normal Obesitas Gemuk Normal Sngt Kurus Sngt Kurus Obesitas Normal Sngt Kurus Sngt Kurus Gemuk Gemuk Normal Kurus Gemuk Kurus Normal Normal Normal Gemuk Normal Normal Gemuk Normal 1.04 -2.38 14.38 1.24 13.455 1.97 1.44 1.44 1.0 0.1 30.2 30.0 0.14 -4.8 42.0 2.5 2.38 1.52 20.335 1.26 13.45 -1.38 1.9 31.38 14.5 2.8 20.24 1.5 1.385 1. Jefri Razif Marsheli Shakira Ferdiansyah Rani L P L P P L P P P P L P L L L L L P L L P L L L P P L P 10 10 9 9 9 9 9 9 9 8 9 8 9 8 8 10 9 9 9 9 10 9 9 10 10 10 9 9 42 30.5 20.36 1.05 -0.0 1.0 1.275 1.0 Sngt rendah Rendah Sngt rendah Sngt rendah Sngt rendah Sngt rendah Rendah Sngt rendah Rendah Sngt rendah Sngt rendah Sedang Rendah Sngt rendah Sedang Sngt rendah Rendah Sngt rendah Rendah Rendah Rendah Sngt rendah Sedang Sngt rendah Sedang Rendah Sngt rendah Sngt rendah 10 10 5 7 7 10 5 7 5 10 4 12 6 12 6 12 6 10 4 6 6 6 9 10 12 10 5 7 Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Sedang Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi 19 .1 25.465 1.1 27.325 1.5 0.02 0.0 0.29 1.34 1.39 1.14 2.18 14.52 20.12 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 3 1 2 3 1 3 2 3 2 2 2 3 1 3 2 2 3 3 0.0 3.345 1.5 1.8 19.49 10.12 0.48 18.3 30.37 -1.47 -1.18 -3.18 16.8 31.6 1.08 -4.0 3.59 1.31 1.5 1.29 1.5 2.45 14.15 12.0 1.1 30.265 1.

0 3.84 11.5 2.3 29 38.53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 Candra M.Putro M.2 4.23 14.0 2.48 15.57 1.5 20.32 1.5 1.9 29.305 1.85 -0.0 0.8 37.5 4.3 1.5 0.325 1.4 22.93 12.1 3 3 3 2 2 3 3 1 1 1 1 0.345 1.7 29.Thariq C.36 1.1 1. Rian Cindy Keysha Lezzaluna M.3 21.345 16.47 1.38 1.64 19.0 Sngt rendah Sngt rendah Sngt rendah Rendah Rendah Sngt rendah Sngt rendah Sedang Sedang Sedang Sedang 7 10 6 8 7 7 10 9 12 12 12 Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi 20 .39 1.405 1.74 Normal Obesitas Normal Normal Gemuk Sngt Kurus Gemuk Normal Sngt Kurus Kurus Gemuk 0.Tamam M.49 -3.21 1.83 -2.49 24.8 32.42 1.21 20.4 52.14 2. Arbyan Aldi x Abiyoso P L P P P L L L L L L 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 8 31.2 0.99 17.88 -3.365 1.96 -0.83 12.5 4.84 16.

2 9 14.0 66.7 28 44.2 3.0 21 .3 17.7 25.2 3.7 31.8 95.8 100.7 92.0 12.3 41.0 100.7 100.3 46.4 44.2 3.4 55.0 Permen Frequency 3x/Lebih dalam sehari konsumsi makanan kariogenik 2x dalam sehari konsumsi makanan kariogenik 1x dalam sehari konsumsi makanan kariogenik tidak pernah Total 69.0 Status_Gizi Frequency Percent Valid Sangat Kurus Kurus Normal Gemuk Obesitas Total 10 7 25 16 5 63 Valid 15.5 23 63 36.4 7.2 15 23.3 87.9 27.6 28 63 44.0 Percent Valid Percent Cumulative Percent 2 3.1 39.5 100.8 25.0 63.4 100.7 12.0 15.7 21 33.9 11.9 100.0 100.7 25.0 Percent Valid Percent Cumulative Percent 8 12.8 100.8 23.0 36.4 7.7 31.9 100.8 25.3 8 63 12.2 33 52.0 Cumulative Percent 15.0 100.4 52.0 Roti Frequency 2x dalam sehari konsumsi makanan kariogenik 1x dalam sehari konsumsi makanan kariogenik tidak pernah Total Valid Percent 20 Coklat Frequency 3x/Lebih dalam sehari konsumsi makanan kariogenik 2x dalam sehari konsumsi makanan kariogenik 1x dalam sehari konsumsi makanan kariogenik tidak pernah Total Cumulative Percent 69.7 100.7 12.1 100.0 26 41.2 100.5 29 46.0 Percent Valid Valid Valid Cumulative Percent 31.0 100.4 4.4 76.2 3.1 39.0 46.3 33.3 14.9 11.0 Valid Percent Kue Frequency 3x/Lebih dalam sehari konsumsi makanan kariogenik 2x dalam sehari konsumsi makanan kariogenik 1x dalam sehari konsumsi makanan kariogenik Total Valid Percent Percent Valid Percent Cumulative Percent 2 3.4 100.4 4.0 63 100.0 44.8 100.5 100.Frequency Table Karies Frequency Valid Sangat Rendah Rendah Sedang Total Percent 44 16 3 63 69.

000 .166 .000 .0 Correlations Karies Spearman's rho Kue Correlation Coefficient Sig.0 15. 63 Correlations Karies Spearman's rho Permen Correlation Coefficient Sig.1 100.000 . Correlation is significant at the 0. 63 Karies 1.172 63 Snack -.0 15.143 . (1-tailed) N Spearman's rho Correlation Coefficient Roti Sig.132 63 1.000 . (1-tailed) N Karies 1.05 level (1-tailed).133 . (1-tailed) N Karies 1. 63 .278* .133 .278* . (1-tailed) N Correlation Coefficient Sig.121 . 63 .9 100. (1-tailed) N *.166 . 63 Correlations Karies Spearman's rho Coklat Correlation Coefficient Sig.096 63 1.000 .000 . (1-tailed) N Correlation Coefficient Sig.0 Valid Percent 38. 63 -. 63 Karies 1. (1-tailed) N Karies 1. (1-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (1-tailed) N 22 .000 . 63 Correlations Correlation Coefficient Karies Sig.0 Cumulative Percent 38.1 84.143 .000 .121 . 63 -.132 63 Kue -.9 100.Frequency Valid 2 3 4 Total 24 29 10 63 Snack Percent 38. Correlations Karies Spearman's rho Snack Correlation Coefficient Sig.172 63 1.014 63 1.1 46. (1-tailed) N Correlation Coefficient Sig.096 63 Coklat .000 . 63 .000 .014 63 Roti .150 63 1.1 46.150 63 Permen .

000 63 Konsumsi Makanan Kariogenik -. 63 **.000 . 63 Correlati ons Spearman's rho Karies Gigi Konsumsi Makanan Kariogenik Correlation Coef f icient Sig.202 . (1-tailed) N Karies 1. (1-tailed) N Correlation Coefficient Sig.Correlations Karies Spearman's rho Status_Gizi Correlation Coefficient Sig.000 .547** . 63 -.01 lev el (1-tailed).202 . (1-tailed) N Karies Gigi 1.000 .000 63 1. 63 -. (1-tailed) N Correlation Coef f icient Sig.000 .057 63 Status_Gizi -. 23 .547** . Correlation is signif icant at the 0.057 63 1.