Anda di halaman 1dari 6

GEOMORFOLOGI DAN GEOLOGI SEMARANG

Keadaan Geomorfologi dan Geologi Semarang dan Sekitarnya

Secara garis besar keadaan geomorfologi dan geologi Semarang dan sekitarnya
dapat dibedakan menjadi dua sub unit yaitu, daerah perbukitan di bagian selatan
dan dataran aluvial pantai disebelah selatan dan dataran pantai di bagian utara.

a.) Daerah Perbukitan

Daerah perbukitan ini terletak di bagian selatan yang masih dapat di


kelompokkan menjadi :

1. Volkan Ungaran

Volkan Ungaran yang ada sekarang ini adalah volkan Ungaran muda yang
terbentuk dari aktivitas magma pada awal holosen, yaitu sesudah peruntuhan
kerucut utama Ungaran tua. Volkan ini terletak di sebelah selatan Semarang
dengan jarak 25 km. berdasarkan bentuknya volkan ini dapat di golongkan ke
dalam volkan strato. Hal ini karena pada lereng dan kaki volkan terdiri dari bahan
lepas seperti breksi lahar dan lapisan tuff. Volkan Ungaran mempunyai beberapa
puncak, dari puncak-puncak inilah terjadi aliran lava berbentuk lidah mengalir
turun ke segala arah. Pada lerengnya masih Nampak adanya bekas (sisa
Ungaran tua, yang mencapai ketinggian antara 1300-1600 mdpl). Sekarang
volkan ini pada fase istirahat, sehingga yang ada berupa gejala-gejala post
volkanis seperti sumber air panas, sumber gas belerang di dekat kompleks candi
Gedong Songo.

GAMBAR : Peta Geologi Semarang

2. Plato Breksi Notopuro

Plato Breksi Notopuro adalah daerah di sekitar kompleks Ungaran yang di batasi
oleh escarpment (lereng terjal bekas patahan) yang berbentuk lingkaran.
Patahan-patahan transversal yang melingkar ini terjadi ketika peruntuhan
kerucut volkan Ungaran tua pada akhir Pleistosen. Di bagian utara patahan ini
memotong plato breksi notopuro dengan bukit candi. Plato breksi notopuro
seluruhnya tertutup oleh bahan-bahan volkanik yang terdiri dari breksi lahar,
konglomerat, kerikil, batu pasir, dan tuff hasil erupsi volakn Ungaran tua. Dewasa

ini bagian permukaan plato mengalami proses erosi sehingga terjadi lembahlembah yang berbentuk huruf V.

3. Perbukitan Candi (Bukit-Bukit Lipatan)

Perbukitan Candi adalah termasuk pegunungan lipatan yang terletak di sebelah


utara plato breksi notopuro. Perbukitan ini meliputi daerah selebar antara 4 - 8
km, dengan bukit-bukit yang tidak teratur letaknya pada ketinggian rata-rata
100 mdpl.

Lipatan-lipatan pada Bukit Candi terjadi akibat peluncuran ke bawah kerucut


volkan Ungaran Tua pada waktu peruntuhan, sehingga dataran di sebelah
utaranya terdesak dan terlipat.

Batuan dasar Bukit Candi terdiri dari lapisan Notopuro dan lapisan Seri Damar.
lapisan Semi Damar adalah lapisan sedimen klastika dari Ungaran tua. Batuan
seri dammar dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu: (1) Seri Damar Bawah,
terdiri dari konglomerat bercampur dengan komponen batu kapur, pasir dan
tanah liat; (2) Seri Damar Tengah, terdiri dari breksi bercampur dengan
komponen batu kapur, batu pasir dan tanah liat; (3) Seri Damar Atas, terdiri dari
batu pasir, tuff, dan berselingan dengan lapisan endapan marine yang berupa
tanah liat napalan yang mengandung pasir.

b.) Datarn Aluvial Pantai

Dataran aluvial pantai merupakan daerah yang mempunyai struktur horizontal,


dan terjadi karena hasil pengendapan material di pantai laut. Daerah ini
mempunyai ketinggian rata-rata kurang dari 200 dpal.

Daerah aluvial pantai Semarang adalah daerah yang ada di bagian utara, dan di
apit oleh bukit candi di sebelah selatan dan laut Jawa di sebelah utara. Daerah
aluvial pantai yang membujur dari arah barat-timur sepanjang pantai utara Jawa.
Lebar dataran ini antara 3-4 km, tetapi di antara Weleri dan Kaliwungu (muara
Kali Bodri) lebarnya mencapai 16 km.

Dataran aluvial pantai ini mempunyai relief yang lebih halus, dan agak miring ke
arah utara. Delta kali Garang misalnya, di tepi laut ketinggian sekitar 1.5 m,
bahkan disekitar pelabuhan hanya 0.5 m, tetapi ke arah selatan berangsurangsur naik mencapai ketinggian antara 5-7 m di perbatasan dengan bukit candi.

Batuannya berupa endapan marine holosen ayng sebagian besar terdiri dari
lempung dan pasir, dengan ketebalan rata-rata 50 m.

Dalam perkembangannya dataran aluvial pantai Semarang di tandai adanya


bentuk-bentuk :

1. Dataran Delta Kali Garang

Endapan aluvial pantai di sebelah utara bukit candi meliputi tiga delta, yaitu
delta kali Bodri (bagian barat); delata Kali Garang (bagian tengah); delta kali
pengkol (bagian timur).

Delta kali garang terbentuk dari aluvial fans yang mengalami penenggelaman,
yang terdiri dari sisipan-sisipan pasir lempung. Hal ini berdasarkan analisis
terhadap profil pengeboran sumur-sumur artesis yang tersebar di Semarang.

Aluvium sepanjang sungai ketebalannya antara 1-3 m, yang terdiri dari kerikil
dangan bongkah-bongkah terkumpul pada dasarnya, kemudain di tutupi oleh
pasir dan lanau. Bongkah-bongkah kebanyakan berupa batuan volkanik terutama
andesit.

Pembentukan delta kali garang melalui tiga fase, yang mana setiap fase
pembentukan bukit/gumuk pantai (beach ridge) dan tanggul alam sungai
(natural levee), sehingga arah aliran sungai akan berubah dan arah
pertumbuhan delta juga berubah.

Terbentuknya delta kali garang disebabkan karena banyaknya material yang


mengangkut 15 gr debu kering per liter. Dari tahun 1956-1968 (selama 12 tahun)
endapan yang disalurkan kali garang dekat asrama polisi Kalisari tebalnya 1,5 m.
ini berarti rata-rata 12,5 cm tiap tahunnya.

Pada waktu pembentukan delta yang pertama di kanan-kiri sungai terbentuk


beting pantai yang makin lama makin tinggi, sehingga akan membentuk bukit
pantai. Bukit pantai ini terbentuk dari endapan yang di bawa oleh sungai kearah
laut, tetapi kemudian dikembalikan oleh ombak ke arah pantai. Di antara bukit
pantai dan pantai terjadi laguna (bagian laut yang terpisah dengan laut bebas
oleh beting pantai). Laguna ini menjadi tempat penampungan sedimen, baik
yang berasal dari darat dan air laut melalui saluran pasang (tetapi kini telah
hilang). Dengan demikian pertumbuhan pantai di percepat, tetapi perkembangan
delta kea rah laut terhalang.

Sesudah delta ke dua terbentuk dengan arah timur laut, namun


perkembangannya tehalang oleh tanggul-tanggul alam kali candi (sekarang kirakira terletak pada jalan Mataram dan jalan Dr. Cipto). Dengan terbentuknya delta
ke dua kali garnag dan tanggul alam kali candi, maka terbentuklah laguna di
darat yang dinamakan Rwa delta (sekarang kira-kira terletak di sekitar lapangan
Pancasila/Simpang Lima, Atmodirono, dan lapangan/stadion Diponegoro).

Penampungan sedimentasi dari bukit candi dalam rawa delta belum mencapai
base level of deposition nya, sehingga daerah ini berbentuk cekung seperti
mangkuk. Oleh sebab itu seperti turun hujan, akan terjadi genangan air.

Pembentukan delta ke dua di samping terhalang oleh bukit pantai ke dua.hal ini
menyebabkan arah aliran kali garang membentuk ke arah barat laut (kira-kira
sekarang belokan ini di kampung kuningan), dan selanjutnya fase pembentukan
delta ke tiga mulai terjadi.

2. Tanggul Alam (Natural Levee)

Tanggul alam suatu sungai terbentuk karena pengendapan material yang


diangkut oleh sungai dan diendapkan di kanan-kiri sungai pada waktu banjir.
Terbentuknya tanggul alam pada kali candi sangat banyak. Hal ini kemungkinan
karena kecepatan aliran yang lebih kecil, pengendapan material dalam jumlah
yang besar hanya pada waktu banjir. Arah tanggul ini kira-kira sepanjang jalan
Mataram dan Dr. Cipto.

3. Bukit Pantai (Beach Ridge)

Bukit pantai adalah deposit/endapan material laut yang berupa igir kecil yang
letaknya sejajar pantai. Bukit pantai ini terbentuk dari endapan-endapan
sepanjang pantai yang dikembalikan oleh hempasan ombak dan ditimbun
sebagai beting-beting yang membujur sepanjang pantai.

Di dataran aluvial Semarang minimal ada tiga bukit pantai. Terjadinya bukit-bukit
ini karena adanya perubahan imbangan antara sedimentasi di muka pantai
dengan intensitas hempasn gelombang. Rubahan imbangan ini di sebabkan
karena penyimpangan iklim yang menyebabkan perubahan banyaknya material
yang di angkut sungai dan rubahan kekuatan gelombang.

Beberapa tempat, misalnya Tawangaglik Kidul terdapat sungai yang airnya tawar
sedangkan air sekitarnya asin. Hal ini menunjukkan adanya lapisan pasir yang
merupakan ciri daerah endapan.

4. Dataran Sungai (Fluvial Plain)

Dataran sungai adalah dataran yang terdapat di kanan-kiri sungai, terjadi karena
hasil pengendapan material yang di angkut sungai. Material pembentukan
dataran sungai Kali Garang (Semarang Barat) dan Kali Pengkol (Semarang Timur)
berasal dari Plato Breksi Notopuro dan Bukit Candi. Dataran sungai pada bagian
bawah lembah Kali Garang (pertemuan Kali Garang dan kali kripik di Sukorejo
sampai pada Simongan), lebarnya mencapai beberapa puluh sampai beberapa
ratus meter.

5. Rawa Delta

Rawa delta yang di maksudkan adalah rawa yang terjadi dalam proses
pembentukan suatu delta. Rawa delta Semarang sekarang berupa komplek
lapangan Pancasila (Simpang Lima), sekitar stadion Diponegoro, Atmodirono.
Rawa delta terletak pada pusat depresi yang di kelilingi oleh delta Kali
Semarang, tanggul alam Kali Candi dan perbukitan Candi.

6. Laguna

Laguna adalah bagian laut yang terpisah dari laut bebas oleh beting pantai.
Daerah bekas laguna di dataran aluvial Semarang terdapat diantara bukit-bukit
pantai yang satu dengan yang lain. Daerah ini berupa cekungan yang tergenang
air.

7. Daerah yang Dipengaruhi oleh Pasang

Daerah yang mempengaruhi oleh pasang terdapat di bagian utara dataran


aluvial dan langsung berbatsan dengan laut. Daerah ini sekarang berupa
pertambakan, tetapi sudah ada kecenderungan untuk tempat pemukiman
(perumahan). Ketinggiannya rata-rata kurang dari 2 m, sehingga pada waktu
pasang naik terjadi genangan air.

Bentuk-bentuk dataran delta Kali Garang, tanggul alam, bukit pantai, dataran
sungai, rawa delta, laguna, dan daerah pasang yang menandai perkembangan
dataran aluvial pantai Semarang penyebarannya.

Menurut Van Bemmelen dataran aluvial pantai Semarang tumbuh dengan cepat
ke arah utara. Berdasrkan peta-peta Semarang tahun 1695, 1719, 1816/1842,
1847, 1892, dan tahun 1940 dapat diketahui bahwa proses pelumpuran selama
2,5 abad sudah menghasilkan daratn pantai selebar kira-kira 2 km. hal ini berarti
bahwa pertambahan daratan ke arah laut utara rata-rata mencapai 8 meter tiap
tahunnya.

Oleh karena daratan aluvial pantai Semarang sampai tahun 1940 lebarnya
mencapai 4 km, maka dapat diperkirakan 5 abad yang silam pantai laut
Semarang pada tepi bukit Candi. Kemungkinan pada 5 abad yang lau muara Kali
garang merupakan pelabuhan alam untuk daerah Semarang. Muara Kali Garang
pada waktu itu berada di belakang pulau kecil Bergota (sekarang mencakup
daerah Bergota dan daerah Mugas).

Pertumbuhan pantai dewasa ini menunjukkan lebih cepat yaitu rata-rata sekitar
12 meter tiap tahunnya. Hal ini karena penggundulan di daerah perbukitan
Candid an lereng Ungaran, sehingga erosi berjalan dengan cepat.

Anda mungkin juga menyukai