Anda di halaman 1dari 35

PROSES PERMESINAN

pengukuran

BAB III
PENGUKURAN
A. Jangka sorong
Jangka sorong adalah salah satu alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur ukuran-ukuran
luar, dan kedalaman dalam satuan inchi atau mm. jangka sorong pada umumnya terdiri dari
batang pengukur dari baja anti karat yang dikeraskan yang mempunyai rahang ukur tetap pada
skala
nonius ( inchi
) mempunyai rahang ukur dan skala nonius.
salah satu ujungnya, dan bagian yang
bergerak
juga
Skala nonius digerakkan dalam satu bagian (unit) sepanjang kedua batang sampai kedua
rahangnya bertemu dengan benda kerja yang diukur.
Umumnya ada dua macam satuan skala yang terdapat didalam batang, yaitu dalam mm dan inchi.
Bagian yang bergerak pun mempunyai dua macam skala nonius. Macam-macam jangka sorong
pada umumnya adalah :
-Jangka sorong dengan rahang normal dan rahang pisau
-Jangka sorong dengan rahang normal dan berbentuk bevel dimuka, rahang silang dan batang
kedalaman.
0

mm

10

skala nonius ( mm )
Gambar 3.2 jangka sorong dengan skala nonius

1. skala nonius
skala nonius adalah skala yang kedua pembagian garis-garisnya lebih pendek dari
pembagian garis-garis pada skala utama. Perbedaan dari kedua skala ini adalah untuk
memungkinkan mengukur lebih teliti. Ketelitian dari skala nonius ada bermacammacam, diantaranya :

10 bagian dalam 6 mm

10 bagian dalam 19 mm

Gambar 3.3 ukuran dengan skala nonius 1

a.
Skala nonius 1/20 mm dalam 19 mm.
Didalam skala nonius, 19 mm dibagi dalam 20 bagian yang sama. Jadi satu skala
panjangnya : 20 = 19/20 = 0,95 mm. satu bagian skala utama mempunyai panjang 1 mm,
sedangkan selisih dari kedua skala utama ini :
1 mm 0,95 mm = 0.05 mm
Jadi ketelitian dari jangka sorong ini 0,05 mm.
b.
Skala nonius 1/50 mm dalam 49 mm.
Didalam skala nonius 49 mm dibagi dalam 50 bagian yang sama. Jadi satu skala
panjangnya : 50 = 49/50 = 0,98 mm. satu bagian skala utama mempunyai panjang 1 mm,
sedangkan selisih dari kedua skala ini :
1 mm 0,98 mm = 0,02 mm
Jadi ketelitian dari jangka sorong ini 0,02 mm.
jumlah mm pecahan dari mm
0

sebaris
7 mm

10 mm

Gambar 3.5 skala Nonius segaris dengangaris nol padaskala utama

10

Jumlah skala nonius yang paling pertama harus kita lihat, misalnya : 7
mm
Jumlah pecahan dari mm dibaca disebelah kanan daris nol pada skala
nonius, hitung jumlah garis-garis tersebut daris nol sampai garis pada
skala nonius yang segaris dengan garis yang bersebrangan pada skala
utama, misalnya : 10 garis = 10/20 = = 0,5
Ukuran seluruhnya adalah penjumlahan dari ukuran-ukuran tersebut:
Pada sebelah kiri skala nonius
: 7 mm
Jumlah pecahan
: 0,5 mm
Ukuran seluruhnya
: 7,5 mm

2.
Pembacaan Ukuran
Garis pada skala nonius yang segaris dengan satu pada garis skala utama
adalah menunjukkan berapa kali 1/128 harus ditambahkan pada harga dari
skala utama yang ada di sebelah kiri daris nol pada skala nonius.
Misalnya :
Disebelah kiri skala nonius dengan rumus : 1/128 X jumlah garis nol pada
skala nonius.
Contoh :
7/16 = 56/128 + 1/128 X jumlah garis nol pada skala nonius.
Pada jangka sorong jenis ini pembagian yang terkecil pada skala utama adalah
1/16. 7 garis pada skala utama : 7/16 dibagi dalam 8 bagian yang sama.
Sehingga satu bagian adalah :
Selisih satu bagian bagian dari skala utama dengan satu bagian dari skala
nonius adalah :
1/16 7/128 = 8/128 7/128 = 1/128
Jadi ketelitian pembacaan adalah 1/128

x"
x"
+
16
128

0
Segaris
x"
x"
+
16
128
"
Gambar 3.7 Skala nonius dengan ketelitian 1 128

Skala utama : 1 Inchi skala utama dibagi dalam 40 bagian yang sama, maka tiap dua
bagian adalah 1/40 atau 0,025
Skala nonius : pada skala nonius ada 25 abgian dan tiap-tiap 5 bagian diberi nomor.
Garis pembarian terakhir segaris dengan garis skala utama yang nilainya
0,600
1 bagian dari skala nonius adalah :
0,600 : 25 = 0,024
Selisih dari kedua skala tersebut :
1 bagian dari skala utama
= 0,025
1 bagian dari skala nonius
= 0.024Perbedaannya
= 0,001
Jadi ketelitiannya adalah 0,001

25 bagian
0,024
25 x 0,024 = 0,6

0,025

10

15

20

25

1
1

Skala utama
24 bagian

24 x 0,025= 0,6

Gambar 3.8. Perhitungan skala nonius 1

Pertama-tama yang kita baca adalah bagian skala penuh disebelah kiri dari angka nol
pada skala nonius, yaitu : 1 + 0,1 + 0,025 = 1,125. Kemudian kita tambahkan 1/1000
dikalikan jumlah garis pada skala nonius yang segaris dengan salah satu garis pada skala
utama (23 garis).
1,125 + 0,023 = 1,148

0.023

10

15

20

25

1
1

1,125

1,125 + 0,023 = 1,148


Gambar 3.9. Contoh soal 2

Skala utama : 1 inchi skala utama dibagi dalam 40 bagian yang sama maka
tiap dua bagian adalah 1/40 atau 0,025

Skala nonius : pada skala nonius ada 25 bagian dan tiap-tiap 5 bagian diberi
nomor.
Garis pembagian terakhir segaris dengan garis pada skala utama yang nilainya
1,225
1 bagian dari skal nonius adalah :
1,225 : 25 = 0,049
Selisih dari kedua skala tersebut :
2 bagian dari sklala utama = 2 x 0,025= 0,050
1 bagian dari skala nonius = 0,049
Perbedaannya
= 0,001

0,017

10

15

20

25

0,75
2

2,376 + 0,017 = 2,382

Gambar 3.10. skala Nonius 1 1000 yang dikembangkan

3.

Cara penggunaan Jangka Sorong


Ukuran luar
1. Gunakan bagian dalam dari mulut pengukur untuk mencegah kesalahan
pada bagian muka.

mengukur

Gambar 3.11. mengukur bagian dalam dari mulut ukur

2. Gunakan rahang pisau, kesalahan terjadi apabila tidak menggunakan


rahang yang berbentuk pisau

Gambar 3.12. mengukur dengan rahang pisau

3. mengukur tegak lurus kepada pusat (seperti gambar) dari poros-poros tersebut akan
mendapatkan hasil yang benar.

Jarak
Pembacaan

Gambar 3.13. mengukur tegak lurus

Ukuran dalam
1.
Mengukur dengan bgian luar dari rahang pengukur ditambah tebal dari rahang-rahang itu
sendiri.
X = Ukurannya
Y = Pembacaan
Jadi ukurannya = X = y` + (2x5)
= y + 10 mm

salah

Gambar 3.14. mengukur dengan bagian luar dari rahang pisau

2.

Lubang yang lebih kecil dari 10 mm diukur dengan rahang silang.

PEMBACAAN

SALAH

BENAR

Gambar 3.15. mengukur dengan rahang silang

3.

Untuk mengukur kedalaman, gunakanlah batang kedalaman dalam posisi tegak lurus.

B. Micrometer
Pada industri-industri modern, di tuntut ketelitian dari alat-alat ukur untuk mengukur
pekerjaan yang presisi. Jangka sorong tidak dapat dipergunakan untuk pembacaan
dengan ketelitian 0,01 mm dengan tepat. Ini mau tidak mau micrometer dibuat, sebab
micrometer dapat mengukur dengan ketelitian 0,01 sampai 0,002 mm.
Micrometer juga dilengkapi dengan landasan yang dapat diubah-ubah, yaitu perbedaan
panjang sebesar 100 mm.

23

10 7

8
Gambar 3.17 komponen mikrometer

1. Bingkai
2. landasan tetap
3. batang pengukur
4. rahang yang bergerak
5. rahang tetap

6. bidal
7. laras skala
8. penahan panas
9. gigi geser
10. tangkai
pengunci

Micrometer terdiri dari bentuk dasar bingkai U dengan landasan tetap disatu
cabangnya dan batang pengukur yang pada ujungnya terdapat rahang bergerak, melalui cabang
lain bingkai U tersebut.
Bidal/sarung pengukur dipasang pada batang pengukur tersebut menyebabkan
batang pengukur berputar sesumbu. Menurut kisar dari ulir batang pengukur. Tingkatan ukuran
pada sarung pengukur dan pada laras skala dapat dibaca sebagai jarak antara 2 permukaan
yang diukur. Pada temperatur 200 C, micrometer mempunyai ketelitian yang tertinggi.
Bingkai dilindungi oleh penahan panas yang terbuat dari plastik untuk menghindari
panas yang timbul langsung dari badan. Gigi geser menjamin meratanya tekanan dan
menyebabkan pengukuran, bebas dari sentuhan/touch operator.

1.

Sifat-sifat Teknik dari Micrometer


a.
Batang micrometer
-Batang micrometer dibuat dari baja campuran yang keras dengan baik.
Tegangan-tegangan didalamnya dihilangkan/dikurangi.
-Ulir-ulir digerinda beberapa kali pada mesin gerinda presisi.
-Kwaliet toleransinya kurang dari setengah standard micrometernya.
B.
Permukaan ukur
- Kerataan dan kesejahteraan dari permukaan ukur diperiksa dengan lensa
datar untuk menjamin ketelitian yang tinggi.
- Permukaan ukur sering digunakan bahan tungsten Carbide.
C.
Mur ukur

Lengan pengarah

Garis-garis tingkatan

Gambar 3.19 micrometer

2.

pembagian pada micrometer (Matric)


Laras mempunyai skala untuk sejumlah mm dan skala yang lain untuk setengah
mm. sarung pengukur dibagi dalam 50 bagian melingkar. Kisar batang pengukur
pada micrometer biasanya 0,5 mm, satu putaran dari batang pengukuran dapat
menyebabkan batang pengukur tersebut bergerak 0,5 mm, arah memanjang.
Keliling sarung pengukur adalah 0,5 mm maka :
1 bagian 0,5 mm : 50 = 50/100 = 1/100 mm = 0,1 mm
Pembacaan ukuran :
Jumlah mm pada laras skala + tengahan mm + peratusan dari mm pada sarung
pengukur.

3.

Macam macam tipe micrometer luar


a.
Micrometer pembacaan langsung
Micrometer ini dilengkapi dengan penunjukkan angka (digit
mechanism) yang dapat menghilangkan kesalahan pembacaan.
Millimeter
ditunjukkan pada laras skala. Perpuluhan dari mm terdapat pada bagian yang berangka
(jendela) dan peratusan dapat dibaca pada
sarung pengukur. Peribuan dari mm
terdapat pada Veriernya.

b. Micrometer dengan penunjukkan angka

Gambar 3.21 micrometer dengan penunjukan angka

Pembacaan dari kiri kekanan mm ditunjukkan pada laras skala. Semua pecahan dari
mm (0,1 mm dan 0,01 mm) terdapat pada bagian yang berangka (jendela).

c. Micrometer Angka (All-digital micrometer).

Gambar 3.22. All - Micrometer

Semua angka menunjukkan mm, perpuluhan dan peratusan. Dua perseribu ditunjukkan
pada skala.

d. Micrometer dengan rahang yang bisa diganti

Gambar 3.23 Micrometer dengan rahang yang bisa diganti

Micrometer ini diperlengkapi dengan rahang yang berbeda-beda panjangnya untuk


mengukur sampai panjang 10 mm. setiap batang rahang mempunyai perbedaan 25
mm dan ketelitiannya 0,01 micrometer. Micrometer seperti ini ada yang untuk
mengukur sampai 1500 mm

4. Cara Menggunakan Micrometer


a. Benda kerja bebas : satu tangan
Kelingking dan jari manis dari tangan kanan memegang micrometer, jari yang lain
memutar sarung pengukur atau gigi geser dan tangan kiri memegang benda kerja.
b Benda kerja terekam : dua tangan
Kedua tangan dapat digunakan, pegang micrometer dengan tangan kiri dan tangan
kanan digunakan untuk memutar gigi geser.
Pemegang micrometer dipakai untuk mempercepat pengukuran dari sejumlah benda
kerja yang sama. Tangan kiri memegang benda kerja tangan kanan memutar gigi geser.

5. Membersihkan dan Menyetel Micrometer


1. Membersihkan
Jika micrometer digunakan tiap hari, micrometer tersebut harus dibersihkan
dalamnya setiap 2 atau 3 bulan.
a. Buka gigi geser A
b. Buka sarung pelindung B
c. Kendorkan baut C
d. Alaskan sarung pengukur D
e. Lepaskan batang pengukur dari bingkai.
f. Bersihkan batang dan murnya dengan bensin dan gunakan kuas yang
lembut. Kemudian lapisi batang pengukuran tersebut dengan oli yang bebas
dari asam-asaman seperti velocite.
g. Pasang batang pengukur, kita harus berhati-hati dalam pemasangan ini
supaya rahang yang bergerak tidak rusak dan kuncilah batang pengukur
dengan pengunci H, bila batang pengukur sudah terpasang.
h. Pasang sarung pengukur dengan hati-hati.
i. Pasang gigi geser A
j. Setel micrometer pada posisi nol, kencangkan baut C dan pasang sarung
pelindung B.

2. Penyetelan
a. Bersihkan kedua rahang
b. Setel pada posisi nol dengan kunci
c. Kunci batang pengukur dengan kunci
d. Pada penyimpanan yang kecil putar laras skala dengan pemutar sampai
pada posisi yang tepat.
Pada penyimpanan yang besar :
1. Buka sarung pelindung B
2. Kendorkan baut C
3. Setel sarung pengukur pada posisi yang tepat
4. Kencangkan baut C
5. Pasang arung pelindung B
e. Kendorkan batang pengukur dari pengunci

C. Dial Indikator / Magnetic stand

1.

Long hand

2. short hand
3. stem
4. spindle
5. contact point
6. limit hand
7. crytal
8. bezel
9. lug
10. spindle stop

D. Inside Micrometer

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Left jaw
Right jaw
Contact point
Clamping
Sleeve
Thimble
Ratchet stop

E. Vernier beight gage

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Base
Reference surface of base
Column
Silinder
Main beam
Main scale
Veriner scale
Clamp screw
Fine feed screw
Scriber
Magnfying glass