Anda di halaman 1dari 5

1.

2.
3.
4.

Apa itu keselamatan dan kesehatan kerja.?
Apa di indonesia ada undang-undang yang mengatur mengenai k3.?
Keselamatan dan kesehatan kerja itu diperuntukkan untuk siapa.?
Apa yang menjadi kewajiban dan hak dari tenaga kerja berkaitan dengan

keselamatan dan kesehatan kerja.?
5. Apa saja tugas pengurus dan pengawas dalam hal k3.?
6. Bagaimana perjanjian kerja bersama mengatur mengenai k3.?
7. Apa saja kendala-kendala yang biasa dihadapi dalam pelaksanaan perjanjian kerja
bersama dalam hal penerapan k3.?
8. Apa saja jenis-jenis kecelakaan yang dapat terjadi di sektor industri.?
9. Mengapa diperlukan adanya pendidikan k3.?
10. Apakah k3 ada kaitannya dengan JAMSOSTEK.?
JAWAB
1. bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia
yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek.
2. ada. Undang-Undang yang mengatur K3 adalah
Undang-undang

No.

1

Tahun

1970

tentang

sebagai

berikut

Keselamatan

:

Kerja

Undang-Undang ini mengatur dengan jelas tentang kewajiban pimpinan tempat
kerja

dan

Undang-undang

pekerja
nomor

dalam
23

melaksanakan
tahun

1992

keselamatan
tentang

kerja.

Kesehatan.

Undang- Undang ini menyatakan bahwa secara khusus perusahaan berkewajiban
memeriksakan kesehatan badan, kondisi mental dan kemampuan fisik pekerja
yang baru maupun yang akan dipindahkan ke tempat kerja baru, sesuai dengan
sifat-sifat pekerjaan yang diberikan kepada pekerja, serta pemeriksaan kesehatan
secara berkala. Sebaliknya para pekerja juga berkewajiban memakai alat
pelindung diri (APD) dengan tepat dan benar serta mematuhi semua syarat
keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan. Undang-undang nomor 23
tahun 1992, pasal 23 Tentang Kesehatan Kerja juga menekankan pentingnya
kesehatan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa
membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya hingga diperoleh
produktifitas kerja yang optimal. Karena itu, kesehatan kerja meliputi pelayanan
kesehatan kerja, pencegahan penyakit akibat kerja dan syarat kesehatan kerja.
3. Berdasarkan Undang-undang Jaminan Keselamatan dan Kesehatan Kerja itu
diperuntukkan bagi seluruh pekerja yang bekerja di segala tempat kerja, baik di
darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara, yang

setiap pekerja di Indonesia berhak atas jaminan keselamatan dan kesehatan kerja. kewajiban dan hak tenaga kerja adalah sebagai berikut : a.1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja. 9. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pengurus bertanggung jawab untuk : a. 5. b. Memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan c.berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. secara berkala pada Dokter yang ditunjuk oleh Pengusaha dan dibenarkan oleh Direktur c. Menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang:  Kondisi-kondisi dan bahaya-bahaya serta apa yang dapat timbul dalam  tempat kerjanya Semua pengamanan dan alat . Memeriksa semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya.sifat pekerjaan yang diberikan padanya. Menurut pasal 12 UU No. Meminta pada Pengurus agas dilaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan yang diwajibkan e. Berdasarkan pasal 8. 4. Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja b. Memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan yang diwajibkan d. Yang perlu diketahui pertama adalah Pengurus/Pengawas merupakan orang yang mempunyai tugas memimpin langsung sesuatu tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri. Memeriksakan kesehatan badan.alat perlindungan yang diharuskan dalam semua tempat kerjanya . Jadi pada dasarnya. Menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan di mana syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas-batas yang masih dapat dipertanggung-jawabkan.Undang No. kondisi mental dan kemampuan fisik dari tenaga kerja yang akan diterimanya maupun akan dipindahkan sesuai dengan sifat . 11 dan 14 Undang .

Melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi dalam tempat kerja yang dipimpinnya. pada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. Secara tertulis menempatkan dalam tempat kerja yang dipimpinnya. PKB biasanya akan mengatur mengenai hak dan kewajiban dari para karyawan dalam hal K3 sebagai mana PKB juga akan mengatur mengenai hak dan kewajiban perusahaan. pula dalam pemberian pertolongan pertama dalam kecelakaan. maka pihak manajemen perusahaan mempunyai kesempatan untuk mempelajari apa yang salah. Dalam Perjanjian Kerja Bersama akan dikaji hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan upah. e. 7. sehelai Undang-undang ini dan semua peraturan pelaksanaannya yang berlaku bagi tempat kerja yang bersangkutan. Perusahaan dan setiap pekerja harus sadar sepenuhnya bahwa K3 adalah kewajiban dan tanggung jawab bersama. pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca dan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli kesehatan kerja 6.  Cara mengatasi adanya tindakan ketidakdisiplinan pegawai dalam bekerja yang tegas apabila terjadi . keselamatan dan kesejahteraan karyawan. Kebijakan perusahaan yang tidak tegas. Dalam Perjanjian Kerja Bersama juga tertulis sanksi-sanksi yang diberikan apabila salah satu dari kedua belah pihak melanggar PKB. Pemahaman karyawan mengenai isi Perjanjian Kerja Bersama. Bertanggung jawab dalam pencegahan kecelakaan dan pemberantasan kebakaran serta peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja. semua syarat keselamatan kerja yang diwajibkan.  Cara mengatasi perlunya pembinaan atau koordinasi dan sosialisasi antara pengurus Serikat Pekerja dengan para pekerja melalui musyawarah Penanganan keselamatan kerja tidak optimal  Cara mengatasi adalah apabila terjadi kecelakaan berarti tindakan pecegahan tidak berhasil. f. Alat-alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan  Cara-cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya d.

Teriris. Berkontak dengan suhu panas. Terhirup atau terjadinya kontak antara kulit dengan hidrokarbon dan abu. Heinrich. Jatuh terpeleset d. tertabrak c. Terlindas. Terkena benturan keras f. tergores c. tergores c. Kebocoran gas e. Oleh karena itu. gas. 1. Terjadinya kontak antara kulit dengan cairan metal. asap dan embun yang beracun 4. produksi karet. Kemungkinan jatuh dari ketinggian b. terlindas b. Produksi metal (manufaktur) a. Kejatuhan barang dari atas c. Jatuh terpeleset d. penyebab kecelakaan kerja yang sering ditemui adalah perilaku yang tidak aman sebesar 88%. cairan non-metal 3. terpotong b. atau kedua hal tersebut di atas terjadi secara bersamaan. terpotong. Pendidikan keselamatan dan kesehatan kerja juga berguna agar tenaga kerja memiliki pengetahuan dan kemampuan mencegah kecelakaan kerja. Terjepit. produksi karet. W. Tertabrak e. Berkontak dengan bahan kimia atau bahan berbahaya lainnya d. Menurunnya daya pendengaran. memahami ancaman bahaya yang ada di tempat kerja dan menggunakan langkah pencegahan kecelakaan kerja.8. produksi plastik) a. mengembangkan konsep dan kebiasaan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja. kondisi lingkungan yang tidak aman sebesar 10%. bising 9. daya penglihatan 2. Teriris.Terjepit. pelaksanaan diklat keselamatan dan kesehatan tenaga kerja dapat mencegah perilaku yang tidak aman dan memperbaiki kondisi lingkungan yang tidak aman. terlindas b. Petrokimia (minyak dan produksi batu bara. terpotong. uap steam. Menurut H. Elektronik (manufaktur) a. . lingkungan yang beradiasi pengion dan non pengion. Tertusuk. Konstruksi a. suhu dingin.

Tentu saja ada. Dalam hal ini. dan Jaminan Kematian (JK). dsb. . Tabungan Hari Tua. sepatu. Seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). K3 yang bisa disediakan perusahaan misalnya alat keselamatan kerja seperti helm. rompi. Sedangkan JAMSOSTEK merupakan program yang ditujukan untuk mendukung pelaksanaan sistem K3 dalam setiap perusahaan.10. yang tidak bisa langsung disediakan perusahaan. karena K3 itu sendiri adalah komponen yang menjadi bagian dari JAMSOSTEK.