Anda di halaman 1dari 38

Pengertian Air Limbah

Air limbah domestik adalah air yang telah dipergunakan yang berasal dari rumah
tangga atau pemukiman termasuk didalamnya air buangan yang berassal dari WC ,
kamar mandi, tempat cuci, dan tempat memasak ( Sugiharto, 1987 ). Menurut
KepmenLH No112/2003 Air Limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari
usaha dan atau kegiatan permukiman ( real estate ), rumah makan ( restaurant ) ,
perkantoran , perniagaan, apartemen dan asrama. Air buangan merupakan air bekas
pemakaian , baik pemakaian rumah tangga maupun pemakaian dalam proses dan
operasi industri . Air pemakaian tidak hanya dalam rumah tangga , tetapi juga
dalam kantor – kantor , industri , hotel , tempat hiburan , daerah komersil , bahkan
dalam lingkunganindustri pun ada pemakaian air untuk rumah tangga , yaitu dari
fasilitas sumber : bak cuci ( dapur , tangan ) , kamar mandi ( bak air / bak rendam/
pancuran ) , kamar kecil ( WC , peturasan ) , dan lain sebagainya . Air bekas
pemakaian rumah tangga dapat disebut dengan air buangan domestik. Sedangkan
air bekas pemakaian proses dan operasi industri dapat disebut dengan air buangan
industri ( MODUTO , 2000 )
Sumber Air Limbah
Data mengenai sumber air limbah dapat dipergunakan üntuk memperkirakan
jumlah rata-rata aliran air limbah dari berbagai jenis perumahan, industri dan aliran
air tanah yang ada di sekitarnya. Kesemuanya ini harus dihitung perkembangannya
atau pertumbuhannya sebelum membuat suatu bangunan pengolah air limbah serta
merencanakan pemasangan saluran pembawanya.(Sugiharto, 1987)
Air Limbah Rumah Tangga
Sumber utama air limbah rumah tangga dari masyarakat

adalah berasal dari

perumahan dan daerah perdagangan. Adapun sumber lainnya yang tidak kalah
pentingnya adalah daerah perkantoran atau lembaga serta daerah fasilitas rekreasi.
Untuk daerah tertentu banyaknya air limbah dapat diukur secara langsung.
(Sugiharto, 1987)

Daerah Perumahan
Untuk daerah perumahan yang kecil aliran air limbah biasanya diperhitungkan
melalui kepadatan penduduk dan rata-rata per orang dalam membuang air limbah.
Adapun besarnya rata rata air limbah yang berasal dari daerah hunian dapat dilihat
pada Tabel 2. l. Rata – Rata Aliran Air Limbah Dari Daerah Pemukiman
Tabel 2.1 Rata – Rata Aliran Air Limbah Dari Daerah Pemukiman
No

Sumber

Unit

1.
2.
3.

Apartemen
Hotel , penghuni tetap
Tempat tinggal keluarga

Orang
Orang
Orang

4.

Jumlah aliran l/unit/hari
Antara
Rata - rata
200 - 300
260
150 - 220
190

Rumah pada umumnya
Orang
190 – 350
Rumah yang lebih baik
Orang
250 – 400
Rumah mewah
Orang
300 – 550
Rumah agak modern
Orang
100 – 250
Rumah pondok
Orang
100 – 240
Rumah gandengan
Orang
120 – 200
Sumber : Metclaf & Eddy , 1979 dalam Sugiharto , 1987

280
310
380
200
190
150

Adapun untuk daerah yang luas, maka perlu diperhatikan jumlah aliran air limbah
dengan dasaf penggunaan daerah, kepadatan penduduk, serta ada atau tidaknya
daerah industri.
Daerah Perdagangan
Aliran air limbah yang berasal dari daerah perdagangan secara umum dihitung
dalam meter kubik per hektar/hari dida sarkan pada data perbandingan. Data aliran
ini dapat bervariasi dari 4—1.500 liter/hari. Untuk lebih memerinci jumlah aliran
tersebut dapat dipergunakan Tabel 2.2 berikut ini :
Tabel 2.1 Rata – Rata Aliran Air Limbah Dari Daerah Perdagangan
No

Sumber

Unit

1.

Lapangan terbang

Penumpang

Jumlah aliran l/unit/hari
Antara
Rata - rata
8 – 15
10

2.

Pusat
kendaraan

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

perbaikan Kendaraan
Pekerja

30 – 50
35 – 60

Pekerja
40 – 60
Langganan
5 – 20
Pekerja
40 – 60
Hotel
Tamu
150 - 220
Gedung Perusahaan
Pekerja
35 – 65
Mesin
1800 - 2600
Tempat Pencucian
Pakaian
180 - 200
Motel
Orang
90 – 150
Motel dan dapur
Orang
190 - 220
Kantor
Pekerja
30 - 65
Rumah makan
Pengunjung
8 – 15
Rumah sewaan
Penghuni
90 - 190
Pekerja
30 - 50
Toko
Km. mandi
1600 – 2400
Pekerja
30 – 50
Pusat perbelanjaan
Parkir
2- 8
Sumber : Metclaf & Eddy , 1979 dalam Sugiharto , 1987
Bar

40
50
50
8
50
190
40
2200
190
120
200
55
10
150
40
2000
40
4

Daerah Kelembagaan
Seperti halnya sumber air limbah lainnya, maka daerah yang terdiri dari lembagalembaga pemerintah mempunyai sifatsifat yang juga agak berlainan (lihat Tabel
2.3).
Tabel 2.3 Rata – Rata Aliran Air Limbah Dari Daerah Kelembagaan
No

Sumber

Unit

1.

Rumah sakit medis

2.

Rumah sakit jiwa

3.

Rumah penjara

4.

Rumah peristirahatan

5.

Sekolah :
Dengan kantin , aula kran
Murid
Ada kantin,tanpa aula dan Murid

Tempat tinggal
Pekerja
Tempat tidur
Pekerja
Pekerja
Napi
Penghuni
Pekerja

Jumlah aliran l/unit/hari
Antara
Rata - rata
500 – 950
650
20 – 60
40
300 – 650
400
20 -60
40
20- 60
40
300 – 600
450
200 – 450
350
20 – 60
40
60 – 115
40 – 80

80
60

14.rata Rumah flat.tempat istirahat Orang 200 – 280 220 Pondok . Tabel 2. tempat istirahat Orang 150 – 240 200 Tempat cuci otomatis Mesin 1800 – 2600 2200 Pengunjung 5 – 20 10 Toko Pekerja 30 -50 40 Pengunjung 20 -50 40 Kolam renang Pekerja 30 – 50 40 Gedung Bioskop Tempat duduk 10 – 15 10 Pusat keramaian Pengunjung 15 – 30 20 Sumber : Metclaf & Eddy . 9.4. Untuk mengetahui banyaknya air limbah yang dihasilkan dari daerah tersebut dapat dilihat pada Tabel 2. 12. 2. 5. tempat istirahat Orang 130 . 1987 40 280 Daerah Rekreasi Jumlah aliran air limbah yang berasal dari daerah rekreasi perlu juga diperhatikan bag daerah yang arealnya terdapat daerah rekreasi. 1979 dalam Sugiharto . 1979 dalam Sugiharto . 8. 3. 7.190 160 Pengunjung 4 – 10 6 Kantin Pekerja 30 – 50 40 Perkemahan Orang 80 – 100 120 Penjual minuman buah Tempat duduk 50 .400 Sumber : Metclaf & Eddy . 6.100 75 Pengunjung 15 – 30 20 Buffet ( coffe shop ) Pekerja 30 – 50 40 Pekerja 250 – 500 400 Tempat perkumpulan Pekerja 40 – 60 50 Perkemahan anak – anak Orang 40 – 60 50 Ruang makan Pengunjung 15 – 40 30 Asrama Orang 75 – 175 150 Hotel . 4. 1987 Sumber Air Buangan Industri Unit . 10.6.4 Rata – Rata Aliran Air Limbah Dari Daerah Rekreasi No 1. 16. 11. 13. kran/ pancuran Tanpa kantin Murid 20 – 65 Sekolah dengan asrama Murid 200 . 15. Jumlah aliran l/unit/hari Antara Rata .

Dengan demikian jumlah air buangannya adalah sebanyak jumlah tersebut dikalikan 85 atau 95 %.4 Rata – Rata Penggunaan Air Untuk Berbagai Jenis Industri No 1. Bubur kayu dan kertas : Bubur kayu Bubur kertas 5. 1979 dalam Sugiharto .4 15 – 20 10 – 20 60 – 80 250 – 300 120 – 160 200 – 300 30 – 60 . derajat pengolahan air buangan yang ada. 1987 Air Buangan Dari Rembesan dan Tambahan Rata – Rata Aliran ( m3 ) 50 – 70 15 – 20 4 – 35 100 – 130 60 – 90 7 – 30 600 – 800 8 – 10 10 – 16 2. Tabel 2. derajat penggunaan air . Tekstil : Pengelantangan Pencelupan Sumber : Metclaf & Eddy . Adapun banyaknya pemakaian air dari suatu industri seperti terlihat pada table 2. Untuk memperkirakan jumlah air buangan yang dihasilkan oleh industri yang tidak menggunakan proses basah diperkirakan 50 m3 / ha / hari . Makanan dan minuman Bir Roti Pengepakan daging Produksi susu Minuman keras 4. Sebagai patokan dapat dipergunakan pertimbangan bahwa 85 – 95 % dari jumlah air yang dipergunakan adalah berupa air buangan apabila industri tersebut tidak menggunakan kembali air buangan . Jenis Industri Industri kalengan : Sayur hijau Buah – buahan .Jumlah aliran buangan yang berasal dari industri sangat bervariasi tergantung dari jenis dan besar – kecilnya industri . buah pear Lain buah – buahan dan sayuran 2.5 . Industri bahan kimia : Amoniak Karbondioksida ( CO2 ) Bensin Laktosa Sulfur / belerang 3. pengawasan dari proses industri .

0094 sampai 0.94 m3 setiap diameter (mm) setiap km.Apabila turun hujan di suatu daerah. perlu diketahui seberapa besar curah hujan yang ada sehingga banyaknya air yang akan ditampung melalui saluran air hujan atau saluran pengering dan saluran air buangan dapat diperhitungkan. maka bukanlah tidak mungkin terjadi penyusupan air tanah tersebut ke dalam saluran air buangan melalui sambungan-sambungan Pipa atau melalui celah-celah yang ada karena rusaknya Pipa saluran. Apabila saluran ini tidak mampu menampungnya.94 dikalikan dengan diameter Pipa (mm) dikalikan lagi dengan panjangnya Pipa (km) akan dihasilkan jumlah air buangan dalam satuan m3 (Sugiharto. Oleh karena itu. banyaknya air yang masuk ke dalam aliran air buangan sebanyak 0. 1987). maka terdapat air hujan yang menguap. tempat pemeriksaan di rumah sakit. maka air yang turun secara cepat akan mengalir masuk ke dalam saluran pengering atau saluran air hujan. atau bahan-bahan berbahaya seperti yang berasal dari pabrik. Selain air yang masuk melalui limpahan. Perlu disediakan . air buangan yang bersifat radioaktif atau mengandung bahan radioaktif yang dibuang dari Pusat Listrik Tenaga Nuklir atau laboratorium penelitian atau pengobatan yang menggunakan bahan radioaktif. Apabila permukaan air tanah bertemu dengan saluran air buangan. dengan demikian akan merupakan tambahan yang sangat besar untuk saluran air buangan. Air yang merembes ini akan masuk ke dalam tanah yang pada akhirnya menjadi air tanah.0094 — 0. air buangan dari laboratorium. rumah pemotongan hewan. maka limpahan air hujan ini akan digabung dengan saluran air buangan. diserap tumbuh-tumbuhan dan ada pula yang merembes ke dalam tanah. racun. Dengan demikian. Air buangan ini sangat berbahaya apabila langsung dimasukkan ke dalam riol umum tanpa proses pengamanan terlebih dahulu. tempat pengobatan. Air Buangan Khusus Air buangan yang mengandung gas. Besarnya aliran ini diperkirakan sebesar 0.

maka pengurangan zat-zat yang terkandung di dalam air limbah akan mengalami penurunan setelah melalui proses pengolahan pertama dan proses pengolahan kedua. Setelah diadakan analisis ternyata bahwa air limbah mempunyai sifat yang dapat dibedakan menjadi tiga bagian besar di antaranya: Sifat fisik Sifat kimiawi Sifat biologisnya. derajat kekotoran air limbah sangat dipengaruhi Oleh adanya sifat fisik yang mudah terlihat. ANALISIS SIFAT-SIFAT AIR LIMBAH Untuk mengetahui lebih luas tentang air limbah. tercampur.105 ˚ C. sedangkan analisis dengan menggunakan penggolongan banyak diterapkan apabila menganalisis kandungan biologisnya. Analisis jumlah dan satuan biasanya diterapkan untuk penelaahan bahan kimia. terlarut. Adapun cara pengukuran yang dilakukan pada setiap jenis sifat tersebut dilaksanakàn secara berbeda-beda sesuai dengan keadaannya. maka perlu kiranya diketahui juga secara detail mengenai kandungan yang ada di dalam air limbah juga sifat-sifatnya. Untuk melakukan peme riksaan ini dapat . Adapun sifat fisik yang penting adalah kandungan zat padat sebagai efek estetika dan kejermhan serta bau dan warna dan juga temperatur. Jumlah total endapan terdiri dari benda-benda yang mengendap. Sifat Fisik Air Limbah Penentuan. Pada pengolahan secara konvensional.peralatan pengolahan yang tepat pada sumbernya dan baru kemudian dimasukkan ke dalam riol umum. Jumlah endapan pada contoh air merupakan Sisa penguapan dari contoh air limbah pada suhu 103˚. Beberapa komposisi air limbah akan hilang apabila dilakukan pemanasan secara lambat.

begitu pula untuk suhu air yang terlalu tinggi. Dengan mengetahui besarl kecilnya partikel yang terkandung di dalam air akan memudahkan kita di dalam memilih teknik pengendapan yang akan diterapkan sesuai dengan partikel yang ada di dalamnya. Warna Sebagaimana halnya kekeruhan. Kadar . sedangkan apabila air limbah tersebut berisikan partikel yang sangat kecil ukurannya akan menyulitkan dalam proses pengendapan. Suhu dan residu Suhu berpengaruh pada pemakaiannya. oleh adanya gas seperti H2S dsb. Kekeruhan Kekeruhan dapat disebabkan oleh hadirnya bahan-bahan organik dan anorganik. Selain itu kekeruhan juga merupakan indikator adanya kemungkinan pencemaran. Air limbah yang menga dung partikel dengan ukuran besar memudahkan proses pengendapan yang berlangsung. sehingga untuk mengendapkan benda ini haruslah dipilihkan cara pengendapan yang lebih baik dengan teknologi yang sudah barang tentu akan lebih canggih. Dari segi estetika. Hal ini dapat pula dikaitkan dengan kesehatan manusia. warna yang hadir dalam air dengan intensitas yang melebihi batas.dilakukan dengan mengadakan pemisahan air limbah dengan memperhatikan besar-kecilnya partikel yang terkandung di dalamnya. tidak bias diterima karena alasan estetika. Warna dapat juga merupakan indikator pencemaran limbah industri. Dari segi estetika. kekeruhan dirasakan sangat mengganggu. Bau dan Rasa Penyebab bau dan rasa dapat berupa mikroorganisme seperti algae. misalnya. misalnya. lumpur. air yang memiliki rasa dan bau dipandang mengganggu. air yang mempunyai suhu 0 oC tidak mungkin dapat diterima.

Adapun jumlah kandungan ini sangat bervariasi mulai dari yang rendah seperti pada tanaman tomat sampai kepada yang presentasenya tinggi. Protein yang merupakan molekul tertinggi dengan komposisi asam amino yang banyak. Reaksi yang terjadi di dalam botol BOD adalah . Jika bahan organik yang belum diolah dan dibuang ke badan air. Semakin besar angka BOD ini menunjukkan bahwa derajat pengotoran air limbah adalah semakin besar. seperti yang terdapat pada jaringan lemak dar daging. Oksigen diambil dari yang terlarut di dalam air dan apabila pemberian oksigen tidak seimbang dengan kebutuhannya maka oksigen yang terlarut akan turun mencapai titik nol. serta gajih. Untuk mengukur kebutuhan oksigen yang diperlukan menguraikan benda organik di dalam air limbah dipergunakan satuan BOD (Biochemical Oxygen Demand). SIFAT KIMIA Protein Protein adalah kandungan utama dari makhluk hidup termasuk juga di dalamnya tanaman dan binatang bersel satu . maka bakteri akan menggunakan oksigen untuk proses pembusukannya. yang biasanya adalah kandungan bahan organik seperti halnya dengan hidrogen dan oksigen. oli. Berat molekul protein sangat beşar berkisar antara 20. Struktur kimia tergabung dari kombinasi bersama asam amino. Protein sangat kompleks dalam struktur kimianya dar tidak stabil. dengan demikian kehidupan dalam air akan mati. starches. Lemak terdiri dari bermacammacam bahan organik seperti fat. Seluruh protein mengandung karbon. sedangkan karbohidrat merupakan gabungan dari polihidroksilated seperti gula. Protein merupakan penyebab utama terjadinya bau karena adanya proses pembusukan dan penguraiannya. sedangkan lainnya tidak larut. selulose.residu yang tinggi dapat menyebabkan rasa tidak enak dan mengganggu pencernaan manusia.000 sampai 20 juta. Beberapa hal adalah terlarut di dalam air. yang menggunakan ukuran mg/liter air kotor. akan berubah menjadi bahan lain pada proses dekomposisi.

serta buah-buahan. Lemak yang biasanya juga dijumpai pada daging pada daerah sel biji-bijian. Lemak. Karbohidrat Tersebar luas di alam termasuk di dalamnya adalah gula. Selain heksana sebagai pelarut juga dapat dipergunakan kerosin. Pada fase kedua ini. Karbohidrat berisikan karbon. hidrogen dan oksigen. kesemuanya ini dapat dijumpai di dalam air limbah. Pada keadaan basa seperti sodium hidroksida. maka kebutuhan oksigen mempunyai nilai terbaik dan dikenal sebagai BOD LN setelah mencapai waktu selama 50 hari. seperti halnya dengan lemak merupakan zat yang stabil. Biasanya karbohidrat berisikan 6 atau kelipatan 6 dari atom karbon pada suatu molekul dan hidrogen serta oksigen selalu ada di dalam air. margarin. Lemak tergolong pada benda organik yang tetap dan tidak mudah untuk diuraikan oleh bakteri. Bahan-bahan asam dapat menghancurkannya untuk menghasilkan gliserin dan asam gemuk. pada perbenihan serta kacang-kacangan dan buah-buahan. Minvak dan Gemuk Lemak dan minvak merupakan komponen utama bahan makanan yang juga banyak didapatkan di dalam air limbah.secara aerob dan terjadi dalam dua fase terpisah. Gula cenderung untuk terurai melalui enzim dari bakteri dan jamur se hingga menimbulkan proses permentasi dengan menghasilkan alcohol dan CO2. . selulosa dan kayu. Gliserid dari asam gemuk ini berupa cairan pada keadaan biasa dikenal sebagai minyak dan apabila dalam bentuk padat dan kental dikenal sebagai lemak. Lemak dan minyak membentuk ester dan alkohol atau gliserol dengan asam gemuk. kanji. Adapun garam basa ini dikenal sebagai sabun. gliserin dibebaskan dan garam basa dari asam gemuk akan terbentuk. pelumas. Lernak dan gemuk ini berada di dalam air limbah yang berasal dari pabrik roti. Kandungan zat lemak dapat ditentukan dan disajikan melalui contoh air limbah dengan Heksana. Pada beberapa karbohidrat seperti gula adalah larut di dalam air sedangkan kanji tidak larut.

Sebagai petunjuk dalam m•engelola air limbah. Kadar lemak sebesar 15—20 mg/l merupakan batas yang bisa ditolerer apabila lemak ini berada di dalam air limbah. Di dalam air zat ini menimbulkan buih dan selama proses aerasi buih tersebut berada di atas permukaan gelembung udara dan biasanya relatif tetap.Biasanya sabun dibuat melalui proses saponifikasi dari lemak dengan sodium hidroksid. Sebagian besar benda mengapung di dalam air limbah. Deterjen atau Surfactant Deterjen adalah golongan dari molekül organik yang dipergunakan sebagai pengganti sabun untuk pembersih supaya mendapatkan hasil yang lebih baik. Minyak tanah dan minyak pelumas adalah derivat atau turunãn dari minyak residu dan batubara yang berisikan karbon dan hidrogen. Bahan dasar dati deterjen adalah minyak nabati atau minyak burni. Penghasil utama dari bahan ini adalah air limbah Yang berasal dari rumahtangga atau pemukiman. akan tetapi ada juga yang mengendap terbawa oleh lumpur. garasi serta jalanan. Sebelum tahun 1965 deterjen ini disebut ABS (Alkyl Benzene Sulfonate) yang merupakan penyebab masalah busa karena tahan terhadap penguraian terhadap proses biologis. maka efek buruk yang dapat menimbulkan permasalahan pada dua hal yaitu pada saluran air limbah dan pada bangunan pengolahan. Mereka ini larut di dalam air apabila berada pada situasi basa. maka diganti dengan jenis lain dan dikenal LAS (Linear Alkyl Sulfonate) di mana busa yang dihasilkan oleh LAS ini bisa diuraikan sehingga masalah busa dapat diatasi. Apabila lemak tidak dihilangkan sebelum dibuang ke saluran air limbah dapat mempengaruhi kehidupan yang ada di permukaan air dan menimbulkan lapisa tipis di permukaan sehingga membentuk selaput. Fraksi minyak bumi yang dipakai adalah senyawa 'hidrokarbon parafin dan olefin. Minyak dapat sampai ke saluran air limbah berasal dari pertokoan. Setelah dikeluarkannya larangan penggunaan ABS. . maka garam sodium berubah menjadi garam kalsium dan magnesium serta asam gemuk yang merupakan bahan sabun yang tidak larut di dalam air.

Fenol Fenol dan lain bahan organik kompound adalah juga penting. PH yang bai bagi air minum dari air limbah adalah netral (7). sehingga mengganggu proses penjernihannya.Fenol Fenol dan lain bahan organik kompound adalah juga penting. Ph Konsentrasi İon hidrogen adalah ukuran kualitas dari air maupun dari air limbah. maka akan menyebabkan air tersebut berupa asam. mengingat bahwa fenol ini merupakan penyebab timbul nya rasa yang ada di dalam air minum terutama apabila tersebut dilakukan klorinasi. mengingat bahwa fenol ini merupakan penyebab timbulnya rasa yang ada di dalam air minum terutama apabila air tersebut dilakukan klorinasi. akan tetapi akan sulit uraiannya apabila telah mencapai kadar yang melebihi tersebut. Semakin kecil nilai PH nya. Adapun kadar yang baik adalah kadar di mana masih memungkinkan kehidupan biologis di dalam air berjalan dengan baik. Fenol ini dihasilkan dari industri dan apabila konsentrasi mencapai 500 mg/l masih dapat dioksidasi melalui proses biologis. Klorida . Bahan Anorganik Beberapa komponen anorganik dari air limbah dalam air alami adalah sangat penting untuk peningkatan dan pengawasan kualitas air minum. Fenol ini dihasilkan dan industri dan apabila konsentrasi mencapai 500 mg/l masih dapat dioksidasi melalui proses biologis. Air limbah dengan konsentrasi air limbah yang tidak netral akan menyulitkan proses biologis. Jumlah kandungan bahan anorganik meningkat sejalan dan dipengaruhi oleh formasi geologis dari asal air atau air limbah berasal. akan tetapi akan sulit penguraiannya apabila telah mencapai kadar yang melebihi tersebu di ataş.

Belerang diperlukan pada pembentukan protein tiruan dan akan dibebaskan pada pemecah annya. Sulfur Sulfat alami terjadi secara alami pada banyak penyediaan air dan juga pada air limbah. Sulfat dapat diubah menjadi Sulfit dan hidrogen Sulfit (H 2S) oleh bakteri pada situasi tanpa udara (anaerob) . Pada umumnya air limbah adalah basa yang diterimanya dari penyediaan air. Kemudian H2S dapat dioksidasi secara biologis menjadi asam sulfat dan bahan ini adalah penyebab timbulnya karat pada sistem perpipaan. maka menunjukkan bahwa air tersebut telah mengalami pencemaran atau mendapatkan rembesan dari laut. yang paling utama adalah kalsium dan magnesium bikarbonat.Kadar klorida di dalam air alami dihasilkan dari rembesan klorida yang ada di dalam batuan dan tanah serta dari daerah pantai dan rembesan air laut. potasium atau amoniak. Dalam hal ini. Zat Beracun . Pengolahan secara konvensional masih kurang berhasil untuk menghilangkan bahan ini dan dengan adanya klorida di dalam air. Kebasaan Kebasaan adalah hasil dari adanya hidroksi karbonat dan bikarbonat yang berupa kalsium. dan bahan tambahan selama dipergunakan di rumah. Gas H2S yang tersusun dan tercampur dengan gas air limbah (CH 4 + C02) adalah penyebab terjadinya karat pada pipa dan apabila dibakar pada meşin akan menyebabkan kerusakan pada peralatan terutama apabila dilewatkan pada kondisi dingin di bawah titik bekunya. Kotoran manusia berisikan sekitar 6 gram klorida setiap orangnya tiap hari. akan tetapi kadar ini biasa nya sangat jarang ditemui. magnesium. sodium. air tanah. Sulfat diubah menjadi Sulfit dalam tangki pencernaan lumpur dan bisa meningkatkan proses biologis bila kadar Sulfit mencapai 200 mg/ l .

Beberapa jenis m biasanya dipergunakan untuk pertumbuhan kehidupan biologis. Tembaga. kromium (Cr). Zeng (Zn). sedangkan krom dan nikel beracun pada kadar 500 mg/ l . keberan zat ini perlu diawasi jumlahnya di dalam air limbah. Kadmium(Cd). tembaga (Cu). misalnya pada pertumbuhan algae apabila tidak ada logam pertumbuhannya akan terhambat.dalam air limbah. dalam jumlah yang banyak tidak akan ditemukan di dalam pembuangan . Metan Prinsip terjadinya gas metan adalah akibat penguraian zat ganik yang dalam kondisi tanpa udara (anaerob) pada air limbah tersebut Adapun sifat penting dari gas ini adalah dak berbau. timbal (Pb). Zat kation lain yang beracun termasuk potasium dan amonium pada 4. maka zat ini pen ting pada pengolahan dan pembuangan air limbah. Beberapa zat dan ion yang beracun seperti sianida (CN) dan kromat (Cr) juga terdapat. perak dan krom serta arsen dan boron adalah zat yang sangat beracun terhadap mikroorganisme. Oleh karena itu. timbal. besi (Fe) dan air raksa adalah kandungan yang juga penting. tidak berwarna. Zat-zat ini biasanya terdapat pada industri pelapisan logam dan akan bisa dihilangkan melalui pengolahan pendahuluan sebelum dibuang ke saluran air limbah.contoh pada tangki pencerna kadar 100 mg/l tembaga adalah sudah beracun. adapun sodium baru merupakan zat yang beracun pada kadar yang sangat tinggi. Akan tetapi. ada umumnya. Oleh karena itu. Logam Berat Menentukan jumlah dari beberapa logam berat -seperti nikel Ni) magnesium (Mg). Sebagai .Oleh karena derajat keracunannya inilah. Kesadahan yang ada pada tangki pencerna akan dikombinasikan dengan zat dan diendapkan ion kalsium sebelum kadarnya mencapai kadar yang beracun. benda ini perlu diperhitungkan pada bangunaıı pengolahan secara biologis.000 mg/l. apabila jumlahnya berlebihan akan mempengaruhi kegunaannya karena bulnya daya racun yang dimiliki. dan sangat mudah terbakar.

Pada proses biologis dalam air limbah yang diolah mengubah jenis polifosfat ke dalam ortofosfat. dan melalui komponen fosfat dapat dipergunakan untuk membuat sabun sebagai pembentuk buih. perneriksaan atau penggantian. Karena sifat gas metan yang sangat beracun an mudah terbakar ini. maka gas ini sangat berbahaya bagi manusia yang akan melakukan pemeriksaan terhadap air limbah didalam saluran melalui lubang pemeriksaan (manhole). Dengan demikian tidak akan membahayakan bagi pe tugas apabila mereka akan melakukan atau penggantian. Dengan demikian tidak akan membahayakan bagi petugas apabila mereka akan melakukan perbaikan. sehingga kondisi tanpa udara dapat terjadi.karena itu.. air seni. Nitrogen berada di dalam air dengan cepat akan berubah menjadi nitrogen organik atau amoniak-nitrogen: Nitrogen organik diukur dengan metode Kjeldal dengan mengikutkan tahap pencernaan untuk mengubah nitrogen organik menjadi ammonia dan dianalisis ammonia melalui titrasi. Nitrogen Secara bersama-sama antara nitrogen dan fosfor memberikan kenaikan yang perlu diperhatikan sebab bahan ini meningkatkan pertumbuhan algae dan tumbuhan air. karena zat ini dalam jumlah yang kecil sudah sangat beracun. Air limbah yang berasal dari rumahtangga banyak . HPO34.air limbah. Oleh karena itu. sehingga fosfor pada buangan akhir air limbah terdiri dari 80% ortofosfat.) meningkatkan sebanyak 25% dari seluruh total fosfat. Disetiap sumber tersebut akan menambah jumlah total dari fosfor. Fosfor Fosfor di dalam air limbah melalui hasil buangan manusia. H2P04. Gas ini dihasilkan oleh Iumpur yang membusuk pada dasar bak. Sebagian dari fosfor pada air limbah masyarakat adalah dalam bentuk anorganik dengan ortofosfat (Po34. perlu dibuat lubang ventilasi bagi setiap lubang pemeriksaan tersebut untuk mengeluarkan gas ini dari dalam saluran. perlu dibuatkan lubang ventilasi bagi setiap lubang pemeriksaan tersebut untuk mengeluarkan gas ini dari dalam saluran.

Potasium ( K ) 7 – 15 6. Boron 0. Kalsium ( CaCO3 ) 15 – 40 8. Oksigen terlarut selalu diperlukan untuk. sulfur.11. 1987 . Kandungan Bahan Mineral yang Ada di dalam Air Limbah Rumahtangga No Bahan mineral yang ada Keadaan normal ( ppm ) 1. Klorid ( Cl ) 20 – 50 12. akan tetapi diimbangi dengan kekurangan zat ini pada air limbah yang berasal dari air limbah industri. Kesadahan total ( CaCO3 ) 100 . Sulfat ( SO4 ) 15 – 30 11. Sodium ( persen ) 1 – 15 % 4. Fosfat ( PO4 ) 20 – 40 10.150 Sumber : P. Apabila oksigen berada pada nilai ambang yang rendah.11 Table 2. oksigen (0 2) adalah gas yang penting.1 – 0.sekali mengandung nitrat dan fosfor. maka bau . Nitogen total ( N ) 20 – 40 9. Walton purdom dalam Sugiharto . Jumlah terkecil yang merupakan titik kritis untuk keperluan bahan makanan dalam pengolahan air limbah biasanya setara dengan BOD5/N adalah 20 : I atau BOD 5/P adalah sebesar 100: 1.bauan yang berbahaya akan dihasilkan sebab unsur karbon berubah menjadi metan termasuk C02.4 3. Magnesium ( MgCO3 ) 15 – 40 7. Gas Banyak gas-gas terdapat di dalam air. Sodium ( Na ) 40 – 70 5. Belerang akan berubah menjadi atau teroksidasi menjadi Untuk memberikan gambaran serta menyeluruh tentang kandungan bahan kimia maka dapat dilihat pada Tabel 2. Zat padat terlarut 100 – 300 2. pernafasan mikroorganisme aerob dan kehidupan lainnya.

Akan tetapi. Selain memiliki sifat pathogen parameter biologis juga dapat menyebabkan efek rasa. virus. KOMPOSISI AIR LIMBAH Sesuai dengan sumber asalnya. maka digunakan keberadaan bakteri coli dalam air. 9 % ) Organik Anorganik Protein ( 65 % ) Butiran Karbohidrat ( 25 % ) Garam Lemak ( 10 % ) Metal Secara lebih khusus. dll. Air Limbah Bahan Padat ( 0. bacteria. maka air limbah yang berasal dari kamar madi dan wc yang berupa faeces dan urine mempunyai komposisi. warna dan bau pada air. Dengan adanya bakteri coli. .jamur.Sifat Biologis Jenis mikroorganisme yang dapat ditemukan dalam air diantaranya algae. Sebagai indicator keberadaan mikroorganisme pathogen. maka air limbah mempunyai komposisi yang sangat bervariasi dari setiap tempat dan setiap saat.1 % ) Air ( 99. protozoa. maka besar kemungkinan air telah tercemar oleh bakteri lainnya yang juga bersifat pathogen. secara garis besar zat-zat yang terdapat di dalam air limbah dapat dikelompokkan seperti pada skema berikut ini .

7 gr ( dalam keadaan kering ) Uap air ( kelembapan ) 66 – 80 % 93 – 96 % Bahan organik 88 – 97 % 93 – 96 % Nitrogen 5–7% 15 – 19 % Fosfor ( sebagai P2O5 ) 3 – 5.5 % Karbon 44 – 55 % 11 – 17 % Kalsium ( sebagai CaO ) 4.5 % 3 – 4.5 – 6 % Sumber : Metclaf & Eddy .4 % 2. 2003) : Apartemen High-rise: 35 – 75 gal/orang/hari (tipikal: 50) Low rise: 50 – 80 gal/orang/hari (tipikal: 65) Rumah individu Sederhana : 45 – 90 gal/orang/hari (70) Menengah :60 – 100 gal/orang/hari (80) Mewah: 70 – 150 gal/orang/hari (95) 3. Motel: Dengan dapur : 90 – 180 gal/orang/hari (100) Tanpa dapur : 75 – 150 gal/orang/hari (95) 3. Hotel : 30-55 gal/orang. 1987 Rata-rata timbulan air limbah yang dihasilkan dari pemukiman adalah sebagai berikut (MetCalf &Eddy.Tabel komposisi Air Limbah yang berasal dari kamar mandi dan WC Uraian Faeces Air Seni Jumlah per orang per hari 135 – 270 gr 1 – 1. 1979 dalam Sugiharto .hari (100) 4.5 – 0. BAKU MUTU AIR LIMBAH .5 – 5 % 4.31 gr ( dalam keadaan basah ) Jumlah per orang per hari 20 – 35 gr 0.5 – 5 % Potasium ( sebagai K2O ) 1 – 2.

kawasan perkantoran. semua kawasan permukiman (real estate). asrama yang berpenghuni 100 (seratus) orang atau lebih selain itu baku mutu tersebut hanya berlaku untuk pengolahan air limbah domestik terpadu. rumah makan (restauran) yang luas bangunannya lebih dari 1000 meter persegi d. . maka diberlakukan baku mutu air limbah domestik sebagaimana yang dipersyaratkan oleh Amdal atau UKL dan UPL. dan apartemen c. perniagaan. Baku Mutu Air Limbah Domestik Parameter Satuan pH Kadar Maksimum 6 -10 BOD mg/L 100 TSS mg/L 100 Lemak dan minyak mg/L 10 Dalam pasal 2 dan pasal 4 di tegaskan bahwa baku mutu tersebut berlaku bagi: a. Apabila hasil kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal) atau hasil kajian Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) dari usaha dan atau kegiatan mensyaratkan baku mutu air limbah domestik lebih ketat.Baku mutu effluent untuk air limbah diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 112 tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik yang mensyaratkan bahwa baku mutu untuk tiap parameter adalah kadar maksimumnya seperti tercantum dalam Tabel berikut: Tabel 3. kawasan b. maka berlaku baku mutu air limbah domestik secara nasional. Baku mutu air limbah domestik daerah ditetapkan dengan Peraturan Daerah Provinsi dengan ketentuan sama atau lebih ketat dan apabila baku mutu air limbah domestik daerah belum ditetapkan.

perniagaan dan apartemen wajib : a. b. 11. membuat saluran pembuangan air limbah domestik tertutup dan kedap air sehingga tidak terjadi perembesan air limbah ke lingkungan.1 Pemilihan sistem Terdapat dua macam sistem dalam pengelolaan air limbah domestik/permukiman yaitu: a. rumah makan (restauran). fasilitas ini merupakan fasilitas sanitasi individual seperti septik tank atau cubluk b. KRITERIA TEKNIK PENGELOLAAN AIR LIMBAH 11. Sanitasi sistem setempat atau dikenal dengan sistem sanitasi on-site yaitu sistem dimana fasilitas pengolahan air limbah berada dalam persil atau batas tanah yang dimiliki. Sanitasi sistem terpusat atau dikenal dengan istilah sistem off-site atau sistem sewerage. c. Sistem Pengolahan Air Limbah Setempat (on-site) Kelebihan sistem setempat:  Menggunakan teknologi sederhana  Memerlukan biaya yang rendah  Masyarakat dan tiap-tiap keluarga dapat menyediakannya sendiri . melakukan pengolahan air limbah domestik sehingga mutu air limbah domestik yang dibuang ke lingkungan tidak melampaui baku mutu air limbah domestik yang telah ditetapkan. membuat sarana pengambilan sample pada outlet unit pengolahan air limbah. yaitu sistem dimana fasilitas pengolahan air limbah berada diluar persil atau dipisahkan dengan batas jarak atau tanah yang menggunakan perpipaan untuk mengalirkan air limbah dari rumah-rumah secara bersamaan dan kemudian dialirkan ke IPAL. perkantoran.Dalam Pasal 8 ditegaskan bahwa setiap penanggung jawab usaha dan atau kegiatan permukiman (real estate).

 Fungsi terbatas pada buangan kotoran manusia dan tidak menerima limbah kamar mandi dan air limbah bekas mencuci  Operasi dan pemeliharaan sulit dilaksanakan Sistem Pengolahan Air Limbah Terpusat (Off-site) Kelebihan sistem ini adalah:  Menyediakan pelayanan yang terbaik  Sesuai untuk daerah dengan kepadatan tinggi  Pencemaran terhadap air tanah dan badan air dapat dihindari  Memiliki masa guna lebih lama  Dapat menampung semua air limbah Kekurangan sistem terpusat:  Memerlukan biaya investasi. Pengoperasian dan pemeliharaan oleh masyarakat  Manfaat dapat dirasakan secara langsung Kekurangan sistem setempat:  Tidak dapat diterapkan pada semua daerah misalnya tergantung permeabilitas tanah. operasi dan pemeliharaan yang tinggi  Menggunakan teknologi yang tinggi  Tidak dapat dilakukan oleh perseorangan  Manfaat secara penuh diperolah setelah selesai jangka panjang  Waktu yang lama dalam perencanaan dan pelaksanaan . tingkat kepadatan dan lain-lain.

 Bagi kawasan terbatas untuk pelayanan 500–1000 sambungan rumah disarankan menggunakan basis modul. Memerlukan pengelolaan. Sistem on site diterapkan pada:  Kepadatan < 100 org/ha  Kepadatan > 100 org/ha sarana on site dilengkapi pengolahan tambahan seperti kontak media dengan atau tanpa aerasi  Jarak sumur dengan bidang resapan atau cubluk > 10 m  Instalasi pengolahan lumpur tinja minimal untuk melayani penduduk urban > 50. Sistem ini hanya menggunakan 2 atau 3 unit pengolahan limbah yg paralel. PPLP Pekerjaan Umum 2006. PERENCANAAN SISTEM PERPIPAAN Sumber yang digunakan pada bagian ini adalah Kriteria Teknis Prasarana dan Sarana Pengelolaan Air Limbah. Umum . operasi dan pemeliharaan yang baik Adapun persyaratan untuk masing-masing pemilihan adalah sebai berikut: a. Sistem off site diterapkan pada kawasan  Kepadatan > 100 org/ha  Bagi kawasan berpenghasilan rendah dapat menggunakan sistem septik tank komunal (decentralized water treatment) dan pengaliran dengan konsep perpipaan shallow sewer. Dapat juga melalui sistem kota/modular bila ada subsidi tarif.000 jiwa atau bergabung dengan kawasan urban lainnya b.

Prinsip pengaliran air limbah pada umumnya adalah gravitasi tanpa tekanan. Dengan demikian ada bagian dari penampang pipa yang kosong. Perencanaan sistem perpipaan ini akan menyangkut dua hal penting yakni perencananaan jaringan perpipaan dan perencanaan perpipaannya sendiri.Sistem jaringan perpipaan diperlukan untuk mengumpulkan air limbah dari tiap rumah dan bangunan di daerah pelayanan menuju instalasi pengolahan air limbah (IPAL) terpusat.7 3. sehingga pola aliran adalah seperti pola aliran pada saluran terbuka. pembiayaan. a/A = 0.3 Jaringan pipa air buangan Jaringan pipa air buangan terdiri dari: − Pipa kolektor (lateral) sebagai pipa penerima air bungan dari rumah-rumah dialirkan ke pipa utama. pembangunan.5 dan Diameter Ø >150 mm . opaerasional dan pemeliharaan. Perencanaan yang komprehensif ini akan sangat penting mengingat kaitannya dengan masalah kebijakan tata guna lahan. keberlanjutan penggunaan fasilitas dan secara umum akan berpengaruh juga pada perencanaan infrastruktur daerah layanan. a/A = 0. − Pipa utama (main pipe) sebagai pipa penerima aliran dari pipa kolektor untuk disalurkan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau ke trunk sewer . Pada umumnya perbandingan luas penampang basah (a) dengan luas penampang pipa (A) adalah sebagai berikut: Untuk pipa dengan diameter : Ø < 150 mm . Pengaliran Limbah Cair Melalui Perpipaan Sistem perpipaan pada pengaliran air limbah berfungsi untuk membawa air limbah dari satu tempat ketempat lain agar tidak terjadi pencemaran pada lingkungan sekitarnya.

Cast Iron. Unplasticised Polyvinylchloride (uPVC) dan Glass Reinforced Plastic (GRP). Steel. Bahan Perpipaan Pemilihan bahan pipa harus betul-betul dipertimbangkan mengingat air limbah banyak mengandung bahan dapat yang mengganggu atau menurunkan kekutan pipa. High Density Poly Ethylene (HDPE). diperlukan kemudahan serta kekuatan fisik yang memadai. transpor dan pemasangan − Ketersediaan di lapangan − Ketahanan terhadap disolusi di dalam air − Kekedapan dinding − Kemudahan pemasangan sambungan Pipa yang bisa dipakai untuk penyaluran air limbah adalah Vitrified Clay (VC). Demikian pula selama pengangkutan dan pemasangannya.− Trunk sewer digunakan pada jaringan pelayanan air limbah yang luas (> 1. Reinforced Concrete (RC).000 ha) untuk menerima aliran dari pipa utama dan untuk dialirkan ke IPAL. Asbestos Cement (AC). Sehingga berbagai faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan pipa secara menyeluruh adalah : − Umur ekonomis − Pengalaman pipa sejenis yang telah diaplikasikan di lapangan − Resistensi terhadap korosi (kimia) atau abrasi (fisik) − Koefisiensi kekasaran (hidrolik) − Kemudahan transpor dan handling − Kekuatan struktur − Biaya suplai. .

Kedalaman galian pipa : .8 m (bila beban berat). Dinas daerah mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.Pipa lateral (1-1.2) m Kedalaman maksimal pipa induk untuk saluran terbuka (open trench) 7 m atau dipilih kedalaman ekonomis dengan pertimbangan biaya dan kemudahan/resiko pelaksanaan galian dan pemasangan pipa . atau Masyarakat dapat melakukan pengelolaan prasarana 12.Persil > 0.4 m (bila beban ringan) dan > 0. 2. yang menjelaskan tentang dinas daerah sebagai berikut (Pasal 14): Dinas daerah merupakan unsur pelaksana otonomi daerah.Kedalaman Pipa 1. Kedalaman perletakan pipa minimal diperlukan untuk perlindungan pipa dari beban di atasnya dan gangguan lain. Badan Usaha Milik Negara. Badan Usaha Milik Daerah. Swasta. Hal ini antara lain merujuk kepada ketentuan dari Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Untuk menangani layanan bidang Penyehatan Lingkungan Pemukiman (PLP) termasuk bidang air limbah oleh pemerintah daerah direkomendasikan alternatif bentuk organisasi berupa dinas sebagai wadahnya.1 Kebijakan 4: Penguatan Kelembagaan dan sarana air limbah domestik sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.Pipa service 0. KELEMBAGAAN PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK 12. . Koperasi.75 m . Badan Hukum.1 Penanggung Jawab Pengelolaan Air Limbah Pemerintah Kabupaten/Kota.

penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum sesuai dengan lingkup tugasnya. Air limbah dapat berasal dari rumah tangga ( domestik ) maupaun industri ( industri ).1 Limbah 2. Adapun sumber lainnya yang tidak . dan pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh bupati/walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya. Berikut merupakan definisi air limbah dari berbagai sumber Sumber Asal Air Limbah Air Limbah Rumah Tangga Sumber utama air limbah rumahtangga dari masyarakat adalah berasal dari perumahan dan daerah perdagangan . pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya.1 Air Limbah Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 tahun 2001 .2. Dinas daerah dipimpin oleh kepala dinas. air limbah adalah sisa dari suatu usaha dan atau kegiatan yang berwujud cair. Pada dinas daerah dapat dibentuk unit pelaksana teknis dinas untuk melaksanakan sebagian kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang yang mempunyai wilayah kerja satu atau beberapa kecamatan. Kepala dinas berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada bupati/walikota melalui sekretaris daerah.Dinas daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menyelenggarakan fungsi: perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya. 2.

2 Air Limbah Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 tahun 2001 .kalah penting adalah daerah perkantoran atau lembaga serta fasilitas rekreasi. Adapun sumber lainnya yang tidak kalah penting adalah daerah perkantoran atau lembaga serta fasilitas rekreasi.2 Limbah 2. air limbah adalah sisa dari suatu usaha dan atau kegiatan yang berwujud cair.2. 2. Air limbah dapat berasal dari rumah tangga ( domestik ) maupaun industri ( industri ). Berikut merupakan definisi air limbah dari berbagai sumber Sumber Asal Air Limbah Air Limbah Rumah Tangga Sumber utama air limbah rumahtangga dari masyarakat adalah berasal dari perumahan dan daerah perdagangan . .

.

.

.

.

.

.

.

.

. .