Anda di halaman 1dari 2

UP IN THE AIR

Ryan B. Adalah seseorang yang bekerja di sebuah perusahaan besar, dia
pakar pengurangan karyawan atau biasa disebut PHK. Ia hidup dari hotel
ke hotel, menaiki pesawat sudah sangat biasa baginya seperti menaiki
mobil. Dalam perjalananya, ia bertemu dengan wanita pebisnis bernama
Alex dan menjalin hubungan tanpa status.
Ryan B. is someone who works in a large companies, he 'is experts the reduction
of an employee or a commonly called fle. He lives from the hotel to the hotel, got
on the plane so used to him as up the car. On his journey, he met with
businesswoman named Alex and relationships without status.

Suatu hari Ryan memiliki seorang karyawan baru yang bernama Natalie
Keener. Ia memberikan sebuah ide jika ingin memecat seseorang
menggunakan video konference. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan
tidak mengeluarkan biaya yang banyak untuk perjalanan. Ryan tidak
setuju dengan ide natalie, ia tidak ingin mnghabiskan waktunya di kantor
yang menurutnya tidak menyenangkan.
One day Ryan has a new employee named Natalie Keener. She gave an idea
want to fire someone using video conference. It is intended that the company did
not pay that much for a trip. Ryan don ' t agree with the idea of natalie, he did
not want to spend time at an office that he felt was quite fun.

Akhirnya, Ryan mengajak Natalie untuk melakukan perjalanan ke luar
negeri. Dengan tujuan mengajari Natalie cara memecat orang dengan
baik. Dengan adanya kejadian-kejadian bersama Natalie dan Alex, Ryan
sadar akan kehidupannya saat ini tidak normal. Kehidupan yang jauh dari
keluarga dan tidak mempunyai pasangan. Ia sadar akan hal itu, bahwa
hidup harus diwarnai dengan banyak hal yang menarik. Ia berusaha untuk
memperbaiki dirinya dengan menemui Alex, ia ingin hubungannya dengan
Alex jelas dan mempunyai tujuan. Akan tetapi, Alex sudah mempunyai
sebuah keluarga. Harapan Ryan hancur dan Alex hanya menganggap
Ryan sebagai pelariannya saja ketika dalam perjalanan.
Finally, Ryan asked Natalie to take a trip abroad. With the aim to teach how to
dismiss people with Natalie. In the presence of events with Natalie and Alex,
Ryan aware of the current life is not normal. Life away from their families and do
not have a partner. He was aware of it, that life should be tinged with a lot of
interesting things. He was trying to fix itself by having Alex, she wanted her
relationship with Alex is clearly and mempinyai purposes. However, Alex already
had a family. Ryan hopes crushed and Alex just assume Ryan as her only when
on the go.

Pendapat: seharusnya Ryan dapat hidup normal dengan mempunyai
keluarga dan hidup bahagia. Sebaiknya bosnya lah yang harus memecat

karena lebih efisien dan menghemat biaya perusahaan. Akan tetapi hal itu lebih tidak sopan lagi dan kurang terhormat jika menggunakan video konference. Jadi. But it is not polite again and less esteemed if konference. The boss should actually had to let alone to be more polite and employees feel more honorable or ryan should give reason why employees were fired. Ide natalie sebenarnya sangat bagus. sebab karyawan merasa dirinya tidak dihargai. actually very good idea because more efficient and save the company. Natalie. Opinion. So the right decision to dismiss employees is through authority someone in a corporation ( HRD ) with clear and ripe before deposing someone. should ryan can have a normal life with family and happy life. keputusan yang tepat untuk memecat karyawan adalah dengan melalui kewenangan seseorang dalam perusahaan (HRD) dengan mempertimbangkan alas an yang jelas dan matang sebelum memecat seseorang. using any video for employees felt himself not rewarded.sendiri agar lebih sopan dan karyawan merasa lebih terhormat atau Ryan harus memberikan alasan yang jelas mengapa karyawan tersebut dipecat. .