Anda di halaman 1dari 16

AUDIT SIKLUS PENGELUARAN

:
PENGUJIAN SUBSTANTIF
NAMA KELOMPOK IV :
Sofia
Dian

Indrawati A.
Widyastuti Rahmat

Masita

 Sebelum membahas lebih lanjut siklus pengeluaran ini.LATAR BELAKANG  Audit terhadap siklus pengeluaran mencakup dua pendekatan yaitu pengujian kepatuhan dan pengujian substantif. Pengujian kepatuhan bertujuan untuk memahami struktur pengendalian intern terhadap siklus penjualan. yang selanjutnya digunakan sebagai dasar pengujian substantif. terlebih dahulu perlu dijelaskan pengertian pengeluaran yaitu adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa. .

Mampu memahami perancangan pengujian substantif. Mampu memahami pengujian rincian saldo. Mampu memahami penentuan risiko deteksi. Mampun memahami jasa bernilai tambah . Mampu memahami prosedur awal. Mampu memahami prosedur analisis. Mampu memahami pengujian rincian transaksi.TUJUAN PEMBELAJARAN :         Mampu memahami pengujian substantif atas saldo hutang usaha.

PENGERTIAN HUTANG USAHA   Hutang usaha adalah kewajiban yang belum dibayar oleh perusahaan atas kegiatan perusahaan dalam usaha normalnya. Hutang usaha biasanya merupakan kewajiban lancar terbesar dalam neraca dan merupakan faktor yang signifikan dalam mengevaluasi solvensi jangka pendek perusahaan. .

PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO HUTANG USAHA Penentuan Risiko Deteksi Untuk Pengujian Rincian Hutang usaha dipengaruhi baik oleh transaksi pembelian yang menambah saldo maupun oleh transaksi pengeluaran kas yang menurunkan saldo tersebut. dan faktor-faktor risiko pengendalian yang berkaitan dengan kedua kelompok transaksi tersebut. Jadi risiko pengujian rincian untuk asersi hutang usaha dipengaruhi oleh risiko inheren. . risiko prosedur analitis.

1 Korelasi Komponen Risiko-Asersi Hutang Usaha   Komponen Risiko   Eksistensi atau Kejadian   Kelengkapan   Hak dan Kewajiban Risiko Audit Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Risiko Inheren Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Risiko Prosedur Sedang Tinggi Sedang Sedang Tinggi Rendah Tinggi Sedang Tinggi Sedang Sedang Rendah Rendah Rendah Rendah Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Sedang Sangat Sedang Sedang Sangat Penilaian atau Alokasi   Penyajian dan Pengungkapa n Analitis Risiko PengendalianTransaksi Pembelian Risiko PengendalianTransaksi Pengeluaran Kas Risiko Pengendalian Gabungan Risiko Pengujian Rincian yang Dapat Diterima Rendah Rendah       .Tabel 1.

Untuk mencapai tujuan tersebut dirancang pengujian substantif yang digolongkan ke dalam lima kelompok. .Perancangan Pengujian Substantif Tujuan utama pengujian substantif terhadap hutang usaha adalah membuktikan bahwa saldo akun hutang usaha yang dicantumkan dalam neraca mencerminkan saldo akun hutang usaha yang sesungguhnya pada tanggal neraca tersebut.

Prosedur awal untuk pengujian substantif atas hutang usaha adalah menelusuri saldo awal kertas kerja tahun sebelumnya. Pemahaman tentang signifikansi siklus pembelian dalam perusahaan menyediakan konteks untuk penilaian risiko yang penting. . serta untuk mengembangkan daftar jumlah terhutang pada tanggal neraca. dan menggunakan perangkat lunak audit tergeneralisasi dalam memeriksa akun buku besar untuk melihat setiap ayat jurnal yang tidak biasa.PROSEDUR AWAL Titik awal bagi setiap pengujian audit adalah mendapatkan pemahaman tentang bisnis dan industri klien.

PROSEDUR ANALITIS Tujuan auditor menerapkan prosedur ini adalah untuk mengembangkan ekspektasi atas saldo akun hutang dan hubungan antara hutang usaha dengan akun-akun kunci lainnya seperti pembelian atau persediaan. Beberapa prosedur analitis yang dapat dilakukan untuk mendapatkan bukti mengenai hutang usaha. .

PENGUJIAN RINCIAN TRANSAKSI Terdapat empat pengujian substantif atas rincian transaksi hutang usaha yang utama : Menelusuri Hutang Yang Dicatat Ke Dokumentasi Pendukung Melaksanakan Pengujian Pisah Batas Pembelian Melaksanakan Pengujian Pisah Batas Pengeluaran Kas Melakukan Pencarian Hutang yang Belum Tercatat .

Pengujian Rincian Saldo Dua pengujian yang termasuk dalam kategori ini adalah sebagai berikut: Konfirmasi Hutang Usaha Merekonsiliasi Hutang yang Belum Dikonfirmasi dengan Laporan Pemasok .

Ohio 39087 4 Januari 20X1 Supplier. Inc.2. Konfirmasi Hutang Usaha HIGHLIFT COMPANY P. Akuntan Publik Berijazah. Ohio 39089 Yth Tuan atau Nyonya: Silahkan Anda mengirimkan langsung kepada auditor kami.R.Tabel 1. Hormat kami D. 2001 Lakeview Drive Cleveland.O. Owens Kontroler Highlift Company . Jawaban yang tepat dan cepat akan sangat kami hargai. laporan yang merinci jumlah yang terutang kepada Anda pada penutupan bisnis per 31 Desember 20X1? Anda juga diharapkan untuk memberikan informasi berikut: Jumlah yang belum jatuh tempo $ Jumlah yang telah jatuh tempo $ Jumlah komitmen pembelian $ Uraian tentang setiap jaminan Kami juga melampirkan amplop dengan alamat auditor kami untuk menjawab konfirmasi ini. Reddy & Abel. Box 1777 Cleveland.

Jadi. serta kewajiban kontinjen. pengungkapan perlu dilakukan atas penjaminan dan hutang pihak yang mempunyai hubungan istimewa. penyajian dan pengungkapan manajemen harus dibandingkan dengan persyaratan GAAP.Pembandingan Penyajian Laporan dengan GAAP Hutang usaha harus diindetifikasi dan diklasifikasikan secara tepat sebagai kewajiban lancar. . komitmen pembelian.

. serta pengendalian internal perusahaan. Meskipun demikian. maka biasanya mereka sangat mengetahui tentang bisnis dan praktik bisnis klien. Manajemen dan dewan komisaris biasanya ingin secara penuh memanfaatkan pengetahuan auditor itu. hasil operasi dan arus kasnya.JASA BERNILAI TAMBAH Standar audit yang berlaku umum tidak mensyaratkan bahwa auditor harus melakukan jasa bernilai tambah. apabila auditor telah menyelesaikan suatu audit.

Auditor harus menggunakan pemahamannya tentang bisnis dan industri klien untuk memahami pentingnya siklus pengeluaran bagi perusahaan. mengevaluasi apakah manajemen telah memisahkan risiko tersebut secara memadai. . merancang pengujian audit yang tepat. dan mengevaluasi jasa bernilai tambah yang potensial. Hal ini akan membantu auditor dalam memahami risiko bisnis klien.KESIMPULAN Transaksi dan saldo siklus pengeluaran menghadirkan banyak sekali tantangan bagi auditor.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH .