Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN
DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGEN
DI RUANG SRIKANDI 3 RUMAH SAKIT UNIVERSITAS GADJAH MADA

Tugas Mandiri
Stase Praktek Keperawatan Dasar

Disusun oleh :
Nova Nur Kusumastuti
11/317208/KU/14458

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2015
1

dan transpor gas pernapasan.I. KONSEP KEBUTUHAN OKSIGENASI A. Fisiologi jantung mencakup pengaliran darah yang membawa oksigen dari sirkulasi paru ke sisi kiri jantung dan jaringan serta mengalirkan darah yang tidak mengandung oksigen ke sistem pulmonar. Fisiologi pernapasan meliputi oksigenasi tubuh melalui mekanisme ventilasi. PENGERTIAN Oksigen dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan. Klasifikasi umum gangguan jantung meliputi :  Gangguan dalam konduksi (disritmia)  Perubahan curah jantung Kegagalan miokard untuk memompa volume darah dengan jumlah yang cukip untuk sirkulasi pulmonar dan sirkulasi sistemik  menyebabkan gagal jantung. perfusi. Pengaturan saraf dan kimiawi mengontrol fluktuasi dalam frekuensi dan kedalaman pernapasan untuk memenuhi perubahan kebutuhan oksigen jaringan. 2 . secara langsung akan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Kerusakan fungsi katup Gangguan katup jantung yang didapat atau kongenital. Iskemia miokard Terjadi bila suplai darah ke miokard dari arteri koroner tidak cukup dalam memenuhi kebutuhan oksigen pada organ. Faktor Fisiologis Setiap kondisi yang mempengaruhi fungsi kardiopulmonar. Fungsi sistem pernapasan dan jantung adalah menyuplai kebutuhan oksigen tubuh. Dua manifestasi yang umum pada iskemia adalah angina pektoris (ketidakseimbangan sementara antasra suplai dan kebutuhan oksigen pada miokard) dan infark miokard (penurunan aliran darah koroner yang tiba-tiba atau peningkatan kebutuhan oksigen miokard tanpa disertai perfusi koroner yang adekuat). Penyakin ini ditandai dengan stenosis dan obstruksi aliran darah atau degenerasi  katup dan regurgitasi darah. Faktor yang Mempengaruhi Oksigenasi a. 1.

ketidakseimbangan asam basa. ketika mengompensasi asidosis metabolik. Tanda dan gejala klinis hipoksia termasuk rasa cemas. seperti yang terjadi pada kasus keracunan sianida o Penurunan difusi oksigen dari alveoli ke darah. klien menjadi lebih terganggu yang pada tahap lanjut akan meningkatkan frekuensi pernapasan dan  menyebabkan alkalosis respiratorik. Selain itu dapat hiperventilasi juga dapat disebabkan kimiawi. dan hipoksia yang dikaitkan dengan embolus paru atau syok. pusing. Hiperventilasi dapat disebabkan oleh ansietas. seperti yang terjadi pada kasus pneumonia o Perfusi darah yang mengandung oksigen di jaringan yang buruk. seperti keracunan salsilat (aspirin). Hipoventilasi Terjadi ketika ventilasi alveolar tidak adekuat memenuhi kebutuhan oksigen tubuh atau mengeliminasi karbondioksida secara adekuat. gelisah. Hipoksia Oksigenasi jaringan yang tidak adekuat pada tingkat jaringan. 3 . seperti yang terjadi pada fraktir iga multipel atau trauma dada. Apabila gejala membutuk. seperti yang terjadi pada syok o Kerusakan ventilasi.Klasifikasi umum gangguan pernafasan meliputi:  Hiperventilasi Merupakan suatu kondisi ventilasi yang berlebih. yang diproduksi melalui metabolisme selular. infeksi. Hipoksia dapat disebabkan oleh : o Penurunan kadar hemoglobin dan penurunan kapasitas darah yang membawa oksigen o Penurunan konsentrasi oksigen yang diinspirasi o Ketidakmampuan jaringan untuk mengambil oksigen dari darah. yang dibutuhkan untuk mengeliminasi CO2 normal di vena.  Apabila ventilasi alveolar menurun. obat-obatan. penurunan tingkat kesadaran. tidak mampu berkonsentrasi. dan ada juga hiperventilasi alveolar dimana hemoglobin tidak membebaskan oksigen ke jaringan dengan mudah sehingga terjadi hipoksia jaringan. maka PaCO2 akan meningkat.

5)-(+2. Peningkatan laju metabolisme (contoh : demam) Kondisi yang mempengaruhi gerakan dinding dada (kehamilan. penurunan oksigen di lingkungan (tempat tinggi). penyakit kronik) b.5) 19-25 mEq/L 13-17% 16-23% 0-2% 0. obesitas. Faktor lingkungan (ansietas) B.45 35-45 mmHg 80-100 mmHg >93% (-2. penyalahgunaan substansi) d.35-7. latihan fisik. seperti   syok dan dehidrasi berat. merokok. dan perubahan kedalaman pernapasan) Faktor fisiologis lain yang mempengaruhi oksigenasi yaitu :   Penurunan kapasitas pembawa oksigen (contoh : kondisi anemia) Penurunan konsentrasi oksigen yang diinspirasi Penurunan fraksi konsentrasi oksigen yang diinspirasi (FiO2) dapat disebabkan obstruksi jalan napas bagian bawah dan atas yang membatasi transport oksigen inspirasi ke alveoli. Faktor perilaku (nutrisi. peningkatan RR.1-1% Tanda-tanda Vital Dewasa (>18) HR (x/m) RR (x/m) BP Sistolik (mmHg) 60-100 12-20 100-140 4 . Faktor perkembangan c. Hipovolemia Kondisi penurunan volume darah sirkulasi yang diakibatkan kehilangan cairan ekstraselular yang terjadi pada kondisi. NILAI-NILAI NORMAL Analisa Gas Darah pH pCO2 pO2 SO2 Base Excess HCO3Hemoglobin Kandungan O2 Karboksihemoglobin Methemoglobin 7.perubahan perilaku. atau oleh penurunan inspirasi akibat konsentrasi oksigen yang tidak tepat pada peralatan terapi  pernapasan. kelainan muskuloskeletal. perubahan TTV (peningkatan HR.

nyeri. kondisi jantung sekarang Fungsi paru : batuk. termasuk hitung darah lengkap. dan oksigenasi seperti arteri gas darah (AGD) atau oksimetri nadi. keletihan sirkulasi perifer. Pemeriksaan fisik kardiopulmonal klien c.Remaja (12-18 th) 60-100 12-16 90-110 Anak (5-12 th) 70-120 18-30 80-110 Prasekolah (4-5 th) 80-140 22-34 80-100 Bawah tiga tahun (1-3 90-150 24-40 80-100 th) Bayi (1bulan-1tahun) 100-160 30-60 70-95 Baru lahir (0-1 bulan) 120-160 40-60 50-70 C. faktor risiko penyakit jantung. infeksi saluran pernafasan. masalah pernafasan yang lalu. HAL-HAL YANG PERLU DIKAJI PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN OKSIGENASI a. frekuensi nafas. Peninjauan kembali hasil pemeriksaan laboratorium dan hasil pemeriksaan diagnostik. mengi. dan pemeriksaan fungsi pulmonar. faktor resiko pulmonar.  Tindakan klien yang digunakan untuk mengoptimalkan oksigenasi b. kondisi jantung  terdahulu. 5 . dispnea. sputum. elektrokardiogram (EKG). sesak. penggunaan obat-obatan. riwayat merokok/terpapar asap rokok. pemaparan lingkungan. Riwayat keperawatan  Fungsi jantung : nyeri dan karakteristik nyeri.

ritme. penggunaan otot bantu nafas. SvO2. 1. Ineffective Breathing Pattern Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi yang adekuat. Decreased Cardiac Output Ketidakadekuatan pompa darah oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan tubuh. 3. Ineffective Airway Clearance Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernafasan untuk mempertahankan jalan nafas III. volume tidal  Monitor kemampuan pasien 6 .II. NO . inspeksi kesimetrisan. kecemasan. kedalaman dan usaha respirasi  Catat pergerakan dada. kekeringan  Tandai SaO2. retraksi otot supraklavikula dan intracosta  Monitor suara respirasi  Monitor pola nafas  Monitor saturasi oksigen  Pasang sensor O2 noninvasif  Palpasi ekspansi paru  Tandai lokasi trakea  Monitor kelelahan otot diafragma  Auskultasi suara nafas  Monitor peningkatan kelelahan. 2. PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN DIAGNOSIS (NANDA) Ineffective Breathing Pattern OUTCOME (NOC) Respiratory Status Pergerakan keluar masuknya udara dari paru-paru dan pertukaran gas O2 dan CO2 pada tingkat alveolar Setelah pemberian intervensi diharapkan terjadi perbaikan pada outcome berikut ini :  Tingkat respirasi  Irama respirasi  Kedalaman inspirasi  Suara nafas terauskultasi  Kepatenan jalan nafas  Volume tidal  Kapasitas vital  Saturasi O2  Tes fungsi pulmo INTERVENTION (NIC) Respiratory Monitoring Kumpulkan dan analisis data pasien untuk memastikan kepatenan jalan nafas dan keadekuatan pertukaran gas Aktivitas :  Monitor tingkat. AGD. DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL 1.

onset. hidung. dan sekret trakeal  Batasi rokok  Pertahankan kepatenan jalan nafas  Setting peralatan oksigen  Berikan oksigen tambahan  Monitor aliran oksigen  Monitor posisi pemasangan oksigen  Instruksikan pasien tentang pentingnya penggunaan O2  Cek pemberian oksigen secara periodik  Monitor keefektifan terapi O2  Monitor kemampuan pasien untuk melepas O2 selama makan  Observasi tanda hipoventilasi  Monitor keracunan O2  Monitor alat agar tidak mengganggu usaha pasien untuk bernafas  Berikan O2 saat pasien di transportasi  Edukasi pasien dan keluarga tentang penggunaan O2 di 7 . Decreased Cardiac Output Cardiopulmonary Status Keadekuatan volume darah yang keluar dari ventrikel dan pertukaran gas O2 dan CO2 pada tingkat alveolar Setelah pemberian intervensi diharapkan terjadi kenormalan pada outcome berikut ini :  Tekanan darah sistolik  Tekanan darah diastolik  Pulsasi perifer  HR apical  Ritme jantung  RR  Ritme pernafasan  Kedalaman inspirasi  Pengeluaran udara  Urine Output  Saturasi O2  Pergerakan sputum keluar dari jalan nafas untuk batuk efektif Catat karakteristik. dan durasi batuk Monitor sekresi respiratori pasien Monitor kegawatan nafas Monitor hasil X-ray Cegah aspirasi Berikan terapi respiratori (nebulizer) Oxygen Therapy Berikan oksigen dan monitor keefektifannya Aktivitas:  Bersihkan mulut.      2.

Ineffective Airway Clearance Respiratory Status: Airway Patency Terbukanya dan bersihnya saluran bronkotrakea pada pertukaran udara Setelah pemberian intervensi diharapkan terjadi kenormalan pada outcome berikut ini :  Tingkat respirasi  Ritme respirasi  Kedalaman inspirasi  Kemampuan membersihkan sekret rumah Konsultasikan dengan tenaga medis lainnya tentang penggunaan O2 tambahan selama beraktivitas/tidur Cardiac Care Electrolyte Management Fluid Management Medication Administration Resuscitation Airway Management Memfasilitasi kepatenan saluran udara Aktivitas:  Bukan jalan nafas  Posisikan pasien untuk memperoleh ventilasi maksimum  Identifikasi pasien yang membutuhkan bantuan jalan nafas  Pasang OPA  Berikan terapi dada  Bersihkan sekret dengan mengupayakan batuk atau suction  Ajarkan cara batuk efektif  Auskultasi suara nafas  Berikan suction endotrakeal atau nasotrakeal  Berikan bronkodilator  Berikan treatment aeroso/nebulizer  Berikan humidifier  Monitor status respiratori dan oksigenasi 8 . 3.

2014.K.. ML. 2011.). Jhonson. 9 .. M & Jackson. E (Eds. 2006. Louis: Mosby.). GM. Jakarta: Erlangga. (Eds.H. Oxford: Wiley Blackwell. 2015-2017. & Bullechek. Nursing Outcomes Classification (NOC) Edisi Kelima.). S.. (Eds. Maas. Herdman. Buku ajar Fundamental Keperawatan. 2008.DAFTAR PUSTAKA Dochterman. Potter & Perry. St. JM. St. NANDA International Nursing Diagnoses : Definition & Classification.. Seri Panduan Praktis Keperawatan Klinis. H. Edisi 4. 1Jackson. M. T. Nursing Interventions Classification (NIC) Edisi Kelima. 2008. Swanson. Morhead.. Butcher. & Kamitsuru. L. Jakarta: EGC. S. Louis: Mosby.