Anda di halaman 1dari 23
SEVERE ACUTE RESPIRATORY SYNDROME ( SARS ) DISUSUN OLEH : KELOMPOK VIII AYAMAH DASUKI JUMATINAH SUPRIYADI BAB I PENDAHULUAN Informasi dari Berbagai Negara Antara 1 februari sampai 27 maret 2003, sudah 15 negara yang melaporkan adanya penularan SARS dengan total penderita 1408 orang dengan 53 kematian itu berarti dibandingkan keadaan pada tanggal 21 maret 2003, bertambah dengan 2 negara lain yang meliputi 350 kasus dengan 10 kematian Di Indonesia ditemukan jumlah kasus probable sebanyak 2 orang (1 WNA, 1 WNI) dan jumlah kasus suspect sebanyak 7 orang (1 WNA dan 6 WNI). Kewaspadaan di Indonesia dianggap perlu BAB II LANDASAN TEORITIS 2. 1 Pengertian : SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) adalah suatu jenis kegagalan paru-paru dengan berbagai kelainan yang berbeda, yang menyebabkan terjadinya pengumpulan cairan di paru-paru (edema paru). 2. Etiologi 2.3 Faktor Predisposisi - Faktor diri : jenis kelamin, imunologi. - Faktor lingkgn : pola hidup, asap rokok, polusi udara, cuaca, kepadatan tempat tinggal. - Faktor sos-ekonomi rendah. - Tk ply ksh rendah. 2.4 Patofisiologi Berinkubasi dlm paru2 selama 2-10 hr –kmd – paru2 meradang-sulit bernafas Cara Penularan Sars ditularkan melalui kontak dekat : Waktu merawat penderita tinggal satu rumah. Kontak lgsg dgn sekret. Cairan tbh/penderita suspect. 2.6 Tanda & Gejala - Suhu badan > 38 derajat celsius. - Batuk - Sulit bernafas - Nafas pendek  Gejala + kontak dekat = Susp. SARS - Bila dirontgen (pneumonia) & gagal pernafasan = probable SARS/ terkena SARS. - Limfosit menurut - Trombosit menurut 2.7 Pemeriksaan Penunjang • Pemeriksaan Radiologis : air bronchogram : streptococcus pneumonia • Pada pemeriksaan fisik : dengan menggunakan stetoskop, terdengar bunyi pernafasan abnormal ( seperti ronchi atau wheezing ). Tekanan darah seringkali rendah dan kulit, bibir serta kuku penderita tampak kebiruan ( sianosis, karena kekurangan oksigen ) • Pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis SARS • Pemeriksaan laboratorium : Leukosit • Pemeriksaan bakteriologis : sputum, darah, aspirasi nasotrakeal atau transtrakeal, aspirasi jarum transtorakal, torakosintesis, bronkoskopi dan biopsy • Test DNA sequencing bagi coronavirus yang dapat diperoleh hasilnya dalam 8 jam dan sangat akurat. Test yang lama hanya mampu mendeteksi antibody. 2.6 Penatalaksanaan 1. Therapi suportif umum 2. Therapi antibiotik BAB III PEMBAHASAN • Bioinformatika untuk identifikasi agent penyakit baru Bioinformatika juga menyediakan tool yang esensial untuk identifikasi agent penyakit yang belum dikenal penyebabnya. Banyak sekali contoh-contoh penyakit baru (emerging diseases) yang muncul dalam dekade ini, dan diantaranya yang masih hangat di telinga kita tentu saja SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome). Dalam rentetan proses ini, Bioinformatika memegang peranan penting. Pertama pada prosespembacaan genom virus corona. Karena di database seperti GenBank, EMBL (European Molecular Biology Laboratory), dan DDBJ (DNA Data Bank of Japan) sudah tersedia data sekuen beberapa virus corona, yang bisa digunakan untuk mendesign primer yang digunakan untuk amplifikasi DNA virus SARS ini. BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan • Tehnologi informasi melipatgandakan perkembangan ilmu bersangkutan, diantaranya yaitu bioinformatika dalam penemuan kasus pentakit SARS memegang peranan penting dalam proses pembelalah Genom Virus Corona yang merupakan penyebab penyakit SARS • Bioinformatika berperan dalam menemukan kemiripan (homologi Aligament) virus yang dipilih dengan virus lainnya dan hasil analisanya virus SARS diketahui bahwa genom virus corona penyebab SARS berbeda dengan virus corona lainya(Virus SARS = SARS Cov_Virus) • Bioinformatika penemuan penyakit baru dan penemuan obat. SEKIAN TERIMA KASIH,… WASSALAM