Anda di halaman 1dari 11

KELOMPOK 6

MANAJEMEN OPERASIONAL

Disusun Oleh:
Nathania Eda Ramadhani
Nafian Mida Rizani
Ela Nur Aini
Novitasari Arilistianti
Ismail Aziz

155020101111033
155020101111034
155020101111035
155020101111036
155020101111037

JURUSAN ILMU EKONOMI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
BAB I
PENDAHULUAN

7. Mengetahui pengertian dari manajemen operasional. Mengetahui penerapan operasi dan penentuan lokasi dalam kegiatan produksi. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen operasional organisasi atau perusahaan? 5. pemasaran.4 Manfaat Setelah membaca makalah ini. 1. Oleh karena itu banyak perusahaan yang sudah melirik dan menjadikan aspek-aspek dalam manajemen operasi sebagai salah satu senjata strategis untuk bersaing dan mengungguli kompetitornya. . Fungsi manajemen operasional dalam organisasi/perusahaan? 6. Bagaimana struktur manajemen operasional? 7. Apakah pengertian manajemen operasional itu? 3. Seiring perkembangan industri yang semakin maju perusahaan juga dituntut untuk memberikan kualitas yang terbaik dalam produk maupun jasa yang dihasilkan dengan tidak melupakan dampak lingkungan yang terjadi dari segala aktivitas perusahaan. 8. Dalam kewirausahaan. Mengetahui faktor yang mempengaruhi manajemen operasional organisasi/ perusahaan. Manajemen operasional merupakan fungsi manajemen yang penting bagi sebuah organisasi atau perusahaan.1. Bagaimana langkah-langkah manajemen operasional? 8. Bidang ini berkembang pesat dengan lahirnya inovasi dan teknologi baru yang diterapkan dalam praktik bisnis. 1. dan strategi manajemen operasional yang berperan dalam pencapaian tujuan organisasi perusahaan.1 Latar Belakang Perkembangan industri yang semakin pesat saat ini. Mengetahui strategi manajemen operasional. Bagaimana penerapan operasi dan penentuan lokasi dalam kegiatan produksi? 4. Manajemen yang baik menjadi kunci kesuksesan dunia industri baik itu manajemen produksi. Bagaimana perkembangan penamaan manajemen operasional? 2. pembaca diharapkan mampu mengetahui apa itu manajemen operasional. 3. 2. struktur. Bagaimana strategi manajemen operasional? 1. membuat persaingan semakin ketat antar perusahaan. 4. sumber daya manusia dan keuangan.2 Rumusan Masalah 1. Mengetahui fungsi manajemen operasional dalam organisasi/perusahaan 6. manajemen operasi pun diperlukan untuk menciptakan perubahan atau inovasi produk untuk menjadi lebih baik lagi. 5. penerapan operasi dan penentuan lokasi dalam kegiatan produksi.3 Tujuan 1. Mengetahui langkah-langkah manajemen operasional. Mengetahui struktur manajemen opeasional. Mengetahui perkembangan penamaan manajemen operasional.

3. kualitas yang tinggi (high quality). orientasinya masih tunggal. tentang spesialisasi (asas pembagian kerja) dan efisiensi ekonomi. Manajemen Produksi lahir sejak pemikiran Taylor yang terkenal dengan sebutan manajemen ilmiah diterima secara luas dan diterapkan di lapangan produksi. Manajemen Pabrik diperlukan karena revolusi industri telah menggeser pengolahan manual atau kerja tangan (hand-making production system) menjadi kerja mesin (machinemade production system). Manajemen Operasional (Operations Management) Manajemen operasional lahir sejak tahun 1970. dan terakhir bernama Manajemen Operasional (Operations Management). termasuk sumber daya manusia. Namun demikian orientasi manajemen produksi sudah lebih luas daripada manajemen pabrik. Manajemen Produksi (Production Management) Era Manajemen Produksi mulai sejak 1930-1970. 2. kemudian menjadi Manajemen Produksi (Production Management). dalam usaha menghasilkan produk barang secara massal dengan efisien. Manajemen produksi sudah memperhatikan soal kualitas keluaran di samping tekanan biaya atau efisiensi ekonomi. Pada mulanya bernama Manajemen Pabrik (Manufacturing Management). Manajemen Pabrik pada dasarnya merupakan metode pengorganisasian faktor-faktor produksi. Perkembangan Penamaan Manajemen Operasional Manajemen Operasional memiliki tiga tahapan perkembangan teoretik dan setiap fase perkembangan dimaksud memiliki nama yang khas. dapat diserahkan ke pasar dalam waktu yang cepat (speed . Manajemen Pabrik Menurut Adam dan Ebert (1992) manajemen pabrik lahir bersamaan dengan lahirnya revolusi industri di Inggris sekitar tahun 1785 dipicu pemikiran Adam Smith. yaitu berproduksi untuk memperoleh keunggulan bersaing berdasarkan basis biaya. Tekanan utama Manajemen Pabrik terletak pada usaha menghasilkan produk barang dengan efisien. Manajemen Pabrik ini berlangsung sampai dengan kebangkitan industri di Jerman tahun 1930-an. 1. Sasaran yang hendak dicapai manajemen operasional ialah mewujudkan efisiensi ekonomi (cost minimization) dalam proses produksi. Gagasan Taylor mengenai produksi terutama bertujuan untuk menghilangkan gerakan yang tidak memberikan nilai tambah pada produk yang dihasilkan. Pada dasarnya manajemen produksi juga melulu mengkaji tata produksi barang dan belum menaruh perhatian pada produksi jasa.BAB II PEMBAHASAN 1. Oleh karena itu.

manajemen operasional sudah berbeda secara mendasar dengan manajemen pabrik dan manajemen produksi. bahan mentah yang menjadi input. manajamen operasional harus memperhatikan sistemnya. Penerapan Operasi dan Penentuan Lokasi Dalam Kegiatan Produksi 3. Dilihat dari definisi. Ketiga. manajemen operasional juga sebagai penanggung jawab dalam sebuah organisasi bisnis yang mengurusi persoalan produksi. material. Gambaran sistem ini tidak hanya menjadi pijakan untuk definisi jasa dan manufaktur sebagai sistem transformasi.1 Sistem Produksi/Operasi Sistem operasi merupakan sistem yang mengacu pada sistem transformasi yang menghasilkan barang dan jasa. disamping jaminan halal atas segala masukan yang digunakan serta semua keluaran yang dihasilkan. tenaga kerja. Baik dalam bidang barang atau jasa. Kedua. yang menjadi masukan adalah energi. mengenai hak pengambilan keputusan dalam sebuah manajemen operasional. atau produk apa saja yang sekiranya bisa dijadikan sebuah produk barang dan jasa yang bisa dijual belikan. Perubahan teknologi dapat mengubah proses transformasi. perubahan preferensi konsumen akan mengubah . terutama sistem transformasi. modal. 2. Lingkungan eksternal mempengaruhi ketiga subsistem manajemen operasi. Selanjutnya. Jika disandingkan dengan kata operasional. fungsi manajemen operasional. tetapi juga dasar yang kuat untuk rancangan dan analisis operasi. secara definisi. bahan-bahan mentah. Sebagai contoh. lingkungan eksternal menyediakan tenaga kerja. dan peralatan produksi dapat dengan segera dialihkan untuk mengerjakan produk lainnya (flexibility). dan informasi. Sebagai contoh. yakni dalam hal pengambilan keputusan mengenai kebutuhan-kebutuhan operasional. Sistem ini termasuk dalam sistem pengurusan mengenai membuat rancangan serta analisis dalam operasi nanti. barang-barang seperti mesin. tetapi lingkungan eksternal juga mempengaruhi output yang dihasilkan. orientasi manajemen operasional sudah semakin luas dan lazim disebut memiliki orientasi pada biaya. Sedangkan sistem operasi yang disandarkan pada kendali syari’at akan memastikan berjalannya proses transformasi yang amanah. dan keluwesan proses (QCDF Orientation). ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.of delivery). Di samping itu. Dengan demikian. Dalam sistem operasi. mutu. Definisi Manajemen Operasional Manajemen operasional adalah bentuk pengelolaan secara menyeluruh dan optimal pada masalah tenaga kerja. Produk yang dihasilkan oleh organisasi dilempar kelingkungan eksternal. kecepatan penyerahan. Manajeman berasal dari kata manage yang berarti mengatur penggunaan. 3. Pertama. peralatan. artinya adalah pengaturan pada masalah produksi atau operasional baik dalam bidang barang atau jasa.

3 Pengaturan Proses Produksi Atau Operasi Keputusan mengenai proses produksi menjadi keputusan yang penting dalam melakukan desain sistem produksi. 4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pilihan Lokasi Kerja: 1. mempertimbangkan berbagai faktor yang akan mendukung tercapainya keberhasilan. Biaya tenaga kerja sangat bervariasi tergantung dari lokasi perusahaan. akses terhadap pasar dan pemasok. Biaya ruang kerja Biaya untuk membeli ruang kerja dapat berbeda dari satu lokasi ke lokasi lain tergantung dari letak tanah. 3. 3. Kriteria subyektif. 3. Sumber permintaan Biaya trasportasi dan jasa produk dapat dikurangi dengan memproduksi di lokasi yang dekat sumber permintaan dari konsumen. berkelanjutan dan menggunakan pola mulai selesai. 2. yaitu: 1. Secara umum. Sistem Produksi Intermiten Sistem prosuksi dimana pengelolaan kegiatan produksi bersifat tidak terus menerus. Kriteria obyektif.produk yang dihasilkan organisasi menjadi produk yang lebih sesuai dengan preferensi konsumen tersebut. keputusan lokasi produksi berdasarkan pertimbangan subyektif pemilik perusahaan dimana keputusan subyektif ini akan membantu tercapainya keberhasilan dalam bisnis sekiranya keputusan subyektif ini didukung oleh berbagai faktor yang memperkuat keputusan subjektif.2 Penentuan Lokasi Produksi Terdapat 2 kriteria dalam menentukan lokasi produksi. tingkat persaingan. Ketersediaan dan biaya tenaga kerja Perusahaan dapat memilih lokasi dimana terdapat banyak tenaga kerja dengan keahlian khusus yang diperlukan. Akses trasportasi Perusahaan lebih memilih lokasi dekat sumber utama transportasi agar para konsumen lebih mudah mengakses perusahaan. 2. Artinya. Seperti regulasi pemerintah seputar bisnis yang dijalankan. Insentif pajak Insentif pajak diberikan untuk menambah lapangan kerja dan memperbaiki kondisi ekonomi di daerah-daerah yang menawarkan kridit pajak. terdapat dua tipe proses produksi: 1. 5. kepastian mengenai kapan memulai proses produksi dan kapan . dengan memilih dari berbagai alternatif proses produksi sebagai berikut: a. Proses produksi diatur sesuai dengan keinginan dan keadaan perusahaan. dan akses transportasi. budaya masyarakat.

Proses dimulai dari pasien datang. Contoh. Rancangan Proses Rancangan sistem produksi yang proses produksinya mengikuti jenis proses yang harus dilakukan dan tak selalu harus mengikuti seluruh proses yang ada. mendafter ke resepsionis lalu menunggu di ruang tunggu. Terdapat beberapa jenis rancangan dalam sistem produksi sebagai berikut: a. meja makan. gudang dan lain-lain. Begitu juga dalam bisnis restoran. Sebagai contoh. Keputusan mengenai desain rumah produksi merupakan keputusan yang menyangkut bagaimana perusahaan mendesain tempat produksi dari mulai fasilitas. Contoh perusahaan manufaktur seperti perusahaan kimia. Tahapan proses pembuatan kain tersebut mulai dari bahan baku berupa kapas disiapkan. Sebagai contoh untuk perusahaan garmen. proses pemeriksaan kesehatan di sebuah poliklinik.menyelesaikan proses produksi jelas. toilet. sedangkan perusahaan jasa seperti ttransportasi transportasi yang terus menerus memberatkan penumpang dari terminal. seperti HP dan komputer. Terdapat dua jenis pola produksi yang menggunakan sistem intermiten: a) Produksi Massal (Mass Production) Umumnya berlaku pada prusahaan manufaktur. mesin. Sistem Produksi yang Terus Menerus (Continous Production System) Sistem produksi dimana pengelolaan kegiatan produksi bersifat terus menerus dan untuk jangka waktu yang relatif panjang kemudian disimpan dalam gudang. Perusahaan memproduksi variasi produk yang lebih banyak. b.4 Rancangan Pabrik dan Sistem Produksi Rancangan (Design) menunjukkan ukuran dan struktur pabrik atau kantor. kapas dipintal menjadi kain dalam mesin pintal. dan menyimpan hasil akhir. ruang kerja. manajer perlu menentukan dimana letak kasir. 3. minyak bumi dan tambang. kemudian kain dan diwarnai dan dibersihkan lagi kemudian dikeringkan. perlu ditentukan dimana meletakkan bahan baku. b) Pilihan Massal (Mass Customization) Bahwa produk yang dihasilkan oleh perusahaan memberikan keleluasaan kepada konsumen untuk memilih sesuai selera dan daya beli masing-masing. kain yang sudah jadi melalui pembersihan. 2. Proses selanjutnya sangat bergantung . prosedur dan jumlah unit produk tertentu yang secara rutin diproduksi. Rancangan Produksi Adalah rancangan sistem produksi yang bersifat berkesinambungan dari awal hingga akhir dan mengikuti satu pola proses produksi. Dilakukan melalui standar produksi tertentu. disalurkan ke penyalur dan dijual kepada konsumen. proses pembuatan kain dari kapas hingga kain jadi. lalu kain melalui proses penggulungan kemudian digudangkan. dapur. menempatkan pekerja. pekerjaan. Tata Letak (Layout) adalah pengaturan mesin dan perlengkapan di dalam pabrik atau kantor. hingga lokasi parkir.

dan kapan dipesan. pemilihan orang-orang terlatih dan pengawasan terhadap produk yang dihasilkan. apakah perlu kedokter anak atau atau pemeriksaan gigi. berapa banyak. d. 3.6 Teknik Perencanaan dan Pengawasan Kegiatan Produksi . Sistem modular ini dapat dikatakan merupakan gabungan antara rancangan produk dan rancangan proses. Jika bahan baku akan habis. alat produksi. Dalam metode ini. supervisi. proses seleksi diselesaikan. Pengaturan Bahan Baku Pengatuaran bahan baku dilakukan dalam mengefesienkan biaya pemasaran dan penyimpanan yang akan dikeluarkan dalam satu periode dengan penerapan metode EOQ (Economic Order Quantity) jika asumsinya dapat dipenuhi. maupun pergerakkan tenaga kerja. atau juga untuk memperbaiki sistem kerja. Juga bisa menggunakan metode JIT (Just in Time) yaitu metode pengelolaan bahan baku tanpa harus memiliki gudang penyimpanan.  Keputusan berkaitan dengan tenaga kerja Keputusan berkaitan dengan tenaga kerja mencakup bagaimana rekrutmen. levelansir selalu menyediakan dan mengantarkan sampai lokasi tempat produksi. Rancangan Posisi Tetap Rancangan sistem produksi dimana produk yang akan dibuat diletakkan di satu tempat dan berbagai fasilitas seperti mesin. dan tenaga kerjanya mengerjakan proses produksi ditempat tersebut.5 Pengelolaan dalam Kegiatan Operasi a. di tempat dan dalam waktu yang tepat pula.jasa apa yang diinginkan oleh pasien. b. levalinsir tidak boleh terlambat.  Keputusan berkaitan dengan kesediaan Keputusan berkaitan kesediaan ini mencangkup apa yang akan dipesan. 3. pelatihan dan pengembangan. sumber daya. kompensasi dan PHK.  Keputusan berkaitan dengan mutu Keputusan yang menyangkut penentuan mutu produk harus menjadi orientasi bersama dalam setiap proses operasi penetapan standar. Keputusan Operasi  Keputusan berkaitan dengan proses Keputusan mengenai proses fisik berkenaan dengan fasilitas yang akan dipakai untuk memproduksi barang dan jasa. c. Rancangan Sistem Modular Sistem produksi yang dibangun dalam sebuah sel produksi (pola produksi tertentu) yang dapat mengurangi penggunaan bahan baku.  Keputusan berkaitan dengan kapasitas Keputusan mengenai kapasitas yang diperlukan untuk menghasilkan jumlah produk yang tepat. sebab akan mengganggu proses produksi. desain peralatan. karena bahan baku yang dibeli langsung diproduksi.

serta kebutuhan akan kepuasan dan kesejahteraan karyawan. Komunikasi karyawan memainkan bagian penting. Cara untuk menjadwalkan proyek khusus adalah teknik evaluasi dan peninjauan program. cara-cara yang digunakan untuk memotivasi. Perencanaan kebutuhan bahan baku adalah proses untuk menjamin bahwa bahan baku tersedia bilamana diperlukan. Pengawasan produksi adalah proses yang dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan produksi sesuai dengan apa yang telah direncanakan dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Setiap tindakan yang diambil oleh manajer/pimpinan mempengaruhi beberapa hal. dan prosedur organisasi terutama masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah personalia. karena cara seseorang berkomunikasi menentukan tingkat sukses atau gagalnya hubungan antar manusia. Tingkah Laku Karyawan Tingkah laku karyawan mempengaruhi melalui kepribadian mereka. kapan. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Organisasi/Perusahaan Manajemen Operasional Menurut Higgins (1994). kebijakan. Penjadwalan Penjadwalan adalah tindakan menentukan periode waktu untuk setiap tugas dalam proses produksi. Kualiatas dapat diukur dengan menilai beberapa karakteristik yang meningkatkan kepuasan pelanggan. distribusi imbalan. Pengawasan Kualitas Pengawasan kualitas merupakan proses untuk menentukan apakah kualitas barang atau jasa memenuhi tingkat kualitas yang diharapkan dan mengidentifikasi perbaikan yang perlu dilakukan pada proses produksi. interaksi antara manajemen dan kelompok. teknik-teknik dan tindakan pendisiplinan.Perencanaan produksi adalah proses pengambilan keputusan mengenai produk apa yang akan dibuat. perhatian pada permasalahan yang dimiliki karyawan dari waktu ke waktu. gaya komunikasi. dan bagaimana produk tersebut akan dibuat. c. interaksi antar kelompok. a. Pengawasan Persediaan Bahan Baku Pengawasan persediaan adalah proses pengelola persediaan pada tingkat yang meminimkan biaya. seperti aturan. dimana. faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen operasional adalah manajer/pimpinan. Jadwal produksi adalah rancangan untuk timing dan volume tugas produksi. b. 2. 4. Penjadwalan dapat menunjukkan kapan setiap tugas harus diselesaikan. 1. Tingkah Laku Kelompok Kerja . menjadwalkan tugas dengan cara meminimkan hambatan proses produksi.

Ledakan ekonomi dapat mendorong penjualan. misalnya membuat konsep dalam hal perencanaan. yaitu formal. serta pengawasan produk atau jasa. Keadaan ekonomi merupakan faktor utama yang mempengaruhi organisasi. baik itu mengenai apa yang dipesan. Sebagai pemegang keputusan. dan peristiwa yang lahir dari pertentanganpertentangan dari keadaan lain.  Dari segi persediaan. mengelola berbagaai urusan keuangan di dalam perusahaan maupun perusahaan dengan pihak luar. mesti juga memastikan kualitas atau mutu yang meliputi mutu barang dan jasa dari yang dihasilkan. 6. pembentukan staf. 5. 3. manajer operasional terlebih dulu mengkajinya dalam langkah pengambilan keputusan lewat fungsi operasi. seperti harus disiapkan adanya proses produksi dan operasi. Dari fungsi operasi juga ada bagian yang mesti dijabarkan dalam pengembangannya. Namun sebelum mengambil sebuah keputusan itu. berkaitan dengan pasar untuk dapat menciptakan permintaan dan pada akhirnya menyampaikan produk yang dihasilkan ke pasar.Kelompok-kelompok berkembang dalam organisasi dengan dua cara. manajer operasional harus mempunyai pikiran luas. ada struktur kepengurusan yang dibentuk dan dilaksanakan sebagaimana fungsi dari masing-masing tugasnya. pada kelompok kerja dan informal.  Fungsi Keuangan (Finance Function). memungkinkan mendapatkan pekerjaan. Tugas dari seorang manajer adalah melakukan dan memetakan fungsi-fungsi manajemen sesuai dengan tugasnya. ada empat langkah dalam pengambilan keputusan dalam manajemen operasional. kualitas bahan hingga kapan bahan tersebut akan dipesan. dari peristiwa yang mengandung risiko. dan meningkatkan keuntungan yang besar. dari peristiwa yang belum pasti. sebagai kelompok persahabatan atau kesamaan minat. Faktor Eksternal Organisasi Sejumlah faktor eksternal organisasi mempengaruhi organisasi. 7. desain peralatan. serta memiliki jiwa kepemimpinan dalam mengendalikan manajemen operasional secara keseluruhan. yang melingkupi perencanaan serta pengendalaian dan kontrol yang ekstra. Struktur Manajemen Operasional Dalam Organisasi/Perusahaan Dalam manajemen operasional. Langkah-Langkah Manajemen Operasional  Dari segi pengambilan keputusan. Fungsi Manajemen Operasional Dalam Organisasi/Perusahaan  Fungsi Pemasaran (Marketing Function). Selain itu. berkaitan dengan penciptaan barang dan jasa yang dihasilkan perusaan.  Fungsi Produksi (Operastion Function). sehingga hasilnya menjadi lebih positif. yaitu pengambilan keputusan dari peristiwa yang pasti. adanya asa penunjang pelayanan produksi. pengorganisasian. . Pimpinan tertinggi dalam sistem manajemen operasional adalah manajer operasional.

bangunan. Selain itu. Di antara perencanaan pabrik itu adalah penentuan lokasi pabrik. serta sumber daya alam di sekitar lokasi yang mempengaruhi. kedekatan dari pengiriman bahan pemasok. tidak usah terlalu memikirkan harga pemasaran karena adanya fleksibilitas dalam pengenalan produk baru. namun tetap menggunakan teknologi bagus dan tetap menjaga mutu. dengan menggunakan strategi inovasi dalam menciptakan produk atau pengenalan produk baru. ada dua tipe dalam pengambilan strategi. Kedua. Strategi Manajemen Operasional Dalam Organisasi atau Perusahaan Sebelum melangkah dalam hal pengambilan keputusan-keputusan atau mengeluarkan suatu produk. penerangan. Agar perusahaan bisa berjalan lancar. Sedikitnya. ada baiknya kita memetakan strategi yang akan digunakan dalam teori manajemen operasional. Salah satu strategi dalam menetapkan arah dan tujuan untuk mengambil keputusan bisnis lewat perencanaan formal sehingga mampu menghasilkan pola pengambilan keputusan yang konsisten serta menjadi keunggulan saat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain. biaya tenaga kerja dan tingkat persediaan rendah. Pertama. banyak faktor yang bisa mempengaruhi lokasi pabrik yang masih terkait dengan manejemen operasional. Pemilihan lokasi pabrik sangat penting karena bisa mempengaruhi daya saing dengan perusahaan lain. juga harus memperhatikan adanya kemungkinan terjadi ekspansi. biaya transportasi. yaitu langkah penting dalam kelangsungan hidup serta kemajuan perusahaan sesuai tujuan perusahaan yang ingin dicapai.8. BAB III PENUTUP 3. dan efisien. dekat dengan pasar dan tenaga kerja. dengan menggunakan biaya rendah yang ditekan dari biaya produksi. dan sirkulasi udara dalam pabrik. efektif. peralatan. di antaranya lingkungan masyarakat. Pada bagian ini. Berikutnya adalah perencanaan pabrik.1 Kesimpulan Manajemen operasi memberikan cara pandang yang sistematik dalam melihat proses-proses dalam organisasi dan agar kita memahami apa yang dikerjakan .

manajer operasi sehingga dengan cermat dapat meningkatkan peluang keuntungan dan pelayanan dalam masyarakat serta mampu mengorganisasikan diri pada perusahaan yang produktif. sehingga efektifitas perusahaan dapat terus berjalan. DAFTAR PUSTAKA  Sule.  Jakarta: Kencana. Kurniawan Saefullah.2 Saran Sarannya ketika perusahaan menghadapi peluang global maka manajer perusahaan harus dengan cermat menempatkan perusahaannya dalam misi dan strategi operasi serta mampu mengevaluasi kekuatan dan kelemahan internal perusahaan.co. Ernie Tisnawati.id/2015/02/makalah-manajemen-operasional. Sangatlah penting untuk mengetahui bagaimana aktivitas manajemen operasi berjalan agar kita dapat memahami apa yang dikerjakan manajer operasi sehingga dapat meningkatkan peluang keuntungan dan pelayanan dalam masyarakat serta mampu mengorganisasikan diri pada perusahaan yang produktif. 3. Pengantar Manajemen. juga peluang dan ancaman yang terdapat di lingkungan perusahaan. http://ariferari.html . 2008.blogspot.