Anda di halaman 1dari 17

BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

REFARAT
MARET 2015

SOLUTIO PLASENTA

Oleh :
Ratnasari, S.Ked.
10542 006809
PEMBIMBING :
dr. H. Umar Malinta, Sp.OG

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK
BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2016 - 2017

1

LEMBAR PENGESAHAN Yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa: Nama : Ratnasari. S. Sp.Ked. Makassar.Umar Malinta. Stambuk : 10542 0068 09 Judul Referat : Solutio Plasenta Telah menyelesaikan tugas dalam rangka kepaniteraan klinik pada bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar. H. Maret 2016 Pembimbing dr.OG ii 2 .

Umar Malinta. Syukur Alhamdulillah ya Allah. Penulis menyadari bahwa Referat ini masih jauh dari yang diharapkan oleh karena itu dengan kerendahan hati penulis akan senang menerima kritik dan saran demi perbaikan dan kesempurnaan tugas ini. memberikan arahan dan koreksi selama proses penyusunan tugas ini hingga selesai. Sp. Tugas ini ditulis sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan Kepaniteraan Klinik di Bagian Obstetri dan Ginekologi. Namun berkat bantuan saran.OG. selaku pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu dengan tekun dan sabar dalam membimbing.KATA PENGANTAR Puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya serta segala kemudahan yang diberikan dalam setiap kesulitan hamba-Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan Referat ini dengan judul Solutio Plasenta. Semoga Referat bermanfaat bagi pembaca umumnya dan penulis secara khusus.H. Berbagai hambatan dialami dalam penyusunan tugas Referat ini. kritikan. Maret 2016 Penulis iii 3 . dan motivasi dari pembimbing serta teman-teman sehingga tugas ini dapat terselesaikan. Makassar. Penulis sampaikan rasa hormat dan terima kasih banyak kepada dr.

................................................................. 3 Patogenesis..... iv BAB I PENDAHULUAN ........................................... 10 Prognosis ..................................... ii KATA PENGANTAR ...................DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL .............. 2 Definisi ........................................................................ 2 Etiologi................................................................................ i LEMBAR PENGESAHAN ........................................................... 13 iv 4 .............................................................................................................................................................................................................................. 6 Diagnosis . 11 DAFTAR PUSTAKA ................................................................... 10 Komplikasi ............................. 8 Deferensial Diagnosis ..................................................................................................................... 1 BAB II PEMBAHASAN .................................... 5 Gambaran Klinis ................................................................................. 7 Terapi .................................................................................................................................................................................... 2 Klasifikasi ............................................................................................................................................................................................................................................................................................. iii DAFTAR ISI ....................................................................................................................

Di negara berkembang. pre-eklamsi/eklamsi.1 Melihat pentingnya peranan plasenta. Selain itu kematian maternal juga dipengaruhi oleh pelayanan kesehatan.000) dan 50-100 kali lebih tinggi dari angka kematian maternal di negara maju. Insidensi solusio plasenta bervariasi di seluruh dunia. infeksi. persalinan. sosioekonomi. dan sebagai barier .BAB I PENDAHULUAN Plasenta merupakan bagian yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin. maupun pelepasan plasenta sebelum waktunya yang disebut solusio plasenta. Kelainan pada plasenta dapat berupa gangguan fungsi dari plasenta. Plasenta memiliki peran sebagai tempat pertukaran zat. gangguan implantasi plasenta. Saat ini kematian maternal akibat solusio plasenta mendekati 6%. usia ibu hamil. penyebab kematian yang disebabkan oleh komplikasi kehamilan. maka bila terjadi kelainan pada plasenta akan menyebabkan gangguan pertumbuhan janin ataupun mengganggu proses persalinan.3 1 .2 Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau keseluruhan plasenta dari implantasi normalnya (korpus uteri) setelah kehamilan 20 minggu dan sebelum janin lahir1. Angka tersebut tertinggi di ASEAN (5-142 per 100. Rekuensi solusio plasenta di Amerika Serikat dan di seluruh dunia mendekati 1%. dan paritas. nifas adalah perdarahan.000 kelahiran hidup. Solusio plasenta merupakan salah satu penyebab perdarahan antepartum yang memberikan kontribusi terhadap kematian maternal dan perinatal di Indonesia. penghasil hormon yang berguna selama kehamilan. Pada tahun 1998 kematian maternal di Indonesia diperkirakan 450 per 100.

2 Gambar 1 Solutio plasenta (Plasenta abrubtion) Klasifikasi a.1 Cunningham dalam bukunya mendefinisikan solusio plasenta sebagai separasi prematur plasenta dengan implantasi normalnya korpus uteri sebelum janin lahir . Ruptura sinus marginalis adalah sebagian kecil pinggir plasenta b. Solusio plasenta partialis adalah plasenta terlepas sebagian. Solusio plasenta totalis adalah plasenta terlepas seluruhnya.BAB II PEMBAHASAN Definisi Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau keseluruhan plasenta dari implantasi normalnya (korpus uteri) setelah kehamilan 20 minggu dan sebelum janin lahir. yang membentuk hematoma retroplacenter 2 . Menurut Pritchard JA membagi solusio plasenta menurut bentuk perdarahan3. Solusio plasenta dengan perdarahan tersembunyi. 1. 1. 2. Menurut Trijatmo Rachimhadhi membagi solusio plasenta menurut derajat pelepasan plasenta. Jika separasi ini terjadi di bawah kehamilan 20 minggu maka mungkin akan didiagnosis sebagai abortus imminens. Solusio plasenta dengan perdarahan keluar 2. 3. yang terlepas.

Holmer mencatat bahwa dari 83 kasus solusio plasenta yang diteliti dijumpai 45 kasus terjadi pada wanita multipara dan 18 pada 3 . pelepasan plasenta kurang 1/6 bagian permukaan. dan lain-lain. janin mati. yaitu 1. Ringan : perdarahan kurang 100-200 cc. namun ada beberapa faktor yang menjadi predisposisi : 1. kadar fibrinogen plasma lebih 150 mg%. sindroma preeklamsia dan eklamsia. ditemukan bahwa terdapat hipertensi pada separuh kasus solusio plasenta berat. pelepasan plasenta dapat terjadi lebih 2/3 bagian atau keseluruhan.2% kasus solusio plasenta disertai trauma.4% dari seluruh kasus solusio plasenta di 3. Dari penelitian yang dilakukan Slava di Amerika Serikat diketahui bahwa trauma yang terjadi pada ibu (kecelakaan. dan separuh dari wanita yang hipertensi tersebut mempunyai penyakit hipertensi kronik disebabkan oleh kehamilan. jatuh. Solusio plasenta yang perdarahannya masuk ke dalam kantong amnion Menurut Cunningham dan Gasong masing-masing dalam bukunya mengklasifikasikan solusio plasenta menurut tingkat gejala klinisnya. terdapat tanda pre renjatan. uterus tegang.2/3 bagian permukaan.5-9. RSUPNCM dilaporkan 1. 3.2 Etiologi Penyebab primer solusio plasenta belum diketahui secara pasti. berhubungan dengan adanya hipertensi pada ibu 3 Faktor trauma Trauma yang dapat terjadi antara lain : Trauma langsung seperti jatuh.3. c. Dapat terlihat solusio plasenta cenderung 2. pelepasan plasenta ¼ . terdapat tanda renjatan.5 Faktor paritas ibu Lebih banyak dijumpai pada multipara dari pada primipara. hipertensi essensial. Faktor kardio-reno-vaskuler Glomerulonefritis kronik. gawat janin atau janin telah mati. 2. janin hidup. kadar fibrinogen plasma120-150 mg%. dan lain-lain) merupakan penyebab 1. pukulan. belum ada tanda renjatan. Sedang : Perdarahan lebih 200 cc. kena tendang. uterus tidak tegang. Berat : Uterus tegang dan berkontraksi. Pada penelitian di Parkland.

malnutrisi/defisiensi gizi. hipotesis ini belum terbukti secara definitif.Pengalaman di RSUPNCM menunjukkan peningkatan kejadian solusio plasenta pada ibu-ibu dengan paritas tinggi. Faktor usia ibu Dalam penelitian Prawirohardjo di RSUPNCM dilaporkan bahwa terjadinya peningkatan kejadian solusio plasenta sejalan dengan meningkatnya umur ibu. Riwayat solusio plasenta sebelumnya Hal yang sangat penting dan menentukan prognosis ibu dengan riwayat solusio plasenta adalah bahwa resiko berulangnya kejadian ini pada kehamilan berikutnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ibu hamil lainnya yang tidak memiliki riwayat solusio plasenta sebelumnya. Faktor kebiasaan merokok Ibu yang perokok juga merupakan penyebab peningkatan kasus solusio plasenta sampai dengan 25% pada ibu yang merokok ≤ 1 (satu) bungkus per hari. dan lain-lain.5 4. diameter lebih luas dan beberapa abnormalitas pada mikrosirkulasinya. ibu. makin tinggi frekuensi hipertensi menahun. Angka kejadian solusio plasenta pada ibu-ibu penggunan kokain dilaporkan berkisar antara 13-35%.primipara.1.2.2. Pengaruh lain.3 8. Hal ini dapat diterangkan karena makin tinggi paritas ibu makin kurang baik keadaan endometrium.Ini dapat diterangkan pada ibu yang perokok plasenta menjadi tipis. tekanan uterus pada vena cava inferior dikarenakan pembesaran ukuran uterus oleh adanya kehamilan.3.2. Faktor penggunaan kokain Penggunaan kokain mengakibatkan peninggian tekanan darah dan peningkatan pelepasan katekolamin. Namun. yang mana bertanggung jawab atas terjadinya vasospasme pembuluh darah uterus dan dapat berakibat terlepasnya plasenta.6 4 . seperti anemia.2 6. Hal ini dapat diterangkan karena makin tua umur 5. Sering dalam penelitiannya melaporkan bahwa resiko terjadinya solusio plasenta meningkat 40% untuk setiap tahun ibu merokok sampai terjadinya kehamilan1. 7.

Apabila ekstravasasina berlangsung hebat akan terjadi suatu kondisi disebut dengan istilah Uterus Couvelaire. Sebagian darah akan masuk ke bawah selaput ketuban dan dapat juga keluar melalui vagina dan darah juga dapat menembus masuk ke dalam kantong amnion atau mengadakan ekstravasasi di antara otot-otot miometrium.Patogenesis Solusio plasenta dimulai dengan terjadinya perdarahan ke dalam desidua basalis dan terbentuknya hematom subkhorionik yang dapat berasal dari pembuluh darah miometrium atau plasenta dengan berkembangnya hematom subkhorionik terjadi penekanan dan perluasan pelepasan plasenta dari dinding uterus 2.akibatnya hematom subkhorionik akan menjadi bertambah besar dan kemudian akan medesak plasenta sehingga sebagian dan akhirnya seluruh plasenta akan terlepas dari implantasinya di dinding uterus. dimana pada kondisi ini dapat dilihat secara makroskopis seluruh permukaan uterus terdapat bercak-bercak berwarna biru atau 5 .Kejadian baru diketahui setelah plasenta lahir dan yang pada pemeriksaan plasenta didapatkan cekungan pada permukaan maternalnya dengan bekuan darah lama yang berwarna kehitaman.3 Gambar 2 Plasenta normal dan solusio plasenta dengan Hematom subkhorionik Apabila perdarahan sedikit & hematom yang kecil hanya akan sedikit mendesak jaringan plasenta dan peredaran darah uteroplasenter belum terganggu dan serta gejala dan tandanya pun belum jelas. Biasaya perdarahan akan berlangsung terus menerus atau tidak terkontrol karena otot uterus yang meregang oleh kehamilan tidak mampu berkontraksi untuk membantu dalam menghentikan perdarahan yang terjadi.

2.Uterus yang agak tegang ini harus selalu diawasi. tetapi belum dua per tiga luas permukaan. warnanya akan kehitam-hitaman dan sedikit sakit. Dinding uterus teraba tegang terus-menerus dan nyeri tekan sehingga bagian-bagian janin sukar untuk diraba. tetapi dapat juga secara mendadak dengan gejala sakit perut terus menerus.Walaupun demikian.Apabila janin 6 . karena dapat saja menjadi semakin tegang karena perdarahan yang berlangsung. nyeri dan juga akan mengganggu kontraktilitas (kemampuan berkontraksi) uterus yang sangat diperlukan pada saat setelah bayi dilahirkan sebagai akibatnya akan terjadi perdarahan post partum yang hebat 3. Salah satu tanda yang menimbulkan kecurigaan adanya solusio plasenta ringan ini adalah perdarahan pervaginam yang berwarna kehitam-hitaman. Walaupun perdarahan pervaginam dapat sedikit. bagian-bagian janin masih mudah diraba. Solusio plasenta sedang Dalam hal ini plasenta telah terlepas lebih dari 1/4 bagian. Solusio plasenta ringan Solusio plasenta ringan ini disebut juga ruptura sinus marginalis dimana terdapat pelepasan sebagian kecil plasenta yang tidak berdarah banyak.5 Gambaran Klinis 1. Pada keadaan hipofibrinogenemia ini terjadi gangguan pembekuan darah yang tidak hanya di uterus tetapi juga pada alat-alat tubuh lainnya. Akibatnya ibu jatuh pada keadaan hipofibrinogenemia.5 2. Perut terasa agak sakit.Ibu mungkin telah jatuh ke dalam syok.ungu. Uterus pada kondisi seperti ini (Uterus Couvelaire) akan terasa sangat tegang. tetapi perdarahan sebenarnya mungkin telah mencapai 1000 ml. yang tidak lama kemudian disusul dengan perdarahan pervaginam. Apabila terjadi perdarahan pervaginam.5 Akibat kerusakan miometrium dan bekuan retroplasenter adalah pelepasan tromboplastin yang banyak ke dalam peredaran darah ibu sehingga berakibat pembekuan intravaskuler dimana-mana yang akan menghabiskan sebagian besar persediaan fibrinogen.Tanda dan gejala dapat timbul perlahan-lahan seperti solusio plasenta ringan. demikian pula janinnya yang jika masih hidup mungkin telah berada dalam keadaan gawat. atau terasa agak tegang yang sifatnya terus menerus.

5 3. Kelainan premature idiopatik f. Solusio plasenta berat Plasenta telah terlepas lebih dari 2/3 permukaannnya. terkadang perdarahan pervaginam mungkin saja belum sempat terjadi. Perdarahan pervaginam b. Waktu protrombin/waktu tromboplastin parsial terektifasi untuk  mengetahui terjadinya DIC d. Gawat janin d.Terjadi sangat tibatiba. Kematian janin Syok yang terjadi kadang tidak sesuai dengan banyak perdarahan Pemeriksaan laboratorium untuk meningkirkan diagnosis banding solutio plasenta antara lain : a. 7 . Nyeri abdomen atau pinggang dan nyeri tekan uterus c. Nitrogen urea / kreatinin dalam darah Pemeriksaan penunjang ultrasonografi USG membatu menentukan lokasi  plasenta (untuk menyingkirkan kemungkinan plasenta previa) Hematom retroplasenter dapat dikenali sekitar 2-5% dari semua solutio plasenta. Fibrinogen c. walaupun hal tersebut lebih sering terjadi pada solusio plasenta berat. Hitung sel darah lengkap b.masih hidup.2. Pengenalan hematoma tergantung pada derajat hematoma (besar  dan lamannya) serta keahlian operator.Uterusnya sangat tegang seperti papan dan sangat nyeri.5 Diagnosis     Diagnosis solutio plasenta kadang sukar di tegakkan Penderita biasnya datang dengan gejala klinis a. Pemeriksaan histopatologi serta plasenta di keluarkan dapat memperlihatkan hematoma retroplasenter. Kelainan kontraksi uterus e. bunyi jantung sukar didengar.Biasanya ibu telah jatuh dalam keadaan syok dan janinnya telah meninggal.2.Perdarahan pervaginam tampak tidak sesuai dengan keadaan syok ibu. Kelainan pembekuan darah dan kelainan ginjal mungkin telah terjadi.Pada keadaankeadaan di atas besar kemungkinan telah terjadi kelainan pada pembekuan darah dan kelainan/gangguan fungsi ginjal.

penanganan di rumah sakit meliputi transfusi darah. Maka transfusi darah harus segeradiberikan. infus oksitosin dan jika perlu seksio sesaria. maka kehamilan harus segera diakhiri. Bila janin hidup. perut tidak sakit. bila janin mati lakukan amniotomi disusul infus oksitosin untuk mempercepat persalinan. kemudian tunggu persalinan spontan.5 Amniotomi akan merangsang persalinan dan mengurangi tekanan intrauterin.4 b. uterus tidak tegang. lakukan seksio sesaria. Solutio plasenta sedang dan berat Apabila tanda dan gejala klinis solusio plasenta jelas ditemukan. pada pemantauan dengan USG daerah solusio plasenta bertambah luas). bila usia kehamilan kurang dari 36 minggu dan bila ada perbaikan (perdarahan berhenti. Solutio plasenta ringan Ekspektatif. amniotomi. yaitu a. Penemuan lain yang mungkin adalah adanya ekstravasasi darah ke miometrium yang nampak sebagai bercak ungu pada tunika serosa uterus   yang dikenal sebagai uterus counvelaire Secara klinis di ketahui dari adanya nyeri dan tegang pada uterus Diagnosis banding lain perdarahan pada trimester ketiga selain plasenta previa adalah vasa previa.5 Apabila diagnosis solusio plasenta dapat ditegakkan berarti perdarahan telah terjadi sekurang-kurangnya 1000 ml. janin hidup) dengan tirah baring dan observasi ketat. gejala solusio plasenta makin jelas. Keluarnya cairan amnion juga dapat mengurangi perdarahan dari tempat implantasi dan mengurangi masuknya tromboplastin ke dalam sirkulasi ibu yang mungkin akan mengaktifkan faktor-faktor pembekuan dari hematom subkhorionik dan terjadinya pembekuan intravaskuler dimana-mana.2 Bila ada perburukan (perdarahan berlangsung terus. Persalinan juga dapat dipercepat dengan memberikan infus oksitosin yang 8 . trauma vagina serta keganasan (jarang) Terapi Penanganan kasus-kasus solusio plasenta didasarkan kepada berat atau ringannya gejala klinis.

4 Persalinan diharapkan terjadi dalam 6 jam sejak berlangsungnya solusio plasenta. perdarahan tidak sesuai keadaan penderita.3. 9 . maka satu-satunya cara melakukan persalinan adalah seksio sesaria.5 Deferensial Diagnosis Perdarahan Palpasi Bunyi jantung anak Pemeriksaan dalam Cekungan plasenta Selaput ketuban Komplikasi Solutio plasenta  Nyeri  Segera di susul partus Bagian anak sukar di tentukan Biasnya tidak ada  Tidak teraba plasenta  Ketuban menonjol ada impresi pada jaringan plaseta karena hematom Robekan normal Plasenta previa  Tanpa nyeri  Berulang sebelum partus bagian terendah masih tinggi Biasanya jelas  Teraba jaringan plasenta Tidak ada Robekan marginal Komplikasi bisa terjadi pada ibu maupun janin yang di kandung dengan kriteria : 1. anemis sampai syok. walaupun sudah dilakukan amniotomi dan infus oksitosin.bertujuan untuk memperbaik ikontraksi uterus yang mungkin saja telah mengalami gangguan. keadaan bervariasi dari baik sampai syok. Tetapi jika itu tidak memungkinkan. Komplikasi pada ibu  Perdarahan yang dapat menimbulkan: variasi turunnya tekanan darah sampai keadaan syok.

2. ada atau tidak hipertensi menahun atau 10 . terjadinya penurunan fibrinogen sehingga  fibrinogen dapat menganggu pembekuan darah. Tapi apakah uterus ini harus diangkat atau tidak tergantung pada kesanggupannya menghentikan perdarahan.sehingga menganggu kontraksi dan menimbulkan perdarahan karena atonia uteri. banyaknya perdarahan. Oligouria menyebabkan terjadinya sumbatan glomerulus ginjal dan  dapat menimbulkan produksi urin makin berkurang. Perdarahan ini menyebabkan gangguan kontraktilitas uterus dan warna uterus berubah menjadi biru yang biasa disebut Uterus couvelaire. Komplikasi janin  Asfiksia ringan sampai berat dan kematian janin karena perdarahan yang tertimbun di belakang plasenta yang menganggu sirkulasi dan nutrisi keara janin yang menganggu sirkulasi dan nutrisi kearah janin rintangan kejadian asfiksia sampai kematian janin dalam rahim tergantungpada    beberapa sebagian plasenta telah lepas dari implantasinya di fundus uteri. Kelainan sistem saraf pusat Retardasi pertumbuhan anemis Prognosis Prognosis ibu tergantung luasnya plasenta yang terlepas dari dinding uterus.  Apoplexi uteroplacenta (Uterus couvelaire) Pada solusio plasenta yang berat terjadi perdarahan dalam otototot rahim dan dibawah perimetrium kadang-kadang juga dalam ligamentum latum. kegagalan pembekuan darah menambah perdarahan. Gangguan pembekuan darah: masuknya trombosit kedalam sirkulasi darah menyebabkan pembekuan darah intravaskuler dan disertai hemolisis. Perdaraan post partum : pada solutio plasenta sedang sampai berat terjadi infiltrasi darah ke otot rahim.

Pada kasus-kasus tertentu tindakan seksio sesaria dapat mengurangi angka kematian janin5. Sebagian besar kematian tersebut disebabkan oleh perdarahan. Perdarahan lebih dari 2000 ml biasanya menyebabkan kematian janin.Tetapi adaliteratur yang menyebutkan angka kematian pada kasus berat berkisar antara 50-80%.preeklamsia. 11 . lamanya solusio plasenta berlangsung dan usia kehamilan. Angkakematian ibu pada kasus solusio plasenta berat berkisar antara 0.5-5%. Hampir 100% janin pada kasus solusio plasenta berat mengalami kematian. gagal jantung dan gagal ginjal. tersembunyi tidaknya perdarahan. Padakasus solusio plasenta ringan sampai sedang. dan selisih waktu terjadinya solusio plasenta sampai selesainya persalinan. keadaan janin tergantung pada luasnya plasentayang lepas dari dinding uterus.

12 .

Prawirohardjo S. Dalam: IlmuKebidanan. MacDonald PC.3. 362-85. 2001. Hanifa W. Leveno KJ. Wiliam Obstetrics 21thedition.6. Moerniaeni N. 3-8 13 . 3-21. 6. Kini dan Kelak. edisi III. Managing Complications in Pregnancy and Childbirth. WHO. 819-41. Kebidanan Dalam Masa Lampau. 2002. Perdarahan Antepartum. Gant NF. 2.5. Rachimhadhi T.4. 5. 456-70. Macdonald PC. Gilstrap LC. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. R PrajitnoPrabowo. 2002. Gasong MS. 2003.2. 1997. Edisi 20. Pritchard JA. Williams Obstetrics. edisi III. 518-20. Hartono E. Geneva: WHO. Dalam: Ilmu Kebidanan. 4. Gant NF. R Hariadi. Soedarto. Penatalaksanaan Perdarahan Antepartum. 2001. 20th ed. Cunningham FG. Obstetri Williams. 3. Lange USA. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNHAS. Prentice Hall International Inc Appleton. Surabaya: Airlangga University Press.DAFTAR PUSTAKA 1. ObstetricalHaemorrhage. penerjemah.