Anda di halaman 1dari 8

KASUS SENGKETA DI PULAU KALIMANTAN

Doni 13.1011.1001. Sri Karsina 13.11. Frendy 13.Disusun Oleh : M.11.11.1011.11.1011. Nur Ismi 13.1001.11.Fachri 13.11.1001.11.1001.1001.11.1011.1001.1011.1001.060 Rizeldy Faschalis 13.1011.1011.1001.11. Choliel 13.098 Iin kamila 13.1001. 036 Fitri 13.098 Siti Mutmainna 13.1011.1001.1011.1011.1011.11. Teddy 13. .1001.11.

000 HA c. yang diakui oleh UUPA No. Surat Gubernur Kepala Daerah Tk I Kalimantan Samarinda 19 Juli 1977. DA. tertanggal : Samarinda 18 Oktober 1999. jutaan metrik ton. 21 tertanggal : Keraton Tenggarong 12 Safar 1317 H kepada Adji Alhadji Pangeran Sosro Negoro dan Para ahli warisnya.2.522/12417/Proda. 2. 1960. Surat Dukungan Bupati Kutai Kartanegara kepada PT.Sengketa Tanah Waris Hak Milik Adat di Desa Jembayan Kec. Legal Standing 1.82/1977. ( Lampiran 3 ) 19 2. 1. Kutai Kalimantan Timur ( Lampiran 1 ) Kartanegara b.000 m2 atau + 105. Bagian Kedua Pasal II ( 1 ) sebagai hak milik ( Lampiran 2 s/d lampiran 9 ) lihat Legal op angka 2 ). 105. No. Surat Bupati Kepala Daerah Tk. PETEBE MAS BAHAGIA selaku Perusahaan Para Ahli Waris Adji Bambang Soelaiman bin Adji Alhadji . Kalimantan Timur * Usaha penyelesaian masalah penyerobotan dan penjarahan baik secara langsung dengan PT. Surat Pernyataan kepala Adat Kutai di Jembayan tertanggal September 1976. sampai kini tidak membawa hasil. padahal MHU sudah mengeruk batu bara di daerah tanah waris kami. Risalah Pemeriksaan Tanah oleh Panitia A Kantor Agraria Kutai tertanggal 30 Juni 1977. Surat Dukungan Gubernur Kepala Daerah TK 1 Kalimantan Timur. Yang selalu mereka kemukakan adalah mereka mendapat hak dari negara secara sah. Luas : I. ( Lampiran 6 ) 5.89/1977. Kutai Kartanegara. 363/PH. No. yang menetapkan bahwa luas keseluruhan tanah Karunia itu + 1. Lokasi : Di Desa Jembayan Kecamatan Loa Kulu Kab.050. Loa Kulu Kab. tanpa mempedulikan nasib kami para pemilik sah tanah tersebut yang 99% adalah orang-orang miskin. 5 Th. 6. Bukti Kepemilikan : Karunia Sultan ( Grant Sultan ) Kutai No. Dasar Kepemilikan a. II Kutai Kalimantan Timur tertanggal 11 Juli 1977 No.2/Ek ( Lampiran 7 ).000 Ha.000. SDA. ( Lampiran 5 ) 4. ( Lampiran 4 ) 3. Multi Harapan Utama maupun dengan bantuan Dirjen Minerba .

Batu Bara dan Panas Bumi dengan surat tertanggal 21 Desember 2005 No.101 PU di Kecamatan Loa Kulu dengan luas 4963 HA per tanggal 5 September 2006. 7.102 PU DI Kecamatan Loa Kulu dengan luas 3145 HA per tanggal 5 September 2006.30 WIB. ( Lampiran 14 a ) 2. ( Lampiran 14 c ) .KTN 2006.108 PU di Kecamatan Loa Kulu dengan luas 5000 HA per tanggal 26 September 2006. 540/101/KP.Pangeran Sosro Negoro Kutai tertanggal 100/064/Pem. 2317/06/DJG/2005 mewajibkan MHU untuk membayar ganti rugi atas tanah milik Adat atas dasar musyawarah dan mufakat.PU/DPE-IV/IX/2006 untuk wilayah KW. ( Lampiran 12 ) 4. Hasilnya. Pengurusan 1.A/II2/2002. 540/108/KP PU/DPE-IV/IX/2006 untuk wilayah KW. Adji Said Abbas sebagai Kuasa Ahli Waris untuk bertemu dengan MHU di Jakarta. ( Lampiran 8 ) 7 Pebruari 2002 No. ( Lampiran 11 ) 3. ( Lampiran 10 ) 2. PETEBE MAS BAHAGIA diizinkan untuk mengadakan penyelidikan umum dengan KP PU masing-masing : 1.tanggal 9 Desember 2005 jam 09. SK Bupati No. 540/102/KP.KTN 2006. kami mengirim surat permohonan untuk Pengembalian Tanah Milik Adat Ahli Waris kepada Bupati Kutai Kartanegara. SK Bupati No. Disposisi Bupati Kutai Kartanegara terhadap surat kami tanggal 20 April 2005 kepada Kepala Dinas Pertambangan untuk segera memproses permohonan disertai pembuatan gambar lokasi ex MHU seluas + 19. ( Lampiran 13 ) 5. Pada tanggal 8 September 2006. SK Bupati No. 21 tanggal Keraton Tenggarong 12 Safar 1317 H yang merupakan tanah warisan Adji Bambang Soelaiman bin H. ADJI MOHAMAD SALEHUDDIN. Dirjen Mineral. Mengirim surat permohonan Pengembalian Tanah Milik Adat Ahli Waris kepada Menteri ESDM RI di Jakarta tertanggal 12 Oktober 2005.30 – 11.KTN 2006. Surat keterangan H. ( Lampiran 14 b ) 3.PU/DPE-IV/IX/2006 untuk wilayah KW. ( Lampiran 9 ) 3. Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral mengundang H. Adji Pangeran Sosro Negoro.940 HA yang tumpang tindih dengan tanah milik Adat Ahli Waris. Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura tentang keabsahan Surat Karunia No. PT.

Pada tanggal 1 Oktober 2007 dengan PENETAPAN NO. Surat Kuasa Ahli Waris ( Lampiran 15 b ) 1. Lembaga Adat Keraton Kartanegara Ing Martadipura yang ditandatangani oleh Adji Pangeran Hario Adiningrat bin Sultan AM. Putusan MA RI No. Parikesit sebagai Ketua dan H. Bupati Kutai Kartanegara belum sempat menyelesaikan karena keburu ditahan oleh KPK dengan tuduhan korupsi dan sekarang sudah bebas sebagai mantan narapidana. Edaran MA ( lihat lampiran 15 c ) 2. Pada tanggal 17 September 2007.SH.MM sebagai Sekretaris. Untuk masalah dengan MHU. Pada tanggal 18 September 2007. Juris Prudensi tentang Grant Sultan.000.000 m2 ( 105. H.TGR Ketua Pengadilan Agama Tenggarong telah menetapkan FATWA WARIS terhadap warisan harta peninggalan Adji Alhadji Amir Hasanuddin gelar Adji Al Hadji Pangeran Sosro Negoro berupa 1 ( satu ) bidang tanah perwatasan seluas 1. ( Lampiran 17 ) 4. 8/PPPHP/2007/PA.050.000 HA ) yang terletak di Desa Jembayan. 21 tertanggal Tenggarong 12 Safar 1317 H. 2 di atas. Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara dengan Kuasa Ahli Warisnya : . 2.4. Abbas Hasyim bin H. Adji Bambang Hasyim binti Adji Raden Godang bin Sultan Muhammad Soelaiman.Adji Pangeran Ario Jaya Winata. Drs. Silsilah ( Lampiran 15 a ) 2. ( Lampiran 15 d ) 2. Legalitas Kuasa Ahli Waris 1. Adji Bambang Din Kambek bin Adji Raden Atmojosopno bin Sultan Muhammad Soelaiman sebagai Kuasa Ahli Waris karena Bapak Adji Bambang Din Kambek meninggal pada tahun 1997 yang lalu maka kuasa Ahli Waris tinggal kami sendiri. Menteri Perbendaharaan dan Pemeliharaan Asset Kutai Kartanegara Ing Martadipura Adji Pangeran Hario Adiningrat bin Sultan AM Parikesit membuat keterangan dan dukungan kepada Drs.Adji Bambang Said Abbas bin Adji Bambang Said Hasyim sebagai pemegang kuasa Ahli Waris seperti yang tercantum dalam testament Pemberian Karunia No. membuat pernyataan dan dukungan yang sama isinya dengan point IV. para Ahli Waris Adji Bambang Soelaiman bin Adji Alhadji Pangeran Sosro Negoro berkumpul dan menunjuk : 1.. ( Lampiran 16 ) 3. 433/PK/Pdt/2003. ( Lampiran 14 d ) 4. Pada tanggal 9 Agustus 1976. 1.

2317/06/DJG/2005 untuk mewajibkan PT. tetapi Gusti Allah tidak tidur. sampai kini tidak membawa hasil. MHU di Jakarta tanggal 9 Desember 2005.Drs. MHU mengingkari ini semua dan Dirjen Minerba. Khusus Sengketa Dengan PT MHU 1. ADJI BAMBANG SAID ABBAS. PT. tanpa mempedulikan nasib kami para pemilik sah tanah tersebut yang 99% adalah orang-orang miskin. Tetapi kami justru menemukan surat internal Dirjen Minerba yang menegur PT. kami secara tidak sengaja menemukan surat PT MHU kepada Dirjen Simon Sembiring untuk mohon bantuan / perlindungan beliau terhadap surat kami tersebut yang ditandatangani oleh Ir. antara lain + 20. Dirjen mengundang kami untuk ketemu dengan PT. MHU maupun dengan bantuan Dirjen Minerba . Sekarang areal mereka masih + 40. Abbas Hasyim.MPD atau lebih dikenal dengan nama Drs.000 HA lahan batubara i milik Ibrahim Risyad salah seorang kroni dari Lim Sioe Liong dan Orde Baru yang punya kuasa luar biasa besarnya termasuk menduduki tanah milik warga di Kutai Kartanegara. MHU bahwa mereka belum membebaskan tanah kami dan karena itu Dirjen Simon Sembiring keluarkan surat tanggal 21/12/2005 No. Yang selalu mereka kemukakan adalah mereka mendapat hak dari negara secara sah.MHU membayar ganti rugi tanah. ( Lampiran 18 ) 5.000 yang over lap dengan tanah kami ahli waris. b. MHU sebagai perusahaan yang tidak patuh peraturan dan tidak menyetor kewajiban pajaknya kepada Pemerintah ( Lampiran 19 ). Beberapa contoh sikap arogansi dan pembohongan publik yang mereka lakukan : a. padahal mereka sudah mengeruk batu bara di daerah tanah waris kami. H. Tetapi sampai hari ini. . Obang. MHU boleh bekerja dengan No. dengan alasan yang tidak jelas. kepada Negara saja mereka ngutang. Loa Kulu Kutai Kartanegara. Disini terungkap pengakuan PT. Kami bersedih. Karena surat kami kepada Menteri ESDM. jangankan memberi kami bagian keuntungan.. jutaan metrik ton. Pemda Kabupaten Kutai tetap berdiam diri. Pada awal tahun 2003 kami menulis surat permohonan kepada Dirjen Minerba untuk memohon KP Batu bara di daerah Jembayan. Kami kaget dengan jawaban lisan yang kami peroleh bahwa di areal tersebut sudah ada PT MHU sebagai perusahaan tambang dengan jenis PKP2B. Usaha kami untuk menyelesaikan masalah ini baik secara langsung dengan PT.000 HA. Jadi logikanya. MA. Ini yang saya namakan skandal Nasional bagaimana uang adalah segala-galanya di Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga dapat mengalahkan hukum yang berlaku sekalipun. berdasarkan Undang-Undang yang berlaku ( Lampiran 19a ). PT ini adalah termasuk PKP2B yang sudah beroperasi sejak tahun 1989 merupakan PT yang memperoleh lebih dari 100. 2. Dan kemudian Dirjen Bambang Setiawan kirim surat lagi kepada Gubernur Kalimantan Timur menjelaskan tentang tanah ahli waris dengan ketentuan Undang-undang yang berlaku harus lebih dulu membebaskan lahan kepada ahli waris sebelum PT. 1076/30/DJB/2011 tanggal 3 Maret 2011 ( Lampiran 19b ).

c. Kabupaten Kuta Kartanegara. MHU. Loa Kulu. antara lain pertemuan harus bersama Lawyer masing-masing ( kami diwakili Bapak. MHU yang diwakili anak-anak muda yang ketika ditanya tentang hak dan wewenang mereka. Pada tahun 2006 dengan perantara Irjen ESDM. MHU sedia bayar ganti rugi atas tanah asal jelas batas-batas dan titik koordinatnya yang telah mendapat pengesahan dari BPN RI dan secara sah menurut hukum dan Undang-Undang yang berlaku sebagai pemilik tanah tersebut ( Lampiran 21 ) Tetapi ada yang aneh. MHU. Mereka minta kami memberikan titik koordinat tanah kami yang ada di Jembayan. Bapak Djoko Darmono. sebab menurut mereka dengan begini toh. Dr. MHU ? Kami telah menyerahkan semua bukti itu kepada Dirjen Minerba sejak tahun 2005 yang lalu dan tentu kami sekarang tidak akan menyerahkannya kepada PT. melalui kantor Pengacara SGS Consulting sebagai kuasa hukum Ahli Waris Grant Sultan Kutai. Sampai hari ini tidak ada kabar beritanya. malah dalam pertemuan dengan Dirjen cq. hasil perjuangan pun belum jelas. Sampai hari ini. Bapak Marsekal TNI ( Purn ) Djoko Suyanto sebagai Menko Polhukam RI di Jakarta pada 16 Desember 2010 yang lalu ( lampiran 20 ) yang sampai hari ini masih berproses. Bapak Dir. selambat-lambatnya 25 hari kerja semua dokumen harus diterima oleh PT. Alex Asmasoebrata dan kawan-kawan memohon Perlindungan Hukum kepada Yth. kami memberanikan diri dengan bantuan Sdr. Oleh karena tidak ada jalan lain lagi yang dapat kami tempuh. 75 tahun. Pembinaan Pengusaha Batu Bara Bapak Edi Prasojo. Kami minta kepada Kepala Bagian Pertambangan Kutai Kartanegara dan kemudian kami serahkan kepada mereka. dibantu oleh seorang Inspektur kami dipertemukan dengan PT. Kalimantan Timur . masalahnya akan menguap dengan sendirinya ). sebuah perusahaan kroni ORBA yang telah merusak tanah waris kami tanpa mengadakan reklamasi dan meninggalkan penyakit sebab baik batu baranya sampai ampas batu baranya semua sudah dibawa keluar dari Kutai Kartanegara. tanggal 17 November 2011 yang lalu diambil kesimpulan bahwa : * PT. kami. Sekali lagi PT. MHU setelah syarat mereka kami penuhi. setahun sudah berlalu umur saya makin bertambah. tanggal 23 Desember 2011 telah melayangkan surat kepada Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia mengenai Penyelesaian Permasalahan Tanah Waris Milik Adat di Desa jembayan. e. Perkembangan terakhir. Maqdir Ismail sedang mereka oleh beberapa anak muda ). Ini yang berkuasa dan berwenang Dirjen Minerba atau PT. mereka tidak bisa jawab apaapa ( ini pola lama yang mereka selalu lakukan . Bapak Menko bertindak cepat Gubernur Kalimantan Timur atas surat Bapak Menko mengadakan rapat dengan seluruh komponen terkait pada 10 Februari 2011 dan membentuk Tim Fasilitasi yang diketuai Assisten I untuk menyelesaikan masalah tersebut. d. Berdasarkan surat itu kemudian Dirjen melalui . Kecamatan Loa Kulu.

2. . Untuk menindaklanjuti butir 1 di atas. PT. sampai hari ini per tanggal 31 Januari 2012 juga tidak melakukan apapun.MHU sesuai dengan Hasil Risalah Rapat antara PT. MHU dengan Ahli Waris Adat Grant Sultan Kutai tanggal 17 Nopember 2011. PT.MHU) yang intinya adalah sebagai berikut: 1. Multi Harapan Utama (PT. MHU segera menyelesaikan pertemuan dengan pihak Ahli Waris Adat Grant Sultan Kutai untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan tersebut. Ternyata setelah keluarnya surat tersebut. agar PT. MHU. MHU segera menyelesaikan ganti rugi lahan atas tanah yang diklaim oleh Ahli Waris Adat Grant Sultan Kutai setelah semua dokumen diterima oleh PT.suratnya tertanggal 6 Januari 2012 mengenai Penyelesaian Permasalahan Ganti Rugi Tanah Waris Milik Adat Grant Sultan oleh PT.