Anda di halaman 1dari 5

KENAPA HARUS BERLEMAH LEMBUT

DENGAN ANAK-ANAK
Kang As'ad 2:50 PM HIKMAH

Sebagai ujian perdana setelah berumah tangga adalah anak-anak,
sebagian orang tua kadang tidak sabar menyikapi anak-anaknya. Apakan
lagi jika si-anak terlihat nakal dan nyebelin, hingga ketidak sabaran itu
membuat ia naik pitam emosi bahkan memukulnya berlebihan.
Padahal kita lupa darah daging kita masih bisa dididik dan dimasukan
pengajaran agama, dan satu hal yang terpenting, sisihkan waktu untuk
merenungi nasib teman atau tetangga yang sudah lama menikah tapi
belum di karuniai anak, Apakah anda mau menyia-nyiakan darah daging
anda yang suci itu !?

Tidakkah anda kepingin anak-anak itu tumbuh kembang menjadi anak
yang sholeh/sholehah yang bisa membanggakan orang tuanya.?
Anak bisa menjadi sebab sorga atau nerakamu!

Karena mereka hidup bukan di jaman kita tetaplah memprioritaskan Agama sebagai landasan pergaulan” "Rumah adalah sekolah pertama pendidikan anak" METODE & RUMUS PENDIDIKAN Imam Ali bin Abi Thalib Ra. ►ANAK SEBAGAI RAJA (Usia 0-7 tahun) Melayani anak dibawah usia 7 tahun dengan sepenuh hati dan tulus adalah hal terbaik yang dapat kita lakukan. . Kelompok 7 tahun kedua (usia 8-14 tahun).bahkan ketka kita sedang sibuk dengan pekerjaan kita – maka ia akan langsung menjawab dan menghampiri kita ketika kita memanggilnya. misalnya: Bila kita langsung menjawab dan menghampirinya saat ia memanggil kita. perlakukan anak sebagai tawanan. Merumuskan cara memperlakukan anak: 1. perlakukan anak sebagai raja. Didiklah anak-anak sesuai sesuai ajaran Islam. 2. Kelompok 7 tahun pertama (usia 0-7 tahun). Banyak hal kecil yang setiap hari kita lakukan ternyata akan berdampak sangat baik bagi perkembangan prilakunya. perlakukan anak sebagai sahabat.Maka lindungi dan didiklah ia karna mereka adalah amanat Allah yang akan diminta pertanggung jawabannya. maka kelak kita akan terharu ketika ia memijat atau membelai pngung kita saat kita kelelahan atau sakit. Jangan berlaku kasar/keras kecuali yang di izinkan syara'. Fleksibel dengan zamannya. Saat kita tanpa bosan mengusap punggungnya hingga ia tidur. 3. Kelompok 7 tahun ketiga (usia 15-21 tahun).

Karena itu usia 7-14 tahun adalah saat yang tepat dan pas bagi anak-anak kita untuk diperkenalkan dan diajarkan tentang hal-hal yang terkait dengan hukum-hukum agama. Memakai pakaian yang bersih. rapih dan menutup aurat 3. Membiasakan membaca Al-Qur’an 5. seperti: 1. Menerapkan kedisiplinan dalam kegiatan sehari-hari Reward dan punishment (hadiah/penghargaan/ pujian dan hukuman/teguran) akan sangat pas diberlakukan pada usia 7 tahun kedua ini. dan memperbolehkan kita memukul anak tersebut (atau mengukum dengan hukuman seperlunya) ketika iIa telah berusia 10 tahun namun meninggalkan sholat. maka ia juga akan mencintai dan memperlakukan kita sebagai raja dan ratunya. Melakukan sholat wajib 5 waktu 2. Usia 7-14 tahun adalah usia yang tepat bagi seorang anak bagi seorang anak untuk diberika hak dan kewajiban tertentu. Karena jika kita mencintai dan memperlakukannya sebagai raja. Menjaga pergaulan dengan lawan jenis 4. perhatian dan bertanggung jawab. Maka ketika kita selalu berusaha sekuat tenaga untuk melayani dan menyenangkan hati anak yang belum berusia tujuh tahun. Membantu pekerjaan rumah tanngga yang mudah dikerjakan oleh anak susianya 6. Namun demikian. lihatlah dikemudian hari ia akan mampu menahan emosinya ketika adik/ temannya melakukan kesalahan padanya. baik yang diwajibkan maupun yang dilarang.Saat kita berusaha keras menahan emosi di saat ia melakukan kesalahan sebesar apapun. ►ANAK SEBAGAI TAWANAN (usia 8-14 tahun) Kedudukan seorang tawanan perang dalam islam sangatlah terhormat. perlakuan pada setiap anak kerena every child is unique (setiap anak itu unik) tidak harus sama . Ia mendapatkan haknya secara proporsional. insya Allah ia akan tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan. Rasulullah SAW mulai memerintahkan seoang anak untuk sholat wajib pada usia 7 tahun. karena anak sudah bisa memahami arti dari tanggung jawab dan konsekuaensi. namun juga dikenakan berbagai larangan dan kewajiban.

Contoh pemberian tanggung jawab pada usia ini adalah seperti memintanya membimbing adik. menelaskan bahwa ia sudah remaja dan beranjak dewasa. dihormati. dengan begini kelak anak. Waktu usia 15. bertanggung jawab dan dapat diandalkan. dicintai. . Mempercayakan tanggung jawab yang lebih berat. sosial. Paling penting bagi kita para orang tua adalah kita harus dapat membangun kesadaran pada anak-anak kita bahwa pada usia setelah akil baliqh ini. Selanjutnya.anak kita dapat menjadi pribadi yang cekatan. Dengan demikian anak akan merasa penting.21 tahun ini penting bagi kita untuk memberinya tanggung jawab yang lebih beratdan lebih besar. mandiri. Ia akan merasa percaya diri dan mempunyai kepribadian yang kuat untuk selalu cenderung pada kebaikan dan menjauhi perilaku buruk. anak perlu memiliki ruang agar tidakmerasa terkekang. sehingga sangat mungkin akan ada masalah yang harus dihadapinya. Ia juga akan mengalami perubahan secara mental. atau mengatur jadwal kegiatan dan mengelola keuangannya sendiri. Perlu dikomunikasikan bahwa selain mengalami perubahan fisik. namun tetap dalam pengawasan kita.adiknya. Berbicara dari hati ke hati Inilah saat yang tepat untuk berbicara dari hati ke hati dengannya. mengerjakan beberapa pekejaan yang biasa dikerjakan oleh orang dewasa. Semoga Allah memberikan kita anak-anak yang shaleh dan berbakti. Sebagai orang tua kita sebaiknya memposisikan diri sebagai sahabat dan memberi contoh atau teladan yang baik seperti yang diajarkan oleh Ali bin Abi Thalib karomallahu wajhah. Memberi Ruang Lebih Setelah measuki usia akil Baligh. dihargai dan disayangi.►ANAK SEBAGAI SAHABAT (usia 15-21 tahun) Usia 15 tahun adalah usia umum saat anak menginjak akil baligh. Controlling tetap harus dilakukan tanpa bersikap otoriter dan tentu saja diiringi dengan berdo’a untuk kebaikan dan keselamatannya. ia sudah memiliki buku amalannya sendiri yang kelak akanditayangkan da diminta pertanggung jawabannya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. spiritual. budaya dan lingkungan.

tandai teman-teman. Sumber: FP Alhabib Quraisy Baharun . Sesungguhnya Engkau Maha pendengar doa. berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. **** Silahkan. Ali Imran: 38).” (QS. Share / bagikan sebanyak-banyaknya supaya kita semua bisa mendapat kebaikan.“Ya Rabbku.