Anda di halaman 1dari 8

ANALISIS JURNAL

Hubungan Sense of Humor dengan Stres pada Mahasiswa Baru Fakultas Psikologi
Universitas Surabaya
A. Latar Belakang
Dalam jurnal tersebut dijelaskan bahwa perbedaan proses pembelajaran antara sekolah
menengah dengan perguruan tinggi menuntut mahasiswa baru Fakultas Psikologi Universitas
Surabaya untuk melakukan adaptasi dan apabila gagal dalam proses adaptasi tersebut
mahasiswa baru dapat mengalami stres. Dimana stres merupakan suatu respon negatif yang
disebabkan oleh tekanan yang dialami. Di Fakultas Psikologi Universitas Surabaya
menerapkan sistem pendidikan KBK (Kurikulum Berbaris Kompetensi) yang diharapkan
mahasiswa baru dapat berperan aktif dalam pembelajaran di dalam perkuliahan, jadi tidak
baik dalam pengetahuan saja, namun juga baik dalam keterampilan dan perilakunya.
Sehingga, mahasiswa baru harus dapat beradaptasi dengan benar agar tidak menimbulkan
stres.
Sense of Humor atau rasa humor merupakan salah satu cara yang berguna untuk
menghilangkan berbagai macam penyakit yang diderita manusia. Khususnya, penyakit yang
berkaitan dengan kejiwaan, seperti stres. Dimana sense of humor merupakan suatu
kemampuan untuk melihat sisi yang lebih menghibur terhadap suatu kejadian.
Oleh karena itu, dalam jurnal tersebut dibahas mengenai penelitian terhadap hubungan
antara sense of humor dengan stres yang dialami oleh mahasiswa baru Fakultas Psikologi
Universitas Surabaya
B. Teori yang digunakan dalam Penelitian
Dalam jurnal tersebut, dijelaskan bahwa individu yang mengalami stres memiliki empat
gejala, yaitu:
1. Gejala fisikal yaitu gejala stres yang berkaitan dengan kondisi dan fungsi fisik atau
tubuh dari seseorang.
 Sakit kepala/pusing/pening.
 Tidur tidak teratur/Insomnia.
 Berubah selera makan.
 Mudah lelah/kehilangan daya energi.

hasil dari respon terhadap stres yang bersifat tidak sehat. kemampuan adaptasi. penurunan. hasil dari respon terhadap stres yang bersifat sehat.  Sering merasa jenuh/bosan.Kes.  Daya ingat menurun/mudah lupa. yang diasosiasikan dengan keadaan sakit. fleksibilitas. Juga dijelaskan mengenai jenis stres yang dibagi menjadi dua macam yaitu distress dan eustress. dan kematian.  Gejala intelektual yaitu gejala stres yang berkaitan dengan pola pikir seseorang. dan destruktif (bersifat merusak).  Memusuhi orang lain. “stres adalah respons manusia yang bersifat nonspesifik terhadap setiap tuntutan kebutuhan yang ada dalam dirinya” (Pusdikes. distress merupakan jenis stres negatif yang sifatnya mengganggu individu yang mengalaminya.  Percaya diri menurun. Gejala interpersonal yaitu gejala stres yang mempengaruhi hubungan dengan orang lain (baik di dalam maupun di luar rumah).  Kehilangan kepercayaan pada orang lain.  Susah berkonsentrasi atau memusatkan pikiran. positif.  Mudah menyalahkan orang lain. Dimana. Menurut Hans Selye. . negatif. Eustress merupakan jenis stres yang sifatnya positif atau membangun.  Mudah panas/mudah emosi.  Produktivitas/prestasi kerja menurun.  Jantung berdebar. 2.1989). Gejala emosional yaitu gejala stres yang berkaitan dengan keadaan psikis dan/atau mental seseorang. dan tingkat performance yang tinggi  Pengertian Stres 1. 1.  Telapak tangan berkeringat. Otot dan urat tegang pada leher dan bahu.  Sakit perut.  Gelisah atau cemas. dan konstruktif (bersifat membangun). Hal tersebut termasuk kesejahteraan individu dan juga organisasi yang diasosiasikan dengan pertumbuhan. Hal tersebut termasuk konsekuensi individu dan juga organisasi seperti penyakit kardiovaskular dan tingkat ketidakhadiran (absenteeism) yang tinggi.  Terlalu peka dan mudah tersinggung.

2. dapat disimpulkan bahwa stres merupakan suatu respon negatif yang disebabkan oleh tekanan yang dialami yang dapat mengganggu keseimbangan mental seseorang.  Penyebab Stres Timbulnya stres pada seseorang diawali dengan adanya stimuli yang mengawali atau mencetuskan perubahan yang disebut dengan stressor. 5. maka dapat diambil kesimpulan bahwa stres akademik adalah suatu kondisi atau keadaan dimana terjadi ketidaksesuaian antara tuntutan lingkungan .1987). pengalaman dan kondisi lain yang mempengaruhi. perkembangan spiritual atau kebutuhan kulturan (Potter & Perry.1999). lingkungan. 3. ketegangan emosi dan lain-lain. kondisi fisik. konstitusi tubuh. 2007). Menurut Vincent Cornelli. yang menimbulkan suatu ketegangan dalam diri seseorang (Soeharto Heerdjan. herediter. perkembangan kepribadian. 6. sebagaimana dikutip oleh Grant Brect (2000) bahwa yang dimaksud stres adalah gangguan pada tubuh dan pikiran yang disebabkan oleh perubahan dan tuntutan kehidupan. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya stress diantaranya: 1.1997). stres akademik yang dialami siswa/mahasiswa merupakan hasil persepsi yang subjektif terhadap adanya ketidaksesuaian antara tuntutan lingkungan dengan sumber daya aktual yang dimiliki siswa/mahasiswa. perubahan. Faktor biologis. “Stres adalah reaksi atau respons tubuh terhadap stressor psikososial.2. neurofsiologik dan neurohormonal. Berdasarkan berbagai definisi di atas. Jadi. Secara umum yang dimaksud stres adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang dapat menimbulkan tekanan. yang dipengaruhi baik oleh lingkungan maupun penampilan individu didalam lingkungan tersebut. Stres adalah segala masalah atau tuntutan penyesuaian diri dan karena itu sesuatu yang dapat mengganggu keseimbangan kita (Maramis. Stressor menunjukan suatu kebutuhan yang tidak terpenuhi dan kebutuhan tersebut bisa saja kebutuhan fisiologis psikologis sosial. Stres adalah suatu kekuatan yang mendesak atau mencekam.  Stres Akademik Stres akademik adalah stres yang muncul karena adanya tekanan-tekanan untuk menunjukkan prestasi dan keunggulan dalam kondisi persaingan akademik yang semakin meningkat sehingga mereka semakin terbebani oleh berbagai tekanan dan tuntutan (Alvin. tekanan mental atau beban kehidupan” (Dadang2001). Faktor sosio kultural. Menurut Gusniarti (2002). 4.

Siswa/mahasiswa tersebut merasa sangat stres terhadap tugas mereka. Telapak tangan mereka berkeringat.dengan sumber daya aktual yang dimiliki siswa/mahasiswa sehingga mereka semakin terbebani oleh berbagai tekanan dan tuntutan.  Sense of Humor Dijelaskan dalam jurnal tersebut bahwa sense of humor merupakan sebuah kemampuan seseorang atau individu untuk melihat suatu sisi yang lebih ringan dan lebih lucu dalam kehidupannya. Sense of humor memiliki empat dimensi meliputi: 1. Selanjutnya. Mampu menciptakan sesuatu yang lucu. menulis. Ujian. Prokrastinasi Beberapa pembimbing menganggap bahwa siswa/mahasiswa yang melakukan prokrastinasi menunjukkan ketidakpedulian terhadap tugas mereka.  Mampu mengatakan sesuatu yang lucu. . 2. dan jantung berdegup kencang. atau kecemasan berbicara di depan umum. Standar akademik yang tinggi Stres akademik terjadi karena siswa/mahasiswa ingin menjadi yang terbaik di sekolah mereka dan pembimbing memiliki harapan yang besar terhadap mereka. Hal ini tentu saja membuat siswa/mahasiswa merasa tertekan untuk sukses di level yang lebih tinggi. Beberapa siswa/mahasiswa merasa stres sebelum ujian atau menulis sesuatu ketika mereka tidak bisa mengingat apa yang mereka pelajari. 3. Salah satu cara untuk menghilangkan stres yaitu dengan humor. standar akademik yang tinggi. tetapi ternyata banyak siswa/mahasiswa yang peduli dan tidak dapat melakukan itu secara bersamaan. menulis. atau kecemasan berbicara di depan umum. Olejnik dan Holschuh (2007) menyatakan sumber stres akademik atau stresor akademik yang umum antara lain: 1. Mereka merasa sakit kepala atau merasa dingin ketika dalam situasi ujian. Humor Production yaitu kemampuan seseorang untuk melalukam sesuatu yang lucu  dan/atau membuat sesuatu di sekitarnya menjadi lucu. prokrastinasi. Biasanya siswa/mahasiswa ini tidak bisa melakukan yang terbaik karena mereka terlalu cemas ketika merefleksikan apa yang telah di pelajari. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa stresor akademik yang umum antara lain: ujian.

 Mampu memahami sesuatu yang lucu. bila dipandang orang yang ditemui itu cocok sebagai sumber data. Berinisiatif atau memiliki prakarsa membuat sesuatu yang lucu. Selanjutnya angket menurut Suharsimi Arikunto. 2.  Mau menikmati humor. 4.  Mampu menggunakan humor untuk suatu tujuan sosial. Angket merupakan daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain dengan maksud agar orang yang diberikan tersebut bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna. Humor Appreciation yaitu perasaan dalam diri seseorang yang mau menghargai setiap  kelucuan yang ada disekitarnya. Angket terbuka yaitu angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden dapat memberikan isian sesuai dengan kehendak dan keadaannya.  Menyenangi humor dan orang-orang humoris. Mau mengahargai humor. yakni siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel. . Kemudian.  Mampu menggunakan humor untuk meredakan ketegangan. Coping Humor yaitu kemampuan seseorang untuk meredamkan ketegangan dalam dirinya dengan menggunakan humor sebagai sarana. yaitu data yang diperoleh melalui kegiatan penelitian langsung ke lokasi penelitian (field resarch) untuk mencari data-data yang lengkap dan berkaitan dengan masalah yang diteliti. Pengumpulan data secara angket termasuk dalam pengumpulan data primer. C. dapat dibedakan menjadi: 1.  Mampu menggunakan humor untuk penyelesaian masalah. 3. Angket terbuka dipergunakan apabila peneliti belum dapat memperkirakan atau menduga kemungkinan alternatif jawaban yang ada pada responden. Metode Penelitian Dalam jurnal tersebut penelitian menggunakan teknik Sampling Accident yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan. Humor Tolerance yaitu sikap seseorang dalam menyikapi humor disekelilingnya. teknik pengumpulan data melalui angket terbuka dan angket tertutup.  Perasaan tidak takut jadi bahan tertawaan.  Mau mendekati objek yang membuat tertawa.

Adanya hubungan antara tingkat stres dengan sense of humor yaitu semakin tinggi sense humornya maka semakin rendah tingkat stres yang dialami oleh seseorang tersebut dan sebaliknya. apakah mereka gampang tertawa dan member lelucon atau hanya diam dan tidak melakukan apapun. Bagi penulis. E. Jadi. Jenis penelitian dalam jurnal tersebut merupakan uji korelasi untuk menguji hubungan antara independent variabel (sense of humor) dengan dependent variabel (stres). Kesimpulan dan Saran Berdasarkan uraian hasil dan pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan. Berdasarkan uraian hasil dan pembahasan diatas dapat diambil saran. masyarakat juga dapat mengetahui apakah orang lain sedang stress atau tidak dengan melihat tingkah laku mereka. Bagi mahasiswa baru Fakultas Psikologi Universitas Surabaya. Penilitian dilakukan pada mahasiswa baru Fakultas Psikologi Universitas Surabaya angkatan 2013 yang dari SMA langsung melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Tingkat stres yang diperoleh dari mahasiswa baru Fakultas Psikologi Universitas Surabaya angkatan 2013 yaitu rendah dan sedang 3. Selain itu. harus lebih pandai beradaptasi dengan pembelajaran pada tingkat perguruan tinggi agar tidak menimbulkan stres. 2. harus lebih memperbanyak penilitian tentang stres dengan memperbanyak faktor-faktor yang diteliti sebagai penyebab maupun penghilang stres tersebut. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini terhadap masyarakat adalah agar masyarakat mengetahui bahwa sense of humor dan stress itu berbanding terbalik dan dapat mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari. . 4. Angket tertutup yaitu angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden tinggal memberikan tanda centang () pada kolom atau tempat yang sesuai. D.2. yaitu: 1. Sense of Humor dari mahasiswa baru Fakultas Psikologi Universitas Surabaya angkatan 2013 yaitu sangat tinggi. jika masyarakat merasa stress maka sebaiknya mereka menghibur diri dengan hal-hal yang mereka sukai dan dianggap lucu. 2. yaitu: 1.

TUGAS PSIUM II ANALISIS JURNAL Hubungan Sense of Humor dengan Stres pada Mahasiswa Baru Fakultas Psikologi Universitas Surabaya OLEH : KELOMPOK 12 MAGHFIRA ASSYIFA A A 1510321001 SALSABILA AURITA 1510321014 INDAH FANNY F 1510322006 IRA WAHYUNI .

1510322011 PRODI PSIKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS 2015/2016 .