Anda di halaman 1dari 11

EKSTRAK RUMPUT LAUT

(Kappaphycus alvarezii)
SEBAGAI CROSS LINKING
AGENT PADA
PEMBENTUKAN EDIBLE
FILM GELATIN KULIT IKAN
NILA HITAM (Oreochromis
mossambicus)

Kelompok 8 • • • • • • • Dhimas Ridwan Thoyibi (1411105003) Dyta Aprida Cendy (1411105007) Meysi Andriani (1411105009) Ni Kadek Ayu Anggarawati (1411105010) Norma Yunita (1411105012) I Made Dwi Purnama Rianta (1411105016) I Gusti Putu Bhuana Aristya Putra (1411105020) • Sari Risnauli S (141110502 ) • Ni Made Inten Kusuma Dewi (1411105039) .

Edible Film dan Kelebihannya 3. Permasalahan Pembuatan Edible Film 4. Solusi yang Diajukan .Pendahuluan 1. Perkembangan teknologi pengemasan saat ini 2.

Ekstraksi Gelatin Kulit Nila (Buatin diagram alir) 3. Ekstraksi Rumput Laut Nila (Buatin diagram alir) 4. Analisis Statistik .METODE PENELITIAN 1. Alat dan Bahan 2. Pembuatan Edible Film Nila (Buatin diagram alir) 5.

• HASIL PENELITIAN .

.

Elongation at break edible fil .Gambar 2.

Gambar 3. Water vapor permeability .

FTIR edible film gelatin.alvarezii teroksidasi) dan (B) 8% gelatin w/v. dan 0% v/w ekstrak K.Gambar 4. . (A) 8% gelatin w/v.

Gambar 5. dan 2% v/w ekstrak rumput laut teroksidasi) . dan 0% v/w ekstrak rumput laut teroksidasi). A: G4E0 (8% gelatin w/v. dan B: G4E1 (8% gelatin w/v. Mikrostruktur penampang melintang edible film (SEM) dengan perbesaran 1000x .

FTIR dan pengamatan SEM pada pembentukan edible film dari gelatin kulit nila hitam (Oreochromis mossambicus. elongation at break yang semakin tinggi. Ekstrak rumput laut yang dioksidasi menyebabkan terjadinya konversi senyawa fenol menjadi quinone dan mampu berfungsi sebagai cross linking agent yang ditunjukkan oleh perubahan nilai-nilai TS. EAB. •Nilai water vapor permeability mengalami penurunan. . WVP. Pengamatan mikrostruktur mununjukkan struktur yang lebih kompak.KESIMPULAN Pengaruh penambahan konsentrasi ekstrak rumput laut (Kappaphycus alvarezii) teroksidasi pada masing-masing perlakuan berat gelatin •Nilai pada tensile strenght.