Anda di halaman 1dari 10

Pemeliharaan Kesehatan untuk Mencegah Komplikasi

Bayi dengan sickle cell disease (SCD) harus dirujuk ke dokter yang
memiliki pengalaman merawat orang dengan penyakit ini. Bisa
dokter hematologi (dokter dengan pelatihan khusus pada penyakit
darah) atau dokter anak yang berpengalaman, internis, atau dokter
keluarga.
Untuk bayi, kunjungan SCD pertama harus dilakukan sebelum usia
8 minggu.
Jika seseorang lahir di suatu negara yang tidak melakukan
screening SCD pada bayi yang baru lahir, ia mungkin akan
didiagnosis dengan SCD di masa kanak-kanak nanti. Orang-orang
dengan kasus seperti ini juga harus sesegera mungkin
mendapatkan perawatan SCD khusus.
Semua penderita SCD harus rutin melakukan kontrol secara teratur.
Yaitu setiap 3 sampai 12 bulan sekali, tergantung pada usia
penderita. Sang dokter atau tim nya dapat membantu mencegah
masalah dengan:


Memeriksa pasien
Memberikan obat dan imunisasi
Melakukan tes
• Memberi edukasi kepada keluarga tentang penyakit ini dan apa
yang harus diperhatikan.

Infection Pencegahan Infeksi
Pada penderita SCD, limpa tidak bekerja dengan baik atau bahkan
tidak bekerja sama sekali. Masalah ini membuat penderita SCD
lebih rentan untuk terserang infeksi berat.

Penisilin
Pada anak-anak dengan SCD, penggunaan penisilin dua kali sehari
telah terbukti mengurangi kemungkinan terserang infeksi berat
yang disebabkan oleh bakteri pneumococcus. Untuk bayi yang
digunakan adalah penisilin cair. Anak dengan usia yang lebih tua
bisa menggunakan penisilin tablet.
Kebanyakan dokter akan berhenti meresepkan penisilin setelah
seorang anak mencapai usia 5 tahun. Beberapa memilih untuk
melanjutkan antibiotik ini sepanjang hidup, terutama jika seseorang
memiliki hemoglobin SS atau hemoglobin Sβ0 talasemia, karena
orang dengan SCD masih beresiko. Orang yang telah menjalani
operasi pengangkatan limpa yang disebut splenektomi, atau orang

sebagian besar para dokter akan menyarankan penderita untuk meminum banyak cairan dan mengonsumsi obat non-steroidal anti-inflammatory (NSAID). Mereka juga harus menerima vaksin tambahan untuk mencegah infeksi lainnya.yang pernah terinfeksi pneumococcus harus tetap memakai penisilin sepanjang hidup. Mereka kemudian harus menerima PPSV23 jika mereka belum menerima atau sudah lebih dari 5 tahun sejak mereka menerima vaksin PCV13. Ketika krisis akut baru saja mulai. banyak penderita menyadari bahwa . Influenza. Meskipun semua anak secara rutin menerima vaksin pneumococcus (PCV13). Penyedia layanan di tim SCD biasanya membantu penderita mengembangkan penulisan. Pengobatan Beberapa Komplikasi dari Penyakit Akut Sickle Cell Setiap orang dengan SCD seharusnya mendapat program pengobatan perawatan di rumah yang merupakan paling cocok dengan yang mereka butuhkan. 6. Seorang anak penderita SCD harus menerima vaksin Meningococcus (Menactra atau Menveo) pada usia 2. Semua penderita SCD harus mendapatkan vaksi influenza setiap tahun pada awal musim flu. seperti ibuprofen. Orang dewasa dengan SCD yang belum menerima vaksin pneumococcus harus mendapatkan vaksin PCV13. • • Pneumococcus. kemudian setiap 5 tahun dan seterusnya. Hanya vaksin yang telah dilemahkan yang bisa digunakan oleh penderita SCD. dan 12-15 bulan. 4. rencana perawatan yang disesuaikan. penderita SCD sebaiknya membawa rencana pengobatan ketika mereka datang ke ruang gawat darurat. • Meningococcus. Apabila sakit terus berlangsung. Vaksin kedua ini diberikan setelah usia 24 bulan dan diberikan lagi 5 tahun kemudian. anak harus menerima penguat vaksin 3 tahun setelahnya. Setelah vaksin-vaksin tersebut. acetaminophen lebih sering disarankan. Semua penderita SCD harus mengikuti panduan ini bahkan jika ia masih menggunakan penisilin. anak-anak dengan SCD juga harus menerima vaksin jenis kedua terhadap pneumococcus (PPSV23). Immunisasi Penderita SCD harus menerima semua vaksin anak yang dianjurkan. Hal ini harus dimulai sejak usia 6 bulan. Apabila memungkinkan. Tetapi ketika penderita memiliki masalah pada ginjal.

atau bantalan pemanas. . seperti pemijatan. tetapi penyebabnya sering kurang dipahami. dokter mungkin meresepkan tambahan obat nyeri untuk terapi singkat. Nyeri Kronis Terkadang nyeri kronis hasil dari suatu komplikasi. seperti opiates Cara yang lain yaitu dengan pijatan. hydroxyurea ditemukan dapat mengurangi jumlah dan tingkat keparahan episode nyeri. Berikut beberapa contoh dari obat tersebut:      Obat NSAID. Penderita sering harus dirawat di rumah sakit untuk mendapat kontrol penuh pada krisis nyeri akut. Apabila penderita SCD tidak dapat mengontrol nyeri saat di rumah. Mengombinasi intervensi tambahan. Kondisi ini dapat mengancam nyawa dan penderita membutuhkan pengamatan serta perawatan di rumah sakit. seperti ulkus kaki atau nekrosis aseptic pada pinggul. Penderita juga membutuhkan transfusi darah. Pada kasus ini. metode relaksasi. juga mungkin bisa membantu. Ketika dikonsumsi setiap hari. Dalam kasus ini. Nyeri kronis seringkali menimbulkan depresi dan rasa gelisah. sebaiknya penderita pergi ke rumah sakit/unit rawat jalan atau ruang gawat darurat untuk menerima tambahan obat yang lebih kuat dan cairan intravenous (IV). Mengonsumsi obat nyeri setiap hari mungkin bisa membantu mengurangi sakit. Konseling yang memotivasi dan obat antidepressant juga bisa menjadi alternative. para dokter mencoba untuk merawat komplikasi penyebab nyeri. terapi panas. Beberapa penderita mungkin bisa kembali ke rumah saat nyerinya sudah dalam kondisi lebih baik. Anemia Parah Penderita harus segera mengunjungi dokternya atau pergi ke rumah sakit apabila muncul gejala anemia parah dari krisis penyerapan limpa atau krisis aplastik. Sementara nyeri kronis sudah umum pada penderita SCD. seperti ibuprofen Duloxetine Gabapetin Amitriotyline Obat penghilang rasa nyeri. atau akupuntur.mereka membutuhkan obat yang lebih kuat.

.Infeksi Orang dengan SCD dan gejala acute chest syndrome harus segera menemui dokter atau pergi ke rumah sakit. hydroxyurea telah terbukti mengurangi jumlah dan tingkat keparahan rasa sakit acute chest syndrome. Prosedur ini menghilangkan sejumlah darah penderita secara perlahan dan menggantinya dengan darah dari pendonor yang tidak memiliki sickle cell. ia harus pergi ke rumah sakit untuk diperiksa oleh ahli hematologi dan urologi. the person may need to receive monthly transfusions or other treatments to help to prevent another stroke. Mereka mungkin juga memerlukan terapi oksigen dan transfusi darah. Orang dengan SCD yang memiliki gejala stroke harus segera dibawa ke rumah sakit dengan ambulans. Ketika diminum secara teratur. This procedure involves slowly removing an amount of the person’s blood and replacing it with blood from a donor who does not have SCD or sickle cell trait. orang tersebut akan memerlukan transfusi darah bulanan atau perawatan lain untuk mencegah kambuhnya stroke. Mereka perlu dirawat di rumah sakit di mana mereka harus menerima antibiotik dan pemantauan ketat. he or she may need an exchange transfusion. Priapism Terkadang. Afterward. Studi mengungkapkan bahwa jika seseorang memiliki riwayat stroke akut. If a person is having symptoms of stroke. Stroke Klinis People with SCD who have symptoms of stroke should be brought to the hospital right away by an ambulance. someone should call 9-1-1. ia membutuhkan transfusi darah. If imaging studies reveal that the person has had an acute stroke. Setelah itu. seseorang dapat mengurangi priapism dengan cara: • • • • Mengosongkan kandung kemih dengan cara buang air kecil Meminum obat Meningkatkan asupan cairan Melakukan olahraga ringan Jika seseorang memiliki episode yang berlangsung selama 4 jam atau lebih.

seperti anemia akut atau peristiwa acute chest syndrome. Wanita hamil dengan SCD memiliki risiko yang besar. Obat ini digunakan untuk studi pada pasien dengan SCD karena diketahui dapat meningkatkan jumlah fetal hemoglobin (hemoglobin F) dalam darah. Dokter kandungan harus bekerja sama dengan ahli hematologi atau dokter primer yang memiliki pengetahuan tentang SCD dan komplikasinya. A pregnant woman with SCD may need to have one or more blood transfusions during her pregnancy to treat complications.Kehamilan Pregnant women with SCD are at greater risk for problems. or OB. The obstetrician should work with a hematologist or primary medical doctor who is well informed about SCD and its complications. Mereka harus rutin melakukan kontrol ke dokter kandungan yang memiliki pengalaman dengan SCD dan kehamilan risiko tinggi. Peningkatan hemoglobin F memberikan beberapa . The doctor may prescribe certain vitamins and will be careful to prescribe pain medicines that are safe for the baby. such as worsening anemia or an increased number of pain or acute chest syndrome events. Wanita hamil penderita SCD perlu melakukan satu kali bahkan lebih transfusi darah selama masa kehamilannya untuk mengobati komplikasi yang terjadi. Pregnant women with SCD need more frequent medical visits so that their doctors can follow them closely. Dokter akan meresepkan vitamin tertentu dan meresepkan obat anti nyeri yang aman untuk bayi. who has experience with SCD and high-risk pregnancies and deliveries. Hydroxyurea Apa itu Hydroxyurea? Hydroxyurea adalah obat oral yang telah terbukti mengurangi atau mencegah beberapa komplikasi sickle cell disease. They should always see an obstetrician. Wanita hamil dengan SCD perlu lebih sering kunjungan medis sehingga dokter mereka dapat mengikuti perkembangannya.

Sebuah studi dari anak-anak yang berusia antara 9 sampai 18 bulan dengan hemoglobin SS atau hemoglobin Sβ thalassemia juga menunjukkan bahwa hydroxyurea menurunkan jumlah episode nyeri dan dactylitis. Pregnant women should not use hydroxyurea. Hal ini juga meningkatkan anemia dan mengurangi kebutuhan transfusi dan perawatan di rumah sakit. most experts recommend that children and adults with hemoglobin SS or Sβ0 thalassemia who have frequent painful episodes. even if they do not have severe clinical problems. Some experts offer hydroxyurea to all infants over 9 months of age and young children with hemoglobin SS or Sβ0 thalassemia. There is no information about how safe or effective hydroxyurea is in children under 9 months of age. recurrent pain. Siapa saja yang bisa menggunakan Hydroxyurea Since hydroxyurea can decrease several complications of SCD. Some experts will prescribe hydroxyurea to people with other types of SCD who have severe.perlindungan terhadap efek dari hemoglobin S. seperti mengurangi peradangan. • • Penggunaan pada orang dewasa Banyak studi tentang orang dewasa dengan hemoglobin SS atau hemoglobin Sβ thalassemia menunjukkan bahwa hydroxyurea mengurangi jumlah episode rasa nyeri dan acute chest syndrome. banyak ahli merekomendasikan bahwa anakanak dan orang dewasa dengan hemoglobin SS atau Sβ0 talasemia yang sering mengalami episode menyakitkan. There is little information available about how effective hydroxyurea is for these types of SCD. people with SCD should discuss with their doctors whether or not hydroxyurea is an appropriate medication for them. Hydroxyurea juga terbukti memiliki manfaat lain untuk penderita SCD. Penggunaan pada anak-anak Studies in children with severe hemoglobin SS or Sβ thalassemia showed that hydroxyurea reduced the number of vaso-occlusive crises and hospitalizations. to prevent or reduce the chance of complications. or severe anemia take hydroxyurea daily. atau anemia akut untuk mengkonsumsi hydroxyurea . Studi pada anak dengan hemoglobin SS parah atau Sβ thalassemia menunjukkan bahwa hydroxyurea mengurangi jumlah krisis vaso-occlusive dan rawat inap. A study of very young children (between the ages of 9 and 18 months) with hemoglobin SS or hemoglobin Sβ thalassemia also showed that hydroxyurea decreased the number of episodes of pain and dactylitis. recurrent chest crises. In all situations. Sejak hydroxyurea terbukti dapat menurunkan beberapa komplikasi dari sickle cell disease. nyeri pada dada berulang.

Tidak ada informasi tentang cara aman atau efektif dalam penggunaan hydroxyurea pada anak di bawah usia 9 bulan. Beberapa ahli menganjurkan hydroxyurea untuk semua bayi yang berusia lebih dari 9 bulan dan anak-anak dengan hemoglobin SS atau Sβ0 talasemia. Wanita hamil tidak dianjurkan menggunakan hydroxyurea. bahkan tidak akan bekerja sama sekali. Risiko penggunaan hydroxyurea Hydroxyurea dapat menyebabkan jumlah sel darah putih atau trombosit menurun. Dalam kasus yang jarang terjadi. hydroxyurea harus diminum setiap hari dengan dosis yang ditentukan.secara teratur. Transfusi sel darah merah Transfusi sel darah merah akut dan kronis dapat dilakukan untuk . obat ini tidak akan bekerja dengan baik. Penderita SCD yang mengonsumsi hydroxyurea perlu dipantau secara hati-hati. penderita SCD harus membicarakan dengan dokter mereka apakah hydroxyurea adalah obat yang tepat untuk mereka. Terutama pada minggu-minggu awal penggunaan obat. Dalam segala situasi. Studi sejauh ini menunjukkan bahwa hydroxyurea tidak memiliki risiko tinggi seperti kanker dan tidak mempengaruhi pertumbuhan pada anak-anak. hal ini dilakukan untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi. Ketika penderita tidak mengonsumsinya secara teratur. hydroxyurea dapat memperburuk anemia. Ketika orang ini ingin kembali menggunakan hydroxyurea. Bagaimana cara penggunaan hydroxyurea? Agar dapat bekerja dengan baik. Namun masih diperlukan penelitian lebih lanjut. Pemantauan dilakukan dengan cara tes darah dan dosis penyesuaian berkala. dokter biasanya akan meresepkan dosis yang lebih rendah. Masih belum jelas apakah hydroxyurea dapat menyebabkan masalah di kemudian hari pada penderita SCD yang mengonsumsinya selama bertahun-tahun. bahkan jika mereka tidak memiliki masalah klinis yang parah. Efek samping ini biasanya hilang dengan cepat jika seseorang berhenti meminumnya.

dokter akan memberikan terapi chelation serta obat untuk mengurangi jumlah zat besi dalam tubuh dan masalah yang disebabkan. Penderita SCD memiliki stem sel yang memproduksi sel darah merah yang dapat berbentuk sickle. Sel-sel ini bertahan lebih lama dalam sirkulasi darah. Hematopoietic Stem Cell Transplantation Saat ini. sel darah putih. terutama pada orang yang menerima transfusi kronis (dapat merusak jantung dan fungsi paru-paru) Infeksi Penderita SCD yang menjalani transfusi harus rutin dipantau dan harus menerima imunisasi hepatitis. mereka juga harus menerima pemeriksaan rutin untuk kelebihan zat besi. Transfusi membantu meningkatkan jumlah sel darah merah dan menyediakan sel darah merah normal yang lebih fleksibel daripada sel darah merah dengan hemoglobin sabit. Apa itu stem sel Stem sel adalah sel spesial yang dapat membelah secara terusmenerus. Sel-sel darah merah yang ditransfusikan memiliki hemoglobin normal di dalamnya. Transfusi sel darah merah mengurangi vaso-oklusi (penyumbatan di pembuluh darah) dan meningkatkan pengiriman oksigen ke jaringan dan organ. stem sel diambil dari sumsum tulang atau darah dari . Apabila seseorang mengalami kelebihan zat besi. Risiko Terapi Transfusi Kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi: • • • Hemolisis Kelebihan zat besi. sel-sel ini dapat berlanjut menjadi sel darah merah. Stem sel yang digunakan pada HSCT Pada HSCT. atau trombosit. Sedangkan orang normal mempunyai stem sel memproduksi sel darah merah yang tidak berbentuk sickle.mengobati dan mencegah komplikasi SCD tertentu. Kemudian setelah membelah. Selain itu. Penderita SCD sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mereka tentang prosedur ini. hematopoietic stem cell transplantation (HSCT) adalah satu-satunya penyembuhan untuk sickle cell disease.

Karena antigen ini diwariskan dari orang tua. Saat ini. dan secara bertahap akan menggantikan sel-sel penerima. itulah sebabnya kebanyakan transplantasi dilakukan pada anak-anak. Hal ini dikarenakan transplantasi yang paling aman dan paling berpotensi untuk sukses menggunakan sel induk yang cocok untuk protein khusus yang disebut antigen HLA. Pendonor biasanya adalah saudara kandung dari penderita. tem cell diambil dari pendonor. Which People Receive HSCT? Saat ini. . Walaupun memiliki tingkat kesuksesan yang itnggu. Meskipun pendonor mungkin memiliki sifat sickle cell. dan rasa nyeri yang berulang.orang yang tidak memiliki sickle cell disease (donor). di masa depan akan ada lebih banyak orang dengan SCD yang dapat menerima transplantasi menggunakan metode baru. penderita SCD (penerima) diberi obat yang merusak atau mengurangi stem cell pada sumsum tulangnya sendiri. Stem cell kemudian disuntikkan ke pembuluh darah penderita SCD. Setelah itu. maka saudara kandung adalah orang yang paling mungkin untuk memiliki antigen yang sama dengan penderita SCD. Hanya sekitar 1 dari 10 anak dengan sickle cell disease yang memiliki donor yang cocok tanpa SCD dalam keluarga mereka. Risiko HSCT HSCT yang dilakukan pada anak-anak dengan donor yang cocok memiliki tingkat kesuksesan sebesar 85%. acute chest syndrome. tidak banyak orang dengan SCD yang dapat melakukan transplantasi. Apa yang terjadi saat HSCT? Pertama. Transplantasi ini harus menggunakan donor yang cocok. Sel-sel yang disuntikkan akan membuat rumah di sumsum tulang penerima. kebayakan tranplantasi SCD dilakukan pada anak-anak yang mengalami komplikasi seperti stroke. Mudah-mudahan. HSCT lebih berisiko pada orang dewasa. Stem cell yang baru akan membuat sel darah merah yang tidak berbentuk sickle. HSCT masih memiliki risiko. beberapa pusat medis sedang meneliti teknik HSCT baru pada anak-anak dan orang dewasa yang tidak memiliki donor yang cocok dalam keluarga mereka atau lebih tua dari kebanyakan usia penerima.

Sudah ada obat-obatan yang diberikan untuk mencegah komplikasi.nih. tetapi masih ada kemungkinan komplikasi dapat terjadi. kejang.Risiko HSCT dapat berupa komplikasi salah satunya yaitu infeksi berat.gov/health/healthtopics/topics/sca/treatment#chronic .nhlbi. Sekitar 5 persen dari orang yang menerima tindakan HSCT tewas. dan masalah klinis lainnya. Referensi: http://www. Terkadang sel hasil transplantasi menyerang organ penerima (penyakit graft versus host).