Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH AKUNTANSI PERPAJAKAN

“ASET TETAP”
Dosen Pengampu: Aviani Widyastuti SE., Ak., CA.,

Disusun oleh:
1. Chairunnisa Pratiwi Harahap

(201310170311266)

2. Chendaloka Cindewilis

(201310170311267)

3. Nasfiandri Fauziah

(201310170311270)

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
MALANG
2016

BAB I
PENDAHULUAN
Aset tetap sangat berarti terhadap kelayakan laporan keuangan, kesalahan
dalam menilai aktiva tetap berwujud dapat mengakibatkan kesalahan yang cukup
material karena nilai investasi yang ditanamkan pada aktiva tetap relatif besar.
Mengingat pentingnya akuntansi aset tetap dalam laporan keuangan tersebut, maka
perlakuannya harus berdasarkan pada Standar Akuntansi Keuangan (PSAK No.16).
Aset tetap tersebut dalam penyajiannya pada laporan keuangan seharusnya
membebankan biaya depresiasi yang dimiliki secara konsisten pada setiap periode
dengan menggunakan metode yang dianggap sesuai untuk diterapkan, yaitu metode
garis lurus untuk bangunan, peralatan dan inventaris, serta metode jumlah angka

Sak menggunakan istilah aset tetap tetapi dalam perpajakan tidak menggunakan istilah aset tetap. Menurut pajak. Sedangkan jumlah yang dapat disusutkan adalah jumlah tercatatnya (baik mengikuti model biaya maupun model revaluasi) dikurangi dengan nilai residu aset yang bersangkutan. Aset Tetap yang diperoleh dengan pembelian dalam bentuk siap pakai dicatat sejumlah harga beli ditambah dengan biaya – biaya yang terjadi pada saat perolehan atas konstruksi atau . jika dapat diterapkan. sedangkan apabila terdapat hubungan istimewa adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima (harga pasar wajar). Aset tetap adalah aset berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dibangun lebihh dahulu . agar diketahui nilai sisanya pada akhir periode. Penyusutan adalah alokasi sistematis jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aset selama umur manfaatnya. Dalam pasal 10 UU PPh Nomor 36 Tahun 2008 diatur bahwa harga perolehan atau harga penjualan dalam hal terjadi jual beli harta yang tidak dipengaruhi hubungan istimewa sebagaimana dimaksud dalam pasal 18 ayat (4) UU PPh adalah jumlah yang sesungguhnya dikeluarkan atau diterima. menagih. jumlah yang dapat diatribusikan ke aset pda saat pertama kali diakui sesuai dengan persyaratn tertentu dalam PSAK 16.tahun untuk kendaraan dan sarana transportasi lainnya. Dalam SAK-ETAP yang diatur oleh IAI (2009:68) aset tetap adalah aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa. dimiliki dan dipergunakan untuk mendapatkan. dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode. yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa . untuk direntalkan kepada pihak lain . sesuai dengan pasal 11 UU PPh Nomor 36 Tahun 2008. atau untuk tujuan administratif. untuk disewakan ke pihak lain. Menurut IAI (2007) dalam PSAK 16. atau untuk tujuan administratif dan diharapkan akan digunakan lebih dari satu periode. aset tetap adalah harta berwujud yang dapat disusutkan dan terletak atau berada di Indonesia. Istilah yang digunakan dalam SAK memang berbeda dengan istilah yang digunakan dalam ketentuan peraturan perpajakan. dan memelihara penghasilan yang merupakan objek pajak serta mempunyai masa manfaat lebih dari 1 tahun. . Menurut IAI (2007) dalam PSAK 16.

BAB II STANDAR AKUNTANSI (PSAK) DAN PERATURAN PERPAJAKAN .

Tahun 2014 Biaya Perolehan: Tanah Bangunan.224.398 P .413 5.BAB III KASUS PENERAPAN Pada PT.982 66. Aset tetap selain tanah diukur dengan model biaya. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi komperhensif konsolidasian.702. peralatan serta biaya lainnya yang berkaitan langsung dengan penyelesaian aset tetap.300.709.891 116. Aset tetap yang sudah tidak digunakan dijual. Akumulasi biaya tersebut akan direklasifikasi ke dalam akun aset tetap yang bersangkutan pada saat pekerjaan selesai dan aset tersebut siap untuk digunakan. dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan.197 261 20.840 17.323 12.604 5.765 114.589 318.150 2.478 23. pesawat udara dan peralatannya 20-30 tahun 8-25 tahun 4-5 tahun 4-16 tahun Aset dalam penyelesaian merupakan akumulasi dari biaya-biaya bahan. Penyusutan aset tetap selain tanah dihitung dengan metode garis lurus selama taksiran masa manfaat sebagai berikut: Bangunan.390. Biaya penambahan dan pemugaran signifikan yang menambah manfaat ekonomis masa depan aset dikapitalisasi.373.598.203 1. Gudang Garam Tanah disajikan dengan biaya perolehan dan tidak disusutkan. jalan dan jembatan Mesin dan peralatan Inventaris Kendaraan bermotor.794 5.306. jalan dan jembatan Mesin dan peralatan Inventaris Kendaraan bermotor. helicopter. helikopter. sedang laba (rugi) yang terjadi dibukukan dalam laporan laba rugi komperhensif konsolidasian.897 1.403. peswat udara dan peralatannya Aset dalam penyelesaian Saldo Awal Penambahan 394. dimana pada pengakuan awalnya diukur sebesar biaya perolehan dan selanjutnya dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai.

682 99 949 22.250) (200.493.464 17.326 P .635) (5.468 1.747 18.380) (6.852 10.555) (1.333) 14.259 5.169) (713.173) (1.690) (622.422 1. peswat udara dan peralatannya Aset dalam penyelesaian Akumulasi Penyusutan: Bangunan.544.052.217 5.482.807) (155. jalan dan jembatan Mesin dan peralatan Inventaris Kendaraan bermotor.453.846) (90. peswat udara dan peralatannya Nilai Tercatat (658.339. helikopter.788.Akumulasi Penyusutan: Bangunan.532.404.560 140.455.927 97. jalan dan jembatan Mesin dan peralatan Inventaris Kendaraan bermotor.844) (786.667) (7.871.002.389.897) (988. helikopter.421) (74.052) 10. helikopter. peswat udara dan peralatannya Nilai Tercatat Saldo Awal Penambahan 375.511.013) (141.915 Tahun 2013 Biaya Perolehan: Tanah Bangunan.147 14.963) (829.108.400.283 3.976) (163.394 1.950) (564. jalan dan jembatan Mesin dan peralatan Inventaris Kendaraan bermotor.476 (589.614.943) (8.

598.121. peswat udara dan peralatannya Prosentase penyelesaian 2014 2013 801. pencurian.603 juta).66 6 .234. Dalam tahun 2014 dan 2013.38 2 294.29 0 155.493. Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah pertanggungan asuransi ini memadai.95 4 5.93 6 46.95% 5% .982 juta (2013: Rp 14.160. Perseroan dan entitas anak menjual aset tetap tertentu sebagai berikut: 2014 Nilai tercatat Hasil penjualan bersih (31. seluruh aset tetap (diluar tanah serta bangunan dan kendaraan tertentu) dengan nilai tercatat sebesar Rp 17.47 8 5% .11 7 32.05 4 6.07 8) 46.784.198.33 3 952.56 2 22.05 2 Penyusutan dibebankan pada: Biaya Produksi Beban Usaha Per 31 Desember 2014.108.98 4 2013 (36.85 8 1.655.83 5) 42. 2014 2013 1. diasuransikan terhadap resiko kebakaran.564.75 1 5.473 juta (2013: Rp 14. bencana alam dan kecelakaan dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 18.684. penjarahan dan huru hara.29 2 109.76 2 1.95 1 1.95% Aset dalam penyelesaian pada tanggal 31 Desember 2014 diharapkan untuk selesai di tahun 2015.Aset dalam penyelesaian terdiri dari: Bangunan.210 juta).67 0 4. jalan dan jembatan Mesin dan peralatan Inventaris Kendaraan bermotor. helikopter.305.

Dalam penghitungan penyusutan ada berbagai metode yang harus digunakan baik menurut akuntansi maupun menurut fiskal atau perpajaknnya. Untuk akuntansi metode yang digunakan bisa memilih antara metode garis lurus.525 juta. .15.83 1 Per 31 Desember 2014 dan 2013. untuk direntalkan kepada pihak lain .438. atau untuk tujuan administratif. yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa.18 6 Laba penjualan aset tetap 5.005. nilai jual objek pajak untuk tanah dan bangunan yang dimiliki Perseroan dan entitas anak adalah masing-masing sebesar Rp 6. Aset Tetap yang diperoleh dengan pembelian dalam bentuk siap pakai dicatat sejumlah harga beli ditambah dengan biaya – biaya yang terjadi pada saat perolehan atas konstruksi atau . metode saldo menurun. biaya perolehan dari aset tetap yang telah disusutkan penuh tetapi masih digunakan adalah masing-masing sebesar Rp 2. BAB IV KESIMPULAN Aset tetap adalah aset berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dibangun lebih dahulu. Sedangkan untuk perpajakannya bisa menggunakan Metode garis lurus atau metode saldo menurun dan penggunaannya harus dilakukan secara taat asas. jika dapat diterapkan. atau metode Jumlah unit. jumlah yang dapat diatribusikan ke aset pda saat pertama kali diakui sesuai dengan persyaratn tertentu dalam PSAK 16. dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode.888 juta.463.442. Per 31 Desember 2014 dan 2013.931 dan Rp 2.110 dan Rp 5.

karena pengakuan akun asset tetap dalam laporan keuangan komesial perusahaan berbeda dengan pengakuan dalam laporan keuangan fiskal. .Akuntansi aset tetap pada lingkup pajak merupakan suatu hal yang sangat penting dalam sebuah perusahaan atau entitas. yang diperlukan oleh pihak fiskus. Dengan demikian adanya perkembangan dan perbaharuan UU Perpajakan semata-mata untuk mempermudah dan menyesuaikan kondisi objek dan subjek pajak sehingga meminimalisir terjadinya diskriminasi masalah penetapan tarif pajak.