Anda di halaman 1dari 38

Ayu Retno Bashirah

1102014053
1. Memahami dan Menjelaskan Anatomi Prostat
1.1 : Makroskopik

Prostat
merupakan bagian sistem reprosuksi pria yang mengelilingi uretra. kelenjarnya
berbentuk konus terbalik yang dilapisi oleh kapsul fibromuskuler, yang terletak di
sebelah inferior vesika urinaria, mengelilingi bagian proksimal uretra (uretra pars
prostatika) dan berada disebelah anterior rektum. Bentuknya sebesar buah kenari dengan
berat normal pada orang dewasa kurang lebih 20 gram, dengan jarak basis ke apex
kurang lebih 3 cm, lebar yang paling jauh 4 cm dengan tebal 2,5 cm.

Gambar 1.1.1 prostat
1

Kelenjar prostat terbagi menjadi 5 lobus, yaitu :
Lobus medius
Lobus lateralis (2 lobus)
Lobus anterior
Lobus posterior
Selama perkembangannya lobus medius, lobus anterior, lobus posterior akan
menjadi satu dan disebut lobus medius saja. Pada penampang, lobus medius kadangkadang tak tampak karena terlalu kecil dan lobus lain tampak homogen berwarna abuabu, dengan kista kecil berisi cairan seperti susu, kista ini disebut kelenjar prostat.
Mc Neal (1976) membagi kelenjar prostat dalam beberapa zona, antara lain zona
perifer, zona sentral, zona transisional, zona fibromuskuler anterior, dan zona periuretral.
Sebagian besar hiperplasia prostat terdapat pada zona transisional yang letaknya
proksimal dari sfincter eksternus di kedua sisi dari verumontanum dan di zona
periuretral. Kedua zona tersebut hanya merupakan 2% dari seluruh volume prostat.
Sedangkan pertumbuhan karsinoma prostat berasal dari zona perifer.
Prostat mempunyai kurang lebih 20 duktus yang bermuara di kanan dari
verumontanum dibagian posterior dari uretra pars prostatika. Di sebelah depan
didapatkan ligamentum pubo prostatika, di sebelah bawah ligamentum triangulare
inferior dan di sebelah belakang didapatkan fascia denonvilliers.
Fascia denonvilliers terdiri dari 2 lembar, lembar depan melekat erat dengan
prostat dan vesika seminalis, sedangkan lembar belakang melekat secara longgar dengan
fascia pelvis dan memisahkan prostat dengan rektum. Antara fascia endopelvic dan
kapsul sebenarnya dari prostat didapatkan jaringan peri prostat yang berisi pleksus
prostatovesikal.
Pada potongan melintang kelenjar prostat terdiri dari :
1. Kapsul Anatomis
Sebagai jaringan ikat yang mengandung otot polos yang membungkus kelenjar
prostat.
2. Jaringan Stroma
Terdiri dari jaringan fibrosa dan jaringan muskuler.
3. Jaringan Kelenjar
Terbagi atas 3 kelompok bagian:
a. Bagian luar disebut glandula principalis atau kelenjar prostat sebenarnya yang
menghasilkan bahan baku sekret.
b. Bagian tengah disebut kelenjar submukosa, lapisan ini disebut juga sebagai
adenomatous zone.
c. Di sekitar uretra disebut periurethral gland atau glandula mukosa yang
merupakan bagian terkecil. Bagian ini sering membesar atau mengalami
hipertrofi pada usia lanjut.
Pada BPH, kapsul pada prostat terdiri dari 3 lapis :
1. Kapsul anatomis
2

2. Kapsul chirurgicum, ini terjadi akibat terjepitnya kelenjar prostat yang sebenarnya
(outer zone) sehingga terbentuk kapsul
3. Kapsul yang terbentuk dari jaringan fibromuskuler antara bagian dalam (inner
zone) dan bagian luar (outer zone) dari kelenjar prostat
BPH sering terjadi pada lobus lateralis dan lobus medialis karena mengandung
banyak jaringan kelenjar, tetapi tidak mengalami pembesaran pada bagian posterior
daripada lobus medius (lobus posterior) yang merupakan bagian tersering terjadinya
perkembangan suatu keganasan prostat. Sedangkan lobus anterior kurang mengalami
hiperplasi karena sedikit mengandung jaringan kelenjar. (Anonim, 1997)
Secara histologis, prostat terdiri atas kelenjar-kelenjar yang dilapisi epitel thoraks
selapis dan di bagian basal terdapat juga sel-sel kuboid, sehingga keseluruhan epitel
tampak menyerupai epitel berlapis.
Vaskularisasi
Vaskularisasi kelenjar prostat yanng utama berasal dari a. vesikalis inferior
(cabang dari a. iliaca interna), a. hemoroidalis media (cabang dari a. mesenterium
inferior), dan a. pudenda interna (cabang dari a. iliaca interna). Cabang-cabang dari arteri
tersebut masuk lewat basis prostat di Vesico Prostatic Junction. Penyebaran arteri di
dalam prostat dibagi menjadi 2 kelompok , yaitu:
1. Kelompok arteri urethra, menembus kapsul di postero lateral dari vesico prostatic
junction dan memberi perdarahan pada leher buli-buli dan kelompok kelenjar
periurethral.
2. Kelompok arteri kapsule, menembus sebelah lateral dan memberi beberapa cabang
yang memvaskularisasi kelenjar bagian perifer (kelompok kelenjar paraurethral).
(A.T.K. Cockett dan K. Koshiba, 1979; Snell, 1992)
Aliran Limfe
Aliran limfe dari kelenjar prostat membentuk plexus di peri prostat yang
kemudian bersatu untuk membentuk beberapa pembuluh utama, yang menuju ke kelenjar
limfe iliaca interna , iliaca eksterna, obturatoria dan sakral. (A.T.K. Cockett dan K.
Koshiba, 1979; Snell, 1992)
Persarafan
Sekresi dan motor yang mensarafi prostat berasal dari plexus simpatikus dari
Hipogastricus dan medula sakral III-IV dari plexus sakralis. (Snell, 1992)
1.2 : Mikroskopik
Menurut konsep terbaru kelenjar prostat merupakan suatu organ campuran terdiri atas
berbagai unsur glandular dan non glandular. Telah ditemukan lima daerah/ zona tertentu yang
berbeda secara histologi maupun biologi, yaitu:
1. Zona Anterior atau Ventral
Sesuai dengan lobus anterior, tidak punya kelenjar, terdiri atas stroma fibromuskular. Zona
ini meliputi sepertiga kelenjar prostat.

3

kapsul FIBRO-elastis 5 . Lokasi terletak antara kedua duktus ejakulatorius. Zona Transisional. bulat dan biasanya terletak basal. Zona ini resisten terhadap inflamasi. lisosom dan butir lipid.stroma terdiri dari sel-sel otot polos dan jaringan ikat 3 .utama kelenjar prostat 2 . Keterangan: Diwarnai dengan hematoksilin dan eosin 1 . Zona Perifer Sesuai dengan lobus lateral dan posterior. Sitoplasma mengandung sekret yang berbutir-butir halus. yaitu kurang lebih 5% tetapi dapat melebar bersama jaringan stroma fibromuskular anterior menjadi benign prostatic hyperpiasia (BPH). Merupakan bagian terkecil dari prostat. dan kecil PROSTATE GLAND Gambar 1. Alveoli dan tubuli kelenjar sangat tidak teratur dan sangat beragam bentuk ukurannya. lamina basal kurang jelas dan epitel sangat berlipat-lipat. bulat. alveoli dan tubuli bercabang berkali-kali dan keduanya mempunyai lumen yang lebar. 4.2. Zona ini rentan terhadap inflamasi dan merupakan tempat asal karsinoma terbanyak.prostat bagian dari uretra 4 . Otot membentuk masa padat dan dibungkus oleh kapsula yang tipis dan kuat serta melekat erat pada stroma.stroma terdiri dari sel-sel otot polos dan jaringan ikat 4 . Nukleus biasanya satu.1. Kelenjar-Kelenjar Periuretra Bagian ini terdiri dan duktus-duktus kecil dan susunan sel-sel asinar abortif tersebar sepanjang segmen uretra proksimal. 5. 3. meliputi 70% massa kelenjar prostat. Saluran ini bermuara ke uretra pada kedua sisi kolikulus seminalis.2. Zona Sentralis. Nukleoli biasanya terlihat di tengah. sesuai dengan lobus tengah meliputi 25% massa glandular prostat. Prostat terdiri atas 30-50 kelenjar tubulo alveolar yang mencurahkan sekretnya ke dalam 15-25 saluran keluar yang terpisah. Zona ini bersama-sama dengan kelenjar periuretra disebut juga sebagai kelenjar preprostatik.

Sekret vagina juga bersifat asam (ph 3. enzim pembeku.Pada kelenjar prostat. Sperma tidak dapat bergerak optumal sampai 5 . Memahami dan Menjelaskan Fisiologi Fungsional Prostat Kelenjar prostat menyekresi cairan encer. akan menghambat fertilisasi sperma. Keterangan : epitel transisi dari bagian prostat dari uretra Diwarnai dengan hematoksilin dan eosin 1 . Kelenjar itu terbenam didalam stroma fibromuskular khas dengan berkas otot polos. Sifat yang sedikit basa dari cairan prostat mungkin penting untuk suatu keberhasilan fertilisasi ovum. kalsium. Meskipun epitel kelenjar umumnya selapis atau bertingkat atau bertingkat silindris dan sel-selnya pucat dibagian distal. karena cairan vas deferens relatif asam akibat adanya asam sitrat dan hasil akhir metabolisme sperma. dan profibrinolisis.epitel transisi 2 . yang mengandung ion sitrat.2003) 2. namun dapat sangat bervariasi. seperti susu. serat-serat kolagen dan elastin yang terorientasi di berbagai arah.2.2. sampai kelenjar prostat berkontraksi sejalan dengan kontraksi vas deferens sehingga cairan encer seperti susu yang dikeluarkan oleh kelenjar prostat menambah lebih banyak lagi jumlah semen. Selama pengisian. epitel ini dapat berbentuk gepeng atau kuboid tergantung pada status endokrin dan kegiatan kelenjar.tunika propria dari mukosa prostat bagian dari uretra (Eroschenko. dan ion fosfat. dan sebagai akibatnya.5 – 4). Asini yang lebih besar memiliki lumen lebar yang tidak teratur dan epitel yang bervariasi. Pada daerah tertentu. ukuran asini ini bermacam-macam. PROSTATE GLAND Gambar 1. asini sekretorisnya merupakan bagian kelenjar tubuloasinar dengan banyak cabang kecil yang tidak teratur.

Sekali kelenjar prostat terjadi. sel – sel karsinogen biasanya dirangsang untuk tumbuh lebih cepat oleh testosteron. 3. dan diambat dengan pengangkatan testis.2 : Etiologi  Teori Hormonal (Teori ketidakseimbangan Estrogen dan Testosteron Semakin tua testosteron menurun (produktivitas nya berkurang) yang menyebabkan terjadinya konversi testosteron menjadi estrogen yang dibantu oleh enzim aromatase di jaringan adiposis di daerah perifer. ↓ jumlah kematian sel prostat / apoptosis sehingga sel prostat memiliki umur lebih panjang sehingga prostat lebih besar  Teori Peptic Growth Factor (faktor pertumbuhan)  Basic transforming growth factor 6 . Pada waktu tersebut. ↑ jumlah reseptor androgen 5. Hiperplasia stroma. ↑ jumlah / konsentrasi relatif testosteron / esterogen menyebabkan produksi dan potensiasi 3.5. Kelenjar prostat secara relatif tetap kecil sepanjang masa kanak – kanak dan mulai tumbuh pada masa pubertas di bawah rangsangan testosteron.pH sekitarnya meningkat kira – kira 6 – 6. beberaoa orua kelenjarnya mulai berinvolusi. Faktor pertumbuhan lain menyebabkan terjadinya pembesaran prostat 4. obstruksi aliran kemih. yang menyebabkan kelenjar membesar dan pada sebagian kasar. sehingga testosteron diperlukan untuk inisiasi terjadinya proliferasi sel kelenjar prostat tetapi kuman ↑ sensitivitas Sel prostat terhdap rangsangan hormon androgen 2. Kelenjar ini mencapai ukuran hampir tetap pada usia 20 tahun dan tetap dalam ukuran itu sampai pada usia kira – kira 50 tahun. sehingga testosteron tidak dapat dibentuk lagi. sehingga merupakan suatu kemungkinan bahwa cairan prostat menetralkan sifat asam dari cairan lainnya setelah ejakulasi dan juga meningkatkan moyilitas dan fertilisasi sperma. Estrogen menyebabkan 1.1 : Definisi Hiperplasia prostat adalah hiperplasia kelenjar periuretral yang mendesak jaringan prostat yang arah ke perifer dan menjadi simpai bedah. bersamaan dengan oenurunan pembentukan testosteron oleh testis. Merupakan proliferasi elemen epitel dan stroma. Memahami dan Menjelaskan Benigna Prostate Hyperplasia (BPH) 3. 3.

Penyebab : usia. Faktor-faktor yang menghambat apoptosis : 1. Basic transforming B1  Basic transforming B2  Epidermal growth factor (Cunha. (Mc. Zona periferal 7 . gangguan kesehatan hormonal. sehingga jaringan periuretral dapat tumbuh lebih cepat dari jaringan sekitarnya. Mc Neal 1978 membagi prostat menjadi 3 zona yaitu : 1. 1973)  Teori Peningkatan Lama Hidup Sel-sel Prostat karena Berkurangnya Sel yang Mati Berkurangnya jumlah sel-sel prostat yang mengalami apoptosis sehingga jumlah selsel prostat meningkat dan massa menjadi positif.1987) Keadaan normal kelenjar periuretral apoptosis (mati) = sel yang baru (tumbuh) (steadystate) Sel yang baru tumbuh dari sel stem yang mempunyai kemampuan berproliferasi sangat efektif. Hormon androgen menghambat proses kematian sel 2. Zona sentral 2. Estrogen memperpanjang usia sel prostat  Teori Sel (stem cell hypothesis) (Issacs / 1984.Connel 1990)  Teori Reawakening Jaringan kembali seperti perkembangan pada masa tingkat embriologik. Dibentuk dari testosteron di dalam sel prostat yang dibantu oleh enzim 5 α reduktase dan NADPH yang diubah menjadi NADP lalu membentuk dehidrotestosteron DHT berikatan dengan reseptor anadrogen (RA) di dalam sitoplasma sel prostat lalu membentuk DHT-Reseptor Kompleks dan kemudian masuk ke dalam di inti sel dan akan mempengaruhi (RNA) setelah itu terjadi sintesis protein growth factor dan akhirnya terjadi stimulasi pertumbuhan sel (proliferasi sel). faktor pencetus lain maka sel stem tersebut berpoliferasi lebih cepat dan terjadi hiperplasia kelenjar periuretral  Teori Dihidro Testosteron (DHT) DHT : metabolit androgen penting untuk pertumbuhan sel-sel kelenjar prostat.

Tekanan pada kedua muara ureter ini dapat menimbulkan aliran balik urine dari buli-buli ke ureter atau terjadi refluks vesikoureter. terbentuknya selula. Fase penebalan otot detrusor ini disebut fase kompensasi. hidronefrosis bahkan akhirnya dapat jatuh kedalam gagal ginjal. tak terkecuali pada kedua muara ureter.3. Untuk dapat mengeluarkan urine. sakula dan divertikel bulibuli. Zona peralihan 3. Perubahan struktur buli-buli dirasakn oleh pasien sebagai keluhan pada saluran kemih sebelah bawah atau lower urinary tract simptom (LUTS) yang dahulu dikenal dengan gejalagejala prostatimus. Keadaan ini akan menyebakan peningkatan tekanan intravesikal. Untuk dapat mengeluarkan urin. Kontraksi yang terus-menerus ini menyebabkan perubahan anatomik dari buli-buli berupa hipertrofi otot detrusor. buli-buli harus berkontraksi lebih kuat guna melawan tahanan tersebut. trabekulasi. Keadaan ini dialami oleh 50% pria yang berusia 60 tahun dan kurang lebih 80% pria yang berusia 80 tahun  Di Jakarta hiperplasia prostat merupakan kelainan ke-2 tersering setelah batu saluran kemih. 3.  Pada usia lanjut beberapa pria mengalami pembesaran prostat benigna. Tekanan intravesikal yang tinggi akan diteruskan keseluruh bagian buli-buli. Kontraksi yang terus-menerus ini akan menyebabkan perubahan anatomi dari buli-buli berupa hipertrofi otot detrusor. dan divertikel buli-buli. Keadaan ini menyebabkan peningkatan tekanan intravesikal.4 : Patogenesis dan Patofisiologi Pembesaran prostat menyebabkan penyempitan uretra prostatika dan akan menghambat aliran urine. otot detrusor masuk ke dalam fase dekompensasi dan akhirnya tidak mampu lagi untuk berkontraksi sehingga terjadi retensi 8 .3 : Epidemiologi  Hiperplasia prostat merupakan penyakit pada pria tua  Jarang ditemukan sebelum usia 40 tahun. Patofisiologi benign prostate hyperplasia Pembesaran prostat menyebabkan penyempitan lumen uretra pars prostatika dan akan menghambat aliran urine. Keadaan ini jika berlangsung terus akan mengakibatkan hidroureter. trabekulasi. Perubahan struktur pada buli-buli dirasakan oleh pasien sebagai keluhan pada saluran kemih sebelah bawah atau lower urinary tract symptom (LUTS) yang dahulu dikenal dengan gejala-gejala prostatismus. terbentuknya selula. buli-buli harus berkontraksi lebih kuat guna melawan tahanan itu. Dengan semakin meningkatnya resistensi uretra. sakula.

yang juga tergantung dari beratnya obstruksi oleh komponen mekanik. Stimulasi pada alpha adrenergik reseptor akan menghasilkan kontraksi otot polos prostat ataupun kenaikan tonus.5 : Diagnosis .. 3. Gagal ginjal Pada BPH terdapat dua komponen yang berpengaruh untuk terjadinya gejala yaitu komponen mekanik dan komponen dinamik.Hidronefrosis Divertikel buli-buli .Pionefrosis Pilonefritis ↓ . bahkan akhirnya dapat jatuh ke dalam gagal ginjal. Tekanan intravesikal yang semakin tinggi akan diteruskan ke seluruh bagian buli-buli tidak terkecuali pada kedua muara ureter.Hidroureter Selula ..Manifestasi Klinis Gejala hiperplasia prostat menurut Boyarsky dkk pada tahun 1977 dibagi atas gejala obstruktif dan gejala iritatif. Komponen mekanik ini berhubungan dengan adanya pembesaran kelenjar periuretra yang akan mendesak uretra pars prostatika sehingga terjadi gangguan aliran urine (obstruksi infra vesikal) sedangkan komponen dinamik meliputi tonus otot polos prostat dan kapsulnya. Tekanan pada kedua muara ureter ini dapat menimbulkan aliran balik urin dari buli-buli ke ureter atau terjadi refluks vesico-ureter. 9 . Komponen dinamik ini tergantung dari stimulasi syaraf simpatis.urin.Refluks vesiko-ureter Trabekulasi . yang merupakan alpha adrenergik reseptor. Keadaan ini jika berlangsung terus akan mengakibatkan hidroureter. Hiperplasi prostat ↓ Penyempitan lumen uretra posterior ↓ Tekanan intravesikal ↑ ↓ Buli-buli Ginjal dan Ureter ↓     Hipertrofi otot detrusor . hidronefrosis.

Harus menunggu pada permulaan miksi (Hesistency) 2. otot polos prostat dan kapsul prostat 3. Manifestasi BOH Manifestasi klinis berupa obstruksi pada penderita hipeplasia prostat masih tergantung tiga faktor yaitu : 1.1. Kekuatan kontraksi otot detrusor 10 .5.5. Menetes pada akhir miksi (Terminal dribbling) Rasa belum puas sehabis miksi (Sensation of incomplete bladder emptying) Gambar 3. Volume kelenjar periuretral 2.Gejala obstruktif disebabkan oleh karena penyempitan uretara pars prostatika karena didesak oleh prostat yang membesar dan kegagalan otot detrusor untuk berkontraksi cukup kuat dan atau cukup lama saehingga kontraksi terputus-putus. Gejalanya ialah : 1. Pancaran miksi yang lemah (Poor stream) 3. Miksi terputus (Intermittency) 4. Elastisitas leher vesika.1. Manifestasi BPH Tabel 3.

dapat pula dilakukan dengan membuat foto post voiding pada waktu membuat IVP. Dengan pengukuran flow rate tidak dapat dibedakan antara kelemahan detrusor dengan obstruksi infravesikal. sehingga meskipun volume kelenjar periuretal sudah membesar dan elastisitas leher vesika. Sisa urin lebih dari 100 cc biasanya dianggap sebagai batas indikasi untuk melakukan intervensi pada penderita prostat hipertrofi. Nokturia 3. sedang maksimal flow menjadi 15 mm/detik atau kurang. Secara klinis derajat berat gejala prostatismus itu dibagi menjadi : Grade I : Gejala prostatismus + sisa kencing < 50 ml 11 . Disuria (Nyeri pada waktu miksi) (P/UI) Gejala-gejala tersebut diatas sering disebut sindroma prostatismus. Sisa urin ini dapat dihitung dengan pengukuran langsung yaitu dengan cara melakukan kateterisasi setelah miksi spontan atau ditentukan dengan pemeriksaan ultrasonografi setelah miksi. Miksi sulit ditahan (Urgency) 4. Pemeriksaan derajat beratnya obstruksi prostat dapat diperkirakan dengan cara mengukur : a. tetapi apabila masih dikompensasi dengan kenaikan daya kontraksi otot detrusor maka gejala obstruksi belum dirasakan. Bertambahnya frekuensi miksi (Frequency) 2. Pada orang normal sisa urin biasanya kosong. Residual urine yaitu jumlah sisa urin setelah penderita miksi spontan. Pada obstruksi ringan flow rate dapat menurun sampai average flow antara 6-8 ml/detik.Tidak semua prostat yang membesar akan menimbulkan gejala obstruksi. Gejalanya ialah : 1. b. menyebabkan infeksi dan urolithiasis. otot polos prostat dan kapsul prostat menurun. Untuk dapat melakukan pemeriksaan uroflow dengan baik diperlukan jumlah urin minimal di dalam vesika 125 sampai 150 ml. sehingga vesica sering berkontraksi meskipun belum penuh. Pancaran urin atau flow rate dapat dihitung secara sederhana yaitu dengan menghitung jumlah urin dibagi dengan lamanya miksi berlangsung (ml/detik) atau dengan alat uroflowmetri yang menyajikan gambaran grafik pancaran urin. Obstruksi uretra menyebabkan bendungan saluran kemih sehingga mengganggu faal ginjal karena hidronefrosis. sedang pada retensi urin total sisa urin dapat melebihi kapasitas normal vesika. Tindakan untuk menentukan diagnosis penyebab obstruksi maupun menentukan kemungkinan penyulit harus dilakukan secara teratur. Angka normal untuk flow rata-rata (average flow rate) 10 sampai 12 ml/detik dan flow maksimal sampai sekitar 20 ml/detik. Gejala iritatif disebabkan oleh karena pengosongan vesica urinaris yang tidak sempurna pada saat miksi atau disebabkan oleh karena hipersensitifitas otot detrusor karena pembesaran prostat menyebabkan rangsangan pada vesica.

Pemeriksaan colok dubur dapat memberikan gambaran tentang keadaan tonus spingter ani. retensi kronik dapat pula menyebabkan terjadinya infeksi sehingga terjadi systitis dan apabila terjadi refluk dapat terjadi juga pielonefritis. adanya kelainan lain seperti benjolan pada di dalam rektum dan tentu saja teraba prostat. Apabila vesica menjadi dekompensasi maka akan terjadi retensi urin sehingga pada akhir miksi masih ditemukan sisa urin didalam vesica. Disamping pembentukan batu. Oleh karena selalu terdapat sisa urin dalam vesica maka dapat terbentuk batu endapan didalam vesica dan batu ini dapat menambah keluhan iritasi dan menimbulkan hematuri. Pemeriksaan fisik Pemeriksaan colok dubur atau Digital Rectal Eamination (DRE) sangat penting. Proses kerusakan ginjal dapat dipercepat bila ada infeksi. Retensi kronik dapat menyebabkan terjadinya refluk vesico uretra dan meyebabkan dilatasi ureter dan sistem pelviokalises ginjal dan akibat tekanan intravesical yang diteruskam ke ureter dari ginjal maka ginjal akan rusak dan terjadi gagal ginjal. Sering miksi pada malam hari disebut nocturia. Simptom obstruksi biasanya lebih disebabkan oleh karena prostat dengan volume besar. hemoroid. yang ternyata tidak selalu sesuai dengan besarnya volume prostat.Grade II : Gejala prostatismus + sisa kencing > 50 ml Grade III : Retensi urin dengan sudah ada gangguan saluran kemih bagian atas + sisa urin > 150 ml 7 Derajat berat gejala klinik prostat hiperplasia ini dipakai untuk menentukan derajat berat keluhan subyektif. hal ini menyebabkan rasa tidak bebas pada akhir miksi. hal ini disebabkan oleh menurunnya hambatan kortikal selama tidur dan juga menurunnya tonus spingter dan uretra. sehingga penderita tidak mampu lagi miksi. Disamping kerusakan tractus urinarius bagian atas akibat dari obstruksi kronik penderita harus selalu mengedan pada waktu miksi. Gejala iritatif yang sering dijumpai ialah bertambahnya frekuensi miksi yang biasanya lebih dirasakan pada malam hari. reflek bulbo cavernosus. Oleh karena produksi urin akan terus terjadi maka pada suatu saat vesica tidak mampu lagi menampung urin sehingga tekanan intravesica akan naik terus dan apabila tekanan vesica menjadi lebih tinggi daripada tekanan spingter akan terjadi inkontinensia paradoks (over flow incontinence). Pemeriksaan A. Pada perabaan prostat harus diperhatikan : Konsistensi prostat (pada hiperplasia prostat konsistensinya kenyal)  Adakah asimetris  Adakah nodul pada prostate  Apakah batas atas dapat diraba 12 . maka tekanan intra abdomen dapat menjadi meningkat dan lama kelamaan akan menyebabkan terjadinya hernia. Jika keadaan ini berlanjut pada suatu saat akan terjadi kemacetan total. mukosa rektum.

Sedangkan pada carcinoma prostat.5. Sedangkan pada batu prostat akan teraba krepitasi. lobus kanan dan kiri simetris dan tidak didapatkan nodul. B. Darah :  Ureum dan Kreatinin normal  fungsi ginjal dan VU normal  tidak ada urolithiasis. daerah inguinal harus mulai diperhatikan untuk mengetahui adanya hernia. fimosis. Pada pemeriksaan abdomen ditemukan kandung kencing yang terisi penuh dan teraba masa kistus di daerah supra simfisis akibat retensio urin dan kadang terdapat nyeri tekan supra simfisis. Vesica urinaria dapat teraba apabila sudah terjadi retensi total. Sulcus medianus prostate  Adakah krepitasi Gambar 3. Ca atau hiperplasia prostat berat  Elektrolit  Blood urea nitrogen  Prostate Specific Antigen (PSA) 13 . Genitalia eksterna harus pula diperiksa untuk melihat adanya kemungkinan sebab yang lain yang dapat menyebabkan gangguan miksi seperti batu di fossa navikularis atau uretra anterior.2. fibrosis daerah uretra. Pemeriksaan laboratorium a. Pemeriksaan fisik apabila sudah terjadi kelainan pada traktus urinaria bagian atas kadang-kadang ginjal dapat teraba dan apabila sudah terjadi pnielonefritis akan disertai sakit pinggang dan nyeri ketok pada pinggang. Colok dubur Colok dubur pada hiperplasia prostat menunjukkan konsistensi prostat kenyal seperti meraba ujung hidung. konsistensi prostat keras dan atau teraba nodul dan diantara lobus prostat tidak simetris. condiloma di daerah meatus.

atau divertikel kandung kemih juga dapat untuk menghetahui adanya metastasis ke tulang dari carsinoma prostat. sistoskopi. yang merupakan tanda paling efektif untuk mengetahui adanya kanker prostat dan keadaanya meningkat pada BPH. bertambahnya umur dan retensi urin serta besarnya volume  b. Transurethral Resection of the Prostate). reseksi prostat transuretra (TURP.merupakan suatu glikoprotein protease yang diproduksi dan disekresi oleh sel epitel prostat. ultrasonografi trasnrectal Transrectal Ultrasound). Foto polos abdomen (BNO) Dari sini dapat diperoleh keterangan mengenai penyakit ikutan misalnya batu saluran kemih. o mengetahui adanya kelainan pada ginjal maupun ureter berupa hidroureter ataupun hidronefrosis serta penyulit yang terjadi pada buli – buli yaitu adanya trabekulasi. hidronefrosis. Pemeriksaan pencitraan a. pemasangan kateter. biospsi jarum. divertikel atau sakulasi buli – buli. Urin :    Gula darah Kultur urin + sensitifitas test Urinalisis dan pemeriksaan mikroskopik Sedimen C. Pielografi Intravena (IVP) o o pembesara n prostat dapat dilihat sebagai lesi defek isian kontras (filling defect/indentasi prostat) pada dasar kandung kemih atau ujung distal ureter membelok keatas berbentuk seperti mata kail (hooked fish). b.peningkatan PSA juga sebagai dari akibat colok dubur (DRE = Digital Rectal Examination). o foto setelah miksi dapat dilihat adanya residu urin IVP memerlukan persiapan yaitu : 14 .

cidera dan jaringan parut • pada pria ukuran prostat membesar 15 IVP Normal • Semua organ salkuran kemih normal posisi. posisi saluran kemih abnormal e/ ginjal tak terlihat. terlebih dahulu dilakukan penngujian subkutan atau intravena kontras (conray/ meglumineiothalamat 60%) jika pasien alergi terhadap kontras. kista. abses. ukuran. tambahan ginjal atau ureter • Kontras lama mencapai ginjal • terdapat tumor. batu. Malam sebeleum pemeriksaan diberi pencahar untuk membersihakan kolon dari feses yang menutupi daerah ginjal  Pasien tidak diberi cairan mulai dari jam 10 sebelum pemeriksaan  untuk mendapatkan kondisi dehidrasi  Keesokan hari pasien diminta untuk berpuasa  Sebelum pasien disuntukian urografin 60 mg%. maka IVP dibatalkan Perbedaan IVP normal dan abnormal IVP Abnormal • Bentuk. bentuk dan ukuran • Tidak terlihat adanya sumbatan • Kontras mencapai ginjal sesuai waktunya • Pada pria ukuran prostat normal .

4 Foto rontgen IVP pada 5 menit 16 .5.Rontgen IVP normal Gambar 3.3.5.Gambar 3.

5. Foto rontgen IVP pada 10 menit Gambar 3.Foto rontgen IVP pada 20 menit 17 .Gambar 3.5.6.5.

D. gas dalam kolon Pasien belum lama melakukan tes enema barium tes untuk pemeriksaan kolon c.7. maka sistogram retrograd dapat pula memberi gambaran indentasi. Laju pancaran urin ditentukan oleh:  daya kontraksi otot detrusor 18 . Transrektal Ultrasonografi (TRUS) - deteksi pembesaran prostat - mengukur volume residu urin e. d. MRI atau CT jarang dilakukan Digunakan untuk melihat pembesaran prostat dan dengan bermacam – macam potongan.Gambar 3. Pemeriksaan lain  Uroflowmetri Untuk mengukur laju pancaran urin miksi.5.Keuntungan dan kerugiaan IVP Yang dapat mempengaruhi pemeriksaan IVP    Pasien yang tidak bisa diam Masih terdapat fese. Sistogram retrograd Apabila penderita sudah dipasang kateter oleh karena retensi urin.

Pada obstruksi ringan. Gambar 3. Dengan cara ini maka sekaligus tekanan intravesica dan laju pancaran urin dapat diukur. Kriteria Pembesaran Prostat Untuk menentukan kriteria prostat yang membesar dapat dilakukan dengan beberapa cara. laju pancaran urin  Pemeriksaan Tekanan Pancaran (Pressure Flow Studies) Pancaran urin melemah yang diperoleh atas dasar pemeriksaan uroflowmetri tidak dapat membedakan apakah penyebabnya adalah obstruksi atau daya kontraksi otot detrusor yang melemah. diantaranya adalah : 1) Rektal grading Berdasarkan penonjolan p1rostat ke dalam rektum :  derajat 1 : penonjolan 0-1 cm ke dalam rektum 19 . laju pancaran melemah menjadi 6 – 8 ml/detik dengan puncaknya sekitar 11 – 15 ml/detik.8. Semakin berat derajat obstruksi semakin lemah pancaran urin yang dihasilkan. tekanan intravesica  resistensi uretra Angka normal laju pancaran urin ialah 12 ml/detik dengan puncak laju pancaran mendekati 20 ml/detik. Untuk membedakan kedua hal tersebut dilakukan pemeriksaan tekanan pancaran dengan menggunakan Abrams-Griffiths Nomogram. Pemeriksaan sisa urin dapat juga diperiksa (meskipun kurang akurat) dengan membuat foto post voiding atau USG.  Pemeriksaan Volume Residu Urin Volume residu urin setelah miksi spontan dapat ditentukan dengan cara sangat sederhana dengan memasang kateter uretra dan mengukur berapa volume urin yang masih tinggal.5.

Kandung Kemih Neuropati. derajat 2 : penonjolan 1-2 cm ke dalam rektum  derajat 3 : penonjolan 2-3 cm ke dalam rektum  derajat 4 : penonjolan > 3 cm ke dalam rektum 2) Berdasarkan jumlah residual urine  derajat 1 : < 50 ml  derajat 2 : 50-100 ml  derajat 3 : >100 ml  derajat 4 : retensi urin total 3) Intra vesikal grading  derajat 1 : prostat menonjol pada bladder inlet  derajat 2 : prostat menonjol diantara bladder inlet dengan muara ureter  derajat 3 : prostat menonjol sampai muara ureter  derajat 4 : prostat menonjol melewati muara ureter 4) Berdasarkan pembesaran kedua lobus lateralis yang terlihat pada uretroskopi :  derajat 1 : kissing 1 cm  derajat 2 : kissing 2 cm  derajat 3 : kissing 3 cm  derajat 4 : kissing >3 cm8 Diagnosis Banding A. Kelemahan Detrusor Kandung Kemih o Kelainan medula spinalis o Neuropatia diabetes mellitus o Pasca bedah radikal di pelvis o Farmakologik B. penghambat alfa dan parasimpatolitik) C. Kekakuan Leher Kandung Kemih o Fibrosis E. Obstruksi Fungsional o Dissinergi detrusor-sfingter terganggunya koordinasi antara kontraksi detrusor dengan relaksasi sfingter o Ketidakstabilan detrusor D. disebabkan oleh : o Hiperplasia prostat jinak atau ganas o Kelainan yang menyumbatkan uretra 20 . disebabkan oleh : o Kelainan neurologik o Neuropati perifer o Diabetes mellitus o Alkoholisme o Farmakologik (obat penenang. Resistensi Urethra yang Meningkat.

Alur diagnosis dan penatalaksanaan 3.1.5.6 Penatalaksanaan 21 .o o o o Uretralitiasis Uretritis akut atau kronik Striktur uretra Prostatitis akut atau kronis Bagan 3.

WHO PSS 22 . batas atas dapat dicapai 50.100 ml III Batas atas prostat tidak dapat diraba IV >100 ml Retensi urin total Tabel 3.Hiperplasi prostat yang telah memberikan keluhan klinik biasanya akan menyebabkan penderita datang kepada dokter. Tabel 3.1 derajat gejala klinik BPH Organisasi kesehatan dunia (WHO) menganjurkan klasifikasi untuk menentukan berat gangguan miksi yang disebut WHO PSS (WHO prostate symptom score). batas atas mudah diraba < 50 ml II Penonjolan prostat jelas. Derajat berat gejala klinik dibagi menjadi empat gradasi berdasarkan penemuan pada colok dubur dan sisa volume urin.6.6. Derajat Colok Dubur Sisa Volume Urin I Penonjolan prostat.2.

Terapi non bedah dianjurkan bila WHO PSS tetap dibawah 15. Terapi bedah dianjurkan bila WHO PSS 25 ke atas atau bila timbul obstruksi. dan yang sampai sekarang masih dianggap sebagai cara terpilih ialah trans uretral resection (TUR). Pada penderita dengan derajat satu biasanya belum memerlukan tindakan operatif. Di dalam praktek pembagian derajat beratnya hiperplasia prostat derajat I-IV digunakan untuk menentukan cara penanganan. Kadang-kadang derajat dua penderita masih belum mau dilakukan operasi. Pada penderita dengan derajat dua sebenarnya sudah ada indikasi untuk melakukan intervensi operatif. Untuk itu dianjurkan melakukan kontrol dengan menentukan WHO PSS. melainkan dapat diberikan pengobatan secara konservatif. dalam keadaan seperti ini masih bisa dicoba dengan pengobatan konservatif.Jumlah skor: 0 = baik sekali 1 = baik 2 = kurang baik 3 = kurang 4 = buruk 5 = buruk sekali Skor ini berdasarkan jawaban penderita atas delapan pertanyaan mengenai miksi. Pada derajat 23 .

Bila serangan prostatismus memuncak menjurus kepada retensio urin ini adalah pertanda bahwa tonus otot polos prostat meningkat atau berkontraksi sehingga pemberian obat ini adalah sangat rasional. Pada hiperplasia prostat derajat empat tindakan pertama yang harus segera dikerjakan ialah membebaskan penderita dari retensi urin total. terutama mengandung reseptor alpha. otot polos prostat dan kapsul prostat Melebarkan uretra pars prostatika.tiga. kemudian terapi definitif dapat dengan TUR P atau operasi terbuka. terutama alpha 1 adrenergik bloker maka tonus leher vesika. jadi dengan pemberian obat golongan alpha adrenergik bloker. sehingga sehingga menghasilkan peningkatan laju pancaran urin dan memperbaiki gejala miksi. Medikamentosa A. dengan jalan memasang kateter atau memasang sistostomi setelah itu baru dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk melengkapi diagnostik. menurunnya elastisitas leher vesika. Penghambat adrenergik α Seperti kita ketahui persyarafan trigonum leher vesika. meningkatkan kualitas hidup dan menghindari komplikasi akibat obstruksi yang berkepanjangan. Meskipun demikian pada dekade terakhir dikembangkan pula beberapa terapi non-bedah yang mempunyai keunggulan kurang invasif dibandingkan dengan terapi bedah. otot polos prostat dan kapsul prostat akan berkurang. Apabila diperkirakan prostat sudah cukup besar sehingga reseksi tidak akan selesai dalam satu jam maka sebaiknya dilakukan operasi terbuka. Contoh obat yang dipakai: 24 . TUR masih dapat dikerjakan oleh ahli urologi yang cukup berpengalaman melakukan TUR oleh karena biasanya pada derajat tiga ini besar prostat sudah lebih dari 60 gram. dan berkurangnya kekuatan detrusor. menambah kekuatan detrusor Terdapat beberapa pilihan tindakan terapi didalam penatalaksanaan hiperplasia prostat Benigna yang dapat dibagi kedalam 4 macam golongan tindakan. Episode serangan biasanya cepat teratasi. maka pengobatan gejala klinik ditujukan untuk :     Menghilangkan atau mengurangi volume prostat Mengurangi tonus leher vesika. 2. otot polos prostat dan kapsul prostat terutama oleh serabut-serabut saraf simpatis. Tetapi diantara mereka akhirnya ada yang membutuhkan terapi medikamentosa atau tindakan medik yang lain karena keluhannya semakin parah. yaitu : 1. Tindakan bedah masih merupakan terapi utama untuk hiperplasia prostat (lebih dari 90% kasus). Mengingat gejala klinik hiperplasia prostat disebabkan oleh 3 faktor yaitu pembesaran kelenjar periuretral. Kadangkadang mereka yang mengeluh pada saluran kemih bagian bawah (LUTS) ringan dapat sembuh sendiri dengan observasi ketat tanpa mendapatkan terapi apapun. Observasi (Watchful waiting) Tidak semua pasien hiperplasia prostat perlu menjalani tindakan medik. Terapi sedini mungkin sangat dianjurkan untuk mengurangi gejala.

Tetapi DHT merangsang pertumbuhan prostat. Fenoksibenzamin dapat dianggap bekerja dengan cara mengurangi jumlah adrenoreseptor α yang tersedia untuk dirangsang.bloker non selektif)  Farmokodinamik : karena sifat hambatan yang praktis irreversibel.  Farmakokinetik : absorpsi dari saluran cerna hanya 20-30%. terikat kuat pada protein plasma (terutama α1-glikoprotein). Hambatan ejakulasi yang reversibel dapat terjadi akibat hambatan kontraksi otot polos vas deferens dan saluran ejakulasi. ngantuk.dan venodilatasi sehingga menurunkan resistensi perifer dan alir balik vena. yang menimbulkan vaso. Kelompok obat ini cenderung mempunyai efek yang baik terhadap lipid serum pada manusia. mengalami metabolisme yang ekstensif di hati. Penggunaan terapi : pemberian obat ini menyebabkan relaksasi otot-otot trigon dan sfingter di leher kandung kemih serta otot polos kelenjar prostat yang membesar. edema perifer dan mual. sakit kepala.  Prazosine. dibentuk lebih banyak enzim 5 – α reduktase yang mereduksi testoteron menjadi dihidrotestoteron (DHT) yang lebih aktif. sehingga memperbaiki aliran urin serta gejala-gejala lain yang menyertai obstruksi prostat tersebut adalah 1-5 mg/hari.bloker selektif)  Farmakodinamik : efeknya yang utama adalah hasil hambatan reseptor α1 pada otot polos arteriol dan vena. Obat ini dapat memperbaiki aliran urin dan mengurangi gejala-gejala akibat obstruksi prostat. Obat Waktu paruh Waktu diberikan Prazosine 2-3 jam 2-3 x/hari Terazosin 12 jam 1-2 x /hari Doxazosin 20-22 jam 1x/hari Tamzulosin 5-10 jam   Efek samping : yang utama adalah fenomena dosis pertama. yakni hipotensi posturnal yang hebat dan sinkop yang terjadi 30-90 menit setelah pemberian dosis pertama.  Intoksikasi dan efek samping : yang utama adalah hipotensi ortostatik. dan hanya sedikit yang dieksresi utuh melalui ginjal. Fenoksibenzamin memblok reseptor α 1 maupun α2 pada otot polos arteriol dan vena sehingga menimbulkan vasodilatasi dan venodilatasi. tetapi lama kerjanya bergantung juga pada kecepatan sintesis reseptor α. Pengobatan ini efektif untuk BPH tetapi karena efek samping yang ditimbulkan obat ini tidak lagi digunakan. (Gunawan.  Penggunaan terapi : sebagai kompensasi berkurangnya produksi testoteron. menurunkan kolesterol LDL dan trigliserid serta meningkatkan kadar kolesterol HDL. Efek samping yang paling sering berupa pusing (hipotensi postural). Fitoterapi 25 . Fenoksibenzamin (α. Terazosin. Dosis 2x10 mg/hari. Tamzulosin dan Doxazosin (α1.  Farmakokinetik : diabsorpsi dengan baik pada pemberian oral.2007) B. Waktu paruhnya kurang dari 24 jam. palpitasi.

Bersifat anti inflamasi dan anti udem dengan cara menghambat aktifitasenzim cycloxygenase dan 5 lipoxygenase. Catatan empiriknya tentang manfaat tumbuhan ini untuk gangguan urologis sudah ada sejak tahun 1900. dll. Isu back to nature memberikan iklim yang kondusif bagi pemakaian obat ini. rematik. masih memerlukan penelitian yang panjang. Diantara sekian banyak fitoterapi yang sudah masuk pasaran. hipertensi. Disebut demikian karena berasal dari tumbuhan.9%. demensia.Kelompok kemoterapi pada umumnya telah mempunyai informasi farmakokinetik dan farmakodinamik terstandar secara konvensional dan universal. Kelompok terapi ini disebut Fitoterapi. HIV.  Saw Palmetto Berry (SPB) yang disebut juga Serenoa repens adalah suatu obat tradisional Indian. dari sebanyak 32 publikasi studi terdapat catatan bahwa extract dari SPB ini secara signifikan menunjukan perbaikan klinis dalam hal : . diantaranya yang terkenal adalah Serenoa repens atau Saw Palmetto dan Pumpkin seeds yang digunakan untuk pengobatan BPH. Banyak pula yang belum bisa dituntaskan pengobatannya. DM. gangguan metabolisme. degeneratif.Gejala kurang enak dalam mekanisme urinoir → berkurang Mekanisme kerja obat ini belum dapat dipastikan tetapi diduga kuat ia : .Volume residu dikandung kencing → berkurang .1% sedangkan finasteride = 4. terutama Serenoa repens semakin diterima pemakaiannya dalam upaya pengendalian prosatisme BPH dalam kontek “watchfull waiting strategy”. dan di negara-negara Eropa dan Amerika pemakaiannya terus meningkat dengan cepat. Keduanya. hepatitis. dll. Bukti-bukti empirik lapangan dan empirik uji klinik semakin banyak mencatat efektifitas dan keamanannya. Banyak penyakit kronis. Dalam Current Medical Diagnosis and Treatment (2001) dinyatakan bahwa Saw Palmetto Berry (SPB) ini didalam 18 RCT (Randomized Clinical Trial) dengan 2939 subyek adalah superior terhadap placebo dan efektifitasnya sama dengan finasteride. Termasuk ini adalah: BPH. Kelompok obat ini juga disebut dengan “obat modern”. Sehingga diperlukan terapi komplementer atau alternatif. Dalam Life Extension Update dimuat.Menghambat aktifitas enzim 5 alpha reduktase dan memblokir reseptor androgen .Aliran kencing → bertambah lancar . manfaat sudah lama tercatat dan semakin diakui.  Pumpkin seeds (Cucurbitae peponis semen) Testimoni empirik tradisional bahan ini telah digunakan di Jerman dan Austria sejak abad 16 untuk gangguan “urinoir” dan belakangan ini ekstraknya dipakai untuk mengatasi gejala yang berhubungan dengan BPH 26 . Di Jerman 90% kasus BPH di terapi dengan Serenoa repens tunggal atau kombinasi. Tidak semua penyakit dapat diobati secara tuntas dengan kemoterapi ini. dan penuaan yang belum ada obatnya seperti: kanker. Efek samping obat berupa disfungsi ereksi = 1. Bahan aktifnya belum diketahui dengan pasti.Frekuensi nokturia → berkurang . Namun secara empirik.

(7 hari) dan minggu II intra nasal spray 200 mg. sehingga libido juga tidak menurun. Walaupun mekanisme kerja dari preparat campuran fitosterol ini belum dapat dibuktikan. Sehingga mula-mula oleh karena banyaknya LH-RH super agonist yang menangkap reseptor. Penelitian di Jerman melakukan studi terhadap preparat yang mengandung komponen utama beta-sitosterol dengan sedikit campuran campesterot dan stigmasterol untuk mengobati hiperplasia prostat.didalam konteks farmakoterapi maupun uji klinis kombinasi dengan ekstraks serenoa repens. Tetapi setelah reseptor “habis”maka LH-RH tidak dapat lagi mencari reseptor . Cara ini tentu saja menyebabkan penurunan libido oleh karena penurunan kadar testosteron darah. sehingga obat ini akan “menghabiskan” reseptor dengan membentuk LH-RH super agonist reseptor kompleks. 3 kali sehari. suatu hormon androgen yang mempengaruhi pertumbuhan kelenjar prostat. tetapi dengan efek samping yang lebih minimal.  Hormonal Pada tingkat supra hypofisis dengan obat-obat LH-RH (super) agonist yaitu obat yang menjadi kompetitor LH-RH mempunyai afinitas yang lebih besar dengan reseptor bagi LH-RH. dengan dosis minggu I 3dd 500 mg s. Penelitian lain di Kanada menyatakan bahwa Finasteride 27 . Contoh preparatnya ialah Diaethyl Stilbestrol (DES) dosis satu kali 1-5 mg sehari.c. maka LH akan menurun. Untuk karsinoma prostat tentu saja orchiectomi masih dikerjakan oleh karena pertimbangan kemungkinan penyebaran ca prostat dan juga biasanya penderita telah tua. orchiectomi untuk pengobatan pembesaran prostat jinak hanya dikenal pada sejarah. Pada tingkat yang lebih rendah dapat pula diberikan obat anti androgen yang mekanisme kerjanya mencegah hidrolise testosteron menjadi DHT dengan cara menghambat 5 alpha reduktase. yang menyebabkan produksi testosteron oleh sel leydig berkurang. Pemberian obat-obat anti androgen yang dapat mulai pada tingkat hipofisis misalnya dengan pemberian Gn-RH analogue sehingga menekan produksi LH. Pada tingkat infra hipofisis pemberian estrogen dapat memberikan umpan balik dengan menekan produksi FSH dan LH. sehingga jumlah DHT berkurang tetapi jumlah testosteron tidak berkurang. Hasilnya. pada permulaan justru akan terjadi kenaikan produksi LH oleh hypofisis. Proscar dengan dosis 5 mg/hari dalam jangka waktu lebih dari 3 bulan. Contoh obat tersebut ialah Finesteride. suatu enzim yang diperlukan untuk mengubah testosteron menjadi dehidrotestosteron (DHT). Finasteride mengurangi volume prostat sampai 30%. sehingga produksi testosteron juga menurun. Contoh obat adalah Buserelin. penelitian terus dikembangkan untuk keperluan di masa depan. Pada tingkat testikular. terjadi perbaikan seperti halnya terapi menggunakan penghambat reseptor alpha dan 5-alpha reduktase. Penurunan kadar zat aktif dehidrotestosteron ini menyebabkan mengecilnya ukuran prostat. sekarang cara pengobatan ini untuk hiperplasia prostat telah ditinggalkan.

baik untuk adenoma yang besar pada subservikal  Mortaliti rate rendah  Langsung melihat fossa prostat  Dapat untuk memperbaiki segala jenis obstruksi leher buli  Perdarahan lebih mudah dirawat  Tanpa membuka vesika sehingga pemasangan kateter tidak perlu selama bila membuka vesika Kerugian : o Dapat memotong pleksus santorini o Mudah berdarah o Dapat terjadi osteitis pubis o Tidak bisa untuk BPH dengan penyulit intravesikal o Tidak dapat dipakai kalau diperlukan tindakan lain yang harus dikerjakan dari dalam vesika Komplikasi :  Perdarahan 28 . Obat anti androgen lain yang juga bekerja pada tingkat prostat ialah obat yang mempunyai mekanisme kerja sebagai inhibitor kompetitif terhadap reseptor DHT sehingga DHT tidak dapat membentuk kompleks DHTReseptor. Obat ini mempunyai toleransi baik dan tidak mempunyai efek samping yang bermakna.Retropubic infravesika (Terence millin) Keuntungan :  Tidak ada indikasi absolut.menjadi saingan testosteron untuk 5 alpha reduktase sehingga DHT tidak terbentuk.Anandron Obat ini juga tidak menurunkan kadar testosteron pada darah. 4.Cyproterone acetate 100 mg 2 kali/hari .medrogestone 15 mg2 kali/hari . obat-obat ini mempunyai khasiat : . . Contoh obatnya adalah Megestrol acetat 160 mg empat kali sehari dan MPA 300-500 mg/hari. Operatif a) Prostatektomi terbuka .menekan LH dan FSH. Golongan gestagen dan ketokonazole.mengurangi volume prostat pada 613 pria dengan angka rata-rata 21%.Flutamide . sehingga libido tidak menurun. mengurangi gejala dan memperbaiki laju pancaran urin sampai 12%.mengurangi enzim dehidrogenase dan isomerase yang berguna untuk metabolisme steroid . Kesulitan pengobatan konservatif ini adalah menentukan berapa lama obat harus diberikan dan efek samping dari obat. Contoh obatnya ialah : .

bladder neck stenosis 4%)  Inkontinensia (<1%)  Perdarahan  Epididimo orchitis  Recurent (10 – 20%)  Carcinoma  Ejakulasi retrograde  Impotensi  Fimosis  Deep venous trombosis - Transperineal Keuntungan : o Dapat langssung pada fossa prostat o Pembuluh darah tampak lebih jelas o Mudah untuk pinggul sempit o Langsung biopsi untuk karsinoma Kerugian : 29 . Infeksi  Osteitis pubis  Trombosis - Suprapubic transvesica/TVP (Freyer) Keuntungan :  Baik untuk kelenjar besar  Banyak dikerjakan untuk semua jenis pembesaran prostat  Operasi banyak dipergunakan pada hiperplasia prostat dengan penyulit :  Batu buli  Batu ureter distal  Divertikel  Uretrokel  Adanya sistsostomi  Retropubik sulit karena kelainan os pubis  Kerusakan spingter eksterna minimal Kerugian : o Memerlukan pemakain kateter lebih lama sampai luka pada dinding vesica sembuh o Sulit pada orang gemuk o Sulit untuk kontrol perdarahan o Merusak mukosa kulit o Mortality rate 1 -5 % Komplikasi :  Striktura post operasi (uretra anterior 2 – 5 %.

kesadaran somnolen. dan memasang sistostomi suprapubik untuk mengurangi tekanan air pada buli-buli selama reseksi prostat. bisa terjadi ejakulasi retrograd dan pada sebagaian kecil dapat mengalami impotensi. Cairan yang dipergunakan adalah berupa larutan non ionik. Hasil terbaik diperoleh pasien yang sungguh membutuhkan tindakan bedah. membatasi jangka waktu operasi tidak melebihi 1 jam.99%. yang dimaksudkan agar tidak terjadi hantaran listrik pada saat operasi. Saat ini tindakan TUR P merupakan tindakan operasi paling banyak dikerjakan di seluruh dunia. Karena itu untuk mengurangi timbulnya sindroma TUR P dipakai cairan non ionik yang lain tetapi harganya lebih mahal daripada aquades. Reseksi kelenjar prostat dilakukan transuretra dengan mempergunakan cairan irigan (pembilas) agar supaya daerah yang akan direseksi tetap terang dan tidak tertutup oleh darah. Kelebihan air dapat menyebabkan terjadinya hiponatremia relatif atau gejala intoksikasi air atau dikenal dengan sindroma TUR P. antara lain adalah cairan glisin . tekanan darah meningkat. evaluasi urodinamik sangat berguna untuk membedakan pasien dengan obstruksi dari pasien non-obstruksi. Angka mortalitas sindroma TUR P ini adalah sebesar 0. Evaluasi ini berperan selektif dalam penentuan perlu tidaknya dilakukan TUR. Keuntungan : o Luka incisi tidak ada o Lama perawatan lebih pendek 30 . Suatu penelitian menyebutkan bahwa hasil obyektif TUR meningkat dari 72% menjadi 88% dengan mengikutsertakan evaluasi urodinamik pada penilaian pra-bedah dari 152 pasien.Trans urethral resection (TUR) Yaitu reseksi endoskopik malalui uretra. Sindroma ini ditandai dengan pasien yang mulai gelisah. Mortalitas TUR sekitar 1% dan morbiditas sekitar 8%. pasien akan mengalami edema otak yang akhirnya jatuh dalam keadaan koma dan meninggal. Untuk keperluan tersebut. dan terdapat bradikardi. efektif dan berhasil guna. Metode ini cukup aman. Jaringan perifer ditinggalkan bersama kapsulnya. Jika tidak segera diatasi. Cairan yang sering dipakai dan harganya cukup murah adalah H2O steril (aquades). Jaringan yang direseksi hampir seluruhnya terdiri dari jaringan kelenjar sentralis.     Impotensi Inkontinensia Bisa terkena rektum Perdarahan hebat Merusak diagframa urogenital b) Endourologi . Salah satu kerugian dari aquades adalah sifatnya yang hipotonik sehingga cairan ini dapat masuk ke sirkulasi sistemik melalui pembuluh darah vena yang terbuka pada saat reseksi.

Kelebihan dari metode ini adalah lebih cepat daripada TUR dan menurunnya kejadian ejakulasi retrograde dibandingkan dengan cara TUR. Terapi ini juga dilakukan secara endoskopik yaitu dengan menyayat memakai alat seperti yangg dipakai pada TUR P tetapi memakai alat pemotong yang menyerupai alat penggaruk. - Pembedahan dengan laser (Laser Prostatectomy)    Trans urethral ultrasound guided laser induced prostatectomy (TULIP) Trans urethral evaporation of prostate (TUEP) Teknik koagulasi Keuntungan bedah laser ialah :  Tidak menyebabkan perdarahan sehingga tidak mungkin terjadi retensi akibat bekuan darah dan tidak memerlukan transfusi  Teknik lebih sederhana  Waktu operasi lebih cepat  Lama tinggal di rumah sakit lebih singkat  Tidak memerlukan terapi antikoagulan  Resiko impotensi tidak ada  Resiko ejakulasi retrograd minimal Kerugian : Penggunaan laser ini masih memerlukan anestesi (regional) 31 . tetapi ukuran prostatnya mendekati normal.o Morbiditas dan mortalitas rendah o Prostat fibrous mudah diangkat o Perdarahan mudah dilihat dan dikontrol Kerugian :  Tehnik sulit  Resiko merusak uretra  Intoksikasi cairan  Trauma spingter eksterna dan trigonum  Tidak dianjurkan untuk BPH yang besar  Alat mahal  Ketrampilan khusus - Trans urethral incision of prostate (TUIP) Metode ini di indikasikan untuk pasien dengan gejala obstruktif. sayatan dimulai dari dekat muara ureter sampai dekat ke verumontanum dan harus cukup dalam sampai tampak kapsul prostat. Pada hiperplasia prostat yang tidak begitu besar dan pada pasien yang umurnya masih muda umumnya dilakukan metode tersebut atau incisi leher buli-buli atau bladder neck incision (BNI) pada jam 5 dan 7.

Keuntungan lain oleh karena kateter yang ada alat pemanasnya mempunyai lumen sehingga pemanasan bisa lebih lama. Cara pengobatan hypertermia ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut mengenai cara kerja dasar klinikal. Pondok Indah pada 112 kasus yang diobati dengan cara ini didapatkan hasil : perbaikan “symptom score” pada 79 penderita (75%) dan perbaikan pada sisa kencing pada 62 penderita (60%) tetapi perbaikan pada maximal flow rate hanya ditemukan pada 55 penderita (50%). efektifitasnya serta side efek yang mungkin timbul. Oleh karena temperatur pada antene akan tinggi maka perlu dilengkapi dengan surface costing agar tidak merusak mucosa ureter. dan selama pemanasan urine tetap dapat mengalir keluar 32 . Cara ini disebut dengan Trans Urethral Microwave Treatment (TUMT). Pengobatan di RS. Sedangkan alat yang lain menggunakan radio capacitive frequency yang dapat memanaskan prostat sampai 44. Invasif minimal a) Trans urethral microwave thermotherapy (TUMT) Cara memanaskan prostat sampai 44.5°C – 47°C selama 3 jam (TURF). Dengan proses pendindingan ini memang mucosa tidak rusak tetapi penetrasi juga berkurang. Cara kerja TUMT ialah antene yang berada pada kateter dapat memancarkan microwave kedalam jaringan prostat. selain itu juga akan menurunkan tonus otot polos dan kapsul prostat sehingga tekanan uretra menurun sehingga obstruksi berkurang. salah satu teori yang masih harus dibuktikan ialah bahwa dengan pemanasan akan terjadi perusakan pada reseptor alpha yang berada pada leher vesika dan prostat. Di Jakarta telah tersedia dua macam alat yaitu Prostatron yang menggunakan gelombang mikro dan dipanaskan selama satu jam. Mekanisme yang pasti mengenai efek pemanasan prostat ini belum semuanya jelas.5.5°C – 47°C ini mulai diperkenalkan dalam tiga tahun terakhir ini. Pemanasan dilakukan antara 1-3 jam. Cara TURF (trans Uretral Radio Capacitive Frequency) memancarkan gelombang “radio frequency” yang panjang gelombangnya lebih besar daripada tebalnya prostat juga arah dari gelombang radio frequency dapat diarahkan oleh elektrode yang ditempel diluar (pada pangkal paha) sehingga efek panasnya dapat menetrasi sampai lapisan yang dalam. Dengan cara pengobatan ini dengan mempergunakan alat THERMEX II diperoleh hasil perbaikan kira-kira 70-80% pada symptom obyektif dan kira-kira 5060% perbaikan pada flow rate maksimal. Dikatakan dengan memanaskan kelenjar periuretral yang membesar ini dengan gelombang mikro (microwave) yaitu dengan gelombang ultarasonik atau gelombang radio kapasitif akan terjadi vakuolisasi dan nekrosis jaringan prostat. Prinsip cara ini ialah memasang kateter semacam Foley dimana proximal dari balon dipasang antene pemanas yang baru dipanaskan dengan gelombang mikro melalui kabel kecil yang berada didalam kateter.

Konsep dilatasi dengan balon ini ialah mengusahakan agar uretra pars prostatika menjadi lebar melalui mekanisme:  Prostat di tekan menjadi dehidrasi sehingga lumen uretra melebar  Kapsul prostat diregangkan  Tonus otot polos prostat dihilangkan dengan penekanan tersebut  Reseptor alpha adrenergic pada leher vesika dan uretra pars prostatika dirusak Prosedur ini meskipun bisa dilakukan dengan anestesi topikal.Joachus Burhenne yang mula-mula mencoba pada anjing dan cadaver. Kemudian Deisting 1956 melakukan dengan dilator transuretral. c) Trans urethral needle ablation (TUNA) Yaitu dengan menggunakan gelombang radio frekuensi tinggi untuk menghasilkan ablasi termal pada prostat. Kemudian setelah balon dikempeskan kembali kateter dilepaskan dengan menggunakan guide wire dan kateter dilepas memutar kebalikan dari arah jarum jam sementara dapat dipasang cystostomi dengan trocard. TUBD ini biasanya memberikan perbaikan yang bersifat sementara. Balon mempunyai diameter 30 mm kemudian dengan alat dikembangkan sampai 4 atm yang sama dengan 58. akhirnya dicoba di klinik.8 psi atau 3040 mmHg dan kaliber uretra menjadi 30 mm atau 90 F. Tetapi sebenarnya pelopor penggunaan balon adalah H.b) Trans urethral ballon dilatation (TUBD) Dilatasi uretra pars prostatika dengan balon ini mula-mula dikerjakan dengan jalan melakukan commisurotomi prostat pada jam 12. Cara ini mempunyai prospek yang baik guna mencapai tujuan untuk menghasilkan prosedur dengan perdarahan minimal. Pertama kali dikerjakan oleh Hollingworth 1910 dan Franck 1930. hanya saja kateter tersebut dipasang pada uretra pars prostatika. tidak invasif dan mekanisme ejakulasi dapat dipertahankan. d) Stent urethra dengan prostacath Pada hakekatnya cara ini sama dengan memasang kateter uretra. Castaneda bersama-sama Reddy dan Hulbert kemudian menyempurnakan tehnik Burhenne tersebut. Bentuk stent 33 .00 dengan jalan melalui operasi terbuka (transvesikal). sebaiknya dilakukan dengan narkose.

Jika obstruksi keparahannya lebih dari tiga minggu maka akan lebih dari 50% fungsi ginjal hilang. Bahu endapan di kandung kemih : karena terdapat sisa urin. 3. panjang uretra pars prostatika diukur dengan USG dan kemudian dipilih alat yang panjangnya sesuai. Hernia atau hemoroid : karena penderita harus selalu mengedan 5. Infeksi 4. Akhir-akhir ini dikembangkan juga stent yang dapat dipertahankan lebih lama. Untuk memasangnya. hidroureter.L. Keparahan obstruksi yang lamanya 7 hari dapat menyebabkan kerusakan ginjal. lalu alat tersebut dimasukkan dengan kateter pendorong dan bila letak sudah benar di uretra pars prostatika maka spiral tersebut dapat dilepas dari kateter pendorong. lama dan kerapatan retensi.8 Prognosis Menurut Birowo dan Rahardjo prognosis BPH adalah: 1. misalnya Porges Urospiral (Parker dkk.ada yang spiral dibuat dari logam bercampur emas yang dipasang diujung kateter (Prostacath). Pemasangan stent ini merupakan cara mengatasi obstruksi infravesikal yang juga kurang invasif. 4. Paulsen). Refluks vesiko-ureter . Umumnya prognosis lebih bagus dengan pengobatan untuk retensi urine. yang merupakan alternatif sementara apabila kondisi penderita belum memungkinkan untuk mendapatkan terapi yang lebih invasif. Bentuk lain ialah adanya mesh dari logam yang juga dipasang di uretra pars prostatika dengan kateter pendorong dan kemudian didilatasi dengan balon sampai mesh logam tersebut melekat pada dinding uretra. Jika keparahan obstruksi diperiksa dalam dua minggu. 3.7 Komplikasi 1. Stents ini digunakan sebagai protesis indwelling permanen yang ditempatkan dengan bantuan endoskopi atau bimbingan pencitraan. 34 . dapat pula menyebabkan sistitis dan bila terjadi refluks dapat terjadi pielonefritis. Menambah keluhan iritasi dan menimbulkan hematuria. A. Tergantung dari lokasi. 2. Prognosis yang lebih buruk ketika obstruksi komplikasi disertai dengan infeksi. (Sjamsuhidayat. maka akan diketahui sejauh mana tingkat keparahannya.) atau Wallstent (Nording. hidronefrosis dan gagal ginjal : akibat retensi kronik 3. 2005) 3. Dekompresi prostat : retensi urin sehingga pada akhir miksi ditemukan sisa urin di dalam kandung kemih dan timbul rasa tak tuntas pada akhir miksi 2.

dan C. dan protein. Hal hal yang berkaitan dengan batasan berobat kepada dokter lain jenis telah dibahas secara khusus kalangan ulama syafi’iyyah dan hanabilah mempersyaratkan didampingi orang yang aman/untuk menghindari fitnah. Vitamin B1. pandangan islam tentang pemeriksaan terhadap lawan jenis 35 . Pencegahan Banyak mengkonsumsi vitamin A. dan B6. lemak. fukuha sepakat memperbolehkan melihat dan menyentuh pasien karena darurat dengan syarat menutup pandangan di luar yang darurat itu.4 Memahami pandangan islam tentang pemeriksaan dan penatalaksanaan kelainan pada saluran kemih lelaki Demikian pula tentang ketentuan berobat dengan lain jenis. selenium (dalam makanan laut). vitamin E.10. 5-10% kasus BPH dapat berkembang menjadi kanker prostat. antioksidan yang berperan penting dalam mencegah pertumbuhan sel kanker. yang dibutuhkan dalam proses metabolisme karbohidrat. E. isoflavonoid (dalam produk kedelai)  Makan sedikitnya 5 porsi buah dan sayuran sehari  Berolahraga secara rutin  Pertahankan berat badan ideal  Jangan sering manahan air kencing 4. Dikalangan pengikut mahzab hanafi menegaskan dokter boleh melihat seluruh badan pasien kecuali genitalnya yang mesti mendapatkan ijin atau atas pengetatahuan dari pasien dengan prioritas terhadap sejenis tetapi boleh kalo terpaksa dilakukan lawan jenis tetapi bagian yang tidak sakit mesti ditutupi 3. sehingga kerja ginjal dan organ tubuh lain tidak terlalu berat  Mengurangi makanan kaya lemak hewan  Meningkatkan makanan kaya lycopene (dalam tomat). karena menurut penelitian. B2. Oleh fukuha iqhu qudamah hanbali menyatakan seorang dokter boleh melihat aurat pasiennya karna hajah. Karena seyogyanya berobat kepada yang sejenis sebab melihat aurat orang yang sejenis resikonya lebih ringan.

Hendaklah para muslimah tidak duduk-duduk dengan lelaki lain. Bahkan menyentuh itu lebih besar lagi urusannya.  Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar halaman 228 berkata: “Para sahabat kami (dari kalangan Syafi’iyyah) mengatakan bahwa setiap hal yang dilarang untuk dilihat.” [Roudhotu athThalilibin VII/28]. hanya untuk sekedar ngobrol tanpa ada maksud dan tujuan tertentu. menurut Syeikh Abul Barakat Ahmad bin Muhamad bin Ahmad ad-Durdair ia tidak dibenarkan.bolehkan baginya pada saat-saat tersebut untuk menyentuhnya”. pada saat mengambil barang dan menyerahkannya dan yang semisal dengan hal tersebut di atas. maka dilarang pula untuk menyentuhnya.  Imam Abul Barokaat menyatakan: “Tidak boleh berjabat tangan dengan wanita (bukan muhrim) walaupun kaum lelaki sudah tidak memiliki lagi keinginan (hasrat) kepadanya . karena terasa lebih nikmat .[2] Beberapa pendapat ulama-ulama dari empat madzhab besar diantaranya: “Madzhab Hanafi :  Haram menyentuh wajah dan dua telapak tangan perempuan bukan muhrim. sekalipun aman dari syahwat.” [asy-Syahush Shaghir IV/760]. al-Qadhi Abu Bakar Ibnul Arabi dan As-Shawi.  Imam an-Nawawi berkata: “Memandang wanita (bukan muhrim) saja haram. maka menyentuhnya tentu lebih haram lagi.. Madzhab Hanbali: 36 . At-Thahawi berkata tidak mengapa. Ini dinyatakan oleh al-Imam al-Baaji. Manakala Syamsudin Ahmad bin Qaudar berkata tidak halal sekalipun aman dari syahwat.” [Bada'iu ash-Shana`i'] Madzhab Maliki:  Haram berjabat tangan dengan perempuan bukan muhrim. pada saat jual beli.nya. Akan tetapi tetap tidak diper.bangkitkan syahwat daripada sekedar melihat . Duduk-duduk yang diperbolehkan hanya bila ada kebutuhan yang bersifat syar’I (dibolehkan agama). Imam al-Kasaani berkata: “menyentuh (wanita) lebih berpotensi mem. as-Syaribini dan lain-lain ulama asSyafi’iyyah menyatakan haram berjabat tangan dengan perempuan bukan muhrim.  Berjabat tangan dengan perempuan tua yang sudah tidak bersyahwat lagi. karena telah dibolehkan bagi seseorang untuk melihat seorang wanita yang bukan muhrimnya pada saat hendak menikahi. Hukum berjabat tangan dengan perempuan tua. Madzhab Syafi’i :  Imam An-Nawawi di dalam beberapa karyanya.

maka Islam memberikan kemudahan dan kelonggaran). Ada kaidah Idzaa dhoogal amr ittasi’ (jika kondisi sulit.”(A. pemilik an-Nazham mengatakan makruh dan dengan anak kecil (yang belum baligh) dibolehkan dengan tujuan budi pekerti.[3]-----Dari berbagai mazhab para ulama diatas dapat kita lihat ada persamaan dan perbedaan pandangan dari setiap ulama. 37 . Bahkan Kaedah lain menyebutkan: ‘Kondisi darurat menjadikan sesuatu yang haram menjadi mubah’. Umumnya darurat baru dijadikan pilihan manakala memang kondisinya akan menjadi kritis dan tidak ada alternatif lain. Sementara Ibnu Muflih menyatakan. Itu pun masih diiringi dengan resiko fitnah dan sebagainya. beliau menjawab: “Aku membencinya. Masih banyak lagi pendapat ulama dari empat madzhab yang mengharamkan berjabatan tangan dengan wanita bukan Muhrim.[6] Namun darurat itu bukan sesuatu yang bersifat rutin dan gampang dilakukan. Islam memang mengenal darurat yang akan meringankan suatu hukum. padahal keramahan dan kesopanan yang dimaksud oleh syari’at Islam bukanlah terletak pada jabatan tangan antara wanita dan lelaki yang bukan muhrim. Telaah Kritis atas Doktrin paham Salafi/Wahabi.  Imam al-Marruzi (ada yang membaca : al-Marwazi) mengatakan: “Aku pernah bertanya kepada Ahmad bin Hanbal. ia tidak dibenarkan (tidak dibolehkan).”  Mengenai berjabat tangan dengan perempuan tua: Imam Ishaq bin Mansur al-Marwazi menukil dari imam Ahmad. Namun untuk saat ini orang mengira bahwa bila kita tidak berjabat-tangan dengan yang bukan muhrim berarti kurang sopan atau tidak saling menghargai.Shihabuddin. Imam Ahmad ketika ditanya tentang masalah berjabat tangan dengan perempuan bukan muhrim.” [Masa`il Ahmad wa Ishaq I/211]. ” Apakah anda membenci jabat tangan dengan kaum wanita (non muhrim)?”" Beliau menjawab: “Aku membencinya.

(1997).S. Jakarta : Departement Farmakologi dan Terapeutik FKUI Katzung. de Jong W.Atlas Histologi di Fiore dengan Korelasi Fungsional. Jakarta : Aksara Medisina. Buku Kuliah Dasar – Dasar Urologi.(2007). Cunha. Snell. Jakarta : CV.(1992).SG.EGC Gunawan .Farmakologi Dasar dan Klinik edisi VI. Jakarta : EGC Sjamsuhidajat R.(2003).Daftar Pustaka Anonim.(2007). Eroschenko Victor P. Jakarta : EGC SW. GR. Richard. Anatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran. Jakarta : EGC.. Harward. Jakarta. 2000.(1997) Kumpilan Kuliah Ilmu Bedah Khusus.(2000). Buku Ajar Ilmu Bedah.Edisi 2. edisi 6.Farmakologi dan Terapi.P. Edisi 5.Sagung Seto 38 . The Prostate : Development and physiology Purnomo B. Bertram G.