Anda di halaman 1dari 5

Pasal 1235-1252 KUH Perdata memuat ketentuan-ketentuan tentang akibat-akibat kar

ena tidak ada pemenuhan,pemenuhan tidak tepat pada waktunya atau pemenuhan yang
tidak pantas dari suatu perikatan. Hal ini dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian
yang secara berturut-turut disebut :
1. Tentang perikatan untuk memberikan sesuatu (van verbintenissen om iets te ge
ven)
2. Tentang perikatan untuk berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu (van verb
intenissen om iets te does of niet te doen) dan
3. Tentang penggantian biaya-biaya, kerusakan-kerusakan dan bunga-bunga (van de
vergoeding van kosten, schaden en interessen) yang ditimbulkan karena tidak dip
enuhinya perikatan.
Apabila dalam dua macam perikatan tersebut , debiteur dalam wanprestatie, maka b
erdasarkan dua pasal tersebut di atas crediteur dapat mengadakan reeele executie
aitu mneyuruh orang lain untuk melaksanakan atau membubarkan perikatan itu denga
n untuk pelaksaan itu , harus dipikul oleh debiteur.
Reeele executie dalam ketentuan kedua pasal tersebut diatas , adalah tidak mungk
in terhadap perikatan-perikatan :
1. Dimana diri debiteur mempunyai arti yang penting sekali untuk terlaksananya
perikatan, sehingga hanya dengan pelaksanaan olehnya sendiri, hak krediteur dap
at dipenuhinya.
2. Bilamana perikatan itu adalah untuk tidak berbuat sesuatu tetapi hal itu dil
akukan juga, dan bilamana perbuatan ini memberikan hak-hak kepada pihak ketiga,
maka tindakan itu tidak mungkin ditiadakan, selama hukuman itu memperkenankannya
Pasal-pasal 1235-1252 BW memuat ketentuan-ketentuan tentang akibat-akibat dari:
tidak adanya pemenuhan, pemenuhan tidak tepat pada waktunya atau pemenuhan yang
tidak pantas dari suatu perikatan. Pasal 1235 BW memuat ketentuan-ketentuan bahw
a dalam perikatan untuk memberikan sesuatu benda, terkandung pula suatu kewajiba
n untuk mempertahankannya/membiarkannya sampai saat penyerahan, yang berarti ia
harus memeliharanya sebagai ayah yang baik.
Tentang istilah memelihara terdapat bermacam-macam pendapat. Ada yang berpendapat
harus diadakan perbedaan antara:
a.
memelihara sebagai penyimpan (bewaarnemer) yaitu pemeliharaan yang cuku
p baik untuk kepentingan orang yang menyipankan (bewaargever) atas barangnya;
b.
memelihara sebagai peminjam (bruiklener) yaitu pemeliharaan yang cukup b
aik untuk menjamin kepentingan yang meminjamkan (bruikgever) sendiri atas barang
pinjaman itu.[19]
Dalam Pasal 1243 BW ternyata, bahwa pada umumnya wanprestasi itu terjadi setelah
debitur dinyatakan lalai (ingebreeke). Atas dasar itu untuk debitur dinyatakan
lalai kadang-kadang disyaratkan sommasi dan dalam hal-hal lain debitur wanpresta
si karena hukum.
Sommasi diperlukan untuk terjadinya wanprestasi alasannya sebagai berikut: bahwa
pada kebanyakan perikatan yang tidak menunjuk suatu jangka waktu tertentu, tanp
a somasi debitur dianggap memenuhi prestasi tidak tepat pada waktunya. Bahkan bi
lamana tidak ditetapkan waktu terakhir untuk memenuhi prestasinya, maka haruslah
diterima, bahwa kreditur dapat menerima prestasinya setiap waktu dan waktu ters
ebut dapat diukur sampai kapan saja, tanpa adanya wanprestasi.[20]
Untuk menghentikan agar debitur dalam menunda-nunda pemenuhan kewajiban prestasi
nya tidak bertentangan dengan kehendak debitur , undang-undang memberikan satu u
paya untuk mengingatkan debitur akan waktu terakhir untuk pemenuhan itu dengan c
ara fixatie dan sebagai pemberitahuan akan ganti rugi, apabila ia tidak memperha
tikan jangka waktu tersebut.[21]
Dalam Arrestnya tanggal 12 Maret 1925 Hoge Raad memutuskan bahwa dengan suatu so
masi yang tidak menentukan suatu jangka waktu tertentu untuk prestasi, debitur t
idak dapat dinyatakan wanprestasi, bahkan bilamana sommasi yang demikian itu diu
langi. Pada ketentuan yang terakhir ini, pada umumnya kita anggap, bahwa sommasi
itu berguna untuk memperingatkan pihak debitur agar mengetahui, bahwa pihak kre
ditur menghendaki prestasi itu pada suatu waktu tertentu.[22]
Somasi tidak diperlukan untuk menentukan syarat wanprestasi dalam hal:

y

bahwa suatu somasi tidak akan membawa perubahan . jika dilaksanakan dalam jangka wakt u yang telah ditentukan (Pasal 1243 BW).Apabila debitur melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kewajibannya. Yang berwenang mengeluarkan surat perintah itu adalah kreditur atau pejabat yang berwenang untuk itu. Tidak memenuhi prestasi dapat dibedakan menjadi dua macam. akan tetapi tidak tepat pada waktunya atau terlambat. sesuai dengan yang diperjanjikan. 6.. Pengertian Somasi di dalam buku Salim H. misalnya kreditur menerima sekeranjan g jambu seharusnya sekeranjang apel.S.kerugian karena kerusakan. yaitu kelambatan melaksanakan prest asi dan sama sekali tidak memberikan prestasi. Debitur tidak memenuhi prestasi pada hari yang telah dijanjikan. kerugian yang sungguh diderita.ada prestasi. 3. Marthalena Pohan berkesimpulan bahwa wanprestasi terjadi apabila: 1. 4.[25] Menurut Pasal 1248 BW. adalah teguran dari si berp iutang (kreditur) kepada si berutang (debitur) agar dapat memenuhi prestasi sesu ai dengan isi perjanjian yang telah disepakati antara keduanya. 5. misalnya dengan dwangsom ..H.Apabila prestasi itu hanya mempunyai arti. Bentuk dan Isi Somasi Bentuk somasi yang harus disampaikan kreditur kepada debitur adalah dalam bentuk surat perintah atau sebuah akta yang sejenis.S.1.Apabila dalam perikatan terkandung sifat perikatan. dan kerugi an itu terdiri atas 3 (tiga) unsur yaitu: a. 2. bunga atau keuntungan yang diharapkan (interest).[23] Debitur hanya wajib membayar ganti rugi jika ada hubungan kausal antara wanpres tasi dan kerugian. Ada tiga cara terjadinya somasi itu. Badan Urusan piut . c.[24] Menurut Abdulkadir Muhammad. Somasi timbul disebabkan debitur tidak memenuhi prestasinya. Menurut Yurisprudensi. b. 7.tidak ada prestasi sama sekali. Prestasi yang dilaksanakan oleh debitur tidak lagi berguna bagi kreditur setelah lewat waktu yang diperjanjikan. aka n tetapi juga kerugian akibat yang secara wajar dapat diduga dari adanya wanpres tasi tersebut. ongkos-ongkos atau biaya-biaya yang telah dikeluarkan. yaitu : Debitur melaksanakan prestasi yang keliru. 3. Penyebab tidak melaksanakan prest asi sama sekali karena prestasi tidak mungkin dilaksanakan atau karena debitur t erang-terangan menolak memberikan prestasi.Apabila debitur tidak memprestir sebagaimana mestinya (niet behoorlijk geprest eerd). akan tetapi tidak sebagaimana mestinya (niet behoorlijk prestere n).S. 2. hubungan klausal ada apabila bukan han ya wanprestasi yang merupakan condition sine qua non untuk timbulnya kerugian. Istilah pernyataan lalai ayau somasi merupakan terjemahan dari ingebrekestelling .Apabila debitur mengakui sendiri bahwa ia wanprestasi.M. Dalam pasal lain yaitu Pasal 1247 BW membatasi lebih sempit tanggunggugat debitur yang tidak bersifat tipu daya (arg listig) dengan tidak hanya melihat saat wanprestasi. maka tanpa somasi ganti rugi dapat dituntut. akan tetapi tanggunggugatny a juga dikaitkan dengan pertanyaan apakah kerugian itu dapat diduga pada saat di adakannya perikatan. ganti rugi hanya dapat diberikan sebagai akibat langsung dan seketika dari tidak dipenuhi perikatan.Apabila debitur menolak untuk melakukan prestasi (tidak mengaku adanya perikat an) dan kreditur dapat menerima. 2. Pejabat yang berwenang adalah Juru sita.Apabila dalam perikatan itu sudah ditentukan jangka waktunya. yang dimaksud dengan ganti kerugian adalah ganti ke rugian yang timbul karena debitur melakukan wanprestasi karena lalai.ada prestasi. Somasi diatur dalam Pasal 1238 KUH Perdata dan Pasal 1243 KUH Perdata.

Oleh karena itu. Pemenuhan prestasi tidak mungkin dilakukan. yaitu : Apa yang dituntut (pembayaran pokok kredit dan bunganya). Tidak perlunya pernyataan lalai dalam ha l ini sudah jelas dari sifatnya (somasi untuk pemenuhan prestasi). Kelima cara itu tidak perlu dilakukan somasi oleh kreditur kepada debitur . Ada empat akibat adanya wanprestasi. Debitur menolak Pemenuhan. kecuali bila ada kesenjangan atau kesalahan besar dari pihak kreditur. Peristiwa-Peristiwa yang tidak Memerlukan Somasi Ada lima macam peristiwa yang tidak mensyaratkan pernyataan lalai. Jika perikatan lahir dari perjanjian timbal balik. misalnya dengan menawarkan ganti rugi. Penyerahan kedua barang tersebut setelah perkawinan atau setelah pem akaman tidak ada artinya lagi. d. apabila prestasi (di luar peristiwa overmacht ) tidak mungkin dilakukan. c. b. akan tetapi juga secara implicit (diam-diam). Beban resiko beralih untuk kerugian debitur. sehingga kreditur boleh berpendirian bahwa dalam sikap penolakan d emikian suatu somasi tidak akan menimbulkan suatu perubahan (HR 1-2-1957). a. sanksi atau akibat-akibat hukum bagi debitur yang wanprestasi ada 4 macam. Isi atau hal-hal yang harus dimuat dalam surat somasi. Pemenuhan tidak berarti lagi (zinloos) Tidak diperlukannya somasi. dan lain-lain. Akibat wanprestasi yang dilakukan debitur. 1988). Debitur lalai tanpa adanya somasi. Perikatan tetap ada. dapat menimbulkan kerugian bagi kredi tur. yaitu sebagai berikut. Debitur melakukan prestasi tidak sebagaimana mestinya. hanya dapat diberikan atau dilakuakn dalam batas waktu tertentu. Pengakuan demikian dapat terjadi secara tegas. kreditur dapat membebaskan di ri dari kewajibannya memberikan kontra prestasi dengan menggunakan pasal 1266 KU H Perdata. Contoh klasik. Debitur mengakui kelalaiannya. Dasar tuntutan (perjanjian kredit yang dibuat antara kreditur dan debitur).ang Negara. debitur tidak dibenarkan untuk berpegang pada keadaan memaksa. Debitur harus membayar ganti rugi kepada kreditur (Pasal 1243 KUH Perdata). jika halangan itu timbul setelah de bitur wanprestasi. debi tur dapat langsung dinyatakan wanprestasi. kewajiban untuk menyerahkan pakaian pengantin atau peti mati. misalnya karena debitur kehilangan barang yang harus diserahkan atau barang tersebut musnah. Seorang kreditur tidak perlu mengajukan somasi apabila debitur menolak pemenuhan prestasinya. e. 3. dan Tanggal paling lambat untuk melakukan pembayaran angsuran. yang dib iarkan lampau. yaitu: Debitur diharuskan membayar ganti-kerugian yang diderita oleh kreditur (pasal 12 . sebagaimana d ikemukakan berikut ini (Niewenhuis. pada tanggal 15 juli 2002. apabila kewajiban debitur untuk memberikan atau mela kukan.

Peralihan risiko kepada debitur sejak saat terjadinya wanprestasi (pasal 1237 ay at 2 KUH Perdata). Perikatan yang dapat dibagi dan tidak dapat dibagi Tergantung pada kemungkinan bias atau tidaknya prestasi dibagi. yaitu : (1) Debitur yang wanprestasi harus membayar aganti rugi sesuai ketentuan pasal 1 234 KUH Perdata. Macam-Macam Perikatan a. Akibat yang ditimbulkan oleh Wanprestas. bahwa sejak debitur lalai. d. yang berupa ongkos-ongkos. Sebagaimana yang disebutkan dalam pasal 1236 dan 1243 dalam hal debitur lalai un tuk memenuhi kewajiban perikatannya kreditur berhak untuk menuntut penggantian k erugian. meskipun belum dapat dipastikan kapa n akan datangnya. maka resiko atas objek perikatan menjadi t anggungan debitur. e. yang masi h belum tentu akan atau tidak terjadi. dengan atau tanpa disertai dengan tuntutan ganti ru gi. Perikatan tanggung menanggung ( Hoofdelijk atau Solidair ) Diamana beberapa orang bersama-sama sebagai pihak yang berhutang berhadapan deng an satu orang yang menghutangkan atau sebaliknya. Selanjutnya pasal 1237 m engatakan. (2) Bebas resiko bergeser ke arah kerugian debitur. kerugian dan bunga. Dalam hal debitur tidak memenuhi kewajibannya atau tidak memenuhi kewajibannya s wbagaimana mestinya dan tidak dipenuhinya kewajiban itiu karena ada unsure salah padanya. (3) Jika perkiraan timbul dari suatu persetujuan timbal balik. Yang ketiga adalah bahwa kalau perjanjian itu berupa perjanji an timbale balik. Pada hakekatnya tergantung pada kehendak kedua belak pihak yang membuat perjanjian. b. kejadiannya belum pasti akan atau tidak terjadi. maka berdasarkan pasal 1266 sekarang kreditur berhak untuk men untut pembatalan perjanjian. Perikatan bersyarat ( Voorwaardelijk ) Suatu perikatan yang digantungkan pada suatu kejadian dikemudian hari. Tidak terpenuhinya perikatan diakibatkan kelalaian (kesalahan) debitur atau seba gai akibat situasi dan kondisi yang resikonya ada pada diri debitur dapat beraki bat pada beberapa hal. Sekarang ini sedikit sekali ya ng menggunakan perikatan type ini. Hukuman ini biasanya ditetapkan dengan sejumlah uang yang merupakan pemb ayaran kerugian yang sejak semula sudah ditetapkan sendiri oleh pihak-pihak pemb uat janji.43 KUH Perdata). Perikatan tentang penetapan hukuman ( Strafbeding ) Suatu perikatan yang dikenakan hukuman apabila pihak berhutang tidak menepati ja njinya. Perikatan yang digantungkan pada suatu ketetapan waktu ( Tijdsbepaling ) Perbedaan antara perikatan bersyarat dengan ketetapan waktu adalah di perikatan bersyarat. maka kreditur dap at membebaskan diri dari kewajiban melakukan kontraprestasi melalui pasal 1266 K . maka seperti telah dikatakan bahwa ada akibat-akibat hokum yang atas t untutan dari kreditur bisa menimpa dirinya. c. sedangkan kepada si berhutang dis erahkan yang mana yang akan ia lakukan. Pembatalan perjanjian disertai dengan pembayaran ganti-kerugian (pasal 1267 KUH Perdata). f. Pembayaran biaya perkara apabila diperkarakan di muka hakim (pasal 181 ayat 1 HI R). Perikatan yang membolehkan memilih ( Alternatief ) Dimana terdapat dua atau lebih macam prestasi. Sedangkan pada perik atan waktu kejadian yang pasti akan datang.

UH Perdata. Tuntutan atas wanprestasi hanya dapat dilakukan ketika terjadi hubungan kontrakt ual antara kedua belah pihak. yaitu dengan peringatan oleh juru s ita di pengadilan atau cukup dengan surat tercatat atau kawat. yaitu keuntungan yang akan didapat seandai nya si berutang tidak lalai. 4) Suatu perjanjian yang meletakkan pada kewajiban timbal balik. . 3) Kreditur dapat menuntut pelaksanaan perjanjian disertai dengan penggantian ke rugian yang diderita olehnya sebagai akibat terlambatnya pelaksanaan perjanjian. Terdapat berbagai kemungkinan yang bisa dit untut terhadap debitur yang lalai : 1) Kreditur dapat meminta kembali pelaksanaan perjanjian. maka penggantian kerugian dapat di tuntut menurut kitab UU. atau . Sekian pembahasan mengenai pengertian wanprestasi dan penjelasannya. semoga tulisan saya mengenai pengertian wanprestasi dapat ber manfaat. meskipun pelaksanaan t ersebut sudah terlambat.Kehilangan keuntungan (interessen). supaya tidak muda h dimungkiri oleh si berutang sebagaimana diatur dalam pasal 1238 KUH Perdata da n perikatan tersebut harus tertulis. Kelalaian ini harus dinyatakan secara resmi. 2) Kreditur dapat meminta penggantian kerugian saja. .kerugian yang sesungguhnya menimpa harta benda si berpiutang (schaden). kelalaian satu pihak yang lain untuk meminta kepada hakim supaya perjanjian dibatalkan.Biaya-biaya yang sesungguhnya telah dikeluarkan (konsten). Berdasarkan ketentuan pasal 1234 KUH Perdata. diserta i dengan permintaan penggantian kerugian. karena perjanjian tidak atau terlambat dilaksanakan sebagaimana mestinya. yaitu kerugian yang diderit anya. yaitu berupa : .