Anda di halaman 1dari 6

Aktivitas manajemen

Aktivitas manajemen menurut Griffin meliputi :


a. Perencanaan dan pengambilan keputusan
Menetapkan tujuan organisasi dan bagaimana cara terbaik untuk
mencapainya.
b. Pengorganisasian
Menentukan bagaimana cara terbaik untuk mengelompokkan aktivitas dan
sumberdaya.
c. Kepemimpinan
Memotivasi anggota organisasi untuk bekerja bagi kepentingan organisasi.
d. Pengendalian
Memonitor dan memperbaiki aktivitas yang berlangsung untuk memastikan
pencapaian tujuan organisasi.

Organisasi nirlaba
Organisasi nirlaba atau organisasi non profit adalah suatu organisasi yang bersasaran
pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal di dalam menarik publik untuk suatu tujuan
yang tidak komersial, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba
(moneter). organisasi nirlaba meliputi keagamaan, sekolah negeri, derma publik, rumah sakit
dan klinik publik, organisasi politis, bantuan masyarakat dalam hal perundang-undangan,
organisasi sukarelawan, serikat buruh.
Menurut PSAK No.45 bahwa organisasi nirlaba memperoleh sumber daya dari
sumbangan para anggota dan para penyumbang lain yang tidak mengharapkan imbalan
apapun dari organisasi tersebut. (IAI, 2004: 45.1)
Lembaga atau organisasi nirlaba merupakan suatu lembaga atau kumpulan dari beberapa
individu yang memiliki tujuan tertentu dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tadi, dalam
pelaksanaannya kegiatan yang mereka lakukan tidak berorientasi pada pemupukan laba atau
kekayaan semata (Pahala Nainggolan, 2005 : 01). Lembaga nirlaba atau organisasi non profit
merupakan salah satu komponen dalam masyarakat yang perannya terasa menjadi penting
sejak era reformasi, tanpa disadari dalam kehidupan sehari-hari kini semakin banyak
keterlibatan lembaga nirlaba.

Berdasarkan pengertian di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa organisasi nirlaba


adalah salah satu lembaga yang tidak mengutamakan laba dalam menjalankan usaha atau
kegiatannya. Dalam organisasi nirlaba pada umumnya sumber daya atau dana yang
digunakan dalam menjalankan segala kegiatan yang dilakukan berasal dari donatur atau
sumbangan dari orang-orang yang ingin membantu sesamanya. Tujuan organisasi nirlaba
yaitu untuk membantu masyarakat luas yang tidak mampu khususnya dalam hal ekonomi.
Organisasi nirlaba pada prinsipnya adalah alat untuk mencapai tujuan (aktualisasi filosofi)
dari sekelompok orang yang memilikinya. Karena itu bukan tidak mungkin diantara lembaga
yang satu dengan yang lain memiliki filosofi (pandangan hidup) yang berbeda, maka
operasionalisasi dari filosofi tersebut kemungkinan juga akan berbeda. Karena filosofi yang
dimiliki organisasi nirlaba sangat tergantung dari sejarah yang pernah dilaluinya dan
lingkungan poleksosbud (politik, ekonomi, sosial dan budaya) tempat organisasi nirlaba itu
ada.
Definisi Organisasi Nirlaba

Organisasi nirlaba atau organisasi non profit adalah suatu organisasi yang
bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal didalam menarik
perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersil, tanpa ada perhatian
terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter). Organisasi nirlaba
meliputi gereja, sekolah negeri, derma publik, rumah sakit dan klinik publik,
organisasi politis, bantuan masyarakat dalam hal perundang-undangan,
organisasi jasa sukarelawan, serikat buruh, asosiasi profesional, institut riset,
museum, dan beberapa para petugas pemerintah.
Perbedaan organisasi nirlaba dengan organisasi laba
Banyak hal yang membedakan antara organisasi nirlaba dengan organisasi lainnya (laba).
Dalam hal kepemilikan, tidak jelas siapa sesungguhnya pemilik organisasi nirlaba, apakah
anggota, klien, atau donatur. Pada organisasi laba, pemilik jelas memperoleh untung dari hasil
usaha organisasinya. Dalam hal donatur, organisasi nirlaba membutuhkannya sebagai sumber
pendanaan. Berbeda dengan organisasi laba yang telah memiliki sumber pendanaan yang
jelas, yakni dari keuntungan usahanya. Dalam hal penyebaran tanggung jawab, pada
organisasi laba telah jelas siapa yang menjadi Dewan Komisaris, yang kemudian memilih
seorang Direktur Pelaksana. Sedangkan pada organisasi nirlaba, hal ini tidak mudah
dilakukan. Anggota Dewan Komisaris bukanlah pemilik organisasi.

Organisasi nirlaba, non-profit, membutuhkan pengelolaan yang berbeda dengan


organisasi profit dan pemerintahan. Pengelolaan organisasi nirlaba dan kriteria-kriteria
pencapaian kinerja organisasi tidak berdasar pada pertimbangan ekonomi semata, tetapi
sejauhmana masyarakat yang dilayaninya diberdayakan sesuai dengan konteks hidup dan
potensi-potensi kemanusiaannya. Sifat sosial dan kemanusiaan sejati merupakan ciri khas
pelayanan organisasi-organisasi nirlaba. Manusia menjadi pusat sekaligus agen perubahan
dan pembaruan masyarakat untuk mengurangi kemiskinan, menciptakan kesejahteraan,
kesetaraan gender, keadilan, dan kedamaian, bebas dari konfilk dan kekerasan. Kesalahan dan
kurang pengetahuan dalam mengelola organisasi nirlaba, justru akan menjebak masyarakat
hidup dalam kemiskinan, ketidakberdayaan, ketidaksetaraan gender, konflik dan kekerasan
sosial. Pengelolaan organisasi nirlaba, membutuhkan kepedulian dan integritas pribadi dan
organisasi sebagai agen perubahan masyarakat, serta pemahaman yang komprehensif dengan
memadukan pengalaman-pengalaman konkrit dan teori manajemen yang handal, unggul dan
mumpuni, sebagai hasil dari proses pembelajaran bersama masyarakat.
Dalam konteks pembangunan organisasi nirlaba yang unggul, berkelanjutan dan
memberikan energi perubahan dan pembaruan bagi masyarakat, Bernardine R. Wirjana,
profesional dalam bidang pemberdayaan masyarakat, yang selama dua dasawarsa menjadi
pelaku manajemen organisasi nirlaba, mengabadikan proses pembelajaran atas pengalamanpengalaman laoangan dan teori-teori manajemen terkini dalam bidang pemberdayaan
masyarakat.

http://tkampus.blogspot.co.id/2012/03/organisasi-nirlaba.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_nirlaba
http://sijabatemanuela.blogspot.com/2008/06/pengertian-organisasi-nirlaba.html
http://ihsanfaridmd.wordpress.com/2010/10/25/organisasinirlaba/http://andiblogku.blogspot.com/2010/11/makalah-manajemen-organisasi-nirlaba.html

1. 1.

Pengertian Manajer.

Manajer adalah seorang yang memiliki tanggung jawab yang besar


untuk seluruh bagian pada suatu perusahaan atau organisasi yang
dipimpinnya dan harus mempunyai wawasan yang luas. Manajer
memimpin beberapa unit bidang fungsi pekerjaan yang mengepalai
beberapa sektor yang dipegangnya. Pada perusahaan yang berskala

kecil mungkin cukup diperlukan satu orang manajer umum,


sedangkan pada perusahaan atau organisasi yang berkaliber besar
biasanya memiliki beberapa orang manajer umum yang bertanggungjawab pada area tugas yang berbeda-beda
Gagasan untuk menggunakan komputer sebagai sistem informasi
manajemen (SIM) merupakan suatu terobaosan besar, karena
menyadari bahwa para manajer memerlukan informasi untuk
pemecahan masalah. Ketika perusahaan-perusahaan menjangkau
konsep SIM, mereka mulai mengembangkan berbagai aplikasi yang
secara khusus diarahkan untuk mendukung manajen. Namun, bukan
hanya manajemen yang memperoleh manfaat dari penerapan SIM.
Nonmanajer dan staf ahli juga menggunakan outputnya. Selain itu
juga dimanfaatkan oleh para pemakai yang berada di luar
perusahaan, yaitu para pelanggan akan menerima faktur dan laporan
transaksinya, para pemegang saham akan menerima cek deviden,
dan pemerintah akan menerima laporan pajak.
1. Peran seorang manajer dalam sebuah organisasi
Di dalam suatu perusahaan tidak memiliki manajer maka bisa
dipastikan bahwa perusahaan tersebut akan bangkrut karena proses
manajemen dalam perusahaan tersebut tidak berjalan,walaupun
simber daya alat dan infrastrukturnya legkap namun apabila tidak ada
yang mengatur maka hal itu tidak akan ada artinya oleh karena itu
peran amnajer sangatlah vital.
Manajer yang hanya mau untuk menyuruh-nyuruh saja tanpa mau
dikoreksi apalagi disalahkan bukan seorang manajer yang baik,dan
hal itu dapat menurunkan kualitas dan kinerja dari para bawahan yang
dia bawahi,dan akhirnya berdampak kepada keuntungan atau

kelangsungan dari organisasi itu sendiri,agar perusahaan tidak


menjadi korban dari hal tersebut maka perlu dipilih seorang manajer
yang baik yang mampu mengatasi masalah dan memiliki ciri-ciri
kepemimpinan yang komunikatif.
1. Seorang manajer harus memahami identitas dan
khususnya karakter dari bawahanya,misalnya
kemampuan komunikasinya,keagresifan dalam
bertanya,kadar emosi bawahanya,dan pengetahuan
tentang suatu masalah,hal ini menjadi penting karena
untuk memperkecil distorsi informasi ketika majnajer
akan mendengarkan dan merespon usulan atau apresiasi
yang disampaikan oleh bawahanya
1. Seorang manajer harus memahami apa yang
disampaikan bawahan termasuk dalam hal isi dan tujuan
penyampaian aspirasi,dengan semakin paham maka
komunikasi akan semakin lancar sehingga tidak akan ada
multitafsir yang akan menggaburkan komunikasi
tersebut.
1. Selalu fokus dan penuh perhatian kedapa karyawan
yang menyampaikan pesan atau aspirasi,dan usahakan
jangan memberikan kesan manajer melecehkan
bawahanya,hal ini penting untuk memberikan empati
tinggi sehingga karyawan atau bawahan akan merasa
diperhatikan dan dihargai eksistenti dan usulanya.
Sebelum lebih jauh membahas tentang kemampuan seorang manajer
yaitu memotivasi,kita akan bahas dahulu tentang apa itu
motivasi,motivasi adalah sebuah kemampuan khusus yang dimiliki
oleh orang lain yang bisa mendorong untuk melakukkan sesuatu,ada

konsep motivasi dan itu terdiri atas dua faktor yaitu faktor intrisik dan
faktor ekstrinsik,faktor intrinsik meliputi minat pribadi,hasrat,keperluan
memenuhi kebutuhan,dan faktor ekstrinsik meliputi pujian dari orang
lain,promosi jabatan danpenghargaan.
ada tiga cara yang umum dilakukkan untuk mempengaruhi atau
memotivasi yaitu :
1. motivasi karena rasa takut.
2. motivasi karena insentif
3. motivasi karena pengembangan personal
nah dari ketiga cara tersebut cara ketigalah yang paling baik untuk
memperngaruhi motivasi karyawan.
1. 3.

Peranan Manajer dalam Pengelolaan

Manajemen Informasi
Manajer adalah seorang yang memiliki tanggung jawab seluruh
bagian pada suatu perusahaan atau organisasi. Manajer memimpin
beberapa unit bidang fungsi pekerjaan yang mengepalai beberapa.
Pada perusahaan yang berskala kecil mungkin cukup diperlukan satu
orang manajer umum, sedangkan pada perusahaan atau organisasi
yang berkaliber besar biasanya memiliki beberapa orang manajer
umum yang bertanggung-jawab pada area tugas yang berbeda-beda
By Afrizan Raja oleh afrizanraja. Buat penanda ke permalink
https://afrizanraja.wordpress.com/2013/05/29/peran-manajer-dalam-perusahaan/