Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN AKHIR

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA TEKNOLOGI

BRT-46, Alat Pengasin Telur Bebek Tanpa Media Pembungkus

Disusun oleh:

Dwisulistyarso S
An Syahrul
Hairunnisa
Anggun Puspita Anggoro

F14090044 / 2009
F14090117 / 2009
F14090126 / 2009
F14110073 / 2011

Dibiayai oleh:
Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
sesuai dengan Surat Perjanjian Penugasan Program Kreativitas Mahasiswa
Nomor : 050/SP2H/KPM/Dit.Litabmas/V/2013, tanggal 13 Mei 2013

INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2013

Alamat Rumah / HP : : Dwisulistyarso Suryatmojo : F14090044 : Teknik Mesin dan Biosistem : Institut Pertanian Bogor : Kosan Thasima Cibanteng Proyek. M. Dikti b. 20 Juli 2013 Menyetujui. F14090044 Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dosen Pendamping. Bogor. 0008086507 . Bidang Kegiatan : ( ) PKM-P ( ) PKM-K ( )PKM-KC () PKM-T ( ) PKM-M 3.Si NIDN.300. Ketua Departemen Teknik Mesin dan Biosistem Ketua Pelaksana Kegiatan Dr. Nama Lengkap b. Alamat e-mail 5. Ir.00 :: 4 bulan Bogor. Biaya Kegiatan Total a. 06 Desa Laladon. Bogor/ 081295519419 : dsuryatmojo@ymail. Eng NIP. Sumber lain 8. 19661201 199103 1004 Dwisulistyarso Suryatmojo NIM. NIDN c. Nama Lengkap dan Gelar b.Ir.11. Universitas/Institut/Politeknik e. Judul Kegiatan :“BRT 46” Alat Pengasin Telur Asin Tanpa Media Pembungkus 2. Dosen pendamping a. Desrial.Si : 0008086507 : Jalan Arde No. Departemen d. Kecamatan Ciomas. Agus Sutejo. M. MS NIP.000.HALAMAN PENGESAHAN 1. Anggota Pelaksana Kegiatan 6. NIM c.com : 3 orang f. Jangka Waktu Pelaksanaan : Ir.Yonny Koesmaryono. Ketua Pelaksana Kegiatan a. Prof.Dr. 19581228 198503 1 003 Ir. M./ 081310792113 : Rp. Agus Sutejo. Alamat rumah Tlp/HP 7.

Dengan pertimbangan sifak fisik cangkang telur yang mudah pecah. dan dapat menimalisir bahan yang digunakan untuk proses pengasinan telur. Telur ini dapat diperoleh di warung makan. Proses pengasinan telur memakan waktu sekitar dua minggu (15 hari). proses pabrikasi dilakukan di bengkel sampai alat bisa di uji coba. Telur asin yang kualitasnya baik saat ini sangat langka di pasaran. Kata kunci : telur asin. Namun. Tentu dalam perancangan alat ini diperlukan survei lapang dan berbagai uji laboratorium terutama pada besarnya tekanan hidrostatik alat. maka dapat ditentukan tekanan hidrostatik optimum alat yang diberikan saat pengasinan telur. Setelah proses perancangan gambar teknik selesai. Diperkirakan hanya sekitar 10% dari telur asin yang berada di pasar saat ini kualitasnya baik. tekanan hidrostatik . putih telurnya berwarna kecokelatan karena menggunakan bahan pengawet sendawa (kalium nitrat (KNO3)). Harapannya dengan terciptanya alat yang disebut “BRT-46” atau alat pengasin telur bebek tanpa media pembungkus ini bisa meningkatkan efektivitas produksi pengusaha telur asin.ABSTRAK Telur asin merupakan makanan ringan yang cukup digemari berbagai kalangan. pengasinan telur. Berdasarkan pengujian kemampuan maksimum cangkang telur saat menerima tekanan. Sementara telur asin yang dijual di warung-warung makan. kualitas telur asin yang beredar di pasar saat ini umumnya sangat memprihatinkan. Telur asin matang yang dikemas tiga butir dan dijual di gerai pasar swalayan termahal ada yang sudah tidak layak makan. biasanya selalu kesulitan melayani pesanan karena kemampuan produksinya terbatas. pasar tradisional. Bahan untuk mengasinkan telur cukup banyak jumlah dan syaratnya untuk menghasilkan telur asin yang berkualitas baik. pasar swalayan. maka diperlukan pengukuran kemampuan cangkang telur menerima tekanan. dan penjual asongan. menghasilkan telur asin yang berkualitas baik tanpa ada bahan pengawet. putih telurnya sudah rusak. munculah ide untuk membuat suatu alat yang bisa mengasinkan telur bebek dengan waktu yang lebih cepat dari cara konvensional. Seorang pengusaha telur asin yang tetap mempertahankan kualitas. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa alat dapat bekerja mengasinkan telur tanpa menyebebkann telur pecah dan dapat melakukan proses pengasinan yang lebih cepat. Waktu tersebut tergolong cukup lama untuk dapat memenuhi kebutuhan. Dari permasalahan-permasalahan tersebut.

hidayah dan inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Teknologi (PKM-T) yang berjudul “BRT 46” Alat Pengasin Telur Asin Tanpa Media Pembungkus. Teriring do’a dan harap semoga Allah meridhoi usaha yang kami lakukan. kami mohom kebijaksanaan dari semua pihak untuk dapat memaafkannya. Shalawat dan salam tercurah pula kepada Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Agus Sutejo.KATA PENGANTAR Segala puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmat. Bogor.Agr. Kami mengucapkan terimakasih kepada Ir. Program yang kami lakukan bertujuan untuk memberikan solusi bagi pengusaha telur asin di Tasikmalaya dalam mengoptimalkan penghasilannya. sebagai dosen pembimbing yang banyak memberikan bimbingan dan arahan kepada kami dalam melaksanakan program ini. Kami berharap program ini bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya dan pengusaha telur asin khususnya. Juli 2013 Penulis . M. Atas segala kekurangan.

kurang lebih sama dengan volume telurnya. Tanah liat yang diperlukan harus benar-benar bersih (hanya .per butir bahkan lebih rendah lagi. Bahan abu sekam relatif mudah diperoleh dibanding dengan bubuk batubata. putih telurnya berwarna kecokelatan karena menggunakan bahan pengawet sendawa (kalium nitrat (KNO3)). Telur asin demikian masih dipasarkan terbatas. Bahan untuk mengasin telur adalah tanah liat. Abu sekam ini sudah benar-benar menjadi abu berwarna putih. Telur asin demikianlah yang saat ini sangat langka di pasaran. setelah direbus dan dibuka.500. Telur asin matang yang dikemas tiga butir dan dijual di gerai pasar swalayan termahal ada yang sudah tidak layak makan. dan garam. tidak lebih baik dibanding dengan yang dihasilkan bubuk batubata.I. bisa melambung sampai ke tingkat Rp 2. sebagian besar kuning telur itu masih tawar. Kualitas telur asin yang baik ditandai dengan putih telurnya yang berwarna putih cerah dengan tekstur lembut. Diperkirakan hanya sekitar 10% dari telur asin yang berada di pasar saat ini kualitasnya baik. Bagian kuningnya berwarna kuning tua bertekstur seperti pasir (jawa = masir) dan tetap padat namun lunak. baik telur asin yang dijual di warung makan maupun pasarpasar swalayan. Volume garam yang diperlukan. Untuk mengasinkan 1 kg telur bebek. Sebab abu sekam banyak dijajakan sebagai "abu gosok" yang ditukar dengan botol atau barang bekas lainnya. lalu mengayaknya. LATAR BELAKANG MASALAH Kualitas telur asin yang beredar di pasar saat ini umumnya sangat memprihatinkan. Volume abu sekam maupun batu bata yang diperlukan. dan rasanya sangat lezat. Namun bubuk batu bata ini harus dibuat sendiri dengan menghancurkan batu bata atau pecahan genteng. PENDAHULUAN A.. langsung dari produsen ke konsumen. aroma bagian putih maupun kuningnya segar khas telur asin. Telur asin demikian dihasilkan dari telur mentah kualitas baik..5 kg (500 gram) garam. bagian pinggir kuning telurnya telah mencair dan bagian tengahnya menggumpal. Sementara telur asin yang dijual di warung-warung makan. rasa asinnya sedang. Tingkat keasinannya meskipun tinggi masih bisa ditolerir oleh lidah. Telur asin ini hanya bagian tepi kuning telurnya yang telah tergarami. Putih telurnya sudah sangat asin (kadar garamnya terlalu tinggi). biasanya selalu kesulitan melayani pesanan karena kemampuan produksinya terbatas. 50% dari volume telurnya. Telur asin kualitas baik ini hanya bisa ditemui di toko-toko roti dan kue yang memproduksi telur asin sendiri. Abu sekam putih ini berasal dari perusahaan pembakaran genteng dan batubata. bukan arang berwarna hitam. Jadi untuk mengasil telur 1 kg. Telur asin mentah yang dipasarkan masih dengan bungkus abu sekam. (volume ± 1 liter = 12 butir). Kualitas telur asin yang diproduksi dengan abu sekam. Tingginya harga telur asin kualitas baik tidak menyurutkan pembeli. putih telurnya sudah rusak. diperlukan sekitar 1 liter (0.500.per butir. dan diberi garam dengan cara yang benar. Seorang pengusaha telur asin yang tetap mempertahankan kualitas. banyak yang sudah kadaluwarsa. Bisa saja volume garam ini dinaikkan untuk mempercepat pemasakan telur. Harga telur asin kualitas baik. Namun hasilnya. diperlukan 0. justru merepotkan produsen karena kesulitan untuk melayani pesanan. putih telur akan menjadi terlalu asin hingga mengurangi kualitas rasa (kelezatannya). Sementara telur asin kualitas rendah dipasarkan dengan harga Rp 1.1 m³) abu sekam atau bubuk batubata. abu sekam atau tumbukan (bubuk) batubata.

2. Beda dengan telur asin asli yang warna putih telurnya putih cerah (Foragri. 4. biasanya selalu kesulitan melayani pesanan karena kemampuan produksinya terbatas.5 s/d 1 jam. dibersihkan dari abu sekam/bubuk batu batanya. Menghasilkan telur asin yang berkualitas baik. Bagian putih telurnya akan berwarna kecokelatan. 3. baru kemudian direbus. Alat ini dapat digunakan dengan mudah dan tidak memerlukan banyak bahan untuk mengasinkan telur. 2. KEGUNAAN PROGRAM 1. . TUJUAN PROGRAM 1. akan memakan waktu sekitar dua minggu (15 hari). merah maupun abu-abu. 2. Kualitas telur asin yang beredar di pasar saat ini umumnya sangat memprihatinkan. Lebih dari 1 minggu. 3. 2008). Mempersingkat waktu pengasinan telur dan menimalisir bahan yang digunakan untuk pengasinan. ada yang sudah tidak layak makan dan ada yang menggunakan bahan pengawet. Itulah sebabnya produsen telur asin wajib mencantumkan tanggal kadaluwarsa. 3. E. Inovasi baru dalam produksi telur asin secara cepat. Namun kualitas telur asin yang diberi sendawa akan menurun. Membantu pengusaha telur asin untuk melayani pesanan pelanggan. 3. C.berupa tanah liat) baik yang berwarna hitam. Proses masuknya garam sampai ke dalam pusat kuning telur. 2. telur harus diangkat. 4. Adanya inovasi alat yang layak digunakan untuk menunjang perekonomian di masyarakat. Alat yang dihasilkan mampu menghasilkan telur asin yang berkualitas baik. Perebusan bisa makan waktu antara 0. dicuci bersih agar tanah liatnya hilang. kualitas telur akan menurun. Seorang pengusaha telur asin yang tetap mempertahankan kualitas. Telur asin rebus bisa tahan disimpan dalam suhu ruangan selama 1 minggu. Adanya suatu desain alat pengasin telur bebek tanpa media pembungkus. sebanyak satu genggam untuk telur 1 kg. Membantu pengusaha telur asin untuk memproduksi telur asin secara efektif dan efisien. LUARAN YANG DIHARAPKAN Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah: 1. Bahan untuk mengasinkan telur cukup banyak jumlah dan syaratnya untuk menghasilkan telur asin yang berkualitas baik. Alat yang dihasilkan mampu mengurangi waktu proses pengasinan sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi. D. Kebanyakan produsen telur asin menambahkan sendawa pada adonan tanah liat maupun abu sekam/bubuk batu batanya. Hingga setelah diperam selama 15 hari. Sendawa memang bisa mengawetkan telur asin masak lebih dari 1 minggu. B. Proses pengasinan telur asin secara konvensional memerlukan waktu yang cukup lama yakni sekitar dua minggu. PERUMUSAN MASALAH Permasalahan yang ada pada pembuatan telur asin saat ini antara lain: 1.

yaitu:  nilai gizi telur dapat dipertahankan dalam waktu yang relatif lama.4. abu dan air. 1988). Telur bebek yang akan diasinkan harus memenuhi beberapa persyaratan. 1992). dan komunikasi hasil. konseptualisasi. TINJAUAN PUSTAKA Pengasinan telur merupakan salah satu upaya untuk mengawetkan telur segar (memperpanjang masa simpan). serta menurunkan aktivitas air. besi siku. dan jaring-jaring. Selanjutnya dilakukan survei lapangan dan dialog dengan teknisi bengkel berpengalaman. definisi permasalahan. evaluasi. kran.  nilai jual telur dapat ditingkatkan. Dirumuskan juga besar tekanan hidrostatik dalam tabung dan pipa dan komposisi larutan garam untuk proses pengasinan. dan  praktis dalam menghidangkan. sehingga sampai sekarang telur asin lebih popular dibuat dari telur bebek. Proses selanjutnya yakni evaluasi yaitu dilakukan evaluasi dari tahap yang sudah dilakukan sebelumnya. Sejak awal orang mengetahui telur asin dibuat dari telur bebek.  telur harus bersih dari kotoran. Dapat meningkatkan jumlah produksi telur asin yang berkualitas baik. 1987). seperti plat stainless steel. pengumpulan informasi. pemilihan bahan. motor listrik. menghambat kerja enzim proteolitik. antara lain identifikasi kebutuhan. 1999). putih telur dan kuning telur. perancangan teknik. membuang bau amis telur (sebagai contoh telur itik). Dalam tahap konseptualisasi. akan melalui beberapa tahapan. sehingga bagian-bagian tersebut menjadi asin (Muslim. Bahan tersebut kemudian dicampur dengan garam kasar untuk memperoleh adonan pembalut. dilakukan penentuan bahan-bahan yang akan digunakan. paralon. dinyatakan selesai dalam merancang alat dan siap untuk dipublikasikan. Untuk tahap komunikasi. II. pipa besi. III. mengurangi daya larut oksigen. yaitu:  telur masih segar dan baru.  kulit telur masih utuh dan tidak retak. dan menciptakan rasa yang khas (Astawan dan Astawan. Garam memiliki sifat higroskopis sehingga dapat menyebabkan plasmolisis dan dehidrasi pada sel bakteri. Menurut Suharno dan Amri (1999). Bahan pembalut berfungsi melekatkan garam pada cangkang telur yang akan diasinkan. Pengawetan telur utuh juga bertujuan mempertahankan kandungan air dan karbondioksida yang telah ada di dalam telur selama mungkin dan memperlambat kegiatan mikroorganisme yang dapat merusak kualitas telur (Bucket et al. sampai dilakukan evaluasi dari segi ketersediaan bahan yang ada di pasaran. METODE PENDEKATAN Menurut Hermawan (2006). ada beberapa manfaat pengasinan telur. mulai dari cara pembuatan alat. tanah. . dan  sebelum diasinkan sebaiknya diampelas untuk memudahkan proses pengasinan (Suharno dan Amri. dalam proses perancangan teknik. Cara pengasinan yang berada di kalangan masyarakat menggunakan bahan pembalut yang terbuat dari bata merah halus. Garam berdifusi sampai kedalam kerabang telur sampai menembus pori-pori kulit telur bagian dalam.

III. lama pengasinan. Kegiatan dimulai dari bulan Maret sampai Juli 2013. Pengujian yang dilaksanakan antara lain konsentrasi larutan garam. Tabel 1. survei harga alat dan bahan di pasaran yang dilanjutkan dengan penyesuaian dana awal yang didapat. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Pembuatan prototipe dilakukan di AEDS (Agriculture Engineering Desain Studio) Departemen Teknik Mesin dan Biosistem IPB dan bengkel milik dosen pembimbing Ir. Instrumen Pelaksanaan 4 1 Mei 2 3 4 1 Juni 2 3 4 1 Juli 2 3 4 Agustus 1 2 3 4 . Nama Kegiatan 1 Maret 2 3 4 1 April 2 3 1 Identifikasi Permasalahan 2 Merumuskan Ide Awal Rancangan Fungsional 3 Menyempurnakan Ide Rancangan Struktural 4 Gambar Teknik 5 Konsultasi Rancangan 6 pengujian telur pertama 7 8 9 10 11 12 modifikasi 1 pembersihan alat uji telur kedua analisis bertemu mitra pembuatan laporan akhir 13 modifikasi akhir C. B. Faktual Pelaksanaan Bulan No. Tahap Pelaksanaan/Jadwal Faktual Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan konsultasi rancangan. PELAKSANAAN PROGRAM A. memanfaatkan daur ulang tabung stainless steel). Kemudian dilakukan perancangan ulang menurut dana yang dimiliki pada saat itu (dalam hal ini. Jadwal faktual pelaksanaan program dapat dilihat pada Tabel 1. pembuatan. Agus Sutejo. dan pengujian alat. dan rasa output produk. Msi.

Rincian pengeluaran dana dapat dilihat pada tabel 2.480. gergaji besi. Dalam pelaksanaanya instrumen yang diperlukan antara lain: seperangkat komputer yang digunakan sebagai alat desain. seperangkat alat bor.300.000 Saldo : Rp 439.000 Tabel 2. seperangkat alat las. elektroda.861.000 Pengeluaran : Rp 10. dan lain sebagainya.000. gerinda.300. Rancangan dan Realisasi Biaya Rancangan biaya yang diajukan sebesar Rp 12.Pada proses pembuatan prototype diperlukan instrumen yang mendukung terlaksananya program.00. sedangkan dana yang diterima dari DIKTI sebesar Rp 11. D.00. Pemasukan DIKTI : Rp 11. Rincian Pengeluaran Dana bulan oktober maret April mei juni Nama print proposal Tabung stainlees steel jadi + Modifikasi PVC 1" aw Lem pipa Konsumsi Sealtape SDL 1" telur bebek pulsa komunikasi dengan mitra transportasi anggota transportasi pemindahan alat Garam Jaring-Jaring Pembungkus Konsumsi Transportasi biaya kecelakaan Spon sabun colek Konsumsi tali rafia Slang Tansportasi Ember Gayung Transportasi jumlah Jumlah Harga harga 2 7000 14000 1 1 1 4 1 1 100 1 2 1 1 1 2 1 1 2 1 4 1 12 2 2 2 2 4500000 26000 5000 30000 2000 3000 2000 50000 50000 100000 55000 15000 50000 50000 400000 4000 2000 50000 7000 6500 50000 20000 10000 50000 4500000 26000 5000 120000 2000 3000 200000 50000 100000 100000 55000 15000 100000 50000 400000 8000 2000 200000 7000 78000 100000 40000 20000 100000 .000.

Konsumsi pipa sambungan telur bebek kran T pulsa komunikasi dengan mitra lem pipa Selotip pipa T besi siku 40/4 x6br drat 1/2" pipa 1/2" drat 1" Transportasi Konsumsi print laporan kemajuan Kompresor Juli tiket transportasi untuk monev dikti CD sewa mobil timbangan Agustus transportasi pulsa komunikasi dengan mitra konsumsi Total Biaya Poster Dana Sisa 4 2 90 1 1 1 2 2 20 2 1 2 2 4 2 1 1 2 1 1 2 1 4 50000 4000 1800 22000 50000 5000 2000 5000 75000 3000 10000 4000 50000 20000 7000 1160000 110000 3500 250000 160000 50000 100000 50000 200000 8000 162000 22000 50000 5000 4000 10000 1500000 6000 10000 8000 100000 80000 14000 1160000 110000 7000 250000 160000 100000 100000 200000 10561000 300000 11300000 439000 III. Hal ini ditujukan untuk mempermudah pemasukan air garam kedalam BRT 46. Waktu yang ditempuh untuk proses pengasinan dilakukan selama 6 hari. Dan juga digunakan pompa motor untuk memompa air garam yang telah dipersiapkan masuk kedalam alat tersebut. Realisasi BRT 46 BRT 46 dirancang untuk mampu menampung kapasitas telur sebanyak 500 telur dalam sekali pengasinan. Selain itu. diharapkan alat ini mampu menampung air garam dengan tekanan tinggi. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambar 1. Gambar Rancangan BRT 46 .

Alat pengukur tekanan atmosfir Gambar 4. Komposisi ini didapatkan dari perhitungan yang telah dilakukan pada analisis sistem kerja BRT 46. Prototipe BRT-46 Gambar 3. Gambar 5. Lubang pemasukan telur B. Gambar 2. telur disusun pada jaring dimana pada satu jaring diletakan 10 telur dan sebuah pemberat. Telur digosok dengan air bersih menggunakan spon. Air garam Telur bebek yang akan diasinkan dibersihkan dahulu.58 : 1. Sehingga dilakukan diskusi ulang dengan dosen pembimbing untuk mecari solusi dalam perealisasian brt-46 dengan dana yang pada saat itu masih belum sepenuhnya didapatkan. Gambar 7. Tabung stainless steel yang digunakan adalah bekas dari wadah besar yang terbuat dari stainless steel sebagai alat pengkukus dalam jumlah besar. Pengujian Pengasinan Pengasinan pada BRT 46 dilakukan dengan penyiapan air garam pada ember dengan menggunakan pengaduk berupa gayung.Kondisi keuangan pada awal bulan kurang memadai untuk mewujudkan alat tersebut. Penyiapan air garam Gambar 6. Komposisi air dengan garam sebesar 3. Dari hasil diskusi. Setelah telur dibersihkan. Penyiapan telur . diputuskan untuk menggunakan bahan daur ulang untuk memaksimalkan dana yang dimiliki.

56 liter 4.165 = 151152124. C.15 liter + (2 × 7.38 mm3 = 7. ?. karena . Perbandingan volume air dengan volume garam yang terpakai = 130.6 kg/0. Volume air = Volume larutan garam – volume garam yang terpakai = 167.96 liter Volume larutan garam = Volume total tabung = volume tabung besar + (2 × volume tabung kecil) = 151.h = 1100 kg/m3 × 9. d2.81 m/s2 × 4 m = 39240 N/m2 Dari hasil penghitungan menurut bentuk ukuran alat BRT 46. d2. Hal ini sangat berpengaruh dalam waktu proses pengasinan.h = 1000 kg/m3 × 9.58 : 1 5. Gambar 7.975 gr/ml: 0. sehingga tekanan yang dihasilkan kembali menjadi normal. didapatkan hasil tekanan hidrostatik seperti pada poin 7. Kemudian telur tersebut langsung direbus selama kurang lebih 60 menit untuk proses pematangan. Volume telur = 60 ml Volume 150 telur = 9 liter Volume larutan yang sudah berisi telur = 158.g. ?. t = 1/4 × ? × 4852 × 818. Volume garam yang terpakai: m/ρ= 35.6 kg (ρ garam: 0.08 liter 7.96 dm3 = 7.51 = 3.51 liter 2.36.1 kg/liter = 1100 kg/m3 6. pemilik usaha telur asin “PSM” di jalan raya Sindang Barang 394 Bogor Jawa Barat.15 dm3 = 151. Kadar larutaan 260 liter : 240 ml = 1. kemudian telur yang telah dimasukan ke dalam jarongjaring dimasukan perlahan-lahan dan rapi. Telur asin dari hasil pengasinan melalui BRT 46 memiliki inovasi pengasinan yang bagus.975 kg/liter).62 N/m2 Tekanan hidrostatik di dalam pipa = ρ.82 m = 8848. D. Setelah 6 hari. Garam yang terpakai 35. telur diangkat dari wadah pengasinan secara perlahan-lahan.51 liter = 130.07 liter . Namun saat dilapangan terjadi kebocoran pada pipa paralon penambah tekanan sepanjang 4 meter. Tekanan hidrostatik di dalam tabung = ρ.96 liter) = 167.975 kg/liter= 36.07 liter 3. Volume larutan garam = Volume total tabung = volume tabung besar + (2 × volume tabung kecil) Volume tabung besar : 1/4.5 mm3 = 151. Proses pengasinan Perendaman dilakukan selama 6 hari.81 m/s2 × 0.g. Analisis Sistem Kerja BRT-46 1.15 liter Volume tabung kecil : 1/4.1 gr/ml = 1. Mitra Menurut mitra.56 : 36. yakni pak Popo Yohanpo.Sebelum telur dimasukan kedalam bak perendam. t = 1/4 × ? × 2602 × 150 = 7963937. terlebih dahulu diisi dengan air garam sampai penuh.

Dengan komposisi campuran larutan garam yang tepat dan penambahan tekanan yang stabil.com/produksi-telur-asin-tanpa-sendawa/ (1 Agustus 2013). . Hal ini diharapkan mampu menyesuaikan tekanan yang diberikan dan meminimalisir kebocoran pada pipa penambah tekanan. DAFTAR PUSTAKA Astawan. pengasinan telur asin bisa lebih cepat dari pada proses pengasinan konvensional.58 : 1. IPB. Wootton. Beternak Itik Secara Intensif. yakni penggantian pipa 4 meter sebagai penambah tekanan. Teknologi Pengolahan Hewani Tepat Guna. Selain itu perlu dilakukan pengamatan pada ketahanan cangkang telur terhadap tekanan yang diberikan. 1988. 2008. H. [terhubung berkala] http://foragri. Budidaya Mina Itik.. Buckle.meminimalisir bahan baku yang digunakan. M dan M. Jakarta : Swadaya. Ilmu Pangan. 1999. G. Namun dari hasil proses pengasinan dan lamanya pengasinan. Namun dari penghitungan penggunaan garam yang dilakukan. Fateta. Produksi Telur Asin Tanpa Sendawa. Hal ini dikarenakan komposisi pencampuran larutan garam yang masih terlalu sedikit. Dan Khairul A. M. D. Fleet. Selain itu karena terjadi kebocoran pada pipa penambah tekanan juga menyebabkan bertambahnya waktu proses pengasinan. Jakarta : CV Akademika Pressindo. V. 2006. Muslim. A Edward. dimana Pak Popo mengharapkan perbandingan air dengan garam yakni 2 : 1. Jakarta : UI Press. R. dengan klep pompa untuk memberikan tekanan udara didalam tabung BRT 46. Astawan. Usaha Telur Asin “PSM” milik Pak Popo Yohanpo IV KESIMPULAN DAN SARAN Pengasinan telur asin dapat digunakan cara berupa memberikan tekanan hidrostatik kepada larutan garam. 1987. B. Yogyakarta : Kanisus. Gambar 8. Perlu adanya inovasi pada BRT 46. Foragri. Hermawan. untuk membuat proses pengasinan dengan perendaman air garam semakin cepat. Suharno.blogsome. K. perbandingan antara air dengan garam sebanyak 3. A. masih kurang optimal. Slide Mata Kuliah Rancangan Teknik: Proses Desain. Wawan. 1992. A.

VI LAMPIRAN .