Anda di halaman 1dari 15

BAB II

PEMBAHASAN
A. Menggosok gigi
A.1. Pengertian Menggosok gigi
Gigi adalah bagian keras yang terdapat di dalam mulut. Mereka memiliki struktur
yang bervariasi yang memungkinkan mereka untuk melakukan banyak tugas. Gigi
merupakan alat pencernaan makanan yang sangat penting karena dapat membantu alat-alat
pencernaan dalam yang lain untuk melumatkan makanan. Gigi yang baik dan sehat berwarna
putih dan tidak berlubang.
Menggosok gigi adalah rutinitas yang penting dalam menjaga dan memelihara
kesehatan gigi dari bakteri dan sisa makanan yang melekat dengan menggunakan sikat gigi.
Menggosok gigi merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk menjaga agar gigi tetap dalam
keadaan yang bersih dan sehat.
Menyikat gigi sebagai salah satu kebiasaan dalam upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Berbagai
teknik atau metode menyikat gigi yang pernah dianjurkan, antara lain horizontal, vertical, dan roll. Ketiga
metode ini dianggap dapat membersihkan plak dengan baik terutama pada anak-anak pada masa sekolah.
Menyikat gigi dengan menggunkan sikat gigi adalah bentuk penyingkiran plak secara mekanis. 10 Banyak metode
atau teknik menyikat gigi yang diperkenalkan para ahli, dan kebanyakan metodenya dikenal dengan namanya
sendiri seperti metode Bass, Stillman, Charters, atau disesuaikan dengan gerakannya. Pada prinsipnya terdapat
empat pola dasar gerakan, yaitu metode vertical horizontal, roll, dan bergetar (vibrasi). Tujuan menyikat gigi
untuk menyingkirkan plak atau mencegah terjadinya pembentukan plak, membersihkan sisa-sisa makanan,
debris atau stein. Metode menyikat gigi yang dipakai dalam penelitian ini yaitu, horizontal, vertical dan roll.11

A.2 Fungsi Gigi dan Tujuan Menggosok Gigi
Gigi mempunyai peranan antara lain seperti berikut:
a Estetika
Gigi dapat membentuk wajah kita, sehingga amat berpengaruh dalam menentukan
kecantikan dan ketampanan seseorang. Coba Anda perhatikan seseorang yang
memiliki gigi seri yang terlalu ke depan. Bagaimana kesan yang Anda dapatkan dari
orang tersebut? Gigi yang menjorok ke depan atau disebut protruksi akan membuat

lubang gigi. Coba perhatikan seorang nenek yang sudah tua dan mengalami ompong gigi. saat berbicara akan menghasilkan suara yang tidak jelas. d Caries gigi/ karang gigi. Akibat Tidak Menggosok Gigi Apabila kita malas menggosok gigi maka dampak yang ditimbulkan yaitu : a Gigi terlihat kotor dan berwarna kuning kecoklatan b Bau mulut bertambah c Kesehatan gigi dan mulut yang buruk dapat mempengaruhi penampilan. . Coba Anda lihat juga seorang nenek yang giginya sudah habis karena tanggal semua. dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh bakteri yang akan menimbulkan rasa yang tidak nyaman. dan penyakit lainnya. c Memberikan perasaan segar pada mulut. Sedangkan tujuan menggosok gigi itu sendiri yaitu : a Gigi menjadi bersih dan sehat sehingga gigi tampak putih b Mencegah timbulnya caries atau karang gigi. b) gigi taring berfungsi untuk mengoyak makanan. A. Untuk Menghancur Makanan Peranan ini dilakukan oleh macam-macam gigi. antara lain: a) gigi seri berfungsi untuk memotong makanan. Dengan fungsi itu menyebabkan enzim pencernaan dapat bekerja dengan baik.3.kesan muka kurang indah sehingga bisa membuat seseorang minder. Membantu dalam Berbicara Adanya tekanan gigi seri ke permukaan lidah dapat memperjelas suara yang dihasilkan. sehingga terciptanya rasa rendah diri yang akan berpengaruh pada kehidupan social mereka. c) gigi geraham berfungsi untuk mengunyah makanan. Bagaimana wajahnya? Nah. dari kenyataan inilah kita mengetahui ternyata gigi penting sekali dalam memperindah wajah seseorang dan secara tidak langsung dapat berpengaruh secara psikologis sehingga kadang-kadang seseorang memasang gigi palsu untuk b c tampil lebih sempurna.

A. dianjurkan untuk kumurkumur dengan air yang bersih untuk mengurangi sisa-sisa makanan yang masih menempel di gigi.5. A. 1 Sikat gigi dan gusi dengan posisi kepala sikat membentuk sudut 45 0 di daerah . yang harus diperhatikan adalah cara menyikat gigi tersebut jangan sampai merusak strukur gigi. Karena kebanyakan di lingkyngan masyarakat banyak yang salah dalam melakukan penyikatan terhadap gigi sehingga mengakibatkan gigi banyak yang rusak. c Apabila kita tidak mampu menggosok gigi setelah makan.4. Cara Menggosok Gigi yang Tepat Dalam menggosok gigi. tehnik apapun yang dipergunakan. Berikut ini adalah tehnik menyikat gigi yang tepat. Waktu yang Tepat Menggosok Gigi a Minimal kita menggosok/menyikat gigi dua kali dalam sehari yaitu pagi setelah b sarapan dan kedua menjelang tidur. Yang paling ideal sebaiknya menyikat gigi setelah makan dan menjelang tidur.

Gosok semua bagian permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah. Ganti sikat gigi jika bulu sikat sudah rusak dan simpan di tempat yang kering. Menyikat gigi dua kali sehari cukup baik pada jaringan periodonsium yang sehat. Pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut karena yang keras dapat membuat gusi terluka dan menimbulkan abrasi pada gigi. Abrasi dapat membuat bakteri dan asam 8 9 menghabiskan gigi karena lapisan keras pelindung enamel gigi telah terkikis. Untuk membersihkan gigi depan bagian dalam. bergantung pada beberapa faktor seperti kecenderungan seseorang terhadap plak dan debris. Biarkan bulu sikat membersihkan 5 celah-celah gigi. minimal 2 dua kali sehari yaitu pagi hari setelah sarapan dan sebelum tidur malam. Jangan pernah meminjamkan sikat gigi Anda kepada orang lain karena sikat gigi mengandung bakteri yang dapat berpindah dari orang yang satu ke yang lain meski sikat sudah dibersihkan. keterampilan menyikat gigi. A. Gunakan gerakan yang sama untuk menyikat bagian dalam permukaan gigi. Frekuensi Menyikat Gigi Umumnya. Waktu menyikat gigi pada setiap orang tidak sama. Sikat bagian luar permukaan setiapgigi atas dan bawah dengan posisi bulu sikat 450 berlawanan dengan garisgusi agar sisa 3 4 makanan yang mungkin masih menyelip dapat dibersihkan. gosok gigi dengan posisi tegak dan 6 7 gerakkan perlahan ke atas dan bawah melewati garis gusi. American Dental Association (ADA) memodifikasi pernyataan ini dengan menyatakan bahwa pasien harus menyikat gigi secara teratur. yaitu penipisan struktur gigi terutama di sekitar garis gusi. Rubah posisi sikat gigi sesering mungkin.2 perbatasan antara gigi dengan gusi. dan kemampuan salivanya membersihkan sisa-sisa makanan dan debris.6. .Gunakan hanya ujung bulu sikat gigi untuk membersihkan gigi dengan tekanan ringan sehingga bulu sikat tidak membengkok. tetapi pada jaringan periodonsium yang tidak sehat dianjurkan menyikat gigi tiga kali sehari. Gerakan sikat dengan lembut dan memutar. Sikat lidah untuk menyingkirkan bakteri dan agar napas lebih segar. dokter gigi selalu menganjurkan pasien untuk menyikat giginya segera setelah makan.

mengingat banyaknya permukaan gigi yang harus dibersihkan.a. maka hasilnya tidak begitu baik daripada bila menyikat gigi dilakukan dalam waktu yang lebih lama. pada metode ini permukaan oklusal.0-9. bulu sikatnya tersusun (baris: 2-4 baris rumpun dan rumpun: 5-12 rumpun perbaris). tetapi umumnya orang menyikat gigi maksimum selama 2-3 menit. Setelah bersih. antara lain ukuran permukaan bulu sikatnya adalah (panjang: 1-11/4 inci (2.5 mm) ). Lamanya seseorang menyikat gigi dianjurkan minimal 5 menit. A. Sikat gigi manual yang baik harus memenuhi persyaratan. Penentuan waktu ini tidak sama pada setiap orang terutama pada orang yang sangat memerlukan program kontrol plak.7 Bentuk Sikat Gigi Terdapat berbagai variasi mengenai sikat gigi. Ada bentuk sikat gigi yang permukaan bulu sikatnya berbentuk lurus.6. dan cekung sehingga dapat mencapai daerah tertentu dalam lengkung rahang.6 Lamanya Menyikat Gigi Biasanya rata-rata lama menyikat gigi adalah kira-kira 1 menit. dianjurkan pemakaian sikat gigi yang serabutnya lurus dan sama panjang. sikat gigi diletakkan dalam posisi berdiri supaya lekas kering dengan tujuan agar sikat gigi tidak lembab dan basah. Dengan bulu-bulu tegak lurus pada . Metode Horizontal Metode horizontal yaitu metode yang paling sering di gunakan dalam penyikatan gigi.0 cm) dan lebar: 5/16-3/8 inci (8. Sikat gigi perlu diganti 2-3 bulan setelah pemakaian. A.5-3. Oleh sebab itu.A. cembung. sikat gigi harus dibersihkan dibawah air mengalir supaya tidak ada sisasisa makanan atau pasta gigi yang tertinggal. Metode menggosok gigi A.6. oleh karena bulu sikat gigi sudah tidak dapat bekerja dengan baik dan dapat melukai gusi. Pada anak sekolah dasar belum didapatkan teknik menyikat gigi yang efektif terhadap penurunan plak. 22 Setiap kali sesudah dipakai. serta permukaan bulu sikatnya terpotong rata. Bila menyikat gigi dilakukan dalam waktu yang singkat. bukal dan lingual digosok dengan sikat yang digerakana maju mundur atau kedepan kebelakang.

b. kedua rahang tertutup lalu gigi disikat dengan gerakan ke atas dan ke bawah.6. Metode Vertikal Dilakukan untuk menyikat bagian depan gigi. metode roll dan horizontal terhadap penyingkiran plak pada anak menunjukkan penurunan indeks plak pada metode roll lebih besar dari teknik horizontal. sehingga sebagian bulu sikat menekan gusi. Ujung bulu sikat digerakkan perlahan-lahan sehingga kepala sikat gigi . Sedangkan pada metode horizontal semua permukaan gigi disikat dengan gerakan ke kiri dan ke kanan. Kedua metode tersebut cukup sederhana. Metode Roll Cara menyikat gigi metode dengan ujung bulu sikat diletakkan dengan posisi mengarah ke akar gigi dan arah bulu sikat pada margin gingiva.6. Sarika Sarma (2012) A. Metode horizontal dianjurkan karena adanya resiko besar keusan yang berlebih pada permukaan bukal gigi-gigi.permukaan yang dibersihkan. tetapi tidak begitu baik untuk dipergunakan karena dapat mengakibatkan resesi gingiva dan abrasi gigi. A. tetapi tidak dapat menjangkau semua permukaan gigi seperti mtode horizontal dengan sempurna sehingga apabila penyikatan tidak benar maka pembersih plak tidak maksimal baik ( pintauli s.3 Menurut penelitian dari Sarika Sarma (2012) menyatakan bahwa metode menyikat gigi horizontal cocok digunakan pada anak-anak. metode horizontal dapat menurunkan indeks plak lebih besar dibandingkan metode vertical dan roll metode menyikat gigi horizontal lebih efektif menurunkan plak dibandingkan dengan metode yang lain teknik terbaik untuk menghilangkan plak dan mudah ditiru atau dipelajari oleh anak. 2008 ). gerakan yang dilakukan sama tetapi mulut dalam keadaan terbuka. Metode ini juga disebut metode menggosok.11 Metode vertical dan roll tidak dapat menurunkan indeks plak lebih besar dibandingkan dengan metode horizontal karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kemampuan untuk melakukan teknik menyikat gigi secara baik dan benar sesuai . Untuk permukaan gigi belakang.c. Metode ini sederhana dan dapat membersihkan plak.

Gerakan ini diulangi 8-12 kali Apada setiap daerah dengan sistematis. Sikat gigi digetarkan membentuk lingkaran kecil. membentuk sudut 45 derajat terhadap sumbu panjang gigi dan ke atas. tetapi ujung bulu sikat harus berkontak denga tepi gusi. Teknik ini hampir sama dengan teknik Roll.bergerak membentuk lengkungan melalui permukaan gigi. Permukaan atas mahkota juga disikat.6. Cara pemijatan ini terutama bertujuan untuk pemijatan gusi dan untuk pembersihan daerah interdental. Dengan cara demikian saku gusi dapat dibersihkan dan tepi gusinya dapat dipijat. B. sikat gigi dipegang secara vertikal. hanya berbeda pada cara pergerakan sikat giginya dan cara penyikatan permukaan belakang gigi depan. Untuk permukaan belakang gigi depan. PLAK B. Sikat gigi digerakkan dengan getaran kecil-kecil ke depan dan ke belakang selama kurang lebih 15 detik.e Metode Bass bulu sikat pada permukaan gigi membentuk sudut 45 derajat dengan panjang gigi dan diarahkan ke akar gigi sehingga menyentuh tepi gusi. Metode ini merupakan cara yang baik untuk pemeliharaan jaringan pendukung gigi. Setiap bagian dapat dibersihkan 2-3 gigi.metode roll mengutamakan gerakan memutar pada permukaan interproksimal tetapi bagian sulkus tidak terbersihkan secara sempurna. Metode roll di anggap dapat membersihkan plak dengan baik dan dapat menjaga kesehatan gusi dengan baik ( pintauli s. terdiri atas mikroorganisme yang berkembang biak dalam suatu matriks interseluler dan akan terus . PENGERTIAN Plak gigi merupakan deposit lunak yang melekat erat pada permukaan gigi. ( pintauli s. walaupun agak sukar untuk dilakukan. A. Metode Charter ujung bulu sikat diletakkan pada permukaan gigi (oklusal).d.1. 2008 ).6. A. 2008 ).

yang terkandung dalam plak gigi akan dimetabolisme oleh mikroorganisme sehingga membentuk polisakarida ekstraseluler. Akumulasi mikroorganisme ini tidak terjadi secara kebetulan melainkan terbentuk melalui serangkaian tahapan. Streptococcus bovin. plak tidak dapat terlihat kecuali jika telah diwarnai dengan disclosing solution yang dapat membantu melihat plak gigi. Streptococcus sanguis. material alba dan debris makanan. plak gigi tidak dapat dibersihkan hanya dengan cara berkumur dan hanya dapat dibersihkan secara sempurna dengan cara mekanis Dalam jumlah sedikit. B.2 Komposisi Plak Gigi Plak tumbuh pada gigi sebagai biofilm yang terdiri dari komunitas mikroba beragam dan tertanam dalam matriks host dan polimer bakteri. Plak biasanya mulai terbentuk pada sepertiga permukaan gingiva dan pada permukaan gigi yang mengalami jejas dan kasar. Plak juga menjadi salah satu penyebab karies dan penyakit periodontal Berbeda halnya dengan lapisan awal yang menumpuk dan melekat pada permukaan gigi. Protein dalam plak gigi disusun oleh berbagai asam amino yang berasal dari saliva.Komposisi plak gigi adalah 80% air dan 20% senyawa padat. abu-abu kekuningan dan kuning. seperti Streptococcus mutans. plak akan terlihat berwarna abu-abu. 1989) faktor – faktor yang mempengaruhi . Komposisi plak gigi bervariasi pada permukaan yang berbeda sebagai hasil dari perlekatan secara biologi dan fisik yang apabila keseimbangan populasi bakteri yang lebih dominan akan berkembang menjadi penyakit.terakumulasi bila tidak dibersihkan secara adekuat. Karbohidrat. B. dalam bentuk sukrosa. Plak gigi berkembang secara alami. Jika menumpuk. Senyawa padat disusun oleh 40-50% protein.3 Faktor – faktor yang mempengaruhi pembentukan dental plak Menurut Carlsson (dalam Klaus. Mikroorganisme yang memiliki kemampuan untuk membentuk polisakarida ekstraseluler. yaitu pelikel. dan berkontribusi terhadap pertahanan tuan rumah dengan mencegah kolonisasi oleh spesies eksogen. 13-18% karbohidrat dan 1014% lemak.

Pengaruh diet terhadap pembentukan plak ada dua aspek yaitu : pengaruhnya secara fisik dan pengaruhnya sebagai sumber makanan bagi bakteri di dalam plak. Plak 80% terdiri dari air dan mikroorganisme yang jumlahnya kurang lebih 250 juta per mg berat basah. Pada plak terdapat pula sel – sel epitel lepas. b.proses pembentukan dental plak adalah sebagai berikut : a Lingkungan fisik yang meliputi anatomi dan posisi gigi. gigi yang letaknya salah. Terutamanya makanan yang mengandung karbohidrat jenis sukrosa karenaakan menghasilkan dektran dan levan yang memegang peranan penting dalam pembentukan matrik plak B. Friksi atau gesekan oleh makanan yang dikunyah pada permukaan gigi yang tidak terlindung dan pemeliharaan kebersihan mulut dapat mencegah atau sekitarnya. garam – garam anorganik terutama kalsium. fosfat dan fluor. c. Pada daerah yang terlindung karena kecembungan permukaan gigi. anatomi jaringan email yang cacat dan daerah cemento enamel junction yang kasar. dimana plak akan jelas terlihat setelah dilakukan pewarnaan dengan menggunakan disclosing solution. terlihat jumlah plak yang terbentuk lebih banyak. lekosit dan partikel – partikel sisa makanan. plak akan terbentuk apabila kita lebih banyak menkonsumsi makanan lunak. Komposisi bakteri dari plak pada permukaan luar terdiri dari bakteri jenis . permukaan mengurangi penumpukan plak di permukaan gigi. permukaan gigi dengan kontur tepi gusi yang buruk. struktur permukaan gigi. Keras lunaknya makanan mempengaruhi pembentukan plak.4 Struktur dan komposisi dental plak Secara keseluruhan dental plak terdiri dari air dan berbagai macam mikroorganisme yang bekembang biak dalam suatu matrik interseluler yang terdiri dari polisakarida ekstra seluler dan protein saliva.

koloni dilakukan terutama oleh jenis – jenis bakteri yang mempunyai kemampuan untuk membentuk dekstran. 2006 . organisma pembentuk levan seperti Odontomyces viscosus akan berkoloni membentuk plak (Caranza. Bakteri di dalam plak tidak sama dengan yang terdapat dalam rongga mulut. Jenis utama bakteri yang mempunyai kemampuan untuk membentuk polisakarida ekstraseluler adalah beberapa strain Streptococcus yaitu Streptococcus mutans.. sedangkan pada permukaan bagian dalam terdiri dari bakteri anaerob. Komposisimatriks interseluler dari dental plak terdiri atas polisakarida ekstraseluler yang dibentuk oleh jenis bakteri tertentu di dalam plak. 2009). 2007 ). Sedangkan pada permukaan akar yang lebih terlindung terhadap tekanan – tekanan mekanik. Bakteri – bakteri ini membentuk polisakarida ekstraseluler dari karbohidrat. . Pada permukaan licin dari gigi. Distribusi bakteri di dalam plak sangat bervariasi. Streptococcus bovis. namun pada umumnya bakteri di lapisan bagian dalam berkumpul membentuk koloni yang lebih padat serta mempunyai dinding yang lebih tebal.aerobic. Gurenlian. lactobacillus yang dulu dikira penyebab utama karies ternyata hanya sejumlah kecil pada plak dan dalam saliva jumlahnya lebih banyak. misalnya Streptococcus mutans.Bakteri anaerob cendrung lebih banyak karena oksigen yang masuk kebagian dalam hanya sedikit sehingga memungkinkan bakteri anaerob tumbuh dengan subur. terutamanya dari jenis coccus (Willett.Megananda et al. Streptococcus sanguis dan strain Streptococcus lainnya. Sedangkan Streptococcus sangat sedikit jumlahnya di dalam saliva dan banyak pada dental plak. terutama sukrosa merupakan substrat utama bagi pembentukan dekstran yang merupakan polimer glukosa dan levan yang merupakan polimer fruktosa. 1991 . Bakteri – bakteri yang berada di dalam plak selain bisa menghasilkan asam (asidogenik) dari makanan yang mengandung karbohidrat juga dapat bertahan dan berkembang biak dalam suasana asam (asidurik).

bahan pewarna makanan seperti gincu kue berwarna merah dan bismarck brown. matriks dari plak juga mengandung asam matriks dari plak juga mengandung asam – asam amino yang merupakan karakteristik dari glikoprotein saliva. mercurochrome. Ini disebabkan karena kebutuhan bakteri akan unsur – unsur tersebut meningkat sewaktu metabolisma gula – gula (Willet. 2009). Setelah mengetahui bagian-bagian yang masih . tapi tidak dianjurkan lagi karena terbukti bersifat karsinogenik. Bahan pewarna ada yang berbentuk cairan dan tablet. Bahan pewarna tablet Tablet dikunyah dan kemudian biarkan bercampur dengan saliva dan biarkan saliva di dalam mulut sekitar 30 detik baru dibuang.5.Bahan pewarna (disclosing material) yang biasa digunakan adalah iodine. lalu dioleskan pada seluruh permukaan gigi. b. kemudian kumur dengan air atau cairan pewarna dibiarkan di dalam mulut selama 15-30 detik baru dibuang. Dental plak mengandung kalsium dan fosfat yang lebih tinggi daripada di dalam saliva. Bahan pewarna cairan Cairan pewarna diteteskan beberapa tetes ke kapas yang dibulatkan.Bila diet banyak mengandung sukrosa atau gula – gula maka konsentrasi kalsium dan fosfat akan turun dengan cepat. karena mudah untuk menerangkan bagian-bagian yang masih perlu untuk dibersihkan lagi. sisa – sisa sel bakteri yang telah mengalami lisis dan beberapa mineral.Disamping polisakarida ekstraseluler. Cara penggunaan bahan pewarna plak tersebut: a.1991 . Disclosing material ini berguna untuk menilai serta mendidik kebersihan mulut anak-anak. B. Megananda et al. Kontrol Plak Plak di permukaan gigi dapat dipakai sebagai indikator kebersihan mulut. Ada juga larutan fuschin dan eritrosin. Penumpukan plak dalam jumlah sedikit yang tidak terlihat secara visual dapat dideteksi dengan disclosing material.

Karena kemampuannya terikat pada permukaan oral dan konsentrasi bio-aktif. B. yang efektif untuk pencegahan terjadinya perubahan inflamasi pada jaringan periodontal Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengontrol pembentukan plak gigi. Plak yang tertinggal setelah menyikat dapat menyerap agen antibakteri yag terdapat pada obat kumur. namun obat kumur banyak digunakan sebagai tambahan untuk memberikan agen aktif ke gigi dan jaringan periodontium. selain sebagai sumber energi untuk bakteri dalam membentuk plak. agen antibakteri substantif tetap aktif dalam rongga mulut untuk jangka waktu lama. Keberhasilan agen antibakteri tergantung tidak hanya pada daya antibakteri tetapi juga pada kandungan substantifnya. Tindakan Secara Kimiawi Berdasarkan sifat-sifat mikrobiologis plak. Beberapa penelitian yang telah dilakukan antara lain adalah dengan menggunakan antibiotik dan senyawa-senyawa antibakteri selain antibiotik. kita melakukan pembersihan secara mekanis seperti menyikat gigi. meningkatkan potensi terhadap antiplak dan anti gingivitis. B. Plak memiliki peranan yang besar pada timbulnya karies dan penyakit periodontal. Berdasarkan bukti-bukti bahwa karbohidrat merupakan bahan utama dalam pembentukan matriks plak. Tindakan Secara Mekanis . meliputi mengatur pola makanan. tetapi juga harus tidak mengganggu mikroba oral normal. telah dilakukan berbagai usaha gigi membentuk plak. Makanan yang lunak dan mudah menempel pada gigi sebaiknya sedapat mungkin dihindari. Tindakan ini merupakan kontrol plak. Mengatur Pola Makanan Tindakan pertama yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengontrol pembentukan plak adalah dengan membatasi makanan yang banyak mengandung karbohidrat terutama sukrosa. dan untuk mengurangi meningkatnya resistensi mikroba sebagai antiseptic dan antibiotik konvensional Efektivitas antibakteri oral harus memiliki spektrum yang luas terhadap aktivitas antibakteri.1 Meskipun menyikat gigi dianggap paling efektif dalam membersihkan gigi dan mengendalikan plak. tindakan secara kimiawi terhadap bakteri dan terhadap polisakarida ekstraseluler dan tindakan secara mekanis berupa pembersihan rongga mulut dan gigi dari semua sisa makanan. Saat ini perhatian beralih kepada penggunaan senyawa antimikroba dari bahan alami untuk melawan efek yang yang merugikan.23 C.1 Kontrol plak adalah pengambilan bakteri plak dan pencegahan menumpuknya pada gigi dan permukaan gingiva yang berdekatan. bakteri beserta hasil-hasil metabolismenya. Kontrol plak merupakan suatu tindakan yang dilakukan pada setiap tahap perawatan periodontal. maka akumulasi plak perlu dicegah dengan pelaksanaan plak kontrol.terdapat plak gigi.6 Pencegahan plak Pengendalian plak merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari penatalaksanaan karies dan penyakit periodontal.

lazim digunakan alat fisioterapi oral. merupakan indeks yang telah dimodifikasi dari Personal Hygiene Index (PHP) dari Podshadley dan Haley (1968). Dilanjutkan dengan menjaga kebersihan rongga mulut yang dilakukan pada malam hari sebelum tidur. Menyikat gigi sebelum sarapan akan mengurangi potensi erosi mekanis pada permukaan gigi yang telah demineralisasi. Pemeriksaan PHP-M menggunakan gigi indeks dan menggunakan agen disklosing. Pemeriksaan pH plak diukur dengan menggunakan alat microtouch electrode pH meter. Gigi paling belakang tumbuh di kwadran kanan atas.Tindakan secara mekanis adalah tindakan membersihkan gigi dan mulut dari sisa makanan dan debris yang bertujuan untuk mencegah 17 terjadinya penyakit pada jaringan keras maupun jaringan lunak. Ketika tidur. Penggunaan pasta fluor. Gigi indeks yang digunakan pada metode PHP-M ini adalah sebagai berikut : a.1 Kontrol plak dengan menyikat gigi sangat penting untuk kebersihan rongga mulut. Untuk menghindari kemungkinan pH intradental terpengaruh dengan kontak zat dalam makanan. sedangkan Indeks PHP-M untuk mengukur plak secara obyektif. Indeks PHP ini untuk menilai debris. Cara menyikat gigi yang baik. dapat menggunakan benang gigi (dental floss) atau alat-alat interdental lainnya Pengukuran pH Plak Pemeriksaan pH plak merupakan parameter kesehatan mulut yang dapat memberikan hasil diagnosa patogenitas plak dan juga sebagai alat edukasi tentang kesehatan mulut kepada pasien. Pada tindakan secara mekanis untuk menghilangkan plak. Menjaga kebersihan rongga mulut harus dimulai pada pagi hari. yang ujung elektrodanya disentuhkan pada plak intradental diantara gigi premolar 2 dan molar 1 kiri atas. Jika diperlukan. hal-hal yang harus diperhatikan adalah:24 Pemilihan sikat gigi yang baik serta penggunaannya. PHP-M C. baik sebelum maupun setelah sarapan.1 Alat Fisioterapi Oral adalah alat yang digunakan untuk membantu membersihkan gigi dan mulut dari sisa-sisa makanan dan debris yang melekat pada permukaan gigi. pengontrolan plak lebih jauh. maka makan atau minum (kecuali air putih) terakhir harus berjarak 1 jam sebelum pemeriksaan. karena itu semua plak harus dibersihkan. aliran saliva akan berkurang sehingga efek buffer akan berkurang. Frekuensi dan lamanya penyikatan. Pemakaian bahan disklosing. Sikat gigi merupakan salah satu alat fisioterapi oral yang digunakan secara luas untuk membersihkan gigi dan mulut.1 Pengertian phpm Indeks kebersihan mulut PHP-M (Personal Hygiene Performance-Modified) dari Martin dan Meskin (1972). . C.

jika tidak ada plak bisa diberi skor 0 atau tanda (-). f.b. skor plak untuk semua gigi indeks bisa berkisar antara 0-60 (Sriyono. D. Masing-masing 1/3 bagian dari panjang garis imajiner tadi.2. bila gigi ini tidak ada. |P1 atau |m1. Area mesial Apabila terlihat ada plak di salah satu area. P1 kanan bawah atau m1 kanan bawah (Sriyono. Pengertian area : A. dipakai gigi anterior lainnya. C. Gigi paling belakang tumbuh di kwadran kiri bawah. d. Dengan demikian. C. Hasil penilaian plak yaitu dengan menjumlahkan setiap skor plak pada setiap permukaan gigi. yang akhirnya akan membagi gigi menjadi 5 area (A. Area 1/3 tengah dari area tengah C. B. Gigi C kiri bawah atau c kiri bawah . Area distal E. Area 1/3 gingival dari area tengah B. garis imajiner ini akan membagi gigi menjadi 3 bagian yang sama dari oklusal ke gingival. dipakai gigi anterior lainnya. c. Cara Penilaian PHP-M Buat 2 garis imajiner pada gigi dari oklusal/incisal ke gingival. sehingga skor plak untuk setiap gigi indeks bisaberkisar antara 0-10. 2009). . dan E). bila gigi ini tidak ada. e. maka diberi skor 1 (atau tanda v). Area 1/3 incisal atau oklusal dari area tengah D. 2009). Gigi C| atau c| .