Anda di halaman 1dari 5

Laporan ……..

Penyusunan Studi Kelayakan Lapter
…………….

PEMBAHASAN KELAYAKAN
Pembahasan Kelayakan Teknis Pembangunan
1. Kondisi Topografi Lahan
Topogarafi merupakan bentuk dari permukaan bumi yang diperlukan untuk mengetahui
keadaan suatu lokasi atau wilayah. Kondisi topografi dibutuhkan untuk mengetahui
kelayakan suatu wilayah atau lokasi untuk melakukan suatu pembangunan. Bentuk
permukaan bumi pada suatu wilayah berbeda-beda berdasarkan garis konturnya, akan
tetapi bentuk asalnya dapat dirubah sesuai dengan keinginan rencana. Hal ini
dilakukan dengan tujuan untuk menyesuaikan struktur buatan manusia pada keadaan
topografi yang ada. Proses pembentukan lahan ini disebut dengan grading.
Untuk mengetahui kondisi suatu wilayah dengan melakukan survei topografi, serta
mendapatkan gambaran atau peta situasi sesuai dengan cakupan area perencanaan
pembangunan bandar udara.
Adapun hasil yang ingin dicapai dari survei topografi antara lain:
a.
Menentukan letak ketinggian (Elevasi) berdasarkan permukaan air laut rata-rata
b.
c.

atau Mean Sea Level (MSL)
Menentukan letak yang berbeda di atas permukaan bumi
Menentukan bentuk atau relief permukaan bumi beserta benda-benda yang ada

d.

diatas permukaan tanah
Mengindentifikasi obstacle, seperti pohon, gunung, bangunan sekitar yang dapat

e.

menjadi penghalang demi keselamatan penerbangan
Menentukan panjang, arah atau sudut dan koordinat suatu titik (posisi) dari titik
lain yang terdapat pada permukaan bumi

2. Kondisi Relief Permukaan Bumi dan Kemiringan Lahan
Bentuk muka bumi tidak sama akan tetapi bermacam-macam dan selalu mengalami
perubahan dari waktu ke waktu. Hal ini disebabkan oleh tenaga berasal dari bumi yang
disebut dengan endogen dan tenaga yang berasal dari luar bumi yang disebut
eksogen. Akibat adanya hal tersebut mengakibatkan permukaan bumi tidak sama. Ada
yng berupa gunung, pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, bukit, lembah, lereng
dan sebagainya. Perbedaan tinggi rendah permukaan bumi disebut dengan relief.
Dalam perencanaan bandara mengetahui kondisi relief bumi sangat dibutuhkan untuk
menentukan jumlah obstacle yang ada di wilayah rencana pembangunan bandara
serta dapat ditentukan cara penaggulan terhadap obstacle yang ada, seperti
melakukan pemangkasan terhadap gunung atau melakukan penimbunan terhadap
wilayah yang curam untuk mendapatakan permukaan bumi yang rata dan memiliki
bentuk kontur yang seragam.

PEMBAHASAN KELAYAKAN IV-1

Dari posisi terbang. Disatu sisi informasi cuaca mempunyai andil dalam peningkatan efisiensi dan efektivitas kegiatan dan keselamatan penerbangan. bersih. karena dampak cuaca bergantung pula kepada faktor lain. di sisi lain mempunyai potensi yang membahayakan sampai dapat menimbulkan kematian. terbang. e. b. Penyusunan Studi Kelayakan Lapter ……………. Kondisi Sistem Drainase Lahan Drainase merupakan salah satu fasilitas dasar yang dirancang sebagai sistem guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan merupakan kompenen penting dalam perencanaan kota (perencanaan infrastruktur khususnya). dan posisi penerbangan juga merupakan faktor yang menentukan sensitifitasnya terhadap cuaca. Pelaksanaannya tidak menimbulkan dampak sosial yang berat. Memanfaatkan semaksimal mungkin saluran yang ada. Dapat dilaksanakan dengan teknologi sederhana. Jaringan drainase harus mudah pengoperasian dan pemeliharannya f. kelembaban udara. tetapi bila terjadi pada paras rendah sangat berarti bagi pesawat terbang kecil yang terbang pada paras tersebut. jenis pesawat. mungkin dapat menimbulkan bahaya bagi pesawat kecil yang melakukan pendaratan. 3.Laporan ……. Arahan dalam pelaksanaan penyediaan sistem drainase adalah: a. tetapi tidak ada pengaruhnya bagi pesawat terbang besar dan modern. yakni tinggal landas. selain kadar atau intensitas unsur cuaca. serta cara-cara penaggulangan akibat yang ditimbulkan oleh kelebihan air tersebut. Dari sudut pandang yang lain. Namun demikian tidak mudah untuk mengatakan cuaca yang mana yang membahayakan. dan mendarat maka penggunaan PEMBAHASAN KELAYAKAN IV-2 . 4. Peran cuaca dalam penerbangan sangat besar. jarak pandang. d. dimana drainase merupakan salah satu cara pembuangan kelebihan air yang tidak di inginkan pada suatu daerah. nyaman. serta arah dan kecepatan angin merupakan informasi yang penting untuk diketahui oleh awak pesawat.. Misalnya angin silang (cross wind) di landasan terbang yang bekecepatan 20 knot. Dengan demikian kriteria membahayakan bergantung juga kepada macam penerbangan. kondisi cuaca meliputi curah hujan. Drainase juga dapat diartikan sebagai usaha untuk mengontrol kualitas air tanah dalam kaitannya dengan salinitas. Harus dapat diatasi dengan biaya ekonomis. angin 20 knot pada paras penerbangan 30. c. Mengalirkan air hujan ke badan sungai yang terdekat. dan sehat. Khususnya dalam penerbangan. Namun demikian karena setiap pesawat terbang mempunyai tiga kegiatan yang sama. kondisi pesawat.000 kaki tidak terasakan bagi pesawat besar yang terbang pada paras tersebut. drainase adalah salah satu unsur dari perasana umum yang dibutuhkan masyarakat kota dalam rangka menuju kehidupan kota yang aman. Kondisi Cuaca Dalam dunia penerbangan. Cuaca mempunyai dua peran.

Ada beberapa pengujian yang dilakukan untuk mengetahui daya dukung tanah antara lain: a. atau dapat dilambangkan dalam istilah fisika atau persamaan tertentu. Kondisi angin juga sangat penting untuk diwaspadai. baik itu pada saat landing maupun take off. Jika daya dukung tanah tidak mampu menerima beban harus dilakukan perlakuan khusus dengan berdasarkan analisis data yang diperoleh dari hasil pengujian di lapangan. Kondisi cuaca bisa dikategorikan dalam beberapa situasi. misalnya dengan melakukan penimbunan dan pemadatan. Ada beberapa hal yang berkaitan dengan kondisi cuaca antara lain klimatologi dan meteorology. Berikut data yang diperlukan sebagai acuan dalam perencanaan bandara antara lain:  Arah dan Kecepatan Angin  Temperatur  Tekanan udara  Kelembapan  Curah hujan 5. kondisi ini bisa mengganggu stabilitas pesawat yang akan mendarat. Kondisi cuaca merupakan salah satu aspek yang menentukan keamanan dan keselamatan penerbangan. Daya Dukung Tanah Daya dukung tanah (Bearing capacity) adalah kemampuan tanah memikul beban/tekanan yang bekerja diatasnya. Pengujian dengan alat sondir Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui parameter tanah seperti: PEMBAHASAN KELAYAKAN IV-3 . ini merupakan salah satu perlakukan tertentu untuk mendapatkan nilai daya dukung tanah yang optimal. Ada kategori cuaca yang baik (Clear weather) hingga kategori cuaca sangat buruk (bad weather). atau reaksi dalam tanah yang disebabkan oleh gaya fisik dan dapat dijelaskan. Penyusunan Studi Kelayakan Lapter ……………. ditunda atau dibatalkan sama sekali? Ketika hujan yang sangat deras. apakah penerbangan di lanjutkan. Sifat fisis tanah adalah karakteristik. prosesproses. Jika arah angin dari samping atau sisi badan pesawat (cross wind). ini bisa dikategorikan dalam cuaca yang buruk. arti bahaya dalam penerbangan umumnya diterapkan untuk masing-masing kegiatan tersebut. Kondisi angin yang ideal bagi proses pendaratan pesawat misalnya.. Sifat mekanis tanah yaitu perilaku tanah akibat diberikannya gaya terhadap tanah. Berbagai kondisi itu akan sangat menentukan bagi proses penerbangan. jika kondisi pesawat menyongsong arah angin (up/head wind).Laporan ……. Daya dukung tanah dibutuhkan untuk mengetahui kekuatan tanah dalam menerima beban. ini bisa mengganggu visibility (jarak pandang) dan menyebabkan landasan pacu tergenang air sehingga berbahaya bagi proses take off maupun landing. Oleh karena itu pengoperasian penerbangan sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Pengujian dengan alat hand bor (Boring) Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui parameter tanah seperti: Kadar air (w). Kawasan permukaan kerucut (Conical surface) Pembagian KKOP diilustrasikan seperti gambar di bawah ini: Gambar x. Penyusunan Studi Kelayakan Lapter ……………. bukit. 7. Kondisi Infrastruktur Pendukung dan Ketersediaannya Dibutuhkan infrastruktur pendukung di lokasi bandara seperti akses jalan. Kekuatan ujung conus (qc) dan jumlah hambatan lekat (JHL). Kawasan permukaan transisi (Transitional surface) c. b. Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Kelayakan operasional merupakan kelayakan yang dinilai berdasarkan kajian keselamatan penerbangan sebagaimana diatur sesuai dengan peraturan yang berlaku. 6. Kawasan permukaan horizontal luar (Outer horizontal surface) e. Specific grafity (Gs). sumber daya listrik dan jaringan komunikasi sehingga mudah dijangkau masyarakat sekitar. pepohonan di sekitar wilayah operasi penerbangan. air baku. Berat volume tanah (γ). Sudut geser (ϕ). Analisa kelayakan operasional didasarkan dengan indikator-indikator yang berhubungan dengan kawasan keselamatan operasi penerbangan. Kawasan ini juga menjadi faktor pendukung utama dalam pembuatan suatu wilayah pendaratan dan lepas landas pesawat udara.x Dimensi Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) PEMBAHASAN KELAYAKAN IV-4 .Laporan ……. KKOP dibagi menjadi beberapa kawasan sebagai berikut: a. Kohesi (c). Atterberg limit. hal yang paling umum dan sangat berkaitan dengan kawasan ini adalah mengenai kondisi ketinggian bangunan atau halangan lainnya seperti gunung. Kawasan permukaan horizontal dalam (Inner horizontal surface) d.. Kawasan ancang pendekatan dan lepas landas (Approach surface and take off surface) b. Kawasan ini perlu diperhatikan untuk menjaga keselamatan operasional pesawat udara di sekitar wilayah penerbangan.x Kawasan Keselamtan Operasi Penerbangan (KKOP) Tabel x.

. Penyusunan Studi Kelayakan Lapter …………….Laporan ……. Sumber: Peraturan Dirjen Perhubungan Udara Nomor KP 29 Tahun 2014 PEMBAHASAN KELAYAKAN IV-5 .