Anda di halaman 1dari 16

TUGAS 5

ANALISIS GEOPHYSICAL LOGGING


TERHADAP
KUALITAS BATUBARA

Penyusun,
Nama

LAILY IZA MAULINA

NIM

122.13.036

Prodi

EKSPLORASI TAMBANG

FAKULTAS TEKNIK DAN DESAIN


INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS
BANDUNG

KATA PENGANTAR
i
Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa
karena atas berkat dan rahmat-Nya lah pengerjaan tugas Analisis
Geophysical

Logging

terhadap

Kualitas

Batubara

ini

dapat

diselesaikan. Penulisan tugas ini bertujuan untuk melengkapi tugas


mata kuliah Mata Kuliah Sistem dan Metode Penambangan.
Tidak lupa saya sampaikan terimakasih kepada Ir.M.Bambang
Sugeng, M.T. dan Ir.M.Arbiansyah, M.T. sebagai dosen pangampu
Sistem dan Metode Penambangan, yang telah mendukung dalam
penyelesaian tugas ini serta memberikan arahan yang berkaitan
dengan isi rangkuman ini. Saya juga mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan tugas ini
hingga selesai.
Saya menyadari bahwa di dalam tugas rangkuman ini
terdapat

berbagai

kesalahan.

Oleh

karena

itu,

kami

sangat

mengharapkan adanya saran dan kritik yang sifatnya membangun


dari pembaca sekalian.
Akhir kata, saya menyampaikan terimakasih kepada para
pembaca

yang

telah

meluangkan

waktu

untuk

membaca

rangkuman ini. Semoga rangkuman ini dapat membantu para


pembaca dalam memahami Sistem dan Metoda Penambangan.

Bekasi, 27 Maret
2014

Penyusun

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................................i
KATA PENGANTAR..............................................................................ii
DAFTAR ISI........................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR..............................................................................iv
BAB I: PENDAHULUAN........................................................................1
BAB II: ANALISIS................................................................................2
a.

Log gamma ray......................................................................................3

a.

Log gamma ray......................................................................................4

BAB III: KESIMPULAN..........................................................................6


DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................v

DAFTAR GAMBAR
iii
Gambar 1. Respon litologi yang umumnya dijumpai pada lapisan
pembawa batubara dengan metode log gamma ray (BPB manual,
1981).
Gambar 1. Respon litologi yang umumnya dijumpai pada lapisan
pembawa batubara dengan metode log density (BPB manual, 1981)

BAB I
iv
PENDAHULUAN

Pada eksplorasi batubara diperlukan adanya survei geofisika


untuk melihat kondisi bawah permukaan dari lubang bor eksplorasi.
Secara spesifik, survey ini

digunakan untuk mengumpulkan

informasi konstruksi sumur (bukaan), litologi batuan dan rekahan,


permeabilitas dan porositas dan kualitas air. Dalam satu sistem
logging geofisika terdiri atas beberapa alat penyelidikan; kabel,
penggambar output, power, data recorder, dan processing modules.
Dalam satu kali penyelidikan, biasanya dilakukan pencatatan untuk
beberapa log sekaligus. Hasil dari sebuah logging dapat membantu
memperkuat hasil sampel pemboran. Dalam kegiatan logging yang
ada dilakukan kombinasi penggunaan metode logging untuk saling
memperkuat hasil identifikasi dari metode lainnya. Setiap metode
log memiliki keterbatasan terhadap identifikasi bawah permukaan.
Misalnya,

dengan

satu

jenis

metode

log,

batuan

dapat

teridentifikasi, akan tetapi batuan B tidak. Hal seperti ini, banyak


terjadi dalam eksplorasi batubara ketika membedakan batugamping
yang sangat resistif pada log resistivity atau batupasir kuarsa murni
pada log gamma terhadap batubara. Berikut akan dibahas beberapa
metode geofisika logging yang dapat dipakai dalam eksplorasi
batubara.

A. Metode mekanis
1.

Caliper logging

2.

Sonic logging
B. Metode elektrik

1.

Resistivity and conductivity logging

2.

Spontaneous potential (SP) logging

3.

Induced polarization (IP) logging


C. Metode radioaktif

1.

Gamma ray logging

2.

Gamma gamma logging (density logging)

3.

Neutron logging

BAB II
ANALISIS GEOPHYSICAL LOGGING TERHADAP
KUALITAS BATUBARA
Well

log

mengidentifikasi

merupakan
lapisan

sumber
batubara

karakterisktiknya,misalnya abu dan

informasi
dan

penting

untuk

menyimpulkan

kadar airnya. Ada hubungan

langsung antara kepadatan dan kadar abu. Identifikasi sumur


melalui sinar gamma, resistivitas dan kepadatan log terhadpa
ltologi (batubara atau non-batubara). Pembacaan data dibantu
dengan software Wellcad. Pada umumnya selingan lapisan batubara
adalah batupasir.

Geophysical logging secara umum digunakan untuk korelasi


lapisan dari lubang bor. Geophysical logging akan merespon variasi
faktor petrofisika, kualitas, suhu dan tekanan cairan interstitial, dan
aliran air tanah. Informasi yang diperoleh dari well log dapat
diekstrapolasi secara vertikal di dalam sumur dan secara lateral ke
sumur lain untuk lebih memahami geologi bawah permukaan (Fox,
1934).
Batubara memiliki sifat fisik yang unik yaitu radioaktivitas
alami rendah, kepadatan rendah, dan resistensi yang tinggi
terhadap arus listrik. Sifat tersebut berbeda pada lapisan batuan
lainnya yang biasa berselingan atau perlapisan lain, sehingga
geophysical logging cocok digunkan untuk mengidentifikasi lapisan
batubara dan mengukur sumberdayanya. Informasi yang didapat
dari

data

log

tersebut

berupa

keberadaan,

kelangsungan,

ketebalan, dan korelasi lapisan batubara sampai prediksi mengenai


informasi eksplorasi lanjut di masa depan yang sebelumnya tidak
terduga

mengandung

batubara.

Untuk

menentukan

kualitas

batubara dari data log yang diperoleh dari geophysical logging yaitu
dengan mengidentifikasi data kepadatan lapisan. Log resitivitas
dapat digunakan untuk mengukur ketebalan lapisan dan korelasi
lapisan batubara. Data SP (spontaneous potential) dapat digunakan
untuk indikasi zona permeable. Parameter fisik log yang digunakan
adalah kepadatan, caliper, resistivitas, resistensi, dan gamma
alami. Analisis kualitatif log geofisika dapat menggunakan bantuan
software wellcad versi 6,3.

Salah satu contoh yaitu analisis data log gamma ray dan log density

a. Log Gamma Ray


Penentuannya

berdasarkan

keterdapatan

Uranium

dan

sumber dari gamma ray adalah Pottasium atau lebih khusus lagi
berasosiasi dengan isotop K40 . Pottasium pada umumnya terdapat
pada

shale/clay

dipancarkan

oleh

(BPB

manual,1981).

sumber

radioaktif,

Caranya
karena

gamma
ada

alami

perbedaan

kandungan mineral lempung dari tiap batuan maka pancaran sinar


balik yang terekam akan berbeda, dari perbedaan ini akhirnya
litologinya dapat ditentukan. Dalam penentuan lapisan batuan
pembawa batubara, garis shale adalah respon tetapan harga 100%
pada log, sehingga selalu dapat ditentukan. Pembacaan lebih kecil
dari

besaran

garis

shale

berarti

bertambahnya

keberadaan

batupasir, batugamping dan batubara, sedangkan pembacaan


diatas garis shale menunjukkan lapisan marin (marine bands) atau
konsentrasi uranium (BPB manual, 1981).
Penggambaran

garis

batupasir

berada

dibawah

garis

batupasir biasanya menunjukkan batubara atau batugamping.


Untuk defleksi diantara garis shale dan batupasir menunjukkan
gradasi antara batupasir dan shale, seperti batulanau, batugamping
argilaceous dan kadang batubara kotor (Gambar III.2 (BPB manual,
1981).

Gambar 1. Respon litologi yang umumnya dijumpai pada lapisan


pembawa batubara dengan metode log gamma ray (BPB manual,
1981).

b. Log Densitas
Prinsip kerja log density 3(Harsono, 1993) yaitu suatu sumber
radioaktif dari alat pengukur di pancarkan sinar gamma dengan
intensitas

energi

tertentu

menembus

formasi/batuan.

Batuan

terbentuk dari butiran mineral, mineral tersusun dari atom-atom


yang terdiri dari proton dan elektron. Partikel sinar gamma
membentur elektron-elektron dalam batuan. Akibat benturan ini
sinar gamma akan mengalami pengurangan energi (loose energy).
Energi yang kembali sesudah mengalami benturan akan diterima
oleh detektor yang berjarak tertentu dengan sumbernya. Makin
lemahnya energi yang kembali menunjukkan makin banyaknya
elektron-elektron dalam batuan, yang berarti makin banyak/padat
butiran/mineral penyusun batuan persatuan volume. Besar kecilnya
energi yang diterima oleh detektor tergantung dari :
1) Besarnya densitas matriks batuan.

2) Besarnya porositas batuan.


3) Besarnya densitas kandungan yang ada dalam pori-pori
batuan.
Volume batuan yang diselidiki oleh alat density log tergantung pada
jarak antara sumber radioaktif dan detektor. Untuk batuan yang
tidak memerlukan resolusi tinggi, lebih baik menggunakan jarak
antara sumber dan detektor agak jauh yaitu long spacing density
tool (BPB manual, 1981)
Respon
disebabkan

kerapatan
kerapatan

diatas
batubara

lapisan
yang

batubara
rendah.

Hal

agak

unik

ini

akan

mendekati kebenaran apabila batubara berkualitas rendah. Pada


defleksi gamma ray, batubara dan batupasir adalah serupa, tapi
menunjukkan perubahan kerapatan yang kuat pada log density
(Gambar III.2), sehingga dapat dibedakan (BPB manual, 1981).

Gambar 2. Respon litologi yang umumnya dijumpai pada lapisan


pembawa batubara dengan metode log density (BPB manual,
1981).

Berdasarkan

gambar

terlihat

batubara

mempunyai

nilai

densitas yang terendah diantara semua batuan keculai bila


dibandingkan densitas air dan gas.

BAB III
KESIMPULAN
5

Menentukan kualitas batubara melalui geophysical logging


dapat

menganalisis

data

kepadatan

lapisan.

Log

resistivity

mengukur ketebalan dan korelasinya. SP untuk identifikasi zona


permeable , sehingga dalam sekali melalukan logging geofisika
pada satu sumur akan banyak didapatkan informasi, jika lebih dari
satu sumur maka dapat membuat korelasi lapisan batuan. Logging
ini untuk memastikan kedudukan lapisan batubara (lapisan yang
dituju) untuk mendapatkan informasi ketebalan, korelasi dan
lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

http://translate.ciptofile.com/2016/02/02/analisis-data-well-loguntuk-delineasi-lapisan-batubara- dan-analisis-proximity-nya-diperusahaan-tambang-batubara-mahua-garhi-jharkhand-india/
(Diakses pada tanggal 26 Maret 2016)
http://id.scribd.com/doc/74790175/Metode-Logging-Geofisika-UntukEksplorasi- Batubara#scribd (Diakses pada tanggal 26 Maret
2016)
http://repository.upnyk.ac.id/8283/1/PEPER.pdf
tanggal 26 Maret 2016)

(Diakses

pada