Anda di halaman 1dari 37

ABORTUS INKOMPLIT

BY CHRISTOPHER “EDWIN” M.

KEHAMILAN
• Proses yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil
normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari
pertama haid terakhir (Saifuddin, 2005)
• Kehamilan adalah proses mulai dari ovulasi sampai partus, lamanya 280 hari
(40 minggu) dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu) (Wiknjosastro, 2005)
•Pertemuan antara sel sperma dan sel telur yang terjadi melalui hubungan
seksual antara laki-laki dan perempuan. Pembuahan terjadi di dalam rahim
ketika wanita sedang berada pada masa subur (Kisanti, 2008).

TANDA KEHAMILAN
• Tanda tidak pasti kehamilan: Amenorea
: Nausea
: Mengidam
: Mammae menjadi tegang dan membesar
: Anoreksia
: Sering kencing
: Obstipasi
: Pigmentasi kulit

• Tanda kemungkinan hamil : Perut membesar : Uterus membesar : Tanda Hegar : Tanda Chadwick : Tanda Piscaseck : Kontraksi kecil uterus : Teraba ballotement .

• Tanda pasti hamil : Gerakan janin yang dapat diraba secara obyektik : Bunyi denyut jantung janin : Bila dilihat menggunakan sinar rontgen kerangka janin dapat dilihat .

KLASIFIKASI KEHAMILAN • Kehamilan trimester I : 0 sampai 14 minggu •Kehamilan trimester II : 14 sampai 28 minggu •Kehamilan trimester III : 28 sampai 40 minggu .

KOMPLIKASI KEHAMILAN • Hiperemis Gravidarum • Pre eklamsia dan eklamsia • Persalinan preterm • Kehamilan kembar • Abortus .

2005) • Abortus ialah pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan (Wiknjosastro. 2005) • Abortus ialah berakhirnya suatu kehamilan pada atau sebelum kehamilan tersebut berusia 22 minggu atau buah kehamilan belum mampu untuk hidup di luar kandungan (Saiffudin. 2005) .ABORTUS • Pengeluaran hasil pembuahan (konsepsi) dengan berat badan janin < 500 gram atau kehamilan kurang dari 20 minggu. Insiden 15% dari semua kehamilan yang diketahui (Naylor.

INSIDEN ABORTUS • Abortus 1 kali  15% pada kehamilan berikutnya • Abortus 2 kali  30% pada kehamilan berikutnya • Abortus 3 – 4 kali  45-54.3% pada kehamilan berikutnya .

TAHAPAN ABORTUS • Abortus Spontan : Abortus Iminens : Missed Abortion : Abortus Insipiens : Abortus Inkomplit : Abortus Komplit : Abortus Habitualis : Abortus Infeksiosus dan Abortus Septik • Abortus Provokatus : Abortus Medisinalis : Abortus Kriminalis .

PERBANDINGAN ABORTUS .

.

KOMPLIKASI ABORTUS • Perdarahan • Perforasi • Infeksi • Syok .

2006) . sebelum umur kehamilan lengkap 20 minggu dan sebelum berat janin 500 gr (SPMPOGI. 2007) • Perdarahan pada kehamilan muda dimana sebagian dari hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri melalui kanalis serviks yang tertinggal pada desidua atau plasenta (Rukiyah. tetapi tidak seluruh hasil konsepsi. 2010) • Keluarnya sebagian.ABORTUS INKOMPLIT • Pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus (Wiknjosastro. Batasan ini juga masih terpancang pada umur kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gr (Prawirorahardjo. 2006) • Sebagian hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri dan masih ada yang tertinggal.

serviks akan terbuka dan dapat teraba sisa-sisa jaringan dalam kantung servikalis atau kavum uteri • Uterus akan terasa lebih kecil dari umur kehamilan .TANDA DAN GEJALA • Perdarahan • Kram atau nyeri bagian bawah dan terasa mules-mules • Pada pemeriksaan dalam.

ada sisa konsepsi hasil . waktu perdarahan. leukosit. hemoglobin. waktu bekuan. dapat juga menonjol atau didapatkan di liang vagina keluar : Uterus terlihat dilatasi dan tidak menonjol : Pada pemeriksaan bimanual didapatkan uterus membesar dan lunak • Pemeriksaan Penunjang : Pemeriksaan laboratorium berupa tes kehamilan. dan trombosit : Pemeriksaan USG ditemukan kantung gestasi tidak utuh.DIAGNOSIS • Anamnesis : Amenore : Perdarahan pervaginam disertai keluarnya jaringan hasil konsepsi : Rasa sakit atau kram perut di daerah atas simpisis • Pemeriksaan Fisik : Abdomen terasa lembek dan tidak nyeri tekan : Sisa hasil konsepsi ditemukan di dalam uterus.

beri ergometrin 0.PENANGANAN ABORTUS INKOMPLIT • Perdarahan sedikit dan kehamilan < 16 minggu  evakuasi secara digital / cunam ovum  ergometrin 0.2 mg IM / misoprostol 400 • Perdarah banyak dan kehamilan < 16 minggu mcg PO  Aspirasi Vakum Manual  jika evakuasi belum dilakukan.2 mg IM / misoprostol 400 mcg PO • Kehamilan > 16 minggu  infus oksitosin 20 unit dalam 500 mL cairan IV dengan kecepatan 40 tpm  jika perlu berikan misoprostol 200 mcg pervag setiap 4 jam  evakuasi hasil konsepsi .

TINDAKAN OPERATIF • Pengeluaran secara digital • Kuretase .

KURETASE • Persiapan sebelum kuretase : Persiapan penderita : Pemeriksaan tanda-tanda vital : Pasang infus cairan sebagau profilaksis : Persiapkan alat kuretase : : Spekulum 2 buah : Sonde (penduga) uterus : Cunam muzeux atau Cunam porsio : Berbagai ukuran busi (dilatator) Hegar : Berbagai ukuran sendok kuret : Cunam abortus :Pinset dan klem : Kain steril dan sarung tangan 2 pasang .

.

Masukanlah penduga rahim sesuai dengan letak rahim dan tentukan panjang atau dalamnya penduga rahim. Gunakanlah supaya jangan terjadi salah arah dan perforasi -Penduga rahim (sandage). Caranya adalah setelah ujung sonde terasa membentur fundus uteri. lalu baca berapa cm dalamnya rahim . telunjuk tangan kanan diletakkan atau dipindahkan pada portio dan tariklah sonde keluar.: Penderita ditidurkan dalam posisi litotomi : Pada umunya diperlukan anastesi infiktrasi lokal atau umum secara intravena dengan ketalar • Teknik Kuretase -Tentukan letak rahim yaitu dengan melakukan pemeriksaan dalam alat-alat yang dipakai umumnya terbuat dari metal yang biasanya melengkung karena itu memasukkan alat-alat ini harus disesuaikan dengan letak rahim.

untuk mencegah kemungkinan perforasi usahakanlah memakai sendok kuret yang agak besar. Bila pembukaan serviks belum cukup untuk memasukkan sendok kuretase. dengan dilatasi lebih besar .Dilatasi.Kuretase. Seperti telah dikatakan. Pandanglah busi seperti memegangi pensil dan masukanlah hati-hati sesuai letak rahim. lakukanlah terlebih dahulu dilatasi dengan dilatator atau busi hegar. Pakailah sendok kuretase yang tajam (ada tanda bergerigi) karena pada dinding rahim dalam (seperti bunyi pengukur kepala) .. Memasukannya bukan dengan kekuatan dan melakukan kerokan biasanya mulailah di bagian tengah. Untuk sendok kuret terkecil biasanya diperlukan dilatasi sampai hegar nomer 7. pakailah sendok kuretase yang agak besar.

RM : 16351380 Jenis Kelamin : Perempuan Agama : Islam Pekerjaan : IRT . Nganjuk Umur : 17 tahun No. N Suami : Tn. E Alamat : Sawahan.IDENTITAS Nama : Ny.

19-03-2016 Anamnesa/ Pmx fisik/Diagnosa/ konsultasi penderita : .darah terus keluar hingga kurang lebih 1 softex dan terdapat gumpalan-gumpalan lunak kemudian periksa di bidan pukul 19.nyeri perut disertai keluar darah sedikit-sedikit pada pukul 08.00 WIB .30 WIB kemudian dirujuk ke RSUD Nganjuk HPHT : 27-12-2015 HPL : 04-09-2016 Tensi : 110/70 mmHg Dx : Abortus Iminens Terapi tindakan : MRS .STATUS IGD Datang ke IGD pada Sabtu.

00 WIB. RPS : Pasien hamil ini.20 WIB. darah terus keluar hingga kurang lebih 1 softex dan terdapat gumpalangumpalan lunak kemudian periksa di bidan pukul 19.30 WIB kemudian dirujuk ke RSUD Nganjuk.STATUS GINEKOLOGI Anamnesa : Pasien masuk kamar bersalin pada tanggal 19-03-2016 pukul 22. pasien merupakan rujukan dari bidan dengan anamnesa nyeri perut disertai keluar darah sedikit-sedikit pada pukul 08. dengan diagnosa kehamilan G1-P00000 10-11 minggu Pola Haid : Menarche : 14 tahun (teratur) Siklus : 5 hari (banyak) Nyeri : + HPHT : 27-12-2015 .

Status umum : Kesadaran : Compos mentis Tensi : 110/80 mmHg Nadi : 86 x/menit Suhu axillar : 36.5o C Edema : -/- Status Lokalis : Abdomen : TFU tidak teraba .

T : - .Pemeriksaan dalam : Vulva : terdapat fluxus (+) sedikit Vagina : terdapat fluxus (+) sedikit Portio : pembukaan (-) CU : Adnexa kiri :- Adnexa kanan: CD : Inspeculo : R.

Kesimpulan : Diagnosa Ginekologi Penyakit Penyerta : Abortus Iminens (hasil USG : Abortus Inkomplit) :- Rencana pengobatan : Misoprostol 4 x 50 mg/vag/4 jam : Pro curet tanggal 22-03-2016 .

0 H 25.Hasil Pemeriksaan Penunjang Hasil Laboratorium .0-35.1 % L detik 35.Hematokrit .0 Hasil Urinalisa .APTT 33.9 /uL H <= 5 .0-47.8 35.SEDIMEN FLOWCYTOMETRY Eritrosit 12.

Hasil USG Kesimpulan : Abortus Inkomplit .

Sonia Rahayu. Sp.20 Lama operasi : 20 menit Diagnosa pra bedah : Abortus Inkomplit Diagnosa pasca bedah : Post curet abortus inkomplit Tindakan pembedahan : Curet .00 Jam operasi selesai : 10.An Jenis anastesi : GA Nama/macam operasi Tanggal operasi Jam operasi : Curet : 22-03-2016 : 10.Laporan Operasi Nama Ahli Bedah : dr. Bambang. Sp.OG Nama ahli anastesi : dr.

00 • Sonde dipasang dan kedalaman uterus 9 cm • Dilakukan curet dengan sendok no.Laporan Operasi • Posisi litotomi dengan GA • Desinfeksi vulva/vagina dengan betadine • Pasang doek steril • Spekulum dimasukkan vagina • Portio dijapit dengan tenaculum arah jam 11.5 secara sistematis sampai bersih • Sisa jaringan kurang lebih 10 cc • Operasi selesai .

ronkhi -/Abdomen: TFU belum teraba .Laporan Perkembangan Pasien 21/03/2016 S : keluar darah dan gumpalan sedikit-sedikit O : Status umum : Kesadaran : compos mentis TD : 100/70 mmHg N : 84 x/mnt S : 37. wheezing -/-.2 0C   K/L : a/i/c/d -/-/-/Cor : S1S2 tunggal. murmur(-). gallop (-) Pulmo : vesikuler +/+.

Ekstremitas : AH +/+. oedema -/  Vulva/vagina : fluxus (+) sedikit A : Abortus Iminens P : USG dan puasa (pro evakuasi) .

ronkhi -/Abdomen: TFU belum teraba . gallop (-) Pulmo : vesikuler +/+.22/03/2016 S : Masih keluar darah sedikit-sedikit. murmur(-). puasa (+) O : Status umum : Kesadaran : compos mentis TD : 100/60 mmHg N : 82 x/mnt S : 37.2 0C   K/L : a/i/c/d -/-/-/Cor : S1S2 tunggal. nyeri perut (-). wheezing -/-. keluar lendir (-).

oedema -/  Vulva/vagina : fluxus (+) sedikit A : Abortus Inkomplit P: Pro curet Abortus Inkomplit Terapi post curet : . Mefenamat 500 mg/po/8 jam .As.Amoxicillin 500 mg/po/8 jam .Ekstremitas : AH +/+.

TERIMA KASIH .