Anda di halaman 1dari 2

1.

Kerak bumi adalah bagian terluar dari bumi yang mempunyai ketebalan
antara 30-50 km di bagian benua (B)
2. Kerak bumi mempunyai komposisi batuan basalt dan gabbro pada bagian
samudera (B)
3. Densitas rata-rata dari kerak benua mencapai 2,9 g/cm3, lebih rendah dari
kerak samudera yang mencapai 3,3 g/cm3 (B)
4. Perubahan kecepatan gelombang gempa pada batas kerak bumi-mantel
terlihat adanya kenaikan kecepatan yang diakibatkan karena perubahan
sifat fisik (B)
5. Lithosfir adalah bagian luar dari bumi yang bersifat padat, mempunyai
ketebalan 100 km termasuk didalamnya adalah bagian atas dari mantel
atas (B)
6. Astenosfer merupakan lapisan dibawah litosfer yang bersifat plastis dan
merupakan bagian dari mantel bawah (S)
7. Litosfer mempunyai bagian yang bersifat benua yang mempunyai
densitas relatif lebih ringan dibandingkan litosfer samudera (B)
8. Teori tektonik lempeng pada dasarnya membahas dinamika dari gerak
litosfer atau yang disebut sebagai lempeng tektonik (B)
9. Hipotesa ‘Continental Drift” merupakan ide awal dari teori tektonik
lempeng karena hipotesa inilah yang pertama kali menjelaskan
pergerakan benua (B)
10.Hipotesa tentang pemekaran lantai samudera menjelaskan proses
pergerakan benua diatas lantai samudera (S)
11.Adanya pembalikan medan magnet yang terekam pada lantai samudera
menyimpulkan adanya pergerakan kerak benua (S)
12.Gerak lempeng disebabkan oleh adanya konveksi yang terjadi pada
mantel (B)
13.Salah satu cara untuk menentukan kecepatan gerak lempeng adalah
dengan mengukur perkembangan seamount (hotspot) di lantai samudera
(B)
14.Pada MOR, magma basaltis yang keluar karena aktivitas dari mantel plume
(B)
15.Metamorfisme tekanan tinggi dan temperature rendah terjadi pada
kontinen (B)
16.Bagian dari tepi lempeng yang menimbulkan proses metamorfosa tekanan
tinggi dan temperature tinggi adalah bagian bawah dari jalur subduksi
(....B...)
17.Active margin yang dimaksud adalah jalur pertemuan lempeng yang
berupa subduction  keaktifan tektonik dimasa sekarang (B)
18.Tripple junction didefnisikan sebagai titik pertemuan lempeng yang
berinteraksi secara divergen atau konvergen (S)
19.Struktur “Rift” dan sesar sesar bongkah terjadi pada bagian tepi “passive
margin” (S)
20.Struktur “acretionary wedges” dan sesar2 anjakan terbentuk pada batas
konvergensi lempeng (B)
21.Konvergensi lempeng kontinen dan lempeng kontinen dapat membentuk
jalur pegunungan (B)
22.Proses collision juga dapat mengakibatkan kegiatan magmatisme /
volkanisme (S)

23.Proses perkembangan prisma akresi terjadi akibat akumulasi sedimen dan hasil percampuran tektonik pada palung dari lempeng yang berinteraksi (B) 29.Adanya aktifitas volkanisme menyimpulkan bahwa wilayah tersebut merupakan cerminan dari aktifitas yang terkait dengan batas lempeng (B) 24.Batas lempeng yang berupa sesar transform pada dasarnya merupakan sesar mendatar yang memotong pusat pemekaran yang terjadi di samudera (S) 30.Tipe subduction dibedakan berdasarkan jenis jenis lempeng yang berinteraksi (B) 26.‘Erosi Tektonik’ adalah proses yang terjadi di palung pada tipe subductionMariana (B) 28.Tipe ‘subduciton-chillean’ adalah tipe yang menghasilkan perkembangan back-arc basin (S) 27.Sesar besar seperti sesar sumatera juga dapat dikategoikan sebagai sesar transform (B) .Gempa bumi yang besar terjadi pada interaksi lempeng tektonik yang bersifat ‘collision’ (B) 25.