Anda di halaman 1dari 10

1

No. ID dan Nama Peserta : dr. M. Hafidz Azhari
No. ID dan Nama Wahana : RSUD Ratu Zalecha
Topik : Trigeminal Pain
Tanggal (kasus) : 22 April 2015
Presenter : dr. M. Hafidz Azhari
Nama Pasien : Tn. M
No. RM :
Tanggal Presentasi : 4 Mei 2015
Pendamping : dr. Laily Noviyani
Tempat Presentasi : RSUD Ratu Zalecha
Obyektif Presentasi :
 Keilmuan 
 Ketrampilan
 Penyegaran
 Tinjauan Pustaka 
 Diagnostik 

 Manajemen 

 Masalah

 Istimewa

 Neonatus  Bayi  Anak
 Remaja  Dewasa   Lansia  Bumil
 Deskripsi : Laki-laki, 42 tahun, datang ke IGD dengan keluhan nyeri mata sebelah kiri. Nyeri
mata kiri sejak 2 hari yang lalu mendadak ketika bangun tidur. Nyeri berdenyut menjalar
sampai kepala bagian kiri dan belakang telinga kiri. Mual dan muntah di sangkal. Pandangan
mata kabur di sangkal.
 Tujuan : Mengetahui dasar diagnosis, penatalaksanaan
Bahan
 Tinjauan Pustaka   Riset
bahasan :
Cara

 Diskusi 

membahas :
Data pasien :
Nama : Tn. M
Nama klinik : RSUD Ratu Zalecha

 Presentasi dan

 Kasus   Audit
 E-mail

 Pos

diskusi
Telp :

Terdaftar sejak
:

Data utama untuk bahan diskusi :
1. Diagnosis/ Gambaran klinis :
Trigeminal pain
2. Riwayat Pengobatan :
(-)
3. Riwayat kesehatan/penyakit :
HT(-), DM(-), Sakit serupa (-), pterigium (+) 5 tahun yg lalu
4. Riwayat keluarga :
(-)
5. Riwayat pekerjaan :
swasta
6. Lain-lain
Daftar Pustaka :
1. Rabinovich A, Fang Y, Scrivani S. Diagnosis and Management of Trigeminal
Neuralgia. Columbia Dental Review 2000; 5: 4-7.

Diagnosis Banding Trigeminal Pain: cluster headache dan glaukoma akut Bab I Presentasi Kasus 1. supel. [cited 2013 June 1]. Lori.epub. hematom pulmo = simetris. edem (-/-). Saraf otak kelima atau nervus trigeminus dalam neurologi klinis dasar. gallop – abdomen = datar. Available from: URL: http://www. nyeri tekan epigastrium . Simanjuntak G. Mardjono M.org. pupil isokor 3mm. Assessment: Diagnosis : Suspek Trigeminal Pain . Manifestasi klinis. wheezing -/cor = ictus cordis ICS V axillaris anterior sinistra. Objektif: Keadaan umum = tampak sakit sedang Kesadaran = compos mentis (E4M6V5) TD = 130/80 mmHg N = 80 x/m RR = 20 x/m S = 36. jejas -. Passos JH et al.br. [online] Journal of Dentistry & Oral Medicine 2001. 2010. pterigium (S). editor.2 2. hepar tidak teraba. Trigeminal Neuralgia.BU + N ekstremitas = akral hangat (+/+). Glaukoma Akut dalam Panduan Manajemen Klinis Perdami. Diakses 15 Juli 2011 5. Tatalaksana dan prognosis Trigeminal Pain 3. Diar Rakyat: Jakarta. 3. Cluster Headache. reflex cahaya +/+. murmur -.com. II reguler. 4. Mual/muntah di sangkal. nyeri berdenyut dan menjalar sampai kepala bagian kiri dan belakang telinga kiri. ronki -/-. sonor. Diagnosis Trigeminal Pain 2.. K Sargeant. 2008. Subjektif: Pasien mengeluh nyeri mata sebelah kiri sejak 2 hari yang lalu mendadak. lien tidak teraba. BN vesikuler.medscape. Available from : URL : http://emedicine . pandangan mata kabur di sangkal 2. PP Perdami: Jakarta. Gondowihardjo T.5 oC Kepala/leher = konjungtiva hiperemis (s). Shidarta P. 2006 Hasil pembelajaran : 1. BJ I. parase (-/-) 3.

pterigium (S). Ketorolac 30 mg 3 x 1 amp * Inj.Pengobatan: * IVFD RL 20 tts/m * Drip Neurobat 1 amp/kolf * Inj. reflex cahaya +/+ 4.Pendidikan: Istirahat. mata jangan di kucek . Ranitidin 2 x 1 amp * Inj. Antrain 3 x 1 amp . kepala/leher= konjungtiva hiperemis (s).3 Anamnesa : 1. Plan: . Pemeriksaan Fisik: 1. pupil isokor 3mm. mual/muntah (-/-).Diagnosis: suspek Trigeminal Pain . nyeri mata sebelah kiri mendadak 2 hari yg lalu. berdenyut. menjalar ke kepala bagian kiri dan belakang telinga. pandangan kabur (-).

nyeri singkat seperti tersengat listrik pada satu atau lebih cabang nervus trigeminus. tiba-tiba dan berulang. berulang dan sengatan listrik yang berdistribusi ke berdistribusi di salah satu atau lebih salah satu atau lebih dari nervus 6. Jarang sekali hanya terbatas pada nervus optalmikus (V3) 3. tersengat listrik.5%) atau kombinasi . bercukur. Definisi Trigeminal neuralgia menurut IASP ( International Association for the study of Pain ) ialah nyeri di wajah yang timbulnya mendadak. nyeri seperti hebat. seperti menikam. biasanya unilateral. Nyeri biasanya muncul akibat stimulus ringat seperti mencuci muka. dan menggosok gigi. Namun juga dapat terjadi secara mendadak. merokok. yaitu nyeri berat paroksimal. sepele seperti mencuci muka. Sebagian pasien nyeri terasa diseluruh cabang nervus trigeminus (15.3%.1% dan nervus maksilaris (V3) 14.9% sehingga paling sering rasa nyeri pada setengah wajah bawah. atau hanya ada rasa tumpul ringan. sifat nyeri Nyeri unilateral pada wajah. Tersering nyeri didaerah distribusi nervus mandibularis (V2) 19. Manifestasi Klinis Trigeminal neuralgia memberikan gejala dan tanda sebagai berikut: 1 Rasa nyeri berupa nyeri neuropatik. terkena petir.1% atau kombinasi keduanya 35. tajam. bercukur. tertembak. 2. Nyeri biasanya ditimbulkan oleh hal-hal cabang dari nervus 5.1 Definisi Trigeminal Neuralgia menurut IASP dan IHS Definisi menurut IASP Definisi menurut IHS Tiba-tiba. Nyerinya singkat dan berat seperti ditusuk disalah satu atau lebih cabang nervus trigeminus. Diantara serangan biasanya ada interval bebas nyeri. berbicara. Sementara menurut International Headache Society trigeminal neuralgia nyeri adalah nyeri wajah yang menyakitkan. Tabel 1. berbicara. atau terbakar yang berlangsung singkat beberapa detik sampai beberapa menit tetapi kurang dari dua menit. menusuk. gosok gigi. biasanya unilateral. 2 Lokasi nyeri umumnya terbatas di daerah dermatom nervus trigeminus dan unilateral.Tinjauan Pustaka 1.

mambasuh wajah atau menggosok gigi. Pada periode aktif neuralgia. 2. Diagnosis Trigeminal neuralgia seyogyanya dapat dibedakan dengan nyeri wajah yang lainnya. disebut preneuralgia trigeminal. tajam . biasanya unilateral. pada awalnya nyeri atipikal yang makin lama menjadi tipikal. Onset dan terminasinya terjadi tiba-tiba . . Pemeriksaan kesehatan dan riwayat gejalanya harus dilakukan bersama-sama pemeriksaan lainnya untuk mengesampingkan masalah yang serius. tersering pada cabang mandibularis atau maksilaris. C. Serangan – serangan paroxysmal pada wajah. Nyeri setidaknya bercirikan 4 sifat berikut: 1. Tidak ada kelainan neurologis. terusmenerus pada salah satu rahang yang berlangsung beberapa hari sampai beberapa tahun. B. serasa menikam atau membakar. 3. 4. getaran. kuat.nervus maksilaris dan optalmikus (11. pemeriksaan klinis dan uji klinis untuk mengetahui secara pasti stimulus pencetus dan lokasi nyeri saat pemeriksaan. Kriteria diagnosis trigeminal neuralgia menurut International Headache Society adalah sebagai berikut: A. mencukur. Diagnosa ditegakkan berdasarkan anamnesa yang akurat. Nyeri terasa tumpul. 5. Jarang ditemukan kombinasi nyeri pada daerah distribusi nervus optalmikus dan mandibularis (0. area picu dapat ipsilateral atau kontralateral. Intensitas nyeri hebat . lebih sering disisi kanan. bercakap cakap. Stimulus termal dapat menimbulkan nyeri berdenyut sehingga sering dianggap sebagai nyeri dental. superficial. 3. Nyeri dapat timbul spontan atau dipicu oleh aktifitas sehari seperti makan. tidak ada gejala sama sekali. 3 Trigeminal neuralgia dapat dicetuskan oleh stimulus non-noksius seperti perabaan ringan.6%). nyeri di frontal yang berlangsung beberapa detik tidak sampai 2 menit. Diantara serangan .5%). Menyebar sepanjang satu atau lebih cabang N trigeminus. Nyeri pada trigeminal neuralgia dapat mengalami remisi dalam satu tahun atau lebih. karakteristik terjadi peningkatan frekuensi dan beratnya serangan nyeri secara progresif sesuai dengan berjalannya waktu. atau stimulus mengunyah. 4 Sekitar 18% penderita dengan trigeminal neuralgia.

baclofen dan lamotrigin mungkin juga efektif. Tersingkirnya kasus-kasus nyeri wajah lainnya melalui anamnesis. Sebagai tambahan. lidah dan di pipi untuk melihat bagaimana daerah tersebut merespon sentuhan dan perubahan suhu (panas dan dingin). Pemeriksaan MRTA (high-definition MRI angiography) pada nervus trigeminal dan brain stem dapat menunjukkan daerah nervus yang tertekan oleh vena atau arteri. Dalam pedoman AAN-EFNS ( American Academy of Neurology. pemeriksaan khusus bila diperlukan. oxcarbazepin juga efektif. 4. MRI ini sering digunakan sebelum tindakan pembedahan untuk melihat kelainan pembuluh darah.European Federation of Neurological Society ) telah disimpulkan bahwa: carbamazepin efektif dalam pengendalian nyeri . . Telah disepakati bahwa penanganan lini pertama untuk trigeminal neulalgia adalah terapi medikamentosa. Serangan bersifat stereotipik. Pemeriksaan termasuk inspeksi komea. Diagnosa trigeminal neuralgia dibuat dengan mempertimbangkan riwayat kesehatan dan gambaran rasa sakitnya. a. Tindakan bedah hanya dipertimbangkan apabila terapi medikamentosa mengalami kegagalan. gusi.D. Sementara tidak ada pemeriksaan diagnostik yang dapat mempertegas adanya kelainan ini. nostril. Terapi Farmakologi Dalam guidline EFNS ( European Federation of Neurological Society ) disarankan terapi neuralgia trigeminal dengan carbamazepin ( 200-1200 mg sehari ) dan oxcarbamazepin ( 600-1800mg sehari ) sebagai terapi lini pertama. dilakukan pemeriksaan fisik untuk menentukan stimuli pemicu. pemeriksaan fisik. CT Scan kepala untuk melihat keberadaan tumor. E. Teknologi CT Scan dan MRI sering digunakan untuk melihat adanya tumor atau abnormalitas lain yang menyebabkan sakit tersebut. dan lokasi yang pasti dari sakitnya. Tatalaksana Seperti diketahui terapi dari trigeminal neuralgia ada 2 macam yaitu terapi medikamentosa dan terapi pembedahan. Sklerosis multiple dapat terlihat dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Neuralgia trigeminal sering mengalami remisi sehingga pasien dinasehatkan untuk mengatur dosis obat sesuai dengan frekwensi serangannya. Sedangkan terapai lini kedua adalah baclofen dan lamotrigin. Pemeriksaan penunjang lebih bertujuan untuk membedakan trigeminal neuralgia yang idiopatik atau simptomatik.

Tingkat keberhasilan dari karbamazepin jauh lebih kuat dibandingkan oxcarbamazepin. Tindakan operatif yang dapat dilakukan adalah prosedur ganglion gasseri. dan pimizoid 4 – 12 mg/hari. (2) Ketika pasien tidak dapat mentolerir pengobatan dan gejala semakin memburuk. phenytoin dan valproat. Prognosis . baclofenac 40 – 80 mg/hari. Beberapa situasi yang mengindikasikan untuk dilakukannya terapi pembedahan yaitu: (1) Ketika pengobatan farmakologik tidak menghasilkan penyembuhan yang berarti. Gambar 7. Terapi Pembedahan Terapi farmakologik umumnya efektif akan tetapi ada juga pasien yang tidak bereaksi atau timbul efek samping yang tidak diinginkan maka diperlukan terapi pembedahan. namun oxcarbamazepin memiliki profil keamanan yang lebih baik. Karbamazepine merupakan pengobatan lini pertama dengan dosis pemberian 200-1200 mg/hari dan oxcarbamazepin dengan dosis pemberian 600-1800 mg/hari sesuai dengan pedoman pengobatan. Sementera pengobatan lini kedua dapat diberikan lamotrgine dengan dosis 400 mg/ hari.1 Management terapi pada trigeminal neuralgia b. (3) Adanya gambaran kelainan pembuluh darah pada MRI. alkohol. Pada prosedur perifer dilakukan blok pada nervus trigeminus bagian distal ganglion gasseri yaitu dengan suntikan streptomisin. terapi gamma knife dan dekompresi mikrovaskuler. 5. gabapentin. lidokain.Studi open label telah melaporkan manfaat terapi obat-obatan anti epilepsi yang lain seperti clonazepam.

sekitar 18-20% pasien mengeluh sakit di daerah ekstratrigeminal. Biasanya. beelakang leher. hasilnya konsisten dengan . 1. Letih/ lemas (90%). Hidung tersumbat (48-75%) atau rinore. trigeminal neuralgia dapat muncul kembali selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun berikutnya. Pasien dapat memilih untuk membatasi kegiatan yang memicu rasa sakit. lebih mudah dipicu. seperti mengunyah. Miosis atau ptosis ipsilateral. Sakit (digambarkan sebagai sakit pedih dan berat )  Onset mendadak ( Puncaknya dalam 10-15 menit)  Unilateral wajah ( masih pada sisi yang sama selama periode cluster)  Durasi (10 menit sampai 3 jam per episode)  Karakter (membosankan dan sakit pedih. 6. Periodisitas adalah karakteristik yang paling mencolok. misalnya. 3. di ssepanjang   2. Ptosis juga bisa dilihat. 5. Keringat pada dahi dan wajah ipsilateral (26%). 4. Meskipun neuralgia trigeminal tidak terkait dengan hidup singkat. Edema kelopak mata ipsilateral. arteri carotid) Periodesitas (keteraturan sirkadian di 47%) Remisi (panjang interval bebas gejala terjadi pada beberapa pasien. Setelah itu serangan bisa menjadi lebih sering. sehingga pasien mungkin kehilangan berat badan dalam keadaan ekstrim. morbiditas yang terkait dengan nyeri wajah kronis dan berulang dapat dipertimbangkan jika kondisi tidak cukup terkontrol. Pada penelitian. dan pasien dapat menderita depresi dan kehilangan fungsi sehari-hari. Rata-rata selama 2 tahun tetapi berkisar antara 2 bulan sampai 20 tahun) Lakrimasi (84-91%) atau injeksi konjungtiva. yang masing-masing berlangsung 2-3 bulan. pasien mengalami 1-2 kali periode cluster per tahun. seolah-olah mata didorong keluar)  Distribusi (divisi pertama dan kedua dari saraf trigeminal. 7. Kondisi ini dapat berkembang menjadi sindrom nyeri kronis. 6. dan mungkin memerlukan pengobatan jangka panjang. Diagnosis Banding Cluster headache Gejala klinis yang dapat ditemukan pada cluster headache adalah Tidak ada aura muncul seperti pada migraine.Setelah serangan awal. Pemeriksaan Fisik Pada pemeriksaan fisik biasanya normal kecuali untuk lakrimasi dan injeksi konjungtiva yang mungkin terjadi.

serta diskus optikus terlihat merah dan bengkak. Bradikardia. kornea oedem. Pasien sering dalam kesulitan yang parah. 2. mata berair. anhidrosis). 7. 6. 10. pusing. bahkan mual-muntah. Pucat. serta penunjang. Munculnya kelainan lain menunjukkan etiologi lain untuk sakit kepala. Parasimpatis overactivity. kadang-kadang menangis atau menjerit. 1. tekanan intra okular meningkat. Diagnosis Berdasarkan penjelasan di atas. Berdasarkan ananmnesis. 3. pada kedua matanya. injeksi pericorneal. bengkak. Pada pemeriksaan akan ditemukan tanda-tanda. mata merah. 4. dibuktikan dengan tonometri schiotz ataupun teknik palpasi (tidak dianjurkan karena terlalu subjektif). . pemeriksaan status umum dan oftalmologis. tekanan intra okuler meningkat hingga terjadi kerusakan iskemik pada iris yang disertai edema kornea. 9. antara lain : visus sangat menurun. Latihan fisik dapat membantu beberapa pasien mendapatkan bantuan. mata merah. melihat halo (pelangi di sekitar objek). nyeri hebat periorbita. Sakit kulit kepala dan wajah.fitur ipsilateral otonom parasimpatis yang ditandai oleh aktivasi tengkorak dan hipofungsi simpatis. Glaukoma Akut Gejala Dan Tanda Tajam penglihatan kurang (kabur mendadak). 2. iris oedem dan berwarna abu – abu. bilik mata depan dangkal dan pupil lebar dan tidak bereaksi terhadap sinar. COA dangkal. maka diagnosis dapat ditegakan dari anamnesis. Pasien mungkin merasa ingin bunuh diri. pasien akan mengeluhkan pandangan kabur. sakit bola mata. ptosis. 8. Kelumpuhan ocular simpatis – sindrom Horner ringan (misalnya. muntah – muntah. miosis. Pasien dapat menurunkan kepala dan menekan pada daerah yang sakit. melihat pelangi atau cahaya di pinggir objek yang sedang dilihat (halo). kornea suram karena edema. 1. diskus optikus terlihat merah dan bengkak. pupil sedikit melebar dan tidak bereaksi terhadap sinar. sakit kepala. Kelembutan krotid ipsilateral (pada beberapa pasien). 5.

melihat sudut COA. pemeriksaan tekanan intra okular dengan menggunakan tonometri. diantaranya. dapat juga dilakukan pemeriksa penunjang.3. menilai CDR. serta tes kamar gelap. tonografi. Selain itu. . pemeriksaan lapang pandang.