Anda di halaman 1dari 6

Nama : M. David Rachmad H.

NPM : 13.1.03.01.0020
Kelas : Teknik Mesin / III B
Efinisi Akuntansi Biaya
Menurut Mulyadi (1993) akuntansi biaya adalah proses pengidentifikasian, pencatatan,
penghitungan, peringkasan, pengevaluasian dan pelaporan biaya pokok suatu produk baik
barang maupun jasa dengan metode dan sistem tertentu sehingga pihak manajemen
perusahaan dapat mengambil keputusan bisnis secara efektif dan efisien.
Perbedaan akuntansi biaya, akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen menurut Mulyadi
(1993) adalah:

Akuntansi biaya dipergunakan untuk menghitung biaya suatu produk yang
mengandung unsur bahan baku, upah langsung, dan overhead pabrik serta
memusatkan pada akumulasi biaya, penilaian persediaan dan perhitungan serta
penetapan harga pokok suatu produk, hanya menekankan pada sisi biaya.

Akuntansi keuangan mengarah pada proses penyusunan laporan keuangan yang akan
diberikan pada pemilik perusahaan.

Akuntansi manajemen menekankan penggunaan data akuntansi untuk pengambilan
keputusan bisnis, menenkankan pada aspek pengendalian manajemen atas biaya.

Tujuan Akuntansi Biaya
Akuntansi biaya bertujuan untuk:
1. Penentuan harga pokok produksi dengan mencatat, menggolongkan dan meringkas
biaya pembuatan produk.
2. Menyediakan informasi biaya untuk kepentingan manajemen, yaitu biaya sebagai
ukuran efisiensi.
3. Alat perencanaan, adanya perencanaan bisnis pasti berkaitan dengan penghasilan dan
biaya. Dengan adanya perencanaan biaya akan memudahkan dalam pengendalian
biaya.
4. Pengendalian biaya, yaitu dengan cara membandingkan biaya yang seharusnya
dikeluarkan untuk memproduksi satu satuan produk dengan biaya yang sesungguhnya
terjadi.

5. akuntansi biaya berfungsi sebagai alat manajemen dalam mengawasi dan merekam transaksi biaya secara sistematis dan menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. diringkas. 3. biaya merupakan salah satu komponen dalam laba. Pengambilan keputusan khusus. Konsep dan Klasifikasi Biaya Biaya merupakan obyek yang dicatat. Menghitung laba perusahaan pada periode tertentu.  Henry Simamora (2002) mendefinisikan biaya adalah kas atau nilai setara kas yang dikorbankan untuk barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat pada saat ini atau di masa mendatang bagi organisasi. Menghitung dan menganalisis terjadinya ketidakefektifan dan ketidakefisienan yaitu dengan mambahas batas maksimum yang harus diperhatikan dalam menentapkan biaya suatu produk. 7. 8. digolongkan. untuk mengetahui laba maka diperlukan biaya yang dikeluarkan. berikut adalah beberapa definisi tentang biaya dari berbagai sumber:  Supriyono (2000) mengartikan biaya adalah harga perolehan yang dikorbankan atau digunakan dalam rangka memperoleh penghasilan atau revenue yang akan dipakai sebagai pengurang penghasilan. Memperinci biaya (harga) pokok produk pada segenap unsurnya. . Memperkenalkan berbagai metode. Memberikan informasi biaya bagi manajemen guna dipakai di dalam pengendalian manajemen. dan disajikan oleh akuntansi biaya. Fungsi Akuntansi Biaya Akuntansi biaya mempunyai fungsi antara lain: 1. Memberikan informasi dasar untuk membuat perencanaan biaya dan beban. Memberikan data bagi proses penyusunan anggaran.5. Melakukan perhitungan dan pelaporan biaya (harga) pokok suatu produk. 4. menganalisis dan menentukan solusi terbaik jika ada perbedaan antara batas maksimum tsb dengan yang sesungguhnya terjadi. 2. 6. ada berbagai macam metode dalam akuntansi biaya dapat dipilih sesuai dengan kepentingan yang diperlukan dengan hasil yang paling efektif dan efisien.

sedang terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu.  Masiyah Kholmi (dalam Simamora. 2002) mengartikan biaya adalah pengorbanan sumber daya atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat di saat sekarang atau di masa yang akan datang bagi perusahaan. Pengorbanan tsb untuk tujuan tertentu. Karakteristik Biaya Biaya mempunyai karakteristik sebagai berikut: 1. Yang telah terjadi atau yang secara potensial akan terjadi. 4.  Sutrisno (2000) menjelaskan biaya merupakan pengorbanan ekonomis yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendapatkan suatu barang atau jasa. Mulyadi (2001) menjelaskan biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang. Nilai. yang telah terjadi. 3. Biaya dalam arti luas diartikan sebagai pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang. biaya aktiva harus dinyatakan dengan uang. perusahaan akan mempunyai hak untuk menggunakan aktiva atau mendapatkan berbagai manfaat dari pengunaan aktiva tsb. Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi. . yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Diukur dalam satuan uang. biaya suatu aktiva mencerminkan nilai ekonomis yang nantinya akan digunakan oleh perusahaan. Biaya merupakan:  Penggunaan sumber-sumber ekonomi yang diukur dengan satuan uang. Hak pemakaian.  Manfaat yang dikorbankan untuk memperoleh barang dan jasa. Dalam arti sempit biaya didefinisikan sebagai pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva. yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Unsur pokok yang terkandung dalam arti biaya di atas yaitu: 1. 2. 3. Uang. 2.

merupakan kumpulan dari berbagai rekening yang terjadi di dalam eksploitasi pabrik.4. Unsur waktu.  Biaya konversi (convertion cost) adalah biaya yang berhubungan dengan pengolahan bahan baku menjadi produk jadi sehingga CC terdiri dari biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. adalah semua tenaga kerja yang secara langsung terlibat dengan produksi produk jadi dan dapat ditelusuri dengan mudah. 7.Biaya berdasarkan Unsur produk  Bahan-bahan: bahan utama yang dipakai di dalam produksi yang kemudian diproses menjadi produk jadi melalui penambahan upah langsung dan FOH. Biaya hubungannya dengan Produksi  Biaya prima (prime cost) adalah biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung dimana biaya tsb berhubungan langsung dengan produksi. Kondisi dan pembatasan. dapat dengan mudah ditelusuri dan merupakan bahan utama produk jadi. 5. Tenaga kerja/buruh digolongkan menjadi: a) tenaga kerja langsung. 6. tetapi bukan tenaga kerja langsung. II. dibedakan atas: a) bahan langsung yaitu semua bahan yang dapat dikenal sampai menjadi produk jadi. dan b) bahan tidak langsung yaitu semua bahan yang dimasukkan ke dalam proses produksi yang tidak dapat dengan mudah ditelusuri seperti bahan langsung. Klasifikasi Biaya Biaya diklasifikasikasikan menjadi: I. Nilai guna. semua biaya yang terjadi di pabrik selain bahan langsung (BB) dan upah tenaga kerja langsung. adalah semua tenaga kerja terlibat dalam proses produksi produk jadi.  Overhead pabrik (FOH). b) tenaga kerja tidak langsung. Biaya hubungannya dengan Volume .  Tenaga kerja/buruh: usaha fisik atau usaha mental yang dikeluarkan dalam produksi suatu produk. berwujud dan tak berwujud. merupakan biaya tenaga kerja langsung utama dalam menghasilkanla suatu produk. III. hak atas pemakaian bersifat tak bersyarat dan jika aktiva tsb milik perusahaan melalui pembelian maka hak perusahaan akan aktiva menjadi tidak dapat dibatasi. tanpa nilai guna perusahaan tidak akan melakukan pengadaan (perolehan) aktiva. keguanaan merupakan esensi dari biaya aktiva. jika aktiva memberikan waktu pemakaian yang lama maka akan mencerminkan biaya yang berbeda. karena kativa merupakan hak yang memiliki umur ekonomis.

b) capital expenditure: jika manfaat biaya lebih dari suatu perode.  Biaya periodik. Biaya daerah Fungsional  Biaya manufaktur. Biaya ini dibedakan atas: a) revenue expenditure: jika manfaat biaya hanya satu periode. dan overhead pabrik. VI. IV. yaitu biaya yang berhubungan dengan produksi suatu barang.  Biaya pemasaran. yaitu biaya yang dibebankan di dalam penjualan suatu barang atau jasa dari keluarnya barang dari gudang sampai ke tangan pembeli. Biaya variabel (variable cost) adalah biaya yang secara total cenderung berubah-ubah secara proporsional sesuai dengan perubahan volume produksi sedangkan per unitnya cenderung konstan. meskipun dalam batas interval tertentu.  Biaya penutupan (shut down cost) adalah biaya tetap yang akan dibebankan ketika perusahaan tidak melakukan aktivitas produksi. meliputi biaya bahan langsung. mengawasi. V. tenaga kerja langsung. tenaga kerja langsung dan overhead pabrik.  Biaya administrasi. adalah biaya yang secara tidak langsung berhubungan dengan produk dan karenanya tidak dimasukkan dalam unsur persediaan. Biaya yang periode pembebanannya terhadap pendapatan  Biaya produk. dan mengoperasikan suatu perusahaan dan memasukkan gaji yang dibayar untuk manajemen serta staf pembukuan. yaitu biaya yang dibebankan untuk mengarahkan.  Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang dalam unit berubah-ubah dan dalam total selalu konstan. . merupakan jumlah dari biaya bahan baku. adalah biaya yang secara langsung dapat diidentifikasikan sampai ke produk jadi. 1.  Biaya semi variabel (semi variable cost) adalah biaya yang mengandung dua unsur biaya yaitu biaya tetap dan biaya variabel (FC & VC). Departemen jasa merupakan departemen yang berhubungan dengan proses produksi secara tidak langsung dan berfungsi memberikan jasa (layanan) untuk departemen lain. Biaya pembebanannya terhadap Departemen  Departemen produksi merupakan departemen yang secara langsung memberi kontribusi untuk memproduksi suatu item dan memasukkan departemen dimana proses konversi atau proses produksi berlangsung.

 Biaya Komite/sunk cost. merupakan taksiran unsur biaya yang dibebankan dengan jumlah yang paling tepat dan wajar.VII. .  Biaya kebijakan/discretionary cost. adalah biaya yang merupakan konsekuensi dari komitmen yang sebelumnya telah dibuat dan yang tidak dapat dihindarkan. merupakan semua unsur biaya yang jumlahnya bervariasi sesuai dengan kebijakan manajer pusat pertanggungjawaban. Biaya dalam hubungannya dengan pengawasan manajemen  Biaya rekayasa.