Anda di halaman 1dari 18

PAPER

Konsep Pangan Lokal

Disusun oleh :
Utiya Listy Biyumna
NIM : 121710101119
Kelompok : 5

Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Fakultas Teknologi Pertanian

Universitas Jember 2014 ABSTRAK .

BAB 1. PENDAHULUAN .

pengolahan jagung.1 Pengertian Diversifikasi dan Ketahanan Pangan 2. dan bahan-bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan. Berkaitan dengan kebijakan ketahanan pangan. pengerti pangan dikelompokkan berdasarkan pemrosesannya. pengolahan gandum. sebelum akhirnya siap untuk dikonsumsi.1 Pengertian Pangan Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber daya hayati dan air. 2. PEMBAHASAN 2. Bahan baku pangan secara umum dapat dikatakan untuk diolah lebih lanjut ataupun dapat langsung dikonsumsi (tanpa diolah). Dalam proses pengolahan ini juga . Pengertian pangan di atas merupakan definisi pangan yang dikeluarkan oleh badan dunia untuk urusan pangan. bahan baku pangan. Bahan makanan yang diolah. pengolahan singkong.1. pembuatan sagu. yaitu bahan makanan yang langsung untuk dikonsumsi atau tidak membutuhkan proses pengolahan lebih lanjut. yaitu Food and Agricultural Organization (FAO).BAB 2. Contoh bahan makanan olahan adalah nasi. dan lain sebagainya. yaitu bahan makanan yang dibutuhkan proses pengolahan lebih lanjut. Termasuk di dalam pengertian pangan adalah bahan tambahan pangan. baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia. pengolahan. dan/atau pembuatan makanan dan minuman. Bahan makanan yang tidak diolah. yaitu: 1. Jenis makanan ini sering dijumpai untuk kelompok buah-buahan dan beberapa jenis sayuran. Pemrosesan di sini berupa proses pengubahan bahan dasar menjadi bahan jadi atau bahan setengah jadi untuk tujuan tertentu dengan menggunakan teknik tertentu pula.

jenang kudus. jenang kudus. beras cianjur dan sebagainya (Hariyadi. produk pangan lokal biasanya dikembangkan sesuai dengan preferensi konsumen lokal pula. 2010). Sebagai contoh. singkong. gembili dan jawawut. 2009). berupa bumbu masak.2 Pengertian Pangan Lokal Pangan lokal merupakan produk pangan yang telah lama diproduksi. dan bahan-bahan lainnya yang berfungsi untuk pelengkap penyajian makanan. sebagai misal. seperti ubi jalar. jagung. Jenis makanan atau pangan yang dimaksudkan terdiri atas beras. jenis ubi-ubian.1. gudek jokya. Aneka ragam pangan lokal tersebut berpotensi sebagai bahan alternatif pengganti beras. produkproduk ini kerap kali juga menyandang nama daerah. talas. Beraneka ragam dan jumlah yang sangat besar dari produk pangan lokal tersebut. beberapa pangan lokal yang telah dimanfaatkan oleh masyarakatnya sebagai bahan pengganti beras adalah jagung di Madura dan Gorontalo. produk pangan lokal ini berkaitan erat dengan budaya masyarakat setempat. Pengertian pangan yang dimaksudkan dalam penelitian ini atau sesuai dengan konteks ketahanan pangan nasional difokuskan pada jenis pangan yang mendominasi kandungan karbohidrat. Produk pangan lokal tersebut telah beradaptasi dengan baik dan dikonsumsi masyarakat Papua secara turun temurun (Wahid Rauf dan Sri Lestari. produk ini sering kali menggunakan nama daerah. Biasanya. berkembang dan dikonsumsi di suatu daerah atau suatu kelompok masyarakat lokal tertentu. 2. di Papua ada beberapa bahan pangan lokal setempat yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai bahan baku pengganti beras. sagu. teknologi lokal dan pengetahuan lokal pula.dibutuhkan bahan tambahan. Di samping itu. tentu sangat potensi dalam mewujudkan . Oleh karena itu. Umumnya produk pangan lokal diolah dari bahan baku lokal. sehingga produk pangan lokal ini berkaitan erat dengan budaya lokal setempat. dodol garut. dan jenis ketela. Produk pangan lokal Indonesia sangat melimpah. Selain di Papua. dodol garut. Karena itu. bahan-bahan penyedap. dan lain-lain. seperti gudek jogja. ketela.

yaitu diversifikasi tanaman pangan dan diversifikasi konsumsi pangan. aman. 2. Pola pangan tradisional dapat menjadi pelengkap makanan pokok selain beras. Konsumen tidak hanya menuntuk produk pangan bermutu. dan lezat.1. namun juga sesuai selera atau bahkan dapat membangkitkan efek gengsi atau berkelas bagi yang mengkonsumsinya. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya inovasi teknologi terhadap produk pangan lokal. Di bidang pangan.3 Pengertian Diversifikasi Pangan Diversifikasi atau penganekaragaman adalah suatu cara untuk mengadakan lebih dari satu jenis barang/komoditi yang dikonsumsi. Namun demikian. bergizi. seperti Cassava Vruitpao (Bakpao yang terbuat dari singkong). steak kampung Mucuna Crspy (steak berbahan baku kara benguk). produk pangan lokal belum mampu menggeser beras dan tepung terigu yang mendominasi makanan di Indonesia. Kedua bentuk diversifikasi tersebut masih berkaitan dengan upaya untuk mencapai ketahanan pangan. permintaan konsumen akan produk pangan terus berkembang. hingga saat ini. berdampat pada penambahan pendapatan riil rumah tangga (Puji Lestari. Adanya penggunaan bahan lokal yang biasanya lebih terjamin ketersediaanya sebagai makanan pokok yang murah dan dapat dijangkau oleh masyarakat setempat. Terwujudnya kemandirian pangan suatu daerah atau negara. pangan lokal atau pangan tradisional dapat berperan sebagai survival strategi bagi masyarakat golongan ekonomi lemah dalam sistem ketahanan pangan. diversifikasi memiliki dua makna. Di sisi lain. dkk. 2007).S. jumlahnya masih dirasakan sangat terbatas. rasi (nasi dari singkong). dengan sendirinya akan mempercepat tercapainya ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu. Di sisi lain. brownies dari singkong. Namun aspek selera konsumen (preferensi) juga patut dipertimbangkan. Sehingga pangan lokal belum mampu menarik minat konsumen untuk mengkonsumsinya. Apabila diversifikasi tanaman pangan berkaitan dengan . di era globalisasi saat ini. Kalaupun mulai ada kreasi terhadap produk pangan lokal. dan keamanan semata.kemandirian pangan nasional. gizi. inovasi atau kreasi terhadap produk pangan tidak hanya terfokus pada mutu. dan lain-lain. Namun. A.

diversifikasi pangan merupakan suatu proses pemilihan pangan yang tidak hanya tergantung pada satu jenis pangan.teknis pengaturan pola bercocok tanam. Dari aspek produksi. diversifikasi mencakup pengertian diversifikasi horisontal maupun vertikal. dan aspek konsumsi pangan. maupun non ekonomis seperti kebiasaan. et al (1993) memandang diversifikasi pangan sebagai upaya yang sangat erat kaitannya dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. pengusahaan komoditas maupun pengembangan produksi komoditas pangan. dan distribusi. yang mencakup aspek produksi. pembangunan pertanian di bidang pangan dan perbaikan gizi masyarakat. diversifiksi pangan mencakup aspek perilaku yang didasari baik oleh pertimbangan ekonomis seperti pendapatan dan harga komoditas. Penganekaragaman pangan ditujukan tidak hanya untuk mengurangi ketergantungan akan jenis pangan tertentu. Ketergantungan yang tinggi dapat memicu ketidakstabilan jika pasokan terganggu dan sebaliknya jika masyarakat menyukai pangan alternative maka ketidakstabilan akan dapat dijaga. Kasryno. maka diversifikasi konsumsi pangan akan mengatur atau mengelola pola konsumsi masyarakat dalam rangka mencukupi kebutuhan pangan. Pertimbangan rumah tangga untuk memilih bahan makanan pokok keluarga didasarkan pada aspek produksi. Diversifikasi pangan dimaksudkan untuk memperoleh keragaman zat gizi sekaligus melepas ketergantungan masyarakat atas satu jenis pangan pokok tertentu yaitu beras. Dari sisi konsumsi. Oleh karena itu dilihat dari aspek produksi. diversifikasi berarti perluasan spektrum komoditas pangan. akan tetapi memiliki beragam pilihan (alternatif) terhadap berbagai bahan pangan. akan tetapi dimaksudkan pula untuk mencapai keberagaman komposisi gizi sehingga mampu menjamin peningkatan kualitas gizi masyarakat. Konsep diversifikasi pangan bukan suatu hal baru dalam peristilahan kebijakan pembangunan pertanian di Indonesia karena konsep tersebut telah banyak dirumuskan dan diinterprestasikan oleh para pakar. pemasaran. aspek pengolahan. baik dalam hal perluasan pemanfaatan sumber daya. Menurut Riyadi (2003). Pertemuan antara sektor produksi dan konsumsi tidak terlepas dari peranan . konsumsi. selera dan pengetahuan.

dan (3) diversifikasi produksi pangan. Pakpahan dan Suhartini (1989) menyebutkan bahwa pada dasarnya diversifikasi pangan mencakup tiga lingkup pengertian yang saling berkaitan. baik jumlah maupun mutunya. semakin beragam konsumsi pangan maka kualitas pangan yang dikonsumsi semakin baik. terutama berkaitan dengan aspek promosi ketersediaan pangan yang beragam. Oleh karena itu dimensi diversifikasi pangan tidak hanya terbatas pada diversifikasi konsumsi makanan pokok saja.pemasaran dan distribusi komoditas pangan tersebut. aman. maka secara otomatis akan mendorong pula produktivitas di sektor hulu. Jika disisi hilir (pengolahan dan pemasaran) produktif. tidak hanya aspek konsumsi pangan tetapi juga aspek produksi pangan. yaitu diversifikasi konsumsi pangan. Pakpahan dan Suhartini (1989) menetapkan konsep diversifikasi hanya terbatas pangan pokok. Menurut Suhardjo dan Martianto (1992). . yaitu (1) diversifikasi konsumsi pangan. sehingga memenuhi kebutuhan akan pangan dan gizi sesuai dengan kecukupan baik ditinjau dari kuantitas maupun kualitasnya. sehingga diversifikasi konsumsi pangan diartikan sebagai pengurangan konsumsi beras yang dikompensasi oleh penambahan konsumsi bahan pangan non-beras. diversifikasi ketersediaan pangan. Kedua penulis tersebut menterjemahkan konsep diversifikasi dalam arti luas. Pengembangan diversifikasi pengolahan pangan lokal dipandang strategis dalam menunjang ketahanan pangan. merata. mencakup pangan sumber energi dan zat gizi. sehingga ketahanan pangan yang tercermin dari terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup. Soetrisno (1998) mendefinisikan diversifikasi pangan lebih sempit (dalam konteks konsumsi pangan) yaitu sebagai upaya menganekaragamkan jenis pangan yang dikonsumsi. tetapi juga makanan pendamping. (2) diversifikasi ketersediaan pangan. 2010). dan diversifikasi produksi pangan. dan terjangkau dapat terwujud (Marsigit. Demikian pula Suhardjo (1998) menyebutkan bahwa pada dasarnya diversifikasi pangan mencakup tiga lingkup pengertian yang saling berkaitan. penanggulangan masalah gizi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat (penciptaan dan pengembangan usaha ekonomi produktif).

Sumberdaya lokal termasuk di dalamnya pangan lokal erat kaitannya dengan ketahanan pangan. dan harganya terjangkau oleh daya beli masyarakat. yang selanjutnya akan melahirkan induvidu yang sehat. Ketahanan pangan yang dikembangkan berdasarkan kekuatan sumberdaya lokal akan menciptakan kemandirian pangan. Diversifikasi pangan ataupun produksi pangan. dan berdaya saing sebagaimana indikator ketahanan pangan. bergizi. namun juga mencakup aspek kualitatif yang meliputi aman. aktiv. 2008). dikeluarkan Undang-Undang No 7 Tahun 1996 tentang Pangan yang memberikan amanat untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Selanjutnya. beragam. Di samping itu. pangan harus terpenuhi tidak hanya dari aspek kuantitatif (cukup).2. juga akan melahirkan sistem pangan dengan pondasi yang kokoh. Pada tahun 1996. bermutu. 2010). ketahanan pangan perlu didukung dengan pondasi kemandirian pangan (Hariyadi. sebagai hak asasi manusia. aman. dikeluarkan pula Undang-Undang No 25 Tahun 2000 tentang Propenas yang di dalamnya mulai mengisyaratkan upaya diversifikasi tanaman pangan. Dengan demikian.1. Tujuan dikeluarkannya instruksi presiden tersebut adalah untuk menindaklanjuti upaya penganekaragaman jenis pangan dalam rangka meningkatkan mutu gizi makanan rakyat. Dari pengertian tersebut. bermutu.4 Pengertian Ketahanan Pangan Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi rumah tangga yang cukup. baik kuantitas maupun kualitas gizi dalam rangka untuk membentuk sumber daya . baik untuk konsumsi maupun produksi. Ketahanan pangan menitikberatkan pada aspek terpenuhinya gizi masyarakat. dan bergizi. dikeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 1974 tentang Usaha Perbaikan Menu Makanan Rakyat (UPMMR) yang selanjutnya ditegaskan kembali melalui Inpres No 20 Tahun 1979 tentang UPMMR. Pada tahun 1974. keduanya berkaitan dengan kebijakan ketahanan pangan nasional. Upaya kebijakan untuk diversifikasi pangan sudah dilaksanakan sejak awal dekade 1960an untuk mengantisipasi kebutuhan atau permintaan akan jenis tanaman pangan nasional (Handewi dan Ariani. baik secara kuantitas maupun kualitas.

maka semakin tinggi ketahanan pangan. jenangan kudus.2 Konsumsi Pangan Lokal di Indonesia Potensi ketersediaan pangan lokal Indonesia memang sangat melimpah. Semakin tinggi akses suatu rumah tangga terhadap pangan. Indonesia memiliki setidaknya 77 bahan makanan lokal yang mengandung karbohidrat yang hampir sama dengan nasi sehingga bisa dijadikan substitusi (Kompas. . maka akan menciptakan kesempatan bagi seluruh kelompok pendapatan masyarakat untuk memenuhi gizi secara seimbang di dalam konsumsi rumah tangga. jeruk medan. pangsa pengeluaran pangan menurun secara proporsional sesuai dengan logaritma kenaikan pengeluaran rumah tangga. Diversifikasi pangan akan memberikan kesempatan bagi rumah tangga untuk memiliki lebih dari satu jenis pilihan bahan pangan yang digunakan untuk memenuhi gizi keluarga. kopi lampung. Konsep ketahanan pangan didasarkan atas akses individu atau rumah tangga terhadap pangan. 2010 dalam Yuliatmoko. talas bogor. asinan bogor. Hukum tersebut menyatakan pangsa pengeluaran pangan memiliki hubungan yang negatif dengan total pengeluaran rumah tangga. Titik temu antara diversifikasi pangan dan ketahanan pangan nasional terletak pada tujuan untuk mencapai terpenuhinya gizi nasional dengan harga yang terjangkau dan kualitas gizi yang tinggi. markisa makasar. Dengan pilihan yang lebih banyak. 2007). Dengan kata lain. 2010 ). Banyaknya keragaman pangan lokal olahan tersebut bila dikembangkan dengan baik akan memiliki nilai ekonomi dan strategis ketahanan pangan yang dapat diandalkan. 2. bubur manado dan lain-lain menyimpan potensi indigenus yang merupakan kekuatan yang luar biasa (Hariyadi. Produk pangan lokal seperti beras cianjur. Hubungan antara pangsa pengeluaran pangan dan total pengeluaran rumah tangga dikenal dengan hukum Working. Kemampuan rumah tangga memiliki akses terhadap pangan tecermin dalam pangsa pengeluaran untuk membeli makanan.manusia yang berkualitas. Pengeluaran rumah tangga itu sering digunakan sebagai proksi dari tingkat pendapatan rumah tangga.

Berbagai faktor yang dapat mempengaruhi lunturnya kegemaran sebagian masyarakat terhadap makanan tradisional Indonsia antara lain disebabkan karena adanya perubahan gaya hidup.Namun demikian. perubahan sosial budaya. Jika kemampuan produksi bahan pangan domistik tidak dapat mengikuti peningkatan kebutuhan. konsumenlah yang menentukan pilihan terhadap suatu produk pangan tersebut dikonsumsi atau tidak. Dengan jumlah penduduk pada tahun 2001 sekitar 203. Berdasarkan perkiraan tersebut tantangan utama dalam pemantapan ketahanan pangan adalah . Di sisi lain.5 juta penduduk miskin yang memerlukan perhatian agar kebutuhan pangan dapat terpenuhi. Dengan kata lain. dan aman untuk dikonsumsi. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya inovasi teknologi terhadap produk pangan lokal tersebut.5 juta jiwa dan pada tahun 2010 diperkirakan akan mencapai 236.7 juta jiwa serta permasalahan lain seperti kapasitas produksi pangan nasional yang semakin terbatas karena aktivitas ekonomi dan penciutan lahan karena alih fungsi. Karena pada akhirnya. selera konsumen menjadi faktor yang sangat penting untuk diperhatikan oleh setiap produsen. Selain hal tersebut juga data BAPENAS tahun 2002 di Indonesia terdapat 49. gencarnya promosi dan tersedianya makanan asing di berbagai kota besar juga sebagai salah satu faktor mengapa masyarakat lebih menyukai makanan asing dari pada makanan kita sendiri. Saat ini Indonesia tidak sepenuhnya swasembada pangan. bergizi. yang berarti ketahanan pangan nasional akan semakin rentan karena akan semakin tergantung pada kebijakan ekonomi negara lain. perkembangan ekonomi dalam kehidupan masyarakat. tuntutan konsumen terhadap pangan terus berkembang. di samping itu kebiasaan masyarakat terhadap makan di luar. meskipun produk tersebut dinyatakan bermutu. dalam arti tidak seluruh wilayah dapat memenuhi sendiri kebutuhan pangannya yang beraneka ragam. hingga kini produk pangan lokal Indonesia belum mampu untuk mematahkan dominasi pangan dari beras atau tepung terigu. maka pada waktu yang akan datang Indonesia akan tergantung impor. di jaman era global ini. sehingga pada saat tertentu memerlukan impor.

bahwa pola konsumsi pangan nasional masih bertumpu atau tergantung pada satu jenis tanaman pokok. tujuan diversifikasi konsumsi pangan berdasarkan konsep pembangunan berkelanjutan adalah: a. yaitu tujuan berdasarkan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dan tujuan berdasarkan aspek kesejahteraan masyarakat (Suyastiri. Salah satu prinsip pokok dalam pelaksanaan diversifikasi konsumsi pangan adalah pemanfaatan atau pengoptimalan potensi lokal. Mewujudkan Pola Pangan Harapan Diversifikasi konsumsi pangan memiliki sasaran untuk memberikan nutrisi atau gizi yang memadai bagi pola konsumsi rumahtangga. sehingga akan mampu untuk memenuhi pola konsumsi sehat dan bergizi di masyarakat. Fakta yang dihadapi sekarang ini. cerdas dan produktif. Melalui diversifikasi konsumsi pangan diharapakan akan membuat pilihan akan bahan pangan menjadi semakin beragam. b. d. c. Konsumsi pangan hendaknya memperhatikan ketentuan zat gizi yang cukup berimbang.optimalisasi pemanfaatan sumberdaya pangan domistik dan peningkatan kapasitas produksi pangan dalam jumlah. Mencapai Pola Konsumsi Pangan Yang Tepat Ketahanan pangan menitikberatkan pada aspek alokasi sumberdaya ke arah penggunaan yang efisien. Berdasarkan fakta tersebut. yaitu beras/padi. kualitas dan keragamannya. sesuai dengan kebutuhan bagi pembentukan manusia yang sehat. baik berupa potensi tanaman lokal maupun sumberdaya manusia. Gizi Yang Terjangkau Oleh Semua Tingkat Pendapatan . sehingga dapat menekan ketergantungan terhadap impor beras. dan stabil dengan memanfaatkan potensi lokal yang tersedia. 2008). 2. Mengurangi Ketergantungan Impor Beras Impor beras dilakukan karena adanya ketergantungan permintaan pangan terhadap bahan pangan berupa beras. fleksibel.3 Tujuan Diversifikasi Konsumsi Pangan Penganekaragaman tanaman pangan ataupun konsumsi pangan memiliki dua bentuk tujuan dari aspek pelaksanaan. kuat.

maka impor pangan akan menyebabkan semakin berkurangnya potensi tanaman-tanaman lokal. Aspek Ketersediaan (Food Availability) Aspek ketersediaan yang dimaksudkan oleh FAO merujuk pada pengertian pangan yang diperjualbelikan atau prinsip pasar (market). Stabilitas ketersediaan .4 Konsep Pelaksanaan Diversifikasi Konsumsi Pangan Dengan berpedoman pada Undang-Undang No 7 Tahun 1996 tentang Pangan. Cara impor hanya menjadi cara alternatif yang dilakukan untuk kebutuhan jangka pendek. Kecukupan diartikan sebagai kecukupan kuantitas maupun kualitas. Ada empat pilar utama yang dibutuhkan untuk mewujudkan ketahanan pangan. 2. baik dengan menggunakan prinsip memproduksi sendiri ataupun membeli dengan cara impor. 2. Melalui diversifikasi konsumsi pangan diharapkan akan mampu untuk mengalokasikan pendapatan memilih jenis komoditi pangan yang relatif lebih terjangkau.Pola konsumsi pangan nasional yang selama ini banyak bergantung pada jenis beras menyebabkan harga beras semakin cepat meningkat. yaitu: 1. aspek ketersediaan lebih memfokuskan pada upaya di mana salah satunya melalui penganekaragaman atau diversifikasi pangan. Di negara-negara seperti Indonesia yang masih memiliki potensi lahan pertanian. Oleh karenanya. Aspek Stabilitas Ketersediaan (Stability of Supplies) Ketahanan pangan diartikan pula sebagai kemampuan untuk memenuhi kecukupan pangan masyarakat dari waktu ke waktu. harga beras semakin lama menjadi semakin sulit untuk dijangkau oleh semua kelompok pendapatan rumah tangga. maka konsep pelaksanaan diversifikasi pangan selaras dengan konsep ketahanan pangan (food security) yang diadopsi dari definisi ketahanan pangan dari Food and Agricultural Organization (FAO). Ketersediaan dapat dipenuhi melalui cara menanam sendiri dan membeli dengan cara impor. Akibatnya.

Di negaranegara tertentu. perlu dilakukan identifikasi atas segala jenis tanaman pangan yang dapat dijadikan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan pangan. Aspek keterjangkauan berarti memfokuskan pada segala sesuatu yang mempengaruhi keseimbangan permintaan dan penawaran komoditi pangan. Aspek Keterjangkauan (Access to Supplies) Ketahanan pangan salah satunya diwujudkan pula berdasarkan prinsip bahwa ketersediaan pangan harus dapat dijangkau oleh seluruh lapisan pendapatan masyarakat. diperhatikan pula aspek halal konsumsi. 2. 3. baik dari segi produksi tanaman pangan maupun pengaturan konsumsi pangan.pangan memfokuskan pada aspek kepengelolaan tanaman pangan. Berikut ini adalah jenis tanaman pangan untuk keperluan konsumsi yang menjadi sasaran pelaksanaan diversifikasi konsumsi tanaman pangan. sehingga harga komoditas pangan akan lebih terjangkau oleh seluruh lapisan pendapatan. 4. Potensi tanaman lokal. selain mampu untuk mencukupi mutu dan gizi makanan. . Berdasarkan keempat pilar ketahanan pangan di atas. seperti Indonesia.5 Pelaksanaan Diversifikasi Konsumsi Pangan Dalam pelaksanaan diversifikasi konsumsi pangan. Aspek Konsumsi Pangan (Food Utilization) Aspek konsumsi pangan memfokuskan pada penyediaan pangan yang bermutu dan bergizi yang dikonsumsi oleh keluarga/masyarakat. Mengenai mutu dan gizi pangan yang dikonsumsi akan berdampak pada pembentukan kualitas sumber daya manusia di suatu negara. diharapkan pula dapat mengembangkan potensi pendapatan yang dapat mendukung aspek keterjangkauan pangan. Melalui penganekaragaman konsumsi pangan akan memberikan pilihan konsumsi. Ini berarti pula jika keterjangkauan akan memperhatikan aspek kuantitas dan keberagaman pilihan komoditas pangan. sesuai dengan golongan pendapatan maupun potensi tanaman lokal (daerah). pelaksanaan diversifikasi konsumsi pangan diharapkan akan mampu mendukung keseluruhan aspek di dalam ketahanan pangan. selain masalah mutu dan gizi.

Konsumsi atau kebutuhan masyarakat akan jensi padi-padian sebagai sumber pemenuhan pangan rumah tanggal mencapai di atas 70% setiap tahunnya. uwi. Jenis Serealia Jenis serelalia merupakan tanaman pangan yang sebenarnya sudah cukup banyak ditanam di sebagian besar wilayah di Indonesia. tanaman jenis serealia belum dimanfaatkan optimal sebagai konsumsi pangan pokok (utama). talas. dan ganyong. Di beberapa negara. program makanan pokok oleh pemerintah masih difokuskan pada distribusi jenis tanaman padipadian. Selain didukung oleh karakteristik lahan yang sebagian besar mampu ditanamai oleh padi-padian. Jenis Padi-Padian Jenis padi-padian adalah jenis tanaman pangan pokok yang sekaligus menjadi satu-satunya konsumsi pangan masyarakat di Indonesia. ubi kayu. d. Hingga saat ini. tanaman talas dimanfaatkan untuk membuat bahan baku tepung ataupun terigu. kecuali hanya dimanfaatkan sebagai tanaman pangan alternatif. Seperti halnya jenis umbi-umbian. Jenis tanaman serealia meliputi jagung. dan sorgum. Masyarakat menanam tanaman jenis serealia untuk keperluan selain konsumsi pangan pokok seperti menjadi bahan baku makanan lain ataupun bahan setengah jadi yang tidak dikonsumsi sebagai konsumsi pokok. c. Tanaman gayong belum populer dimanfaatkan sebagai alternatif pangan atau makanan pokok.a. yaitu ganyong dan garut. kimpul. Tanaman jenis umbi-umbian terdiri atas ubi jalar. cantel. Pemanfaatannya dilakukan dengan mengambil patinya untuk pembuatan bubur ataupun bihun. jenis tanaman umbi-umbian belum dikelola sebagai tanaman pokok. Tanaman ganyong sebenarnya cukup mudah ditanam di hampir semua jenis lahan di Indonesia. b. garut. Jenis Umbi-Umbian Jenis umbi-umbian adalah jenis tanaman pangan pokok yang dapat mudah tumbuh di seluruh daerah di Indonesia. . Jenis Rimpang Ada dua tanaman pangan jenis rimpang yang dikenal di Indonesia.

benalu teh untuk kanker dsb. Sekalipun demikian. Sebagian lain menganggap ikan kurang baik bagi kesehatan sebab dapat menimbulkan alergi. mulai dari ditumbuk. kunyit putih untuk mencegah kanker. temu lawak untuk hepatitis. daun katu untuk memperbanyak produksi ASI. Sebagai contoh kunyit untuk antiseptic. Selain hal tersebut Indonesia adalah negara yang terdiri dari sebagian besar lautan. tanaman garut merupakan komoditi bahan baku untuk pembuatan biskuit ataupun puding. Kecenderungan kurangnya minat masyarakat mengkonsumsi ikan antara lain karena belum terbiasanya mengkonsumsi. g. Jamu (Obat Tradisional) Mahalnya harga obat dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan. dibuat kapsul dan hingga instan. Jenis tanaman garut belum banyak dikenal sebagai jenis tanaman pangan. kurangnya informasi tentang aneka teknik pengolahan ikan. Hasil budidaya nenek moyang dan telah teruji manfaatnya sera potensi hasil pertanian kita sangat penting untuk dioptimalkan keberadaannya. ekstrak. Tempe Tempe merupakan makanan hasil fermentasi kedelai yang unik serta merupakan salah satu makanan tradisional warisan nenek moyang Indonesia yang telah . sirih untuk antiseptic. tidak suka karena amis. Dari tahun ke tahun terus berkembang cara pembuatannya. gatal-gatal serta cacingan. f. sehingga kaya akan ikan. mengangkat kembali keberadaan obat tradisional untuk dimanfaatkan. Hasil Laut Ikan merupakan bahan pangan hewani yang kaya protein dan rendah lemak. Berbagai temuan dan penelitian memicu masyarakat untuk dapat mengembangkan dengan sentuhan teknologi sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat dengan cepat mendapatkannya. Selama ini masih banyak masyarakat Indonesia yang menjadikan ikan sebagai lauk-pauk selingan. e. dibuat bubuk. Pendapat keliru tersebut wajar jika berpengaruh pula pada budaya masyarakat yang cenderung kurang menganggap penting mengkonsumsi ikan.termasuk pula campuran untuk pembuatan nasi jagung. sehingga sangat baik untuk pemenuhan gizi.

pudding. minuman dan sebagainya (Marwanti).menarik minat peneliti Indonesia dan mancanegara. penyajian serta pembuatannya. untuk kesehatan kulit (Wirakusumah.6 Strategi Pengembangan Konsumsi Pangan Lokal Strategi pengembangan konsumsi pangan diarahkan pada tiga hal. pengolahan dan pemasaranan yang dapat dilakukan dengan cara a. seperti kandungan gizi. namun sesekali dinilai atau dianggap makanan yang rendah. diantaranya jenis makanan tradisional dengan dibentuk menjadi hidangan yang menarik (eksotik) dan juga dijadikan kelengkapan pada setiap hidangan jamuan makan. Tempe banyak mengandung gizi dan beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa tempe mengandung berbagai khasiat untuk kesehatan. . kesehatan serta kegunaan lain. Informasi hasil penelitian laboratorium berbagai instansi pemerintah dan perguruan tinggi diketahui bahwa tempe kedelai sangat berkhasiat sebagai antibiotik dan anti diare. Beberapa cara peningkatan mutu tempe antara lain dilakukan perubahan persepsi dan cara pembuatannya yang dinilai kurang bersih dan kurang memenuhi syarat kesehatan. burger. misalnya tempe dibuat steak. yaitu produk/ketersediaan. Ironisnya sekalipun tempe sudah biasa disajikan dalam menu harian oleh masyarakat di pedesaan dari berbagai golongan. baik dalam pengemasan. 1994) dan obat pelangsing tubuh (Suparno. yakni dengan dilihat segi-segi baik dan uniknya. Dalam hal ini adalah berupa peningkatan peran masyarakat dalam pengembangan konsumsi pangan yang meliputi peningkatan penegtahuan/kesadaran dan peningkatan pendapatan untuk mendukung kemampuan akses pangan oleh setiap rumah tangga. 1995). Agar perubahan ini terjadi dan tempe dapat diterima oleh semua golongan masyarakat di tanah air. 2. Untuk itu perlu ditanamkan pengertian yang proporsional terhadap tempe. Dalam hal ini tempe dipromosikan melalui cara-cara modern. Pemberdayaan masyarakat.

Pemerintah daerah harus mempunyai komitmen yang jelas dalam memperjuangkan pangan lokal khususnya melalui program penganekaragaman pangan. penyebaran informasi melalui media massa (cetak dan elektronik) lomba cipta menu dan pemberian penghargaan. Peningkatan kemitraan. Pemerintah daerah harus mencari model atau pola yang tepat dalam memperkenalkan produk pangan lokal ini. kampanye. . Memasyarakatkan dan meningkatkan apresiasi masyarakat dalam pengembangan konsumsi pangan melalui promosi. serta menekan kehilangan. Khususnya di bidang keanekaragaman pangan.7 Peran Teknologi Pangan dan Pemerintah Daerah Jika ditinjau dari beberapa aspek yang ada dalam ketahanan pangan. sinkronisasi dan kerjasama antara semua stakeholders dalam pengembangan konsumsi pangan termasuk pengembangan produksi/pengembangan teknologi pengolahan pangan. meningkatkan nilai gizi pangan. Salah satu teknologi yang berperan penting adalah teknologi pangan. Selain itu. sehingga produk pangan lokal yang dihasilkan menarik minat konsumen. sehingga program ini mendapat sambutan yang positip dan dapat mengakar di masyarakat. Sosialisasi. Teknologi pangan berperan penting dalam meningkatkan keanekaragaman pangan. teknologi pangan diharapkan dapat berperan dalam meningkatkan nilai tambah produk pangan local. Merupakan implementasi. c. dan meningkatkan keamanan pangan. khususnya aspek ketersediaan pangan maka sangat dibutuhkan peranan teknologi. 2. pemerintah daerah juga berperan dalam mendukung dan memajukan produk pangan lokal.b.