Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN GELOMBANG DAN OPTIKA, Getaran Teredam

Getaran Teredam
Asrofi Khoirul Huda, Fitriana, Roihatur R., Deril Ristiani, Agustin Leny P., Gontjang Prajitno
Jurusan Fisika, Fakultas MIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111
E-mail: asrofi13@mhs.physics.its.ac.id
` AbstrakTelah dilakukan percobaan Getaran Teredam
yang bertujuan untuk mengetahui jenis redaman,
amplitudo mula-mula, dan besarnya kontanta redaman
pada percobaan, serta untuk mengetahui pengaru
terhadap simpangan. Alat dan bahan yang digunakan
adaah set alat percobaan getaran terdam yang meliputi
bidang miring, pegas, dan bola besi dengan massa 1,1115
gram,
serta alat lain seperti meteran, stopwatch,
penggaris, alat tulis, dan kalkulator. Pada percobaan ini,
digunakan enam variasi ketinggian dimana tiga di
antaranya adalah terpantul dan sisanya tak terpantul.
Dari percobaan ini diperoleh bahwa getarany yang
dihasilkan adalah getran teredaam kecil. Konstanta
redaman pada ketinggian 6 cm, 8 cm, 12 cm, 13 cm, 14 cm,
dan 15 cm bertrut-turut adalah -0,09636 s-, 0,91962 s-,
1,10397 s-, 0,06062 s-, 0,06062 s-, dan 0,06062 s-.Nilai
amplitudo mula-mula pada ketinggian 6 cm, 8 cm, 12 cm,
13 cm, 14 cm, dan 15 cm bertrut-turut adalah 0,09612 cm,
0,20443 cm 0,24541 cm, 0,01348 cm, 0,01348 cm, dan
0,01348 cm. Pada keadaaan tak terpental, seakin besar
nilai akan membuat nilai konstanta redaman dan
amplitudo awal semakin besar. Sedangkan padaa keadaan
terpental, semakin besar nilai tidak mempengaruhi nilai
amplitudo awal dan konstanta redaman.

hal-hal lain tentang redaman, maka dilakukan Percobaan


Getaran Teredam ini.
Dalam ilmu fisika, salah satu bahasan yang menarik
untuk di bahas adalah saat kita membahas tentang
gelombang dan hal hal lain yang mempengaruhinya.
Gelombang adalah rambatan suatu partikel yang
membawa energi dimana gerakan tersebut di akibatkan
karena adanya getaran. Getaran sendiri, adalah gerakan
suatu partikel secara berulang yang melewati titik
setimbang. Dalam bahasan tentang gelombang, kita
mengenal istilah seperti amplitudo, frekuensi, periode,
simpangan, kecepatan rambat, percepataan rambat
percepatan, dan hl hal lain seperti panjang gelombang.
Amplitudo adalah simpangan maksimum dari suatu
gelombang. Ampitudo juga bisa dikatakan sebagai jarak
terjauh gelombang dari sumbu normal. Frekuensi
gelombang adalah banyaknya gelombang yang
merambat tiap satuan waktu.

Kata Kunci, Amplitudo awal, Jenis redama, konstanta redaman,


dan nilai .

.........................................(2)
Sedangkan periode adalah waktu yang dibutuhkan suatu
gelombang untuk menempuh satu panjang gelombang.
Secara matematis, hubungan frekuensi dan periode
dirumuskan
....................................(3)

I. PENDAHULUAN
Etiap indra pada manusia bekerja secara terus
menerus setiap hari. Salah satu indra manusia yang
selalu digunakan adalah telinga yang digunakn untuk
mendengar dan untuk berkomunikasi dengan orang lain
setiap hari. Indra pendengaran manusia hanya mampu
mendengar suara dengan amlitudo 20-20.000 Hertz.
Oleh karena itulah, manusia tidak mampu mendengarkan
suara orang lain yang sedang berbisik dari kejauhan.
Suara seperti ini disebut infra sonix. Selain itu, manusia
juga tidak bisa mendengarkan suara dengan frekuensi
lebih dari 20.000 Hz. Jika terlalu sering mendengarkan
suara di atas 20.000 Hz, maka dapat merusak
pendengaran mansia. Pada pesawat terbang, suara jet
pesawat yang sangat kencang tidak terasa saat kita
berada dalam pesawat terbang. Hal ini disebabkan
karena gelombang suara dalam pesawat terbang telah
mengalami redaman. Redaman pada gelombang suara
dapat mengurangi frekuensi yang terdengar, atau bahkan
menghilangkanya. Setiap redaman mempunyai nilai
redaman tertentu, tergantung dari konstanta redaman
yang dimiliki. Untuk megetahui konstanta redaman dan

.........................................(1)

Dimana f adalah frekuensi gelombang dalam Hz, dan T


adalah periode gelombang dalam sekon. Selain itu, kita
juga mengenal panjang gelombang, dimana panjang
gelombang adalah jarak antara dua titik sefase yang
berurutan dalam gelombang (Young, Freedman, & Ford,
2001)
Diihat dari arah getarnya, gelombang dibedakan
menjadi dua jenis, yaitu gelombang transfersal dan
gelombang longitudinal. Gelombang transfersal adalah
gelombang yang arah getarnya tegak lurus terhadap arah
rambatnya. Dalam gelombang transfersal, satu panjang
gelombang terdiri dari satu bukit dan satu lembah.
Contoh gelombang transfersal dalam kehidupan seharihari adalah saat kita menggetarkan tali yang diberi
tegangan di kedua ujungnya. Sedangkan gelombang
longitudinal adalah gelombang yang arah rambatnya
searah dengan arah getar. Contoh dari gelombang
longitudinal adalah gelombang radio. Dalam gelombang

LAPORAN GELOMBANG DAN OPTIKA, Getaran Teredam

transfersal ada istilah regaangan dan rapatan. Satu


panjang gelombang dalam gelombang longitudinal
terdiri dari satu rapatan dan satu regangan (Halliday,
Resnick, & Walker, Fisika Dasar Edisi 7 Jilid 2, 2010).
Berdasarkan kemampuanya melaku mermbat,
gelombang dibedakan menjadi dua, yaitu gelombang
mekanik dan gelombang elektromagnetik. Gelombang
mekanik adalah gelombang yang memerlukan medium
untuk merambat. Tanpa adanya medium, gelombang
mekanik tidak bisa merambat. Contoh dari gelmbang
mekanik adalah gelombang air sungai saat kita
melempar batu di sungai, ombak yang menerjang bibir
pantai, dan saat kita menggetarkan tali. Gelombang
elektromagnetik
adalah
gelombang
yangtidak
memerlukan medium untuk merambat. Hal ini
memungkinkan gelombang elektromagnetik mampu
merambat dalam berbagai kondisi. Contoh dari
gelombang elektromagnetik adalah cahaya matahari
yang sampai ke bumi melewati ruang hampa (Young,
Freedman, & Ford, 2001).
Salah satu jenis getaran yang palin populer adalah
getaran pada pegas. Getaran pada pegas, ada yag
harmonik, ada pula yang tidak harmonik. Biasanya
getaran pada pegas bersifat harmonik ketika
menggunakan udara sebagai medum getar sehingga
dumping force bernilai kecil dan dapat di abaikan.
Sedangkan getaran pegas yang tidak bersifat harmonis
terjadi saat menggunakan bidang miring sebagai
mediumnya. Getaran harmonik pada pegas d pengaruhi
oleh nilai konstannta pegas yang dirumuskan
...............................(3)
Dimana
adalah perubahan panjang pegas sebelum
dan sesudah dilakukan pengukuran, dan F adalah gaya
berat benda yang dirumuskan
.............................(4)
Dimana m adalah massa benda dan g adalah gaya
gravitassi (Halliday, Resnick, & Walker, Fisika Dasar
Edisi 7 Jilid 2, 2010).
Getaran teredam adalah suatu gejala yang di akibatkan
karena adanya gaya lain yang mempengaruhi getaran
selain gaya pemulih. Gaya yang mempengaruhi redaman
tersebut, disebut gaya redaman atau dumping force.
Secara matematis, getaran yang dipengaruhi dumping
force dirumuskan
.............................(4)
Dari persamaan (4) di atas, jika dimisalkan

adalah k2

dan adalah 2, lalu dibagi semua ruas dengan m, maka


menjadi

......................(5)
Dengan memisalkan b sebagai variabel, maka terbentuk
persamaan linier dua variabel yang penyelesaianya

...................(6)

Sehingga persamaan jarak pada getaran menjadi

....(7)
Dalam gearan bteredam, terdapat tiga keadaan. Keadaan
pertama adalah jiika
( ) ............................(8)
maka
............................(9)
Pada keadaan ini, gaya redaman di abaikan. Sehingga
disebut getaran harmonik. Keadaan kedua adalah jiika
( ) ............................(8)
maka
............................(9)
Pada keadaan ini menghasilkan getaran non periodik.
Sehingga pada keadaan ini terjadi gaya redaman. Hal ini
akan mengakibatkan getaran benda lama-kelamaan akan
berhenti. Keadaan ini disebut over dumped. Keadaan
terakhir adalah jiika
( ) ............................(8)
maka
............................(9)
Pada keadaan ini, disebut redaman kritis (Symon, 1971)
II. METODE
Alat dan bahan yang akan digunakan dalam prercobaan
Getaran Teredam ini di antaranya set alat percobaan
getaran terdam yang meliputi bidang miring, pegas, dan
bola besi dengan massa 6,8 gram, serta alat lain seperti
meteran, stopwatch, penggaris, alat tulis, dan kalkulator.
Untuk melakukan percobaan Getran Teredam ini,
langkaah pertama yang dilakukan adalah di ukur bola
massa yang dgunakan denganneraca dua lengan.
Sebelum dilakukan pengukuran, neraca yang digunakan
dikalibrasi
terlebih
dahulu
dengan
meneliti
kesetimbangan di antara kedua lengan neraca. Setelah
itu, dilakukan pengukuran konstanta pegas yang
digunakan. Selanjutnya di ukur panjang pegas yang
digunakan sebelum dikenai beban. Setelah itu pegas
dikenai beban yang berupa bela massa. Setelah itu, di
ukur tinggi nidang miring bagian bawah yang digunakan
ddengan penggaris. Setelah itu, dilakukan pengukuran
tinggi kemiringan bidang miring dan diberi ganjal.
Setelah
itu,
dilakukan
pengetesan
dengan
menggelindingkan bola dari puncak bidang miring untuk
mengetahui apakah getaran terpental atau tidak terpental.
Setelah itu, digelindingkan bola dari puncak bidang

LAPORAN GELOMBANG DAN OPTIKA, Getaran Teredam

miring dan di catat waktu dari awal pelepasan bola dan


amplitudo setelah bola mengenai pegas sebanyak lima
kali dimana setiap bola sampai simpangan maksimum
waktu juga dihitung. Selain itu, jarak simpangan pertaa
hingga ke lima sejak setelah mmantul dari pegas juga di
hitung. Percobaan dilakukan pengulangan delapan kali
dengan variasi yang sama. Setelah itu dilakukan
pengulangan dengan enam variasi ketinggan bidang
miring yang berbeda. Tiga varisi ketinggian bidang
miring dibuat terpental, dan tiga sisanya dibuat tidak
terpental.

......................(14)

] ......................(15)
)

(
(

......................(16)
......................(17)
......................(18)

......................(19)
......................(20)
......................(21)

Untuk menghitung persamaan simpangan digunakan


......................(22)
......................(23)
......................(24)

Gambar 1. Skema alat percobaan Getaran Teredam

Untuk melakukan error digunakan persamaan berikut


|

.........(6)

Dalam percobaaan ini dugunakan persamaan berikut


untuk menentukan nilai konstanta redaman dan
amplitudo awal.
......................(7)
......................(8)
......................(9)
......................(10)

......................(11)

Gambar 6. Langkah percobaan Cincin Newton

......................(12)

III. HASIL DAN PEMBAHASAN


Dalam melakukan percobaan Getran Teredam ini,
alat dan bahan yang digunakan adalah set bidang
miring, Alat dan bahan yang digunakan adaah set alat
percobaan getaran terdam yang meliputi bidang miring,

......................(13)

LAPORAN GELOMBANG DAN OPTIKA, Getaran Teredam

pegas, dan bola besi dengan massa 1,1115 gram, serta


alat lain seperti meteran, stopwatch, penggaris, alat tulis,
dan kalkulator. Pada percobaan ini, digunakan enam
variasi ketinggian dimana tiga di antaranya adalah
terpantul dan sisanya tak terpantul. Data hasil percobaan
Pada percobaan ini deperoleh sebuah persamaan
linier dan sebuah persamaan eksponensial dari masing
masing tinggi dalam percobaan ini. Persamaan linier
pada ketingggian 6cm, 8 cm, 12 cm, 13 cm, 14 cm, dan
15 cm masing-masing adalah Y = -0,02142x + 0,09612, Y

Gambar 3. Grafik eksponensial simpangan terhadap waktu pada tinggi 6 cm

= -0,02646x + 0,20443, Y = -0,02974x + 0,24541, Y = 0,0021x + 0,01348, Y = -0,00251x + 0,01348, Y = -0,00251x


+ 0,01348. Keenam persamaan tersebut di presentasikan

dala grafik berikut

Gambar 4. Grafik eksponensial simpangan terhadap waktu pada tinggi 8 cm

Gambar 5. Grafik eksponensial simpangan terhadap waktu pada tinggi 12 cm

. Gambar 2. Grafik linier percobaan Getaran Teredam


Sedangkan grafik eksponensial pada ketingggian 6cm, 8
cm, 12 cm, 13 cm, 14 cm, dan 15 cm masing-masing
adalah
Adalah
,
,
,
,
,
dan
. Grafik pada masing-masing
percobaan ditunjukan pada ggambar berikut

Gambar 6. Grafik eksponensial simpangan terhadap waktu pada tinggi 13 cm

LAPORAN GELOMBANG DAN OPTIKA, Getaran Teredam

8 cm, 12 cm, 13 cm, 14 cm, dan 15 cm bertrut-turut


adalah -0,09636 s-, 0,91962 s-, 1,10397 s-, 0,06062 s-,
0,06062 s-, dan 0,06062 s-. Pada keadaaan tak terpental,
seakin besar nilai akan membuat nilai konstanta
redaman dan amplitudo awal semakin besar. Sedangkan
padaa keadaan terpental, semakin besar nilai tidak
mempengaruhi nilai amplitudo awal dan konstanta
redaman.
Gambar 7. Grafik eksponensial simpangan terhadap waktu pada tinggi 14 cm

UCAPAN TERIMAKASIH
Penulis mengucapkan terimakasih kepada Dosen
Pengajar, Asisten, dan semua teman-teman, dan semua
pihak yang membant dalam melakukan percobaan
Getaran Teredam dan menyelesaikan laporan ini.
DAFTAR PUSTAKA
[1]
[2]
Gambar 8. Grafik eksponensial simpangan terhadap waktu pada tinggi 15 cm

[3]
[4]

Berdasarkan percobaan Getaran Teredam yang sudah


dilaukan, diperoleh kesimulan bahwa jenis redaman pada
percobaan ini adalaah Redaman kecil . Nilai amplitudo
mula-mula pada ketinggian 6 cm, 8 cm, 12 cm, 13 cm,
14 cm, dan 15 cm bertrut-turut adalah 0,09612 cm,
0,20443 cm 0,24541 cm, 0,01348 cm, 0,01348 cm, dan
0,01348 cm. Konstanta redaman pada ketinggian 6 cm,
8 cm, 12 cm, 13 cm, 14 cm, dan 15 cm bertrut-turut
adalah -0,09636 s-, 0,91962 s-, 1,10397 s-, 0,06062 s-,
0,06062 s-, dan 0,06062 s-. Dari percobaan ini, diketahui
bahwa semakin besar nilai , maka tinggi yang
digunakan juga semaakin besar, sehingga dalam range
keadaan tak terpental, nilai amplitudo akan semakin
besar. Sebaliknya, dalam rannge keadaan terpental, nilai
amplitudo sama. Nilai tidak mempengarugi nilai
konstanta redaman pada keadaan terpental, Pada
keadaaan terpental, semakin besar nilai , maka nilai
konstanta redaman dan amplitudo awalnya tetap. Hal
ini dikarenakan pada keadaan terpental kita
menunggu hingga bola mulai menggelinding.
IV. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan Getaran Teredam yang sudah
dilaukan, diperoleh kesimulan bahwa jenis redaman pada
percobaan ini adalaah Redaman kecil . Nilai amplitudo
mula-mula pada ketinggian 6 cm, 8 cm, 12 cm, 13 cm,
14 cm, dan 15 cm bertrut-turut adalah 0,09612 cm,
0,20443 cm 0,24541 cm, 0,01348 cm, 0,01348 cm, dan
0,01348 cm. Konstanta redaman pada ketinggian 6 cm,

[5]

Halliday, D. (2011). FUNNDAMENTAL OF PHYSICS 9th


EDITION. California: John Willey and Sons.
Halliday, D., Resnick, R., & Walker, J. (2010). Fisika Dasar Edisi
7 Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Pain, H. J. (2005). The Physics of the Vibrations and Waves sixth
Edition. London: John Wiley and Son.
Symon, K. R. (1971). MECHANICS, thrid edition. California:
Addison Wisley Publishing Company.
Young, H. D., Freedman, R. A., & Ford, A. L. (2001). FISIKA
UNIVERSITAS EDISI KESEPULUH JILID 1. Jakarta: Erlangga.

LAPORAN GELOMBANG DAN OPTIKA, Getaran Teredam


-

LAMPIRAN

-1

LAPORAN GELOMBANG DAN OPTIKA, Getaran Teredam

Lampiran 1. Data hasil percobaan


Tabel 1. Data hasil percobaan dengan ketinggian 6 cm

h
(cm)

Rata2

cm

cm

cm

cm

cm

28
23
27.6
27.6
27.1
25
23.6
27.4

4
4
5
5
5
4
4
5

14.8
13.5
14.1
13.9
13.2
12.3
12.7
14.8

2
2
1
1
1
1
1
0

10
9
10
9
10
9
9
11

1
1.42
1.38
1.78
1.47
1.39
2.24
2.2

8
8
7
7
8
8
7
8

1.64
0.99
1.08
1.04
0.94
0.94
0.9
1.26

7
7
6
6
6
6
7
7

0.86
0.9
0.72
0.81
0.86
0.86
0.68
0.99

26.1625

4.5

13.6625

1.125

9.625

1.61

7.625

1.09875

6.5

0.835

Tabel 2. Data hasil percobaan dengan ketinggian 8 cm

h
(cm)

Rata2

cm

cm

cm

cm

cm

26
26
25
25
25
26
25
25

2.56
2.25
2.07
2.7
2.65
2.56
2.88
2.34

13
13
13
13
12
12
14
13

1.94
1.62
1.89
1.62
1.58
1.8
1.66
2.07

9
9
9
9
10
10
9
9

0.99
1.12
0.99
0.94
1.08
1.08
1.08
1.12

7
7
7
7
6
6
6
7

0.94
0.86
0.9
0.77
0.76
0.86
0.86
0.72

6
7
6
6
6
7
7
7

1.44
0.72
0.72
0.75
0.72
0.81
0.63
0.68

25.375

2.50125

12.875

1.7725

9.25

1.05

6.625

0.83375

6.5

0.80875

Tabel 3. Data hasil percobaan dengan ketinggian 12 cm

h
(cm)

12

Rata2

cm

cm

cm

cm

cm

30
30
30
32
32
30
30
32

1.26
1.17
1.44
1.3
1.17
1.39
1.3
1.3

16
16
16
16
16
17
16
16

0.9
0.9
0.81
0.81
0.9
0.86
0.81
0.77

11
11
11
10
10
11
10
10

0.58
0.67
0.72
0.74
0.63
0.67
0.68
0.76

8
8
8
8
8
9
9
9

0.54
0.45
0.49
0.52
0.49
0.54
0.45
0.54

7
7
7
7
7
8
8
8

0.41
0.41
0.32
0.41
0.41
0.32
0.36
0.32

30.75

1.29125

16.125

0.845

10.5

0.68125

8.375

0.5025

7.375

0.37

LAPORAN GELOMBANG DAN OPTIKA, Getaran Teredam

Tabel 4. Data hasil percobaan dengan ketinggian 13 cm

h
(cm)

13

Rata2

cm

cm

cm

cm

cm

31
30
30
31
31
29
30
30

1.66
1.3
1.98
1.12
1.17
1.26
1.26
1.03

17
16
16
15
15
15
15
15

0.86
0.9
0.63
0.86
0.81
0.76
0.76
0.81

11
11
11
11
10
10
10
10

0.76
0.59
0.49
0.67
0.67
0.59
0.59
0.68

8
8
9
8
9
8
8
8

0.68
0.49
0.36
0.5
0.5
0.54
0.49
0.49

6
7
8
7
8
8
6
8

0.45
0.45
0.27
0.27
0.31
0.36
0.36
0.23

30.25

1.3475

15.5

0.79875

10.5

0.63

8.25

0.50625

7.25

0.3375

Tabel 5. Data hasil percobaan dengan ketinggian 14 cm

h
(cm)

14

Rata2

cm

cm

cm

cm

cm

31
30
31
31
31
29
20
31

1.21
1.3
0.9
0.99
1.03
1.08
1.12
1.35

17
17
17
17
16
16
16
16

0.86
0.54
0.99
0.9
0.86
0.81
0.77
0.91

12
11
12
12
11
12
11
11

0.58
0.63
0.54
0.58
0.63
0.58
0.63
0.57

9
8
8
9
9
8
8
9

0.5
0.5
0.54
0.54
0.49
0.5
0.49
0.5

8
7
7
8
8
7
8
7

0.54
0.49
0.45
0.45
0.32
0.36
0.32
0.31

29.25

1.1225

16.5

0.83

11.5

0.5925

8.5

0.5075

7.5

0.405

Tabel 6. Data hasil percobaan dengan ketinggian 15 cm

h
(cm)

15

Rata2

cm

cm

cm

cm

cm

29
28
29
28
28
28
29
28

2.38
2.56
1.71
2.25
2.75
2.62
2.25
2.25

16
16
16
16
15
15
15
15

1.31
0.77
1.44
1.35
0.35
0.03
1.8
1.75

11
10
11
11
10
11
10
10

0.94
0.81
1.17
0.94
0.95
0.95
0.85
1.08

7
7
8
7
8
7
8
8

0.68
0.63
0.94
0.81
0.63
0.81
0.9
0.81

8
9
8
9
7
7
7
7

0.45
0.72
0.86
0.59
1.29
0.58
0.68
0.54

28.375

2.34625

15.5

1.1

10.5

0.96125

7.5

0.77625

7.75

0.71375

LAPORAN GELOMBANG DAN OPTIKA, Getaran Teredam

Lampiran 2. Perhitungan
Perhitungan nilai k

Pehitungan

Dari data yang didapat diatas dan dihitung nilai s bar nya maka dapat dihitung pula del s dan del ln s. Berikut
contoh perhitungannya pada ketinggian 1 percobaan pertama, untuk yng lainnya sama seperti dibawah ini
perhitungannya.
)

Del s =

= 0.030146
Sedangkan untuk del ln s =

. Del s

=
. 0.030146
= 0.001187579
tak terpental
s bar
del s
26.1625
0.03107
13.6625
0.006539

del ln s
0.001188
0.000479

9.625
7.625
6.5
25.375
12.875
9.25

0.000223
0.002115
0.002232
0.002093
0.003209
0.001674

2.32E-05
0.000277
0.000343
8.25E-05
0.000249
0.000181

12

6.625
6.5
30.75

0.002093
0.002232
0.00136

0.000316
0.000343
4.42E-05

No
1
2

h (cm)

3
4
5
6
7
8

9
10
11

LAPORAN GELOMBANG DAN OPTIKA, Getaran Teredam

12
13

16.125
10.5

0.000977
0.002093

6.06E-05
0.000199

14
15

8.375
7.375

0.002093
0.001918

0.00025
0.00026

No
1
2

h (cm)

terpental
s bar
del s
30.25
0.003906
15.5
0.004464

del ln s
0.000129
0.000288

3
4
5
6
7
8

13

10.5
8.25
7.25
29.25
16.5
11.5

0.002232
0.001674
0.006138
0.113281
0.002232
0.017857

0.000213
0.000203
0.000847
0.003873
0.000135
0.001553

8.5
7.5
28.375
15.5
4.4075
7.5

0.002232
0.002232
0.011021
0.002232
0.001809
0.006696

0.000263
0.000298
0.000388
0.000144
0.00041
0.000893

7.75

0.00279

0.00036

9
10
11
12
13
14

14

15

15

1. Perhitungan kedua
Pada perhitungan ini menggunakan rumus
Xi= t (waktu)
Y1=ln s bar
1= del ln s
a. Ketinggian 6 cm
No
1
2
3

xi
26.1625
13.6625
9.625

yi
3.264327
2.614655
2.264364

1/(i^2)
709047
4365826
1.86E+09

(xi^2)/(i^2)
4.85E+08
8.15E+08
1.72E+11

(yi)/(i^2)
18550443
59648100
1.79E+10

(xi)/(i^2)
2314561
11415128
4.21E+09

(xiyi)/(i^2)
60554713
1.56E+08
4.05E+10

4
5

7.625
6.5
63.575

2.031432
1.871802
12.04658

12998023
8479744
1.89E+09

7.56E+08
3.58E+08
1.75E+11

99109922
55118336
1.81E+10

26404603
15872403
4.27E+09

2.01E+08
1.03E+08
4.1E+10

b. Ketinggian 8 cm
No
6
7
8

xi
25.375
12.875
9.25

yi
3.233764
2.555287
2.224624

1/(i^2)
1.47E+08
16100331
30529308

(xi^2)/(i^2)
9.47E+10
2.67E+09
2.61E+09

(yi)/(i^2)
3.73E+09
2.07E+08
2.82E+08

(xi)/(i^2)
4.75E+08
41140973
67916219

(xiyi)/(i^2)
1.21E+10
5.3E+08
6.28E+08

9
10

6.625
6.5
60.625

1.89085
1.871802
11.77633

10022712
8479744
2.12E+08

4.4E+08
3.58E+08
1.01E+11

66400465
55118336
4.34E+09

18951448
15872403
6.19E+08

1.26E+08
1.03E+08
1.35E+10

LAPORAN GELOMBANG DAN OPTIKA, Getaran Teredam

c. Ketinggian 12 cm
No
11

xi
30.75

yi
3.42589

1/(i^2)
5.11E+08

(xi^2)/(i^2)
4.83E+11

(yi)/(i^2)
1.57E+10

(xi)/(i^2)
1.75E+09

(xiyi)/(i^2)
5.38E+10

12
13
14
15

16.125
10.5
8.375
7.375
73.125

2.780371
2.351375
2.125251
1.998096
12.68098

2.73E+08
25176310
16017071
14781369
8.4E+08

7.09E+10
2.78E+09
1.12E+09
8.04E+08
5.59E+11

4.4E+09
2.64E+08
1.34E+08
1.09E+08
2.06E+10

7.58E+08
59198952
34040298
29534592
2.63E+09

1.22E+10
6.22E+08
2.85E+08
2.18E+08
6.72E+10

d. Ketinggian 13 cm
No
1

xi
1.3475

yi
3.409496

1/(i^2)
59969536

(xi^2)/(i^2)
1.09E+08

(yi)/(i^2)
80808950

(xi)/(i^2)
2.04E+08

(xiyi)/(i^2)
2.76E+08

2
3
4
5

1.3475
1.3475
1.3475
1.3475
6.7375

2.74084
2.351375
2.110213
1.981001
12.59293

12054784
22127616
24285184
1394976
1.2E+08

21888549
40178357
44095975
2532936
2.18E+08

16243821
29816963
32724285
1879730
1.61E+08

33040234
52030329
51246916
2763449
3.44E+08

44521716
70110868
69055219
3723748
4.63E+08

e. Ketinggian 14 cm

f.

No

xi

yi

1/(i^2)

(xi^2)/(i^2)

(yi)/(i^2)

(xi)/(i^2)

(xiyi)/(i^2)

6
7
8
9
10

1.3475
1.3475
1.3475
1.3475
1.3475
6.7375

3.37588
2.80336
2.442347
2.140066
2.014903
12.77656

66670.8
54641664
414736
14500864
11289600
80913535

121057.9
99215943
753059.5
26330034
20499162
1.47E+08

89838.9
73629642
558856.8
19539914
15212736
1.09E+08

225072.6
1.53E+08
1012929
31032808
22747449
2.08E+08

303285.3
2.06E+08
1364922
41816709
30652188
2.81E+08

xi
1.3475
1.3475
1.3475
1.3475
1.3475

yi
3.345508
2.74084
1.483308
2.014903
2.047693

1/(i^2)
6628474
48219136
5935556
1254400
7715062

(xi^2)/(i^2)
12035693
87554198
10777523
2277685
14008672

(yi)/(i^2)
8931869
64975286
7998162
1690304
10396046

(xi)/(i^2)
22175616
1.32E+08
8804256
2527494
15798077

(xiyi)/(i^2)
29881642
1.78E+08
11863735
3405799
21287908

6.7375

11.63225

69752628

1.27E+08

93991666

1.81E+08

2.45E+08

Ketinggian 15 cm
No
11
12
13
14
15

LAPORAN GELOMBANG DAN OPTIKA, Getaran Teredam

2. Perhitungan ketiga
No
h (cm)

0.096123

-0.02142

3.11196E+20

2.9913E+21

-6.66667E+20

2.09934E+19

4.29172E+20

-5.5558E+19
0.204432

-0.02646

12

4.62325E+20

1.1346E+22

1.32893E+21

0.245412

-0.02874

13

9.19507E+16

1.23904E+17

1.92771E+16

0.013475

-0.0021

14

3.14589E+16

4.23908E+16

7.88828E+15

0.013475

-0.00251

15

2.40956E+16

3.24688E+16

5.92707E+15

0.013475

-0.00246

1. ketinggian 6 cm

Dan persamaan liniernya Y = -0,02142x + 0,09612.


2 ketinggian 8 cm

Dan persamaan liniernya Y = -0,02646x + 0,20443.


3. ketinggian 12 cm

Dan persamaan liniernya Y = -0,02974x + 0,24541.


4. ketinggian 13 cm

Dan persamaan liniernya Y = -0,0021x + 0,01348.


5. ketinggian 14 cm

Dan persamaan liniernya Y = -0,00251x + 0,01348.


6. ketinggian 15 cm

Dan persamaan liniernya Y = -0,00251x + 0,01348.

LAPORAN GELOMBANG DAN OPTIKA, Getaran Teredam

Lampiran 2. Grafik percobaan Getaran Teredam

Gambar 1. Grafik linier pada tinggi bidang miring 6 cm

Gambar 5. Grafik linier pada tinggi bidang miring 14 cm

Gambar 2. Grafik linier pada tinggi bidang miring 8 cm

Gambar 6. Grafik linier pada tinggi bidang miring 15 cm

Gambar 3. Grafik linier pada tinggi bidang miring 13 cm

Gambar 7. Grafik linier pada semua variasi tinggi

Gambar 4. Grafik linier pada tinggi bidang miring 13 cm

LAPORAN GELOMBANG DAN OPTIKA, Getaran Teredam

Gambar 12. Grafik eksponensial simpangan terhadap waktu pada tinggi 14 cm

Gambar 8. Grafik eksponensial simpangan terhadap waktu pada tinggi 6 cm

Gambar 13. Grafik eksponensial simpangan terhadap waktu pada tinggi 15 cm

Gambar 9. Grafik eksponensial simpangan terhadap waktu pada tinggi 8 cm

Gambar 10. Grafik eksponensial simpangan terhadap waktu pada tinggi 12 cm

Gambar 11. Grafik eksponensial simpangan terhadap waktu pada tinggi 13 cm