Anda di halaman 1dari 8

1.

Diuretik

FD

Loop Diuretik

Thiazid

Hambat
reabsorbsi Na,
K, 2Cl di ansa
henle
ascenden
tebal (oral)
Naikkan perfusi
ginjal (IV)

Efek lgsg thd
transpor Na, Cl di
hulu(early)
TKD dgn hmbt
simporternya. Na
tukeran sama K,
Cl lewat
kanalnya. Efek
FD /sekresi Na,
Cl, Air

Diuretik Hemat
Kalum
Kerjanya di HILIR
TKD
Antagonis
Aldosteron 
Sprionolakton+
Epleron (hambat
kompetitif reseptor
aldosteron intasel
di dcts
koligentes\
reabsorbsi air, Na
sekresi K\)
Epleron u/ \ Risiko
cardiovaskular
pada IM
(t1/2  4-6 jam)
Triamteren  /
ekskresi Na, Cl,
\sekresi K+HCO3
(hmbt skresi di
TKD) (K pindh o/ \
potensial listrik
transtubular)
Hambat scr lgsg.
Kerja 7-9 jam.
Amilorid  Blokir
saluran Na epitel

Diuretik Osmotik
Bekerja
diSELURUH
SALURAN.Menaik
kan tekanan
osmotik intra
lumen

Inhibitor Carbonic
Anhidrase
Bekerja di TKP.
Hambat karbonik
anhidrasi secara
non
kompetitifperuba
han sistemik dan
terbatas pada
organ tempat
enzim tsb berada

Antagonis ADH
Di DUCTUS
COLECTIVUS
dengan \ cAMP.
Efek untuk atasi
maniak depresi
dengan jalur
transport ion
dan elektrolit,
pelepasan NT,
second
messenger dan
enzim
intraselular

Lcs M: hati E: urin. kadar maksimal setelah 2 jam D : terikat kuat pada karbonik anhidrase terakumulasi pada sel penghasilnya (ginjal). sebagian direabsorbsi scr pasif. Puncak 3-4 D : terikat protein plasma. dan konjugasi A : Oral. onset 2 jam. tak difiltrasi. t1/2 20-22 jam Demeclocycline A:ORAL. kerja 6-8 jam) urea ( x d metab. T. sekresi lewat TKP M :terakumulasi pd cairan tubuli E : 2/3 IV di ginjal (utuh). Tak terikat protein M:tidak dimetabolisme E: ginjal . cairan empedu (s) urin feses (e dan a (slm 72 jam)) A : Manitol dan urea (IV) 30-60 menit. bioavailabilitas 100%. . feses. Hati. Amilorid. lewati sawar uri.amilorid ke hati dn ginja. Efek muncul stlh 1 jam D : keslrh ruang intra sel. distribusi luas ke jaringan dan cairan tubuh kec. ditimbun dalam tulang. kec.conectivus. T1/2 3-9 jam. gliserin dan isosorbid (oral) D : Manitol ( ke slrh cairan tbh tak tembus BBB) urea gliserin dan isosorbid ( tak terikat protein plasma) M : manitol (tidak dimetabolisme . dikit pd intraselular. bioavailabilitas 60-70% D: terikat protein 40-80%. Jd triasil gliserol dan fosfolipid) isosorbid (x metabolisme) E : Manitol A : oral.kec.T. Distribusi ditentukan oleh ada tidaknya CAI dalam sel tersebut M : tidak dimetabolisme E : ginjal.colec tivus A :Oral. Lithium A: oral. pucak 30 menit-2 jam D: cairan tubuh. triamteren ke urin M : dihepar.FK A : biovailabilitas 65-100% D : terikat protein plasma. Triamteren dikonjugasi ekskresi urin E : urin. 36 jam sdh bersih dr tubuh (EnaC) shg \ reabsorbsi di akhir TKD. sel lemak. Krj 5-6 jam) gliserin (met. ditimbun diginjal saja (klortiazid) M & E : eksresi aktif oleh TKP. sempurna stlh 24 jam. Eksresi aktif ditubuli.

TIK. tambahan tx ggl jtg.\ edema otak setelah op) Urea ( sindrom dialisis disequilibrium. sirosis hepatik dan sindrom nefrotik) E (antihipertensi. \ edema otak setelah OP. t1/2 1. sindorma nefrotikm steroid induced-edema. ekresi lwt empedu. cegah remodelling jtg pd pjkronik. edema krn hyperaldosteronism sekunder) A (kombinasi tiazid/kaliuretik pd (eksresi ginjal dan hati.5jam) Manitol (\TIO. t1/2 5-9. edema ideopatik. GGA.7 jam pd ggl gjl) Urea ( ginjal) Gliserin (ginjal) isosorid (ginjal. \ risiko kematian cardiovaskular) T (edema krn ggl jtg kongestif.Indika si Gagal Jantung Edema Reftrakter Asites & Edem(GGK) GGA Turunkan Ca darah Hipertensi Gagal jantung Hiperkalsiuria S (hipertensi dan edema refrakter. atasi sindrom dialisis disequilibrium. asites. sirosis h2epatik. \ TIO pd glaukoma) Gliserin (\TIO pd glaukoma sblm ssdh OP mata) Isosorbid (\TIO pd glaukoma sblm ssdh op mata) empedu \TIO pd glaukoma Paralisis periodik dpt dsrtai hipokalemia \ gelaja acute mountain sickness Alkalosis metabolik Lithium SIADH Gagal jantung Penyakit hati Obat ini digunakkan jika terapi lain gagal Demeclocycline SIADH Gagal jantung Penyakit hati .

Isosorbid : ggn. Dosis M (/ vol.elektrolit. 20. \TIO TIK 1. ggn elektron.Cara beri.urin 50200 mg/hari IV.gjl. ORAL Eskalith cap sul 150. Untuk anak2 23x 125mg/hari) SEDIAAN Glauseta tab 250mg Diamox cap 500mg Sediaan lithium 0. dosis Baiknya oral.5 mEq/kgbb/hari dosis terbagi. 10. INJEKSI osmitrol 5. ggn. 25%) U (hingga 120 mg/hari IV INJEKSI ureaphil) G (1-2 mg/kgBB ORAL osmoglyn) I (1-3 mg/kgBB Dosis umum 250500mg/hari Chronic simple glaucoma (250-1 rb mg) Acute mountain sickness (2x/hari 250 mg.ginjal dan ggn.52mg/kgbb IV. ggn.elektrolit Gliserin : ggn. Toksik>2. Gjl. kongesti pulmoner Urea : hamil kategori C.600 Lithobid SR 300mg Eskalith CR 450mg IO Dosis 6001200mg/hari kadar plasma pd 2 microgram/ml. jika diuresis segera (IM/IV). . Pada GGk/Nefrosis dosis furosemid dinaikkan krn tgginya protein di tubuli. Pada uremi2a sekresi menurun2 - ggl jtg kongestif/hipertensi ) - Peringatan M : ggal jantung. Mulai dr 3-4 hr sblm sampe ketinggian 3rb m) Paralisis periodik familial (250-750 mg/hari dibagi 23x.300.

/K. mual muntah) Edema pulmoner Trombosis Nyeri jika terjadi ektravasasi hiperglikemia Perdarahan intrakranial aktif Hipersensitivitas Ggn.elektrolit Dehidrasi berat Anuria Gangguan hati Mati rasa Kesemutan jari dan kaki Perubahan rasa (parageusia) Pengelihatan kabur (krn minuman bekarbonat) / risiko terbentuknya batu ginjal Ca-oksalat dan Ca(PO4). hamil) E (/K. Hipernatremia DM insipidus nefrogenic GGA Mual Anoreksia diare Anemia sel sabit Alergi obat sulfa Penyakit hati Hamil Menyusui Hamil T.ESO C-I Ggn cairan elektrolit (\K.Cl. furosemid bumetamid smntr) Efek metabolik (/uresemia.cerna Lemah Sakit kepala Mual Nyeri perut Kembung Ruam kulit ringan \K Gout /Ca Pake digitalis Sirosis hepatik S ( insufisiensi ginjal akut.Cl.\vol) Gejala insufisiensi Ginjal (\ perfusi ginjal) Hiperkalsiuria (+ utk lansiacgh osteoporosis) Hiperuresemia gout \TTGO & efektivitas OHO (\ Sekresi insulin.sal.Mg. Tg /HDL) Rx alergi (alergi sulfonamide) Nefritis intersisialis akut (furosemid ggl ginjal reversibel) Ggl Gjl dgn Anuria /K Gout Pake digitalis Sirosis Gangguan elektrolit (\K.Na.Mg. obat dgn diuretik hmt K) ORAL ismotic) Hipovolemia Hipernatremia (nyeri kepala. /glikogenolisis) /K Hipotensi Pusing Perubahan fgs ginjal / kreatinin Batu ginjal Ggl ginjal akut Gang. LDL. glukosa.\BP ) Ototoksisitas (a. Rusak hati berat. GGK.I  ebstein’s cardiac anomaly Anak <12 th Penyakit hati .etakrinat permanen. anuria.

sensitf thd obat. Turunkan absorbsi cairan .fgsi ginjal.300. GGK. hipersensitivitas) Hidrochlorotiazid Klorotiazid Hidroflumeiqzid Klortalidon Bendrodlumetiazi d Politiazid Amil2orid INTERAKSI OBAT ISOSORBID efek hipotensi meningnkat jika bersama antihipertensi atau golongan nitrat. /K. suplemen K. Retensi cairan inttralumen 2. Mekanisme umum : 1. Katartik  keluarkan feses yg belum terbentuk.hepatik C/ Furosemid Bumetanid Asam Etakrinat Torsemid T (anuria. biasanya mengandung banyak air dr sluruh kolon. supl2emen vit K) A (antikaliuretik.600 Lithobid SR 300mg Eskalith CR 450mg Demeclocycline Declomycin Declostatin Ledermycin Tablet \ : menurunkan /: menaikkan LAKSATIF bantu pengosongan feses yang telah terbentuk dr rectum. ggn. Manitol Urea Gliserin Isosorbid Asetazolamide Glauseta tab 250mg Diamox cap 500mg Diklorfenamide Metazolamid Lithium Eskalith cap sul 150. rusak hati berat.

Untuk diet 2.3. Feses keluar meningkat NaCl Kcl dan air ikut keluar (pipis) rangsang aldosteron retensi Na dan sekresi KCl hipokalemiaganggu motilitaskonstipasi ESO - Diare .kematian Gangguan keseimbangan elektrolit . Feses keluar semua waktu feses tambah lamadikira konstipasi b.distensi abdomen . Ketergantungan a.asidosis metabolik Dehidrasi . Meningkakan motilitas Indikasi - Konstipasi Pembersihan untuk radiologi atau endoskopi Tak dapat ditangani dengan cara alami Penyakit yang tak boleh mengejan terlalu keras Keracunan Kontra indikasi - Apendisitis Obstruksi usus Sakit perut idiopatik Mual muntah Kolik Insufisiensi ginjal Penyakit jantung Abnormalitas elektrolit Penyakit ketonuria Penyalahgunaan laksatif 1.

dependensi Alergi .gagal ginjal .- Bloating (Sensasi penuh diperut) .