Anda di halaman 1dari 5

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memberikan rekomendasi agar

Bupati Rembang meminta kepada pihak PT Semen Indonesia (Semen Gresik, Persero)
untuk menghentikan sementara aktivitas pembangunan pabrik semen BUMN ini yang
lokasinya berada di Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Selain itu, Bupati Rembang juga diminta untuk meminta PT Semen Indonesia, agar
menarik alat-berat sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,
terkait gugatan izin lingkungan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang saat
ini sedang berjalan prosesnya di PTUN Semarang.
Rekomendasi tersebut tertuang pada surat dari Komnas bernomor 2.680/K/PMT/X/2014
tertanggal 22 Oktober 2014, dengan tembusan Gubernur Jawa Tengah, Ketua DPRD
Rembang, Kapolres Rembang dan Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli
Pegunungan Kendeng (JMPPK) di Rembang.
Menurut Komnas HAM, di surat yang ditandatangani oleh Dianto Bachriadi, selaku
komisioner di Subkomisi Pemantauan dan Penyelidikan, rekomendasi tersebut
dikeluarkan dengan pertimbangan untuk menghormati proses hukum dan fakta sosial di
masyarakat.
Warga di lokasi membutuhkan ketenangan, rasa aman dan nyaman, serta kepastian
hukum sebagaimana dijamin dalam Pasal 30 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999
tentang Hak Asasi Manusia.
"Berdasar pemenuhan hak atas keadilan yang dijamin dalam Pasal 17 (UU 39 Tahun
1999) serta untuk menjaga terjaganya kondisi dan kualitas lingkungan hidup yang
dijamin dalam Pasal 9 Ayat (3), Komnas HAM memberikan rekomendasi," demikian
bunyi surat yang baru sampai di tangan Bupati Rembang, Kamis (30/10).
Selain pertimbangan tersebut, rekomendasi agar bupati Rembang menghentikan untuk
sementara pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di Kecamatan Gunem, juga
berdasarkan pertemuan Komnas HAM dengan puluhan warga masyarakat yang tinggal
di tenda di dekat tapak pabrik pada 13 Oktober 2014 silam.
Sebelumnya pada 28 sampai 30 Mei 2014, Komnas HAM juga menyebut telah
melakukan pemantauan atas dugaan pelanggaran HAM, terkait pembangunan dan
rencana penambangan pabrik semen milik PT Semen Indonesia di wilayah Kecamatan
Gunem.
Saat itu, Komnas HAM mengeluarkan rekomendasi agar warga mempertimbangkan
gugatan hukum terhadap Amdal yang telah disahkan Gubernur Jawa Tengah melalui
surat nomor 669.1/17/2012 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan dan
Pembangunan Pabrik PT Semen Indonesia.
Pelaksana Bupati Rembang Abdul Hafid saat dikonfirmasi wartawan Kamis (29/10)
membenarkan jika dirinnya mendapat surat dari Komnas HAM terkait Pabrik Semen

Namun terkait soal bagaimana nasib proyek. Setelah lima jam membacakan putusan.Indonesia. Pemkab Rembang tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan aktivitas pembangunan pabrik semen. Kabupaten Rembang." ujarnya. . berdasar pada asas keterbukaan informasi bahwa para penggugat sudah mendapatkan sosialisasi yang juga diberikan kepada tokoh masyarakat. majelis hakim memutuskan tidak menerima gugatan warga. "Ya memang surat itu telah saya terima hari ini. Dalam waktu dekat saya akan segera memberi jawaban atas surat dari Komnas HAM berkaitan dengan permintaan penghentian aktivitas sementara pabrik semen di Kecamatan Gunem. yang pada intinya penggugat sudah mengetahui objek sengketa (izin lingkungan). Jawa Tengah pada Kamis (16/04/2015) kembali menggelar sidang gugatan warga Rembang dengan agenda pembacaan putusan terkait pemberian izin lingkungan oleh Gubernur Jateng untuk penambangan dan pendirian pabrik PT Semen Indonesia di Rembang. Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang. Ketua majelis hakim Susilowati Siahaan dalam pertimbangannya menyatakan.

Kamis (16/04/2015). Majelis hakim juga menimbang bahwa menerima eksepsi tergugat dan tergugat intervensi bahwa gugatan warga telah kadaluarsa cukup beralasan hukum. Foto : Tommy Apriando Pihak tergugat dan tergugat intervensi sudah melaksanakan asas keterbukaan informasi karena sudah diumumkan di Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang. Pihak penggugat bisa dikatakan telah mengetahui objek sengketa karena telah merasa dirugikan. “Menimbang .Suasana sidang pembacaan putusan gugatan warga Rembang terhadap pemberian izin lingkungan oleh Gubernur Jateng kepada PT Semen Indonesia di PTUN Semarang. di media cetak dan online terkait dengan objek sengketa.

Dan penambangan dan pembangunan pabrik semen sebagai bagian dari pengelolaan SDA. Susilowati melanjutkan. “Dalam penundaan. menolak pemohonan penundaan dan menyatakan gugatan para penggugat tidak diterima serta dikenakan biaya perkara sebesar Rp313. “Putusan majelis hakim belum sama sekali menguji pokok perkara apakah penambangan di kawasan karst di Kabupaten Rembang akan merusak atau tidak.” kata Susilowati. Walhi selaku penggugat juga menolak putusan hakim karena hakim terkesan mencari jalan aman dengan tidak memeriksa pokok perkara bahwa pertambangan akan berdampak pada kerusakan lingkungan khususnya kawasan karst dan sumber mata air di Cekungan Air Tanah (CAT) Watu putih.bahwa gugatan penggugat sudah melewati tenggang waktu 90 hari sehingga kadaluarsa. Dalam orasi diatas truk. kuasa hukum warga dari Walhi.” kata Abetnego. PTUN selain menyalahi prinsip kehati-hatian juga telah menyalahi prinsip partisipasi dalam pembuatan dokumen lingkungan hidup. Warga menggugat setelah adanya kepastian penambangan berupa masuknya alat berat ke lokasi pendirian pabrik dan rencana lokasi penambangan pada 16 Juni 2014. putusan hakim ini memperjelas dugaan bahwa hakim yang bersertifikat lingkungan pun masih ragu menilai suatu produk hukum berpotensi merusak lingkungan. maka permohonan penundaan. Aksi Solidaritas . KPK sendiri memprioritaskan penanganan korupsi dari sektor pengelolaan sumber daya alam (SDA) dengan melakukan nota kesepahaman bersama 29 kementerian. Padahal warga Rembang siap mengajak pemerintah dan perusahaan semen untuk membuktikan kebenaran kondisi di lapangan dan dampak lingkungan pendirian pabrik semen. Dukungan Bambang Widjajanto Pada persidangan tersebut. Muhnur Satyahaprabu mengatakan. Bambang juga prihatin dengan saksi ahli dari dosen Universitas Gajah Mada yang memberikan keterangan di pengadilan yang tidak netral dan memihak perusahaan.500. Bambang memberikan dukungannya terhadap warga Rembang dan membenarkan cara mereka menggunakan jalur hukum untuk memperjuangkan keadilan. Joko mengatakan warga juga tidak mengetahui pengumuman pemberian izin lingkungan oleh Gubernur Jateng. pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Bambang Widjojanto hadir ditengah warga yang menolak pertambangan PT. warga akan terus berjuang. Oleh karenanya Walhi memastikan akan menempuh upaya hukum atas PTUN Semarang ini.” kata Susilowati menambahkan alasan putusan. Sementara itu. Terhadap keputusan itu. jangan sampai merugikan masyarakat dan lingkungan. Karena gugatan warga tidak diterima. Sementara itu. Usai persidangan. KPK siap memeriksa kasus pertambangan dan pabrik semen ini bila terindikasi korupsi. terhadap sikap majelis jika ada pihak yang tidak puas maka bisa mengajukan upaya hukum terhitung sejak putusan dibacakan selama 14 hari. dengan sumber mata air yang dibutuhkan bagi kehidupan warga yang terancam hilang karena penambangan dan pendirian pabrik semen.” kata Joko. “Kami sepakat akan melakukan upaya hukum banding terhadap putusan hakim. Semen Indonesia. Joko Prianto selaku penggugat kepada Mongabay mengatakan putusan pengadilan lebih mempertimbangkan hal administratif dan sama sekali tidak menyentuh pokok perkara yaitu keinginan warga melestarikan pegunungan Kendeng.

Rembang dan Pati. Kamis (16/04/2015) saat sidang pembacaan putusan gugatan warga Rembang. Siswo Laksono menampung permohonan warga tersebut. . Bogor. Univseritas Indonesia Depok. aksi solidaritas juga dilakukan di berbagai lokasi seperti di Yogyakarta. perwakilan warga Rembang yang selama persidangan pembacaan putusan melakukan aksi di depan PTUN. Aksi warga Rembang dan berbagai elemen di luar gedung PTUN Semarang.Mengetahui putusan hakim yang menolak gugatan mereka. Universitas Semarang dan Universitas Diponegoro dan warga dari Kabupaten Blora. Aksi warga Rembang tersebut didukung oleh ratusan mahasiswa dari kampus UIN Walisongo. Pada saat bersamaan. kemudian pindah lokasi aksi menuju ke kantor Gubernur Jateng untuk berembug dengan Gubernur Ganjar Pranono. Medan. dan juga di depan Istana Negara bersamaan dengan aksi rutin kamisan. sehingga Asisten Pemerintahan Pemprov Jateng. Foto : Tommy Apriando Namun gubernur tidak ada di kantor.