Anda di halaman 1dari 15

DERMATITIS SEBOROIK

LUTHFAN DIO S B
1310211089

Dermatitis Seboroik • Definisi : peradangan kulit pada daerah yang banyak mengandung kelenjar sebasea .

Penyebab dan Epidemiologi • Penyebab : diduga akibat aktivitas kelenjar sebasea yang meningkat • Umur : infant ( pada usia 1 bulan ). pubertas. paling sering diantara usia 20 – 50 tahun atau lebih • Jenis kelamin : paling sering pada pria .

tetapi cenderung meningkat pada orang orang dengan stres emosional • Lingkungan : yang menyebabkan kulit menjadi lembab .Faktor Faktor yang Mempengaruhi Timbulnya Penyakit • Bangsa / ras : semua bangsa • Makanan : lebih sering pada orang orang yg banyak memakan lemak dan minum alkhohol • Iklim : insiden meningkat pada iklim dingin • Keturunan : tidak berpengaruh.

Gejala Penyakit • Biasanya kulit penderita berminyak. dengan Pityrosporum ovale yang hidup komensal di kulit berkembang lebih subur • Pada kepala tampak eritema dan skuama halus sampai kasar ( ketombe ) • Kulit tampak berminyak dan menghasilkan skuama yang putih berminyak pula • Penderita akan mengeluh rasa gatal yang hebat .

antara scapula dan daerah suprapubis • Efloresensi / sifat sifatnya : makula eritematosa yang ditutupi oleh papul papul miliar berbatas tidak tegas. cuping hidung. wajah. Kadang kadang ditemukan erosi dengan krusta yang sudah mengering berwarna kekuningan . dada. misalnya kulit kepala. ketiak. dan skuama halus putih berminyak. belakang telingan. alis mata.Pemeriksaan Kulit • Lokalisasi : tempat tempat yang banyak mengandung kelenjar sebasea.

.

.

.

dapat ditemukan parakeratosis fokal dengan abses Munro.Gambaran Histopatologi • Pada epidermis. Pada dermis terdapat pelebaran ujung pembuluh darah di puncak stratum papilaris disertai serbukan sel sel neutrofil dan monosit .

rambut putus putus dan mudah lepas . putih mengkilat. berupa papul papul menyerupai folikulitis yang dalam • Tinea kapitis : biasanya tampak bercak bercak botak dengan abses yang dalam. dan berlapis lapis • Tinea Barbae : pada daerah jenggot.Diagnosis Banding • Psoriasis : biasanya berskuama kasar.

Pemeriksaan mikroflora dari kulit kepala untuk melihat Pityrosporum ovale 2. Menentukan indeks mitosis pada kulit kepala yang berketombe .Pemeriksaan Lab 1.

dosis prednison 20-30 mg sehari. makanan berlemak. perbaikan tampak setelah 4 minggu. Jika telah ada perbaikan. dosisnya 200 . Efeknya mengurangi aktivitas kelenjar sebasea.3 mg /kgBB/hari.1-0. dan stres emosi. Kalau disertai infeksi sekunder diberi anti biotik seperti penisilin dan eritromisin • Isotretinoin. dosis diturunkan perlahan-lahan. Sesudah itu diberikan dosis pemeliharaan 5-10 mg /hari selama beberapat ahun yang ternyata efektif untuk mengontrol penyakitnya • Bila pada sediaan langsung terdapat P. Dosinya 0. ovale yang banyak dapat diberikan ketokonazol. perawatan rambut : dicuci dan dibersihkan dengan shampoo • Khusus : Sistemik • Kortikosteorid digunakan pada bentuk yang berat.Penatalaksanaan • Umum : hindari semua faktor yg memperberat.

Topikal a) Bayi •) Pengobatan terdiri dari langkah-langkah berikut: penghapusan krusta dengan 3 sampai 5 % asam salisilat dalam minyak zaitun atau air. imidazoles (misalnya 2% ketokonazole). antijamur topikal seperti imidazoles dalam sampo bayi yang lembut •) Area intertriginosa : Pengobatan meliputi lotion pengering. b) Dewasa •) keramas dengan shampoo yang mengandung 5% selenium sulfida. larutan salisil 1 % atau larutan belerang 2-4% dalam bentuk krim •) Wajah dan badan : Pasien harus menghindari salep berminyak dan mengurangi penggunaan sabun. penggunaan lotion sebelum dan sesudah cukur tidak dianjurkan.5 % clioquinol dalam zinc lotion atau zinc oil. kompres minyak zaitun hangat. seperti 0. Larutan alkohol. pemakaian glukokortikosteroid-potensi rendah (misalnya 1 % hidrokortison) dalam bentuk krim atau lotion selama beberapa hari. Pengobatan yg dilakukan adalah dengan glukokortikosteroid potensi rendah (1% hidrokortison ) cepat membantu pengobatan .2-0.

Prognosis • Baik jika faktor faktor pencetus dapat dihilangkan .