Anda di halaman 1dari 55

FILSAFAT ILMU

PENGANTAR

GARIS BESAR MATERI PELAJARAN
1. Pengantar, Ruang Lingkup dan Pengertian
Filsafat
2. Ilmu dan Pengetahuan
3. Metode Ilmiah
4. Struktur pengetahuan ilmiah
5. Sarana Berpikir Ilmiah
6. Ilmu dan Teknologi
7. Filsafat Kesehatan Masyarakat
8. Mid Semester

BAHAN BACAAN
• Materi hand out (dalam bentuk foto copy)
• Filsafat Ilmu, Sebuah Pengantar Populer, Oleh Jujun S.
Suriasumantri, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta.

• Ilmu dalam Perspektif, Sebuah Kumpulan Karangan
Tentang Hakekat Ilmu, Jujun S. Suriasumantri (editor)
Yayasan Obor Iandonesia, Leknas dan Lipi.

• Filsafat Ilmu oleh Prof. Dr. Amsal Bachtiar, M.A.
Edisi Revisi, Divisi Buku Perguruan Tinggi, PT.
Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Pengantar
• Ilmu dan filsafat memiliki hubungan
yang sangat erat.
• Kelahiran ilmu tidak lepas dari peranan
filsafat, dan perkembangan ilmu
memperkuat keberadaan filsafat.
• Filsafat telah berhasil merubah pola
pemikiran umat manusia dari
mitosentris ke logosentris.
• Dengan filsafat, pola pikir yang
tergantung pada dewa diubah menjadi
pola pikir yang bergantung pada rasio.

Pengantar
• Perubahan yang mendasar adalah
ditemukannya hukum-hukum alam dan
teori teori ilmiah yang menjelaskan
perubahan yang tejadi pada alam dan
isinya.
• Dari penelitian alam jagad bermunculan
ilmu astrologi, kosmologi, fisika, kimia,
sedangkan dari manusia muncul
biologi, sosiologi, antropologi dll.

. tujuan. • Ilmu dan tehnologi bekembang dan mulai kehilangan rohnya yang fundamental dengan mengeliminer peran manusia. sifat. objek. dalam disiplin dan spesialisasinya.Pengantar • Selanjutnya ilmu berkembang dan terbagi dalam berbagai disiplin yang masing masing membutuhkan pendekatan. dan ukuran yang berbeda. bahkan manusia tanpa sadar telah menjadi budak ilmu dan tehnologi.

. • Salah satu tujuan filsafat ilmu adalah untuk mempertegas bahwa ilmu dan teknologi adalah instrumen (alat) dan bukan tujuan.Pengantar • Filsafat ilmu berusaha mengembalikan ruh dan tujuan luhur ilmu agar tidak menjadi bumerang bagi kehidupan manusia. • Dalam keadaan yang demikian diperlukan satu pandangan komprehensif tentang ilmu dan nilai nilai yang berkembang dalam masyarakat.

Ruang Lingkup • Pada dasarnya setiap ilmu memiliki dua macam objek yaitu objek material dan objek formal • Objek material adalah sesuatu yang dijadikan sasaran penyelidikan (tubuh manusia pada ilmu kedokteran). . • Objek formal adalah metode untuk memahami objek material rersebut seperti pendekatan induktif dan deduktif.

. yang ada dalam pikiran dan yang ada dalam kemungkinan.Ruang Lingkup • Demikian pula filsafat memiliki objek material dan objek formal. radikal dan rasional tentang segala yang ada. • Objek formalnya adalah sudut pandang yang menyeluruh. • Objek material filsafat adalah segala yang ada dalam bentuk empiris. • Cakupan objek filsafat lebih luas dari ilmu karena ilmu hanya mencakup yang empirs saja.

Ruang Lingkup • Pada awalnya ilmu berasal dari kajian filsafat dimana filsafat melakukan pembahasan tentang segala yang ada termasuk empiris. • Kemudian ilmu berkembang dan bercabang membentuk spesialisasi dan menampakkan kegunaan yang praktis. • Oleh sebab itu para filosof menyebut filsafat sebagai induk ilmu karena ilmu moderen dan kontemporer berkembang dari filsafat sehingga membentuk teknologi yang bermanfaat. .

Epistemologi (filsafat pengetahuan) 2.Estetika (filsafat seni ) 4.Filsafat pendidikan 9. Cabang filsafat meliputi: 1.Etika (filsafat moral) 3.Filsafat agama 7.Filsafat ilmu 8.Filsafat hukum 10. filsafat juga sudah merupakan bagian dari ilmu yang juga mengalami spesialisasi.Filsafat sejarah 11.Politik (filsafat pemerintahan) 6.Metafisika 5.Ruang Lingkup Dalam perkembangannya.Filsafat matematika .

Arti etimologis • Kata filsafat (bhs yunani) berarti “cinta akan hikmat” • Philos berarti pencari • Sophia berarti pengetahuan . Arti etimologis B. Arti operasional D. Arti objektif A.Pengertian Filsafat Untuk menjawab pertanyaan “apakah filsafat itu?” A. Arti subjektif C.

akan mempunyai arti yang sama. .Pengertian Filsafat B. Makna objektif Filsafat oleh siapapun dan dimanapun dilakukan. Makna operasional Dalam hal ini yang dipikirkan adalah kegiatan apakah yang dilakukan para filsuf ketika berfilsafat? D. C. Makna subjektif Dalam hal ini setiap ahli dapat memberikan definisi menurut pandangannya dan sesuai dengan apa yang dipelajarinya.

Pengertian yang diterima. . kita mendapatkan pula suatu arti dan makna dari pengertian tersebut. Yang direfleksikan filsafat cukup luas dan tidak terbatas hanya pada bidang atau thema tertentu. sehingga selain pengertian tersebut. direnungkan lebih lanjut. maupun kegiatan perenungan (suatu refleksi yang merupakan pengetahuan tahap ke dua).Pengertian Filsafat Filsafat merupakan suatu refleksi dalam bentuk kegiatan akal budi.

 Mencegah pemikiran rutin dan mengembalikan pada pemikiran refleksi. Mencegah pemikiran mekanistik dan mengembalikannya pada pemikiran aktif dan kreatif. Mengadakan revolusi dalam persepsi. B.Pengertian Filsafat Pada dasarnya tugas filsafat adalah: A. Menyajikan pertanyaan yang tidak disajikan dalam empirik. D. C. .

dan • Filsafat dimulai dengan keduanya. . • Jadi untuk mendapatkan pengetahuan yang benar melalui filsafat adalah : ketahuilah apa yang engkau tahu dan ketahui pula apa yang engkau belum ketahui.Pengertian Filsafat • Pengetahuan dimulai dengan rasa ingin tahu. • Kepastian dimulai dengan rasa ragu-ragu. • Berfilsafat didorong untuk mengetahui apa yang telah kita tahu dan apa yang belum kita tahu.

apa itu benar. • Spekulatif dengan penuh pertanyaan tentang apa itu logis. apa arti dan tujuan hidup dan sebagainya.Pengertian Filsafat Karakteristik berpikir filsafat : • Menyeluruh yakni hubungan ilmu dengan ilmu lain dan kegunaannya. . • Mendasar yakni tidak percaya begitu saja tentang kebenaran ilmu.

ILMU DAN PENGETAHUAN .

insaf. karena kalau tidak benar akan kontradiktif . Pengetahuan merupakan hasil proses dari usaha manusia untuk tahu. dan pandai. sadar. Pengetahuan harus benar.Pengetahuan (1) Pengetahuan berasal dari bhasa Inggeris : knowledge Pengetahuan adalah apa yang telah diketahui atau hasil dari pekerjaan tahu yaitu hasil dari kenal. Pengetahuan adalah proses kehidupan yang diketahui manusia langsung dari kesadaran sendiri. mengerti.

manusia mengembangkan pengetahuanya untuk mengatasi kelangsungan hidupnya. yang diperoleh tanpa melalui daur hipotetiko-deduktoverifikasi. • Manusia adalah satu-satunya mahluk yang mengembangkan pengtahuan secara sungguh-sungguh • Dalam hal ini. adalah bukan ilmu dan dinamakan pengetahuan.Pengetahuan (2) • Semua buah pikiran dan pemahaman kita tentang dunia. .

manusia memikirkan hal-hal baru.Pengetahuan (3) • Melalui pengetahuan. • Pengetahuan dapat dikembangkan oleh manusia melalui dua hal utama yakni kemampuan berbahasa dan kemampuan berpikir melalui penalaran . karena dia hidup bukan sekadar untuk kelangsungan hidup. menjelajah ufuk baru.

Pengetahuan biasa. yang bersifat common sense atau good sense.Pengetahuan dan Sumber Pengetahuan 1. Pengetahuan filsafat yakni pengetahuan yang diperoleh melalui proses berfikir secara filsafat. Pengetahuan ilmu. yakni pengetahuan dari common sense yang dilanjutkan dengan pemikiran yang cermat. dengan meggunakan metode ilmiah 3. diperoleh dari pengalaman sehari-hari. 4. teliti dan terstuktur. 2. Pengetahuan Agama yang bersumber dari Yang Maha Kuasa .

• Penalaran menghasilkan pengetahuan yang dikaitkan dengan kegiatan berpikir dan bukan dengan perasaan. meskipun dikatakan bahwa hatipun (kalbu) mempunyai logikanya sendiri • Berpikir merupakan suatu kegiatan untuk menemukan pengetahuan yang benar.   . • Penalaran merupakan kegiatan berpikir yang mempunyai karakteristik tertentu dalam menemukan kebenaran.Dasar Pengetahuan • Penalaran : suatu proses berfikir untuk menarik suatu kesimpulan berupa pengetahuan.

. penalaran memiliki ciriciri tertentu. Ciri penalaran yang kedua adalah sifat anaitik dari proses berpikirnya.2. Jadi penalaran ilmiah adalah suatu kegiatan analisis yang mempergunakan logika ilmiah sedangkan penalaran lain menggunakan logikanya sendiri pula. Jadi kegiatan penalaran merupakan suatu proses berpikir logis artinya kegiatan berpikir menurut suatu pola tertentu . Manusia mampu melakukan penalaran artinya mampu berpikir secara logis dan analitis. Ciri penalaran yang pertama ialah adanya suatu pola berpikir yang secara luas dapat disebut logika.Ciri Penalaran Sebagai suatu kegiatan berpikir. 1.

Logika • Penalaran merupakan suatu proses berpikir yang membuahkan pengetahuan. • Dalam penarikan kesimpulan melalui logika tersebut dikenal dua macam bentuk logika yakni logika induktif dan logika deduktif. • Proses berpikir itu harus dilakukan melalui cara tertentu untuk menarik kesimpulan yang dapat menghasilkan kebenaran. . • Cara penarikan kesimpulan ini disebut logika dimana logika dapat diartikan sebagai pengkajian untuk berpikir secara sahih.

.Penalaran induksi • Penalaran induktif merupakan cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus / pengamatan atas gejala-gejala yang bersifat individual. • Ada dua keuntungan yang diperoleh dari pernyataan yang bersifat umum tersebut. • Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan dengan ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi dan diahiri dengan pernyataan yang bersifat umum .

secara induksi dapat lagi ditarik kesimpulan yang bersifat lebih umum. dengan pernyataan yang bersifat umum ini memungkinkan proses penalaran selanjutnya.Penalaran induksi • Pertama. dimana pernyataan seperti ini cukup untuk bersifat fungsional dalam kehidupan praktis dan berfikir teortis. • Dari pernyataan yang bersifat umum. . baik secara induktif maupun secara deduktif. • Kedua. pernyataan yang bersifat umum ini bersifat ekonomis.

• Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan Silogismus. • Silogismus disusun dari dua buah pernyataan yang disebut premis (mayor dan minor ) dan sebuah kesimpulan.Penalaran Deduksi • Deduksi adalah cara berpikir di mana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. • Kesimpulan merupakan pengetahuan yang didapat dari penalaran deduktif berdasarkan kedua premis tersebut. .

W. • Fenomenologis adalah proses pengkajian yang didasarkan pada gejala-gejala yang bersifat empiris tanpa pengembangan postulat yang bersifat teoritis. • Empirisme yang mendasarkan pengetahuan pada pengalaman yang konkrit melalui berbagai gejala alamiah.T melalui anusia terpilih atau nabi / rasul. • Wahyu merupakan pengetahuan yang diturunkan oleh Allah S. .Sumber Pengetahuan • Rasionalisme didasarkan pada faham idealisme yang dikembangkan berdasarkan kemampuan berpikir manusia secara rasional. • Intuisionalisme adalah pengetahuan berdasarkan penarikan kesimpulan yang non analitik dan hanya didasarkan pada perasaan atau intuisi.

• Pada setiap jenis pengetahuan tidak sama kriteria kebenarannya karena sifat dan watak pengetahuan itu sendiri.Teori Kebenaran • Berpikir merupakan suatu kegiatan untuk menemukan pengetahuan yang benar. • Dalam teori kebenaran epistemologi dikenal ada beberapa macam teori kebenaran .

2. budi. diterima dan diakui benar. rasio dan reason manusia. Teori pragmatisme dimana sesuatu dianggap benar jika mendatangkan manfaat 4. 3. (sesuaian dengan fakta.Teori Kebenaran 1. Ketiga teori pertama lebih mengedepankan akal. selaras dengan realitas dan serasi dengan situasi aktual). Teori Korespondensi dimana kerbenaran bila ada kesesuaian antara arti pada subjek dengan objek. Agama sebagai teori kebenaran apabila sesuai dengan ajaran agama atau wahyu. . Teori koherensi atau konsistensi dimana kebenaran adalah kesesuaian antara suatu pernyataan dengan pernyataan-pernyataan lainnya yang sudah diketahui.

. Penjabaran hasil pemikiran harus merupakan rentetan pemikiran yang logis-matematis dan konsisten.lmu dan Pengetahuan • Ilmu perlu dibedakan tetapi bukan dipisahkan dengan pengetahuan. walaupun berguna tetapi terbatas dan tak mampu memberikan pemahaman yang lengkap. • Salah satu ciri keilmuan adalah berdaya ramal (bukan ramalan ssb). • Ilmu.menyeluruh tentang hakekat alam dan pengalaman nalar (personal experience).

aestetika. • Ilmu dan pengetahuan saling melengkapi (complementary). • Pemahaman yang lebih lengkap tentang hakekat suatu realitas bisa dicapai lewat perpaduan antara ilmu dengan pengetahuan. misalnya dalam usaha memahami hakekat alam dan keberadaan kita. etika dan agama. .lmu dan Pengetahuan • Oleh sebab itu kita memerlukan disiplin dan pendekatan lain. seperti yang ditempuh dalam filsafat.

• Ilmu merupakan cabang pengetahuan yang memiliki ciri-ciri tertentu • Ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemasikan. .Pengertian Ilmu • Ilmu merupakan pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu di bidang pengetahuan tersebut.

universal. tanda. syarat tertentu yaitu sistematik. terbuka dan kumulatip serta dapat dibuktikan kebenarannya secara empiris. rasional. • Pengetahuan adalah seluruh pengetahuan yang belum tersusun.Pengertian Ilmu • Ilmu adalah bagian dari pengetahuan yang mempunyai ciri. dapat diukur. . empiris. baik mengenai metafisik maupun fisik. objektip.

• Epistemologi tentang bagaimana. .Ciri Ilmu Pengetahuan Setiap pengetahuan memiliki ciri : • Ontologi yakni mengenai apa. Ktiga landasan ini saling berkaitan satu dengan lainnya. dan • Aksiologi yakni untuk apa pengetahuan tersebut disusun.

maka ontologi ilmu berkaitan dengan epistemologi ilmu dan ini berkaitan pula dengan aksiologi ilmu .Filsafat Ilmu Kajian secara mendalam tentang dasadasar ilmu sehingga perlu menjawab beberapa persoalan berikut: • Pertanyaan landasan ontologis. • Pertanyaan landasan epistemologis • Pertanyaan landasan aksiologis Karena ketiganya berkaitan erat satu dengan yang lainnya.

Bagaimana wujud yang hakiki dari obyek tersebut? 3.Filsafat Ilmu Landasan ontologis merupakan cara berpikir untuk menjawab pertanyaan: 1. Obyek apa yang ditelaah ilmu? 2. merasa. dan mengindera). Bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia (seperti berpikir. yang membuahkan pengetahuan Dari landasan ontologis ini adalah dasar untuk mengklasifikasi pengetahuan dan sekaligus bidang-bidang ilmu .

Bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu? 2.Filsafat Ilmu Landasan epistemologis menjawab pertanyaan: 1. Apa yang disebut kebenaran itu sendiri? 5. Bagaimana prosedur dan mekanismenya? 3. Cara/teknik/sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu? . Apakah kriterianya? 6. Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar? 4.

Filsafat Ilmu Landasan aksiologis untuk menjawab pertanyaan: 1. Bagaimana penemuan objek dan metode yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? 4. Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? 3. Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? 2. Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma .

2. Keduanya mencari rumusan yang sebaikbaiknya . Keduanya meberikan pengertian mengenai hubungan atau koheren yang ada antara kejadian. yaitu suatu pandangan yang bergandengan. Keduanya mempunyai metode dan sistim sendiri 5. Keduanya hendak memberikan penjelasan tentang kenyataan seluruhnya timbul dari hasrat manusia (objektivitas) akan pengetahuan yang lebih mendasar. Keduanya hendak memberikan sistetis. menyelidiki objek selengkap-lengkapnya sampai ke akar-akarnya.Persamaan dan Perbedaan Filsafat dan Ilmu Persamaan: 1. . 3.kejadian yang kita alami dan mencoba menunjukkan sebab-sebabnya. 4.

3. yang mutlak dan mendalam sampai mendasar. yang lebih peka. . yang sekunder. Objek material filsafat bersifat universal sedangkan objek material ilmu bersifat khusus dan empiris 2. 4. 5. sedangkan ilmu menunjukkan sebab-sebab yang tidak begitu mendalam. sedang ilmu harus diadakan riset lewat pendekatan trial and error. spesifik dan intensif serta bersifat tehnis.kritis dan pengawasan. yaitu menguraikan secara logis yang dimulai dari tidak tahu menjadi tahu. sedang ilmu bersifat diskursif. Filsafat memuat pertanyaan lebih jauh dan lebih mendalam berdasarkan pada pengalaman realitas seharihari. Filsafat diaksanakan dlm suatu susana pengetahuan yang menonjolkan daya spekulasi. Filsafat memberikan penjelasan yang terakhir. Objek formal filsafat bersifat non-fragmentaris sedangkan ilmu bersifat fragmentaris.Persamaan dan Perbedaan Filsafat dan Ilmu Perbedaan: 1.

Menjadi pedoman bagi para dosen dan mahasiswa dalam mendalami studi di perguruan tinggi terutama untuk membedakan persoalan yang ilmiah dan non ilmiah 4. Memahami sejarah pertumbuhan. 3. Mendalami unsur-unsur pokok ilmu. untuk mendapat gambaran tentang proses ilmu kontemporer secara historis. sehingga kita dapat memahami sumber. perkembangan dan kemajuan ilmu di berbagai bidang. Mempertegas bahwa dalam persoalan sumber dan tujuan antara ilmu dan agama tidak ada pertentangan . Mendorong para calon ilmuan dan ilmuan untuk konsisten dalam mendalami ilmu dan mengembangkannya 5.Tujuan Filsafat Ilmu 1. hakikat dan tujuan ilmu 2.

. • Kemampuan membeda-bedakan. dan • Kemampuan melakukan percobaan berdasarkan trial and error. Zaman purba: A. • Kemampuan memilih.Sejarah Perkembangan Ilmu(1) 1. Masa prasejarah (zaman batu) Perkembangan pengetahuan ditandai dengan : • Kemampuan mengamati.

) Sudah berkembang pengetahuan baca tulis dan menghitung. Sudah mampu mengembangkan aturan waktu berdasarkan tanda-tanda alam Semua pengetahuan didasari pada sifat alamiah . M.000 – 600 tahun s.Sejarah Perkembangan Ilmu(2) B. . Belum disertai pendalaman ilmiah atau analisis berpikir. tanpa disadari atau disengaja. • • • • Masa sejarah ( 15.

Pythagoras dan Euclid dalam ilmu pasti. Arcimedes dengan uji empirisnya. • Beberapa filsuf terkenal: Thales sebagai peletak dasar filsafat dan astronomi. dan sejumlah pelopor ilmu pengetahuan lainnya. Aristotles yang menulis tentang logika.Sejarah Perkembangan Ilmu(3) 2. Zaman mulainya penalaran ( 600 sM200M) • Mulainya dikembangkan penalaran oleh bangsa Yunani untuk menganalisis semua permasalahan yang dihadapinya. • Muncul rasionalitas sebagai komponen utama filsafat yang menerangkan fenomena alam secara logika. .

• • Al-khawarizmi menyusun buku aljabar. Abad pertengahan (antara 500-1500 M) • Perkembangan ilmu dalam kebudayaan Islam. Omar Khayam sebagai ahli matematika.Sejarah Perkembangan Ilmu(4) 3. Ekserimen ini dimulai oleh para ahli al kimia yang pada mulanya didorong oleh tujuan mendapatkan obat mujarab. Metode eksperimen dikembangkan oleh ilmuan Muslim pada abad keemasan Islam . . yang kemudian mengembangkan angka decimal. dsb. Ibnu Rushd mengembangkan faham evolusionisme.

Confucius.Sejarah Perkembangan Ilmu(5) • Pengembangan metode eksperimen yang berasal dari Timur ini mempunyai pengaruh penting terhadap cara berpikir manusia sebab dengan demikian dapat diuji berbagai penjelasan teoritis apakah sesuai dengan kenyataan empiris atau tidak. • Juga berkembang kebudayaan Asia Selatan dan Asia Timur seperti Lao Tse. . dan Jayabaya di Indonesia.

• Jatuhnya Konstantinopel memaksa ilmuan Eropah hijrah ke Eropah dan mengembangkan ilmu yang diperolehnya dari Timur Tengah. Zaman modern (mulai abad 14) dimana ilmu berkembang di Eropah dari tiga sumber utama. • Hubungan kerajaan Arab di Spanyol dengan Perancis • Perang salib (1100-1300m) dimana ilmu dan filsafat banyak dibawa ke Eropah dari Timur Tengah.Sejarah Perkembangan Ilmu(6) 4. .

b. c. . baik ilmu pengetahuan dan teknologi sejak ia menolak agama dan pemikiran-pemikiran yang spekulatif-kualitatif-spiritual. ilmu pengetahuan dan teknologi yang diciptakan. barat telah melaju. kita melihat beberapa fakta penting A.Sejarah Perkembangan Ilmu(7) Dari pendekatan sejarah. Didalam sejarah Barat. ada kesatuan antara latar belakang filsafat tertentu dengan kebudayaan. Pada abad ke 17 ilmu-ilmu alam dan sosial melepaskan diri dari metode filsafat yang spekulatif dan kuantitatif. Sesudah abad pertengahan.

atasu ilmu merupakan alat bagi manusia ntuk memecahkan permasalahan yang dihadapinya. • Jadi dengan ilmu. dan mencarikan jalan kluarnya. • Pengetahuan ilmiah. manusia dapat memanipulasi alam sesuai kebutuhannya ( teknologi) .PENGETAHUAN ILMIAH • Ilmu mempelajari alam sebagaimana adanya (das Sein) dan terbatas pada lingkup pengalaman kita • Pengetahuan dikumpulkan oleh ilmu dengan tujuan untuk menjawab permasalahan kehidupan yang dihadapi manusia.

PENGETAHUAN ILMIAH • Berdasarkan landasan ontologi (objek apa yang ditelaah ilmu) serta landasan aksiologi (untuk apa ilmu digunakan). • Bagaimana mendapatkan pengetahuan ilmiah yang benar melalui epistemologi untuk menjawab permasalahan mengenai dunia empiris yang akan digunakan sebagai alat untuk mneramalkan dan mengontrol gejala alam. maka kita harus mengembangkan landasan epistemologi ilmu yang lebh sesuai dengan kedua hal tersebut. .

EPISTEMOLOGI(1) Epistemologi merupakan pembahasan mengenai bagaimana kita mendapatkan pengetahuan yang meliputi: • Apa hakekat. jangkauan. ruang lingkup pengetahuan? • Apa manusia dimungkinkan mendapatkan pengetahuan? • Sampai batas mana pengetahuan yang dapat ditangkap manusia? • Apa sumber-sumber pengetahuan? .

.EPISTEMOLOGI(2) Persoalan epistemologi pengetahuan pada dasarnya adalah bagaimana mendapatkan pengetahuan yang benar dengan memperhitungkan aspek ontologi dan aksiologinya. Pengetahuan dikumpulkan oleh ilmu untuk menjawab berbagai permasalahan. Ilmu mempelajari alam sebagaimana adanya dan terbatas pada pengalaman kita.

Metode ilmiah adalah suatu tatacara / prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Dengan demikian maka ilmu merupakan pengetahuan yang didapatkan melalui metode ilmiah.EPISTEMOLOGI(3) Pengetahuan ilmiah atau ilmu merupakan alat bagi manusia dalam memecahkan berbagai permasalahan Ilmu mencoba mencarikan penjelasan mengenai alam menjadi kesimpulan yang bersifat umum dan inpersonal. .