Anda di halaman 1dari 3

Jenis Variabel

1. Dari sudut pandang kasual (sebab-akibat)
Dalam studi yang bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebabakibat dapat terjadi kemungkinan empat variabel yang berperanan,
yaitu (Kumar, 2005):
a. Variabel yang berubah, yang bertanggung jawab untuk membawa
perubahan dalam suatu fenomena
b. Variabel dampak, yang merupakan hasil dari pengaruh variabel
yang berubah
c. Variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel sebab dan
akibat
d. Variabel penghubung, yang pada situasi tertentu diperlukan untuk
menyempurnakan hubungan antara variabel sebab dan akibat.
Di dalam istilah penelitian variable yang berubah disebut sebagai
variabel bebas (independent variables), variabel dampak disebut
sebagai variabel terikat (dependent variables), variabel tak terukur
yang mempengaruhi hubungan antara variabel sebab dan akibat
disebut variabel tambahan (extraneous variables), dan variabel
penghubung

disebut

sebagai

variable

perantara

(intervening

variables). Oleh karena itu:
1) Variable bebas – suatu penyebab yang bertanggung jawab
membawa perubahan dalam suatu fenomena atau situasi.
2) Variable terikat – dampak atau hasil yang diperoleh akibat
adanya perubahan dari variable bebas.
3) Variable tambahan - beberapa factor lain dalam kehidupan
nayat yang bisa mempengaruhi perubahan terhadap variable
bebas. Factor-faktor ini tidak ditentukan dan tidak diukur
dalam studi, namun bisa jadi meningkatkan atau menurunkan
kekuatan hubungan antara variable bebas dan terikat.
4) Variabel perantara – kadang-kadang disebut juga sebagai
variable confound, menghubungkan variabel bebas dan
variabel

terikat.

Dalam

keadaan

dan

situasi

tertentu

hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat tidak
terjadi tanpa pengaruh atau intervensi variabel lainnya.

. dan variable kualitatif dan kuantitatif. dan sebagainya. yaitu: . 3. penghasilan. Dari sudut pandang unit ukuran Dari sudut pandang unit ukuran. diatur. 2. gender. terdapat dua cara pengelompokkan variable. Dalam keadaan seperti ini terdapat dua jenis variabel. dirubah atau dikontrol. Dari sudut pandang desain studi Studi yang dilakukan untuk menguji suatu hubungan antar variabel dapat dilakukan melalui eksperimen terkontrol. variable-variabel yang dikategorikan dalam unit ukuran dapat disebut sebagai variable kategorikal/diskrit dan variable kontinu. Variable diskrit ada tiga jenis.Variabel penyebab hanya akan memberikan pengaruh bila terdapat variable perantara. dan merefleksikan karakteristik studi populasi seperti usia. Misalnya mobil. yaitu: 1) Variabel aktif – variabel ang dimanipulasi. rumah dan sebagainya. Bila hal ini dilakukan maka variabel bebas dapat dimanipulasi atau diatur sedemikian rupa oleh peneliti atau orang yang berkepentingan. pendidikan. dirubah atau dikontrol. 2) Variabel atribut – variabel yang tidak dapat dimanipulasi. yaitu: a) Konstan – suatu variable yang dapat mempunyai hanya satu nilai atau kategori. diatur. pohon. air.Apakah unit ukuran merupakan suatu yang pasti (dalam skala angka - atau urutan) ataukah merupakan suatu yang berkelanjutan atau mengalir (dalam skala interval atau rasio) Apakah unit merupakan kualitatif (dalam skala angka atau urutan ataukah merupakan kuantitatif (dalam skala interval atau rasio) Sehingga dengan demikian. 1) Variable diskrit Variable diskrit diukur menggunakan ukuran skala angka atau urutan.

dapat diukur berdasarkan tahun. Kristen. usia. ‘sedang’. skor perilaku. Budha.b) Dikotomi – suatu variable yang dapat mempunyai dua kategori. baik/buruk. dsb). . 2) Variable kontinu Variabel kontinu diukur menggunakan ukuran skala interval atau rasio dan mempunyai keberlanjutan dalam pengukurannya. terdapat sedikit perbedaan diantara keduanya. jauh/dekat dan sebagainya. sedangkan kategori ‘rendah’. misalnya. Bagaimanapun. 3) Variable kualitatif Pada banyak sisi variable kualitatif mirip dengan variable diskrit sebab keduanya menggunakan skala angka atau urutan. Misalnya. Demikian juga penghasilan dapat diukur dalam rupiah atau dolar dan sen. seperti ya/tidak. seperti pengukuran penghasilan dalam rupiah atau dolar dan sen lalu dikembangkan suatu kategori seperti penghasilan ‘rendah’. dan sebagainya. derajat Celcius atau Fahrenheit. 4) Variable kuantitatif Variable kuantitatif mempunyai ukuran angka dan urutan seperti variable diskrit. Sebagai contoh. Hindu. c) Politomi – variable yang dapat dibagi menjadi lebih dari dua kategori. penghasilan. Katolik. bula. Usia. dan ‘tinggi’. Peneliti dapat mengambil sembarang nilai pada skala ukuran. atau bahkan hari. ‘sedang’. dimungkinkan untuk mengembangkan kategori berdasar ukuran yang dibuat pada skala kontinu. dan sebagainya. seperti dolar per tahun. Ukuran penghasilan dalam rupiah atau dolar dan sen digolongkan dalam ukuran pada variable kontinu. kaya/miskin. seperti agama (Islam. dan ‘tinggi’ merupakan variable kualitatif. namun biasanya pada variable kuantitatif juga terdapat satuan yang pasti.