Anda di halaman 1dari 21

A.

LATAR BELAKANG MIKROSKOP
Mikroskop merupakan alat bantu utama dalam melakukan pengamatan dan
penelitian dalam bidang biologi, karena dapat digunakan untuk mempelajari struktur
benda-benda yang kecil. Ada 2 macam mikroskop, yaitu mikroskop optik dan
mikroskop elektron. Mikroskop optik yang sering digunakan adalah mikroskop biologi
dan mikroskop stereo. Salah satu pengukur objek mikroskopis adalah mikrometer.
Ada 2 macam mikrometer yaitu mikrometer objektif dan mikrometer okuler. Alat ini
dapat berfungsi apabila dipakai bersama-sama dengan mikroskop.
Sedangkan mahasiswa sendiri tidak semuanya mengerti tentang permasalahan di
atas. Makalah ini dibuat dengan tujuan agar mahasiswa mengetahui macam-macam
mikroskop, bagian-bagian mikroskop dan fungsinya serta hal-hal lain yang berhubungan
dengan mikroskop itu sendiri.

Pengertian Mikroskop
Mikroskop adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk
dilihat dengan mata telanjang. Kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah
dilihat dengan mata. (Mikroskop wikipeda 27/09/2007)
Mikroskop adalah alat yang dapat digunakan untuk melihat suatu benda yang
jaraknya dekat dengan ukuran yang sangat kecil (mikron) untuk diperbesar agar dapat
dilihat secara detil. Sifat bayangan yang terjadi yaitu maya, terbalik dan diperbesar.
Biasanya digunakan untuk melihat bakteri, sel, virus, dan lain-lain. (Organisasi.Org
Komunitas & Perpustakaan Online Indonesia 2008)
Mikroskop sederhana terdiri dari dua buah lensa positif (cembung). Lensa positif
yang berdekatan dengan mata disebut lensa okuler. Lensa ini berfungsi sebagai lup.
Lensa positif yang berdekatan dengan benda disebut lensa objektif. Jarak titik api lensa
objektif lebih kecil dari pada jarak titik api lensa okuler.

Cara Menggunakan Mikroskop
Benda yang akan diamati diletakkan di antara F dan 2F dari lensa objektif.
Bayangan yang dihasilkan bersifat nyata, diperbesar, dan terbalik. Bayangan ini akan
menjadi benda bagi lensa okuler. Sifat bayangan yang dihasilkan lensa okuler ini adalah
maya, diperbesar, dan terbalik dari pertama. Bayangan ini merupakan bayangan akhir
dari Mikroskop yang kita lihat.

Macam-Macam Mikroskop
1. Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya memiliki perbesaran maksimal 1000 kali. Mikroskop memiliki
kaki yang berat dan kokoh agar dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop cahaya memiliki
tiga dimensi lensa yaitu lensa objektif, lensa okuler dan lensa kondensor. Lensa objektif
dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop. Lensa okuler pada
mikroskop bias membentuk bayangan tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Pada
ujung bawah mikroskop terdapat dudukan lensa objektif yang bias dipasangi tiga lensa
atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan
tempat preparat. Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk
menerangi objek dan lensa mikroskop yang lain.
Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari
yang dipantulkan oleh suatu cermin datar ataupun cekung yang terdapat di bawah
kondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar ke dalam kondensor. Pada
mikroskop modern sudah dilengkapi lampu sebagai pengganti cahaya matahari. Lensa
objektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur
dan bagian renik yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu
menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah. Lensa
okuler, merupakan lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung,
berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk memperbesar bayangan
yang dihasilkan oleh lensa objektif. Perbesaran bayangan yang terbentuk berkisar antara
4-25 kali. Lensa kondensor berfungsi untuk mendukung terciptanya pencahayaan pada
objek yang akan difokus, sehingga pengaturannya tepat akan diperoleh daya pisah
maksimal, dua benda menjadi satu. Perbesaran akan kurang bermanfaat jika daya pisah
mikroskop kurang baik. (Mikroskop wikipeda 27/09/2007)

2. Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk
benda yang berukuran relatif besar. Mikroskop stereo memiliki perbesaran 7 hingga 30
kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat dilihat secara 3 dimensi.
Komponen utama mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya. Lensa
terdiri atas lensa okuler dan lensa objektif.
Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah:
(1) Ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandingkan
dengan mikroskop cahaya sehingga kita dapat melihat bentuk tiga

bayangan benda harus direkam pada piringan peka cahaya (Photografi Plate). Karena cahaya ultraviolet tak dapat dilihat oleh mata manusia. Wheeler. Mikroskop ini menggunakan lensa kuasa. penggunaan cahaya ultraviolet untuk pencahayaan dapat meningkatkan daya pisah menjadi 2 kali lipat dari pada mikroskop biasa. Macam-macam mikroskop elektron: 1) Mikroskop transmisi elektron (TEM) 2) Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM) 3) Mikroskop pemindai elektron 4) Mikroskop pemindai lingkungan elektron (ESEM) 5) Mikroskop refleksi elektron (REM) (Mikroskop wikipeda 27/09/2007) 4. Mikroskop Ultraviolet Suatu variasi dari mikroskop cahaya biasa adalah mikroskop ultraviolet. (2) Sumber cahaya berasal dari atas sehingga objek yang tebal dapat diamati. Jakarta. Perbesaran lensa okuler biasannya 3 kali. Pada bagian bawah mikroskop terdapat meja preparat. dan mikroskop ini terlalu rumit serta mahal untuk dalam pekerjaan sehari-hari. Mikroskop elektron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektromagnetik yang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya. Karena cahaya ultraviolet memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dari pada cahaya yang dapat dilihat. (Mikroskop wikipeda 27/09/2007) 3. Pengaturan fokus objek terletak di samping tangkai mikroskop. mikrobiologi dasar. (Volk. yang menggunakan elektrostatik dan elektromagnetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan perbesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus dari pada mikroskop cahaya. Mikroskop Elektron Mikroskop elektron adalah sebuah mikroskop yang mampu melakukan perbesaran obyek sampai dua juta kali.dimensi benda yang diamati. 1988. Batas daya pisah lalu menjadi umum. sehingga perbesaran objek total minimal 30 kali. Pada daerah dekat lensa objektif terdapat lampu yang dihubungkan dengan transformator. sedangkan pengaturan perbesaran terletak di atas pengatur fokus. Erlangga) .

atau virus) dalam jaringan. 1988. (Volk. Wheeler. Erlangga). ricketsia. Hubungan ini tidak dapat ditangkap oleh mata manusia disebut fase. namun pada galibnya fragmabend hidup yang mikroskopik (jaringan hewan atau bakteri) tembus cahaya sehingga pada masingmasing tincram tak akan teramati.Gelap Mikroskop medan gelap digunakan untuk mengamati bakteri hidup khususnya bakteri yang begitu tipis yang hampir mendekati batas daya mikroskop majemuk. 1988. Berkas cahaya dari kerucut hampa ini dipantulkan dengan sudut yang lebih kecil dari bagian atas gelas preparat. Erlangga) 6. Mikrobiologi dasar. maka peristiwa itu terjadi apabila antigen yang dimaksud ada dan dilihat oleh antibodi yang ditandai dengan pewarna pendar. Dalam teknik ini protein antibodi yang khas mula-mula dipisahkan dari serum tempat terjadinya rangkaian atau dikonjungsi dengan pewarna pendar. kesulitan ini dapat diatasi dengan menggunakan mikroskop fase kontras. . Jakarta. Wheeler. Namun suatu susunan filter dan diafragma pada mikroskop fase kontras akan mengubah perbedaan fase ini menjadi perbedaan dalam terang yaitu daerah-daerah terang dan bayangan yang dapat ditangkap oleh mata dengan demikian nukleus (dan unsur lain) yang sejauh ini tak dapat dilihat menjadi dapat dilihat (Volk. Jakarta. Mikroskop Medan . Mikroskop medan – Gelap berbeda dengan mikroskop cahaya majemuk biasa hanya dalam hal adanya kondensor khusus yang dapat membentuk kerucut hampa berkas cahaya yang dapat dilihat. Wheeler.5. Mikrobiologi Dasar. apabila mikroskop biasa digunakan nukleus sel hidup yang tidak diwarnai dan tidak dapat dilihat. Karena reaksi antibodi-antigen itu bersifat khas. nukleus ini mengubah sedikit hubungan cahaya yang melalui materi sekitar inti. Jakarta. Erlangga) 7. Mikroskop Fase kontras Cara ideal untuk mengamati benda hidup adalah dalam keadaan alamiahnya: tidak diberi warna dalam keadaan hidup. walaupun begitu karena nukleus dalam sel. (Volt. 1988. Mikroskop Pender (Flourenscence Microscope) Mikroskop pender ini dapat digunakan untuk mendeteksi benda asing atau Antigen (seperti bakteri. Prinsip alat ini sangat rumit. Mikrobiologi dasar.

Fenomena Elektron Pada tahun 1920 ditemukan suatu fenomena di mana elektron yang dipercepat dalam suatu kolom [elektromagnet]. mirip seperti lensa optikal dapat digunakan untuk mengarahkan cahaya. Berikut penjelasannya: A. De Broglie menyatakan bahwa partikel bergerak manapun memiliki gelombang yang terkait dengannya. Beberapa kejadian historis dan proses pikir penting yang mengarah pada penemuan mikroskop elektron adalah: Pada tahun 1873. Selanjutnya ditemukan juga bahwa medan listrik dan medan magnet dapat berperan sebagai lensa dan cermin seperti pada lensa gelas dalam mikroskop cahaya. Mikroskop elektron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektromagnetik yang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya. Hans Busch menunjukkan bahwa lensa magnetik dapat digunakan untuk mengarahkan elektron. dan Ruska mendapat hadiah Nobel pada tahun 1986 untuk karyanya di bidang optik elektron. Pada tahun 1926. Sejarah penemuan Insinyur Jerman Max Knoll dan ahli fisika Ernst Ruska dikenal melalui pengembangan mikroskop elektron yang pertama pada tahun 1932. dalam suasana hampa udara (vakum) berkarakter seperti cahaya. yang menggunakan elektrostatik dan elektromagnetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus daripada mikroskop cahaya. . dengan panjang gelombang yang 100. C. B.Dalam makalah ini akan lebih dijelaskan mengenai Mikroskop Elektron. Pada tahun 1932. Pada tahun 1924.000 kali lebih kecil dari cahaya. Louis de Broglie memperkenalkan teorinya mengenai gelombang elektron. ahli fisika Hermann von Helmholtz dan Ernst Abbe mendemonstrasikan bahwa resolusi optis bergantung pada panjang gelombang dari sumber cahaya. Pengertian Mikroskop Elektron Mikroskop elektron adalah sebuah mikroskop yang mampu untuk melakukan pembesaran objek sampai 2 juta kali. dalam tesis doktoralnya. Ruska dan Knoll membuat mikroskop elektron pertama.

Untuk hasil karyanya ini maka dunia ilmu pengetahuan menganugerahinya hadiah Penghargaan Nobel dalam fisika pada tahun 1986.Pada tahun 1934. Pada tahun 1947. Namun. Gambar 1. Mikroskop transmisi eletron saat ini telah mengalami peningkatan . mikrograf tersebut masih berkualitas rendah. Albert Claude memulai penggunaan fiksasi osmium. yaitu jaringan tanaman sundew. seorang ilmuwan dari Universitas Berlin yaitu Dr. L. Ernst Ruska bersama rekannya. namun tiga tahun kemudian ia menyempurnakan karyanya tersebut dengan menambahkan lensa ketiga dan mendemonstrasikan kinerjanya yang menghasilkan resolusi hingga 100 nanometer (nm) (dua kali lebih baik dari mikroskop cahaya pada masa itu). menggabungkan penemuan ini dan membangun mikroskop transmisi elektron (TEM) yang pertama pada tahun 1931. Ernst Ruska (1906 – 1988) and Bodo von Borries (1905 – 1956) Mikroskop yang pertama kali diciptakannya adalah dengan menggunakan dua lensa medan magnet. Bodo von Borries. Marton mempublikasikan gambar tangkapan mikroskop elektron pertama tentang spesimen biologis. dan karena densitas osmium maka menghasilkan kontras yang lebih baik Setelah itu. yang membuat cross-links pada lipid.

Informasi struktural diperoleh dengan pencitraan resolusi tinggi dan difraksi elektron. TEM memiliki fungsi untuk analisis morfologi. Pada tahun 1931. TEM adalah mikroskop yang mampu untuk melakukan pembesaran objek sampai 2 juta kali. Ketika elektron ditumbukkan pada sebuah permukaan material. Untuk hasil karyanya ini. Mikroskop yang pertama kali diciptakannya menggunakan dua lensa medan magnet. namun adanya persyaratan bahwa obyek yang diamati harus setipis mungkin.kinerja hingga mampu menghasilkan resolusi hingga 0. membuat sebagian peneliti tidak terpuaskan. namun tiga tahun kemudian ia menyempurnakan karyanya tersebut dengan menambahkan lensa ketiga. struktur Kristal. Meskipun banyak bidang-bidang ilmu pengetahuan yang berkembang pesat dengan bantuan mikroskop transmisi elektron ini.1 nm (atau 1 angstrom) atau sama dengan pembesaran sampai satu juta kali. Ernst Ruska membuat mikroskop transmisi elektron (TEM) untuk pertama kali. Dari . dan komposisi spesimen. dunia ilmu pengetahuan menganugerahinya hadiah Penghargaan Nobel dalam bidang fisika pada tahun 1986. Dalam perkembangannya masalah ini terpecahkan dengan ditemukannya sebuah alat yang disebut mikrotom. Seorang ilmuwan dari universitas Berlin yaitu Dr. dari permukaan tersebut akan dipancarkan elektron. di mana elektron ditembuskan ke dalam obyek pengamatan dan pengamat mengamati hasil tembusannya pada layar. terutama yang memiliki obyek yang tidak dapat dibuat setipis mungkin. Mikroskop elektron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektromagnetik yang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya. yang menggunakan elektrostatik dan elektromagnetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus daripada mikroskop cahaya. lalu mendemonstrasikan hasil kinerjanya dan menghasilkan resolusi hingga 100 nanometer (nm). TEM cocok untuk menjadi teknik pencitraan material padat pada resolusi atomik. TEM menyediakan resolusi lebih tinggi dibandingkan SEM. D. Jenis-jenis mikroskop elektron 1) Mikroskop Transmisi Elektron (TEM) Mikroskop transmisi elektron (Transmission electron microscope – TEM) adalah sebuah mikroskop elektron yang cara kerjanya mirip dengan cara kerja proyektor slide. dan dapat memudahkan analisis ukuran atom (dalam jangkauan nanometer) menggunakan energi berkas electron sekitar 60 sampai 350 keV. Dengan alat ini spesimen bisa disayat dengan sangat tipis.

kedokteran. Komposit nano Hydroksiapatit-Polyamida (n-HA/PA66) merupakan salah satu aplikasi biomaterial yang digunakan untuk material scaffold tissue engginering dan tissue repair. TEM (Transmission Elektron Mikroskopi) merupakan salah satu mikroskop yang penting. Uji TEM sangat perlu dilakukan untuk mengetahui struktur kristal yang memberi konstribusi pada karakteristik material tersebut dan kandungan spesimennya. tapi masih belum cukup untuk membuktikan bahwa biomaterial tersebut layak untuk dimanfaatkan. Kemudian pada tahun 1931 kelompok ini berhasil menggerakkan gambar yang diperbesar dari grid mesh yang diletakkan di atas aperture anoda. Dalam bidang material. Ruang Vakum Ruang vakum merupakan tempat dimana interaksi elektron terjadi. dan alat inilah yang disebut mikroskop elektron pertama (TEM). itu merupakan asas kerja dari mikroskop elektron TEM yang banyak dipakai secara luas pada pengembangan material.  Komponen-Komponen TEM Berikut adalah komponen-komponen yang terdapat pada TEM beserta penjelasannya: a. namun hal ini tidak dapat menghasilkan apa-apa karena terkendala oleh panjang gelombang. bioteknologi dsb.  Gambaran Umum tentang TEM Dalam dunia riset. TEM sederhana tersebut hanya mampu melihat spesimen material hingga 16 kali pembesaran. Berikutnya max knoll di Universitas Teknologi Berlin Adolf Matthias.pancaran elektron ini bisa diketahui bentuk permukaan zat tersebut. Alat ini menggunakan dua lensa magnetik untuk mencapai perbesaran yang lebih tinggi. n-HA/PA66 memiliki sifat biokompatibilitas dan bioaktivitas yang baik. TEM pertama kali dirancang oleh Max Knoll dan Ernst Ruska. Perkembangan berikutnya kohler dan rohr menggunakan sinar ultraviolet. dan juga untuk . prinsip awalnya dilakukan dengan membatasi pencitraan gelombang cahaya terhadap objek yang akan dilihat. yaitu sekitar 10-4 Pa. TEM standar mempunyai tekanan rendah. mikroskop ini digunakan untuk mengetahui struktur material terutama bentuk kristal penyusun material yang tidak dapat dilihat dengan mikroskop biasa. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi perbedaan tegangan antara katoda dan ground. ditunjuk sebagai ketua tim peneliti untuk mengembangkan desain CRO yaitu desain defleksi ’sinar katoda’.

emas atau platinum. Grid biasanya terbuat dari tembaga. elektron "dipompa" dari pistol elektron ke lempeng anoda. yang dikenal sebagai semiangle perbedaan pistol. molibdenum. tetapi nilai ini tergantung pada tegangan percepatan. sebuah biasing circuit. Untuk spesimen Elektron transparan memiliki ketebalan sekitar 100 nm. Elektron dapat diekstraksi dengan menghubungkan filamen ke komponen power supply negatif.05 mm. dan kolom TEM. Pada operasi yang tepat. Dengan membentuk silinder Wehnelt sedemikian rupa sehingga memiliki muatan negatif lebih tinggi dari filamen itu sendiri untuk membuat elektron keluar dari filamen dengan cara diverging.5 mm. TEM membutuhkan film yang harus diganti secara teratur tiap ada objek sehingga TEM dilengkapi dengan sistem pemompaan ganda dan airlocks. dan sebuah extraction anode. yaitu berfungsi untuk meletakkan objek/preparat. electron gun inilah yang menghasilkan partikel-partikel elektron. Di dalam TEM spesimen stages ini berupa jaring-jaring yang bisa kita sebut dengan ’grid’. Pistol dirancang untuk membuat berkas elektron keluar dari rangkaian dalam beberapa sudut tertentu. sebuah Wehnelt cap. dengan ukuran ketebalannya mulai dari 100 pM. b. pola elektron dipaksa untuk memusat dengan diameter ukuran minimum crossover pistol. α. Spesimen stages Spesimen stages merupakan bagian yang fungsinya seperti meja preparat di mikroskop. Ukuran grid TEM standar ditunjukkan seperti cincin berdiameter 3. Electron gun memiliki beberapa komponen penting yaitu filament. . Sampel diletakkan pada grid dengan ukuran sekitar 2. Electron gun Electron gun merupakan bagian dari TEM yang sangat penting.mengurangi frekuensi tumbukan elektron dengan atom gas. c.

dengan memfokuskan sinar sejajar pada beberapa constant focal length. yang mungkin disebabkan oleh proses-proses yang tidak diinginkan seperti aberration. . polepiece harus diproduksi dengan cara yang sangat simetris. Biasanya kumparan dapat digunakan dengan tegangan tinggi. Kumparan yang menghasilkan medan magnet berada di dalam yoke. Lensa elektron dibuat dari besi. kumparan magnet. Thermal distributor digunakan sebagai peredam panas yang dihasilkan oleh energi yang hilang dari gulungan coil. Electron lens Lensa elektron dirancang dengan cara meniru lensa optik. Apertures digunakan untuk mengarahkan elektron agar dapat berjalan secara aksial. polepiece. atau karena difraksi dari interaksi dalam sampel. oleh karena itu memerlukan isolator untuk mencegah hubungan arus pendek pada komponen lensa. Lensa dapat beroperasi elektrostatis atau magnetis. dan sirkuit kontrol eksternal. Untuk lensa ini bidang yang dihasilkan harus radial simetris.Gambar elektron gun d. komposit besi-kobalt atau kobalt–nikel. Seluruh komponen termasuk ’yoke’. deviasi dari simetri radial lensa magnetik dapat menyebabkan aberasi seperti astigmatisme. Apertures Apertures merupakan lingkaran pelat logam yang terdiri dari sebuah cakram logam kecil yang cukup tebal. spherical and chromatic aberration. yaitu apertures dapat mengurangi berkas intensitas dan menghilangkan elektron yang tersebar di berbagai sudut tinggi. e. pole. Hal ini dapat menyebabkan efek simultan. Mayoritas lensa elektron untuk TEM menggunakan kumparan elektromagnetik untuk menghasilkan lensa cembung.

yang kemudian bertabrakan dengan spesimen dan berinteraksi sesuai dengan kerapatan dan muatan material. biasanya digunakan untuk menganalisa defek. penyaringan ini menghilangkan elektron yang tersebar pada sudut tinggi. Interaksi ini sangat dipengaruhi oleh bagaimana spesimen yang telah disiapkan. polimer.  Fungsi TEM Sebuah Transmisi Elektron Mikroskop memiliki desain dengan mikroskop cahaya biasa. yang mungkin disebabkan oleh proses-proses yang tidak diinginkan seperti aberration bola atau berwarna. Scanning transmission electron microscopy  Cara Kerja TEM . 3. yang mungkin diinginkan dalam kasus sampel balok sensitif. ukuran butiran dan distribusinya. atau karena difraksi dari interaksi dalam sampel. elektron sentral dalam TEM menyebabkan dua efek simultan: Pertama. endapan. aperture mengurangi intensitas berkas elektron yang disaring dari balok. hanya perbedaannya mikroskop cahaya menggunakan cahaya sedangkan TEM menggunakan elektron. Elektron energy loss spectroscopy 7. Kedua. Dengan menggunakan tabung sinar katoda atau filamen (sumber untuk menghasilkan elektron yang sangat baik) dalam ruang hampa. elektron dipercepat menuju spesimen yang diberikan dengan menciptakan perbedaan potensial. dan material lunak lainnya. Adapun Sinyal utama yang dapat dihasilkan oleh TEM cukup banyak. Phase contrast: dipakai untuk menganalisa kristalin material. Difraksi elektron 5. Mass/thickness contrast : dipakai untuk karakterisasi bahan amorf berpori. 4. 2. Characteristic X-ray (EDS) 6.Dengan adanya aperture. Diffraction contrast: dipakai untuk mengkarakterisasi kristal. antara lain: 1. Serangkaian magnet dan lubang logam digunakan untuk memfokuskan uap elektron menjadi monokromatik balok.

lensa objektif. Secara umum. Pembesaran TEM berasal dari rasio jarak antara spesimen dan lensa objektif. Perangkat ini dapat dihapus atau dimasukkan ke dalam jalur balok oleh operator sesuai kebutuhan. sedangkan fokus lensa objektif datang melalui sampel itu sendiri (dalam STEM mode pemindaian. medan elektrostatik dapat menyebabkan elektron didefleksikan melalui sudut yang konstan. seperti film. Berbeda dengan mikroskop optik yang lensanya bisa langsung difungsikan. Selain itu. Sistem Pencitraan dalam TEM terdiri dari layar fosfor. Dua pasang defleksi yang berlawanan arah dengan intermediete gap akan membentuk arah elektron yang menuju lensa. Lensa TEM memungkinkan adanya konvergensi.Prinsip kerja TEM dimulai dari sumber emisi (pistol elektron) yaitu tungsten filament dan sumber lanthanum hexaboride (LaB6). dengan sudut konvergensi yang sesuai variabel parameter. Lensa kondensor bertanggung jawab untuk pembentukan balok primer. Sistem perekaman gambar berdasarkan film atau doped YAG yang digabungkan CCD layar. yang diperlukan untuk memperbaiki (dan mempercepat) electron yang disimpan dalam ruang hampa . dan lensa proyektor. lensa quadrupole atau lensa hexapole. ada juga lensa objektif atas sampel untuk membuat konvergen insiden berkas elektron). lensa Quad dan hexapole digunakan untuk koreksi distorsi balok asimetris. Selain itu. TEM berkemampuan untuk mengubah perbesaran dengan cara memodifikasi jumlah arus yang mengalir melalui kumparan. Lensa proyektor digunakan untuk memperluas sinar ke layar fosfor atau perangkat pencitraan lain. Penggunaan medan magnet akan membentuk sebuah lensa magnetik dengan kekuatan fokus variabel yang baik. Interaksi elektron dengan medan magnet akan menyebabkan elektron bergerak sesuai dengan aturan tangan kanan. optik TEM bisa cepat berubah. TEM memiliki kekuatan lensa yang berubah-ubah. Dengan menghubungkan pistol ini dengan sumber tegangan tinggi (biasanya ~ 100-300 kV) pistol akan mulai memancarkan elektron baik dengan termionik maupun emisi medan elektron ke sistem vakum. Perlu dicatat bahwa konfigurasi TEM optik sangat berbeda dengan kenyataannya. partikel sulfida seng dibuat sehalus mungkin (10-100 pM) untuk pengamatan langsung oleh operator. Ekstraksi ini biasanya dibantu dengan menggunakan silinder Wehnelt. yang dikenal sebagai astigmatisme. Tiga tahapan itu adalah lensa kondensor. Biasanya TEM terdiri dari tiga tahap lensing. elektron dihamburkan oleh partikel di udara. sehingga memungkinkan elektromagnet untuk memanipulasi berkas elektron.

. oleh karena itu digantikan oleh rapid freezing. bertujuan untuk memperbesar kontras antara preparat yang akan diamati dengan lingkungan sekitarnya. Pelapisan/pewarnaan. Pelapisan/pewarnaan dapat menggunakan logam berat seperti uranium dan timbal. karena hanya dapat menembus 50100nm. Spesimen ini kemudian dapat diiris dengan sebuah ultramicrotome. Dengan memasukkan spesimen ke dalam sebuah polesan blok tembaga dingin dengan helium. Selain itu. diperlukan persiapan sediaan dengan tahap sebagai berikut: 1. elektron tidak dapat menembus spesimen yang sangat tebal lapisannya. Fiksasi dapat dilakukan dengan menggunakan senyawa glutaraldehida atau osmium tetroksida. Untuk memastikan sepenuhnya. Oleh karena itu. Preparation of thin sections Pengambilan sampel dengan ferri osmium (stabilizes lipid bilayers and proteins) dan glutaldehyde (biasanya dilakukan di awal. untuk melihat spesimen hidup di bawah TEM sulit untuk dilakukan. 2. Melakukan fiksasi. Spesimen dalam bentuk ini dapat diiris dengan baik dengan pisau berlian atau ultra-mikrotom untuk membuat bagian tipis yang bebas dari air dan zat volatil. yang bertujuan untuk mematikan sel tanpa mengubah struktur sel yang akan diamati. air sangat dingin dimasukkan ke dalam es vitreous. 3.untuk mencegah interaksi yang tidak diinginkan. specimen harus diawetkan tanpa merusak struktur aslinya yang dimungkinkan untuk pembekukan cepat spesimen dengan sedemikian rupa sehingga mencegah molekul-molekul air dari menata ulang strukturnya sendiri. kurang umum digunakan. Prosedur ini. Rapid freezing: Pembuatan lapisan tipis suatu specimen yang diuji dengan TEM tidak menjamin bahwa specimen tersebut dapat dilihat di bawah mikroskop menyerupai struktur dalam bentuk (ikatan kovalen protein yang bermasalah) yang sebenarnya. 1. Agar pengamat dapat mengamati preparat dengan baik. ikat silang protein dengan ikatan kovalen) memungkinkan spesimen untuk mengalami dehidrasi dan diresap oleh resin monomer.

Publikasi pertama kali yang mendiskripsikan teori SEM dilakukan oleh fisikawan Jerman dR. Vladimir Kosma Zworykin[2]. gambar dibuat berdasarkan deteksi elektron baru (elektron sekunder) atau elektron pantul yang muncul dari permukaan sampel ketika permukaan sampel tersebut dipindai dengan sinar elektron. sehingga bisa digunakan untuk melihat obyek dari sudut pandang 3 dimensi.2) Mikroskop pemindai elektron (SEM) Mikroskop pemindai elektron (SEM) yang digunakan untuk studi detail arsitektur permukaan sel (atau struktur jasad renik lainnya). Max Knoll pada 1935. Di layar CRT inilah gambar struktur obyek yang sudah diperbesar bisa dilihat. Pada 1942 tiga orang ilmuwan Amerika yaitu Dr. Dr. Elektron sekunder atau elektron pantul yang terdeteksi selanjutnya diperkuat sinyalnya.000 kali. benar-benar membangun sebuah mikroskop elektron metode pemindaian (SEM) dengan resolusi hingga 50 nm atau magnifikasi 8. meskipun fisikawan Jerman lainnya Dr. yang bertujuan untuk mematikan sel tanpa mengubah struktur sel yang akan diamati.  Sejarah penemuan Tidak diketahui secara persis siapa sebenarnya penemu Mikroskop pemindai elektron (Scanning Electron Microscope-SEM) ini. Pada proses operasinya. kemudian besar amplitudonya ditampilkan dalam gradasi gelap-terang pada layar monitor CRT (cathode ray tube). SEM tidak memerlukan sampel yang ditipiskan. Manfred von Ardenne mengklaim dirinya telah melakukan penelitian suatu fenomena yang kemudian disebut SEM hingga tahun 1937.000 kali. tidak satu pun dari keduanya mendapatkan hadiah nobel untuk penemuan itu. Snijder. Mungkin karena itu. diperlukan persiapan sediaan dengan tahap sebagai berikut : 1. dan obyek diamati secara tiga dimensi. Mikroskop elektron cara ini memfokuskan sinar elektron (electron beam) di permukaan obyek dan mengambil gambarnya dengan mendeteksi elektron yang muncul dari permukaan obyek.  Preparasi sediaan Agar pengamat dapat mengamati preparat dengan baik. Pada SEM. dan Dr. James Hillier. melakukan fiksasi.  Cara kerja Cara terbentuknya gambar pada SEM berbeda dengan apa yang terjadi pada mikroskop optic dan TEM. Sebagai perbandingan SEM modern sekarang ini mempunyai resolusi hingga 1 nm atau pembesaran 400. fiksasi dapat dilakukan dengan .

berupa lensa magnetis karena elektron yang bermuatan negatif dapat dibelokkan oleh medan magnet. Pistol elektron. 3. Pelapisan/pewarnaan dapat menggunakan logam mulia seperti emas dan platina. 3. Cahaya hanya mampu mencapai 200 nm sedangkan elektron bisa mencapai resolusi sampai 0. . Elektron memiliki resolusi yang lebih tinggi daripada cahaya. karena elektron sangat kecil dan ringan maka jika ada molekul udara yang lain elektron yang berjalan menuju sasaran akan terpencar oleh tumbukan sebelum mengenai sasaran sehingga menghilangkan molekul udara menjadi sangat penting.2 nm. dehidrasi. Lensa untuk elektron. Sistem vakum. pelapisan/pewarnaan. Dibawah ini diberikan perbandingan hasil gambar mikroskop cahaya dengan elektron. yang bertujuan untuk memperendah kadar air dalam sayatan sehingga tidak mengganggu proses pengamatan.1 – 0. 2. Jika elektron mengenai suatu benda maka akan timbul dua jenis pantulan yaitu pantulan elastis dan pantulan non elastis seperti pada gambar dibawah ini. biasanya berupa filamen yang terbuat dari unsur yang mudah melepas elektron misal tungsten. 2. Di samping itu dengan menggunakan elektron kita juga bisa mendapatkan beberapa jenis pantulan yang berguna untuk keperluan karakterisasi. bertujuan untuk memperbesar kontras antara preparat yang akan diamati dengan lingkungan sekitarnya.menggunakan senyawa glutaraldehida atau osmium tetroksida. Pada sebuah mikroskop elektron (SEM) terdapat beberapa peralatan utama antara lain: 1.

Sinyal-sinyal tersebut dijelaskan pada gambar di bawah ini.edu) Ada beberapa sinyal yang penting yang dihasilkan oleh SEM.  Sinar elektron yang terfokus memindai (scan) keseluruhan sampel dengan diarahkan oleh koil pemindai. permukaan yang tinggi berwarna lebih cerah dari permukaan rendah. Sedangkan backscattered .  Ketika elektron mengenai sampel maka sampel akan mengeluarkan elektron baru yang akan diterima oleh detektor dan dikirim ke monitor (CRT). Perbedaan gambar dari sinyal elektron sekunder dengan backscattered adalah sebagai berikut: elektron sekunder menghasilkan topografi dari benda yang dianalisa.Prinsip kerja dari SEM adalah sebagai berikut:  Sebuah pistol elektron memproduksi sinar elektron dan dipercepat dengan anoda. Dari pantulan inelastis didapatkan sinyal elektron sekunder dan karakteristik sinar X sedangkan dari pantulan elastis didapatkan sinyal backscattered electron. Secara lengkap skema SEM dijelaskan oleh gambar dibawah ini: (sumber:iastate.  Lensa magnetik memfokuskan elektron menuju ke sampel.

elektron memberikan perbedaan berat molekul dari atom–atom yang menyusun permukaan. Contoh perbandingan gambar dari kedua sinyal ini disajikan pada gambar di bawah ini. Permukaan yang tinggi akan lebih banyak melepaskan elektron dan menghasilkan gambar yang lebih cerah dibandingkan permukaan yang rendah atau datar. . Sedangkan mekasime kontras dari backscattered elektron dijelaskan dengan gambar dibawah ini yang secara prinsip atom–atom dengan densitas atau berat molekul lebih besar akan memantulkan lebih banyak elektron sehingga tampak lebih cerah dari atom berdensitas rendah. atom dengan berat molekul tinggi akan berwarna lebih cerah daripada atom dengan berat molekul rendah. Maka teknik ini sangat berguna untuk membedakan jenis atom. Mekanisme kontras dari elektron sekunder dijelaskan dengan gambar dibawah ini.

Komposisi: Menganalisa komposisi dari permukaan benda secara kuantitatif dan kualitatif. Dengan EDS kita juga bisa membuat elemental mapping (pemetaan elemen) dengan memberikan warna berbeda–beda dari masing–masing elemen di permukaan bahan.edu) Aplikasi dari teknik SEM – EDS dirangkum sebagai berikut: 1. EDS bisa digunakan untuk menganalisa secara kunatitatif dari persentase masing–masing elemen. Maka setelah ditembakkan pada posisi yang diinginkan maka akan muncul puncak – puncak tertentu yang mewakili suatu unsur yang terkandung. Sebagian besar alat SEM dilengkapi dengan kemampuan ini. Contoh dari aplikasi EDS digambarkan pada diagram dibawah ini. reflektivitas dsb) 2. Topografi: Menganalisa permukaan dan teksture (kekerasan.Namun untuk mengenali jenis atom di permukaan yang mengandung multi atom para peneliti lebih banyak mengunakan teknik EDS (Energy Dispersive Spectroscopy). Morfologi: Menganalisa bentuk dan ukuran dari benda sampel 3. yaitu dengan menembakkan sinar X pada posisi yang ingin kita ketahui komposisinya. EDS dihasilkan dari Sinar X karakteristik. namun tidak semua SEM punya fitur ini. (sumber: umich. .

sekarang bernama FEI Company) telah menemukan suatu cara guna menangkap elektron dari obyek untuk mendapatkan gambar dan memproduksi muatan positif dengan cara mendesain sebuah . jika tidak konduktor maka perlu dilapis logam seperti emas. Sampel harus bahan yang konduktif. Teknologi ESEM ini dirintis oleh Gerasimos D. seorang kelahiran Yunani yang bermigrasi ke Australia pada akhir tahun 1972 dan memperoleh gelar Ph. Dalam arti kata lain ESEM ini memungkinkan dilakukannya penelitian obyek baik dalam keadaan kering maupun basah. 3) Mikroskop Elektron Pemindai Lingkungan (ESEM) Environmental Scanning Electron Microscope (ESEM) ini merupakan pengembangan dari SEM. yang dikembangkan guna mengatasi obyek pengamatan yang tidak memenuhi syarat sebagai obyek TEM maupun SEM. Danilatos. Obyek yang tidak memenuhi syarat seperti ini biasanya adalah spesimen alami yang ingin diamati secara detil tanpa merusak atau menambah perlakuan yang tidak perlu terhadap obyek. Memerlukan kondisi vakum 2.D dari Universitas New South Wales (UNSW) pada tahun 1977 dengan judul disertasi Dynamic Mechanical Properties of Keratin Fibres . Dr. yang apabila menggunakat alat SEM konvensional perlu ditambahkan beberapa trik yang memungkinkan hal tersebut bisa terlaksana. yang merupakan suatu inovasi besar bagi dunia mikroskop elektron serta merupakan kemajuan fundamental dari ilmu mikroskopi. Sebuah perusahaan di Boston yaitu Electro Scan Corporation pada tahun 1988 (perusahaan ini diambil alih oleh Philips pada tahun 1996. Danilatos dikenal sebagai pionir dari teknologi ESEM. Hanya menganalisa permukaan 3. Resolusi lebih rendah dari TEM 4.Sedangkan kelemahan dari teknik SEM antara lain: 1. Deengan teknologi ESEM ini dimungkinkan bagi seorang peneliti untuk meneliti sebuah objek yang berada pada lingkungan yang menyerupai gas yang betekanan rendah (lowpressure gaseous environments) misalnya pada 10-50 Torr serta tingkat humiditas diatas 100%.

detektor yang dapat menangkap elektron dari suatu obyek dalam suasana tidak vakum sekaligus menjadi produsen ion positif yang akan dihantarkan oleh gas dalam ruang obyek ke permukaan obyek. Tehnik ini secara khusus digunakan dengan menggabungkannya dengan tehnik refleksi difraksi elektron energi tinggi (Reflection High Energy Electron Diffraction) dan tehnik Refleksi pelepasan spektrum energi tinggi (reflection high-energy loss spectrum . Best Scientific Photography Award (Perancis 1999). di antaranya adalah beberapa gas ideal dan gas lain. dan Grand Prix Best Popular and Informative Scientific Film (Perancis 1999).RHELS) . Kini perusahaan yang sama tengah menggarap film seri berjudul "Fly Wars" yang rata-rata memakai sekitar lima menit pengambilan gambar dengan ESEM Pada film tersebut dapat dilihat dengan detail setiap lembar bulu yang dimiliki lalat dalam pertempurannya. Film ini ditayangkan juga di stasiun televisi Zweites Deutsches Fernsehen Jerman. namun sistem ini menggunakan deteksi pantulan elektron pada permukaan objek. Namun. yang memberikan hasil gambar yang terbaik hanyalah uap air. film berjudul Cannibal Mites memenangkan beberapa penghargaan di antaranya Edutainment Award (Jepang 1999). 4) Mikroskop refleksi elektron (REM) Reflection Electron Microscope (REM). adalah mikroskop elektron yang memiliki cara kerja yang serupa dengan cara kerja TEM. Dari beberapa film yang dibuat. Sebuah perusahaan film dari Perancis bahkan berhasil merekam kehidupan makhluk kecil dan memfilmkannya secara nyata.  Pembuatan film dengan mikroskop ESEM Dengan melakukan penambahan peralatan video maka pengamat dapat melakukan pengamatan dengan mikroskop elektron secara terus menerus pada obyek yang hidup. Discovery Channel di AS dan Britania Raya. Untuk sample dengan karakteristik tertentu uap air kadang kurang memberikan hasil yang maksimum. Beberapa jenis gas telah dicoba untuk menguji teori ini.

. dan digunakan untuk melihat struktur mikro dari medan magnet.5) Spin-Polarized Low-Energy Electron Microscopy (SPLEEM) Spin-Polarized Low-Energy Electron Microscopy (SPLEEM) ini adalah merupakan Variasi lain yang dikembangkan dari teknik yang sudah ada sebelumnya.