Anda di halaman 1dari 9

FAKULTAS KEDOKTERAN – UNIVERSITAS DIPONEGORO

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS
KEPERAWATAN JIWA

RESUME
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA : HARGA DIRI RENDAH
PADA KLIEN TN. B DI RUANG X RUMAH SAKIT JIWA DAERAH
Dr. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG
I.

Identitas klien
Nama

: Tn. B

Umur

: 23 tahun

Jenis kelamin

: Laki-Laki

Suku

: Jawa

Agama

: Islam

Status perkawinan

: Belum kawin

Alamat

: Kudus.

No. RM

: 04 03 17

Tanggal dirawat

: 15 Agustus 2005

Tanggal pengkajian : 19 Agustus 2005
II.

Alasan Masuk
± 4 bulan klien tidak mau keluar rumah, dan ± 1, 5 bulan sebelum masuk
rumah sakit klien diam saja tidak mau makan. ± 1 minggu sebelum masuk
rumah sakit klien bicara sendiri, klien tidak mau mandi kalau tidak disuruh,
klien tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasanya, hubungan
dengan keluarga dan tetangga baik dan waktu luang klien digunakan untuk
melamun.

III.

Faktor predisposisi

Klien mengatakan ingin meneruskan sekolah ke perguruan tinggi tetapi
tidak mempunyai biaya.

Keluhan fisik : Klien mengatakan tidak ada keluhan fisik. Pemeriksaan Fisik 1. Tanda vital : TD : 110 / 70 mmHg. Klien mengatakan teman-teman seusia klien sudah bekerja dan berkeluarga dan tinggal klien yang belum berkeluarga. V. tetapi mempunyai banyak teman.  Klien pernah bekerja ikut pamannya.  Klien belum pernah mengalami saki seperti sekarang ini. Klien adalah seorang yang pendiam.  IV. Ukur : TB : 175 cm. N : 80 x / menit. BB : 56 kg 3. RR : 18 x / mnt 2. Genogram Keterangan : : Klien : Meninggal : Tinggal Serumah : Wanita : Laki-laki 2 . Psikososial 1.  Dalam keluarga klien tidak ada yang mempunyai sakit seperti klien. tetapi sudah 5 bulan ini menganggur karena tidak ada proyek. S : 36 5oC.

Harga diri Keluarga mengatakan ”Selama di rumah. b. Gambaran diri Klien mengatakan tidak mengalami gangguan pada tubuhnya dank lien mengatakan menyukai tubuhnya. banyak teman. b. klien mudah bergaul. B tidak ada yang menderita gangguan jiwa selain pada Tn B Masalah keperawatan : Tidak ada masalah 2. Masalah Keperawatan : Gangguan konsep diri : harga diri rendah c. Klien dapat bekerja lagi seperti dulu. klien tidak mau keluar rumah. Masalah keperawatan: Tidak ada masalah. kerusakan 3 . 3. setiap kali disuruh dolan klien mengatakan bahwa temantemannya sudah bekerja dan rumahnya jauh-jauh. Peran serta dalam kelompok atau masyarakat Sebelum klien mengalami gangguan jiwa. tidak percaya diri untuk bergaul dengan orang lain. Ideal diri Klien mengatakan tidak tahu alas an dibawa ke rumah sakit. Masalah Keperawatan: Gangguan konsep diri: ideal diri. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain Klien mulai tidak mau bergaul dengan orang lain karena merasa malu dengan kondisinya. Masalah Keperawatan : Interaksi Sosial. minder. Tn B jarang keluar rumah. Konsep diri a. Akan tetapi sejak klien tidak bekerja. Klien mengatakan sudah 5 bulan ini klien menganggur tidak bekerja. Masalah keperawatan: Interaksi sosial: Kerusakan.Dalam keluarga Tn. malu bergaul. Hubungan sosial a.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah. tetapi sejak klien sakit klien jadi malasmenjalankan sholat. nada sedang. meskipun jawaban singkat. rambut pendek. kulit bersih. Klien kooperatif saat diajak bicara. Aktifitas motorik Klien mengatakan malas beraktivitas. Persepsi Pasien tidak pernah mendengar suara bisikan. 6. 5. Kegiatan ibadah Klien tidak lagi menjalankan ibadahnya. pembicaraan klien sesuai. Masalah Keperawatan : Gangguan aktivitas. Status mental 1. 2. Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah. Nilai dan keyakinan Klien beragama Islam. Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah. mau menjawab pertanyaan perawat. Pembicaraan Bicara lambat. Spiritual a. b. 4 . Penampilan Penampilan klien rapi. Masalah Keperawatan: Distress spiritual VI. Menurut keluarga klien dahulu rajin menjalankan sholat. Masalah keperawatan: Distress spiritual. 3. tetapi berulang kali ia palingkan muka.4. Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah. Interaksi selama wawancara Kontak mata ada. klien terlihat duduk-duduk saja di teras. 4. Alam perasaan Saat berinteraksi dengan klien bila stresornya menyenangkan klien juga terlihat senang dan bila sedih klien diam saja.

8. Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah. Tingkat kesadaran Klien dapat berorientasi terhadap orang-orang terdekat. Proses fikir Pembicaraan klien bisa dimengerti oleh perawat. Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah. Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah. Tingkat konsentrasi dan berhitung Klien masih bisa berhitung dan menjawab pertanyaan ringan. Mekanisme koping Sebelum sakit jiwa. Namun sejak sakit. tidak mau bekerja lagi. sedih terus. 7.Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah. jawaban koheren dengan pertanyaan yang diajukan. klien tahu tempat dan waktu Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah. klien dapat menceritakan memori jangka pendek. Daya tilik diri Sekarang klien mengingkari sakitnya Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah. VII. klien adalah seorang yang pendiam tetapi mudah bergaul banyak teman. klien selalu membicarakan dengan ibunya. Tidak ada sirkumtansial dan blocking. 11. pendiam. 10. Selama komunikasi dengan perawat. klien menjadi orang yang pasif. jika klien terdapat masalah. Masalah Keperawatan : koping individu inefektif 5 . dapat diobservasi bahwa pembicaraan klien terarah. Memori Klien masih bisa menceritakan saat klien di rumah. 9.

Klien mengetahui tempat sekarang klien di rawat dan waktu. Aspek medik Diagnosa medik : F. kerusakan IX. Resiko perubahan persepsi sensori : halusinasi.3 / schizofrenia tak terinci Terapi medik : Zofredal THP 2 x 2 mg 2 x 2 mg Dogmatil inj 2 x : Pagi. Masalah keperawatan: Tidak ada masalah.VIII. Daftar masalah keperawatan 1. Pengetahuan Klien mengatakan di bawa ke rumah sakit tidak mengetahui penyebabnya. Kerusakan interaksi sosial : menarik diri 6 . 2. siang. klien tidak pernah bergaul dengan lingkungan Masalah Keperawatan: Interaksi Sosial. Masalah psikososial dan lingkungan Semenjak klien sakit jiwanya. Gangguan konsep diri : harga diri rendah 3. X. XI.20.

kadang memalingkan muka saat diajak komunikasi dank lien serring duduk-duduk saja di teras. jarang bergaul. O:  Klien tampak diam. S: Isolasi sosial: Menarik diri 7 .  Selama di rumah sakit klien selalu menyendiri.  Klien merngatakan malas dolan ketempat temannya karena temannya sudah bekerjasemua dan sudah menikah. hanya bicara seperlunya bila ada menjawab pertanyaan. lesu. tidak percaya diri untuk bergaul dengan orang lain. O:  Klien terlihat malas beraktifitas dank lien terlihat hanya duduk-duduk di teras saja. Tn diri rendah J jarang bergaul.XII. S:  Gangguan konsep diri : harga Keluarga mengatakan ”Selama di rumah.”  Keluarga mengatakan setiap kali disuruh dolan klien mengatakan bahwa temantemannya sudah bekerja dan rumahnya jauh-jauh. Analisa data DATA FOKUS MASALAH KEPERAWATAN Resiko perubahan persepsi S:  Keluarga mengatakan bahwa selama di sensori: halusinasi rumah klien lebih senang menyendiri. minder.

klien mudah bergaul. Pohon Masalah Resiko perubahan persepsi sensori : halusinasi IIsolasi sosial: menarik diri CR Harga diri rendah Berduka disfungsional: Kegagalan XIV. Harga diri rendah berhubungan dengan berduka disfungsional: kegagalan. Akan tetapi sejak klien tidak bekerja. Klien mulai tidak mau bergaul dengan  orang lain karena merasa malu dengan kondisinya. klien tidak mau keluar rumah. Sebelum klien mengalami gangguan jiwa. Resiko perubahan persepsi sensori : halusinasi berhubungan dengan menarik diri 2. Daftar Diagnosa Keperawatan 1. banyak teman. XIII. O:  Klien tampak lebih senang menyendiri dan menghabiskan banyak waktunya untuk melamun di teras. Isolasi sosial: MD berhubungan dengan harga diri rendah 3. 8 .

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN RUMAH SAKIT JIWA DAERAH Dr. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG Nama klien:Tn H Ruangan:UGD RM: 038096 Tanggal Diagnosa Perawatan Rencana Tindakan Keperawatan Implementasi Evaluasi .