Anda di halaman 1dari 4

“PROSEDUR KLINIS EPILEPSI”

SOP
PUSKESMAS
KECAMATAN
CILANDAK
1. Pengertian

No. Dokumen

: SOP-79/UPU-CLDK/06-2015

No. Revisi

: 00

Tanggal terbit

: 1 Juni 2015

Halaman

: 1 dari 4

KEPALA PUSKESMAS

:

dr. L U I G I
NIP :
197909082006042007

1. Epilepsi didefinisikan sebagai suatu keadaan yang ditandai oleh bangkitan
epilepsi berulang berselang lebih dari 24 jam yang timbul tanpa provokasi,
sedangkan yang dimaksud dengan bangkitan epilepsi adalah manifestasi
klinis yang disebabkan oleh aktivitas listrik otak yang abnormal dan
berlebihan dari sekelompok neuron.
2. Gejala sebelum, selama dan paska bangkitan
a. Keadaan penyandang saat bangkitan: duduk/ berdiri/ bebaring/ tidur/
berkemih.
b. Gejala awitan (aura, gerakan/ sensasi awal/ speech arrest).
c. Pola/bentuk yang tampak selama bangkitan: gerakan tonik/klonik,
vokalisasi, otomatisme, inkontinensia, lidah tergigit, pucat berkeringat,
deviasi mata.
d. Keadaan setelah kejadian: bingung, terjaga, nyeri kepala, tidur, gaduh
gelisah, Todd’s paresis.
e. Faktor pencetus: alkohol, kurang tidur, hormonal.
f. Jumlah pola bangkitan satu atau lebih, atau terdapat perubahan pola
bangkitan
3. Pemeriksaan neurologis
a. todds paresis (hemiparesis setelah kejang yang terjadi sesaat), trans
aphasic syndrome (afasia sesaat) yang tidak jarang dapat menjadi
petunjuk lokalisasi.
b. tanda-tanda disfungsi system saraf permanen (epilepsi simptomatik) dan
walaupun jarang apakah ada tanda-tanda peningkatan tekanan
intrakranial.
4. Pemeriksaan Penunjang
EEG, pemeriksaan pencitraan otak, pemeriksaan laboratorium lengkap dan
pemeriksaan kadar OAE.
5. Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik umum dan
neurologis.
6. Diagnosis Banding
a. Sinkop
b. Transient Ischemic Attack
c. Vertigo
d. Global amnesia
e. Tics dan gerakan involunter
7. Komplikasi: 8. Penatalaksanaan

====

Dilarang Mengcopy Naskah Ini Tanpa Seijin WMM Puskesmas Kecamatan Cilandak

Kriteria Rujukan Setelah diagnosis epilepsi ditegakkan maka pasien segera dirujuk ke pelayanan sekunder yang memiliki dokter spesialis saraf. Referensi 1. SK Kepala Puskesmas No : 68 Tahun 2015 tentang Penyampaian Hak dan Kewajiban Pasien dan Keluarganya 6. SK Kepala Puskesmas No : 77 Tahun 2015 tentang Jenis-jenis Pelayanan n yang tersedia 2. 5. Kebijaka 1. Tujuan Prosedur ini sebagai acuan dalam penatalaksanaan Epilepsi di Puskesmas Kecamatan Cilandak. Dokumen : SOP-79/UPU-CLDK/06-2015 No. L U I G I : NIP : 197909082006042007 OAE Dosis (mg/hr) Carbamazepine 400-600 Titrasi Carbamazepine Mulai 100/200 ditingkatkan sampai dalam 1-4 minggu Phenytoin Titrasi Phenytoin 200-300 200-400 1-2 X Mulai 100 mg/hr ditingkatkan sampai target dalam 3-7 hari 500-1000 500-2500 2-3 X (untuk CR 1-2 X) Mulai 500 mg/hr ditingkatkan bila perlu setelah 7 hari Valproic Acid Titrasi Valproic Acid awal Dosis Rumatan (mg/hr) 400-1600 Jumlah dosis/hr 2-3 X (untuk CR 2X) mg/hr target Phenobarbital Titrasi Phenobarbital 50-100 50-200 1 Mulai 30-50 mg malam hari ditingkatkan bila perlu setelah 10-15 hari Clonazepam Clobazam 1 10 4 10-30 1 atau 2 1-2X 9. Revisi : 00 Tanggal terbit : 1 Juni 2015 Halaman : 2 dari 4 KEPALA PUSKESMAS dr.“PROSEDUR KLINIS EPILEPSI” SOP PUSKESMAS KECAMATAN CILANDAK No. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 tahun 2014 tentang Puskesmas 2. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 5 tahun 2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Pelayanan Primer ==== Dilarang Mengcopy Naskah Ini Tanpa Seijin WMM Puskesmas Kecamatan Cilandak . 4.

Lembaran resep luar 4. Petugas melakukan dokumentasi kegiatan yang dilakukan. Dokter melakukan pemeriksaan penunjang : Laboratorium 4. Revisi : 00 Tanggal terbit : 1 Juni 2015 Halaman : 3 dari 4 KEPALA PUSKESMAS : dr. Dokter melakukan rujukan jika sudah terjadi komplikasi dan keadaannya semakin berat. Dokter mendiagnosa Epilepsi 5. Pelayanan 24 jam Terkait 11. Dokumen : SOP-79/UPU-CLDK/06-2015 No.1. Unit Poli Umum. Dokumen 1. L U I G I NIP : 197909082006042007 7. Dokter memberikan edukasi mengenai penyakit Epilepsi dan menjelaskan tentang rencana pengobatan.“PROSEDUR KLINIS EPILEPSI” SOP PUSKESMAS KECAMATAN CILANDAK No. Stetoskop 1. Dokter memberikan tata laksana / resep sesuai dengan diagnosis. 8.1.2. Surat rujukan 12. Tabung oksigen 2. 6. Surat rujukan 8.4. Perawat melakukan pengukuran tekanan darah.1. Buku status pasien terkait 2. Lembaran resep internal 3. Alat dan 1. Langkah. Termometer 1. Hal-hal Memberikan terapi sesuai dengan diagnosis yang telah dibuat. Bahan : 2. Riwayat Perubahan Dokumen ==== Dilarang Mengcopy Naskah Ini Tanpa Seijin WMM Puskesmas Kecamatan Cilandak . suhu badan dan mencatat langkah dalam buku status pasien. 2. 7. Dokter melakukan anamnesa terarah. 3. Tensi meter bahan 1. Alat : 1. pemeriksaan fisik.3. 9. yang perlu diperhatik an 10.

Revisi : 00 Tanggal terbit : 1 Juni 2015 Halaman : 4 dari 4 KEPALA PUSKESMAS dr. L U I G I : NIP : 197909082006042007 Isi Perubahan Tanggal Terbit ==== Dilarang Mengcopy Naskah Ini Tanpa Seijin WMM Puskesmas Kecamatan Cilandak .“PROSEDUR KLINIS EPILEPSI” SOP PUSKESMAS KECAMATAN CILANDAK No Yang Dirubah No. Dokumen : SOP-79/UPU-CLDK/06-2015 No.