Anda di halaman 1dari 21

Kultur Jaringan

Tanaman

OLEH :
YULISTY SORAYA
FADHILAH
LEZTIA JULIANI
DESSY YULIANTI

Kultur Jaringan Tanaman
Terminologi
Tahapan Kultur
Jaringan
Tanaman

Fenomena pada
Kultur tanaman

Mikropropagasi

Pemuliaan in
Vitro

Sejarah Perke
mbangan Kultu
r Jaringan

Prinsip Dasar
Kultur Jaringan
Tanaman
Faktor yang
Mempengaruhi

Keuntungan dan
Kerugian

. Nobecourt & White teori totipotensi dan prinsipnya mampu beregenerasi menjadi tanaman lengkap Menumbuhkan kalus tembakau dan wortel secara in vitro.SEJARAH PERKEMBANGAN KULTUR JARINGAN Kultur akar tanaman tomat White Tahun 1934 Tahun1838 Tahun 1939 Schwann & Schleiden Gautheret.

perkembangan teknik kultur jaringan tumbuhan berada di belakang teknik kultur jaringan manusia Tahun 1955 Disebabkan : Lambatnya penemuan hormon tanaman (zat pengatur tumbuh) Ditemukannya kinetin (suatu sitokinin) oleh Miller Tahun 1962 Tahun 1934 Ditemukan auksin (IAA) oleh Kogl dan Haagen-Smith .Pada awalnya. Sehingga meberikan peluang untuk kemajuan kultur jaringan tumbuhan Di formulasikannya medium konsentrasi garam mineral yang tinggi oleh Murashige dan Skoog (MS). semakin merangsang perkembangan aplikasi teknik kultur jaringan pada berbagai spesies tanaman .

daun. diisolasi dari kondisi in vivo dan dikultur pada medium buatan yang steril sehingga dapat beregenerasi dan berdiferensiasi menjadi tanaman lengkap. sel. Kultur adalah budidaya dan jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. akar. protoplas dan embrio. bunga. kalus. Bagian ini diistilahkan dengan eksplan. Hartmann et al. .Terminologi Kultur jaringan Street tahun 1973 Istilah umum yang ditujukan pada budidaya secara in vitro terhadap berbagai bagian tanaman yang meliputi batang. Bahasa asing disebut sebagai tissue culture. dimulai dari pengkulturan bagian eksplan secara aseptik di dalam tabung kultur atau wadah lain yang serupa. (1990) Istilah spesifiknya yakni : mikropropagasi terhadap pemanfaatan teknik kultur jaringan dalam upaya perbanyakan tanaman.

penyinarannya.Tahapan Kultur Jaringan Tanaman Eksplan distrelilisasi  Seedling kultur ditanam ke pot-pot kecil. Seedling kultur dikeluarkan dari botol dan akar dibersihkan dari agar dengan Subkultur eksplan hingga menjadi seedling kultur jaringan. Eksplan diletakkan di Eksplan ditanam di media (agar) dilengkapi dengan ruangan yang terkontrol suhu dan unsur makro dan mikro. dan jgn terkena cahaya langsung. .

perlahan-lahan pindahkan ke tempat yang langsung terkena matahari. .Setelah seedling kultur jaringan tumbuh kuat.

Prinsip Dasar Kultur Jaringan Tanaman .

Organogenesis atau embr .

3. Faktor eksplan yang penting adalah genotipe/varietas. dll. umur eksplan. embrio. pembentukan protocorm-like bodies. Di dalam media tumbuh mengandung komposisi garam anorganik . Media yang sering digunakan secara luas adalah MS. dan seks (jantan/betina). Anderson dll. letak pada cabang. dll. Terdapat 13 komposisi media dalam kultur jaringan. 2. hipokotil. . ovari muda. Eksplan adalah bagian tanaman yang dipergunakan sebagai bahan awal untuk perbanyakan tanaman. Bentuk regenerasi dalam kultur in vitro : pucuk aksilar. zat pengatur tumbuh. dan bentuk fisik media. Knop. Bagian tanaman yang dapat digunakan sebagi eksplan adalah pucuk muda. antara lain: Murashige dan Skoog (MS).Faktor yang Mempengaruhi 1. kotiledon. Media Tumbuh. endosperm. Knudson-C. anther. embrio somatik. Woody Plant Medium (WPM). pucuk adventif. batang muda. daun muda.

Tembaga (Cu). Kobal (CO). dan Besi (Fe). dan Boron (B). Fosfor (P). Molibdenun (Mo). Mangan (Mn). Kalsium (Ca). Unsur Hara makro tersebut meliputi : Nitrogen (N). Unsur hara mikro tersebut adalah : Klor (Cl). Magnesium (Mg). Seng (Zn). Kalium (K). .Unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman di lapangan merupakan kebutuhan pokok yang harus tersedia dalam media kultur jaringan. Sulfur (S).

2. Napthalene Acetic Acid (NAA). Faktor yang perlu diperhatikan dalam penggunaan ZPT adalah konsentrasi. Golongan Gibberelin seperti GA3. intensitas penyinaran. dan konsentrasi CO2. Zeatin. Jenis yang sering digunakan adalah golongan Auksin seperti Indole Acetic Acid (IAA). dan PBA.4. Paclobutrazol.4-D. Lingkungan Tumbuh. Benziladenin (BA). Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. Thidiazuron. urutan penggunaan dan periode masa induksi dalam kultur tertentu. 2I-P. 5. TIBA. dan CCC. Golongan Sitokinin seperti Kinetin. kualitas sinar. CPA dan Indole Acetic Acid (IBA). panjang penyinaran. . Golongan zat penghambat tumbuh seperti Ancymidol. Lingkungan tumbuh yang dapat mempengaruhi regenerasi tanaman meliputi temperatur.

SDM yang handal untuk mengerjakan perbanyakan kultur jaringan agar dapat memperoleh hasil yang memuaskan. penyakit. .  Perbanyakan klon secara cepat. dll. Misalnya : otoklaf. dan deraan lingkungan lainnya  Dapat diperoleh sifat-sifat yang dikehendaki  Pelestarian plasma nutfah. Membutuhkan modal investasi awal yang tinggi untuk bangunan (laboratorium khusus).  Keseragaman genetik. Laminar Air Flow Cabinet.euntungan dan Kerugian  Pengadaan bibit tidak tergantung musim. peralatan dan perlengkapan. Produk kultur jaringan pada akarnya kurang kokoh. Cara kultur jaringan dinilai mahal dan sulit.  Bibit yang dihasilkan bebas penyakit (menggunakan organ tertentu) atau virus  Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah  Dalam proses pembibitan bebas dari gangguan hama.

Hibridisasi somatik melalui fusi protoplas.Pemuliaan in Vitro Selain perbanyakan klonan secara cepat. metode dapat ditempuh dengan pemuliaan in vitro 1. Pemuliaan molekuler. 3. 4. bentuk aplikasi lain dari teknik kultur jaringan yang nyata meningkatkan mutu genetik tanaman adalah pemuliaan in vitro. . Seleksi keseragaman alami dalam kultur. 2. Mutagenesis in vitro dan 5. Produksi tanaman haploid dan doubledhaploid.

selanjutnya di kultur dan dipelihara sambil melihat pertumbuhan dan perkembangan ke arah penggandaan dan regenerasi tanaman lengkap. Proses mikropropagasi melibatkan tahapan : Pemilihan bahan tanaman yang sesuai Kultur septik Penggandaan pucuk Pemanjangan pucuk Pembentukan akar Penanaman pada kondisi in vivo. . Dimulai dari bagian tanaman yang terorganisasi. seringkali mata tunas.Mikropropagasi Mikropropagasi adalah suatu bentuk aplikasi teknik kultur jaringan yang tujuannya untuk memperbanyak tanaman.

untuk eksplan yang mengalami habituasi sitokinin ini harus segera diberi perlakuan untuk menormalkan plantlet-plantlet yang dihasilkan. Hal ini karena pertumbuhan pucuk yang berlebihan dan mengakibatkan menghambat pembentukan akar serta penundaan induksi pertumbuhan generatif.Fenomena pada Kultur 1. (1990) menyatakan bahwa pucuk-pucuk dapat mengalami habituasi terhadap sitokinin setelah diperlakukan dengan sitokinin konsentrasi tinggi dan proliferasi terus berlanjut sekalipun pucuk-pucuk tersebut dikulturkan pada medium tanpa sitokinin. Habituasi Sitokinin Harmanntanaman et al. Karakteristik kultur yang mengalami habituasi sitokinin adalah kurangnya pembentukkan akar dan terjadinya hambatan pada respon pembungaan. 03 mikro M IBA selama 4 minggu terhadap kultur pucuk Kalmia latifolia sehingga bisa mengurangi pembentukan pucuk majemuk dan merangsang . Caranya dengan memberi 123. Oleh karena itu.

a. Istilah hiperhidrisitas (hyperhydricity) diusulkan sebagai pengganti istilah verifikasi untuk menjelaskan material tanaman dengan morfologi dan fisiologi yang tidak normal. seperti terbentuknya es selama proses kreopreservasi. 2009). . Digunakan terhadap ketidaknormalan morfologi serta fungsi fisiologis dari organ dan jaringan tertentu. b.2. Transisi dari keadaan cair ke keadaan padat. Vitrifikasi Istilah vitrifikasi ini digunakan untuk menjelaskan dua macam proses yang berkaitan dengan bahan tanaman yang dikultur secara in vitro (Zulkarnain.

dan Prunus dulcis. sebelum terjadi nekrosis yang lebih merata pada keseluruhan meristem yang pada akhirnya berwarna hitam dan mati.. Abousalim dan Mantell (1994) menyatakan bahwa gejala awal dari fenomena ini adalah terjadinya nekrosis berwarna cokelat pucat yang berkembang pada ujung dan tepi daun muda. Nekrosis Salisbury dan Ross (1992) menyatakan bahwa nekrosis dicirikan oleh matinya jaringan tepi daun dan pucuk. Misalnya pada : kultur in vitro pada Solanum tuberosum. .3. Pyrus sp.

5. Fasiasi adalah peristiwa penyatuan dua atau lebih planlet (embrio) berdekatan. fisiologis dan patologis eksplan dengan lingkungan kultur selama proses subkultur yang berkelanjutan. Rice (1992) menyatakan bahwa interaksi komponen genetik. dapat menimbulkan keseragaman pada laju perbanyakan dan sifat pertumbuhan ekplan. Fasiasi Fasiasi (fasciation) sering ditemukan pada kultur jaringan tanaman terutama pada pembentukan embrio somatik.4. Keseragaman Somaklon Fenomena keragaman somaklon adalah suatu akumulasi modifikasi genetik dan sitogenetik pada sel-sel yang dikultur dan pada tanaman yang dihasilkan karena kultur in vitro. Caranya penanganannya adalah dengan mensubkultur populasi tersebut. Fenomena ini disebabkan karena tingginya kerapatan populasi embrio somatik di dalam wadah kultur pada medium padat. .

1998. 1985. Teknik Kultur Jaringan. Kultur Jaringan Tanaman. A. . United Kingdom: Bios Scientific Publisher. Experiments in Plant Tissue Culture. J. H. Plant Cell Culture. Edwards. Jambi: Bumi Aksara. Zulkarnain.W. Dodds. Dan S. Gunawan. Bogor: Pusat Antar Universitas Institus Pertanian Bogor. L.DAFTAR PUSTAKA Collin. Robert. dan L. 1987. Cambridge: Cambridge University Press. W.H. 2009.

TERIMA KASIH .