Anda di halaman 1dari 3

“PROSEDUR KLINIS GASTRITIS”

PUSKESMAS
KECAMATAN
CILANDAK

dr. LUIGI
NIP:
19790908200604200
7
SOP

No. Dokumen :
No. Revisi :
Tanggal terbit :
Halaman :
KEPALA PUSKESMAS :
1. Pengertian

1. Gastritis adalah proses inflamasi/peradangan pada
lapisan mukosa dan submukosa lambung sebagai
mekanisme proteksi mukosa apabila terdapat akumulasi
bakteri atau bahan iritan lain. Proses inflamasi dapat
bersifat akut, kronis, difus, atau lokal.
2. Faktor Resiko :
 Pola makan yang tidak baik : waktu makan
terlambat, jenis makanan pedas, porsi makan yang
besar
 Sering minum kopi dan teh
 Infeksi bakteri atau parasit
 Penggunaan obat analgetik dan steroid
 Usia lanjut
 Alkoholisme
 Stress
 Penyakit lainnya, seperti : penyakit refluks empedu,
penyakit autoimun, HIV/AIDS, Chron disease.
3. Diagnosis :
3.1. Anamnesa :
 Rasa nyeri dan panas seperti terbakar pada perut
bagian atas
 Keluhan mereda atau memburuk bila diikuti dengan
makan
 Mual
 Muntah
 Kembung
3.2. Pemeriksaan Fisik

7. dapat ditemukan perdarahan saluran cerna berupa hematemesis dan melena  Biasanya pasien dengan gastritis kronis. Bila 5 hari pengobatan belum ada perbaikan 7. seperti makan tepat waktu. Limfoma 4.6. Penatalaksanaan : 6.1. Ulkus peptikum 4. Kolelitiasis 4. Lansoprazole 30 mg/kali). Kanker lambung 4. 3. konjungtiva tampak anemis.2. Pendarahan saluran cerna bagian atas 5. Perforasi lambung 5. pemeriksaan breathe test. Ulkus peptikum 5.2. Kolesistitis 4. Kriteria rujukan : 7. Pemeriksaan penunjang  Tidak diperlukan. dan feses untuk mengetahui infeksi Helicobacter pylori. Menginformasikan kepada pasien untuk menghindari pemicu terjadinya keluhan.1. dan kol. serta Antasida dosis 3 x 500 – 1000 mg/hari.8.3.2. antara lain: H2 Bloker 2x/hari (Ranitidin 150 mg/kali.  Nyeri tekan epigastrium dan bising usus meningkat Bila terjadi proses inflamasi berat. Gastroenteritis 4. Chron disease 4. rontgen dengan barium enema. GERD 5.4. makan sering dengan porsi kecil dan hindari makanan yang meningkatkan asam lambung atau perut kembung seperti kopi.5. dan endoskopi. makanan pedas. Diagnosis banding : 4. Anemia 6. 4. teh. 6.4.9.  Kecuali pada gastritis kronis dapat melakukan pemeriksaan darah rutin.3.2.3.1. Terapi diberikan per oral dengan obat. Komplikasi : 5.7. Sarkoidosis 4. Terjadi komplikasi 7. PPI 2x/hari (Omeprazole 20 mg/kali.1. Adanya alarm symptom:  Perdarahan  Berat badan menurun 10% dalam 6 bulan .3. Famotidin 20 mg/kali. Simetidin 400 – 800 mg/kali).

Dokter melakukan anamnesa terarah. SK Kepala Puskesmas No : 77 Tahun 2015 tentang Jenis – Jenis Pelayanan yang tersedia 2. Dokter mendiagnosa Gastritis 4. Bahan : 2. Termometer 2. Dokter melakukan rujukan jika sudah terjadi komplikasi dan keadaannya semakin berat 7. Petugas melakukan dokumentasi kegiatan yang dilakukan. Langkah – langkah 13. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 5 Tahun 2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Pelayanan Primer 1. 8. Unit terkait 15. Referensi 11. Hal – hal yang diperhatikan 14. Lembaran resep luar 4. Lembaran resep internal 3. Surat rujukan 16.3. Perawat melakukan pengukuran tekanan darah. Riwayat Perubahan Dokumen No Yang Dirubah Isi Perubahan Tanggal terbit . Memberikan terapi sesuai dengan diagnosis yang telah dibuat Poli umum. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lain terhadap pasien yang sesuai guna mendiagnosa gastritis 3. suhu badan dan mencatat dalam buku status pasien. Pelayanan 24 jam 1. Dokter memberi tatalaksana sesuai dengan diagnosis 5. SK Kepala Puskesmas No : 68 Tahun 2015 tentang Penyampaian Hak dan Kewajiban Pasien dan Keluarganya 1. Alat dan Bahan 12. Tujuan 9. Kebijakan 10.1. Stetoskop 1. 2. Alat : 1. Surat rujukan 1. Tensi meter 1.2. Dokumen terkait perlu Mual muntah berlebih Prosedur ini sebagai acuan dalam penatalaksanaan gastritis di Puskesmas Kecamatan Cilandak 1. Dokter memberikan edukasi mengenai penyakit Gastritis dan menjelaskan tentang rencana pengobatan 6. Buku status pasien 2.1.