Anda di halaman 1dari 4

Sejarah lahirnya pancasila

Sebelum tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia dijaajah oleh banyak Negara. Misalnya
Belanda, Inggris, Jepang, dan Portugis. Sebelum dijajah oleh Negara lain,di Indonesia banyak
kerajaan-kerajaan yang besar dan berjaya di Indonesia, diantaranya adalah kerajaan Mataram,
Majapahit, Banten, Demak dan masih banyak yang lainnya, yang selalu melakukan perlawan
terhadap para penjajah.
Negara yang paling lama menjajah di Indonesia adalah Belanda, mulai dari tahun 1908
dan berakhir pada tahun 1942 tepatnya pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda kalah oleh Jepang,
Sebelum kekalahan jepang di Perang Pasifik melawan sekutu, tentara pendudukan Jepang
berusaha menarik dukungan rakyat Indonesia dengan memberikan janji kemerdekaan pada
bangsa Indonesia dan membentuk Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai atau Badan Penyelidik Usahausaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dilantik tanggal 28 Mei 1945 dan
sidang pertamanya diadakan pada tanggal 29 Mei – 1 Juni untuk membicarakan mengenai dasar
ideology bangsa Indonesia setelah merdeka.
secara historis perumusan Pancasila diawali ketika dalam sidang BPUPKI pertama dr.
Rajiman Widyodiningrat, mengajukan suatu maslah, khususnya akan dibahas pada sidang
tersebut.Masalah tersebut adalah tentang calon rumusan dasar negara Indonesia yang akan
dibentuk. Proses perumusan Pancasila adalah sebagai berikut :
a. Mr.Muhammad Yamin
Pada tanggal 29 Mei 1945 tersebut BPUPKI mengadakan sidangnya yang pertama. Pada
kesempatan in Mr. Muhammad Yamin mendapat kesempatan yang pertama untuk
mengemukakan pemikirannya tentang dasar negara di hadapan sidang lengkap Badan
Penyelidik. Dalam pidato tersebut merumuskan sebagai berikut :
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Peri Kesejahteraan Rakyat
Setelah berpidato beliu merumuskan rancangan UUD RI. sebagai berikut :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kebangsaan Persatuan Indonesia
3. Rasa Kemanusiaan yang adil dan beradab

5. Setiap warganegara dianjurkan takluk kepada Tuhan. termasuk masyarakat Indonesia.4. Soepomo mendapat kesempatan mengemukakan pokokpokok pikiran seperti berikut: 1. Negara Indonesia merdeka hendaknya merupakan Negara nasional yang bersatu dalam arti totaliter atau integralistik. Kelima pokok pikiran tersebut sebagai berikut: 1. Soepomo menyarankan Negara Indonesia memilih teori Negara Integralistik yang dinilai lebih sesuai dengan semangat kekeluargaan. Prof. maka dapat kita peroleh adanya lima hal untuk dasar Negara Indonesia merdeka. Mengenai kerakyatan beliau mengusulkan agar dalam pemerintahan Negara Indonesia harus dibentuk sistim Badan Permusyawaratan. Dr. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia b. diserahkan kepada golongan-golongan agama yang bersangkutan. Mr. Dalam Negara nasional yang bersatu urusan agama akan 3. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan 5. Apabila kita analisis pokok-pokok pikiran Dr. Meskipun tidak dituliskan secara terperinci. supaya tiap-tiap waktu ingat kepada Tuhan. Oleh karena itu kepada Negara harus berhubungan erat dengan Badan Permusyawaratan agar mengetahui dan merasakan keadilan dan cita-cita rakyat. Paham Negara Persatuan 2. Sistem Badan Permusyawaratan . Rumusan Soepomo Pada tanggal 31 Mei 1945. Soepomo di atas. Dalam lapangan ekonomi. Prof. baik golongan besar maupun golongan kecil. Warga Negara hendaknya tunduk kepada Tuhan supaya ingat kepada Tuhan 3. 2. Asas ini merupakan sifat dari masyarakat timur. Maksudnya Negara Indonesia merdeka tidak akan mempersatukan diri dengan golongan yang terbesar. akan tetapi yang mengatasi segala golongan. Soepomo mengusulkan agar sistim perekonomian Negara nasional yang bersatu itu diatur berdasarkan asas kekeluargaan. Mengenai hubungan antar bangsa mengusulkan supaya Negara Indonesia bersifat Negara Asia Timur Raya yang merupakan anggota dari pada kekeluargaan Asia Timur Raya. 4.

Pokok pikiran kedua termasuk sila pertama. Pokok pikiran keempat termasuk sila kelima dan pokok pikiran kelima masuk dalam sila kedua. Ekonomi Negara bersifat Kekeluargaan 5. Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia 2.Usul mengenai nama Pancasila bagi dasar negara Republik Indonesia secara bulat disepakati diterima sidng BPUPKI dan ditetapkan bahwa tanggal 1 Juni pada saat ini disebut hari lahirnya Pancasila. HA Salim. dan . Ketuhanan Yang Berkebudayaan Beliau mengusulkan rumusan dasar tersebut mengajukan nama Pancasila sebagai dasar negara. Soekarno Pada tanggal 1 Juni 1945 tersebut Soekarno mengucapkan pidatonya dihadapan sidang Badan Penyelidik. Muhammad Hatta. yang rumusannya sebagai berikut : 1. Pokok pikiran ketiga termasuk sila keempat. istilah tersebut atas saran seorang ahli bahasa.4. Abikusno Tjokrokusumo. Internasionalisme atau Perikemanusiaan 3. Selanjutnya BPUPKI membentuk Panitia Kecil untuk merumuskan dan menyusun Undang-Undang Dasar dengan berpedoman pada pidato Bung Karno. Kesejahteraan Sosial 5. Dalam pidato tersebut diajukan oleh Soekarno secara lisan usulan lima asas sebagai dasar negara indonesia yang akan dibentuknya. Abdulkahar Muzakir. Soekarno. Ir. Hubungan antar bangsa bersifat Asia Timur Raya Jika kita analisis perbandingan dengan rumusan Pancasila yang sekarang (Pembukaan UUD 1945). Mr. pokok-pokok pikiran Soepomo itu termasuk dalam rumusan Pancasila. Mufakat dan Demokrasi 4. c. AA Maramis. Pokok pikiran pertama termasuk sila ketiga. sehingga dibentuklah Panitia Sembilan ysng terdiri dari Ir. Achmad Soebardjo dan Muhammad Yamin yang bertugas untuk merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara yang berdasarkan atas pidato yang diutarakan oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945. Hal penting yang disampaikan oleh Soepomo dan diterima adalah paham Negara integralistik-nya.

. yang disahkan dan dinyatakan sah sebagai dasar negara Indonesia Merdeka pada tanggal 18 Agustus 1945.menjadikan dokumen itu sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Demikianlah. lewat proses persidangan selama tiga hari itu. akhirnya Pancasila penggalian Bung Karno tersebut berhasil dirumuskan dan dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.