Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

MIELOPATI

Disusun Oleh:

KRISNA ADITYA G

YAYASAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
AKADEMI KEPERAWATAN DHARMA WACANA
METRO
TAHUN 20079

Dalam penulisan makalah ini kami mendapatkan banyak bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak. yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis.KATA PENGANTAR Alhamdulillah. sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Pada makalah ini penulis mengambil judul “Mielopati”. . untuk itu penulis mengucapkan banyak terima kasih. Metro. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Maret 2009 Penulis. sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan seoptimal mungkin. Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

............................ 3 I.................................................... i KATA PENGANTAR.................... 1 D.......... Insiden........ 1 B.. iii A. 1 E................ ii DAFTAR ISI.................... Pemeriksaan Penunjang........................ Evaluasi Diagnosis........... 5 K......... Penatalaksanan.................................................. Patofisiologi........................................ Proses Keperawatan................ Manifestasi Klinis.................. Pemeriksaan FisiK. 1 C................................................................................................................................................................................................... 2 G.................................... 3 J............. 2 F.................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...................................................................................... Pengertian............................................................................................................................. 5 L....................................... 2 H............... 6 .............. Prognosis........................................................................ Komplikasi............................... Etiologi...

virus yang menginfeksi semdi atau mirip dengan sendi secara antigenis. Antibodi ynng ditujukan ke komponen tubuh sendiri ini disebut faktor rematoid ( FR ). namun individu yang mengidap AR mulai membentuk antibodi lain biasanya IgM atau IgG. Biasanya respon antibodi awal terhadap mikro organisme diperantarai oleh IgG. N.MEILOPATI M. Pengertian Meilopati adalah penyakit yang mengenai penurunan sum-sum tulang belakang. O. infeksi  Sasaran primer Sinovium  Sinovitis Proliferatif . Faktor pencetus mungkin adalah suatu bakteri. persendian. Wanita terkena duasampai tiga kali leboh sering dari pada pria. dan menimbulkan peradangan kronik dan destruksi jaringan P. Patofisiologi  Faktor genetik. terhadap antibodi Ig G semula. FR menetap di kapsul send[. Walaupun respon ini berhasil menghancurkan mikroorganisme. Insiden Meilopati antar usia 30 tahun dan 50 tahun dengan puncak insiden antara usia 40 tahun -60 tahun. dan persyarafan. Etiologi Meilopati adalah suatu penyakit otoimun yang timbul pada individu-individu yang rentang setelah respon imun terhadap agen pencetus yang tidak diketahui. mikoplasma.

2. Defarmitasi tangan dan kaki adalah hal yang umum. Evaluasi Diagnosis 1. di temukan pada jarinban subkutan di atas tonjolan tulang. pergelangan kaki. Persendian dapat teraba hangat. Gambaran Ekstra-artikular 1. dan kaki. 3. dan simetris. bilateral. Demam. bengkak. keletihan. 3. Secara progresif menenai persendian. Beberapa faktor yang menujang diagnosa meilopati: bnodulus reumatoid. 4. Nodulus rheumatoid. critema. pergetangan . dan kurang berfungsi adalah gambaran klinis yang klasik. tulang belakang serviks. Nyeri sendi. Fenomena Raynaud. Manifestasi Klinis 1. Palpitasi persendian menunjukan jaringan spon atau boggi. Seringkali dapat diaspirasi cairan dari sendi yang mengalami pembengkakan. Ditetapkan dengan tahapan dan keparahan penyakit. anemia 2. 4. tidak nyeri tekan dan dapat bergerak bebas. pinggul. hangat. .Q. lutut. siku. bahu. kaku pada pagi hari berlangsung selama lebih dari 30 menit. R. dan nyeri . bengkak. 5. Awitan biasnya akut. penurunan berat badan. temuan laboraturium. 3. dan temporomandibular. 2. inflamasi sendi. Pola karakteristik dari persendian yang terkena 1. Mulai pada persendian kecit ditangan.

Tungkai bawah . Tangan . Keadaan umum . S.siku dan sendi bahu. berat badan. Raru .adanya splenomegali dan nyeri tekan apigastrik. karies dentis. suara serak.meliputi vaskulitasi dan fungsi tangan. Faktor reurnatoid ( FR ) terdapat lebih dari 80% pada darah pasien. nodul rematoid dan pembesaran kelenjar limfe aksila. Wajah. petfiatian juga hat -hat berikut ini : 1. catatan : artritis rematoid tidak menyebabkan iritasi. defek konduksi. jumlah sel darah merah dan komponen komplemen menurun.ulkus). anemia dan tanda . Leher . fibrosis. episkleritis. Kaki. Urinalisis untuk protein dan darah. pembengkakan betis ( kista Baker yang reptur ) neumpati.adanya tanda . Abdomen .adanya ulkus. Jantung (adanya perikarditis. sindroma Caplan).paru (adanya efusi pleural. 9.tanda hiperviskositas pada fundus. scndi tccnporomandihula (krepitus). katarak. 11. serta pemeriksaan rektum untuk menentukan adanya darah. mononeuritis multipleks dan tanda tanda kompresi medulla spinalis. skleritis. Mulut (kering. Periksa mata untuk sindroma Sjorgen. Pemeriksaan FisiK Pemeriksaan umum yang lengkap penting di lakukan.tanda terkenanya tulang servikal.2. Lengan .komplikasi steroid. 10. 2. 4. Panggul dan lutut. 6. nodul infark. 3. 5. .can xnitral). 8. 3. skleromalasia perforans. inkompetensi katup aorta . Kelenjar parotis membesar (sinroma Sjogren). 7. Toraks. Disamping menilai adanya sinovasi pada setiap sendi.

LED. (d) osteoporosis juksta artikuler. Catatan: 100% dengan faktor rematoid yang positif jika terdapat nodul ata. Tes serologik (a) faktor remataid .berat ringannya anemia normakromik biasanya berkaitan dengan aktifitas. (c) infeksi . (c) erosi sendi.Sindroma Sjogren (b) Antibodi antinukleus (AAN). . 3. (b) amiloidosis . (d) sindroma Sjorgen .hasil yang positif terdapat pada kira-kira 20 kasus 2. Pemeriksaan Penunjang Untuk menyokong diagnosa (ingat bahwa ini terutama merupakan diagnosa Minis) 1.T. (b) penympitan rongga sendi. Perubahanperubahan yang dapat di te mukan adalah: (a) pembekakan jaringan lunak. 2. Foto sinar X pada sendi-sendi yang terkena. Anemia. Untuk menilai aktivitas penyakit: 1. Erosi progresif pada foto sinar X serial. Ingat bahwa diagnosis banding dari LED yang rneningkat pada artritis reumatoid meliputi : (a) penyakit aktif .70% pasien bersifat seronegatif.

seperti metotreksat. Komplikasi Kelainan sistem pencernaan yang sering dijumpai adalah gastritis dan ulkus peptik yang merupakan komplikasi utama penggunaan obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS) atau obat pengubah perjatanan penyakit (discase modifying antirhematoid drugs. DMARD ) yang menjadi faktor penyebab morbiditas dan mortalitas utama pada arthritis reumatoid Komplikasi saraf yang terjadi memberikan gambaran jelas. pensilamin. 1.4. 2. Program formal terapi okupasi dan terapi fisik. siklosfosfamid. Faktor ini terkait dengan aktifitas artritis. atau sulfasalazin. 4. Pembedahan rekonstruksi dan kortikosteroid. 5. Mengalami anoreksia. Penatalaksanan Tujuan dari penatalaksanaan termasuk penyuluhan.makin tinggi titernya makin mungkin terdapat kelainan ekstra artikuler. Preparat immunosupresif. dan azatioprin. keseimbangan antara istirahat dan latihan. methotreksat. antimalariaemas. Penatalaksanaan pengobatan termasuk dosis terapeutik salisilat atau obat-obat antiintlamasi nonsteroid ( NSA1DS ). 3. dan anemia. penurunan berat badan. analgetik selama periode nyeri hebat. Titer factor rematoid . V. Umumnya berhubungan dengan mielopati akibat ketidakstabilan vertebra servikal dan neuropati iskemik akibat vaskulitis. U. sehingga membutuhkan pengkajian riwayat diit yang sangat . seingga sukar dibedakan antara akibat lesi artikuter dan lesi neuropatik. dan rujukan lembaga di komunitas untuk mendapatkan dukungan.

faktor pasien. gagal pernapasan. Penyebab kematiannya adalah infeksi.70°la pasien artritis rcumatoid akan mcngalami prognosis yang lebih buruk Golongan ini umumya mcninggi 110 15 tahun lebih cepat. ( kortikosteroid dapat menstimulasi napsu makan dan menyebabkan penambahan berat badan ). X. Umumnya mereka memiliki keadaan umum yang buruk. dan penyakit saluran cerna. penyakit jantung. kaku pada pagi hari. e. dan tingkat pendidikan yang rendah. dan kekuatan otot. . lebih dari 30 buah sendi yang mengalami peradangan. Kaji sistem kardiovaskutar. gagal ginjal. Golongan ini memerlukan terapi secara agresif dan dini karena kerusakan tulang yang lua. demam. Pengkajian a. dan kemerahan pada sendi yang terkena. Proses Keperawatan 1. batasan gerak. kelemahan umum. dengan manifestasi ekstraartikuler. c. bengkak.cermat untuk mengidntifikasi kebiasaan makan dan makanan yang disukai. bergantung pada ketaatan pasien untuk berobat dalam jangka waktu lama. d. Prognosis Perjalanan penyakit meilopati sangat bervariasi. dan renal. Kaji mobilitas sendi.s dapat terjadi dalam 2 tahun pertama. Sekitar SU . atau anoraksia. pulmonal.akah pasien mengatami keletihan yang tidalc lazim. Kaji persendian dengan pengamatan. Fokuskan pada pengidentifikasi masaiah dan faktor . palpasi. nyeri. Kaji citra diri pasien yang berhubungan dengan perubahan muskuloskletal dan tetapkan ap. penyelidikan adanya nyeri tekan. W. b.

f. pengetahuan. istirahat. 3.obat antiintlamasi. penglaman masa lalu. Gangguan konsep diri yang berhubungan dengan ketergantungan lisik dan psikotogis dari penyakit kronis dan kehilangan kebebasan. motivasi. Kaji tingkat nyeri 2. Nyeri yang berhubungan dengan inflamasi. 4. keniampuan koping. Ajarkan teniang penatalaksaan nyeri jangka panjang (misal penggunaan obat . Berikan tindakan yang menghasilkan rasa nyaman ketika mentberikan perawatan. 2. dan immobilitas sendi. 3. c. Ajarkan dan lakukan teknik . g. Buat pengharapan yang realitis sehingga pasirrn dan orang terdekat mengenali bahwa nyeri dapat dikontrvl tergantung pada aktivitas penyakit. darr tek:nik teknik relaksasi . Kerusakan immobititas fisik yang bcrhubungan dcngan kctcrbatasan gerakan sendi. menetapkan regimen iatihan untuk mempertahankan mobiiitas sendi. 5. persepsi dan ketakutan yang tidak diketahui. Kaji kepatuhan terhadap pengobatan dan penatalaksanaan diri. Kumpulan informasi mengenai pemahaman pasien. (misal dan analgesik ). kenisaican jariagan. . b.teknik penatalaksanan nyeri trntuk penatalaksanaan gunakan kompres jangka panas dan pendek segera dingin. Intervensi DX I : 1. Diagnosa Keperawatan a.

Pertahankan lingkungan yang aman.DX II: 1. Pertahankan periode istirahat terencana. DX III: 1. Beri semangat untuk melakukan komunikasi sehingga pa.sien dan keluarga dapat mengungkapkan perasaan. persepsi. . Coba untuk mF:mahami reaksi emosional pasien terhadap penyakit. 7. Dorong aktivitas perawatan diri dan kemandiryan. 3. Bantu dan ajarkan dan / atau latihan rcntang gcrak aktif sctclah tindakan kompres panas. 2. 6. dan ketakutannya yang berhubungan dengan penyakit. Kembangkan dun ajarkan rencttna program latihan setiap hari 4. 5. Observasi toieransi pasien terhadap program latihan. Hilangkan nyeri menetap dan kekakuan pada pagi hari untuk rneningkatkan kemampuan mobiiitas dan perawatan diri pasien. 2.