Anda di halaman 1dari 7

BAB 1

Metode dan Proses Penelitian
Masri Singarimbun

Penelitian Survai
Penelitian survai adalah “penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan
kuisioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok.” Umumnya yang merupakan unit analisa dalam
penelitian survai adalah individu. Penelitian survai dapat digunakan untuk maksud (1) penjajagan
(eksploratif), (2) deskriptif, (3) penjelasan (explanatory atau confirmatory), yakni untuk menjelaskan
hubungan kausal dan pengujian hipotesa, (4) evaluasi, (5) prediksi atau meramalkan kejadian tertentu
di masa yang akan datang, (6) penelitian operasional, dan (7) pengembangan indikator indikator
sosial.
Penelitian penjajagan atau eksploratif bersifat terbuka, masih mencari-cari. Penelitian deskriptif
dimaksudkan untuk pengukuran yang cermat terhadap fenomena sosial tertentu, misalnya perceraian,
pengangguran, keadaan gizi, preferensi terhadap politik tertentu dan lain-lain. Apabila untuk data
yang sama peneliti menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesa,
maka penelitian tersebut tidak lagi dinamakan penelitian deskriptif melainkan penelitian pengujian
hipotesa atau penelitian penjelasan (explanatory research). Perbedaan pokok antara “penelitian
deskriptif” dan “penelitian penjelasan” tidaklah terletak pada sifat datanya, melainkan pada sifat
analisisnya. Kegunaan lainnya dari penelitian survai adalah untuk mengadakan evaluasi.
Secara umum terdapat dua jenis penelitian evaluasi, yakni evaluasi formatif dan evaluasi summatif.
Evaluasi formatif biasanya melihat dan meneliti pelaksanaan suatu program, mencari umpan balik
untuk memperbaiki pelaksanaan program tersebut. Evaluasi summatif biasanya dilaksanakan pada
akhir program untuk mengukur apakah tujuan program tersebut tercapai.
Penelitian survai banyak digunakan untuk berbagai penelitian operasional. Pada penelitian
operasional, pusat perhatian adalah variabel-variabel yang berkaitan dengan aspek operasional suatu
program. Setelah diidentifikasi hambatan-hambatan operasional, penelitian dilakukan untuk
mengatasi hambatan tersebut.

Penelitian Eksperimen
Penelitian eksperimen sangat sesuai untuk pengujian hipotesis tertentu dan dimaksudkan untuk
mengetahui hubungan sebab akibat variabel penelitian. Penelitian eksperimen kiranya lebih mudah
dilakukan di laboraturium daripada di lapangan, karena alat-alat yang khusus dan lengkap dapat
tersedia di laboraturium dan pengaruh luar dapat dengan mudah dicegah selama eksperimen
berlangsung.
Eksperimen dapat dilakukan tanpa atau dengan kelompok pembanding (control group). Untuk itu
dipilih sebuah kelompok eksperimen dan mereka diwawancarai (pre-test) dengan menggunakan
kuisioner yang khusus dibuat untuk studi itu. Sesudah itu kelompok yang diwawancarai (post-test)
dengan kuisioner yang sama. Hasil pre-test dan post-test dibandingkan untuk mengetahui apakah ada
perubahan sikap bertransmigrasi sebagai akibat stimulus eksperimen.
Dalam penelitian eksperimen yang tidak menggunakan kelompok control hasil penelitian tersebut
diragukan keabsahannya, karena beberapa variabel yang mengancam atau yang melemahkan validitas

teori.kalau ada – yang dianggap bermanfaat. Data terutama dikumpulkan melalui wawancara bebas. sudah tersedia data yang dapat digunakan. menentukan sampel dan mengumpulkan data di lapangan yang banyak memakan energy dan waktu. Jadi berbeda dengan penelitian survai yang mengandalkan pewawancara dalam pengumpulan data. Ia berawal dari pada minat untuk mengetahui fenomena tertentu dan selanjutnya berkembang menjadi gagasan. Slip diberi identifikasi. Dengan tambahan berbagai informasi kualitatif tersebut. konseptualisasi. merekrut dan melatih pewawancara.penelitian tidak dikontrol. seminar atau pengamatan. Grounded research menyajikan suatu pendekataan yang baru. maka gambaran tentang fenomena sosial yang disajikan dalam table menjadi semakin jelas dan semakin hidup. Jadi hal yang sangat penting bagi peneliti ialah adanya minat untuk mengetahui masalah sosial atau fenomena sosial tertentu. Proses Penelitian Penelitian merupakan suatu proses yang panjang. Grounded Research Survai merupakan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian survai. Slip disusun secara sistematis untuk digunakan waktu menganalisa data. baik nomor dan nama responden. Keuntungan dari pemanfaatan data yang tersedia adalah bahwa: peneliti tidak terlibat lagi dalam mengusahakan dana untuk penelitian lapangan. dan nuansa nuansa fenomena sosial dapat ditampilkan. Kritik dilontarkan baik kepada pendekatan yang kuantitatif maupun yang kualitatif yang selama ini dilakukan. data kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan slip. . Grounded research seperti yang dikemukakan oleh Glaserdan Strauss (1967) merupakan reaksi yang tajam dan sekaligus menyajikan jalan keluar dari “stagnasi teori” dalam ilmu-ilmu sosial. diskusi. dan peneliti terlibat secara penuh dalam penelitiannya dari awal sampai akhir. atau campur semuanya itu. peneliti utama tidak pernah tinggal di daerah penelitian dan malah tidak mustahil bahwa dia tidak pernah ke lapangan untuk penelitian tersebut. Pendekatan itu menggunakan observasi berpartisipasi – mengembangkan konsep-konsep di lapangan. dengan penitikberatan pada sosiologi. umpamanya. ditulis pada slip. dank arena itu dinamakan grounded. maupun acuannya pada nomor pertanyaan dalam kuisioner. Analisa Data Sekunder Untuk kepentingan pekerjaan ilmiah tertentu. pemilihan metode penelitian yang sesuai. Untuk menghindarkan masalah tersebut. Kombinasi Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif Dalam upaya memperkaya data dan lebih memahami fenomena sosial yang diteliti. dan seterusnya. terdapat usaha untuk menambahkan informasi kualitatif pada data kuantitatif. teori berdasarkan data. Data merupakan sumber teori. Data tersebut mungkin hasil survai yang belum diperas dan dianalisa lanjutan dapat menghasilkan sesuatu yang amat berguna. Minat tersebut dapat timbul dan berkembang karena rangsangan bacaan. berbagai penelitian eksperimen menggunakan kelompok pembanding (control group). di samping penggunaan kuisioner. Juga dapat berupa studi perbandingan dari studi-studi yang telah dilakukan. yakni sepotong kertas yang khusus disediakan untuk itu. sedangkan titik berat grounded research adalah pada pendekatan kualitatif. Informasi tambahan lainnya .

Menentukan konsep dan hipotesa serta menggali kepustakaan. Pekerjaan lapangan. Merumuskan masalah penelitian dan menentukan tujuan survai 2.Langkah-langkah yang lazim ditempuh dalam pelaksanaan survai adalah sebagai berikut : 1. Pembuatan kuisioner 5. termasuk memilih dan melatih pewawancara 6. Ada kalanya hipotesa ridak diperlukan. Pengambilan sampel 4. Pengolahan data 7. Analisa dan pelaporan BAB 2 Proses Penelitian Survai Sofian Effendi . misalnya pada penelitian operasional 3.

e. d. penyusunan instrument. peneliti melakukan deduksi logika untuk menyusun hipotesa. Dengan kata lain. peneliti lebih dulu akan merumuskan pemahaman teoritis atas masalah yang hendak diteliti. yakni: Pertama. dan 4. hipotesa menunjukkan bagaimana cara melakukan observasi. observasi menghasilkan generalisasi. Z dan Y. Induksi logika atas generalisasi empiris akan menjadi dasar bagi peneliti untuk melakukan modifikasi atas teori. dalam kenyataan proses penelitian tidak pernah mulus seperti yang digambarkan.D. b. Kontrol metodologis adalah: (1) deduksi logika. operasionalisasi dan pengujian hipotesis. Baru kemudian dia mengumpulkan data untuk mencari dukungan empiris bagi teorinya. Oleh Wallace penelitian survai digambarkan sebagai suatu proses untuk mentransformasikan lima komponen informasi ilmiah dengan menggunakan enam control metodologis. peneliti memulai penelitiannya dengan pengumpulan data dan mengembangkan konsep-konsep atas dasar data atau observasi tersebut. Model Penelitian Dinamis Atas dasar teori. 3. Model penelitian dinamis digambarkan secara baik oleh model Wallace. y dan z. dalam penelitian. dan generalisasi akan menimbulkan dukungan atau sanggahan atas teori. Model penelitian statis ini dapat memberikan gambaran tentang bagaimana proses penelitian sosial dilakukan. x. Tahap selanjutnya adalah tahap pengujian hipotesa yang terdiri dari: 1. yakni tahap penerjemahan konsep-konsep yang masih umum menjadi variabel. nampaknya lebih sesuai untuk menggambarkan proses penelitian dalam realitas.. yakni pemahaman teoritis.Penentuan unit penelitian dan sampel penelitian. baik kualitatif maupun kuantitatif. penelitian empiris peneliti lain. Minat itu kemudian dilanjutkan dengan usaha untuk mengembangkan pemahaman teoritis. deduksi dan induksi logika lebih merupakan proses yang bolak-balik.Penyusunan instrumen penelitian untuk mengumpulkan data tentang variabel. dan kemudian merumuskan teori. F. dan dapat mulai dari mana saja tergantung dari minat dan kemampuan peneliti. Jadi. Minat tersebut dapat dirangsang oleh teori yang dibaca. dan karena itulah Babbie menyebut proses seperti itu sebagai proses dua logika. dinyatakan dengan huruf-huruf besar A. Salah satu keuntungan utama dari penelitian ini adalah mungkinnya pembuatan generalisasi untuk populasi yang besar. (2) hipotesa. Komponen-komponen informasi ilmiah tersebut adalah: (1) teori. Setelah itu peneliti membuat generalisasi empiris. Kedua. proses penelitian adalah proses yang tidak akan pernah berakhir. Dalam penelitian verstehen atau penelitian grounded (grounded research). X. Tahap selanjutnya adalah tahap operasionalisasi. 2. f. indikator dan definisi operasional. Tetapi model ini mempunyai beberapa kelemahan. penyusunan skala dan penentuan sampel. atau oleh faktor lainnya. Karena itulah. B. (2) interpretasi. (3) pengukuran penyederhanaan . Menurut model ini.Penentuan teknik analisa. Proses Penelitian Survai Salah satu metode penelitian sosial yang amat luas penggunaannya adalah penelitian survai. model kedua – yakni model dinamis – yang dinamakan Babbie model “dua logika”. sedangkan variabel-variabel dinyatakan dengan huruf kecil a. penelitian berawal pada adanya gagasan atau minat peneliti terhadap suatu fenomena sosial tertentu. proses penelitian tidaklah semekanistis seperti yang digambarkan. Ciri khas penelitian ini adalah data dikumpulkan dari responden yang banyak jumlahnya dengan menggunakan kuisioner. (3) observasi. E. teori menghasilkan hipotesa.Model Penelitian Statis Model penelitian statis menggambarkan proses penelitian sebagai terdiri dari tiga unsur pokok.Penentuan teknik pengumpulan data. Dalam penelitian survai. dan (5) penerimaan atau penolakan hipotesa. Konsep-konsep yang merupakan unsur teori yang dapat digunakan dalam penelitian. (4) generalisasi empiris.

dan (5) formulasi konsep. BAB 3 Unsur-unsur Penelitian Survai Sofian Effendi . inferensi logika. Dalam penelitian survai. populasi penelitian biasanya besar jumlahnya. (4) pengujian hipotesa.data dan perkiraan parameter. Informasi tentang populasi disebut “parameter” dan proses perbandingan antara informasi tentang sampel dan informasi tentang populasi disebut “perkiraan parameter”. Hipotesa memberikan informasi tentang variabel-variabel penelitian serta hubungannya. Informasi itu disebut observasi atau data. formulasi proposisi dan penataan proposisi. sehingga peneliti perlu menentukan sampel penelitian dengan menggunakan teknik-teknik penentuan sampel yang tersedia. Dari langkah langlah metodologis peneliti memperoleh sejumlah informasi yang relevan buat penelitiannya.

yakni proposisi yang dideduksikan dari aksioma. Yang menjadi perhatian peneliti dalam penelitian sosial adalah teorem. jenis pekerjaan (pegawai negeri. Protestan. dikenal dua bentuk variabel. yakni istilah dan definisi yang digunakan untuk menggambarkan secara abstrak: kejadian. konsep. teori adalah serangkaian proposisi antar konsep-konsep yang saling berhubungan. Beberapa contoh variabel politomi adalah jenis pendidikan tidak sekolah. SLTA. konstrak. definisi. Inilah yang disebut konsep. seorang peneliti menggunakan istilah yang khusus untuk menggambarkan secara tepat fenomena yang hendak ditelitinya. SLTP. variabel dikotomi sering dijumpai dalam penelitian sosial. Karena itulah. status perkawinan (kawin/tidak kawin). misalnya jenis kelamin (pria/wanita). konsep-konsep yang jelas hubungannya dengan fakta atau realitas yang mereka wakili. Kedua. konsep-konsep yang lebih abstrak atau lebih kabur hubungannya dengan fakta atau realitas. SD. buruh tani dan tukang) dan agama (Islam. yaitu: variabel kategorikal dan variabel bersambungan. sehingga lebih merupakan suatu hubungan yang multivariat. dan teorem. dalam penelitian sosiologi. Masalah sosial selalu merupakan interaksi antara banyak variabel. akan ditemui dua jenis konsep. Variabel kategorikal adalah variabel yang membagi responden menjadi dua kategori atau beberapa kategori. pemilik took. keadaan. Pertama. antropologi. Variabel Agar konsep-konsep dapat diteliti secara empiris. dan kedua. peneliti diharapkan akan dapat menyederhanakan pemikirannya dengan menggunakan satu istilah untuk beberapa kejadian (events) yang berkaitan satu dengan lainnya. Dalam penelitian sosial. sedangkan yang memiliki banyak kategori disebut variabel politomi. Aksioma atau postulat adalah proposisi yang kebenarannya tidak dipertanyakan lagi oleh peneliti sehingga tidak perlu diuji dalam suatu penelitian. Proposisi Hubungan yang logis antara dua konsep disebut preposisi. Melalui konsep. teori menerangkan fenomena tertentu dengan cara menentukan konsep mana yang berhubungan dengan konsep lainnya dan bagaimana bentuk hubungannya. keadaan. petani pemilik. ilmu . dan proposisi untuk menerangkan suatu fenomena sosial secara sistematis dengan cara merumuskan hubungan antar konsep. status pekerjaan (bekerja/tidak bekerja). Dalam penelitian. Ketiga. kelompok atau individu tertentu. Menurut definisi ini teori mengandung tiga hal. Proposisi yang kebenarannya tak dipertanyakan lagi sebenarnya amat jaran dalam ilmu sosial. pedagan kecil. psikologi. pegawai swasta.Konsep Dalam penelitian. S1-S3). Katolik. Konsep adalah abstraksi mengenai suatu fenomena yang dirumuskan atas dasar generalisasi dari sejumlah karakteristik kejadian. mereka harus dioperasionalisasikan dengan mengubahnya menjadu variabel. Teorem adalah proposisi yang dideduksikan dari aksioma. Hindu-Buddha dan Konghucu)/ Hipotesa Suatu hipotesa selalu dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang menghubungkan antara dua variabel atau lebih. kelompok atau individu yang menjadi pusat perhatian ilmu sosial. yang berarti sesuatu yang mempunyai variasi nilai. yakni aksioma atau postulat. Variabel yang terdiri dari dua kategori disebut variabel dikotomi. pertama. teori menerangkan secara sistematis suatu fenomena sosial dengan cara menentukan hubungan antar-konsep. Teori Teori adalah serangkaian asumsi. Caranya adalah dengan memilih dimensi tertentu konsep yang mempunyai variasi nilai. Dalam penelitian sosial dikenal dua tipe preposisi.

dank arena itu dibuat pembanding secara arbitrer yang terbentuk suatu hipotesa nol (Ho) yang merupakan formulasi terbalik dari hipotesa kerja. pembanding ini biasanya tidak ada. Agar dapat diuji secara statistic. disebut hipotesa kerja (Hk). Semua hipotesa yang dirumuskan oleh peneliti. Dari informasi tersebut dia akan mengetahui bagaimana caranya pengukuran atas variabel itu dilakukan. Dengan demikian dina dapat menentukan apakah prosedur pengukuran yang sama akaan dilakukan atau diperlukan prosedur pengukuran yang baru.politik. Definisi operasional adalah suatu informasi ilmiah yang amat membantu peneliti lain yang ingin menggunakan ariabel yang sama. dan ilmu sosial lainnya. definisi operasional adalah semacam petunjuk pelaksanaan bagaimana caranya mengukur suatu variabel. Definisi Operasional Definisi operasional adalah unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya mengukur suatu variabel. diperlukan sesuatu untuk membandingkan hipotesa kerja tadi. baik yang bersifat relasional maupun deskriptif. Dengan kata lain. . banyak digunakan hipotesa multivariat untuk menunjukkan hubungan antara variabel-variabel penelitian yang banyak jumlahnya. Dalam penelitian sosial.