Anda di halaman 1dari 2

Dzaibul Rachman A

1608020069

Manfaat penerapan farmakokinetika bagi kepentingan penanganan penderita
adalah untuk tuntunan penentuan aturan dosis (dosage regimen) yang menyangkut
besarnya dosis dan interval pemberian dosis, terutama untuk obat-obat dengan
lingkup terapeutik yang sempit seperti teofilina, digoksin, fenitoina, fenobarbital,
lidokain, prokainamida dan lain-lain.
Dosis individualis merupakan pendekatan regimen dosis yang paling teliti
karena memperhitungkan parameter farmakokinetika obat pada masing-masing
individu. Dosis individualis bertujuan untuk mencapai efisiensi terapi terbaik pada
risiko terendah dari efek yang tidak diinginkan. Pentingnya individualisasi dosis
menjadi semakin beralasan ketika Brodie dkk. memperlihatkan bahwa ada
perbedaan spesies, strain dan individual dalam kecepatan metabolisme obat. 3
Kemudian, Hammer dan Sjoqvist menemukan ada perbedaan individual sebesar 30
x lipat dari kadar "steady state" desmetil imipramin yang diresepkan pada suatu
dosis tertentu.4
Dosis suatu obat diperkirakan dengan tujuan dapat memberikan kadar
terapeutik obat yang diinginkan dalam tubuh. Obat akan memberikan efek terapi jika
kadar obat dalam plasma sudah mencapai area terapi yaitu diatas MEC (minimum
effective concentration) dan dibawah MTC (minimum toxic concentration) sehingga
obat tetap aman bagi tubuh (tidak bersifat toksik) tetapi tetap memberikan efek
pengobatan. Penentuan dosis obat ditentukan dari data kadar obat dalam plasma
dengan mencari nilai konsentrasi maksimum obat dalam plasma (C max), waktu yang
diperlukan untuk mencapai Cmax (tmax), dan profil pelepasan obatnya (AUC).

and man. Santoso B. Life sci 1967. Cermin Dunia Kedokteran No 37. Available at: HTTP/URL/HYPERLINK: www. McGraw-Hill. 4. Brodie BB.com 3.Rumus Umum Volume distribusi (Vd) Vd = Dosis (Do) Cpo (kadar) <. mhprofessional.hanya untuk 1 kompartemen terbuka Clearance (Cl) Cl = Konstanta eliminasi (Ke) x Vd (Volume distribusi) Concentration parsial stedy state (Cpss) Cpss = F x Dosis  x Cl  = interval dosis (jam) F = bioavailabilitas (0-1) Loading Dose (dosis awal) Ld = C x Vd F C = perubahan kadar (mg/l) Ld = Loading Dose (mg) DAFTAR PUSTAKA 1. Plasma levels of monomethy lated tricyclic antidepresants during treatment with imipramine-like compounds. microsomes. Farmakokinetika klinik. Sjoqvist F. Clinical pharmacokinetic equation and calculation.6:12-26. 2008. 6: 1895-1903 . Hammer. 1985 2. Pharmacologist 1964. W. On mice.