Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

KOMPATIBILITAS ELEKTROMAGNETIK
“SISTEM PEMBUMIAN”

OLEH :
KELOMPOK VI
MUSDALIFAH S MUHAMMADONG
031)
MUH. ALFIAN AMIIN
301)
WILLY EKAPUTRA TONGLO
321)
A. MUH ZULKIFLI NAJIB
505)
ZULFIQAR ISLAHQAMAT
509)
A. ABD AZIS MAPPABETA
528)

(D411 14
(D411 14
(D411 14
(D411 14
(D411 14
(D411 14

UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR
FAKULTAS TEKNIK

TAHUN 2016 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah swt. Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam makalah ini masih terdapat kekurangan. karena atas berkah dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah Kompatibilitas Elektromagnetik yang berjudul “Sistem Pembumian”. Untuk itu kami ucapkan banyak terimakasih. untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Gowa. 15 2016 Punyusun BAB I PENDAHULUAN April .

Salah satunya adalah gangguan ke tanah selain gangguan-gangguan lain seperti . Menginterupsi konsumen kontinuitas pelayanan daya kepada 2. Pada sistem tenaga listrik. Dari jenis-jenis gangguan yang telah disebutkan dapat mengakibatkan: 1. debu-debu yang menempel pada isolator. Sistem pentanahan yang kurang baik dapat menyebabkan penurunan kualitas tenaga listrik. burung atau daun-daun yang terbang dekat isolator gantung. surja petir. hal ini dapat membahayakan. Dan jika terdapat busur tanah yang menetap. Jika arus gangguan lebih dari 5 A maka timbul busur listrik pada kontak-kontak antara kawat yang terganggu dan tanah yang tidak dapat padam sendiri. kesalahan mekanis akibat retak-retak pada isolator. Hal ini disebabkan karena busur tanah tersebut merupakan gelombang berjalan yang memiliki muka gelombang yang curam yang dapat membahayakan isolasi dari alat-alat instalasi meskipun letaknya jauh dari titik gangguan. tegangan lebih dan gangguan hubung singkat. Penurunan tegangan yang cukup besar sehingga kualitas kualitas tenaga listrik rendah dan merintangi kerja normal peralatan konsumen .Latar Belakang Secara umum pentanahan adalah melakukan koneksi sirkuit atau peralatan ke bumi. padam dan menyala. Ilmu pertanahan sering kali dianggap remeh. padahal pentanahan yang baik sangatlah penting. 70% s/d 80% yang terkena gangguan adalah pada sistem transmisi.

Merusak peralatan pada daerah gangguan BAB II PEMBAHASAN Definisi pentanahan (Grounding). Membatasi kenaikan tegangan fasa yang tidak terganggu (sehat) Klasifikasi sistem pentanahan pada tegangan rendah antara lain: 1. Memproteksi peralatan 4. adalah melakukan koneksi. Memberikan perlindungan terhadap pemanfaatan listrik dan lingkungan bahaya listrik bagi 3. TT: netral sumber daya terhubung ke bumi dan frame peralatan beban terhubung ke bumi . 5. sirkuit listrik atau peralatan ke bumi. Mencegah timbulnya busur tanah akibat dari arus gangguan yang besar (>5 A) 2. Pengurangan stabilitas sistem yang menyebabkan jatuhnya generator 4. keandalan ataupun kontinuitas penyaluran tenaga listrik dengan kontrol noise termasuk transien dari segala sumber. berdasarkan IEEE dictionary (standard 100).3. baik disengaja atau tidak disengaja. Mendapatkan keandalan penyaluran pada system baik dari segi kualitas. atau ke bodi konduksi yang ditempatkan di bumi. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan potensial bumi pada konduktor yang terhubung dan mengalirkan arus tanah menuju dan dari bumi. Tujuan pentanahan suatu system tenaga listrik secara umum adalah: 1.

Elektroda yang ditanam dalam tanah harus : Ø Bahan Konduktor yang baik Ø Tahan Korosi Ø Cukup Kuat 3.2. Biaya pemasangan serendah mungkin. Tahanan pentanahan harus baik untuk berbagai musim dalam setahun. IT: netral sumber daya tidak terhubung ke bumi dan frame peralatan beban terhubung ke bumi 3. Elektroda harus mempunyai kontak yang baik dengan tanah sekelilingnya. 4. Tahan kontak antara elektroda dengan tanah. Faktor-faktor yang menentukan tahanan pentanahan Tahanan pentanahan suatu elektroda tergantung pada tiga faktor : 1. 2. 2. Tahanan pentanahan harus memenuhi syarat yang di inginkan untuk suatu keperluan pemakaian. 5. yang . TN: netral sumber daya terhubung ke bumi dan frame peralatan beban terhubung ke sumber daya yang sudah terhubung ke bumi Syarat – syarat sistem pentanahan yang efektif 1. Tahanan elektroda itu sendiri dan penghantar menghubungkan ke peralatan yang ditanahkan.

akan tetapi tahanan kawat penghantar yang menghubungkan keperalatan akan mempunyai impedansi yang tinggi terhadap impuls frekuensi tinggi seperti misal pada saat terjadi lightningdischarge. Tahanan dari massa tanah sekeliling elektroda. sambungan ini di usahakan dibuat sependek mungkin. Pengaruh Unsur Kimia . dapat bervariasi secara vertikal maupun horizontal. Untuk memperoleh harga sebenarnya dari tahanan jenis tanah.3. Namun demikian pada prakteknya tahanan elektroda dapat diabaikan. Dari ketiga faktor tersebut diatas yang dominan pengaruhnya adalah tahanan sekeliling elektroda atau dengan kata lain tahanan jenis tanah (ρ). harus dilakukan pengukuran langsung ditempat dengan memperbanyak titik pengukuran. Harga tahanan jenis tanah pada daerah terbatas tidaklah sama. Tahanan Jenis Tanah (ρ) Faktor keseimbangan antara tahanan pengetanahan dan kapasitansi di sekelilingnya adalah tahanan jenis tanah (ρ). Untuk menghindarinya. oleh karena itu tahanan jenis tanah tidak dapat diberikan sebagai suatu nilai yang tetap. sehingga pada lapisan tertentu mungkin terdapat dua atau lebih jenis tanah dengan tahanan jenis yang berbeda. kedalaman Beberapa faktor yang yang mempengaruhi tahanan jenis tanah yaitu: Pengaruh Keadaan Struktur Tanah Kesulitan yang biasa dijumpai dalam mengukur tahanan jenis tanah adalah bahwa dalam kenyataannya komposisi tanah tidaklah homogen pada seluruh volume tanah.

sedikitnya 6 (enam) bulan sekali. Proses mengalirnya arus listrik di dalam tanah sebagian besar akibat dari dalam hantar proses tanah listrik elektrolisa. Cara ini hanya baik untuk sementara sebab proses penggaraman harus dilakukan secara periodik. menanam dimana variasi tahanan pembumian jenis dapat tanah dilakukan akibat dengan elektroda pembumian sampai mencapai kedalaman terdapat air tanah yang konstan. Pada daerah yang demikian ini untuk memperoleh pentanahan yang efektif yaitu dengan menanam elektroda pada kedalaman yang lebih dalam dimana larutan garam masih terdapat.Kandungan sejumlah zat-zat zat organik perlu untuk tingkat kimia dalam maupun anorganik diperhatikan pula. itu air atau di daya Dengan demikian tahanan jenis tanah akan dipengaruhi pula oleh besar kecilnya . Pengaruh Iklim Untuk mengurangi pengaruh musim. sering dicoba dengan dengan memberikan mengubah garam komposisi pada tanah kimia dekat tanah elektroda pembumian ditanam. curah tanah hujan tinggi Didaerah terutama yang dapat larut yang mempunyai biasanya mempunyai tahanan jenis tanah yang tinggi disebabkan garam yang terkandung pada lapisan atas larut. oleh karena akan mempengaruhi konduktivitas dalam tanah tersebut. yaitu tanah kering dan dingin. pembenaman elektroda kelembaban dan temperatur bervariasi tahanan jenis tanah harus pembumian diambil Kadangkala memungkinkan sehingga untuk harga keadaan yang paling buruk. Untuk mendapatkan tahanan jenis tanah yang lebih rendah.

molekul. Bila temperatur anah naik. Pengaruh temperatur terhadap tahanan jenis tanah dapat dihitung dengan rumus di bawah ini : ρt = ρ 0 (1 + α t ) dimana: ρt = tahanan jenis tanah pada t°C. sehingga daya hantar listrik tanah menjadi rendah sekali.molekul air dalam tanah sulit untuk bergerak. air di dalam tanah akan membeku. yang sedikit dibawah saja harga akan ini penurunan temperatur menyebabkan kanaikan harga tahanan jenis tanah dengan cepat. pada temperatur di bawah titik beku air (0°C) . air akan berubah menjadi fase cair. maka konduktivitas daripada tanah akan semakin besar sehingga tahanan tanah semakin kecil. Gejala di atas dapat dijelaskan sebagai berikut . ρo = tahanan jenis tanah pada 0°C α o = koefisien temperatur tahanan per °C pada 0° t = temperatur yang timbul (°C) . molekul-molekul dan ion-ion bebas bergerak sehingga daya hantar listrik tanah menjadi besar atau tahanan jenis tanah turun. Hal ini terlihat sekali pengaruhnya pada temperatur di bawah titik beku air (0°C). Pengaruh Temperatur Tanah Temperatur tanah berpengaruh pada sekitar elektroda pembumian juga besarnya tahanan jenis tanah.konsentrasi air tanah atau kelembaban tanah.

Untuk daerah yang memiliki karakteristik tanah yang konduktif. 2. Paralel Grounding Rod . di antaranya:  Single Grounding Rod  Paralel Grounding Rod  Multi Grounding Sistem 1.Beberapa Sistem Pembumian Penangkal Petir (Grounding System) Sistem pembumian penangkal petir dapat dibuat dalam 3 bentuk. biasanya mudah untuk didapatkan tahanan sebaran tanah di bawah 5 ohm dengan satu buah ground rod penangkal petir. Single Grounding Rod Grounding system penangkal petir yang hanya terdiri atas satu buah titik penancapan batang (rod) pelepas arus atau ground rod di dalam tanah dengan kedalaman tertentu (misalnya 6 meter).

pasir dan berpori (porous). Penambahan ground rod penangkal petir dapat juga ditanam mendatar dengan kedalaman tertentu. Kedua teknik ini bisa diterapkan secara bersamaan dengan acuan tahanan sebaran/resistans kurang dari 5 ohm setelah pengukuran dengan earth ground tester.Jika sistem single grounding rod penangkal petir masih mendapatkan hasil kurang baik (nilai tahanan sebaran >5 ohm). Adapun cara pembuatannya adalah sebagai berikut. maka penggunaan 2 cara sebelumnya akan sulit dan besar kemungkinan gagal untuk mendapatkan resistans kecil. tanah dari kotoran ternak. kandungan logam sedikit 3. teknis yang digunakan adalah dengan cara penggantian tanah dengan tanah yang mempunyai sifat menyimpan air atau tanah yang kandungan mineral garam dapat menghantar listrik dengan baik. kering atau air tanah dalam 2. Ground rod penangkal petir ditancapkan pada daerah titik logam dan di kisaran kabel penghubung antar ground rod-nya. Multi Grounding System Bila didapati kondisi tanah yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. dan tanah liat sawah cukup memenuhi standar hantar tanah yang baik. Maka dari itu. basa (berkapur) 4. maka perlu ditambahkan ground rod ke dalam tanah yang jarak antar batang minimal 2 meter dan dihubungkan dengan kabel BC/BCC. . 3. bisa mengelilingi bangunan membentuk cincin atau cakar ayam. Tanah humus.

diisi dengan tanah humus sampai penuh. sehingga hasil yang ditunjukan memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi.0508 meter) atau lebih.  Kemudian. Letak titik ground rod dibor dengan lebar kisaran 2 inci (≈0. . sehingga pengukuran oleh pihak kontraktor sama dengan hasil pengukuran pihak disnaker. Bus Bar Grounding penangkal petir Alat ini digunakan sebagai titik temu antara kabel penyalur petir dengan kabel grounding penangkal petir. ground rod penangkal petir dimasukkan. sehingga kualitas dan fungsi instalasi penangkal petir yang terpasang dapat terjamin. Diketahui bahwa pihak Dinas Tenaga Kerja (disnaker) juga menggunakan alat ini untuk mengukur resistans penangkal petir. Alat ukur penangkal petir ini digital.  Parit penghubung antar ground rod penangkal petir yang sudah terpasang kabel penghubung (BC) ditimbun kembali dengan tanah humus. 2.  Kemudian.  Kemudian. diisi air. Alat dan Material Bantu dalam Sistem Pembumian penangkal petir (Grounding System) 1. Biasanya terbuat dari plat tembaga atau logam yang berfungsi sebagai konduktor penangkal petir. Alat Ukur Resistans Penangkal Petir / Earth Ground Tester Alat ukur penangkal petir ini digunakan untuk mengetahui hasil dari resistans atau tahanan grounding system penangkal petir pada sebuah instalasi penangkal petir yang telah terpasang.

karena pada penangkal petir konvensional jalur kabel terbuka hanya dilindungi oleh tingkah laku (conduct) dari PVC. Penyambungan kabel instalasi penyalur petir konvensional umumnya menggunakan alat ini.3. Ground Rod Drive Head penangkal petir Alat ini dipasang di bagian atas copper rod penangkal petir atau ground rod penangkal petir dan berfungsi untuk menghindari kerusakan copper rod penangkal petir atau ground rod penangkal petir bagian atas yang akan dimasukkan ke dalam tanah. dan biasanya kabel yang disambung pada instalasi penangkal petir adalah kabel grounding system penangkal petir. Hal tersebut karena: pada saat copper rod penangkal petir . 4. Ground Rod Drilling Head penangkal petir Alat ini berfungsi untuk membantu mempercepat pembuatan grounding penangkal petir suatu instalasi penangkal petir. sehingga copper rod penangkal petir atau ground rod penangkal petir tersebut: ketika didorong ke dalam tanah akan cepat masuk karena bagian ujung alat ini runcing. Setelah kabel penangkal petir tersambung oleh alat ini tentunya harus diperkuat dengan isolasi sehingga daya rekat dan kualitas sambungannya dapat terjaga dengan baik. karena kabel penyalur pada penangkal petir tidak boleh terputus atau tidak boleh ada sambungan. yaitu dengan cara memasang di bagian bawah copper rod atau ground rod yang akan dimasukkan ke dalam tanah. Copper Butter Connector penangkal petir Alat ini digunakan untuk menyambung kabel penangkal petir. 5. alat ini juga dapat menghindari kerusakan copper rod penangkal petir ketika dipukul ke dalam tanah. Selain itu.

bentonit digunakan untuk membantu menurunkan nilai resistans atau tahanan tanah. Bentonit digunakan saat pembuatan grounding (jika sudah tidak ada cara lain untuk menurunkan nilai resistans). 7. para kontraktor cenderung memilih menggunakan cara pararel grounding rod penangkal petir atau multi grounding system penangkal petir untuk menurunkan resistans. 6.didorong ke dalam tanah dengan cara dipukul. Ground Rod Coupler penangkal petir Alat ini digunakan ketika kita akan menyambung beberapa segmen copper rod penangkal petir atau ground rod penangkal petir yang dimasukkan ke dalam tanah. ketika kita akan membuat grounding penangkal petir sedalam 12 meter dengan menggunakan copper rod penangkal petir. Pada umumnya. sehingga copper rod penangkal petir atau ground rod penangkal petir yang masuk ke dalam tanah akan lebih panjang. Bentonit penangkal petir Dalam aplikasi grounding system. akan tetapi mengenai alat ini. maka alat ini sangat diperlukan karena copper rod penangkal petir yang umumnya ada dipasaran paling panjang hanya 4 meter. . Misalnya. alat pemukul tersebut tidak mengenai copper rod penangkal petir.

. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan potensial bumi pada konduktor yang terhubung dan mengalirkan arus tanah menuju dan dari bumi. atau ke bodi konduksi yang ditempatkan di bumi. berdasarkan IEEE dictionary (standard 100). adalah melakukan koneksi. baik disengaja atau tidak disengaja. Adapun syarat – syarat sistem pentanahan yang efektif adalah :  Tahanan pentanahan harus memenuhi syarat yang di inginkan untuk suatu keperluan pemakaian.BAB III PENUTUP Kesimpulan Pentanahan (Grounding). sirkuit listrik atau peralatan ke bumi.

 Tahanan pentanahan harus baik untuk berbagai musim dalam setahun. diantaranya:  Single Grounding Rod  Paralel Grounding Rod  Multi Grounding Sistem Alat dan Material Bantu dalam Sistem Pembumian penangkal petir (Grounding System) diantaranya adalah:  Alat Ukur Resistans Penangkal Petir / Earth Ground Tester  Bus Bar Grounding penangkal petir. Elektroda yang ditanam dalam tanah harus : o Ø Bahan Konduktor yang baik o Ø Tahan Korosi o Ø Cukup Kuat  Elektroda harus mempunyai kontak yang baik dengan tanah sekelilingnya. Sistem pembumian penangkal petir dapat dibuat dalam 3 bentuk.  Biaya pemasangan serendah mungkin. dll .